Jungkat

Banyak Fitur, Hemat Daya, Gentle Air Flow, Terjangkau: Review Mijia AC Pro Eco 5-Star 1 PK Inverter (YouTube Video)

  • 01/08/2025

Ini AC dari Xiaomi. Kenalin, ini Mijia AC Pro Eco. AC ini menawarkan premium energy efficiency dengan rating five star. Hemat daya tapi performa pendinginannya dijamin tetap mantap. Bahkan AC ini menjanjikan 30 second fast cooling. Selain itu ada juga fitur AI energy saving mode di mana AC ini bukan cuma sekedar menjalankan preset hemat energi tertentu saja, tapi juga menyesuaikan performa pendinginan dengan kebiasaan kita. Nah, menarik nih ya. Nanti kita lihat kemampuan pendinginan dan konsumsi dayanya. AC ini juga disebut menawarkan teknologi gentle airflow dengan micro whole air flaps. Ini biasanya ada di AC premium ya. Ini membuat mijia AC ini menghembuskan udara dingin secara halus melalui lubang mikro. Memberikan sensasi sejuk dengan pendinginan yang lebih lembut dan merata tanpa hembusan kencang yang secara langsung. Ada juga dukungan smart control. AC ini juga bisa dipantau dan dikendalikan dari mana saja lewat aplikasi Xiaomi Home. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan AC dari Xiaomi ini. Ya, Mijia Air Conditioner Pro Echo ini adalah salah satu produk Home Appliances terbaru dari Xiaomi yang mereka bawa ke Indonesia. Produk-produk ini hadir dengan brand Mijia. Nah, Mijia ini artinya kurang lebih sama seperti Xiaomi Home. Sebelumnya kita sudah sempat bahas salah satu produk mereka ya, Mijia Refrigerator Cross 510 L. Kalau kita cek di situs resmi mereka, ada juga perangkat lain seperti ada microwave, vacuum cleaner, dan masih banyak lagi. Kelihatan banget nih keseriusan mereka masuk ke pasar Home Appliances di Indonesia. Ya, semoga aja entar kita bisa nyobain ya perangkat home appliances mereka yang lain. Tapi sekarang kita fokus dulu ke Mijia AC ini dulu. Oh ya, yang kita bahas ini adalah varian 1 PK inverter ya. Ini satu-satunya varian yang mereka bawa ke Indonesia setidaknya untuk saat ini. Oke, sekarang kita lihat isi paket penjualannya. Isinya tentunya ada indoor unit, outdoor unit, lalu ada remote control lengkap dengan holder bracket-nya, serta ada baterai triple A untuk remote. Lalu ada set baut untuk masangan AC. Drain host juga ada di sini alias selang pembuangan air. Lalu ada paket dokumen yang berisi installation guide, user manual, dan kartu garansi. Ya, ini bukan handphone jadi gak ada chargernya di sini ya. Langsung nyolok listrik aja. Nah, untuk pipa AC, kabel listrik, kepala outlet listrik, serta bracket outdoor unit ini tidak termasuk dalam paket penjualan. Jadi memang harus dibeli terpisah. Tapi hal seperti ini terbilang wajar ya untuk setiap AC. Oke, untuk desainnya unit indoor dari AC ini punya desain dengan aspek curved untuk bagian tepi kiri dan kanan. Jadi tidak menimbulkan kesan yang kaku. Warna dasarnya putih. Dimensinya adalah 84 * 31,1 * 20 cm. Terlihat di depan ada logo Mijia di kiri bawah serta satu layar LCD di area kanan. Layar LCD ini bisa menampilkan informasi parameter operasional AC misalnya target suhu yang kita atur. Tentunya ada juga area tempat keluarnya udara dingin. Saat AC beroperasi tentunya penutup akan terbuka dan ini juga akan berfungsi untuk flap pengaturan arah hembusan AC secara vertikal. Nah, ada juga flap pengaturan arah hembusan AC secara horizontal. Nah, flap ini menggunakan desain micro hole air flaps dengan total 602 lubang mikro. Ini bisa digunakan agar hembusan udara tidak terasa terlalu kencang saat mengenai kita. Nanti kita lihat ya bagaimana dalam penggunaannya. Di bagian atas unit indoor ini ada filter anti jamur dan antibakteri. Ini tentunya bisa dilepas untuk dibersihkan. Tingkat kebisingan dari unit indoor ini saat beroperasi disebut bisa sampai sekitar 38 dBel di setting tertinggi termasuk senyap ya dan enggak berisik harusnya nih. Sementara untuk unit outdoor AS dimensinya 80,4 * 55,1 * 31,1 cm. Kapasitas pendinginan yang ditawarkan itu mencapai 9.000 BTU perhour. Ini standar untuk AC 1 PK tentunya sesuai dengan namanya unit outdoor AC ini menggunakan inverter. Nah, untuk unit outdoor ini tingkat kebisingan maksimumnya saat beroperasi disebut mencapai kisaran 48 dB saja. Xiaomi menjamin AC ini cocok digunakan di area dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Yah, tentunya seperti di Indonesia. Nah, mereka menggunakan bahan serta lapisan moisture proof dan corrosion resistance untuk unit indoor dan unit outdoor dari AC ini. Jadi, ini disebut dapat menjaga performa dan daya tahan unit AC ini untuk penggunaan dalam jangka waktu yang panjang. Oh ya, AC ini juga punya rating 5 star dengan angka CSPF atau cooling seasonal performance factor yang mencapai 5,74. Nah, angka CSP ini sudah disesuaikan untuk penggunaan di daerah panas dan lembab seperti Indonesia. Angka 5,74 ini menggambarkan kalau efisiensinya memang relatif tinggi, tapi nanti kita lihat ya apa efeknya ke konsumsi daya AC ini. Oke, langsung aja kita coba pakai AC ini. Untuk pengendalian AC kita bisa pakai remote bawaan dari AC ini. Desainnya seperti ini ya, dengan body dan tombol putih serta layar LCD di bagian atas. Untuk tombol beberapa pengendalian standar tentunya sudah ada di sini termasuk on off, mengganti mode, mengatur target suhu, mengatur f speed, timer, dan sebagainya. Terkait pengaturan swing, di sini ada tombol untuk swing vertikal dan swing horizontal. Ya, AC ini bukan cuma punya swing atas bawah saja, tapi juga kanan kiri. Lalu ada juga tombol mode khusus seperti slip, turbo, low, dan airfow. Mut turbo ini disebut memungkinkan ASE menghadirkan kesejukan ruangan secara instan dalam waktu 30 detik setelah dinyalakan alias 30 second fast cooling. Memang ini bukan berarti suhu seluruh ruangan yang didinginkan akan langsung mencapai suhu target dalam 30 detik ya. Tapi menurut Xiaomi dalam 30 detik saja udara yang dihembuskan unit indoor sudah bisa membuat suhu ruangan turun dan lebih sejuk tanpa perlu menunggu lama-lama. Nah, lalu ada tombol airflow. ini bisa digunakan untuk memilih mode airflow dari AC ini. Bisa mode standar alias udara akan dihembuskan seperti biasa atau bisa juga mode gentle. Nah, di mode gentle ini flap horizontal akan diatur ke posisi menutup lubang keluar udara. Jadi udara dingin hanya akan keluar melalui lubang-lubang kecil dari flap tersebut. Saat kami coba efeknya emang terasa sih ya. Udara dingin tuh enggak langsung kena badan kita dengan hembusan yang kencang. Suhu ruangan juga tetap bisa didinginkan tanpa membuat siapapun yang ada di depan AC merasa terlalu kedinginan karena kesembur angin yang kencang. Sekarang beralih ke layar remote. Di sini kita bisa melihat target suhu ruangan, kecepatan kipas, serta mode operasional dari AC-nya. Ada juga beberapa indikator lain, termasuk untuk swing, mode turbo, mode low watt, dan beberapa indikator lain. Selain dengan remote bawaan, AC ini juga bisa dikendalikan dari aplikasi Xiaomi Home. Ya, AC ini bisa dihubungkan ke Wii. Ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian dari jarak jauh lewat internet. Misalnya nih, kita mau pulang dari kantor, belum nyampai rumah, nah kita sudah bisa gitu ya mendinginkan ruangan kita. Jadi kita bisa ngidupin AC dari jarak jauh. Jadi pas sampai rumah udah adem tuh semuanya tuh. Tentunya di aplikasi opsi pengendalian serupa dengan yang ada di remote juga tersedia. Tapi ada juga fungsi tambahan lain termasuk menyimpan setting favorit kita. Jadi kalau butuh setting tersebut kita enggak perlu ngatur manual lagi. Jadi lebih praktis kan ya. Lalu, ada juga pengaturan tambahan untuk mode slip dan juga fitur auto clean. Jadi dengan fitur auto clean AC akan membersihkan bagian dalam unit AC terutama evaporator secara otomatis. AC jadi tetap bersih dengan lebih mudah, udara pun jadi lebih sehat. Tapi tentunya pembersihan manual tetap akan dibutuhkan setelah selang beberapa waktu. Ya. Ya. AC kan tidak bisa membersihkan debu yang nempel di filter secara otomatis. Nah, di aplikasi juga akan muncul notifikasi kalau memang sudah waktunya filter udara dibersihkan. Nah, ada juga opsi AI energy saving. Kalau diaktifkan, ASI akan beroperasi di mode efisiensi tinggi dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Menyesuaikan dengan kebiasaan kita serta kondisi lingkungan di sekitar kita untuk mengoptimalkan konsumsi daya listrik. Nah, yang menariknya lagi bukan cuma bisa mengendalikan AC dari mana saja lewat aplikasi Xiaomi Home. Kita bahkan bisa bikin jadwal untuk pengendalian otomatis. Misalnya nih kita atur setiap jam .00 pagi AC otomatis mati. Bisa tuh benar-benar praktis jadinya ya. Nah, fitur lain yang tersedia di aplikasi ini ada switch untuk drying function atau dikenal dengan dry mode. Mode ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban atau humidity. Ini akan mencegah jamur dan bawa apek sih tentunya ya. cocok dan berguna banget di musim hujan atau di cuaca yang lagi lembab-lembabnya gitu ya. Nah, ada juga fungsi pemantauan suhu ruangan, konsumsi daya listrik harian, serta opsi untuk update firmware AC lewat OTA lah. Udah kayak HP nih, ada update OTA-nya. Jadi, kurang lebih seperti itu ya fitur dan fungsi yang bisa digunakan di AC ini. Oke, sekarang mari kita coba pakai Mijia AC Pro Echo ini. Pengujian kita lakukan di kamar tidur dengan luas kurang lebih 12 m². Kita coba tes dulu performa pendinginan AC ini di tiga mode fans speed. Oke, untuk sebab pengujian ini kami setting suhu ruangan ke 28 derajat terlebih dahulu pakai AC yang lain ya. Kemudian setelah nyampai 28 derajat AC tersebut kami matikan dan mijia AC ini akan kita hidupkan. Sebagai catatan kami menggunakan tarif listrik golongan R1 TR ya dayanya di 1300 atau 2.200 VA yaitu dikisaran R44,7 [Musik] per kWh. Nah, berikut adalah hasil pengujian untuk setting manual ke target suhu. Seperti yang disebutkan tadi, masing-masing pengujian ini dilakukan selama 3 jam. Kita coba dengan setting target suhu terendah yang terjadi di remote ini, yaitu di 16 derajat Celcius. Dengan setting fan low, medium, maupun high, suhu ruangan belum bisa mencapai 16 derajat Celcius dalam waktu 3 jam. Sut rendah yang kami dapatkan ada di sekitaran 19,5 derajat Celcius dengan setting f speed di high. Tapi penggunaan daya di f speed high ini juga yang paling tinggi ada di 2,467 kWh atau akan mengkonsumsi sekitar Rp3.500 per 3 jam. Sementara untuk setting low dan medium suhu akhir setelah 3 jam ada di kisaran 21,5 sampai 22,5 derajat Celcius. Penggunaan daya listrik di kedua mode tersebut tidak mencapai 2 kWh di kisaran 1,092 kWh untuk low dan 1,752 kWh untuk medium. Jadi biaya yang dibutuhkan di kedua mode tersebut selama 3 jam itu sekitar Rp1.578 sampai Rp2.492. Nah, lalu kita coba lagi setting manual kali ini ke 25 derajat Celcius. Ini suhu yang mungkin paling banyak digunakan dan terbilang suhu yang pas untuk kita tidur. Hasilnya dengan setting fan high speed, suruangan sudah bisa mencapai sedikit di bawah target suhu. Penggunaan daya di fans speed high selama 3 jam itu ada di 0,588 kWh atau sekitar Rp849 saja selama 3 jam. Sementara untuk setting low dan medium, suhu akhir setelah 3 jam masih berada di atas target suhu. Penggunaan dialistik di kedua f speed tersebut ternyata tidak berbeda jauh dengan high di kisaran 0,443 kWh untuk low dan 0,519 kWh untuk medium. Biaya yang dikeluarkan selama 3 jam di kedua mode tersebut ada di kisaran Rp640 sampai Rp750. Ingat ya, ini untuk 3 jam pertama saja ya. Nah, lalu bagaimana untuk penggunaan harian? Misalnya kalau kita pakai AC ini untuk mendinginkan kamar kita semalaman gitu ya, kami coba juga dan pengujian ini adalah selama 12 jam. Pertama kita coba dengan target suhu 16 derajat Celcius, fan speed high selama 12 jam. Hasilnya suhu akhir yang kita bisa dapatkan ada di kisaran 18 derajat Celcius setelah 12 jam. Konsumsi daya tertinggi dari AC ini bisa mencapai sekitar 769 watt. Tapi karena pakai inverter konsumsi daynya bisa turun ya. Untuk penggunaan 12 jam di target suhu 16 derajat Celcius, AC ini butuh 5,046 kWh dengan biaya per 12 jam jadi sekitar Rp7.290. Jadi kalau pakai target suhu 16 derajat Celcius 12 jam sehari selama 1 bulan, biaya listrik yang dikeluarkan itu sekitar Rp237.000an. Sekarang kita coba lagi untuk penggunaan 12 jam dengan target suhu 25 derajat Celcius dan fans speed-nya di high. Hasilnya suhu akhir yang kita dapatkan setelah 12 jam adalah di kisaran 27 derajat Celcius. Sayangnya masih belum mencapai 25 derajat Celcius beneran ya. Konsumsi daya tertinggi dari AC ini bisa mencapai sekitar 649 watt. Tapi karena pakai inverter konsumsi daya tentunya bisa turun juga. Nah, untuk penggunaan 12 jam di target suhu 25 derajat Celcius AC ini hanya butuh 1,178 kWh dengan biaya per 12 jam sekitar Rp1.702 saja. Jadi kalau kita pakai target suhu 25 derajat Celcius 12 jam sehari selama 1 bulan, biaya listrik yang dikeluarkan cuma sekitar R51.000an saja per bulan. Sebagai catatan, pengujian ini lebih ke arah gambaran saja ya untuk suhu dan konsumsi dayanya. Tentunya di pengunan sehari-hari suhu dan konsumsi daya bisa berbeda karena perbedaan ukuran ruangan serta suhu di luar ruangan. Saat pengujian memang sih ruangan yang kami dinginkan itu ada di lantai bawah. Jadi harusnya lebih terlindungi dari suhu ruangan. Tapi tetap saja suhu di luar ruangan itu memang lagi panas-panasnya saat penghujan karena ini lagi musim panas. Oh ya, Mi AC ini punya mode turbo yang katanya bisa cepat menurunkan suhu ruangan. Nah, sekarang kita coba cek ya efek dari mode ini. Suhu lubang keluarnya udara dari AC ini memang turun dengan cepat mencapai 15,6 derajat celcius dalam waktu 30 detik. Nah, untuk suhu ruangan dalam waktu 30 menit itu sudah mencapai 18,6 derajat Celcius. Jadi, secara umum mode turbo ini memang sudah sesuai dengan janjinya Xiaomi. Cepat banget dingininnya ya. Lalu AC ini juga punya mode airfow standar dan gentle. Bedanya apa? Nah, kita coba aja langsung ya. Kita pakai setting suhu target di 25 derajat Celcius dengan fans speed di high. Secara umum dalam waktu 30 menit mode airflow gentle akan butuh kWH lebih banyak dibandingkan airflow yang standar. Kemungkinan besar ini disebabkan karena hembusan udara dingin yang lebih lemah di airflow gentle membuat suhu ruangan turun lebih lambat sehingga kompresor AC bekerja lebih lama di performa tinggi sebelum ruangan mencapai suhu target. Dan ini wajar-wajar aja. Mungkin mode yang satu ini lebih pas kalau ruangannya udah dingin kali ya. Sementara kita ngetesnya kan dari 28 derajat celcius yang tadi. Oke, sekarang bagaimana dengan mode low wat? Nah, kalau yang satu ini efeknya bisa berbeda-beda tergantung dari berbagai kondisi. Intinya menurut Xiaomi saat suhu ruangan sudah mencapai suhu yang diinginkan, kita bisa tekan tombol low watt di remote. Xiaomi mengklaim konsumsi daya AC akan turun, tapi AC tetap berusaha mempertahankan suhu ruangan di suhu yang kita inginkan tersebut. Oh ya, bagaimana dengan tingkat kebisingannya? Iya, kita uji juga tentunya ini ya di dalam ruangan ternyata memang kita mendapatkan bahwa tingkat kebisikannya adalah di kisaran 37 sampai 39 dB. Ini sesuai dengan janjinya Xiaomi yang di 38 dB. Mantap. Enggak terlalu berisik yang satu ini ya. Oke, untuk harganya Mijia AC Pro Echo 1 PK inverter ini dipasarkan di kisaran Rp4.999.000 dan ini sudah termasuk paket instalasi standar. AC ini dilengkapi dengan garansi 3 tahun dan garansi kompresor sampai 10 tahun. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, filter anti jamur dan bakteri itu ada di bagian atas AC. Jadi, kalau maikan AC sendiri posisinya ini emang agak sulit dijangkau ya. Kemungkinan besar kita harus pakai tangga kalau mau menjangkau filter ini. Lalu dalam pengujian kami, performa peringinan AC di fan low speed terasa agak kurang di sini berbeda jauh sekali dengan fan high speed. Kemudian kalau kita mau mendapatkan akses ke fitur lengkap AC ini, kita harus menghubungkannya ke aplikasi Xiaomi Home. Tidak bisa hanya pakai remote aja. Nah, dari segi menariknya pemantauan dan pengendalian itu bisa dari jarak jauh dengan aplikasi Xiaomi Home. Lalu, kompresor udah pakai inverter ini membuat konsumsi daya AC jadi bisa lebih efisien. Kemudian ada fitur gentle airflow. Jadi kalau enggak tahan dengan hembusan udara dingin yang kencang, kita tidak perlu beli deflektor secara terpisah. Tahu kan yang bisa digantung-gantung itu ya. Nah, kemudian ada opsi swing vertikal dan swing horizontal. Ada fitur auto cleaning, ada fitur AI energy saving, lalu desain juga terbilang unik ya, enggak kaku yang satu ini. Lalu garansinya 3 tahun dengan garansi kompresor di 10 tahun. Oke, Media AC Pro Eco 1 PK inverter. AC ini akan cocok kalau butuh AC 1 PK untuk penggunaan di ruangan 10 m² sampai 18 m² dengan fitur pemantauan dan pengaturan dari mana saja tentunya ya. Apalagi buat yang ingin punya smart home dengan fitur-fitur yang lebih modern dari home appliances di rumah. AC ini akan cocok banget. Ini tidak cuma buat pengguna smartphone Xiaomi ya. App Xiaomi Home ini bisa dipakai di smartphone Android apa saja dan juga bisa di iPhone. Secara umum Miia AC ini menawarkan fungsi lebih dari sekedar AC murah biasa ya. Dan beberapa kelebihan itu membuat smart AC yang satu ini sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka TV. [Tepuk tangan]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.