Jungkat

Bapak Janto - Luxury Project of the Month - October Edition (YouTube Video)

  • 06/10/2025

[Musik] Halo sobat Emporio, ketemu lagi dengan saya Cahyo. Kali ini kita berada di area Jakarta Selatan. Kita akan mereview salah satu rumah klien kami yang baru saja selesai dan besok akan ditinggali. Yuk, kita lihat bareng-bareng bersama. Kali ini kita akan mereview salah satu rumah klien kami di daerah Jakarta Selatan dengan style klasik. Jadi style klasik eh lumayan klasik tropis kita bilang klasik tropis itu direpresentasikan pertama dengan adanya kolom-kolom ee di bagian depan, Sobat Imporo. Jadi kita buat ada dua kolom dengan kanopi yang tinggi yaitu ee dua lantai. Jadi ini akan membuat rumah terkesan lebih klasik lagi. Kemudian tropisnya dari mana? Tropisnya kita ambil dari penggunaan material-material yang ee berwarna beach. kita pakai sedikit untuk eh trafer tin atau marmer train di beberapa area utama dan di area pagar kita manfaatkan kita pakai ee batu paliman. Jadi warnanya agak lebih beamy e itu untuk memunculkan sisi dari tropisnya itu sendiri gitu. Untuk rumah ini sendiri untuk ukuran lahannya adalah 26 * 30 m². Untuk luas tanah untuk luas bangunannya sendiri adalah 950 m². Jadi terdiri ada dua lantai dan satu lantai tambahan untuk area e jemuran atau area laundri. Terdiri dari kurang lebih lima kamar tidur, tiga kamar tidur anak, satu kamar tidur utama, dan satu kamar tamu dengan dua kamar tambahan atau ruang tambahan yaitu ruang kantor dan ee ruang ibadah. begitu untuk area entry-nya kita dari sisi sebelah kanan. Jadi ada dua ee mobil untuk area karpot sendiri, Sobat. Ini pintunya adalah automatic. Jadi bisa geser ke sebelah kanan. Kemudian di dalamnya nanti ada dua garasi. Jadi total ada empat mobil yang kita bisa masukkan ke dalam rumah ini. Dua karpot dan dua garasi. Untuk desain pintu gerbangnya kita buat agak sitru. Jadi dari bahan besi e lumayan solid. Jadi bagian bawah kita taruh menjadi ee bahan yang lebih solid. Kemudian atasnya kita kasih ukiran atau profil lain di sini untuk memunculkan sisi sikalistik itu sendiri. Untuk bahannya sendiri untuk lantai kita pakai batu andesit. Jadi kita bikin untuk ukurannya 20 * 20 tidak terlalu besar. Jadi ini untuk masukan dari Sobat Emporio. Jadi untuk area carpot atau area parkiran usahakan jangan menggunakan pile yang ee terlalu besar. Jadi kita pakai tile yang ukurannya sedang saja atau relatif kecil mungkin maksimal 6060 agar tekanannya di tail itu tidak gampang untuk pecah begitu. Jadi kalau e semakin kecil karena dia tekanannya makin besar kemudian dia lebih rapat jadi lebih gampang ee untuk maintain bebannya. Begitu. Kemudian kita masuk area karpet ini. Sebelah kiri kita ada area spesial. Jadi ada area hover atau area parkir mobil sementara. Jadi ini ee sekaligus manfaatkan area GSB yang sudah kita buat di sini kurang lebih 6 m. Jadi ini cukup lega untuk satu mobil. Misalkan ada tamu atau mungkin beliau bisa parkir di area sini sekilas kemudian masuk ke area utamanya. Begitu. Jadi ini kita punya ee hover atau tempat pemberhentian mobil. Jadi ada dua pilar, empat pilar total di sini. E dua di depan dan dua di belakang. Ini untuk memunculkan sisi klasiknya. Jadi detailnya seperti dilihat ini eh finishing chart saja. Cuman kita membuat antara diameter bawah dan atas berbeda agar tidak ee terlalu menotun. Jadi kita buat area diameter bawah dan atasnya sedikit mengecil. Begitu. bawahannya kita pakai marmer, kita pakai warna hitam. Jadi biar tidak gampang kotor. Jadi kalau Sobat impor punya area-area bawah ini jangan lupa untuk dico-cover dengan material tertentu. Jangan kalau bisa jangan dibiarkan cat karena nanti akan mudah kotor sekali. Jadi ini kita pakai marmer warna hitam juga. Jadi biar lebih ee manis dan lebih ee klasik begitu. Kemudian dari area sini ada area yang cukup e Ichcich di sini jadi tidak melulu kalau kita punya taman sisa. Karena tadi sisanya lumayan hampir 5 sampai 6 m, jadi kita buatkan area gazib di sini. Jadi ada duduk-duduk beliau untuk terima tamu. Karena kita tahu bahwa setelah COVID ee banyak orang-orang atau penghuni rumah yang tidak ingin memasukkan tamu ke dalam rumah utamanya. Jadi beliau ingin punya ruang terbuka yang beliau bisa e invite people ke dalam ee rumahnya tanpa masuk ke ke dalam rumah itu sendiri. Jadi fungsi gasebo itu selain untuk ruang bersantai juga bisa untuk terima tamu. Jadi karena airflow-nya lebih jalan, kemudian pas area depannya juga lebih ee oke untuk terima tamu. Di sini juga ada sedikit area eh fish spawn. Jadi ini yang agak serunya di sini agak tropical sedikit. Jadi dari eh hover tadi kita bisa step di atas ee si FPON. Jadi ini agak floating begitu untuk menuju ke area gazebo. Jadi area gazebo ini menggunakan kursi. Jadi ee dia lebih tinggi levelnya hampir sama dengan rumah utama 0-0-nya. Tetapi ee nanti akan ee diperlukan furniture untuk area duduk-duduk di area sini. Begitu. Ini ukurannya kurang lebih 3 kali ee 3 * 3 kurang lebih. Jadi bisa untuk sekitar 4 L orang untuk ngobrol lah di sini untuk ee Sikbut sendiri. Oke, kita langsung menuju ke area pintu utama. Area pintu utama sendiri seperti yang tadi sebutkan ee agar untuk kita memunculkan sisi dari tropis-nya sendiri, jadi kita tambahkan aksen eh marmer traverin di area sekitar pintu utama, Sobat. Jadi, ini untuk memberikan kesan mewah juga. Kemudian untuk memberikan kesan tropis agar tidak menutun juga di area ee entrance-nya karena ini kan area utama ya. Kemudian kita juga punya high ceiling tadi di area pilar. Jadi harus ee kita berikan sesuatu material finishing yang berbeda dari finishing tembok yang lain. Begitu. Di atas itu ada balkon yang dia aksesnya dari ee salah satu ruangan di lantai du. Jadi sekaligus bisa view dari atas langsung ke area bawah. Jadi kita bisa mantau kalau misalkan ada tamu kita yang datang ke rumah kita dari atas. Begitu, Sobat Imporium. Lebih detailnya kita sudah membahas masalah eksterior. Ee sekilas kita akan bahas lebih detail untuk area bagian dalamnya. Nah, kala kita bahas area dalam kita akan ee bersama dengan tim interior. Kita akan bahas lebih lanjut. Yuk, kita mari masuk dalam rumah. Eh, kita langsung saja setelah ini kita bahas bagian dalam rumah bersama-sama dengan salah satu tim interior dari kami dengan Pak Alvin. Halo semua. Jadi, hari ini kita akan merreview bersama-sama e kita berdua antara e saya dan tim interior yaitu Pak Alvin. Kita akan merreview secara keseluruhan rumah ee ini ee bagaimana konsepnya, berapa besar ruangannya, kemudian nanti ada hal detail yang nanti kita akan jelaskan lebih menyeluruh. Let's go. Kita sedang berada di ruang fire, Pakvin. Mungkin dari Palvin bisa jelaskan dulu secara konsep seperti apa nih? Oke, jadi dari owner memang sebenarnya secara keseluruhan tema utamanya itu ee owner tuh ingin rumah tampilan klasik tapi ada sentuhan modernnya juga. Makanya kalau kita lihat di sini ee kita padukan permainan-permainan panel dinding yang profil-profilis itu dicampurkan dengan finishing-finishing warna gold sama ada panel dinding dengan finishing batu kayu gitu. Karena ee kalau kita lihat di sini ee Sobat Impor kalau mungkin nanti bisa agak di lebih review warnanya kalau kita bilang klasik tidak harus melulu putih ya Pak. Jadi ini mungkin agak sedikit bermain betul konsepnya bisa agak lebih modern ya. Betul sekali. Jadi emang kesan modernnya itu selain dari panel dinding tadi bisa dilihat dari bentuk-bentuk furniturnya. Terus karena nih area ruang tamu atau voyee juga selain untuk transisi ke ruangan utama ee klien kami ingin kesannya tuh mewah makanya juga kita berikan eh finishing bronze mirror di plafonnya gitu. Oh ya ada satu lagi Sobat Imporio ini ee di biasanya kan kalau kalau kita punya ruang floyer itu terkesan lebih tertutup gitu ya. Jadi di pada saat proses desain dulu ee karena ruangannya tidak terlalu besar sebenarnya ini hanya sekitar 4* 5 man. Jadi kita berpikir untuk memberikan ee openingan di salah satu sisinya. Jadi kalau sebentar mungkin bisa agak lebih ke arah sana. Ini tembusnya adalah ke ruang tangga. Ee kenapa kita akhirnya kemarin buka? Karena biar view-nya dan feelingnya tidak terbatas kepada ruang tamu saja gitu atau voer. Jadi bisa agak lebih spesies dan lebih lega. Namun ada sedikit kesentuhan nih ya dari teman-teman ya Pak Alvin ya. Ee mungkin bisa dijelaskan secara ininya. Jadi supaya seperti yang sudah dijelaskan oleh Mas C supaya ruangannya tidak terkesan sempit kita kan memberikan opsi desain menggunakan divider. Nah divider ini kita supaya tetap memberikan kesan mewah dan modern maka kita hadirkan bentuk lengkungan-lengkungan seperti ini dengan finishing berwarna gold gitu. Oke lampunya juga lampu-lampunya juga kita menggunakan model-model kristal gitu dengan finishing warna gold. Jadi emang memberikan kesan mewahnya banyak perbadan warna gold di ruangan ini. Nah, setelah kita bahas area foyer atau area ruang tamu, kita akan menuju ke ruang utama. Let's go, Pakin. Kita ke sebelah kiri dulu, ya. Oke, dari ruang tamu. Ee, nah ini kenapa kita arahkan, Pak Alvin? Karena memang secara konsep itu kadang-kadang klien tidak pengin terlalu terbuka ya pada saat buka pintu. Mungkin ada arasan pengsui kadang-kadang m katanya di situ akhirnya pada masuk ke ruang utama itu agak sedikit terbelok sobat tempor ini ada sedikit ee semacam selasar. Di selasa nanti di sini ada beberapa ruangan ada kamar dan kodorong segala macam. Mungkin secara koridor Pakin bisa sedikit jelaskan secara desain. Oke, jadi secara desainnya di sini Mas Cahyo. Di sini memang kita tidak mau memberikan kesan desain yang terlalu berat. Makanya ini kan hanya area transisi saja, hanya selasar saja. Makanya kita hanya berikan panel-panel dinding dengan profil list untuk menampilkan kesan klasiknya di sini. Terus nanti kalau dilihat nanti Sobat Emperor bisa lihat ketika masuk ke area ujung SAS itu kita berikan permainan panel dinding dan finishing cermin bevel. Jadi tetap ada kesan mewahnya sama memberikan kesan efek luas gitu. Tapi kang enggak sih Pak Afin untuk ini kan kaca cermin gitu ya. Kemudian cerminnya diberikan bevel dan dibuat ee pola yang ee diagonal gitu. Maksudnya itu masih dalam ee konsepsi klasik tadi itu saja atau malah modern seperti itu? Sebenarnya itu perpaduannya, Mas. Jadi memang supaya kesannya cerminnya tidak hanya flat saja mau nonton kita berikan permainan e finishing diagonal ini. Nanti Sobat Tempornya bisa lihat seperti apa bentuknya. Nah, kali ini ee Pak Alvin kita akan menuju ke salah satu kamar ruang tamu. Dia posisinya di area depan karena memang ee biasanya kalau ruang tamu kita tidak arahkan ke area belakang. Biasanya kalau area belakang kan lebih ke private gitu ya. J kita arahkan dia agak lebih ke depan dengan view bagian depan. Kita coba e sempitnya. Oke. Oke. K. Ini mungkin konsepnya agak lebih ini Pak Alvin ya. Maksudnya warnanya agak lebih down dan lebih kalem daripada yang Iya, betul. Lebih kalem ya. Jadi memang menggunakan warna-warna yang light juga ee supaya kesan ruangannya itu tetap terasa lega juga. Heeh. Walaupun kita sudah dibantu juga dengan plafon yang cukup tinggi ya e Mas Cayo gitu. Jadi memang warna-warna ini tuh selain ngasih warna-warna ke sensor warna lega. Jadi ketika istirahat juga warnanya enggak kontras ketika di mata gitu. Apa apa bisa jadi juga karena ini sebuah kamar tamu bisa menjadi maksudnya kalau ruang tamu kan mungkin jadi agak lebih basic ya karena kan yang tinggal tidak spesifik ee penghuninya siapa yang tinggal gitu ya. Betul. Betul betul. Jadi mungkin kalau untuk ruang tamu atau kamar tamu dalam hal ini ee karena dia fungsinya lebih public, semi publ, jadi dipilihkan warna yang lebih ee bisa diterima oleh semua orang yang tinggal gitu. Betul. Yang kamen kita bilang ya warnanya. Oke, jadi posisinya, Sobat ini ee nah ini tampak depan. Jadi ini bagian sisi bagian depan. Cuman karena di ee area ini ada bet, jadi kita berikan ee dinding masif dulu sebagai backdrop-nya si bet itu. Dan tujuannya kenapa? Kenapa kita enggak taruh ee kaca di atasnya bet? Pertama karena memang nanti akan mengganggu secara ee kenyamanan tidurnya. Kedua, biasanya agak lumayan gelar kalau kita taruh bukaan di atas betnya. Jadi karena spacenya cukup, jadi bukanya kita taruh malah di di sisi samping dan kanan kiri untuk ee menambah cahayanya. Kemudian ini ada satu view juga yang dari ee keberuntungan dari rumah hook ee dia punya dua sisi yang kita bisa maksimalkan untuk ee sinar mataharinya gitu. Jadi selain di belakang ee bet tadi, di sini juga ada apa ee bukaan jendela. Jadi biar ee cahayanya bisa maksimal ke ruang tamunya. Jadi ketika siang hari kita enggak perlu tambahan lampu ya, Pak Cahe ya. Yes, exactly. Ya, kurang lebih untuk tamamu seperti itu kebutuhan juga basic, Pak. Ya, masih hanya e sedikit hanya wardrop saja, meja rias itu atau mungkin nanti akan ada TV juga gitu. Oke. Nah, salah satu keuntungan dari rumah e dengan lahan yang lumayan besar adalah salah satu kamar tidur tamu tadi itu kita bisa berikan kamar mandi pribadinya atau kamar mandi dalam. Jadi, kamar mandinya langsung di sebelahnya bed ee Pak Alvin. Nah, kenapa ini agak bergeser sedikit? Biasanya kalau secara fengsui itu eh ini sedikit notes ya. Kadang-kadang pintu masuknya itu tidak boleh di area badannya bet. Nah, ini akhirnya kita agak geser ke sini. Tujuannya adalah satu itu. Terus kedua ya kalau kita pas tiduran enggak nyaman tentunya kalau kita menghadap berselahan kamu. Jadi kita agak bergeser sedikit. Ukurannya tidak terlalu besar Pak Vin. Ee basic 2* 3. Cuman secara konsep juga hampir sama ya Pak ya kalau enggak salah. Iya betul. Cara warnanya juga sama semua. Kita gunakan warna yang comon atau general. Lumayan komact lah untuk sebuah kamar tidur, kamar mandi tamu ya. Ada wastaffel, ada kloset, kemudian ada shower juga, kemudian ada beberapa kabinet di atas ee wastaffel dan closet yang bisa dimaksimalkan untuk ada penyimpanan gitu ya. Kita akan bahas ke round berikutnya, yuk. He kita sekarang sedang berada di kamon areanya Pakvin. E untuk ruang ini sendiri, ruang bersama sendiri itu terdiri dari ruang keluarga di sisi sebelah kiri. Di tengah ada ruang makan, kemudian di ujung sana adalah ruang dapur bersih menyambung dengan ee akses ke dapur kotor. Untuk ukurannya sendiri ini 7 * 14 m. Jadi ee cukup besar untuk ruang ee untuk ketiga fungsi tadi itu. Jadi kalau kita punya space yang lumayan besar, jadi paling tidak 14 m adalah ee ukuran yang cukup spesies dengan rumah yang kurang lebih luasnya 1.000. Menurut kami pada saat itu sudah cukup, Pak. Jadi open space untuk gabungin tiga area ini. Ya, tiga area sudah cukup. Fungsinya juga nyaman, tidak terlalu jauh dari area TV. Kadang-kadang kalau kita punya space yang terlalu besar, Pak Alvin, takutnya dari TV ke ruang sofa itu kan terlalu jauh gitu ya kadangnya gitu. Jadi menurut kami secara ee behavior dan secara ee ukuran space-nya sebenarnya sudah lebih dari 14 m gitu untuk panjangnya. Kalau lebarnya 7 m untuk rumah 1000 kayaknya masih sudah cukup ee ideal lah ya. Lalu juga ditambah void ya, permainan void ya. Jadi kesannya sangat luas gitu. lebih lega, Pak Alvin ya. Betul. Oke. Nah, eh selain ada void, Pak Alvin, ini ada satu yang keren nih menurut menurut saya sih. Jadi ee dari teman-teman mungkin membuatkan satu angle e view point of interest di ruang keluarga dan ini kayaknya marmer ya, Pak ya. Betul. Kita menggunakan marmer di sini, Mas Cayo sebagai aksen atau malah makan ini focal point dari area di sini. Jadi kita menggunakan desain marmer book match gitu. Jadi kalau dilihat selain ini tinggi memanfaatkan tinggi void yang cukup tinggi Heeh. kesannya sangat luas gitu. Memberikan kesan yang sangat megah, luas. Jadi kesan mewahnya ditampilkan seperti yang tadi saya bilang, tidak harus selalu dengan permainan warna gold ya untuk menampilkan kesan mewah menggunakan permainan batu alam, finishing batu alam seperti ini, Sobat Emperio ini bisa memberikan kesan yang lega, mewah di desain ruang keluarga kalian. meskipun dengan desain yang tidak melalu putih atau hitam ya maksudnya karena ini eh point of interest di dalam ruang keluarga jadi enggak apa-apa untuk kita buatkan warna yang lebih kontras konsep keseluruhan gitu ya betul tidak selalu harus menggunakan warna yang putih, abu-abu atau hitam gitu. Jadi kita bisa bermain warna di sini Kalau untuk desain ee sofanya sendiri atau area duduknya sendiri Pak Avi mungkin ada. Iya. Jadi, ini eh request dari klien kita menggunakan desain sofa. Ada yang eh modelbed gini tapi tanpa senderan. Lalu juga model sofa modular yang digabung jadi satu menjadi satu kepanjangan. Karena memang memanfaatkan sifat dari open space ini ketika keluarga besar mungkin datang berkunjung ke sini di ruangan ini bisa berkumpul banyak orang di sini banyak gitu. Terus ada satu yang agak seru di Palvin ini kayaknya lantainya kan pakai marmer nih. Iya, betul. Kemudian dibuat pola-pola yang dia ee memisahkan antara fungsi-fungsi tadi. Antara ruanging dia punya pola sendiri, ruang makan juga punya. Ini ini ee secara interior kalau klasik biasanya bagusnya begitu ya maksudnya untuk betul. Jadi kalau gitu secara interior, Sobat Emperor biasanya zonasi itu selain kita memanfaatkan siling. Jadi kalau Sobat Emper nanti bisa lihat di ruang keluarga itu zonasinya penandanya kalau di siling itu voidnya yang tinggi. Sedangkan di area meja makan ini dia di zonasin dari permainan silingnya yang disesuaikan dengan ukuran meja makannya. Sedangkan di lantai kita memanfaatkan pola lantainya untuk menjadi zonasinya gitu. Nanti di dapur bersihnya pun akan ada sendiri seperti itu. Terus ada yang oke nih kita sekarang sedang berada di ee area meja makan ini ada yang ee punya konektivitas antara meja makan dan dapur bersih nih Pakvin. Ini antara top table-nya, antara mejanya kemudian dengan meja island-nya itu sama itu memang karena memang ee dia dalam sebuah ruang besar open harus sama atau sebenarnya tidak harus selalu sama. Cuma kalau sobat Emporio nanti bisa lihat nih dari ada area meja makan, ada meja island sama nanti di sana ada area kerja di dapur bersihnya itu sebenarnya ini memang jadi transisinya saja karena di area dapur bersihnya sendiri pun finishingnya berbeda. Berbeda lagi ya gitu. Jadi memang efek transisinya seperti itu. He. Oke. Oke. Sekarang kita dapur bersih bersih Lapur bersihnya lumayan spesies buat interior. I jadi kalau ini kita bilangnya island atau miniar sebenarnya kalau kita ini masih island kita bilangnya sih. Jadi memang island yang kita buat di sini fungsinya bisa selain mungkin kalau pagi ee dari user bisa sarapan di sini bersama keluarganya, tapi juga bisa jadi meja preparation kalau mungkin sedang masak-masak keluarga besar atau mungkin ketika masak di dapur kotor mau disajikan di dapur bersih ditaruh di sini dulu untuk transisinya bisa. Terus ini kalau sobat yang baru lihat ini perhatikan eh sedikit detail interior di sini itu ada banyak kabin di bawah island Pak Alvin ya. Makudnya ini memang karena pengin untuk ee menambah jumlah storage kemudian kita memaksimalkan. Jadi memaksimalkan kebetulan kita dapat island yang besar supaya enggak kebanyakan looks. Ini kan kalau kita lihat juga dari kabinet dapur bersihnya kan kita enggak mau kebanyakan pembagian pintu ya Pak Cayo. Makanya di sini juga kita manfaatkan supaya maksimum apa maksimal lah storage-nya. Oke. Oke. Nice. Masuk. Oke. Oke. Nah, dari sini view utama kita sebenarnya selain punya living open space dan void yang lumayan besar, Sobat Imporium, kita punya view utama dari area ini. Jadi pada saat kita bersantai ee klien ini bersantai, Pak Alvin dengan keluarga lagi makan segala macam, mereka bisa menikmati view utama yang ada di area belakang ini. gitu. Nanti kita coba ee lihat ya area outdoornya dari area living. Jadi kita bisa langsung bersambung kepada area kolam renang gitu. Jadi kita langsung sini fix sedikit area kolam renangnya. Nah seperti ini, Sobat Imporo. Jadi untuk area outdoornya Pak Martin ini ee pakai kayu sintetis sobat. Jadi bukan kayu asli. Ah ini kalau secara sekilas ini tidak seperti apa? Tidak tidak kelihatan seperti ee artifisial Pak Alvin ya. Seperti kayu asli secara kayu asli. He. Nah, ini buat ada satu tips buat sobat Imperior Palvin. Jadi kadang-kadang kalau kita punya kolam renang kan kita bingung untuk finishing area terasnya atau area pull-nya gitu ya. Nah, ini kalau gu perhatikan ini looksnya seperti kayu asli Pak Vin. Sebenarnya kalau kita injak begini juga se-nya masih sama ya. Tapi sebenarnya ini sebenarnya kayu artifisial gitu. Jadi, bagi sobat Emporio yang e punya kolam renang dan punya teras, kalau teras kan biasanya apalagi kita punya kolam renang kan cenderung basah gitu ya. Misalkan anak-anak main gitu. Nah, kalau sudah pakai artificial ee kayu begini jadi lebih gampang mintanya gitu. Jadi enggak usah khawatir kalau kayu kan kita bingung biasanya keroposnya atau makan raya gitu ya. Jadi udah ini very low maintain jadi udah oke banget. Terus ini bertekstur jadi enggak licin juga ya kalau bahasa. Jadi kalau kita gini kan juga sama seperti kayu ya. Betul ada teksturnya. Kemudian nah ini kita punya area area kolam renang. Tapi ini satu tips juga setelah area kolam renang ke dinding itu usahakan jangan sampai ee dihabiskan, Sobat Impor Pak Alvin. Jadi kita kenapa kita kemarin berikan satu space kurang lebih sekitar 40-an senti itu untuk kita kasih sedikit tanaman agar view di sini tidak melulu tembok dan tembok dan ruangan gitu. Jadi kita berikan sedikit penghijauan gitu. Jadi selain menimbulkan rasa naturalnya, kemudian ada sedikit beberapa permainan fountain di situ. Kalau kita dengarkan aliran airnya juga e bisa merelaksasi ya. Jadi pikiran belakang gitu, Pak. Betul. Nah, ini juga Pak Cayo untuk finishing batunya tuh memang sesuai dengan style klasiknya Kak atau ya? Nah, jadi ee mungkin kalau sobat Empor perhatikan beberapa desain kita, Pak Alvin Emporio kan kita enggak melulu ee klasik is class klasik gitu ya. Jadi kita coba bermain material gitu dalam arti klasik ee kita juga memasukkan unsur-unsur kayak batu alam itu biar agak lebih Indonesia, lebih natural. Makanya kalau finishing dinding instead of daripada kita finishing biasa tembok-tembok yang Heeh. Takutnya nanti malah jadi kotor. Jadi kita finishing full dengan material batu paliman di sini. Tapi di sini nyambungnya juga sini kita sambungkan dengan finishing marmer traveltinnya. Gitu. Yang ini kalau kita perhatikan di fasad kan kita juga terapkan depan sama di area kolam ini juga kita pakai marmer traffer tin. Jadi secara warna dia masih oke masih nyambung gitu. Lalu selanjutnya Pak Cow kalau boleh tahu di situ ada ruang apa ya Pak C ya. Nah, jadi kalau kita pada saat kita ee renang, kita kan pengin area suasananya kan lebih nyantai gitu waktunya. Jadi kemarin kita tambahkan area jym palvin di sini gitu. Jadi ini area tempat olahraga klien. Jadi pada saat ini kita kasih kaca. Jadi pada saat ee nge-gym enak sekali enak banget Pak Vin. Nah di belakang nanti kita tambahkan di situ ada satu kamar bilas. Kamar bilas. Ambil setelah berenang gitu. Iya. Kemudian yang jangan sampai lupa juga, Sobat, kalau kita sudah punya kolam renang, jangan lupa untuk memberikan sedikit storage, Pak Alvin. Kadang-kadang kan kita perlu alat-alat untuk bersihkan. Oh, masih bersihnya. He. Iya. Jadi kita sedikit taruh di area Setelah kita bahas area luar sedikit, Pak Vin, kita coba selipik sendiri untuk kamar utama kali, ya. Iya. Salah satu ruangan utama di rumah ini. Yuk, silakan. Oke, kita sedang berada di kamar utama, Pak Alvin ya. Iya. Ini salah satu area utama, kamar tidur utama dari user di rumah ini. Kamar utama ini ukurannya lumayan besar, Sobat Emporo. Karena selain ada area tidur, kita kemarin juga sediakan untuk area nonton TV terpisah dari area living room ya. Eh, iya. Jadi, kayak ada mini living di area kamar tidur, Sobat. Gitu. Kemudian untuk secara desain gimana, Pak Alvin? ini ee masih masuk ke klasik modern atau I jadi memang ini tetap kembali ini perpaduan dari klasik dan modernnya memang lebih kental atau lebih kuat di klasiknya ya Pak Cahyo ya cuma di sini untuk menampilkan kesan modernnya kita bermain di bentuk-bentuk furniture Pak Cayo. Jadi kalau kita lihat backdropnya dipan kasurnya model sofa jadi tidak terpaku dengan style klasiknya jadi ada perpaduan di situ. klasiknya mungkin muncul dari ee item gold itu ya, line-line gold itu ya. Itu. Lalu juga mungkin profile dinding dengan list-listnya. Nah, sedikit sentuhan modern di panel dinding TV-nya. Nah, sama yang seperti sudah dibilang Pak Cahyo di ruangan-ruangan sebelumnya, kita tidak harus selalu monoton ya dari permainan warnanya. Makanya di dinding TV ini kita bisa lihat di sini ada kontras dari segi warnanya. Oh, iya. Kalau ini kalau enggak salah ini onx apa marmer, Pak? Ini marmer peak cahaya. Cuma memang warnanya berbagai agak kuning, putih, coklat gitu. Kita kasih aksen kayu supaya enggak menonton, enggak bosan. Di top table meja TV kabinet ini juga kita kasih marmer finishing. Warnanya cukup kontras ya, percaya ya. Oke, ya. Selain ee dalam kamar tid kan biasanya kita meluntuk ada area bet sama area nonton partnya. Ini ada satu area yaitu ruang kerja ya. Itu ruang kerja connected juga. Ini ada pintu yang dari ee kamar tidur utama tadi, tapi menyambung juga pintunya dari luar, Sobat. Jadi, beliau juga masih bisa akses misalkan terima tamu dari luar bisa, dari kamar juga bisa langsung begitu. Yes. Selanjutnya mungkin kita bisa ke walking closetnya kali ya dari kamar utama ini sebelah kanan ini sobat Emporio walking closet dari kamar tidur utama ini ya, Pak Cah ya juga ya. Yup. Jadi memang supaya kesannya mewah kita buat finishingnya itu menggunakan display kabinet modelnya. Semua ya terscas semua. Heeh. Betul. Baju-bajunya di sini nanti sama ada section-sectionnya bisa kita lihat ada yang lemari gantung untuk baju-baju formal. Ada juga tempat kabinet untuk penyimpanan kolekitas. Di sini ada island juga untuk penyimpanan aksesoris-aksesoris. Mungkin jam tangan atau dasi dari beliau gitu. Selain itu juga kita buat senter nih di ruangan ini. He ada meja rias. Iya. I dengan ee finishing cermin yang kita buat besar full sampai ke plafon. Jadi memberikan efek ruangan jadi terlihat lebih luas. Kesannya juga makin mudah karena besar secara objek gitu. Terus ditambah dengan lampu kristal sendiril di sini lumayan mewah sekali ya. Betul di padahal maksudnya untuk sekedar untuk area WIC ya. Betul. Selain itu juga di cerminnya juga kita tambahkan lampu ya. Jadi ketika sedang merias atau makeupen ya. Oh ye bisa memberikan kesan detail nanti gitu tuh. Oke. Nah, Sobat Imporo, kalau misalkan Sobat pengin punya ee space yang seperti ini, Pak Vin, dalam artian ee ini kita sebutnya alen. Jadi biasanya untuk taruh-taruh ee barang-barang seperti ee aksesoris gitu ya atau dasi segala macam itu dengan dua sisi lemari itu paling tidak kita harus punya space kurang lebih sebenarnya 3,5 sampai 4 mnya 4 m. Jadi biar agak lebih spesies kita jalan seperti cukup nyaman ya. Island juga ee masih bisa kita taruh itu paling tidak 4 m sebenarnya sebatir gitu. Jadi kalau punya space yang cukup untuk dan kebutuhan biasanya kan ibu-ibu biasanya perlu banyak ini ya apa namanya ee storage lah untuk warga. Jadi sebaiknya kita punya lebar 4 m gitu. Kita langsung bersambung ke area kamar mandi nih sobat. Yuk kita lihat bersama-sama. Wah. Jadi buka pintu, buka pintu langsung kita ketemu area betup dulu. Jadi untuk sebagai basic kebetulan ini betapnya adalah betap eh standing. Jadi biasanya kalau fre standing kita harus agak osvin. Jadi posisinya harus oke. Jadi kita pas buk pintu kita langsung ketemu ee ini dan ini sebenarnya dia langsung menghadap ke area kolam renang sobat. pada saat kita lagi mandi. Nah, ini kalau misalkan kita lagi bosen Pak Vin, kita bisa langsung buka nih. Nah, kita sudah mewah sekali ya. Mewah sekali, Pak. Jadi kita ee mandi seperti di semi odor gitu karena bukan kita lumayan besar di sini. Cuman kadang-kadang kalau ada beberapa klien yang tidak mau terlalu tkspose ya. Ya, tinggal kita memang harus jangan lupa untuk dibuatkan blind di sini fungsinya untuk sedikit menutupi area gitu. Setelah kita bahas Pak Avin untuk keseluruhan lantai satu kita akan menuju ke lantai du ya. Betul. Nah, sebelum kita menuju ke lantai du kita ada satu point of interest di rumah ini. Selain dari TV tadi di area command area adalah area tangga. Area tangga sendiri Pak Vin karena ini memang rumah klasik ya, jadi tim arsitek kemarin buatkan desainnya itu ee kita pakai curve karena beliau juga suka gitu. Jadi untuk memunculkan sisi klasik biar agak lebih ee klasik dalam tanda kutip. Jadi kita berikan tangga curve kemudian finishingnya pakai marmer di sini dan relnya juga pakai besi tempa begitu. Secara bentuk juga enggak mau nonton ya Pakc ya. Enggak harus selalu mengikuti bentuk ruangan. Jadi kalau tangga itu ya betul sekali. Yang penting sih space-nya Pakvin. Kalau ini kan ee kadang-kadang ee kita punya space besar kecil itu kan tergantung. Kalau kita mau membuat sebuah round ST dengan desain yang elegan itu paling tidak sebenarnya punya space kurang lebih 5 man sebenarnya. Kalau mau lebih bagus gitu ya secara diameternya gitu. Kalau kurang dari itu 4 m oke. Tapi kalau kurang dari 4 m jadi kurang terasa ngpres gitu ya. Laluasi gitu. Nah, selain di sini kan biasanya ini ada area area kosong balin. Nah, itu diisi apa nih kalau boleh tahu? Jadi biasanya untuk area kosong di bawah tangga itu comennya memang biasanya tuh area aksen pemanis gitu Pak Cahyo. Kadang mostly sama klien ditaruh e mungkin piano biasanya. Cuma untuk user kita yang ini karena dia ada banyak pajangan dan punya request foto keluarga, makanya kita sediakan di sini nih panel yang sedikit berbeda dengan e aksen ruangan lainnya nih Pak Cayo. Di sini nanti mungkin bisa ditaruh foto keluarga dan pajangan-pajangannya. Makanya kita kasih consol table juga supaya jadi kesannya ini center areanya juga dari ruangan atau zona tangganya ini. Tapi ini konsepnya ee moder klasik modern juga Pak Alvin ya. Kalau kita lihat ini mungkin garis-garisnya lebih ke modern tapi ketemu yang si meja konsolnya. Meja konsolnya ini klasik. Klasik tapi enggak melulu simetrical ya masih. Iya betul enggak harus selalu simetrical. Lumayan kec sih. Betul. Ah. Wah. Kita pakai marmer juga. Top table. Iya to table ya. pakai merah-merahnya biar enggak kalah sobat sama lantainya. Mumpung kita ke tangga kita langsung menuju ke lantai duat yuk. Al. Oke. Tangga sendiri lumayan lebar sobat untuk injakannya ya. Untuk area terlebarnya juga yang paling kecilnya masih nyaman untuk dinaikin Pakvinnya. Space-nya juga lega ya untuk dua orang naik bersama ya C ya. Benar gitu. Jadi di setelah kita masuk eh area ada area tangga kita naik ke lantai du kita ketemu dulu nih Pak Alvin area living room e atau ruang keluarga di lantai du. Jadi karena di atas kebanyakan adalah kamar-kamar anak jadi biasanya mereka kan mungkin ngobrol atau main game ya tidak mengganggu ee acara orang-orang dewasa di bawah ya. Jadi kita tambahkan sedia area living area open space biar juga kesan ruangnya bisa lebih lega. Eh, kemudian ada juga akses ke balkon. Nanti kita bisa review lebih detail mungkin dari Pak Alvin nih mungkin secara desain interior. Jadi di sini kita ada ee permainan panel dinding sama kabinetnya nih, Sobat Emporio. Jadi supaya enggak monoton enggak harus terlalu simetrikal ya. Kita hanya ada satu lampu dinding di situ untuk permainan ambience untuk mendukung ambience yang sudah diberikan sama dari channel-nya sebelumnya. Di sini juga ee nanti kalau sobat bisa lihat detailnya kabinetnya untuk pajangan-pajangan atau koleksi mungkin koleksi mainan anaknya juga kita berikan finishing warna solid. Tapi kalau nanti diperhatikan secara detail ada teksturnya juga bisa dilihat seperti itu. Kalau misalnya kita lihat di sini ada warna bronze di sini Pak Avin ya. Iya betul. Mungkin ada ada alasan tertentu atau mungkin untuk memunculkan sisi modern tadi itu untuk kontras sih. Jadi tidak harus selalu warna gold. Lalu juga pendukung dari style modernnya agar balance dengan klasiknya. Oh mungkin sebenarnya ini sama itu dia sebenarnya mensimetriskan TV ya cuma dengan desain yang berbeda. Pak Alvin. Betul. Betul. Wah ya mungkin sisi modelnya di situ, Sobat. Jadi tidak melulu harus kanan kiri sama persis Alvin. Ya. Betul. Lalu kita juga gunakan sofa yang modular dibuat langsung shap atau satu formasi seperti ini agar usernya nanti bisa tidur-tiduran lah. Goler-goleran di sini. Kalau Heeh. lebih cozi jadi suasananya di sini. Oke. Oke, Siap-siap. Oke. Lalu mungkin kita bisa lihat void-nya kali ya. Iya. Siap. Ini void yang tadi kita sebutkan di area ruang keluarga, Sobat Impor. Jadi ini ee nyambung juga dengan area bawah tadi, Pak Alvin ya. Di juga di atas ya. I betul. Wah, sandelirnya kalau dari sini kelihatan lebih mewah ya. Betul sekali. Lalu juga dinding TV panelnya juga kelihatan jelas di sini. Ini yang dinding panel tadi itu yang Iya. Yang mengunakan marmer ceiling ya. Heeh. Marmer book match ya. secara berat ya. Heeh. Kemudian, Sobat ya kita buatkan bukaan atau jendela ini kan fix fix window sebenarnya sih. Nah, ini untuk memberikan kesan biar matahari lebih banyak masuk ke dalam rumah. Tapi memang dibikin ee dibuat frosted. Tujuannya biar tidak terlalu obvious nanti dari tetangga belakang untuk bisa melihat ke dalam rumah. Jadi hanya untuk memasukkan cahaya lebih banyak aja, Pak. Betul. Jadi kita buatkan kaca lebih banyak di situ gitu. Mungkin selanjutnya kita bisa ke kamar ana kali ya, Pak C ya. Oke. Wah, konsepnya lebih lebih modern di sini. Heeh. Memang ini jadi seperti ini, Sobat Emperor. Ee semisalkan ruangannya terbagi oleh pintu memang bisa dibedakan setelah pacah ya. Jadi memang ini kembali karena kalau kamar tidur kan memang kembali ke personal usernya ya, tes masing-masingnya. Memang request dari anaknya ingin dibuatkan modern dengan perpaduan warna kayu yang cukup menonjol lah. Di sini kalau kita bisa lihat. Mungkin ini spesifik anak laki-laki mungkin, Mbak ya. Iya, ini anak laki-laki. Makanya kita kasih warnanya yang lebih bold dan lebih sedikit maskulin lah kita bilang ya. Karena warnanya dari medium mulai ke warna tua, warna gelap gitu. Oke, oke, oke. Gitu. Nah, kita mungkin bisa lihat e selain area istirahat. Di sini juga area wardrop-nya nih, Sobat Empor, ya. Nah, Pak Coo di sini wardrop-nya kita gunakan kaca cukup gelap sebenarnya supaya kesan memangnya modern lah secara bentuk, secara style. Mungkin karena style dalam kamar tadi lebih e maskulin tadi, Pak. Betul. Terus paya juga kalau gelap ini asalnya kalau kita nata barang enggak rapi, enggak terlalu kelihatan berantakan lah gitu, Pak Cayo gitu. Cuma sebenarnya kalau nanti user buka itu ada lampu LED nyala di dalamnya gitu. Pak Cayo kita selanjutnya ke kamar mandinya nih. Oke. Jadi ada apa nih di kamar mandinya Pak Cayo? Kamar mandinya sih sebenarnya basic Pak Vin. Jadi ukurannya eh sama 2* 3 untuk masing-masing kamar e mandi anak. Jadi itu cukup komplit. Ada wastaffel, ada kloset, ada shower dan itu sudah punya pintu kubikal sendiri gitu. Jadi luku untuk kamar anak sudah lebih dari cukup sih sebenarnya sih untuk ukuran segitu kebutuhan-kebutuhannya ya. Untuk sendiri masih sama ya agak maskulin-maskulin juga ya secara warnanya. Betul. memang dikembalikan ke personal usernya. Oke, selanjutnya kita mungkin bisa ke kamar yang satunya lagi nih. Wah, jadi lebih private secara layout ya karena kita masuk enggak langsung ke area kamar tidur agak berbeda, Pak ya. Konsep dengan kamar anak ee yang laki-laki. Laki-laki tadi ya. Jadi kalau kamar anak laki-laki kan kita buka pintu langsung ketemu are kamar. Nah, untuk yang ini kita seperti hotel shoot lah ya. Hotel shoot room bathroom. Jadi buka pintu tidak langsung ketemu area bed. Jadi ketemu dulu area wardrop yaop dulu diin closet dari sini baru kita ke sebelah situ yang agak lebih besar Pak Vin ya secara apa secara layoutnya kebutuhannya juga lebih banyaknya juga banyak kalau perempuan anak perempuan ya gitu terus kalau Sobat Emperor bisa lihat secara bentuk ini kita ada dua model kabinet yang satu menggunakan cermin full mirror untuk dia berkaca atau styling ketika sudah menggunakan pakaiannya lalu di sini kabinetnya kita buat yang display karena memang untuk show off barang-barangnya juga Jadi memang mostly kalau yang solid itu biasanya nanti untuk baju daily, kalau yang ini untuk baju formalnya atau power dan secara warna juga beda ya. Kalau yang tadi kan kita agak gelap ya pemilha kaca juga ya. Ini mungkin secara lisnya pakai e agak gold kemudian dia lebih ke pakai clear glass. Jadi bisa agak lebih ringanlah secara look ya. Betul. Nah, dari sini kita akan menuju ke area kamarnya dia tidur ya. Di sini lebih tematik nih, Pak Cayo. Iya. Agak lebih ini ya ee warna agak berbeda ya. yang berbeda karena memang ini request personal dari user ya karena memang user juga perempuan makanya warnanya yang dipilihkan juga warna-warna yang lebih soft, pastel, dan feminin gitu. Makanya kalau Sobat Mor lihat kabelata kita warnanya kombinasi ada warna pinknya juga makin mempertegas si feminimnya juga di kasur juga sama di kertinnya juga kita berikan warna-warna yang soft perpaduannya. He. Jadi ketika istirahat di sini Kozi nih. Terus nih pacarnya menarik juga di kamar ini juga ada akses ke balkonnya nih. Balkon sendiri cukup besar. Jadi biasanya kita memang ee mengusahakan untuk setiap kamar itu sebenarnya ada bukaan pertama gitu. Nah, ini karena kebetulan memang luasan area bawah lantai satu dengan area lantai 2 itu sedikit lebih kecil area lantai du, Pak Vin. Oke. Nah, makanya untuk area ee sisanya tadi itu kita manfaatkan untuk menjadi sebuah area teras di lantai du dan kebetulan dia menyambung sambungnya itu ke dari kamar ee anak perempuan ini gitu kalau kita lihat di sini. Jadi kalau misalkan dia lagi bosan atau terima teman-teman, mereka bisa langsung main di sini. bisa nongkrong di sini ya. Iya. Kumpul-kumpul sekali ya. Ini face space-nya lumayan besar. Jadi kalau kita perhatikan tadi ini adalah kamar utama di bawah di lantai satu tadi Pak Alvin. Jadi karena kalau dibuat atap juga terlalu kecil kan gitu ya. Jadi sekali sekaligus saja kita buatkan terbuka di area teras gitu. Jadi anak-anak mungkin mereka karena anak-anaknya sudah lumayan dewasa, ada yang sudah kuliah, jadi mungkin mereka akan bawa ee teman-teman gitu kumpul di sini ya. Heeh. kumpul. Jadi mereka bisa main-main di sini. Ini pun sebenarnya tidak terbatas ke ruang anak saja, Pak Alvin. Aksesnya juga akan bersambung ke balkon utama di sebelah kiri. Sobat ini bersambung ke area living tadi, Pak Alvin. Ruang keluarga di lantai duanya, ya. Yes. Kalau kita menuju dan ini finishingnya pakai ee granit biasa, tapi coraknya menggunakan kayu. Jadi bisa agak lebih gampang untuk maintainya sih. Oke, begitu. Jadi kita look up ke bawah. Ini adalah ruang area kolam renang seperti itu. Jadi ee ini si kolam renangnya ya, Pak Cas. W bagus sekali, Pak Co. Kalau kita bersantai kita bisa langsung ngelihat area kolang renang. Ada suara airnya juga terdengar sampai ke sini. Benar sekali, Pak Vin. Nah, itu kalau sore-sore ada tanaman-tanaman gitu lebih menarik ya. Oke, gitu. Nah, kalau selain itu aksesnya bisa langsung ke area ini untuk akses ke area living room tadi, Pak Alvin. Jadi, bisa dari luar kamar, bisa dari kamar anak-anak juga bisa. Oke. Baik, gitu. Nah, mungkin kita sekarang bisa kembali lihat ke kamar mandi kamar anak perempuan yang tadi nih, Pak Cahyo sama tadi dia satu yang terlewat. Kita belum kasih lihat meja riasnya nih. Oh, iya ada meja rias yang betul Pak C spesifik ya, Pak? Cukup e secara bentuk spesifik warna juga styleen-nya. Disatukan juga dengan kabinetnya. Jadi ini emang meja riasnya juga bisa dipakai untuk meja kerja ya, area kerja. Jadi ini untuk koleksi mainan atau pajangan atau benda-benda lainnya di sini mungkin untuk karena masih kuliah ya mungkin ada kebutuhan kuliahnya. Aktivitas belajar, pendidikan juga disimpan di sini semua ada kabinet, ada storage ya. Sedikit tadi kita terlupa untuk nikp sedikit untuk karya kamar mandi. Mandi dan perempuan. Betul. Wah, jadi kamar mandi ini kita sebutnya sebelum kamar mandi kita melalui work closet dulu ya. Heeh. Betul. He re zonasinya ya Pak C ya secara ukuran sih masih sama Palvin e Sobat. Jadi ukurannya masih sama 2* 3 sama seperti kamar anak e laki-laki tadi. Cuman ini layoutnya saya berbeda. Jadi kalau pintunya ada di tengah berarti sebaiknya pas buka pintu itu adalah ketemu wastaffel. Jadi posisi wastaffel aja yang berbeda. Kalau kamar anak tadi itu pintunya di ujung. Jadi layout ee closet dan wastafnya akan diwitch gitu akan dibuka. Jadi karena pintunya pas di tengah menyesuaikan dengan desain interior dari Pak Tim Pak Alvin dienterkan jadi otomatis buka pintu kita ketemu masel ya disambutnya setelah kita bahas kamar-kambar anakin kita ada satu ruangan lagi e ruangan terakhir yang ee kadang-kadang kita tidak berencana untuk menaruh gitu. Nah, ini kita ada satu ruangan khusus ruang ibadah. Jadi yang biasanya kita kan enggak menyediakan ya. Ya. Jadi kita sediakan satu ruang ibadah sendiri. Mungkin bisa kalau sebagai muslim mungkin bisa sebagai musala atau sebagai ee penganut agama lain bisa menjadi area altar atau mungkin area berdoa gitu ya. Di ukurannya sih 3* 4 lumayan Pak Alvin ya secara ini gitu. Betul untuk satu keluarga cukuplah. Heeh. Di sini secara alasan. Kalau secara interior nih sepertinya ada marmer nih, Pak. Sama ini nih yang saya lihat tadi itu agak lumayan ee detail gitu ya. Lumayan mungkin bisa jelaskan sedikit konsepnya. I jadi memang ini ee marmernya kita mau kasih kesan yang mewah, kesan lega. Nah, kita kasih dua efek di sini, Pak Cayo. Jadi, pertama kita menggunakan laser cutting dengan finisher powder cutting untuk warna gold. Jadi, ada kesan mewah dari gold yang ditampilkan. Lalu didukung juga dengan permainan ambiance yang menyorot ke marmernya. Jadi kesannya di sini megah, suasananya sejuk gitu ketika beribadah. Pemilihan marmernya juga sedikit sekilas ada sedikit warna gold Pak Alvin ya. Iya betul. Ee ada ada kontinuitas tadi itu ada ada kesinembungan antara ee aksen-aksen lain dengan si Marmar itu sendiri ya. Betul. Betul. yang spesial Pakvin di sini selain menjadi ruang ibadah ee dia punya balkon sendiri Pak Alvin. Jadi kalau misalkan lagi penat gitu ya, lagi istirahat ingin berdoa, e B juga bisa langsung akses ke area luar. Ini langsung ke menuju ke area bukannya besar ya, Pak Celum besar. Sejuk ya, enggak harus selalu pakai AC. Jadi ya di sini benar. Jadi meskipun rumah klasik tidak harus tutup terus, Pak Alvin. Jadi kita bisa menggunakan area outdoornya sebagai rber santai lah ya. Gitu. Posisinya juga senter ya di fasad ini ya? Senter terhadap fasad. Jadi fasatnya juga eh tadi yang saya cerita di depan bahwa ini kita punya high ceiling parvin di area entrance-nya. Jadi ini memunculkan sesi klasik itu sendiri sebenarnya karena ini kalau kita lihat kan bisa drop off di bawah kemudian plafonnya lumayan tinggi dan kita juga pas duduk di sini atau berdiri view-nya lumayan spesus kan gitu ya dan tidak kehujanan lagi karena kan kita punya hover dan kanopi yang lumayan lebar betul lebar sekali Kita bahas untuk ruang terakhir tadi, Pak. ruang sembahyang atau ruang ibadah berakhir juga sudah untuk review kita kali ini Pak Alvin ya. Betul Pak Cah rumah salah satu klien kami di area Jakarta Selatan ini gitu ya. Mungkin Pak Alvin ada sedikit tambahan untuk bagaimana memunculkan si klasik itu sendiri biar orang tidak berpatok bahwa klasik is a klasic is a mo gitu. Iya. Jadi memang seperti yang sudah Sobat Tempori lihat ya, kita bisa perpadukan klasik itu dengan style modernnya itu sendiri tidak harus selalu klasik yang bangetlah gitu. kita bisa padukan, kombinasikanlah gaya-gayanya sebetulnya gitu. Oke, siap. Ee berarti itu juga untuk kali ini kita sudah bisa akhiri hari ini, Pak Alvin. Terima kasih banyak untuk waktunya. Terima kasih banyak, Pak. Ee semoga kita bisa memberikan konten-konten yang terbaik kembali ke viewer-viewer kami, ke customers-customer kami semua yavin ya. Nanti kita tunggu saja untuk konten-konten berikutnya yang kita akan berkolaborasi antara tim arsitek dan tim interior ya. Terima kasih sebelumnya sobatnyao. Selamat siang semuanya. berjumpa lagi.

Lihat di YouTube