Jungkat

Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar - Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL) (YouTube Video)

  • 08/07/2026

Cari laptop Windows yang pakai X86 yang baterainya masih bisa tahan seharian, beneran seharian. Kalian harus nonton video ini. Karena laptop yang satu ini baterainya tahan sampai 22 jam. Enggak cuma [berdehem] baterainya awet, performanya juga kencang. Main game triple A juga masih jalan loh. Layarnya OLED 100% di CP3. Buat content creation udah mantap. Body aluminium bobot cuma sekitar 1,3 kg. Ini adalah Asus Vivobook S14 OLED. Ya, kalau dilihat dari spesifikasinya aja, laptop yang satu ini memang belum menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3 yang paling baru. Memang walaupun demikian, performa dan kemampuan di laptop ini enggak bisa dipandang sebelah mata. Dan untuk [berdehem] kelas harga segini di tahun 2026 ini masih sangat masuk di akal. Penasaran dengan laptopnya? Mari kita bahas mulai dari spesifikasi utamanya. Oke, untuk prosesornya dipakai Intel Core Ultra 5226V. Code name-nya Lunar Lake. Ini spesial ya, karena waktu Lunar Lake dibuat ini emang spesial banget untuk bikin baterai awet tapi GPU super kencang. Litografinya TSMC N3B. Oh bukan 7 bukan 10. Ini N3B ya. Bas TDP ada di 17 watt. Dia punya 8 core, 8 trade. Serta 4 efficient core. Untuk maksimum boost clock-nya ada di 4,5 GHz dan dia punya 8 MB Intel Smart Cash. Untuk NPU-nya dia pakai Intel AI Boost dengan performa up to 40 tops. Jadi sudah mau dipersyaratan kopilet plus PC. IGP-nya pakai Intel Arc 130 V Graphics ya dengan 7xi Corse ini kencang. Lalu untuk RAM 16 GB LPD 5X 7467 dual channel on prosesor. Iya ini nempel di prosesor. Ini memang enggak bisa di-upgrade karena dia nempelnya di prosesor. Udah nih ya ini spesial buat yang seri-seri V ini ya. Tapi udah 16 GB dan udah langsung dual channel dan kencang banget. Jadi rasanya udah cukup bangetlah untuk kegiatan yang bisa dilakukan di laptop-laptop tipis seperti ini. Untuk stor saya pakai 512 GB SSD NVMI PCI4x4. Enggak ada slot tambahan di sini ya. Jadi kalau mau upgrade SSD harus ganti yang udah terpasang. Untuk aktivitas wireless dia pakai Intel WiFi 7 be21. Jadi udah WiFi 7, Bluetooth-nya versi 5.4. Kapasitas baterainya mantap nih. 75 wat hour untuk sebuah tin and light ini gede. Sistem operasinya pakai Windows 11 Home untuk body form faktornya adalah clamp shell materialnya logam. Nah, desainnya Vivobook S14 yang ini masih pakai desain yang sangat mirip dengan Fibook S14 yang sebelumnya yang pernah kita review. Desainnya kompact, slim, membuatnya terlihat elegan dan profesional, jadi cocok digunakan untuk kerja formal. Di bagian cover atas ada teks Asus Vivobook yang mengkilap di situ ya. Dan seperti biasa, laptop yang saat ini diklaim juga sudah lolos uji ketahanan militer standar 810H. Untuk varian warna cuma satu, yaitu cool silver. Dimensi panjang 31 cm, lebar 2 2,1 cm, dan ketebalan di 1,39 sampai 1,59 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,29 kg. Chargernya 216 gr. Ini charger dengan daya 65 watt ya dan colokannya sudah menyatu dengan adapter. Jadi lebih praktis aja kalau dibawa-bawa. Total bobot kalau dibawa dengan chargernya adalah 1,51 kg. Untuk display-nya, layarnya dinamakan Asus sebagai Lumina OLED Display. Panelnya tentu panel OLED ukuran 14 inci, resolusi Wuxxga 1920 1200 dengan aspek rasio 16 b. Refresh rate-nya 60 Hz dengan respon time di 0,2 ms. Iyalah layar OLED ya. Nah, dari pengujian kami brightness-nya itu ada di 300 nits. Lalu untuk gamut coverage 100% di CP3 dan gambut volume di 121,8% di CP3. Mau ngedit pakai sRGB aja karena gamut tadi terlalu lebar. Tenang bisa karena di software My Asus tuh ada menu untuk mengubah profil gambut layar. Opsinya ada native sRGB, DCIP3 dan ada display P3. Nah, saat kita tes di mode sRGB dan DCIP3 hasil karga modnya sudah tidak terlalu melebar dan cukup mendekati 100% baik itu 100% sRGB maupun 100% DCIP3. Untuk permukaannya itu glossy ya seperti layar oli pada umumnya. Jadi warna yang ditampilkan tuh terlihat lebih cemerlang aja. Bingkai layar tergelong tipis dengan screen tubuh di rasio di 87%. Nah, untuk kamera mikrofonnya untuk webcam-nya dia pakai Asus AI Sense Camera dengan resolusi 1080p 30 fps. Webcam-nya sudah support fitur-fitur AI yang ada di Windows Studio Effect seperti automatic framing, iye contact, dan background effects. Sedangkan untuk mikrofonnya ini juga dilengkapi dengan fitur Asus AI noise cancellation yang dapat kita akses melalui software My Asus. Untuk hasil pengujian kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini. Oke, sekarang kita sedang berada di studio untuk menguji kemampuan kamera dari laptop Asus Vivobook S14 yang satu ini. Nah, kamera laptop ini bisa merekam video up to 1080p 30 fps di rasio 16 b 9. Dan untuk hasilnya kurang lebih seperti ini. Oh ya, buat kalian yang mau hasil perekamannya itu maksimal, pastikan kalian berada di ruangan dengan kondisi cahaya yang memadai ya. Oke, saat ini saya sedang berada di luar untuk menguji kemampuan mikrofon dan no seling dari laptop Asus Vivobook S14 yang satu ini. Nah, seperti yang kalian lihat di belakang saya, kondisi jalanan lagi ramai kendaraan. Meski begitu, suara saya masih bisa terdengar dengan jelas dan noise di belakang saya bisa direduksi dengan cukup baik. Lanjut lagi untuk audionya. Laptop ini merupakan speaker dari Harman Cardon dengan dua lubang speaker yang mengarah ke alas laptop. Terdapat software Dolby Atmos yang dapat digunakan untuk mengubah profil audionya. Nah, speaker laptop tipis ini ternyata bisa mengeluarkan suara yang lantang ya. Kualitasnya juga terasa memuaskan seperti seri Zenbook-nya. Bahkan suara bass dan separasi juga bisa disajikan dengan cukup baik di sini. Untuk konektor di kiri ada satu HDMI 2.1, ada dua Thunderbolt 4 yang sudah support display output, power delivery, dan penggunaan perangkat Thunderbolt lainnya seperti SSD atau external GPU. Dan ada satu audio jack combo 3,5 mm. Beralih ke sisi kanan di sini ada 2 USB 3.2 Gen One. Untuk keyboard dia pakai keyboard Asus Ergo Sense dengan layout standar dari laptop kelas Vivobook yang S ya. Ukuran tombol tergolong cukup memuaskan dengan jarak antar titik pusat dari tombol itu ada di 19,05 mm. Kicky caps-nya punya cikungan sedal 0,2 mm dengan travel distance di 1,7 mm. Ini membuatnya tuh enak banget dipakai untuk mengetik ya. Sayangnya keyboard satu ini memang belum dilengkapi dengan backlit. Kenapa? Oke, lanjut untuk touchpad-nya. Yang satu ini terletak center to body, jadi sedikit melebar ke space bar yang kanan ya hingga ke tombol cilot. Ukuran terlalu besar di 13 * 8,5 cm. Tidak ada tombol khusus untuk klik kiri dan klik kanan di sini, tapi sudah menggunakan pression touchpad yang cenderung quiet saat ditekan dan kedalaman kliknya ada di 0,23 mm. Oke, untuk sistem keamanan dia sudah dilengkapi dengan infrared kamera yang sudah mendukung Windows Hello. Jadi kita bisa login ke Windows dengan lebih cepat dan mudah. Untuk sistem pendingin dia menggunakan sistem pendingin aktif dengan teknologi Asus Ice School. Terdiri dari dua heat pipe tembaga dan dua kipas yang dilengkapi dengan penyaring debu. Wow, nice. Intake dari bawah dengan dua ventilasi pembangan udara ke arah belakang. Tenang, meskipun ini mengarah ke belakang, udara panasnya tidak menembak ke arah layar. Jadi, harusnya udah aman untuk layar oled-nya, ya. Lanjut untuk aspek performa. Terdapat empat mode performa atau fan profile yang dapat diakses melalui software My Asus dengan opsi full speed performance standar dan whisper. Mode performa ini juga dapat diubah ya dengan mudah dengan pakai tombol function plus huruf F. Konsistensi performa kita lihat sekarang dengan sinabes R23 selama setengah jam. Untuk skor maksimal ini unik ya karena skor tertingginya bukan di run pertama. Untuk skor maksimal MC drak di mode standar itu mencapai 10.078 poin. Di mode performance dia bisa 10.133 333 poin dan di mode full speed terlihat sedikit lebih rendah tapi ini masih perbedaan variasi run aja sebetulnya ada di 10.111 poin hanya beda sekitar 2%-an aja sedangkan untuk skor yang bisa dipertahankan untuk mode standar sempat turun ke 7.000-an poin tapi kemudian kembali lagi naik bertahan di sekitar 9.500 sampai 9.600 poin. Sementara di mode performance dan mode full speed terlihat masih sangat mirip di 10.000 sampai 10.100-an poin. Nah, karena menurut Asus ini adalah laptop Intel Evo, kita juga tes performanya saat tidak dicolok ke charger. Hasilnya skor bisa bertahan di kisaran 9.300 sampai 9.400-an poin. Masih mirip dengan performa mode standar saat dicolok ke charger. Jadi masih sesuai dengan harapan kami untuk sebuah laptop Intel Evo. Nah, untuk su kerjanya saat jalan di mode full speed SU hanya spike sekali ke 85 derajat Celcius kemudian langsung turun dan stabil di bawah 80 derajat Celcius. Jadi ini adem banget. Oke, langsung kita lihat pakai apa. Blender. Oke, BMW 27 scene ya. CPU render ST dalam waktu 4 menit 5 detik. Kalau pakai GPU render dengan one API langsung turun ke 49 detik. Mantap kan tuh? Nah, so kerjanya pasat melakukan GPU render one API susipnya ada di bawah 70 derajat celcius dengan sesekali spek ke 71 sampai 73 derajat celcius. Ini adem banget. Jadi mau modeling 3D tipis-tipis bisa di sini. Lalu Adobe Premiere Pro CCI 2026. Nah, video kita gunakan yang baru juga ya yang durasinya 5 menit pas. Hasilnya untuk 4K60 video exportingnya tuh butuh waktu 9 menit 58 detik. kayaknya 4K60 enggak cocok mungkin 4K 30 cocoknya ini ya. Dan untuk 1080p 60 FPS video exportnya itu adalah hanya 2 menit 58 detik saja. Jadi kalau untuk full HD 60 fps, 30 fps aman kencang dia ya. Nah untuk suhu kerja pada saat melakukan 4K60 video exporting SUP itu aman di bawah 70 derajat celcius dengan spike ke 71 derajat celcius saja. Lanjut ke Davin Cheir Soft 20 software videoing class profesional tapi ini versi gratisnya. Video masih sama, durasinya 5 menit pas untuk 4K60, video exportingnya butuh waktu 14 menit 45 detik. Untuk 1080p 60 fps butuh waktu 4 menit 49 detik. Jadi kalau untuk Dafinci memang ee mungkin video yang tertingginya di 1080p 60 fps ya yang mantapnya ya. Nah, untuk suhu kerja di 4K60 video exporting SU CPU aman banget 65 sampai 76 derajat celcius aja. Bahkan Da Vinci yang sering galak banget ini jadi aman. Capcut video editor. Durasinya masih sama ya 5 menit ya. Untuk 4K60 video butuh waktu 6 menit 40 detik. Ini bisa diterima atau kita pakai yang 4K30 bisa juga. Untuk 10 sampai 60 video export dia butuh hanya 3 menit 19 detik. Jadi kalau di CapCut ini sudah dekat ya e durasi video dengan durasi waktu eksportnya. Jadi mau 4K60 udah lumayan oke sih ini ya. Tapi untuk 4K30 jelas akan lebih pas dan kencang exportingnya. Untuk suhu kerja bersama melakukan 4K60 video exporting. Di sini juga suhu CPU adem ya, 65 sampai 73 derajat celcius saja. Oke, lanjut lagi ya. Walaupun ini laptop yang tipis ya dan katanya enggak cocok kelihatan buat gaming gitu ya, tapi IGP-nya ini sangar loh. Perhatikan aja kemampuan gamingnya bisa gini dia. Lanjut untuk SU kerjanya dengan game Cyberpunk 2077. Ya, betul Cyberpunk 2077 selama setengah jam buat gaming ternyata adem juga. Suyunya cuma sekitar 71 sampai 75 derajat celcius. Bukan cuma suhu kerja yang adem, suhu permukaannya juga adem nih ya. Tit panas di area tengah keyboard tuh dekat angka 7 dan 8 ini 44 derajat celcius. Tapi area ini kan gak dipakai buat main game ya, jarang kesentuh ya. Kalau area sering disentuh di sebelah kiri itu suhunya di bawah 34 derajat celcius. Area kanan juga adem di bawah 32 derajat Celcius. Palmr juga sama di bawah 32 derajat Celcius. Mari sekarang kita lihat kecepatan SSD-nya. Untuk kecepatan bacanya ada di 6.361 MB/s dan untuk tulisnya ada di 4.102 MB/s. Memang ini bukan SSD PCI Gen4 terkencang yang pernah diuji, tapi untuk laptop Tin and Light ini udah kencang banget. Lanjut untuk daya tahan baterainya ya. Di sini kita pakai mode standar aja. Bright 150 unit, volume 25%. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback. Jadi muter video nonstop, baterai baru habis setelah 22 jam 10 menit. Ini sih bagus banget. Benar-benar mantap ya. Kalau mod kerja seharian sih harusnya aman banget ya. Oke, untuk charging-nya bagaimana? 30 menit pertama terisi di 38% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 50 menit. Ini lagi-lagi sesuai ekspektasi, sedikit lebih baik dari ekspektasi kami bahkan. Oke, untuk harganya berapa? Nah, laptop yang satu ini jual di harga kisaran 19.299.000 dan semuanya udah mencakup Microsoft Office Home 2024. Ada gratis langganan Microsoft 365 selama 1 tahun, ada backpack laptop Asus, serta ada garansi 3 tahun global yang bisa diklaim di seluruh dunia dengan cakupan 114 negara. Garansi ini juga sudah mencakup Asus VIP perfect warranty selama 3 tahun dan ini bisa diklaim di dalam negeri. Oke, hal yang perlu diperhatikan pertama RAM-nya on prosesor ya. Jadi enggak bisa di-upgrade memang tapi udah 16 gig dan kencang dan nempel prosesor ya. Jadi harusnya mantaplah ini ya. Lalu walaupun prosesornya mungkin bukan yang paling baru dan bukan yang paling kencang tapi performanya udah sangat mencukupi untuk sebuah laptop Tetin NL tahun 2026 ya. Game triple A juga jalan di sini kok. Mau render 3D juga bisa ya. Kemudian ini yang paling disayangkan entah kenapa keyboard-nya ini masih belum dilengkapi dengan backlit nih. Tolonglah Asus backlit aja udah mantap kok yang satu ini. Nah, dari se menariknya desainnya ringkas tipis, bobot juga masih tergolong ringan lah ya. Dan bodinya terasa premium karena materialnya yang full logam. Buat multitasking masih oke. Prosor 8 core tapi ini powerful ya. Dipakai buat gaming juga masih bisa. IGP-nya udah kencang dan punya support-support fitur untuk XCS juga. Lalu udah punya sertifikasi Intel Evo platform termasuk ada Copil Plus PC juga di sini ya. Layarnya juga mewah, cocok dipakai content creation, nyaman dipakai buat nonton. Kemudian yang paling penting banget daya tahan baterai beneran bikin kita kaget bisa nyampai 22 jam lebih. Dan jangan nanya itu e X86. X86 jelas X86 ini. Ini Intel kan ya. Korektor juga lengkap bahkan udah punya dua. Thunderbolt 4 kamera 1080p pakai infrared untuk biometrik. Wii 7 [mendengus] Bluetooth versi 5.4 garansi 3 tahun global lengkap dengan 3 tahun VIP perfect warranty. Jadi pertanyaannya Asus Vivobook S14 OLED ini cocoknya buat siapa sih? Ya, buat pebisnis atau pekerja kantoran yang punya mobilitas tinggi dan nyari laptop yang ringkas ringan, yang desainnya elegan, ini bisa jadi opsi yang sangat menarik buat yang sering WFA atau pekerja lapangan dan nyari laptop yang baterainya awet buat WFC mungkin. Nah, ini juga mantap banget yang satu ini. Atau nyari laptop tipis buat editing video sampai 4K 30 FPS-nya masih oke. Yang satu ini video pendek 10 60 FPS enggak ada masalah, Bos. ya. Buat yang sering ke luar negeri atau mungkin kerja di luar negeri dengan waktu yang lama atau sering traveling gitu ya, ASUS punya garansi global yang bisa diklaim di seluruh dunia. Jadi mungkin mau beli di sini terus mau dibawa untuk kuliah di luar negeri bisa banget itu. Walaupun bukan yang super-super kencang tapi Asus Vivobook S14 OLED ini benar-benar membawa berbagai hal yang dibutuhkan pengguna kantoran sampai mungkin semua orang ya. Body ringkas, desain cantik, baterai awet, dan sebenarnya performanya masih mantap untuk kelas harganya. Kalau dicari adalah sebuah laptop Tin and Light yang sudah meniput seratan Intel Evo dan garansinya bisa dikelim di seluruh dunia. Asus Vivobook S14 oleh ini layak jadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Lihat di YouTube