Baterai Awet, Desain Profesional - Review HP Omnibook X 14 (YouTube Video)
Ini adalah laptop class premium yang menggunakan prosesor Snapdragon. Prosesornya punya 8 core. NPU-nya punya performa hingga 45 tops. Jadi jelas udah termasuk cilot plus PC. RAM-nya 16 GB LPD dari mx yang kencang. Layarnya IPS resolusi 2,2G dan sudah support touch screen. Kameranya resolusinya 5 megapel dan baterainya bisa bertahan 20 jam lebih. Ya, ini adalah HP Omnibook X14. Nah, buat yang udah lama terjun di dunia teknologi, terutama laptop, ya, nama Omni pastinya udah enggak asing, ya. Lini Omnibook ini mulai diperkenalkan di tahun 1993 tapi sempat berhenti atau discontinue di tahun 2002. Dan sekarang Omnibook ini dilanjutkan lagi dan diperkenalkan sebagai lini laptop consumer dari HP. Oke, kita langsung mulai pembahasan dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Untuk prosor dia pakai Qualcom Snapdragon X Plus X1P42100 ya. Fabrikasinya 4 nanm. Punya total 8 core 8 trad Qualcom Orion CPU. Maksimum multitad frekuensinya ada di 3,2 GHz dan single core boost frekuensinya di 3,4 GHz. Total cas-nya besar di 30 MB. Integrated graphicsnya pakai Qualcom Adreno GPU. Dia punya performa up to 1,7 teraflops dan tentunya sudah mendukung API Direct X12. Jadi mampu menjalankan game yang berbasis Direct X12. NPU-nya pakai Qualcom Hexagon NPU. Sudah punya performance hingga 45 tops. Jadi sudah memenuhi persyaratan copy plus PC dari Microsoft. Untuk RAM 16 GB LPDDR 5X 8448 on board dual channel 128 bit tentunya karena onboard jadi enggak bisa di-upgrade ya. Untuk kapasitasnya itu storage-nya di 512 GB SSD NVMI PCI Gen 4. Tidak tersedia slot SSD M2 tambahan ya di sini. Jadi kalau misalnya mau upgrade kita harus ganti SSD yang sudah terpasang. Untuk konektivitas wireless menggunakan modul Qualcom Fast Connect dan dia sudah support Wii 7 dan Bluetooth versi 5.4. Tentunya dia juga sudah support Bluetooth audio Connect Apx. Jadi kuota suaranya bisa lebih baik lagi dibandingkan kodex SBC atau AAC yang biasa ditemukan di laptop selain Snapdragon. Tentunya kita juga butuh perangkat yang support X ya untuk memanfaatkan fitur ini. Tapi udah banyak kok sekarang. Untuk kapasitas baterai ada di 59 watt hour. Sistem operasinya pakai Windows 11 Home. Nah, untuk body fernya adalah clim shell atau laptop classic. Materialnya pakai aluminium dengan sunblasted anodized finish. Warnanya ini glacier silver atau ya silver gitu ya. Nah, untuk desain Omnibook yang satu ini memiliki desain yang serasa mirip seperti lini NV di generasi sebelumnya. Desainnya masih terlihat sangat bersih dan minimalis. Terasa profesional dan elegan penampilannya. Jadi kalau mau dipakai untuk kerja atau meeting udah pas banget yang satu ini. Untuk dimensinya panjang 31,29 cm, lebar 22,35 cm, dan ketebalan di 1,44 cm. Bobotnya untuk laptopnya aja di 1,32 kg dan chargernya 200 gr. Jadi total bobot kalau dibawa-bawa sekitar 1,52 kg. Panel LCD-nya adalah panel IPS. Ukurannya 14 inci, resolusinya 2,2K atau tepatnya 2.240 * 1400 piksel. Aspek rasionya modern di 16: 10. Refresh 60 Hz sama seperti laptop tin and light pada umumnya. Menurut HP layar ini punya tingkat kecerahan di 300 nit dengan kelarga M di 100% sRGB. Nah, kalau dari pengujian kami ternyata enggak begitu ya. Tingkat kecaran maksimumnya ada di 381 nitz. Lumayan jauh dari janjinya ya. Jauh lebih bagus. Nah, untuk gambut coverage-nya ada di 96% SRGB dengan gambut volume di 106,2% SRGB. Jadi layar laptop satu ini udah cocoklah untuk dipakai ngedit foto ataupun video. Mau dipakai nonton atau kerja berjam-jam juga udah nyaman ya karena disertifikasi Tuv Rinland ISFE untuk low blue light. Lalu layar ini sudah mendukung touch screen. Jadi kalau mau dipakai untuk scrolling saat baca dokumen juga nyaman dan tenang. Permukaan layarnya dilindungi dengan lapisan Corning Gorilla NBT Glass yang memiliki sifat glossy layaknya seperti layar laptop yang punya kemampuan touch screen lainnya. Layar seperti ini memang akan memantulkan sedikit bayangan ya. Walaupun demikian, layar seperti ini akan membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang lagi. Nah, bingkai layarnya ini pakai Micro Edge yang punya desain tipis di tiga sisinya. Jadi, tingkat screen to body rasionya bisa mencapai 87,81%. Untuk exel layarnya sayangnya satu ini belum bisa dibuka sampai 180 derajat ya. Nah, untuk kamera dan mikrofon, kameranya punya resolusi 5 megapel yang sudah mendukung fitur Windows Studio Effect seperti auto framing, portrait light, eye contact, background effect, serta creative filters. Tentunya fitur-fitur ini akan memanfaatkan NPU saat diaktifkan, jadi akan lebih hemat baterai. Untuk mikrofon, dia punya dua terletak di sisi kanan dan kiri kamera. Untuk kotes kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita menguji kamera dari laptop HP Omnibook X14. Untuk kameranya sendiri ini punya resolusi 5 megapel, ya. Jadi saat dia digunakan untuk mengambil foto, resolusi gambarnya ada di 5 megapel. Tapi saat kita gunakan untuk merekam video seperti sekarang, apalagi di aspek rasio 16 b 9, ee resolusi videonya ada di 1440p 30 fps. Tentunya untuk kualitas gambarnya ini udah termasuk bagus ya, udah halus bangetlah. Kalian masih bisa lihat detail-detail gambarnya dengan cukup jelas. Apalagi kalau kalian menggunakan kamera ini di ruangan dengan pencahayaan yang cukup ya. Berikutnya kita akan uji coba beberapa fitur dari Windows Studio Effect ya. Di sini yang pertama ada automatic framing. Ini seperti yang sudah kalian tahu ya, kameranya akan ngikutin pergerakan dari penggunanya. Jadi saat kita eh saat saya geser ke kiri, otomatis kameranya juga akan secara perlahan ikut geser ke kiri seperti sekarang. Nah, lalu berikutnya ini ada potret light. Yang satu ini akan sedikit mengubah lighting dari kameranya. Jadi, hasilnya kayak gini. Lalu ada iconct. Nah, ini yang menarik karena kalau dulu contact itu enggak terlalu ngefek ya. Jadi ee matanya masih kelihatan kayak ngelihat ke layar. Tapi di sini ada mode teleprompter yang mana saat kita aktifkan, nah kalian bisa lihat mata saya ini jadi kelihatan kayak naik gitu kan. Contohnya sekarang ini ini saya matikan dan ini saya nyalakan kelihatan beda kan ya. Nah, berikutnya ada background effect. Kalau ini udah biasa ada lah ya. Jadi background-nya ada blur-ring kayak gini dan ini lumayan rapi ya. Kalian bisa lihat sendiri ee dari rambut-rambut saya kayak gini, telinga, tangan ini belakangnya bisa ngeblur dengan sangat rapi. Dan berikutnya ada creative filter. Ini creative filter kayak jadi kayak semacam ada filter tambahan gitulah kalau ini illustrated jadi kayak gambar yang di e lukis kayak gitu. Terus ini ada watercolor kayak gini. Lalu ada animated. Ini jadi halus banget filternya gitu. Dan tentunya semua filter-filter tadi, semua efek dari Windows Studio Effect itu sudah dikerjakan dengan NPU ya. Contohnya kayak gini. Misal saya tarik task managernya begini. Nah, kalian bisa lihat NPU-nya ini dia bekerja ee bekerja jadi beban efeknya itu enggak dibebankan sepenuhnya ke CPU. Hasilnya baterainya bisa jauh lebih awet. Contohnya misal saat saya kasih background effect gini, nah yang kerja NPU-nya yang naik, bukan CPU-nya yang naik mendadak tinggi gitu, enggak. Jadi masih bisa hemat energi saat kalian gunakan untuk meeting menggunakan background bir seperti ini atau menggunakan iconct atau fitur-fitur lainnya. Ya, kali ini yang ada di luar untuk menguji kemampuan no canceling dari laptop HP Omnibook X14. Untuk kualitas no cancellingnya sendiri ini bisa dibilang bagus ya. Suara di belakang saya yang ramai sekali ini bisa terfilter dengan rapi dan suara saya jadi masih terdengar dengan sangat jelas. Nah, untuk audio dia menggunakan konfigurasi dua buah speaker yang terletak di bawah laptop tapi di sisi pengguna ya. Nah, walaupun laptop ini tipis, suara yang dihasilkan itu tergolong lantang loh sebenarnya. Untuk kek suara yang satu ini memang terasa lebih dominan frekuensi tingginya. Jadi terdengar nyaring di telinga kami. Meskipun demikian, bassnya masih terdengar ya cukup jelas dan masih bisa dinikmati asalkan volume suaranya tidak diset. Nah, untuk konektor di kiri ada satu USB 4 type C. Lalu ada satu USB 3.2 gen 2 yang type C juga. Lalu di kanan ada satu audio combo jack 3,5 mm dan ada satu USB type A yang berukuran besar tentunya. Nah, untuk keyboard dia menggunakan keyboard chicklet dengan layout yang khas laptop HP. Saat digunakan untuk mengetik, tombol-tombol terasa solid dan cukup nyaman. Keyboardnya tergolong silent ya, jadi masih aman kalau mau digunakan di tempat yang hening seperti di perpustakaan atau tempat-tempat lainlah ya. Nah, untuk tombol navigasi seperti home, page up, page down, dan end itu menyatu dengan tombol anak panah. Di mana tombol anak panah atas dan bawahnya punya ukuran setengah dibandingkan tombol-tombol lainnya. Keyboard ini juga dilengkapi dengan backlit putih yang punya dua tingkat kecerahan. Untuk touchpad dia pakai precision touchpad dengan ukuran yang cukup besar di 12,5* 8 cm. Posisinya nih cenderung center to body. Jadi agak melebar ke kanan dari tombol space bar hingga tombol coilot. Saat mengetik memang telapak tangan kadang menyentuh area touchpad ya. Tapi meski demikian touchpad ini memiliki palm rejection jadi masih aman. Untuk sistem keamanan, laptop ini menggunakan kamera infrared yang sudah support Windows Hello. Lalu untuk sistem pendingin, dia menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas dan dua buah heat pipe. Intake-nya dari bawah dengan lubang pembuangan udara ke arah belakang. Sekarang kita masuk ke aspek performa ya. Untuk pengujian konsistenasi performa kita pakai SB 2024 for arm 64 stability test ya. Nah, ini ini sudah native ya. Bahkan benchmark pun sudah banyak yang native arm di sini ya. Selama setengah jam kita lihat skor tertinggi yang dicapai adalah 708 poin dengan skor yang bisa dipertahankan di 650-an poin. Kami juga menguji performa saat pakai baterai dan mendapat skor di kisaran 610 sampai 630 poin. Hanya turun sedikit sekali dibandingkan saat dia pakai charger ya. Nah, langsung aja kita tes kalau kita pakai Adobe Premiere Pro CCI 2025. Bagaimana perlu diperhatikan hingga saat ini Adobe belum rilis Premiere Pro versi ARM yang native ya. Untuk saat ini hanya ada Intel Base Premiere Pro yang dapat diinstal dan dijalankan di laptop Snapdragon X Series. Jadi, Premiere Pro-nya tentunya jalan di mode emulasi. Nah, sekarang kita lihat kalau kita pakai video 2 menit 7 detik yang biasa ya, itu 4K60 video export-nya dengan software on sesuai dalam waktu 31 menit 47 detik. Sementara kalau pakai GPU acceleration sesai dalam waktu 15 menit 32 detik. Kalau untuk 1080p 60 fps. Video exportingnya, software only 6 menit 53 detik, dan GPSion butuh waktu 3 menit 44 detik. Lanjut untuk Dafincy Resolve 19.1. Nah, kalau ini software video editing kelas profesional yang gratis dan ini versi ARM ya, sudah ada versi AR 4-nya. Kita juga pakai video yang sama. Untuk 4K60 video export butuh waktu 20 menit 48 detik. Sementara kalau untuk 1080p 60 fps butuh waktu 5 menit 56 detik. Ini berarti ee mungkin exporting paling normalnya atau paling amannya itu ada di 1080p 30 fps ya. Nah, untuk handbrake ini juga lagi-lagi for arm 64 ya. Dan di pengujan ini kita melakukan konversi video 4K60 2 menit 7 detik ke Full HD format AV1. Tanpa akselerasi hardware ini butuh waktu 4 menit 59 detik. Tapi kalau pakai akselerasi hardware ini lumayan kencang di 2 menit 15 detik. Nah, gitu dong kalau natif ya. Lanjut untuk pengujian gaming dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Oke, di game yang terakhir Metro Exodus dimainkan selama setengah jam. Kita lihat suhu permukaannya. Area dengan suhu tertinggi ada di sebelah kiri permukaan keyboard dengan SU mencapai 43 derajat Celcius di sekitar huruf Q dan W. Ini bisa dimaklumi ya, mengingat laptop 1 ini memang bukan didesain untuk main game triple A yang berat seperti ini ya. Bukan. Untuk area tengahnya suhunya ada di kisaran 31 sampai 38 derajat celcius. Sementara area kanan keyboard suhunya ada di bawah 30 derajat Celcius. Area pamrest juga aman ya. SHunya di kisaran 27 sampai 31 derajat celcius saja. Oke, sekarang kita lihat kecepatan storage-nya. Kita pakai crystal dismark for arm 64. Lagi-lagi software benchmark-nya sudah native arm ya. Untuk kecepatan bacanya ada di4 MB/ dan tulis di 4.612 MB/. Memang ini bukan SSD PC Gen 4 terkencang yang pernah kami uji tapi ini udah terlalu kencang ya. Apalagi kalau dibandingkan dengan SSD PC Gen 3 ya. Nah, untuk pengujian baterai tingkat gratis kita atur di 150 Nit dengan volume suara di 25%. Hasilnya untuk lokal video playback 1080p, baterai baru habis setelah 20 jam 40 menit untuk laptop Windows 11 apalagi yang bukan pakai 70 WH baterainya ini sangat-sangat irit ya. Jadi kalau charger ketinggalan pun harusnya ini masih aman lah ya buat kerja di luar kantor ya. Nah, sekarang untuk charging test 30 menit pertama terisi di 28%. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 2 jam 20 menit. Durasi charging-nya tergolong agak lama sih dibandingkan harapan kami ya. Karena ee baterainya kan sebenarnya tidak gede-gede banget ya. Tapi mengingat baterainya bisa awet sampai 20 jam ya udah okelah yang satu ini. Oke untuk harganya ada di kisaran Rp20.999.000 dan ini sudah mencakup Microsoft Office Home and Student 2021 dan ada generasi 2 tahun yang sudah mencakup accidental damage protection. Ya, accidental device protection ini mencakup berbagai kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian pengguna ditanggung 100% dan dapat diklaim maksimum satu kali per tahun. Jadi, totalnya bisa diklaim sebanyak dua kali dalam 2 tahun, ya. Selain itu, HP juga sedang mengadakan promo double bonus spesial hari spesial. Dengan membeli produk yang masuk dalam promo ini, kalian berhak mendapatkan hadiah secara langsung berupa cashback hingga Rp2 juta dan bonus voucher e-wallet hingga Rp500.000. Promo ini akan berlaku hingga 15 Mei 2025. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, untuk saat ini memang belum 100% aplikasi untuk Windows 11 X86 itu tersedia versi ARM 64-nya. Nah, sejumlah aplikasi Windows 11 X86 atau X86 akan berjalan di mode emulasi saat dijalankan. Jadi, mungkin ada perbedaan antara performa dan kompatibilitas walaupun dari hari ke hari semakin banyak yang kompatibel ya. Kemudian untuk laptop ini sayangnya RAM-nya cuma 16 GB dan onboard. Jadi, ini enggak bisa di-upgrade. Tapi harnya sudah lumayan. Okelah untuk kegiatan yang bisa dikerjakan di laptop tin and light seperti ini. Kemudian dia tidak punya konektor HDMI ukuran yang besar ya, tapi udah punya USB 4 dan sudah support display output juga. Jadi pakai adapter harusnya bisa. Nah, untuk poin menariknya desainnya minimalis profesional lalu udah pakai Snapdragon X Plus juga ya. Jadi performanya masih mampulah mengimbangi Presor X86 terbaru di aplikasi tertentu. Lalu untuk gaming tipis-tipis masih lumayan ok lah. Dan yang penting dia punya NPU 45 tops untuk komputasi AI tanpa terhubung ke internet. Perform baterainya ini sangat-sangat memuaskan. Layarnya udah IP 100% RGB dan resolusinya 2,2K yang support touch screen juga. Kameranya 5 megapel dan udah support Windows Studio Effect. Mikrofonnya punya kemampuan i noise conceing yang tergolong bagus juga. Lalu dia punya dua buah konektor USB type C dan salah satunya udah USB 4 di sini. Lalu kemudian meskipun tipis, laptop ini masih bisa menyediakan konektor USB ukuran besar. Jadi kalau mau pasang flash disk atau mouse gitu ya, enggak perlu adapter-adapter tambahan lagi. Kemudian dia udah punya pengamanan biometrik yang support Windows Hello dan ada garansi kelainan pengguna selama 2 tahun penuh. Jadi HP Omnibook X14 yang satu ini cocoknya untuk siapa? Pertama yang jelas yang satu ini cocok banget untuk kaum road warrior yang aktivitasnya nyari selalu di luar ruangan dan jarang bisa ketemu colokan listrik karena daya tahan baterainya yang tahan lama. Bobotnya juga masih tergolong ringan sih kalau mau dibawa-bawa bebergian ya. Lalu untuk pekerja kantoran juga oke banget karena laptop ini punya penampilan profesional jadi cocok dibawa meeting dengan klien. Lalu untuk baca dokumen juga asik karena kita bisa manfaatkan touch screen layarnya. Untuk scrolling dokumen jadi mudah banget di sini jadi enak ya. Tapi pastikan aja bahwa pekerjaannya memang cocok dengan laptop yang satu ini. Untuk editing video juga masih lumayan ok lah kalau pakai 1080p 30 fps. Kemudian seharusnya laptop ini juga bisa dipakai untuk programming asalkan memang aplikasinya cocok dengan hardware yang ada di laptop satu ini. Intinya kalau memang yang sedang dicari adalah sebuah laptop tipis dan ringan dengan daya tahan baterai yang seharian tahan rasanya HP Omnibook X14 ini bisa dipertimbangkan. Sad Irfan Jaka TV.
