Jungkat

Baru Masuk, BERANI Jual Mahal? - HONOR MagicBook Art 14 (YouTube Video)

  • 06/05/2025

Sekali lagi, Andre telah kembali ke Indonesia. Enggak sekedar bawa HP, foldable dan tablet, tapi juga sebuah laptop langsung di segmen flagship pula. Apa iya di Indonesia ada pasar untuk Ultra yang unik yang satu ini? [Musik] Magic Book Art 14 dari Aner sekilas memang terlihat sebagai rata-rata Ultra Book Evo high end sekarang. Keunggulan utamanya emang di portabilitas tercampit dari bodinya yang full dari magnesium alloy kualitas aerospace finishing dove tapi solid. Kerasalah ini bukan laptop murahan saat diraba-raba, diangkat-angkat dan dibuka tutup walau ekstra ringan dan ekstra tipis. Nah, saat kita explore lebih dalam, baru deh mulai muncul fitur-fitur lain yang bikin laptop ini unik dan kerasa high tech. Misal touchpad ekstra luas dengan heptic touch atau bahasa Apple-nya force touch. Tombol power-nya tuh fingerprint sensor. Setup 6 speaker yang empat di antaranya front firing. Dan yang paling penting touch screen OLED 3K yang super tajam dan super luas di kelasnya dengan catatan dia enggak bisa dibuka sampai tiduran 180 derajat. Yes, kita bisa lihat beel tipis di keempat sisi layar 14,6 inch 120 Hz ratio 3 bing 2 ini dengan ujung bulut di keempat sisi, layaknya smartphone atau tablet. Well, karena ukuran yang relatif luas, MagicBook Art 14 dijamin enggak bikin sakit mata saat bikin presentasi, buka YouTube, ngedit video, main game, atau mantengin grafik saham selama berjam-jam. Sebab juga berlabel iye Comfort TI Rinland. Sebagus-bagusnya layar dan konstruksi laptop ini, gue belum ceritain hal paling unik dari Magic Book Art 14, yaitu webcam magnetic copot pasang yang disimpan secara internal di samping kiri. Siapa sangka bakal ada laptop yang sistem webcam-nya seaneh eh sori seunik ini. Kelebihan utama ya bezel dan layar tipis enggak terganggu. Privasi super aman, kamera bisa dibolak-balik depan belakang. Tapi kekurangannya jadi nambah kompleksitas dan biaya. bisa enggak sengaja copot dan hilang terus bisa ketelan anak kecil. Tapi yang penting ini trik sulap yang seru banget buat pamer ke teman-teman kantor kan. Hmm, tebal 1 centti bukan alasan buat her untuk melupakan USBA dan HDMI 2.1 full size bareng audio jack di sisi kanan. Lalu di sebelah slot webcam internal ada port USBC Tbolt 4 serta USBC 3.2 Gen2 yang semuanya support charging dan display output di sisi kiri. Oke, segala hal yang ada di laptop ini so far udah kedengaran sangat high end. Namun ternyata saat ini MagicBook Art 14 yang masuk Indo cuma dikasih satu opsi yaitu Intel Core Ultra 5125. I mean, come on. Pretty much semua Ultra Book Evo lain dip juta ke atas di pasaran minimal kasihlah Core Ultra 7. Ini masih core Ultra 5 Meteor League pula. Tapi ya udah berharap aja untuk mayoritas targetografi laptop ini performanya udah cukup dibarengi RAM solder LPDDR5 yang bentuk di 16 gig serta SSD 1 ter NVM Gen 4 upgradable. Dari segi prosesor kami enggak perlu komplain ya. Core 100 series bisa dibilang lebih dari cukup secara power CPU untuk penggunaan ultra portable. No problem banget buat dipakai multitasking ringan berkat 4 core dan 8 core. Bisa diadu secara performa lawan core Ultra 7 lunar leag. Tapi tentu jauh dari segi efisiensi baterai. Render-renderan cukup cepat pastinya karena kebantu Intel Arc 7 core. Nah, Intel Arc 7 Core ini memang masih lebih cupu dibanding IGP Bon Core Ultra 7 atau Ryzen AI7 terbaru. Namun upgrade kok kalau kalian mau beranjak dari Ultra Book Evo Intel Core i7 generasi 11 atau 12. Contoh, Wukong sekedar jalanin ya bisa dietting low. Namun jangan harap punya performa yang mendekati Radeon 880M atau Intel Arc 140V. Karena ini laptop tipis orientasi lifestyle dan kantoran, masuk akal kalau ventilasinya minim buat jaga estetika. Dia punya dua kipas dan vaper chamber besar. Boleh dari ujung kiri ke ujung kanan, tetapi exhaust sport-nya ada di exel dan itu kecil. Sehingga kalau dipakai kerja berat dan main game, panasnya tetap bocor ke arah keyboard. Nilai plusnya ya ventilasi enggak ganggu desain dan estetika. Terus bunyi kipasnya senyap. Kalau buat orang yang enggak main game dan kerja berat, ini laptop oke banget. Soal keyboard dan touchpad ini sangat nyaman, terasa luas, lengkap pakai indikator FN toggle ala Huawei, tombolco pilot, backlit 3 tingkat, key travel 1,5 mm, dan heptic touchpad. Sekarang udah natural dan responsif banget feel-nya. Beda sama dulu pertama kali coba di Huawei MacBook X keluaran 2021. Bisalah diadu sama touchpad-nya MacBook Air. Speaker pun sekarang udah standar laptop flagship banget, jernih dan powerful. Bass juga oke. Enggak heran karena di atas ada empat speaker dan dua subwoover di bawah. Tinggal daya tahan baterai aja nih yang perlu di-improve. Kami playback YouTube di mode Power Saver cuma kuat 9,5 jam. Maybe kalau pakai layar yang variable refresh rate dan update prosesor ke Intel Core Ultra 200 V series ini bisa improve secara drastis daya tahan baterainya. Oh ya, adapter USBC bawnya pakai daya 65 watt standar. Alright, mungkin ini laptop yang recommended dibeli kalau kalian somehow nge-fans sama HER dan mau ngelengkapin ekosistem bareng smartphone her misalnya. AI Cross OS HER Workstation udah sematang ekosistem Huawei. Bisa screen sharing dan data sharing instan tanpa restriksi app Google pula di smartphone dan tabletnya. Tapi dengan harga R25 juta kembali 1000 saat ini, Magic Book Art 14 tentu akan kesulitan untuk bersaing lawan opsi-opsi Ultra Book Intel Evo dari Asus, Lenovo, HP, Acer, bahkan MSI dengan spek dan performa lebih mumpuni. Minimal kasih dong Core Ultra 7 dan RAM 32 gig gitu. Di luar itu harus diakui laptop ini punya feel dan fitur-fitur unik. Mungkin menakrif buat kalian yang berdometable dan pengin punya laptop yang berkarakter atau beda dari yang lain. Semoga her jangan sampai kapok buat ngerilis line up laptop mereka di Indonesia. Kami akan tunggu kehadiran sebuah magic book yang segmennya di belasan juta. Itu dulu dari kami. Please banget buat mendang mending di komentar. M. And as always, stay safe, stay healthy.

Lihat di YouTube