BAIC X55 II Lite : Nggak sampai 400 juta (YouTube Video)
[Musik] Biasanya kan kita kalau ng-review mobil pasti tipe tertinggi. Nah, sekarang kita ng-review tipe yang lebih terjangkau dari baik X5 alias tipe light. Apakah dengan harga Rp380 juta mobil ini layak untuk kalian beli? Simak terus sampai habis. Mungkin kalian akan berpikir bahwa mobil ini adalah mobil listrik. Karena kalau kalian perhatiin depannya itu grill-nya dia kayak ketutup. Padahal kalau kalian perhatiin, dia ada sirkulasi udaranya juga. Enggak terlalu kelihatan sih kecil gini. Cuman ngerinya kalau dia udah tua, kalau overheat takutnya kenapa-napa. Tapi gua rasa desainernya udah memikirkan yang terbaik lah. Nah, yang kita coba ini adalah tipe light alias tipe yang lebih ekonomis dari Bax X5. Bedanya apa aja sih dengan yang tipe prime? Kalau dari sisi eksterior dari depan yang kelihatan adalah dia enggak ada sensor bak depan. Sementara kalau di samping dia pelegnya lebih kecil 18 inci dibalut ban 225 6018. Terus masih di samping yang kelihatan adalah dia enggak ada HV, dia enggak ada panooramic roof dan dia ngelipat spionnya masih belum elektrik. Sama seperti bagian depan, dia logo Beijing-nya. Kalau sebelumnya kan Beijing, dia berubah jadi logo baik di bagian belakang sini. Terus kalau kita lihat dia spoilernya unik ya. Biasanya kan nyambung. Kalau ini dia kayak kebelah di tengah yang buat tempat lampu rem-nya dia kebelah gitu. Terus bedanya lagi dia belum power back door dan kameranya cuman kamera belakang doang. Dan satu yang menarik adalah dia knalpotnya empat, Guys. Dan ini asli. Eh, malu kalian merek-merek Jerman. Eh, knalpotnya enggak asli. Dia walaupun cuma Marvel cutter ya, tapi knalpotnya setidaknya asli gitu. Oke, sekarang kita lihat bagasinya ya. ya. Dia belum power back door. Agak berat ya. Dan ini bagas singa. Kapasitasnya 350 L. Kita lihat di sini ada separatornya. Jadi biar kalau kalian bawa barang berharga enggak kelihatan dari luar. Dan dia juga ada power outlet buat kalau kalian mau ngecas atau mau vacum cleaner gitu bisa. Dan dia juga di sini ada dua kompartemen di kiri sama kanan. Dan di bawahnya dia ada buat bansave. Oke, sekarang kita bahas interiornya. Dibandingkan dengan versi Prime, yang kasat mata tuh enggak terlalu banyak beda. Perbedaannya justru banyak di fitur. Contohnya kayak dia enggak ada wireless charger, dia pengaturan joknya masih manual, dan dia speakernya cuman empat. Kalau yang prime itu ada enam, termasuk twitter-nya empat. Jadi speakernya 48 gitulah. bisa dibilang. Dan kalau kalian perhatiin dibanding rival-wival tiongkoknya, dia layarnya enggak gede-gede banget gitu. Biasanya kan dia lebar. Kalau ini dia layarnya cuma sekitar 10 inci dengan panel instrumen yang juga cuman sekitar 10 inci. Cuma dia meleb. Nah, sebagaimana mobil-mobil Tiongkok pada umumnya, pengaturan mobil ini hampir semuanya dilakukan di satu layar infotainmentinment yang di tengah ini. Kebayang kan udah ukurannya kecil dan sebagian besar settingan harus ngelihat ke layar yang di tengahin nih. Kalau nyetir ribetnya kayak apa tuh? Nah, contohnya kayak auto hold. Kalau kalian lihat di sini dia enggak ada tombolnya kan pasti kalian akan berasumsi mobil ini enggak ada auto hold-nya padahal dia ada. meskipun harus ngecek di sini settingan dan dia harus ngaktifinnya dari layar tengah. Padahal kalau mobil-mobil pada umumnya kan dia di sini aja ada. Nah, desain konsol tengah ini kalau versi setir kiri dia beda karena letak tuas transmisinya itu di depan tuas rem parkir ini. Jadi dia cup holdoldernya pindah ke sisi kanan. Tapi sisi positifnya kalau kita naik yang versi setel kanan ini, dia posisi tuas transmisinya lebih dekat ke pengemudi. Nah, pengaturan AC-nya juga tentunya di layar dong. Dia di sini kelihatan kayak dual zone kan. Padahal dia sebenarnya masih single zone, tapi dia bisa diatur dari kiri dan kanan. Jadi intinya kiri kanan tetap enggak bisa beda. Yang kedua dia fans speed-nya agak berlebihan ya. Biasanya mobil lain kan maksimal sampai lima gitu. Ini dia bisa sampai 8. Udah kayak kipas kondangan, cuy. Nah, ini ada angka-angka bukan fans speed ya. Yang tadi itu beda lagi. Ini adalah level tingkat kepanasan atau kedinginannya. Semakin tinggi dia semakin panas. Sementara semakin rendah dia semakin dingin. Tapi setidaknya sekarang dia udah pakai Apple CarPlay dan Android Auto walaupun masih harus pakai kabel. Nah, sekarang kita bahas jok belakangnya. Ini dari posisi nyitif gua tadi. Ini kal kalau kalian lihat ya, ini luas banget. Ruang kepala, ruang kaki, semuanya luas. Tapi alas duduk joknya ini agak rendah. Jadi karena tinggi gua 175 cm, dia kayak agak dinglik gitu. Di jok baris keduanya ini juga masih ada amprest, ada cup holdernya sama ada sirkulasi AC. Dan ini colokan buat kalian charger dan langsung USB. Sayangnya AC-nya ini dia arah semburannya masih enggak bisa kepisah gitu. Kiri kanannya bisa, atas bawahnya enggak bisa. Sayangnya joknya enggak bisa diline jadi lebih rebah lagi. Tapi setidaknya dia bisa dilipat 60 40 kayak gini. Waduh du du duh. Sama di bagian belakang ini jendelanya juga udah all auto. Oh iya di bagian improvement lainnya dia udah ada cooler box di sini. Walaupun cuman AC doang ya gak bisa ngangetin sama dia udah pakai engine start di kedua varian. Oke, sekarang kita lagi nyobain driving impression dari Baik X5 L. Ini kalau kita injak gas gitu ya, dia sebenarnya nurut-nurut aja transmisinya cukup responsif ya. Paling ada sedikit masalah kalau lu dari lampu merah terus mau jalan itu dia putarannya agak berat tapi habis itu dia enteng lagi. Mesinnya menggunakan 1500 cc turbo bertenaga 185 horsepow dan torsi 305 Nm. Baik mengklaim akselerasi dari 0 sampai 100 km/h bisa tuntas sekitar 7 detikan nih ya. Kita coba putaran tengahnya cenderung nurut, enggak ada turbo sama sekali. Akselerasi yang enteng tadi didukung oleh transmisi dual clutch tujuh percepatan dan ini penggeraknya hoda depan ya, Guys. Tambahan lagi, mobil ini udah dilengkapi empat driving mode. Itu ada comfort, Echo, Sport, dan Smart. Selain driving mode tadi, mobil ini juga dilengkapi dengan cruise control. Walaupun dia belum adaptif. Nah, dia model tuas di bawah setif gini. Biasanya kan kalau mobil-mobil pada umumnya di tombol setir ya. Kalau ini dia ada tuasnya di bawah tuas lampu sein. Cara ngoperasiinnya kalau kita mau ngaktifin tinggal didorong aja ke depan. Terus kalau kalian mau nambah kecepatan tinggal dinaik turunin aja. Sementara kalau mau nge-cancel tinggal ditarik gitu. Oh iya, mobil ini belum ada hadasnya ya, beda sama yang tipe prime. Kalau yang tipe prime dia udah lengkap adasnya. Kalau tadi kita udah bahas akselerasi, sekarang kita bahas gimana berhentinya. Soal pengereman, feel pedalnya itu jarak mainnya dia pendek dibanding mobil-mobil pada umumnya. Tapi soal pengereman dia pakem kok. Paling kalau lagi macet-macetan dia kayak agak nungging gitu. Eh, pergerakan bodingnya masih berasa. Setirnya bukan yang enteng atau berat banget, cuman dipakai dalam segala situasi tuh enak gitu, easy to drive istilahnya. Jadi kalau dipakai parkir dia enggak terlalu berat, tapi di kecepatan tinggi dia masih stabil, bukan yang enteng terus tiba-tiba ditekuk dikit dia ngebuang gitu loh. Dan yang gua rasain dia cukup direct ya ini misal kita pindah jalur nih dia langsung nurut gitu setirnya. Nah, bandingannya gimana? Kalau soal bantingan, dia cenderung stiff, dia bisa meredam berbagai kondisi jalan gitu. Cuman kalau kecepatan tinggi terus ditekuk dia limbungnya masih berasa. Nah, sekarang kita bahas posisi mengemudinya. Dengan tinggi gua yang 175 cm ini menurut gua visibilitas ke depan cukup oke, belakang enggak masalah karena dia bukan cupe look atapnya enggak melandai gitu. Paling dari sisi samping ya. Ini kalau kalian perhatiin garis pintunya agak tinggi. Jadi kalau kalian tingginya mungkin di bawah 160 agak kelelep gitu loh. Nah, soal posisi duduk gua ngerasa sandaran punggungnya ini terlalu kecil. Dia joknya model semi bucket yang One Piece maksudnya enggak ada head rest kepisah. Untuk tingginya sih oke, tapi untuk kalian yang beratnya di atas 85 kilo, sandaran punggungnya ini agak sempit soalnya dia bagian belakangnya terlalu cekung jadi terlalu masuk gitu. Kalau kalian sendin kayak ada yang nahan gitu, kurang nyaman. Masih soal posisi mengemudi, dia setirnya bisa tilt dan teleskopik tapi masih manual. Jadi soal posisi berkendara cukup okah. Nah, terus joknya juga dia untuk tipe light ini dia belum elektrik seperti yang tipe prime pengaturannya lengkap bisa naik turun maju mundur. Oke, jadi kesimpulannya baik X5 Lite ini merupakan salah satu pilihan yang baik buat kalian yang lagi nyari crossover di bawah R00 juta. Sayangnya dengan harga Rp380 juta, mobil ini harus kehilangan beberapa fitur-fitur esensial kayak joknya masih belum elektrik, pelipat spionnya bahkan belum elektrik, Android Auto dan Apple Carling-nya masih pakai kabel, dan auto diming mirror juga dia belum ada. Dengan ketiadaan fitur-fitur tadi, seharusnya harganya bisa lebih kompetitif lagi. Agak disayangkan loh mengingat mobilnya udah cukup nyaman untuk dikendari dan juga untuk ditumpangi. Gimana menurut kalian? Oke, itu aja dari gua. Gue Fahri dari AutoetMX sign off. [Tepuk tangan]
