Jungkat

Baterai Besar dan Tangguh, Tapi Tetap Ringan dan Mewah! Review vivo V50 Lite 5G! (YouTube Video)

  • 17/04/2025

Smartphone ini baterainya 6.500 mAh, tapi bodinya tetap tipis dan tetap ringan. Chargingnya juga kencang dengan 90 watt flash charge. Selain itu, desainnya terasa mewah dan premium, tapi tetap tangguh dengan adanya sertifikasi SJS 5 star drop resistance dan military grade certification. Smartphone ini juga disebut lulus uji setara IP69. Fitur AI juga ada jadi kekinian banget. Ada juga 50 megapel main kamera dengan Sony IMX82 kamera sensor dan aura light portrait. Ini adalah Vivo V50 Lite 5G. Ya, sesuai dengan namanya, Vivo V50 Lite 5G ini merupakan versi light dari Vivo V50 yang sudah rilis duluan beberapa waktu yang lalu. Video review-nya juga udah pernah kita buat loh. Kalau kalian kelewatan, jangan-jangan kalian belum subscribe ya. Udah tahu dong harus ngapain ya. Oke, sekarang kita langsung aja mulai pembahasan Vivo V50 Lite 5G ini ya. Mulai dari paket penjualannya. Nah, di dalamnya tentunya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah terpasang. Lalu, ada charger 90 watt flash charge. Jadi, ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya di sini. Lalu tentunya ada kabel USBC, ada softcase, ada sim tray ejector, dan paket dokumen. Jadi, isi paket penjualannya terbilang cukup lengkap di sini. Nah, untuk desain smartphone ini hadir dengan desain yang simpel tapi tetap terlihat cantik dan terkesan elegan sih menurut kami ya. Bagian belakang bodinya serta frame-nya ini menggunakan desain yang serba flat atau datar. Untuk frame-nya ini disebut Vivo sebagai high gloss frame dengan bahan polikarbonat. Back cover-nya juga menggunakan bahan plastik tapi dengan finishing matte. Jadi bekas sidik jari itu enggak mudah nempel-nempel di sini. Untuk opsi warnanya ada tiga, yaitu just black, so purple, dan all gold. Untuk dimensinya tinggi 163,77 mm, lebar 76,28 mm, dan ketebalan di 7,79 mm. Sementara untuk bobotnya di 197 gr, jadi terbilang cukup tipis dan cukup ringan untuk smartphone dengan baterai 6.500 mAh. Bahkan menurut Vivo ini adalah salah satu smartphone tertipis di kelasnya yang punya baterai 6.500 mAh. Untuk proteksi terhadap debu dan air, smartphone ini diklaim lulus uji yang setara IP69. Ini menunjukkan kalau smartphone ini sebenarnya sudah diuji ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi pada suhu yang agak tinggi juga di 80 derajat Celcius. Tapi memang belum benar-benar ada sertifikasinya sih ya. Nah, tapi ya ini seharusnya udah aman lah. Misalnya kita lagi minum-minuman hangat gitu ya, terus gelasnya kesenggol dan air dalam gelasnya itu enggak sengaja tumpak ke smartphone ini. Harusnya masih relatif aman atau misalnya juga lagi cuci motor lalu smartphone-nya enggak sengaja ikut ke siram atau kesemprot. Harusnya juga masih aman. Tapi ingat ya, ini bukan dirancang untuk diajak berenang atau menyelam. Jadi jangan disengajakan dibawa nyemplung ke dalam air. Jelas enggak cocok. Nah, smartphone ini juga dilengkapi dengan sertifikasi SGS5 Star Drop Resistance dan military grade certification yang membuatnya dikatakan semakin tangguh. Nah, menurut Vivo, hal ini bisa dicapai berkat penggunaan comprehensive cussioning structure, shield glass, diamond anti drop, dan custom drop resistant case. Sekarang mari kita lihat di sisi kanannya. Ini ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas ada speaker ya. Di kiri ini kosong. Di bawah ada SIM tray non hybrid dual nano SIM tanpa slot micro SD card ya. Lalu ada mikrofon, ada USBC dan ada speaker. Jadi smartphone ini punya stereo speaker. Terkait kualitas suarnya ini standar aja sih ya. Bukan yang luar biasa gimana hebat gitu ya. Tapi bukan yang sampai di level jelek juga sih ya. Volume suaranya juga terasa sedikit kurang lantang sih menurut kami. Nah, beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,77 inci yang disebut P OLED 2,5D flat screen. Nah, panel Polet ini menggunakan bahan material plastik sebagai bahan pembuatannya. Ini membuat panel layar ini jadi semakin tipis, ringan, kuat, dan juga fleksibel sebenarnya ini ya dibandingkan panel layar yang menggunakan material kaca. Menurut Vivo, panel Polet ini adalah salah satu alasan kenapa smartphone ini jadi lebih tangguh. Karena panel ini bisa menyesuaikan dengan hentakan atau getaran yang terjadi kalau misalnya HP ini jatuh atau terbentur ya. Jadi idenya kalau panel layarnya aja fleksibel, kalau jatuh ketekan ya balik lagi gitu ya. Ya, panel Violet ini sendiri biasanya ada di smartphone kelas atas yang harganya jauh dari smartphone ini ya. Tapi kali ini Vivo menghadirkannya untuk V50 Lite series. Nah, untuk resolusnya adalah di 2392 * 1080 pikel atau FHD plus. Refresh rate-nya up to 120 Hz. Jadi refresh rate ini adaptif ya. bisa naik hingga 120 Hz saat ada aktivitas di layar dan bisa turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas. Nah, untuk brightness dalam pengujian indoor brightness-nya itu ada di kisaran 522 nits. Sementara untuk pengujian simulasi outdoor tingkat brightness-nya ini bisa mencapai 1380 nitz. Ini udah sangat terang dan sesuai dengan klaim Vivo yang katanya dia 1300 nits udah mantap bangetlah yang satu ini. Untuk mode warna ada tiga yaitu standar, profesional dan bright. Sementara untuk color gambut-nya itu hasil color gambut-nya itu kurang lebih seperti ini ya. Di sini terlihat kalau mode profesional itu lebih diarahkan ke dekat 100% SRGB. Kalau mengedit foto dan video, pilih mode yang ini biar hasil editannya punya warna yang konsisten kalau dilihat dari perangkat-perangkat yang lain. Nah, kalau modenya standar lebih diarahkan untuk mendekati 100% DC IP3. Jadi pilih ini kalau warnanya mau lebih yang keluar, lebih ngejreng lagi. Nah, kalau mau lebih ekstra jreng gua jreng lagi ya bisa pilih mode bright karena di sini gamut volum-nya jadi lebih tinggi lagi. Nah, untuk bezel Vivo menyebut yang satu ini sudah pakai borderless design. Ketebalan sisi kiri atas dan kanan itu 1,4 mm. Sebagai pembanding ini ketebalan kartu KTP itu sekitar 0,88 mm. Jadi ketebalannya itu masih lebih tipis dibandingkan 2 KTP yang ditumpuk. Sementara untuk ketebalan beel bawahnya itu ada di 2,3 mm. Sebagai banding ini kita bandingkan dengan uang Rp500 ya yang ada di 2,35 mm. Jadi ini mirip-mirip nih dan berkat penggunaan borderless desain screen to body rasionya jadi naik ke 94,21%. Ini naik ya di atas V40 Lite yang ada di angka 90,3% dan ini disebutkan karena berkat penggunaan layar P OLED tadi. Oke untuk earpiece ini terletak di basel bagian atas. Lalu di sini ada 32 megap selfie kamera bukanya f2.45 dan ini kamera fix focus videonya up to 1080p 30 fps. Beralih ke sisi belakang ini adalah 50 megapel Sony IMX 882 atau 882 main camera ya. Bukanya F1.79 dan sudah autofokus. Perkaman videonya up to 1080p 60 fps. Kemudian ada 8 megap super wide angle camera bukan F2.2. Field off view-nya 120 derajat cukup lebar ya. Dan ini fix fokus. Bamanya bisa mencapai 1080p 30 fps. Lalu di sini ada Aura Light portret. Nah, seperti smartphone V series yang lain ya pada umumnya ya, V50 Lite 5G ini juga punya fitur aura Light. Aura Lite ini memang fitur eksklusif yang hanya ada di Vivo V series. Nah, untuk fitur kameranya itu ada dibaca deh. Ini banyak banget nih fitur kameranya soalnya ya. Dibaca nih tabel satu nih lengkap soalnya ya. Nah, sekarang mari kita beralih ke spesifikasi internalnya. Untuk SOC dia pakai Mediatch Demensity 6300. Ini adalah SOC 5G dari Mediatek dengan fabrikasi 6 nanm. RAM-nya untuk in kami review adalah yang RAM-nya 8 GB dengan jenis RAM LPDDR 4X. Terdapat juga fitur extended RAM di sini hingga 8 GB ekstra lagi. Untuk storage yang kami R ini pakai 256 GB dengan menggunakan UFS 2.2 ya tentunya UFS 2.2 ya karena SOC-nya bisanya UFS 2.2 ya. Nah, selain varian 8256 seperti kita review, ada juga varian storage lain di 12512 ya. Gede banget tuh ya storage-nya. Untuk baterai ini 6 mAh blue foldt bater dengan dukungan 90 watt flash charge. Kapas baterai ini naik 30% dibandingkan Vivo V40 Lite, tapi ketebalan bodinya tetap sama-sama bisa dijaga di bawah 8 mm dan bobotnya tetap dijaga di bawah 200 gr. Ini tentunya berkat teknologi blue foldt ya, baterai yang dikembangkan oleh Vivo ini. Vivo sendiri mengklaim kalau baterai health yang satu ini bisa tetap terjaga di sekitar 80% setelah 1700 kali charge cycle atau sekitar 5 tahun pemakaian. Biasanya sih baterai biasa itu 2 tahun pemakaiannya turunnya lumayan jauh ya. Ini 5 tahun pemakaian. Luar biasa. Oh ya Vivo juga menyebutkan bahwa yang satu ini sebagai smartphone pertama mereka yang punya baterai 6.500 mAh dan 90 watt flash charge sekaligus pasangan yang baru pertama kali dibuat sama mereka. Jadi seharusnya menawarkan daya tahan baterai yang awet tapi charging-nya juga cukup cepat. Nanti kita cek ya dalam pengujiannya. Untuk sensor dilihat aja nih ada apa aja. Pokoknya sensor penting ada semua. Gyroskopnya juga hardware di sini. Oke untuk konektivitas dia tentunya 5G yang 2G, 3G, 4G, 5G bisa semua. Wii-nya di Wii 5. Bluetooth-nya versi 5.4. Kodex Bluetooth-nya lihat di tabel ini lumayan lengkap ya kodek Bluetooth-nya ya. NFC tentunya ada di sini dan tentunya ini adalah multifunction NFC ya. Jadi memang yang bisa dipakai untuk meng-copy kartu akses. Nah, ya banyak yang nyari kan. Kemudian untuk USB tentunya bisa USB OTG. Nah, untuk security dia pakaiin display fingerprint sensor dan face unlock juga. Untuk OS dia pakai Fantasou OS 15 berbasis Android 15. Nah, terkait update Vivo menjanjikan tiga kali Android update dan 4 tahun security patch. Lalu ada juga janji 15 month smooth experience. Jadi, OSD smartphone ini akan tetap terasa mulus digunakan sampai 50 bulan atau lebih dari 4 tahun pemakaian. Nah, untuk OS-nya terbilang bersih ya dari iklannya. Tapi kalau blotware ya atau aplikasi tambahan itu memang masih ada. Untungnya ini bukan aplikasi yang aneh-aneh lah ya dan bisa di-uninstal kalau tidak dibutuhkan. Fitur AI juga sudah ada di sini ya. Di sini ada AI photo enhance. Fiturnya bisa diakses melalui menu editor di aplikasi galeri bawaan dan dikatakan bisa membuat gambar yang buram dengan bantuan dari AI. Lalu ada AI E 2.0. Ini bisa digunakan untuk menghapus objek yang tidak diinginkan di foto dan hasilnya juga cukup rapi di sini. Kemudian ada ada AI Live Text. Dengan fitur ini kita bisa menyalin teks secara langsung dari sebuah foto atau gambar yang ada di galery. Kemudian ada AI Screen Translation. Nah, fitur ini memanfaatkan Google Lens dan bisa diakses dari smart Sidebar. Ini bisa dipakai untuk menerjemahkan teks apapun yang muncul di layar ke bahasa yang kita inginkan. Lalu, circle to search tentunya ada juga di sini. Jadi kita bisa nyari info di Google cuma dengan melingkari gambar atau tulisan yang ada di layar tanpa harus keluar dari aplikasinya. Gemini atau Gemini juga ada. Untuk manggilnya tinggal tahan tombol power beberapa detik seperti ini. Jadi cukup lengkap juga fitur AI-nya. Ya, kita langsung masuk ke pengujian performa. Untuk Antutu 10 ternyata tidak bisa pakai versi yang biasa ya. Jadi harus pakai versi 3D Lite. Jadi hasilnya hanya bisa dibandingkan dengan yang pakai 3D Lite yang lainnya juga. Untuk Antutu 10 dengan 3 Lite itu skornya ada di R40.000-an. Lalu untuk Geig Bench 6 core di 756 dengan multiore di 1959. Untuk Tarx Slingshot Extreme Open GL itu grafic skornya di 2.512 White Life stress test tanpa kipas. Best score ada di 1347 dan low score di 1340. Jadi stability-nya ada di 99,5%. Stabil banget ya. Untuk GFX Benz 1080p TX offsreen 63 fps. Untuk 1080p Manhattan 3.1 offsreen di 27 fps. Oke, sekarang kita lanjut untuk gaming. Agar performa gaming yang maksimal, kami gunakan mode boost yang bisa diakses lewat side panel ketika sedang menjalankan aplikasi game. Kita mulai dari sapay server dulu deh, ya. Nah, kita pakai setting refresh set di smart switch. Refresh rate layar itu nanti akan turun ke 60 Hz. Jadi, gameennya cuma bisa jalan di 60 fps saja. Tapi kalau kita mainkan game ini dengan setting refresh rate di high, refresh rate layer bisa naik ke 120 Hz dan game ini bisa jalan di 120 fps. Nah, ini baru enak nih. Mulus, lancar, mantap, licin banget gitu ya. Lanjut untuk PUBG Mobile. Setting maksimumnya baru sampai smooth ultra aja alias 40 fps. Kalau dimainin ya frame rate-nya di 40 fps dengan lancar banget. Terbilang udah nyamanlah dimainkan walaupun memang tidak masuk dalam level kompetitif. Semoga aja ke depannya paling enggak kebuka sampai 60 fps ya. biar makin seru aja main yang satu ini. Nah, untuk gy aiming ini terbilang lancar karena sensor gyeronya pakai hardware ya, jadi enggak ada masalah di sini. Lanjut ke Mobile Legends. Setting grafisnya terbuka sampai ultra tapi frame rate-nya terbuka sampai high atau 60 fps aja. Saat dimainkan game-nya berjalan sampai 60 fps tentunya. Ini sih masih terbilang cukup enak lah ya buat main Mobile Legends. Tapi semoga aja ke depannya bisa dibikin terbuka sedikit ekstra ya mungkin ke frame rate 90 fps atau bahkan 120 fps 90 lah paling enggak ya. Lanjut ke Gensin Impact. Untuk yang sat ini kita bakal langsung mainkan di setting lowest 60 fps aja. Skenario seperti biasa traveling ya. Dan kita lihat selama setengah jam di sini saat lagi jalan-jalan frame rwate-nya ada kisaran 35 sampai 50 fps. Sementara kalau ada battle frame rate-nya ada kisaran 30 sampai 40 fps. Dan hasil akhirnya kita dapatkan ee setelah pengujian setengah jam ini cukup stabil ya begini-begini. Terus untuk suhunya titik terpanas di bagian depan smartphone ada di kisaran 40 sampai 41 derajat Celcius. Sementara di bagian belakang itu ada kisaran 39 derajat Celcius. Tergolong masih wajar-wajar aja, masih di bawah 42 soalnya. Nah, kalau dikipasin bagaimana hasilnya? Ini masih bisa dibilang cenderung mirip dengan yang tanpa kipas. 10 menit terakhirnya frame rate masih ada di kisaran 35 sampai 50 fps saat jalan-jalan ya dan 30 sampai 40 fps saat battle. Untuk ranking jelas dia langsung masuk dalam ranking C baik dengan kipas maupun tanpa kipas. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian kamera. Tangan saya kali ini udah ada Vivo V50 Lite 5G dan kali ini tes kameranya bareng sama saya dulu. Dan suara yang teman-teman dengar ini langsung direkam menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Jadi kalau mau dipakai untuk vlogging kurang lebih kayak gini hasilnya. Kalau gitu langsung saja kita mulai pengujian kameranya. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie-nya. Untuk resolusinya ini mentok di 1080p 30 fps ya. Untuk stabilisasi sayangnya ini masih belum stabil. Ketika di bawah jalan, hasilnya masih agak goncang-guncang nih. Untuk kualitas gambarnya sendiri ini udah terbilang oke dengan detail yang mencukupilah untuk kami. Kemampuan dynamic range-nya terbilang standar aja ya. Di kondisi cahaya yang sulit, bagian wajah akan lebih diprioritaskan dan bagian background jadi agak over expose. Lanjut ke kamera utamanya. Kita lihat stabilisasinya di resolusi 1080p 30 fps ini udah cukup stabil ya. Kemudian kita coba juga di resolusi 1080p 60 fps dan hasilnya ternyata jadi agak goyang kalau di bawah jalan. Sepertinya II emang belum bisa aktif di resolusi ini. Jadi kalau mau ambil video yang stabil baik pakai 30 FPS-nya aja. Untuk dynamic range ini mirip sama kamera selfie-nya. Di kondisi pencahayaan yang sulit, bagian wajah akan lebih diprioritaskan dan background jadi agak over expose. Untuk kualitas gambarnya kurang lebih seperti ini ya. Memang bukan yang superer tinggi tapi terhitung masih ok lah kalau untuk kami. Lanjut ke kamera ultrawide. Resolusi mentok di 1080p 30 fps ya. Untuk stabilisasinya ini sudah lumayan stabil jadi ini minim guncangan. Untuk dynamic range ini agak beda dengan kamera selfie dan kamera utamanya. Di kondisi pencahayaan yang sulit bagian background akan diprioritaskan dan wajah cenderung jadi lebih gelap. Untuk kualitasnya kurang lebih seperti ini. Hasil yang standar aja lah kalau menurut kami. Lanjut ke low light. Untuk kamera selfie-nya menurut kami kualitasnya udah menurun ketimbang saat siang. Noise cukup terasa, details sudah menurun, tapi GTR tidak terasa karena memang stabilizernya belum aktif di kamera selfie-nya ini. Untungnya frame rate masih terbilang stabil. Lanjut ke kamera utama. Di keadaan low like, hasil video dari kamera utama juga sudah menurun ketimbang saat siang. Detail agak turun, noise jadi muncul. Tapi masih dalam kategori yang wajar kalau menurut kami. Jaternya gimana di resolusi 1080 p 30 fps? tentu terasa ya. Tapi kalau di 1080p 60 fps tidak terasa karena stabilizernya memang tidak aktif. Menariknya gambar yang dihasilkan di 1080 p 60 fps terbilang terang dan frame rate-nya juga stabil. Oh ya, kita juga bisa menggunakan aural light portrait saat merekam video menggunakan kamera utamanya ini. Ini akan sangat berguna kalau kita sedang berada di tempat yang pencahayaannya sangat minim. Untuk urusan autofokus, langsung saja kita coba di low light dan hasilnya aman. Enggak ada masalah meski di kondisi minim cahaya. Lanjut ke ultrawide-nya. Di sini juga hasilnya sudah menurun ya ketimbang saat siang. Detail menurun dan noise pun jadi bermunculan. Jiter juga terasa saat di bawah jalan kayak gini. Tapi ini wajar karena menandakan stabilizernya aktif. Kita juga bisa menggunakan aura light portrait di kamera ultrawide-nya ini loh saat merekam video. Hasil perbandingannya seperti ini ya. Lanjut ke fotografi. Kalau di siang hari foto dari kamera selfie, kamera utama, atau kamera ultrawide-nya sekalipun terbilang sudah mencukupilah untuk kami. Potraight mode juga ada dan ini bisa digunakan untuk kamera selfie dan kamera utama. Hasilnya sekedar oke aja lah untuk kami. Kalau low light-nya gimana? Mau di kamera mana pun tentu hasilnya jadi menurun ketimbang saat siang hari ya. Tapi kalau di kamera utama dan kamera ultrawide, kita bisa memanfaatkan Auralight portrait kalau memang pencahayaannya dirasa agak kurang. Untuk hasil perbandingannya kurang lebih seperti ini. Nah, sekarang kita bahas fitur ekstranya. Pertama ada slow motion. Ini catatannya hanya bisa di kamera utama dengan resolusi 720p 120 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Lanjut ke fitur berikutnya, ada dual video. Fitur ini bisa bikin kita merekam menggunakan kamera selfie dan kamera utamanya secara bersamaan. Untuk resolusi maksimalnya ini bisa sampai 1080p 27 fps ya. Lalu pro mode juga ada. Untuk detail pengaturan ISO dan juga Ster speed silakan lihat saja nih ya. Oke, itu dia pembahasan kamera dari Vivo V50 Lite 5G. Kalau ditanya apa yang perlu diperbaiki ke depannya, menurut kami ada beberapa. Pertama, hadirkan stabilizer untuk kamera selfie. Kami rasa di kelas harganya sudah layak lah kalau ada stabilizer di kamera selfie. Lalu masih di kamera selfie, kami berharap ke depannya bisa ada opsi perekaman 60 fps. Berikutnya adalah stabilizer kamera utama di 60 fps. Ini agar 60 fps di kamera utamanya jadi bisa lebih efektif, ya. Oke, sekian dulu pengujian kamera kali ini. Kita lanjut ke pengujian berikutnya. Oke, lanjut lagi kita uji daya tahan baterainya dengan lokal YouTube playback 1080p di mana kita download dulu video YouTube ya secara lokal lalu kita putar dan baterainya baru habis setelah 26 jam 17 menit ya mengingat baterainya 6 mAh ini hasil yang udah cukup oke lah menurut harapan kami ya sudah cukup oke di sini lalu untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR baterai berkurang hanya 2% dalam 30 menit lalu untuk mainan TikTok ini baterai hanya berkurang 3% dalam 30 menit biasanya ya ada di 4%. Ini cuma 3% aja efek dari baterai yang besar tadi ya. Untuk Gensin Impact lowest 60 fps baterai juga berkurang hanya 7% selama setengah jam. Biasanya yang irit-irit itu ada di 9 sampai 10% selama setengah jam. Ini 7% saja. Oke, lanjut. Untuk charging tanpa kipas sampai 50% itu butuh waktu 35 menit. Sementara untuk dari kosong sampai penuh butuh 1 jam 10 menit. Sekarang mari kita coba kipasin ya. Dari 0 sampai 50% butuh waktu hanya 20 menit saja. Dari 0 sampai 100% butuh waktu 45 menit. Jadi kalau pakai kipas baterai 6 mAh ini bisa terisi penuh di bawah 1 jam. Kencang. Lanjut ke pengujian lainnya. Untuk Netflix sudah WiF L1 jadi bisa untuk streaming sampai full HD. Untuk HDR sayangnya masih belum ada di sini. Untuk YouTube streaming bisa sampai 2K60 ya tanpa dukungan HDR. Untuk HTIK feedback ini by default HPTIK feedback-nya agak lemah getarannya ya. Untungnya kita bisa ngatur level getaran sesuai dengan keinginan kita. Di sini getaran dihasilkan terbilang belum yang super halus, masih terasa sedikit kasar dan agak panjang memang. Lanjut untuk Wii sharing. Nah, ini bisa diaktifkan dengan menyalakan fitur hotspot saat smartphone terhubung lewat koneksi Wii. Wah, jadi masih bisa di sini ya. Berarti model Wi-Fi-nya emang keren di sini. Nah, oh ya. Selain V50 Lite 5G, Vivo itu juga menghadirkan V50 Lite versi reguler atau versi 4G-nya. Kalau yang satu ini pakai SOC Snapdragon 685, RAM 83 dengan storage hingga 256 GB. Untuk urusan kamera dia pakai 50 megapel Sony IMX 882 main camera, 32 megapel selfie camera, dan ada juga Aura Light portret. Untuk kelengkapan lainnya yang satu ini masih mirip sama versi 5G-nya. Layar juga sama 6,77 inci P OLED display full HD plus 120 Hz. Baterai juga sama 6500 mAh blufold bater dengan dukungan 90 wat flash charge. Desainnya juga mirip dan lolus uji setara IP69 serta SJS 5 star certification juga. Fitur-fitur E juga ada. Jadi memang masih banyaklah miripnya dengan versi 5G-nya. Yang satu ini mungkin bisa dijadikan opsi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan versi 5G yang sedang kami uji kali ini. Oke, kita balik ke versi 5G-nya. Nah, untuk harganya Vivo V50 Lite 5G itu dijual dengan harga kisaran Rp4.599.000 R untuk yang versi 8256 dan Rp5.599.000 untuk versi yang 12512. Sementara untuk Vivo V50 Lite ya itu dijual dengan harga Rp3.599.000 untuk yang 8128 dan Rp3.999.000 untuk yang 8256. Nah, kalau tertarik langsung cek aja link di Tokopedia di dalam deskripsi video ini ya. Kabarnya akan ada banyak benefit menarik. Apa aja langsung cek aja dalam linknya, cek dalam deskripsi. Oke, kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Tentunya ini spesifik untuk yang versi 5G-nya, ya. Ya, pertama dia udah stereo speaker tapi kualitasnya masih sedikit di bawah harapan kami untuk kelas harganya. Lalu untuk opsi perekaman di kamera selfie dan ultrawide itu terbatas di 1080p 30 fps belum ada 60 fps-nya. Kemudian perekaman di kamera selfie dan perekaman 60 fps di kamera utama ini masih kelihatan kurang stabil ya. Lalu untuk haptic feedback terasa kurang madai untuk harganya dan settingan refresh rate 360 fps itu masih belum terbuka di beberapa game kompetitif seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile. Nah, dari si menariknya desainnya cantik dan elegan. Yang satu ini bodinya tipis dan ringan. Baterainya 6 mAh dengan daya tahan yang awet dan punya dukan flash charge 90 watt di sini. Layar P OLED 120 Hz yang tampilannya keren di sini. Lalu beza layarnya juga udah terhitung rapi ya. Ada lolos uji setara IP69 juga untuk peran terhadap percikan air dan debu bahkan semprotan air harusnya ya. Lalu ada sertifikasi SGS 5 star drop resistance dan military grade certification juga. Setup kamera belakangnya memang cuma ada dua tapi keduanya sama-sama berguna bukan single kamera plus kamera bonus bukan ya. dan dia punya Aura Light Porto V series supaya pencahayaannya jadi soft dan mantap di situ. Dan ya untuk saat ini tentunya sudah mendukung 5G dengan performance yang lumayan oke juga. Sensornya terbilang lengkap juga. Lalu isi paket penjualannya tentunya lengkap di sini. Nah, pertanyaannya smartphone ini cocoknya untuk siapa? Tentunya ini akan cocok untuk yang sedang mencari smartphone dengan baterai besar dan dukungan charging kencang tapi bodinya pengin yang tetap tipis dan ringan. Selain itu juga beragam sertifikasi ketangguhan yang dimilikinya. Ini akan cocok juga buat kalian yang mau bawa smartphone ini untuk penggunaan di outdoor. Pada akhirnya lewat smartphone ini, Vivo berhasil menggabungkan beberapa aspek seperti baterai besar, body tipis dan ringan, desain cantik, serta ketangguhan dalam satu smartphone yang sama. Saya Did Irfan Jaka TV. [Musik]

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.

Vivo V50 Lite 5G

Vivo V50 Lite 5G hadir di Indonesia sebagai smartphone yang dirancang untuk penggunaan sehari hari dengan keseimbangan antara desain modern, daya tahan baterai besar, dan koneksi jaringan generasi terbaru. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan smartphone praktis untuk komunikasi, hiburan, dan aktivitas digital harian. Vivo memposisikan perangkat ini sebagai...

Vivo V50 Lite

Vivo V50 Lite hadir di Indonesia sebagai smartphone yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara desain ramping, daya tahan baterai besar, dan performa stabil untuk aktivitas sehari hari. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan smartphone modern dengan kemampuan multimedia, komunikasi, dan fotografi yang praktis. Vivo menempatkan perangkat ini sebagai pilihan...