Batal Kecewa! | Hands On Samsung Galaxy Z Fold7 (YouTube Video)
Bismillah, alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Ini dia Samsung Galaxy Zfold 7 dan ya, mari kita hands on device terbarunya Samsung yang satu ini. Tech review. Jadi, saat ini saya lagi ada di acara local Global Unpack. Enggak global dong, berarti local Galaxy Unpack vers Indonesia lah. Kurang lebih begitu ya. Dan saya di sini main-main dengan Samsung Galaxy Zfold 7 dan juga Samsung Galaxy ZFlip 7. Nah, kali ini kita pengen ngebahas tentang foldable-nya yang jadi jagoan Samsung untuk pertengahan tahun 2025 ini. Zult 7. Ada tiga hal yang sebenarnya diminta sama pengguna Samsung Galaxy ZF 7 dan akhirnya hadir di sini ya. Yang pertama layar depan yang lebih besar, yang kedua ukuran yang lebih tipis, dan yang ketiga kemampuan kamera yang luar biasa seperti Ultra Series. Tiga-tiganya itu hadir di sini mulai dari ukuran layar depan yang lebih besar. Awalnya saya kira saya lebih nyaman dengan ukuran ZF 6 yang bisa dibilang ini lebih seperti remote lah. Tapi ternyata enggak juga tuh. Bisa dibilang rasanya nyaman yang justs normal dan tidak keberatan juga ya kalau misalkan hal ini terjadi di Samsung e Galaxy F series dan pun kalau misalnya pengin masih ngetik menggunakan satu tangan, ternyata masih bisa ya dan masih aman-aman aja enggak ada sesuatu yang gimana-gimana juga. Dan begitu kita buka atau kita ngelihat main screen-nya, ukuran layarnya lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Tapi ada perbedaannya juga ya. Kalau kita tekan ini layarnya terasa lebih keras, lebih kokoh dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Krisnya juga lebih tidak terlihat. Ini sepertinya karena adanya pembaharuan dari sisi layar. Yang pertama itu hadirnya Ultra Tin Glass yang lebih tebal 50% dibandingkan dengan generasi sebelumnya di sini. Dan juga untuk lapisan dasarnya dari yang tadinya pakai karbon sekarang Samsung Galaxy ZF4 menggunakan Titanium Natis plate layer sebagai base-nya. Tujuannya tentu tak lain dan tak bukan untuk masalah durability dari Samsung Galaxy Zfold 7. Nah, kalau kita ngomongin masalah ringan dan juga tipis, Samsung Galaxy Zfol 7 ini sudah memiliki tingkat ketipisan 8,9 mili dalam kondisi terlipat dan 4,2 mili dalam kondisi terbuka. Beratnya sendiri ringan ya, 215 gr aja. Gimana ceritanya form factory ini bisa dicapai? Tentu yang pertama terkait dengan engineering layar yang baru dan juga sepertinya terkait dengan hinge ya, armor flag hinge yang baru. Udahlah base hingch-nya memang lebih kecil dan ternyata untuk kita gunakan sambil buka tutup pun juga terasa lebih kokoh dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Tapi bukan berarti ada perubahan cara penggunaan ya. Karena kalau misalnya kita streaming menggunakan layar depan dengan kondisi flexnya agak keangkat pun juga masih bisa. Dan ini terjadinya tetap masih hanya terjadi di Samsung Galaxy ZFold Series saja. Karena foldable yang lain, kita buka sedikit hingch-nya biasanya sudah langsung pindah masuk ke main screen di bagian dalam. Dari sisi performance-nya, Samsung Galaxy Z47 ini dipilih menggunakan chipset 8 Elite. Tentu tak lain dan tak bukan 8 Elite for Galaxy. Berpadu dengan RAM up to 16 GB dan juga storage up to 1 TB. Jadi bisa menjadi content creation monster device juga sebenarnya. Samsung Galaxy Zfol 7 hadir dengan One UI8 yang sudah menggunakan basis Android 16. di mana generasi sebelumnya tuh baru aja loh dapat One UI7, tapi ini udah dapat One UI8. Tentu ini hadir dengan konsekuensi ya seperti Galaxy AI yang sudah lebih seamless yang sudah berbeda dan ya untuk experience hariannya nanti deh menyusul dihadirkan di video review lengkapnya. Dari sisi kamera Samsung Galaxy ZFT 7 ini udah menggunakan main kamera 200 megapel 12 megap ultrawide angle with autofokus. Untuk ultrawide-nya 10 megapel tele kamera dan juga 10 megapel front kamera. Baik untuk main screen di dalam ataupun juga cover screennya. Nah, tapi tentu seluruh upgrade dari Samsung Galaxy Zfold 7 bukan berarti hadir tanpa kompromi. Ya, ada beberapa hal yang harus dikorbankan oleh Samsung untuk meng-achieve form factor yang tipis dan ringan ini ya. Yang pertama tentu tak lain dan tak bukan itu adalah penghilangan digitizer. Apa sih digitizer itu loh yang ngebikin SEN bisa dipakai di Samsung Galaxy F series. Jadi ya Samsung Galaxy Z47 itu sudah tidak bisa menggunakan S Pen lagi. Tapi emang kalau misalnya tetap masih pengin menggunakan ala-ala stylus tentu bisa menggunakan third party stylus yang memiliki kemampuan capacitive touch. Pas ditanya alasannya apa, ternyata pengguna dari S Pen di Samsung Galaxy ZF Series dikategorikan sebagai sedikit ya, tidak sampai 3% pengguna F series yang membeli cover S Pen biasanya. Jadi banyak yang minta nih begitu dihilangin, "Hayo minta saya 3% itu." Dan jujur aja pas awal datang ke acara ini saya tuh agak-agak broken hearted ya karena SEN-nya hilang. Tetapi setelah akhirnya main-main dengan device ini cukup lama, megang-megang, buka tutup, buka tutup, ngetik-ngetik, okelah saya akhirnya kepikiran mungkin masih enggak apa-apa mengorbankan S Pen untuk form factor yang bisa dibilang lebih ciamik. Ini kompromi yang kedua, tidak bisa dibilang kompromi, tapi harus dicatat ya, itu adalah masalah baterai. Samsung Galaxy ZF 7 hadir dengan baterai 4.00 mAh. Good news-nya ini masih sama dengan generasi sebelumnya. Tapi ya mungkin ini jadi catatan aja kali ya untuk Samsung bisa meng-upgrade e teknologi baterainya. Jadi menggunakan silikon carbon mungkin biar bisa lebih besar. Next iteration please. Thank you. Catatan kom yang ketiga itu adalah masalah charging speed-nya. Samsung Galaxy Zfold 7 ini charging speed-nya masih 25 watt aja. Em ngerti sih tidak adanya vapor chamber di Samsung Galaxy Zfold 7 kalau ditaruh 45 watt bisa jadi mungkin terlalu panas. Terus kalau tidak ada vaper chamber, gimana caranya nih mendinginkan handphone yang satu ini? Dengar-dengar ada satu buah mekanisme baru itu namanya adalah ultra high density thermal system. Jujur untuk bagian ini saya pengin menggali lebih jauh lagi untuk tahu seperti apa sih si ultra high density thermal system itu. Tapi untuk sekarang informasinya masih berhenti di situ. Nah, kompromi yang terakhir tentu di bagian harga ya. Karena form factornya ini udah cakep tipis jadi mau enggak mau harganya ada kenaikan. Untuk Samsung Galaxy Z47 varian 12256 itu mulai dari harga Rp28.499.000. Yang 12512 ini harganya 31499 dan yang 16 1 TB ini harganya 3499. Untungnya ada semacam promo double storage ya. Jadi kalau beli 256 dapat 512, beli 512 dapatnya 1 tera. Jadi silakanlah digunakan promo ini. Dan good news-nya sama seperti Samsung Galaxy ZFlip 7 eh kalau beli selama masa pre-order sampai dengan tanggal 31 Juli nanti ada 3 years protection. 1 tahun itu meng-cover full garansi. Kalau misalkan handphone ini jatuh atau rusak karena kesalahan pribadi dan 2 tahun setelahnya itu dico-cover untuk bagian screennya semisal ada green line atau apalah segala macam. Tapi tentu ada syarat danan berlaku yang nanti akan diinfokan lebih lanjut mungkin di kolom deskripsi atau di kolom komentar. So, ya was Samsung Galaxy Z47. Gimana menurut Anda? Coba tulis di kolom komentar. Ayuk kita diskusi. Dan kalau diajak milih saat uang bukan satu buah kesulitan gaya ya. Pilih yang mana? Apakah Zifold atau ZFlip? Tulis di kolom komentar. Ayo kita diskusi. Untuk sekarang Taufik mod diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bye.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















