Jungkat

Banyak HP Baru, Apa Laku?! Vivo X500 Series, Redmi Note 17 Series 🔥 | BIT Podcast (YouTube Video)

  • 25/09/2026

semua masuk dia dari yang Compact sampai yang pro gitu kan sampai yang ultra bahkan. Eh sisi nyamannya itu menurut gua dapat hasil foto gua rasa ini bisa comparable sama yang Pro Max. Pro dan Pro Max ini kan mereka ada sensor baru yang punya low fix. Apa itu LowI? Biru ya itu keren banget. Warna biru true. Iya blue hole kalau bahasa Cinanya lubang birunya gimana? Di cononvert tuh namanya blue hole. Ada Redmi Note 17 series. Yes. Nah, ini juga yang lumayan bikin kaget. Yo yo yo. What is up, guys? Welcome back to Bit Podcast. So glad to be back at the studio. Tapi kali ini ada satu yang enggak ada di studio yaitu ada Daniel yang lagi dinas dan ada Edwin. Edwin lagi di sini juga dan Daniil di kampung halamannya. Gimana dan di kampung halaman? Niha. Nihawu. Eh, what's a [tertawa] di sini lumayan panas ya ternyata lagi summer ya? Summer apa mau ini sih? Mau mau musim kayaknya pergantian. Hmm. Oke. Malamnya adem. Sumar ke Iya, malamnya adem banget. Anginnya dingin di Shanghai kan ya. Kalau pagi-pagi di Shanghai. Kalau pagi-pagi ini kayak sekarang lumayan terik. Nanti sore-sore siang-siang mendung dia gerimis. Oke, jadi Daniel ini kakek buyutnya tuh dari Shanghai, Guys. Ya, [tertawa] enggak bercanda-canda. Ngapain di Shanghai? Jadi kita itu di Shanghai eh ngincer launching-nya dan hands on si Ivo ya. Nih HP-nya udah gua pegang juga dan ee Vivo X series baru gitu ya. Jadi yang sudah ditunggu-tunggu sebenarnya sama teman-teman juga mungkin karena banyak hal yang menarik di HP-nya. Banyak yang baru juga ya. Ada yang all new kayaknya nih ya. Baru. He. Terus kita juga bakal kita bakal bahas lengkap dan ada apa lagi nih Win? Ada kita bakal bahas S26 FE. Waduh ini juga Darderor apalagi? Dan ada Redmi Note 17 series. Nah, ini juga hanget ya baru launching ya. Heeh. sama yang sebentar lagi akan keluar ada weable paling populernya Huawei ya, Huawei Watch GT7 Series nih kayaknya bentar lagi keluar dan ada Realme collaboration ya kemarin Danil yang nyobain ya dan ya sampai pakai tato ya kepalanya ya sampai di tato di tato kepalanya tidak anak-anak gitu by the way realme Harry Potter so ya langsung aja tanpa basa-basi lagi kita mulai ini dia B podcast ini Oktober ya hampir ya September Masih sih, masih TTER. Ya udah, let's go. Oke, kita by the way, Guys, lagi dudukin kursi baru nih, ya. Kursi kantor. Kayaknya lebih berasa gimana nih, Win? Berasanya ada yang beda enggak? Waktu duduk akhirnya keganti ya. [tertawa] Akhirnya keganti. Setelah sekian lama kita pakai kursi racing ya. Iya. Sekarang kita pakai kursi ergonomis nih. Bisa dibilang kursi kantoromis. Yes. Jadi ini dari brand SIO e ada dua, ada tiga actually. Dan nanti di sini kita cobain ya. Yes. Jadi ini dari Sio ya tipenya M59. Jadi kemarin gua pasang ini ada ee prosesnya simpel banget 15 menit kita pasang ya. Dan fiturnya juga menarik banget. Pertama dari segi e belakangnya semua pakai mesh. Jadi adem ya Win bahasanya Win kalau mesh tuh dibandingin sama yang kulit atau yang pakai solid bias keringetan. ee berasa gitu kan lembab-lembab gitu ya. Beras lebel. Heeh. Heeh. Kalau ini kayak berasa adem gitu ya sampai bagian belakang. Terus ada headr, ada armres, ada lumbar support ya. Walaupun memang dia enggak semuanya adjustable tapi kayak armresr bisa diadjustable nih ya. Maju mundur kiri kanan depan belakang ya. Terus armr juga bisa diadjust eh naik turun sama bisa kayak apa? Tilt telescopic gitu ya kali ya kalau bahasa setir mobilnya ya. Jadi lumayan enak dan lumbar support-nya ini gua ngerasa ini yang menarik sih karena enggak perlu di-adjust dia udah ngikutin aja gitu kayak kita tekan ke bagian belakang ee dia udah langsung sesuain sama tulang belakang kita dan dia punya ini nih apa senderan nih enggak ada setelannya tapi dia punya beban yang menurut gua cukup pas jadi kalau kalian pengin nyender itu ditahannya lumayan oke dan bisa sampai gulingkan banget sebenarnya tapi sekaligus bisa ada Nah tuh kayak kayak Win tuh sudah sampai enakan tuh. Nah, kita juga bisa pakai ada le-nya Win. Keluarin dari bawah. Kalau kalian udah kelar kerja gitu ya, pengin nyantai sebentar atau main HP. Oh, dikeluarin ke depan. Dikeluarin ke depan terus bisa ditaruh kakinya. Dikeluarin, Win. Dinaikin ke atas. Oh, dinaikin ke atas. Gua tadi kira bawah gitu. Kayak gini ya. Gimana? Gimana? Gimana? Asik. Oke juga sih. Oke ya. Nice. Jadi secara secara build emang ada campuran material, tapi overall sih gua ngelihatnya emang secara feature to price ini oke banget sih buat dicoba. Berapa tuh, Vin? Sekitar 2,5 juta. Oh, udah dapat keseluruhan fitur ini gitu. Kalau kalian kira-kira apa yang kalian cari nih dari sebuah kursi kerja? Kalau gua biasanya pasti gua akan ee pilih dulu gua maunya yang tipical ee kayak kursi racing gitu yang atau mau yang mesh kayak gini. Kalau gua sih emang lebih prefer yang mesh ya karena He dari bini gua soalnya dia pakai yang kursi yang ada leather gitu dan leather sih enak cuma kalau memang ee agak kelamaan ya berjam-jam duduk di situ tuh bisa jadi berasa agak lembab panas lah gitu enggak kurang sirkulasi lah ya karena solid kan ya dia ya kalau mesh kan dia ada ada lubang-lubang untuk mengeluarkan udaranya. Daniel juga pakai yang mesh juga ya, Dan ya? Pakai mesh. Betul. Sama. Heh. Nanti cobain gitu ya. Kalau cobain yang [berdehem] siho M59 ini ya. Entar kalau udah pulang ya. Boleh. Nanti buat kursi podcast yang sebelahnya Edwin bareng nih. Kita semua pakai ini. W siap. Oke. Sip. Langsung kita mulai pembahasan kita dari Vivo X500. Danil silakan gimana dan setelah nyobain langsung boleh mungkin dijabarin highlight-highlight yang kamu ngerasa paling menarik nih dari HP ini. Unpopular opinion menurut gua desainnya masuk di mata gua. Yang mana nih? Yang mana nih? Ini kalau ngelihat dari kayak yang X500 reguler. Oke. Oke. Ini nih yang lagi gua pegang nih. Ah orang-orang kan bilangnya ee OCD segala macam ya. Memang awalnya kayak gitu. Awalnya tuh ngelihatnya kok begini ya ngikutin ngikutin sana sini. Ada ada kamera pletu terus dia pakai yang bulatan-buletan di samping kayak merek-merek e apa Poco kalau enggak salah ya diinginya. Tapi kalau dilihat langsung karena dia ada gradasinya maksudnya kayak dia layering-nya tuh bagus gitu bahannya sama finishingnya tuh bagus gitu. Jadi dilihat langsung itu beda guys. Ngelihat ngelihat langsungnya tuh beda banget. Apalagi kalau misalkan kalian ngelihat yang warna hitamnya karena warna hitamnya shade-nya itu e dia agak agak agahnya sama atasnya. Terus dia all black. Jadi bentuk layeringnya tuh menurut gua pribadi cakep aja gitu. Gua enggak bisa ngejelasin kenapanya sih, tapi ngerasanya cakep aja. Dan ada warna pinknya juga yang kemarin gua lihat di launching, tapi kayaknya itu cuma eh China only. kelihatan sih kalau desainnya memang dia itu kayak apa enggak simetris memang ya enggak kayak sebelumnya tapi kalau di apa namanya diperhatiin secara susunan sih cukup clean sih gua lihatnya enggak rameai gitu loh enggak kayak sebelumnya kan kalau sebelumnya kayak wah nih kamera gede banget nih kelihatan gitu kalau di sini kayak lebih balance gitu dan kalau gua malah ini asumsi gua ya kalau ngelihat sekilas ya dan dari ee kamera bumpnya itu tuh malah lebih bagus kar ee personally karena kalau di lingkarannya ee gede kayak gitu ya. Kayak dulu gua pakai X300 Pro. Heeh. Itu tuh benar-benar kerasa banget di kantong bnya itu. Sekarang kalau sedangkan sekarang jadi dua step kan jadi ee plato dulu. True, true. He. Terus baru bump yang ccularnya sedikit lebih kecil gitu kan. Jadi naiknya kayak setengah terus setengah step lagilah gitu daripada yang langsung tebal banget bulat gede gitu. Iya. Iya. Berasa pas kena paha apalagi ya gitu kayak becap gitu ya. Iya. Iya. Nah, jadinya selalu harus taruh di sisi lensanya di luar biar enggak kena paha gitu. Heeh. Heeh. Heeh. Ya, itu ngaruh banget sih. Benar sih. Iya. Iya. Iya. Kalau kita compare sama yang Pro Max ini kan Pro Max masih pakai bentuk yang lama ya, maksudnya yang mirip dia punya [berdehem] ketebalan itu like lebih tebal yang Pro Max ya karena dia enggak ada peletunya ya. Iya, True. He. Jadi sisi sisi nyamannya itu menurut gua dapat dan plotonya itu angle-nya juga enggak enggak tajam lagi gitu kan lebih halus. Iya. I iya iya. I plutonya enggak tajam di bagian sininya tuh kalau kita genggam enggak enggak enggak tajam. Oh secara spek ukuran HP-nya sih. I dan ukuran-ukuran C HP-nya sih karena layarnya itu dia 6,59 inci ya. Jadi ini bisa dibilang ee baru di X series karena sebelumnya itu enggak ada yang 6,59. adanya itu yang paling kecil di X300 compact banget ukurannya 6,3 kalau enggak salah sama yang pro udah ke 6,7 dan di sini itu di tengahtengah jadi enggak komact banget, enggak gede banget. Oke sih, mirip kayak sebelum-sebelumnya kayaknya lagi ngetren juga deh ukuran-ukuran kayak gini 6,59 inci yaarnya itu dia ee sayangnya enggak pakai LTPO, dia pakainya LTPS. Jadi kalau misalkan kita di AOD ini gua lagi enggak pakai AOD itu dia staknya di 60 fps. Jadi baterainya mungkin agak agak sedikit nguras gitu ya. Tapi ngomongin baterai dia baterainya naik di 7.500 [berdehem] mAh. Pakai blue. Oke. LTPS itu artinya IPS kah? No no AMOLED bukan. Gua juga kayak baru dengar LTPS ini belakangan setelah eh LTPO jadi umum. LTPS adalah ee yang refresh rate-nya di ee biasanya 60, 90, 120 sama 144. Oh, oke. Oh, bedanya dia pakai low temperature polycrystallin silicon transistor bukan eh LTPO berarti. E oke. Ah, LTPO itu beda ya lebih tinggi memang karena bisa sampai 1 Hz. Yes. LTPS itu 60 atau 120 Hz sama kayak ya sebelum ada LTPO sih istilahnya kali ya. Iya. Sebelum LTPO lah. Heh. He heh. Heeh. Yang bisa variabel refresh rate sampai 1 Hz. Spek kamera gimana? Yang yang spek kameranya sendiri ini banyak yang baru gitu ya ee dari si telenya. Pelennya dia pakai yang 60 4 megapel litian 610 dan dia itu vokalengnya di 72 mm. Agak unik memang karena di e kameranya di sini kalau misalkan kita lihat itu dia tulisannya 3,1 zoomnya. Ee selain itu si main kameranya dia tetap sama sensornya 50 megapel litia 828. Vokalingnya sedikit agak lebar 23 mm. Biasanya kan 24 mm gitu ya. Jadi kalau kita ee foto tuh dia agak lebar dikit. Ultra wide sama selfie-nya sama aja 50 megapel sama kayak eh kalau sebelumnya itu ada di X300. Hasil foto gua rasa ini bisa comparable sama yang Pro Max kecuali kalau misalkan kita zoom-zoom. Oke ini bagus Pak. Gua enggak bohong. Kemarin kita sudah lihat sih ya hasilnya di IG FIT ya sudah sempat di-compare ya dan ya betul yang reguler sama yang Pro Max. Jujur bedanya tipis banget dan jujur kaget ya karena secara kamera gua kayak ngerasa karena ngelihat jadi kecil gitu ya kayak mungkin orang ekspektasinya kayak ah ini pasti pakai sensor atau lensanya kurang lah gitu. Eh ternyata hasilnya susah dibedain jujur loh. Ada beberapa malah kayak kelihatan ee secara detail ya enggak beda sama sekali gitu loh. Paling beda di exposure-nya aja. mungkin ada sedikit lebih terang di yang Pro Max gitu misalnya. Tapi overall quality harus dibilang tipis banget gitu bedanya kayak enggak enggak enggak jomplang lah. Mungkin kalau ngomongin zoom beda ya tadi ya kita e kemarin mungkin fotonya enggak terlalu banyak zoom yang sampai jauh banget ya kalian ya itu nanti kita bisa coba lah next ya kalau udah rilis di Indo. Iya mungkin pasti pasti pasti kita akan coba dan [berdehem] kita akan review juga [mendengus] mungkin untuk kamera sekarang yang udah pada bagus-bagus banget di Vivo series tuh perbedaannya baru akan kelihatan di ee testing-testing yang lebih challenging gitu. Contohnya kalau di 500 sensor baru yang punya low fix. Oh yes. Jadi apa itu LowIC? Dan simpelnya teknologi yang kalau kalau kita motret ini pakai bahasa bayi aja ya. Kalau kita motret backlight kan cahaya masuk banyak banget tuh. Biasanya suka hitem kan subjeknya gelap. Nah kalau ada lovic subjeknya terang juga ikutan. Jadi background-nya kelihatan tuh yang backlight-nya tuh ada matahari tuh, tapi subjeknya kelihatan terang juga kayak gitu. Simpelnya kayak gitu. Kemarin ini tuh sempat nongol di DJI Osmo Pocket 4P di mana dia bilang lensa utamanya itu dia bisa capture si 17 top ya dan ya tadi ya 17 EV ya. 17 stop sama kayak di sini 17 EV. 17 stop dynamic range. Jadi dia kalau dapat cahaya masuk yang banyak kayak dia bisa ada penampungan cadangan gitu istilahnya ya. Kalau digambarinnya tuh kurang lebih seperti itu gitu. Jadi ee ibaratnya sensor yang kecil ini bisa nampung cahaya di ukuran sensor yang lebih gede. H kesannya kayak gitu. Tapi memang pakai ee computational hardware juga sih ya kelihatannya ya. Heeh. Heeh. Iya. Makanya mungkin nanti waktu testing antara 500 sama Pro Max banyakan testing backlight dan buat bandingin perbedaannya ya. Iya. Heeh. Heeh. He. Karena kalau kamera HP biasanya langsung jeblok kalau kena backlight gitu. Karena kan dynamic range-nya dia kalau kita foto misalnya pakai kamera e yang full frame itu kita tuh bisa nge-capture dari segi warna yang terangnya banget sampai ke yang gelapnya banget gitu. Kalau di kamera HP itu yang susah. Makanya mereka biasa jadi ini HDR, tapi kalau HDR jadinya tuh terang semua gitu kan. Kalau dengan ada Lovic dia tuh masih bisa dapat yang gelap sampai ke yang terang. Mungkin damic range-nya dibikin ya seakan udah kelas kamera yang sensornya lebih gede lah. He mungkin kayak gitu kali ya. Dan bro yang yang kemarin gua dapetin adalah bedanya kemarin mereka ee sedikit nge-compare mereka bandingin mana yang Lovic, mana yang HDR. Jadi mereka kasih lihat HDR, kamera-kamera HP ini maksudnya ya. Ee itu pas lagi motret dia kan ngegabungin dari yang paling terang sampai yang paling gelap. Kalau kita ada shake dikit itu nanti akan ada something yang berubah di subjek atau objeknya atau misalkan [berdehem] ada shadow, ada kayak bebayang gitu ya di HP-HP sekarang. Eh beberapa prosessingnya seperti itu. Nah, LIC itu enggak enggak ngegabungin gambar-gambar tersebut. Jadi langsung di-shot satu shot langsung jadi kayak gitu. Jadi kalau misalkan kita motret backlight ee hasilnya itu akan tetap tajam tanpa ada kayak ada ada efek efek kayak double gitu atau shade atau bayangan. Hmm. Oke. Interesting nih. Ini pertama berarti ya kayaknya ya di smartphone ya. I think eh di Vivo. Iya. enggak tahu di HP lain ya. Jadi itu dari X500 reguler udah dapat ya dan ya pro doang. 500 reguler. Let me check. Tapi yang pasti adalah Pro Max dan Pro. Oh oke. Berarti yang dapat Pro Max dan Pro. Ini soalnya pakai Lia L910 ya yang baru. Kalau yang 500 biasa itu kalau enggak salah pakai main sensornya X300 Pro tahun lalu. 828. 828. Betul. Tapi X500 Pro dengar-dengar tidak masuk ke Indonesia ya dari kemarin ya dan kamu bilangnya. Ya betul betul. Ada alasan tersendiriah atau kenapa? Mereka cuma bilang ee ya yang masuk hanya yang reguler dan Prox. Hm. Sayang ya. Padahal ukurannya coba kulik-kulik gali-gali lagi ya. Iya. Tahun lalu kan setelah comeback nih ya semua masuk nih dari yang Compact sampai yang pro gitu kan sampai yang ultra bahkan. Eh kita mundur lagi nih. Mungkin mereka ngelihat pasar Compact tuh walaupun fansnya banyak tapi kurang cukup massive kali ya. Iya, kurang, kurang, kurang 6,3 inch tuh. H kurang kurang cuan ya kayaknya mungkin dari segi volume kurang gede kali. Iya. Iya. Di mass marketnya mungkin orang tetap pilih yang gede kali pikirannya ya sekalian ya gitu ya. Apalagi kayak gini nih, misalnya di X500 reguler dapat udah ukuran lebih gede gitu kan, gede baterai juga gede dan harga lebih murah mungkin dari yang pro nih. Tapi menurut gua eh ini ini personal opinion aja karena gua udah ngelihat harganya juga yang China version-nya antara Pro dan eh sori X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max. Perbedaan antara yang X500 reguler dengan yang X500 Pro itu jauh banget. eh ketimbang X500 Pro dengan X500 Pro Max. Jadi mungkin ya mungkin Vivo Indonesia enggak masukin karena harganya juga takutnya terlalu tinggi dan mepet sama si Prox. Sekalianlah kita ngomongin harga kalau gitu. Ini nih yang bikin deg-degan nih selanu nih sekarang nih ya, Guys. Lagi zaman-zaman indis ekonomi ya, semua chip price lagi daror. Nah, mari kita lihat di China kayak gimana dan harganya dan oke jadi kemarin launching-nya X500 reguler itu di 5.499 juan atau 14,6 jutaan diconvert saat ini ya. Yang X500 Pro itu 6.000 1499 yuan atau 17,3 jutaan. Oh. Sedangkan yang X500 Pro Max itu harganya 6.999 7.000 yuan atau 18,6 jutaan dan itu semuanya start eh di 256 GB storage. Wah, bedanya dikit banget ya yang Pro sama Pro Max ya. 500 yuan ya. 500 yuan beda GOP beda R1 juta lebih dikit doang. Jadi kayak ya mungkin itu salah satu pertimbangan kali ya. Kenapa Vivo Indonesia enggak berani masukin ya sekalian orang pada mikirnya sekalian. Iya orang mikirnya ya udah sekalian aja beda dikit gitu nanti. Tapi kalau kita bandingin sama harga generasi sebelumnya tuh gimana Win coba? Kenaikannya cukup signifikan ya. Kita coba bandingin walaupun sebenarnya ini enggak terlalu Apple to Apple karena X300 regular itu sama X500 regular. Sekarang si X500 regular tuh jadi display-nya sedikit lebih besar, ukurannya lebih besar gitu kan. Iya. Tapi kalau kita bandingin itu harganya X300 regular tahun lalu di 4.399. Jadi mengalami kenaikan sekitar 1100 yan ke 5499. Wow gitu. Itu kenaikan sekitar 2 sampai 3 juta. 11,7 naik Rp3 juta Win. Rp3 juta ya? Jadi 11,7 juta ke 14,6 juta. Iya. Sedangkan kalau dari X300 Pro yang sekarang bisa dibilang yang comparation Apple to Apple-nya adalah X500 Pro Max itu naik dari eh 5299 ke 699. Jadi naiknya sekitar 1700. Wah 1600-an. Iya sekitar R juta. 4 4,6 juta naiknya. Tapi memang yang X500 ini tuh all new sih ya. Karena dia memang totally new phone kayaknya bukan e versi compact dari yang proya. racikannya tadi agak sedikit beda mulai dari e layarnya agak gede. Ee dia punya kamera juga pakai sensor Rex 300 Pro tahun lalu. Terus ee secara prosesor sama ya eh upgrade sedikit ya dan ya ee enggak prosesornya walaupun namanya beda speknya mirip banget kayak 9.500. Oh kayak kayak S-nya lah kali istilahnya gitu ya. Heeh. Ah, oke oke oke. Oh, beda sama yang Pro Max pakai 9600 Pro 2 nanom. Oh, itu beda baru. Oke. Cuma wow harganya sih ya Daror ini naiknya. Gila entar sampai Indonesia berapa nih ya, Dan? Wah, enggak tahu deh gua juga enggak. Udah, udah tahu. Kalau enggak tahu harganya kita udah tahu kapan kira-kira, Dan bocorannya segera. Eh, kayaknya gua enggak boleh SP sih. [tertawa] Iya. Kasih mungkin mungkin terakhir terakhir kasih dikasih tahu itu sebulan 2 bulan dari rilis China. Tapi wah lama dong. iPhone aja sudah mau rilis November. [tertawa] Dan menariknya adalah ee launching-nya itu bareng sama X eh gua enggak tahu bareng atau enggak ya, tapi nanti akan masuk XFOL 6 juga. Oh iya. Tuh kemarin kamu unbox yang warna biru ya itu keren banget. blue hole kalau bahasa Cinanya. Blue hole. Aku kalau ngelihat lubang biru [tertawa] gimana? Di convert tuh namanya blue hole. My god. Oke, pakai Google Translate itu eh pakai Google Translate nama Cinanya tuh Blue Hall kalau di Translate. Kalau itu F 6 gimana dan secara overall specs kamu udah coba ada yang menarik kah? Yang menarik adalah Origin OS7-nya karena Origin OS7-nya ini dia eh lumayan upgraded dari segi multitasking-nya dan apa kalau Vivo kan kita tahu kayak gimmik-gimmik si interface-nya unik-unik ya. sekarang tuh udah banyak banget hal yang menarik. Dia tuh kayak bisa bikin ada ada yang namanya a workbench. Workbench ini tuh jadi kalau kalian di Apple eh di Mac itu kan ada satu di bagian samping gua lupa namanya apa, Page Manager ya kalau enggak salah ya. Yang kalau kalian pencet nanti berubah set. Yes. Gitu. Nah, itu ada. ada sekarang di Origin OS7 dan ee dia itu bisa ke yang candy bar-nya kayak si ini kayak si HP ini. Heeh. X500. Tapi yang paling menarik adalah pas kita pakai di foldult-nya karena ee ukurannya gede ya gitu. Dan kalau kita multitasking di situ tuh asik banget, Pak. Ukurannya lebih lebar dari Zfold yang reg yang ultra dan kayaknya ya kayak dia dia itu pakai pakai ukuran kayak HP candy bar. Oh rasio layarnya jadi lebar ya. Lebar rasio layarnya lebih lebar. Iya. Tapi di dalamnya jadi kotak dong. Kayak Oppo ya? Oppo Find and N ya? Kayak Oppo. Betul. Harganya udah ada belum? Dan ee harga Chinanya udah ada karena sudah rilis duluan. Dia ada di 7.999 ya sekitar paling 21 juta di sana. 21? Iya 20-an. 20an belum pajak dan lain-lain lah ya. Mungkin bisa 25 ke atas sih. Masih lebih murah dari iPhone Duo. [tertawa] Enggak ada yang lebih mahal dari itu sih. Tidak ada yang lebih mahal dari itu. Kata Edwin ya. Oke dan mantap ya. Berarti itu tadi untuk Vivo. Ada lagi dan selain itu yang dirilis-rilis mungkin e makanan-makanan baru yang kamu sudah coba di sana. [tertawa] Untuk dari Vivonya sendiri yang di China mereka ngerilis ada ee TWS baru, ada jam tangan baru, watch-nya baru mereka, sama ada pad-nya mereka. Tapi gua enggak tahu apakah ee aksesoris periphers tersebut dan tabletnya itu masuk ke Indonesia atau tidak gitu. Dan kemarin juga sayangnya gua tidak ada kesempatan untuk hands on produknya. Oke, gitu. untuk makanan. Untuk makanan di siang [tertawa] ee ada kayak shakau-sukau gitu menarik di sini. Wah, dikasih apa namanya? Ee kayak kayak buat orang demam gitu loh. Oh, itu apa? Koyo. Koyo, koyo. Koyo, ya. Koyo, koyo. Bukan koyo. Koy kan di [berdehem] sini ya. Kalau ini apa sih namanya? Ya itulah. He. [tertawa] Kalau gitu kita Vivo udah kita bungkus. Kita lanjutkan ke yang berikutnya ya. Kita ada Samsung Galaxy S26 FE aka fan Edition. Gimana tuh Edwin dulu deh karena Daniel udah udah capcus. Kita pengen tahu gimana kalau lu lihatnya Win? Eh perubahannya agak seperti S upgrade S upgrade itu dia kita bahas dulu yang berubah. Jadi dia desainnya sekarang udah selaras sama eh Galaxy S flagship yang latest gitu ya. pakai apa sih bilangnya mereka sebutnya yang di belakang itu ee border kameranya ee kamera housingnya. Oh, yang bulet tiga itu ya. Oke. Terus kayaknya sekarang glass e backdoor-nya tuh e bukan matte lagi ya. Jadi eh balik ke kaca yang glossy lagi kayaknya finish-nya ya. Emm gua enggak tahu terakhir yang megang S26 FV hands on-nya Danil ya kalau enggak salah ya. Heeh. Terus eh sekarang udah One UI9 out of the box. Eh di mana dia ada ngebawa software features dari flagship flagship lainnya Samsung yang kayak kalian udah tahu ada horizontal lock yang stabil banget itu kalau lagi ngambil video sama ada my fan Cam buat ng-reframing kalau misalnya ya kalian sudah lihat lah ya fitur itu yang e dari sebelum VOL 8 lah kemarin ya. Yes, betul. Chipsetnya sekarang pakai Exinyos 2.500 ya sebelumnya itu Exyos 2400 dan yang cukup kontroversial yang banyak diomongin orang itu adalah USB port-nya downgrade dari USB 3.2 jadi USB 2.0. Hmm. Tapi harganya upgrade [tertawa] setelahimnya. Jadi naiknya itu Rp2 juta. Ini regular pricing ya. Yes. Oke, ini dia nih barangnya nih. Bisa lihat ya sekarang ya jadi glossy lagi kayak A5 berapa tuh dulu yang belakangnya kayak gini juga ya. A56 ya. A56. Heeh. Jadi mereka bolak-balik aja dari mat glossy mat glossy gitu. Alamak sama ya ini kamera housingnya. Tapi hero color-nya ini yang pistachio ya sama kayak yang Vult 8 itu juga turun ke sini jadinya ya. Yes. [berdehem] Menarik ya kalau kita ngelihat USB portnya turun, harga naik. [tertawa] Tapi katanya sih kalau tetap ada fitur-fiturnya sama kayak Samsung Dex itu tetap ada cuma memang jadinya wireless gara-gara downgrade USB portnya itu ya. Nah, berarti start caranya promonya 8128 tuh di 109 itu promo ya tapi ya betul harga promo hemat Rp1 juta. Oke. Hemat Rp1 juta tapi naik dari tahun lalu tetap R1 juta. Jadi agak bingung kita ya ngomonginnya ya. Karena kalau dilihat secara harga nih Win terutama kita kemarin kan habis rilis Apple, sekarang kita lihat Samsung. Ada peningkatan sih ya, tapi kayaknya enggak sesignifikan dari brand China gitu. Yang gua lihat tuh harganya harganya gitu. Kayak tadi kita lihat dari Vivo naiknya bisa sampai Rp3 juta R juta bisa misal let say 30% lebih gitu 30 sampai 40%. Sedangkan Samsung ya naiknya sekitar 1 sampai 2 juta which is ya let's say kita bilang 20% lah setengahnya gitu. He. Jadi, gua kemarin iseng-iseng gua research, gua cari kenapa Samsung dan Apple kayaknya enggak terlalu ee Apple kan kemarin anaknya cuma sekitar 100 US DO ya, sekitar ya R2 juta. Tapi HP-nya sendiri harganya kan juga R juta ke atas gitu ya. Jadi cuma 10% lah kita bilang naiknya. Ternyata ee setelah diarch memang sekarang kan faktor utama yang lagi langka itu si chip RAM ya, storage ya. ya yang mana ternyata market share terbesar itu dipegang sama Korea, South Korea terutama. Jadi ada Samsung, Samsung semiconductor sama ada SK Hix. SK HX tuh gua baru tahu SK-nya tuh South Korea ternyata gitu. Dan ada satu lagi eh market share ketiga tuh dari Micron which is perusahaan US gitu. Jadi South Korea ini punya peranan yang sangat kuat saat ini. Itu di chip RAM yang dipakai di AiIi data center gitu ya. Ternyata memang mayoritas ya dari Korea. Mungkin itu salah satu faktor kenapa Samsung tuh bisa dapat harga spesial mungkin ya. Iya. Mungkin mereka udah bisa ngamanin rantai pasok mereka sendiri kali ya. Betul kan? Supply chain-nya mereka ee kalau dibilang itu apa? Vertical integration lah ya. Kayak layar Samsung bikin sendiri, Samsung juga jual ke Apple gitu kan. Chipnya juga tadi ya, Exinos juga mereka sudah bisa bikin sendiri walaupun ya hem hem ya katanya masih [mendengus] panas ya dan ya kemarin ya dari kontennya ya lumayan. Kemudian dari ya paling penting sih RAM-nya ini sih yang kalau mereka ya bisa istilahnya itu ada internal transfer pricing karena sama-sama Samsung nih family guys istilahnya kalian jualan barang ke keluarga gitu kan bisa kasih harga ya buat untung dikitlah enggak enggak rugi-rugi banget gitu paling enggak gitu tapi udah dikunci istilahnya gitu stoknya kan tapi menarik juga untuk ngelihat apakah itu ee secara global ee maksudnya HP-HP Samsung di region-region tertentu kayak misalnya di US Apakah mereka pakai RAM-nya bukan dari Samsung sendiri, tapi mungkin dari yang eh other manufacturer mungkin. Karena kan biasa Samsung ada reginal variant gitu ya. I I kita belum lihat yang ini sih ya yang apa namanya kelas midrange sama yang entry sih ya. Karena itu yang sebenarnya kayaknya berdampak paling gede nih. He RAM itu kan bisa dibilang persentase paling gede dari komponen HP midrange sama low end gitu kan. Kalau dibaca-baca tuh bahkan naiknya bisa sampai 30 40% modalnya doang gitu dari yang sebelumnya. ee cuma let's say beli RAM 8 gig itu kayak mungkin 20 30 sekarang bisa 50 60 dolar gitu jadinya. Belum lagi chipsetnya juga katanya juga naik semua Win. Silikon-silikon kayak Qualcom gitu katanya. Kalau yang buat kelas flagship yang mana mereka juga baru rilis ya katanya ya Snapdragon 8 Elite ya Gen 6 sekarang I dan ada yang ekstrem juga itu katanya harganya bisa 300 satu chip jadi katanya ke depan harga-harga ini HP flagship itu di R30 juta tuh biasa katanya kayak gitu akan jadi standar baru gimana [mendengus] menurut kalian my B [tertawa] dompetku bergetar. Kita damage kita damage-nya double soalnya harganya naik terus US dollarnya naik gitu kan. Damage-nya double. Oh betul. Siapa butuh dolar? Hah. Oke. Jadi kurang lebih ya itu sih yang gua dapetin soal ya ini kenapa harganya kelihatannya seperti ini masih ya kelihat. Gua enggak tahu sih apakah gua doang apa kalian juga menotice itu soal. Oh, kalau HP Samsung sama Apple kayaknya naik tapi enggak signifikan. Tapi brand Cina nih kayak kayak Xiaomi, Oppo, Vivo ee itu naiknya lumayan jomplang gitu harganya. Terutama ya yang kelas midrange sama entry tadi, which is kita bakal bahas next nih, yaitu dari Xiaomi Nah, ini juga lumayan bikin ramai nih ya kemarin ya karena peningkatan harganya yang lumayan bikin kaget. Kita mulai dari Redmi Note 17 ya. Ini varian yang 6 128 ya. Sekarang itu di harga 3,699 juta dari sebelumnya Note 15 dengan spek yang sama 6128 itu di 2699 naiknya Rp1 juta atau kalau dipersenin itu naiknya 40% hampir ya. Jadi naik R juta dari 2 dari 2,6 juta 3,699 juta tuh kayak wow sih menurut gua. Belum lagi kita lihat yang lain nih ya. Note 17 5G dari 3399 jadi 4299. yang pro nih yang agak lucu nih ya. Sekarang RAM-nya starting-nya dari 6 yang mana sebelumnya itu 8 ya dan naiknya pun juga dari 4699 jadi 5299 karena dia berhasil ngurangin bagian RAMnya tuh kayaknya jadi naiknya enggak terlalu jomplang tapi RAMnya dikurangin gitu disunat. Betul. Dan yang terakhir yang Pro Max nih yang mana kita lagi coba ini ya. [tertawa] Itu naiknya ini juga sama kurang lebih R juta lebih 1,1 juta dengan spek yang sama. Yang sebelumnya itu namanya Pro Plus ya, sekarang jadi Pro Max. Iya. Redmi Note Series akhirnya sudah men ee nyampai harga R jutaan ya. Iya. Sudah bukan midrange lagi nih kayaknya ya. I geserin T Series. Iya, TE Series sekarang naik ke ah TE series sudah flagship flagship entry namanya. Sekarang melihat harga ini gimana, Dan kamu dan kalau aku sih ngelihatnya kayak yang X midrange HP-HP yang tahun lalu rilis ya jadi lebih menariklah ketimbang ketimbang comat-comat ngelihat-ngelihat yang kayak gini bergetar semua. Aku juga kalau misalkan rekomen ke teman juga agak sulit ya untuk ngelihat harga yang seperti ini. Iya. berasa banget. Jadi HP-HP tahun lalu, which is kita tuh masih ada lumayan banyak. Kayak gua sayang untuk jual gitu, Win. Kayak aduh gua gua simpan aja lah ini kita simpan aja mana tahu bisa jadi konten lagi buat berikutnya. Karena ya itulah kalian punya HP sekarang harus disayang-sayang ya, dirawatlah baik-baik. Kalau mesti sampai ganti di tahun ini tuh wah nyeseknya lumayan. Jadi, at least harus bisa bertahan 3 tahun lah kalau bisa gitu dengan HP yang kalian misalnya mungkin hopefully baru beli kemarin gitu yang dari tahun lalu tahun lalu itu good. Tapi kalau kalian yang udah mesti ganti sih ya itu tadi tipsnya Daniel ya cari yang tahun lalu kali ya Win ya. Iya 2025 yang dan beli yang storage-nya mungkin gede sekalian gitu kalau bisa ya biar lebih future proof. Heeh. Wah ngeri sih. Dan itu ada sebenarnya di rekomendasi HP itu. Iya. Danil juga udah bikin yaill juga udah beberapa ada banyak itu varian-vannya bisa dicomot-comotin dari situ. Iya sih Redmi Note yang kita gua dulu pertama kali review ya ingat itu HP Xiaomi pertama yang gua review Redmi Note serinya waktu itu Redmi Note 4 ya legendaris banget. Harga R2 juta waktu Sekarang udah starting-nya dua kali lipat hampir 3,7 juta. Gitu. Wow. Inflasi dan dolar tadi ya. Double kill ya. ya. Jadi kita harus ya, Guys, gitulah. Semangat, pintar-pintar menjaga dan menyayangi device device yang kalian miliki. Oke, next. Kita masih ada beberapa rilis baru nih dari Huawei ya. Ada Huawei Watch GT7. Nah, ini lu kan pakai Win. masih pakai enggak? Eh, interchangeable sih sama Apple Watch kadang-kadang. Oke. Kenapa? Kenapa lu masih KIP berarti kalau gitu? Eh, sayang aja sih, gua suka desainnya bagus. Eh, terus matrik-mric health-nya lumayan lengkap. Dan eh fitur yang gua suka itu dia ada ini loh, access card, Vin. Oh, gitu. Gua kan kalau naik turun apartemen tuh perlu pakai akses card. Jadi, gua suka banget kayak kalau ada smartwatch yang bisa pakai Access Card. Oh, oke. Apple Watch enggak bisa, masih kayaknya belum bisa enggak sih kita? Oh, oke. Kalau enggak salah terakhir tuh e wallet ada, tapi cuma QR deh kayaknya untuk membership gitu katanya. Tapi kayaknya belum belum bisa duplikat. Iya. Cuma ada beberapa yang kayak harus approve mungkin ya dari si Apple-nya ya. Kayak mobil BYD gua bisa tuh ada ada NFC. Iya. Jadi buka pakai HP aja enggak usah bawa kunci mobil lagi. Karena dulu kalau enggak salah HP Vivo ya. Ya. Dan ya. Kamu juga pernah coba yang buat apa? Oppo parkir, Oppo juga. Samsung sekarang udah bisa loh. Samsung wallet sekarang udah bisa duplikate kartu akses. Oh, nice. today I learn. Oke, udah. Nice, nice, nice. Kalau yang GT7 apa nih, Win yang lu lihat menarik? Eh, gua sih mantaunya yang GT7 Pro ya. Jadi GT7 Pro itu desainnya masih sangat mirip sama Oh, nih ada nih Nata pakai ya GT7 Pro. Nah, ini nih. Oh, keren banget segala. Iya. Jadi dia tuh sebenarnya silet bodinya masih sama seperti yang tahun lalu, cuma sekarang dia perubahannya ada di bagian baselnya. Namanya nanotech ceramic basel gitu ya. Bahannya enggak tahu nih seramik nanotch ceramic dinamainnya bagian baselnya ya. Terus sekarang desain strapnya tuh juga berubah ya jadi lebih enak kayaknya soalnya ya jadi ada bolongan buat dimasukin gini ya guys. Terus diabetes risk stud ini juga sebenarnya udah ada di Huawei Watch GT6 Pro. Kalau misalnya kalian update software-nya, tapi di GT7 Pro itu udah e out of the box udah ada diabetes risk study. Terus sekarang Huawei Watch GT7 Pro itu juga udah ada yang namanya readiness score. Ini kayaknya lagi lumayan ngetren ya. Ee kemarin kita lihat juga Apple kalau enggak salah ngeannounce gitu ya yang mereka tuh ee mengkalkulasi data readiness kita setiap bangun pagi gitu ya dari data-data kayak HRV, hardability dan segala macam gitu. nilai kita punya iya secara fisik gitu untuk memulai hari itu kalau enggak salah tuh startnya dari si itu ya siapa namanya ee wop wop yes heeh sekarang di Fitbit juga udah ada ee tapi ya itu tadi kita mesti pakai selama kita tidur which is enggak tahu deh kalau pakai Apple Watch atau pakai jam yang gede kan agak agak agak agak berasa gitu ya kalau pakai kayak gini kan yang kayak smartband mungkin lu juga pakai kan Win gua pakai kayak Fitbit enak sih yang gua suka emang dari data-data yang dia tampilin sama em cara dia mengasih summary dari data yang dia ambil gitu loh. He he. Jadi enggak cuma angka tapi dia kayak oh lu hari ini kayak gini- kayak gini nih kayaknya lu gini-gini gitu. Iya kayak personalisasi banget lah ya. Kayak gua kemarin habis yang pulang dari Apple Event karena tidurnya kurang dia suruh gua tidur terus lu tidur aja lu enggak usah ngapa-ngapain kalau bisa hari ini. Katanya lu kalau bisa santai aja. [tertawa] slow aja kata dia kayak gitu. Jangan, jangan terlalu dipaksakan karena gua lagi suka main ee apa? Pedle. Lu jangan balik ke lapangan pedal dulu kata dia kayak gitu. Nanti aja kata dia. Oh, oke. Menarik sih untuk kita coba ya nanti ya. Oke. Terus dia GPS sensornya ada update ya. Jadi dia sekarang katanya pakai EA XDR positioning gitu. Jadi lebih akurat di beberapa titik blind spot katanya kita belum tes. Dan ada sports tracking yang baru yaitu di ski sama cycling gitu ya. Itu mungkin beberapa update yang gua bisa lihat dari announcement Huawei Watch GT7 Pro. Belum ada padel ya kayaknya ya. Cycling menarik sih. Padel. Enggak tadi gua bilang yang cycling menarik banget. Ada info apa soal cycling? Oh enggak. Karena karena gua gua ngelihatnya eh cycling-cycling gini kebanyakan orang pakainya [berdehem] itu kalau enggak Garmin ee Koros ya. Hm. Cuman yang watch-wand-brand smartphone itu gua lumayan jarang cycling. Ngedengar eh ada yang support cycling integrate yang khusus gitu ya. Tulisannya tambahan beberapa eh cycling sports gitu ya. Jadi bukan cycling. Gua enggak tahu apakah cycling yang baru atau dia nambah beberapa cabang olahraga cycling yang lebih detail gitu loh. So, itu dia untuk watch GT7 Pro. G7 Pro sebenarnya ada series e jadi regular kita lagi lihatin juga dan kita lagi coba kontenin tuh Win semua lini yang tahun ini. Nanti kita post dan kalau udah you can check it out di sosmet bas Indotch. Dan last but not least, ini yang salah satu colab terniat lah gua lihat tahun ini ya. Atau kalau kalau kata Daniel itu buat kalian para Potter Head ya, Harry Potter fans, Realme berkolaborasi nih sama Harry Potter tapi Harry Potter yang lama bukan Harry Potter yang baru ya yang baru. [tertawa] Gimana dan kemarin kamu ngelihatnya? Wah, gila sih. Eh, ini comparable sama sebelum-sebelumnya. Realme itu kan pernah beberapa sama yang mobil terus sama of Thrones ya. Eh, kita udah unboxing, kita udah tes HP-nya, kita udah ngelihat. Cuman yang ini tuh entah kenapa ee apa ya printilan-printilannya itu sangat-sangat well built gitu dan dipikirin matang-matang ee apa attention to detailnya tuh gila Pak. Maksudnya kayak gini salah satunya ya ee dikasih terang. Terang itu apa sih namanya? Ee tas gitu yang buat bawa koper. Itu bahannya bagus, Pak. Dan dan apa ya bisa kita pamerin gitu, bisa kita pajang benar-benar bagus barangnya. Di bagian dalam juga ada satu item atau gimik kali ya yang sebenarnya Harry Potter doang tanpa ada Realme sama sekali di dalam boknya itu gitu. Jadi, eh dia dikasih kayak semacam invitation gitu yang kayaknya kita susah buat cari itu ke mana-mana untuk e merchandise-nya Harry Potter dan itu ada di situ invitation si Harry Potter-nya untuk ke Hogwards. Jadi kayak wow sih kolaborasi Realme sama Harry Potter kali ini tuh menarik terniat bagus bagus bagus bagus. Kemarin sempat kita eh kontenin ya di Instagram Reels ya Daniel dengan tatonya di kepala. Ya, cocok nih. Dan udah kacamataan helle ya. Kacamata dengan itu luka yang sama. Tinggal kasih tongkatnya saja ya. Bisa mungkin dicari di China dan mumpung lagi di sana. [tertawa] [terkesiap] Nanti kita pakai Paidu. Baidu. Eh, kok Baidu? Eh, benar bukan Baidu apa? Iya, Paitu. Paitu. Benar. Paitu ya. Paitu map kan? Paitu. Benar ya? Lu pakai pleco deh di sono kalau mau translate. Apa namanya? Sor pleo, pleo, pleco, pleco. Oke, let me try ya. Tuh sama itu translate biasa kalau lu mau translate. Edwin apa namanya? Warlock. Warlock. Akamsi. Akamsi. Oh, setahun doang di sana. [tertawa] Oke, balik lagi ke Harry Potter Realme pricing-nya ya. Ini yang menarik ya. Karena enggak tahu masih ada enggak ya. Moga-moga masih ada. Kalau kalian yang pengin ya Harry Potter fans, siapkan uang senilai Rp12 juta kalau kalian pengin beli yang bundle atau kalau kalian pengin beli salah satu aja, TWS-nya itu di 1299 ya, T500 Pro. Dan untuk HP-nya itu masih Realme 16 Pro sebenarnya. Jadi masih HP yang sama dengan yang seri number-nya mereka ya. Cuma ini memang versi khusus si Harry Potter-nya itu di 10999 untuk varian yang 12256. Wow. Ini kalau dibilang ee 16 Pro ini tuh sebenarnya seri yang sama ya dengan si Redmi Note enggak sih kelasnya? To be fair gua gua lupa-lupa ingat cuma ya sekarang sudah menyentuh teritory yang ya harganya udah lumayan bikin duikduk. Tapi memang ya tadi ya nilai si merchandise-nya sendiri kayil bilang enggak ada ya kalau kalian yang cari di manapun eh susah atau bahkan enggak ada tapi basek ada satu [tertawa] kalau enggak salah unitnya cuma ada berapa satu secara global dan wah gua enggak sampai situ sih research-nya sih eh apa di Indonesia cuma 500 katanya ya kemarin ok unit di dunia 5000 unit di dunia di dunia cuma di Indonesia enggak tahu deh enggak tahu ya dia enggak tulis berapa. Jadi kita ada satu dari 5.000. Wah lumayanlah. All good ya. Jadi Vivo ya Vivo udah X500 dengan harga yang bar S26 yang upgrade-nya eh agak nanggung jadi better mungkin yang tahun lalu masih ya. Redmi Note 17 dengan harga yang sudah bukan Redmi Note lagi rasanya. [berdehem] Dan ya ada Huawei Watch GT. Mungkin ini yang mungkin masih masuk akal ya, kayaknya harga wearbles cukup masih bisa dikontrol ya, enggak terlalu naik signifikan. Dan terakhir ya ini sebuah apa sih ee kolaborasi yang punya nilai tersendiri lah. Jadi susah untuk kita apa istilahnya perbanding-bandingkan gitu karena ya nilai Harry Potter-nya sendiri aja udah ya something different gitu. Walaupun Harry Potter yang sekarang dijadiin meme ya kayaknya ya. [tertawa] Oke, I think itu aja ya buat B podcast kali ini. Seru banget ya kita melihat. Bukan seru sih, seru dan deg-degan sejujurnya ya. Dan ada sedikit rasa yang uh agak berat nih ngelihat harga-harga naik, ngelihat ya perkembangan teknologi yang ya saat-saat ini lagi kurang ideal ya rasanya ya gitu ya dengan harga yang seperti ini. Moga-moga ya segera membaik. Tapi tadi ya, balik lagi ke tips awal, jagalah device yang kalian punya gitu ya. Sayang-sayangi, dirawat karena kalau kenapa-kenapa berbahaya. Mungkin ini saat yang tepat untuk kita beli garansi yang plus-play, care plus. Care plus-nya itu ya, Plus gitu. Apple, Samsung kalau enggak salah Xiaomi sama Oppo sama Vivo juga ada deh kalau enggak salah sekarang ya untuk ya kita mempertahankan [tertawa] ya aset yang sudah ada ini. Nah, sekarang nilainya aset coy udah kita bilangnya ya. So, itu aja untuk podcast-nya ada lagi? Kalau enggak ada kita tutup aja ya. Thank you semua teman-teman yang udah nonton. Please let me know gimana pendapat kalian soal tadi topik-topiknya. Kita ngobrol bareng di kolom komen section di bawah dan boleh kasih jempol subscribe ke basing.tex dan itu aja nama gua Malvin Edwin dan ketemu lagi di video selanjutnya. Thank you. Bye. Byye. C. Thank you guys. Bye bye.

Lihat di YouTube

Brand Terkait

Samsung Galaxy S26 FE

Temukan spesifikasi dan harga Samsung Galaxy S26 FE. Manfaatkan keunggulan Galaxy AI, My FanCam, dan kamera pro-grade untuk bikin setiap momen FEnomenal.