BANYAK UPGRADE!? 3 hari bersama Samsung Galaxy Watch Ultra 2.. (YouTube Video)
Dan buat series, Samsung juga ngeluarin dua generasi smartwatch terbaru mereka. Dan salah satunya gua udah cobain nih. Yes, ini adalah Samsung Galaxy Watch Ultra 2. Ini adalah sebuah smartwatch flagship dari Samsung dan langsung aja ini review-nya. [musik] Galaxy Watch Ultra 2 ini sebenarnya masih membawa bahasa desain yang hampir sama dengan generasi sebelumnya. Diameternya sama-sama 47 mm. Bentuknya sama dengan layar bulat di dalam bodi kotak yang sedikit mengoval. Beratnya juga mirip, yang ini 61 gram, yang generasi sebelumnya 60 gram. Material bodinya pun sama-sama menggunakan titanium. Jadi secara look sebenarnya enggak banyak yang berbeda. Yang cukup terasa bedanya, yang sekarang lebih tipis sedikit, tebalnya ada di 10,7 mm. Lebih tipis dari tahun sebelumnya yang tebalnya 12,1 mm. Bagian sensornya juga sedikit berkurang kecembungannya. Berasa banget pas kita pakai. Material strap silikonnya terasa premium dengan desain air pocket begini, jadi bikin sedikit lebih adem di kulit. Terasa sangat nyaman. Jam ini termasuk ringan dan cukup good looking menurutku. Yang gua pakai ini warnanya titanium grey. Ada satu pilihan warna lagi namanya titanium silver. Keduanya gua suka. Yang titanium grey ini lebih kehitam, jadi lebih aman. Enggak gampang kelihatan kotor. Sistem navigasinya menggunakan sistem tiga tombol di sebelah kanan. Di sebelah kiri, ini ada mikrofon dan speaker. Ke depan ada layar 1,52 inci super AMOLED dengan resolusi 498 * 498 pixel. Yang jadi game changer-nya, peak brightness-nya itu ada di 5.000 nits. Kayaknya ini jadi layar smartwatch paling terang yang ada di pasaran. Dan jujur, kayaknya ini bakal menjadi layar paling tajam di semua smartwatch. Detailnya itu cakep banget. Apalagi layar Samsung tuh punya kontras dan kepekatan warna hitam yang deep banget. Opini gua, ini adalah layar smartwatch terbaik diantara semua smartwatch yang udah gua review tahun ini. Walau matahari pas banget di atas kita nih, layarnya masih bisa terlihat dengan sangat jelas. Dan gua nobatkan kalau layar Galaxy Watch Ultra 2 ini menjadi layar terbaik untuk dipakai di outdoor sampai saat ini. Untuk jeroannya, Galaxy Watch 6 ini menggunakan Snapdragon Wear Elite, diklaim punya peningkatan performa yang cukup baik. RAM-nya ada di 2 GB dengan storage-nya naik ke 64 GB. Bluetooth-nya menggunakan versi 6.0, Wi-Fi-nya sudah support jaringan 2.4G dan 5G juga. Jam ini punya dukungan NFC, tapi jujur gua enggak sempat cobain fitur tap to pay-nya. Untuk sensornya, gua enggak mendapatkan informasi apa-apa tentang spesifikasinya. GPS-nya sudah dual band L1 plus L5 dan sensornya sudah lengkap kayak altimeter, barometer, temperatur sensornya juga sudah ada. Dia sudah tersertifikasi tahan air dan debu IP69K dengan rating 10 ATM. Yang baru, dia sudah punya sertifikasi EN13319 yang membuat Galaxy Watch 6 Ultra 2 ini memenuhi standar secara safety dan fungsi sebagai instrumen untuk diving. Bahkan di event launching-nya, nanti kita bisa mendapatkan fitur-fitur diving di jam ini dengan subscription ke aplikasi Mares. Fiturannya nanti itu kayak ada fitur no decompression limit guidance dan juga nitrogen absorption monitoring. Galaxy Watch 6 Ultra 2 ini hanya jalan di Android saja. Dan yang bikin ribet, kita harus menggunakan dua aplikasi yaitu Galaxy Wearable untuk connect ke smartphone dan untuk setting-setting jamnya. Satu lagi Samsung Health untuk sync data kesehatan dan olahraga kita. Jamnya sendiri sudah menggunakan One UI Watch 9.0 yang menggunakan Wear OS 7.0 sebagai basisnya. Dan One UI Watch 9.0 itu smooth pakai banget dan buka aplikasi apa saja itu cepat. Menurut gua, Wear OS itu adalah OS smartwatch yang paling nyaman dan seamless untuk digunakan dan di-pairing dengan Android. Kayak buat reply-reply notifikasi itu mudah banget. Dia juga bisa mirroring pas kita pakai Google Maps. Buat health tracking-nya, buat yang esensial kayak heart rate, blood oxygen, dan stress, kita bisa measure secara continuous. Kita juga bisa langsung lihat di jamnya. Buat sleep tracker-nya, ini cukup advance ya. Ada data durasi sleep kita dan juga ada data aktual sleep time kita. Jadi dia bisa bedain di mana kita beneran tidur atau masih tidur ayam-ayam lah istilahnya. Datanya ini juga lengkap, ada snoring detection, tapi smartphone kita harus dalam posisi charge ya untuk fitur ini. Ada respiratory rate dan ada sleep score juga. Nah, pas kita bangun bakal ada energy score. Jadi, ada angka perkiraan seberapa banyak tenaga yang ke-charge di waktu recovery kita. Ada beberapa fitur lagi kayak body composition yang bikin kita bisa dapatin perkiraan body mass index kita. Cara measuring-nya dengan nempelin kedua jari kita ke tombolnya. Ada antioksidan index yang kasih kita perkiraan level antioksidan kita. Cara measure-nya dengan nempelin jempol kita ke sensor belakang. Ada fitur daily cardio load. Ini semacam training status lah. Jadi, nanti ada kayak keterangan seberapa cukup latihan kita. Nanti ada perkiraan recovery time dan juga kayak suggestion buat hari ini. Kayak hari ini gua disuruh rest. Ada lagi fitur fitness index. Di sini ada perkiraan kekuatan kita. Ada cardio endurance di mana skor gua tinggi dan juga ada strength dan flexibility yang nilai gua lumayan aja. Sayangnya Galaxy Watch Ultra 2 ini kan enggak mendukung latihan strength training ya. Jadi, ya mungkin agak ragu aja sama skor strength-nya. Oke, gua coba buat digunakan lari. Pertama, lock GPS-nya itu cepat banget. Gua coba beberapa kali lari. Salah satunya gua coba lari 10,21 km. Sengaja gua lebihin nih takut ada pajak Strava. Ternyata pas masuk datanya ke Strava, pajak Strava-nya ini enggak ada sama sekali. Persis sama sama yang ada di jamnya. Terus kalau kita lihat line tracking-nya di Strava, ini kelihatan lurus banget ya. Jadi, bisa dipastikan dia punya GPS yang solid dan akurat. Gua juga udah coba beberapa pace. Paling kencang di pace 5.28. Dan di sini GPS-nya masih bisa tracking dengan sangat baik. Kelihatan dari tracking larinya di Strava ya. Garisnya itu rapi banget. Jadi, aman ya walau digunakan di pace yang cukup kencang. Terus buat data larinya, sebenarnya lumayan lengkap. Ada asimetri atau balance antara kaki sebelah kiri dan kanan kita. Ada juga data contact time-nya juga. Nah, yang sedikit beda di Samsung Watch itu, dia enggak ada data stride atau seberapa lebar bukan kaki kita. Diganti dengan flight time atau seberapa lama kedua kaki kita tidak menyentuh permukaan tanah. Ada data regularity atau seberapa konsisten body movement kita. Ada data vertikal atau gerakan naik turun kita dan ada data stiffness. Nah, biasanya data stiffness ini bentuknya itu data power ya. Cuman di Samsung ini dihitung seberapa konsisten power yang kita gunakan per langkah, bukan seberapa banyak power-nya. Semuanya nanti bakal ada skornya. Ada tiga skor, ada improve atau artinya ini butuh di-improve, good, dan juga great. Jujur sebagai pelari yang biasa-biasa aja, beberapa datanya itu kurang umum. Jadi butuh adaptasi aja untuk baca datanya. Ada juga perkiraan data VO2 Max, terus juga ada data sumber tenaga kita. Berapa banyak dari karbo dan berapa banyak dari lemak. Dan juga ada estimasi sweat loss. Yang baru ada fitur trail run. Nah, di sini kita bisa kirim file GPX. Dan ini cuman ada di versi Ultra aja. Ini yang gua bingung, padahal ini fitur yang biasa aja. Kenapa cuman ada di versi Ultra-nya aja. Dan fitur strength training-nya itu enggak dilengkapi dengan heat muscle maps. Jadi buat kalian yang olahraga strength atau hybrid, ya enggak gitu support lah jam ini. Baterainya akhirnya menggunakan silikon karbon dengan kapasitas 800 mAh. Yang bakal gua cas di hari ketiga atau hari keempat. Dengan keadaan gua pakai lari setiap hari ya. Jadi ini udah masuk standar sport watch zaman now. Dan jam ini adalah jam Samsung pertama yang mendapatkan fitur fast charging. Kesimpulannya, sangat menyenangkan menggunakan Samsung Galaxy Watch Ultra 2 ini. Sampai saat ini, ini adalah smart watch dengan layar terbaik, paling terang, OS yang paling menyenangkan, banyak fitur kesehatan, dan juga punya sertifikasi standar diving juga. Dipakai lari juga cukup decent. Secara experience dan health tracking, jam ini terasa solid dan lengkap banget. Ya, menurut gua jam ini belum bisa dibilang sebuah sport watch, tapi cukup close lah. Kalau kalian ada budget-nya, apalagi kalian hidup di ekosistem Samsung nih, kalian enggak bakal nyesal beli Samsung Galaxy Watch Ultra 2 ini.
Video Lainnya
Pembaruan signifikan pada lini jam pintar Samsung menghadirkan daya tahan baterai ekstra dan bodi titanium yang tangguh. Desain yang makin maskulin ini menyimpan...
Generasi terbaru arloji pintar Samsung hadir membawa gebrakan performa hingga fitur selam profesional. Penasaran apa saja peningkatan signifikan yang disematkan?...









