Jungkat

Banyak Bagusnya, Banyak Gemesnya | Honor 400 Lite (YouTube Video)

  • 08/10/2025

Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wasalamu ala rasulillah. Handphone yang satu ini itu hitungannya iPhone banget. Under 400 light. Boba cek, kamera button cek. Lengkungan di ujung handphone juga cek. Untung harganya tidak cek seperti iPhone. Nob benang Nobotch review. Dan ya seperti saya bilang si Honor 400 Lite ini emang udah keluar beberapa saat. Saya terlambatlah ngebahasnya karena emang enggak dipeninjamin device-nya juga. Bahkan yang ini saya pinjamnya sama Untung Store. Iya, Untung Store yang biasa e jual barang-barang seperti iPhone, MacBook, dan lainnya itu ternyata juga punya Android ya. Dan bahkan enggak cuman Android aja, nyari Windows laptop pun juga sebenarnya Untung Store ada ya. Jadi, hashag semua ada di Untungstore. Terima kasih Untung Store udah minjamin saya device yang satu ini. Jadi, next time Anda mungkin lagi nyari device e apapun itu termasuk Apple devices mungkin bisa cek-cek aja. Untung store ada di ITC Kuningan, ETC Vatmawati dan yang baru buka ada di Mall Ambassador. Pertama kali mempelajari si Under Partus slide ini jujur saya agak syok ya karena ternyata ada ya handphone yang jatuhnya ringan terus juga nyaman di tangan tapi punya spesifikasi yang optimal gitu ya. Diamond City 7025 Ultra untuk prosesornya. Berpadu dengan RAM 8 gig dan juga storage 256 gig. Layarnya AMOLED 6,7 inci. On display fingerprint sensor 120 Hz. Baterainya 5.230 mAh charging speed-nya 35 wat. Kamera belakang 108 megap main camera dan juga kamera depannya 16 megap. Harganya R juta kurang R.000. Jadi bisa dibilang ini cukup steel deal sebenarnya secara spesifikasi dibandingkan dengan harganya. Apalagi sekarang harga pasarnya itu ah menyentuh 3,3 juta sampai 3,5 juta. Tapi kan specs dan juga harga kadang tidak berbanding rata dengan experience. Nah, ini yang sebenarnya pengin kita kulik. Yang pertama kali mungkin berasa kompromi dari antar 400 slide itu adalah masalah UI. Ya, entah gimana ceritanya awal kali megang handphone ini rasa tertarik untuk menggunakannya tuh langsung hilang. Karena secara UI kok kayaknya begini banget gitu ya. icon-ikonnya ini terlihat tidak menarik, terkesan tua. Untuk 2025 ini terlalu kaku gitu ya, kurang fun. Tapi ya akhirnya setelah saya coba paksain pakai 2 hari, 3 hari ya akhirnya terbiasa juga. Benarlah kalau kata orang-orang sakit di awal udahannya akan terbiasa. Tapi ini bukan tentang handphone. Masih berhubungan dengan UI juga untuk tulisan yang ada di bawah icon juga menurut saya ini jatuhnya agak-agak gimana gitu ya. Kalau tulisan tidak digunakan looksnya aneh. Kalau dipakai juga agak risih gitu. Jadi benar nih secara look UI masih banyak banget room for improvement yang bisa dilakukan oleh herphone-handphone-nya ke depannya. Tapi tentu tidak semuanya negatif ya. Ada satu hal yang menurut saya menarik banget dari Magic OS yang digunakan oleh si Under 400 Lite ini yaitu adalah masalah one hand mode-nya. Cara mengaktifkannya sangat unik. Pertama kali saya temukan di handphone ini, yaitu swipe dari bagian sebelah kiri terus ke tengah. Benar. Ini bisa dibilang bukan yang paling cepat, bukan yang paling gegas, tapi sangat intuitif dan kemungkinan gagalnya itu kecil sebenarnya. Untuk experience hariannya sendiri bisa dibilang sebenarnya handphone ini oke ya. Karena kan secara spesifikasi juga udah lebih dari cukup gitu kan, secara benchmark udah oke. Terus menyatu nih antara dimensi feels nice, ringannya. Nah, jadi ya bisa dibilang ee penggunaan hariannya setelah terbiasa lagi-lagi akan menjadi satu buah handphone yang dinikmatilah. Kurang lebih seperti itu. Secara layar sendiri karena hitungan pakai AMOLED, tentu secara warnanya dia ini keluar gitu ya. Tapi memang untuk suaranya keluarnya cuma satu di bagian bawah karena dia masih menggunakan mono speaker dan belum menggunakan stereo speaker. Untungnya suaranya besar jadi ya udah enggak apa-apa kita ngalah. Nah, untuk experience main game-nya sendiri pas lagi main sih saya ngerasa gak ada yang aneh-aneh ya. Tapi ternyata pas saya ngelihat FPS counternya, oh ternyata memang tidak semesmooth itu ya. Untuk CODM agak geradagan walaupun emang dia masih bisa top sampai 60 fps. Dan untuk MLBB dia pun juga mentok di 60 fps. Tapi ternyata ada nih di pertengahan game tiba-tiba dia drop hanya bisa mentok di 30 fps aja. Tapi yang menarik adalah fakta bahwa untuk permainan MLBB bisa dibilang dia sedikit lebih stabil dibandingkan dengan CODM ya. Dari sisi baterai, eh Handar 4 slide ini sebenarnya adalah satu buah handphone yang bisa dibilang menarik ya. Karena sekali nge-charge saja kalau koneksinya bercampur mix WiFi dan juga GSM, dia ini bisa bertahan total standby time-nya itu up to 3 hari dengan catatan penggunaannya enggak yang berat-berat banget gitu ya. Tapi memang sayangnya untuk counter ee dari screen ontnya sendiri saya kehilangan catatan saya di handphone ini. Jadi saya belum bisa tampilkan saat ini. Yang menarik mungkin adalah bagian kameranya ya. Ternyata hasilnya surprisingly good. Ah, bisa dibilang optimal. Bahkan kamera depannya pun di saat saya coba ambil video itu hasilnya juga optimal. Ngomongin soal video sendiri, dia ini hanya bisa merekam up to 1080 aja. Catatan utamanya mungkin adalah di bagian warna. Entah gimana caranya, warna yang dipunya sama video dari Undar 400 Lite ini very very placing dan juga untuk exposure-nya itu sampai somehow tepat. Kita lagi sambil nyoba nih e apa namanya? menggunakan HER 400 Lite 400 L. Ternyata kameranya itu mentok perekamannya di 1080 30 fps baik kamera utama, ultra wide angle ataupun juga apa namanya eh kamera depannya ya. Nah, di sini kita bisa aktifin noise reduction nih. Kayak sekarang kan lagi ada suara ini nih air terjun ya. Kita coba matiin. Nah, ini sekarang noise reduction-nya nyala dengan posisi masih ada di samping sini. Sekarang kita coba pakai kamera ultrawide-nya. Kalau cuman ngelihat dari layar handphone sih kelihatannya ya lebih tidak ada apa namanya? Lebih tidak ada stabilisasinya dibandingin main kameranya ya. Sementara yang ini kalau pakai kamera depannya eh 1080 30 fps masih bisa diaktifin noise reduction-nya. Ini kita nyalain lagi. Enggak berisik sih sebenarnya di sekitaran ya. Dan ini kalau kita nonaktifkan jadi tanpa noise reduction seperti ini 1080 kamera depan 30 fps. Kalau dari layar handphone doang sih warna kulit agak lumayan ya. Coba cek deh nanti pas di komputer hasilnya seperti apa. Saya ngerti ini bukan video review yang komprehensif, hanya ingin sharing experience saja. E saya menggunakan handphone ini selama beberapa hari terakhir. It is actually kind of nice untuk dipegang. It is actually kind of nice untuk dioperate. Tapi memang ada beberapa catatan utama. Terutama itu adalah di bagian UI-nya ya yang ngebikin agak gimana gitu. But the good news is kameranya oke dan ya secara bentuk feel di tangan juga dia menyenangkan karena rasanya mirip sama iPhone dan harganya harganya agresif banget ya di Rp3,3 juta saat ini di saat saya bikin video ini. So, there you go. Kalau emang misalnya pengin punya handphone yang tongkrongannya beda gitu ya, this one might be for you karena harganya juga sangat terjangkau. Eh, tapi ya balik lagi untuk masalah ingin tidak ingin itu kan e balik ke kantong masing-masing ya. Mungkin Anda bisa cerita gimana menurut Anda tentang handphone yang satu ini. Kita kembu di video berikutnya. Buat S diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.