Jungkat

Baterai Lebih AWET, Desain Mewah, Kamera ZEISS, IP68 & IP69: Review vivo V50 (YouTube Video)

  • 13/03/2025

Ya, smartphone V series terbaik Vivo akhirnya hadir lagi. Ini adalah Vivo V50. Semua kameranya 50 megapel. Semua kameranya autofokus. Semua kameranya bisa ngerekam video 4K. Smartphone mana lagi yang bisa kayak gini selain flagship? Hadir dengan desain rounded edge yang membuatnya lebih nyaman digenggam. Tahan air dan debu IP68 plus IP69. Aura light-nya lebih besar dibanding pendahulunya sekarang. Baterai naik jadi 6000 mAh blue batery. SOC-nya Snapdragon 7 gen3. Stereo speaker dilengkapi dengan fitur AI pula. Dan masih banyak lagi yang membuat smartphone ini layak jadi incaran banyak orang. Langsung aja ya kita kupas tuntas smartphone keren yang satu ini. I Vivo V50 ini adalah penerus dari Vivo V40 yang hadir ke Indonesia sekitar bulan September 2024. Buat yang udah subscribe sih harusnya udah nonton ya video review yang pendahulunya ya. Kalau belum berarti kalian ketinggalan dan tahu dong harus ngapain. Oke, kami paham. Pasti banyak dari kalian yang kaget loh perasaan kemarin baru beli V40 kok tahu-tahu udah ada penerusnya lagi. Perlu diingat, Vivo V series itu pola launching-nya adalah sekitar 6 bulan sekali. Sudah sejak lama seperti itu. Jadi perhatikan aja ya saat kalian mau beli cek dulu udah bulan ke berapa setelah tanggal launching pendahulunya di Indonesia supaya enggak kaget kalau Vivo mengeluarkan versi barunya lagi. Nah, Vivo V50 ini tetap jadi produk yang coengineered with Zize. Artinya Vivo yang satu ini sudah lolos uji kamera dengan standar yang diterapkan oleh Zize. Dulu ini hanya bisa ditemukan di flagship Vivo, tapi udah diturunkan ke Vivo V40 sejak kemarin dan diteruskan lagi ke Vivo V50 yang satu ini. Jadi memang kamera akan jadi salah satu kehebatan dari smartphone ini. Tapi sebelum masuk ke pengujian yang satu itu ya, kita cek dulu paket penjualannya. Di dalam tentunya udah ada unit smartphone dengan screen protektor yang udah terpasang. Lalu ada charger 90 watt flash charge. Jadi masih ada chargernya, masih ada chargernya, masih ada chargernya di sini. Lalu di sini ada kabel USB type C juga, ada case, ada sim tray ejector dan paket dokumen. Isi paket penjualannya masih terbilang cukup lengkap yang satu ini ya. Untuk desain Vivo kali ini merubah desainnya yang sebelumnya ultra slim, sekarang menjadi rounded edge design. Tujuan dari desain ini adalah kenyamanan saat menggenggam baik kondisi horizontal maupun vertikal. Dan kami juga merasakan hal yang sama. Memang sisi kiri kanannya jadi terasa tidak setipis versi sebelumnya, tapi dari sisi kenyamanannya menurut kami yang satu ini lebih baik. Dimensi smartphone ini adalah tinggi 163,29 mm, lebar 76,72 mm, dan tebal sekitar 7,7 mm. Sementara bobotnya ada di kisaran 200 gr. Ya, meskipun naik dikit ketimbang yang V40, tapi ini terbilang tipis dan tidak bisa dibilang berat-berat amat. Baterainya juga meningkat. Yang dulu 5.500 mAh, sekarang jadi 6.000 mAh. Untuk material frame ini pakai polikarbonat ya. Sementara untuk body belakang ini pakai kaca. Untuk opsi warna ada red, ada purple, dan ada black. Nah, untuk kenaan terhadap air dan debu, smartphone ini punya IP rating di IP68 dan IP69. Angka 6 untuk dua-duanya itu menunjukkan kalau debu tidak masuk dalam perangkat. Nah, untuk yang 68 del8 yang menunjukkan bahwa smartphone ini aman kecemplung dalam air walaupun bukan untuk jejak berenang ya. Sementara untuk IP69 ini 9nya menunjukkan ketahanan terhadap semprotan air bertekanan tinggi dan suhu sampai 80 derajat Celcius. Jadi, IP69 menunjukkan bahwa tingkat perlindungannya lebih tinggi tapi skenario penggunaannya memang lebih terbatas. Makanya Vivo juga menyertakan sertifikasi IP68 yang lebih relevan dengan aktivitas sehari-hari pengguna secara umum. Nah, di sisi kanan kita lihat ada tombol power dan tombol volume up and down. Di atas di sini ada mikrofon, di kiri itu kosong. Di bawah ada SIM tray untuk dua nano SIM. Lalu ada mikrofon USBC grill speaker stereo bagian bawah. Speaker ini stereo dengan speaker satu lagi adanya di earpiece ya. Suaranya cukup lantang ya, tapi menurut kami ini masih agak kurang jernih aja. Belum terasa speaker kelas atas tapi paling enggak ini udah stereo dong. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,77 inci. Resolusinya 2392 * 1080 piksel. Refresh set-nya up 120 Hz dan adaptif nih ya dari 60 sampai 120 Hz. Layarnya ini menggunakan pelindung yang Vivo namakan sebagai shield glass. Untuk brightness-nya di kondisi indoor itu brightness maksimumnya sampai kisaran 580 nitz. Ini udah gede ya. Sementara untuk simulasi outdoor saat kami coba itu ah di kisaran 1260 nitz. Ini udah sangat terang. Untuk kebutuhan outdoor ini bukan masalah sama sekali. Vivo mengklaim kalau layar smartphone ini bisa menawarkan brightness sampai 4.500 nit untuk local peak brightness. Tapi biasanya sampai 4000 nit itu hanya untuk beberapa skenario khusus seperti konten HDR atau pengujian dengan tampilan kotak putih yang kecil banget ya. Jadi cuma titik-titik kecil aja bukan untuk seluruh layar. Nah untuk color gamut Vio menyediakan beberapa mode warna ada standar profesional dan ada bright. Untuk mode profesional gamut coverage dan volumen-nya diarahkan mendekati 100% sRGB. Sementara mode standar itu mendekati 100% d3. Kalau mau saturasi yang lebih tinggi lagi, ada juga mode bright yang memang membuat warna layarnya jadi lebih gonjreng lagi di sini. Untuk sertifikasi ada SGS untuk low blue light dan ada ketahanan drop test juga di sini. Untuk bas layar ini udah sangat tipis di seluruh sisinya dan sudah cukup simetris ya menurut Kris. Lalu ada screen touch ID atau fingerprint scanner di layar. Di atas layar ada earpiece untuk speaker dan untuk nelepon juga. Lalu ada kamera depan di sini ya. 50 megap ZIS Group selfie camera F2.0 dan ini autofokus. Field of view-nya atau sudut pandangnya adalah 92 derajat. Jadi ini lebih lebar dari yang biasanya di 80-an derajat. Di sini ada AI facial contouring technology supaya bentuk wajah itu bebas dari distorsi. Filter effectf Hiz juga tersedia untuk mode di sini. Lalu ada juga aura screen light untuk membantu pencahayaan saat pakai kamera yang satu ini. Warna cahaya layar juga bisa diatur dengan slider yang tersedia nih ya. Nah, untuk perekaman video itu up to 4K 30 fps dan ada juga 1080p 60 fps. Beralih ke sisi belakang ini ada kamera utamanya 50 megapel z OIS main camera. Bukannya F1.9 ini udah ter fokus dan dilengkapi dengan optical image stabilizer. Sementara untuk perekaman videonya itu mendukung 4K 30 fps atau 1080p 60 fps. Kemudian ada 15 megapel size ultra wide angle camera F2.0. Ini lumayan lebar juga ya. autofokus dan field of view-nya 119 derajat cukup luas. rekaman videonya mendukung sampai 4K 30 fps dan 1080p 60 fps juga bisa. Sepertinya Vivo ganti sensor ultrawide nih ya, soalnya versi sebelumnya itu enggak bisa 60 fps, yang sekarang udah bisa. Nah, berikut autofokus dan jarak fokusnya yang dekat juga, kamera yang satu ini bisa digunakan untuk mengambil foto dan video super makro. Nah, adanya nama Ziz di setiap kamera seperti untuk menunjukkan kalau semua kamera di sini berkualitas tinggi sesuai dengan standar Zize. Tidak ada logo Ziz T Star, tapi ya itu baru untuk flagship-nya Vivo aja untuk saat ini. Nah, kerja sama Ziz di sini lebih ke arah tuning untuk hasil foto dan filter-filter yang bisa menghasilkan foto sesuai dengan karakter dari lensa-lensa legendary ZIS. Nah, meskipun semua kameranya 50 megapel, tapi di mode auto kamera ini menghasilkan foto 12,5 megapel. Ini namanya pixel bining ya. Hampir semua smartphone yang pakai kamera resolusi tinggi itu menggunakan teknologi ini. Kalau butuh full rest ya, full resolution 50 megapel memang ada mode khusus yang namanya high resolution juga. Lalu di sini ada Aural portret khas Vivo tentunya ya di sini ya. Dan ada peningkatan dari sisi ukurannya di mana sekarang lebih besar 100% dibandingkan V40 yang kemarin. Ini tentunya membuat aura light-nya jadi lebih halus lagi. Nah, untuk fitur kamera di sini ada banyak ya. Bisa kalian lihat di menu kameranya seperti ini ya. Banyak nih fiturnya. Nah, untuk spesifikasi internal SOC-nya Snapdragon 7 Gen 3 dengan fabrikasi 46. Ini SOC yang terbilang kencang di kelas menengah atas. Untuk RAM-nya 12 GB LPD 4X dengan fitur extender RAM hingga 12 GB. Untuk storage yang diuji ini adalah yang 256 GB UFS 2.2. Ada juga varian yang lebih tinggi dengan storage 512 GB kalau butuh penyimpanan lebih banyak. Jadi pertikan aja kebutuhan storage kalian karena di sini udah enggak ada slot micro SD. Nah, untuk sistem pendingin dia pakai ultra large VC cooling system. Untuk baterai 6000 mAh, blue fold battery ini naik 500 mAh dibandingkan pendahulunya yang 5.500 ini memungkinkan Vivo menghadirkan baterai lebih besar di body yang relatif tipis. Untuk charger dia pakai 90 watt flash charge. Untuk sensor-sensor dia pakai asterometer, gyo, proximity sensor, ambient light sensor, e-compass dan lain-lain. Lengkap udah kayak flagship yang satu ini. Untuk konektivitas tentunya udah 5G, 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. Sayangnya di sini belum ada dukungan untuk eim ya. Untuk Wii dia udah bisa WiFi 6 dan Wii sharing juga bisa. Tinggal aktifkan saja langsung dengan menekan tombol hotspot saat terhubung ke Wi-Fi. Ini beda dengan hotspot pakai 4G ya. Ini pakai Wii pun bisa. Bluetooth-nya versi 5 dan Bluetooth kodex-nya lumayan lengkap di sini. Lihat aja di tabel yang satu ini ya. Lumayan lengkap Bluetooth kodex-nya. Untuk NFC-nya ini multifunction ini khas Vivo bisa digunakan untuk emulasi akses card juga. USB tentunya bisa OTG. Dan kalau bicara output display via USBC sayangnya di sini belum bisa. Untuk fitur keamanan dia pakai fingerprint atau screen touch ID dan ada face unlock juga. Untuk OS dia pakai Fun Touch OS 15 dengan basis Android 15. Untuk update OS Vivo menjanjikan update Android tiga kali dengan security update sampai dengan 4 tahun lumayan panjang. Lalu ada 60 months smooth experience guarantey. Jadi pemakai smartphone ini akan dijamin merasa mulus, lancar terus sampai setidaknya 60 bulan atau 5 tahun. Nah, saat pertama menyalakan ada beberapa aplikasi tambahan yang langsung keinstal ya. Tapi untungnya bukan aplikasi aneh-aneh. Jadi bisa di-uninstal kalau tidak dibutuhkan. Untuk fitur OS, Vivo juga sudah menyediakan fitur AI. Ada Gemini, ada Circle to search juga. Ada AI live text yang berguna untuk mengambil teks pada sebuah gambar. Tujuannya supaya bisa di-copy dan diolah dengan format teks. Lalu ada AI tranptis yang bisa kita temukan di aplikasi perekaman suara bawaan Vivo. Kita juga bisa mendapatkan versi teks dari suara yang kita rekam nih, ya. Lalu ada juga AI Ece 2.0. Ini bisa kita temukan pada aplikasi galeri bawaan. Kita bisa menghapus objek yang tidak diinginkan pada sebuah foto dengan kemampuan E ini. Misalnya kita mau hapus orang di sekitar seperti ini bisa enggak ada masalah. Dan di sini hasilnya juga tergolong rapi ya. Nah, sekarang mari kita lanjut ke benchmark gaming dan pengujian kamera. Tapi bareng sama Kris ya. Sip. Untuk hasil pengujiannya kali ini bareng sama saya dulu ya. Kita mulai dari hasil batch parknya dulu. Untuk Antutu 10 kita dapat Rp800.000-an. Ini tanpa kipas. Tapi kita iseng juga bagaimana skornya. Kalau pakai kipas skornya adalah R817.000-an. Jadi ada peningkatan sedikit kalau pakai kipas. Untuk Geek B 6 core-nya di 1162 dan multiore di 3075. Untuk GFX Bench manen 3.1 1080p off screen 83 FPS 3D Mark slingshot extreme unlimited graphic score di 9.735. Untuk 3D Mark white life stress test best base score-nya di 5.265, lowest score-nya di 5.225. Jadi stability-nya sudah 99,2%. Tanpa kipas pun ini sudah kestabilannya terhitung sangat baik sih. Nah, dari Score benchmark tadi mengindikasikan kalau performanya ini memang untuk kelas menengah atas. Kami tahu ini memang bukan paling kencang, tapi masih layak untuk kelas harganya. Sekarang kita masuk ke gaming. Game yang pertama kita coba itu Subway Server. Game ini bisa berjalan di 120 FPS mulus dan lancar. Tapi catatannya kita harus setting refresh rate ke highke dulu. Kalau di mode smart switch layarnya jadi turun ke 60 Hz dan otomatis frame rate-nya juga bisa turun jadi 60 fps juga. Jadi jangan lupa di-setting dulu refresh rate-nya. Game berikutnya Mobile Legends. Setting tertinggi yang terbuka adalah grafis ultra dengan frame rate di super yang artinya 90 fps. Kami sudah coba trick appeal tapi 120 fps-nya tetap belum terbuka. Jadi kita coba aja dengan setting grafis ultra dan frame rate di super. Hasilnya lancar ya 90 fps enggak ada masalah. Mau kita mainkan beberapa match sekaligus juga tetap aja segitu-segitu aja frame rate-nya. Game berikutnya PUBG Mobile. Untuk setting tertinggi yang terbuka masih terbatas di frame rate ekstreme aja yang artinya 60 fps. Tapi menariknya setting grafis bisa sampai HDR. Jadi paling tidak walaupun frame rate-nya 60 fps grafisnya kita bisa dapat yang bagus lah. Di mode HDR ekstrem game berjalan 60 fps. Kami enggak mengalami frame drop sama sekali meski dimainkan selama setengah jam. Untuk gyroing terbilang mulus dengan akurasi yang baik juga kan ini pakai hardware base gyro jadi aman. Oke berikutnya kita coba game Gin Impact. Settingnya tentu highest 60 ya, tapi ada sedikit catatan di mana setting preset highest di sini otomatis mengatur visual effect-nya jadi low. Kita coba tes dengan seperti ini dulu tanpa terlalu banyak ngutang-atik settingannya. Average frame rate ada di 40 fps dengan fluktuasi di kisaran 35 sampai 45 fps sampai akhir pengujian juga segitu-segitu aja. tergolong lancar, tapi menurut kami bukan yang super mulus karena di beberapa situasi masih bisa turun lebih rendah di bawah 30 FPS. Untuk suhu aman sih. Sisi layar terpanas di 42 derajat Celcius dan sisi belakang juga terpanas di 42 derajat Celcius. Segini mah anget-anget doang. Saat kami uji dengan kipas, frame rate-nya tidak meningkat secara signifikan. Tapi kalau mau dimainkan berjam-jam, kami akan selalu menyarankan pakai kipas atau pendingin ekstra lainnya. Kalau untuk ranking, baik pakai kipas ataupun tanpa kipas, kami kasih ranking A minus. Ranking A itu kami sudah berekspektasi bisa jalan highest 60 dengan frame rate sekitar 40 fps atau lebih. Dan di smartphone ini sudah sampai nih. Tapi kami berharap harusnya frame rate-nya bisa lebih stabil lagiah. Makanya rankingnya kami kasih A minus. Untuk wering wave kita coba mainkan dengan setting mentok kanan. Ternyata masih sanggup nih. Frame rate ada di kisaran 30 fps cukup lancar dan playable. Tapi saran saya karena game ini sangat mengandalkan mekanic battle-nya mungkin nanti bisa kalian atur aja settingan grafisnya sesuai selera. misalnya turunin setting visualnya supaya frame rate lebih tinggi. Soalnya kan standar nyaman tiap orang bisa beda-beda. Kalau saya sih setting rata kanan oke-oke aja. Oke, sekarang kita masuk pengujian kameranya. Oke, jadi di tangan saya kali ini sudah ada Vivo V50. Jadi langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Nah, lagi teman-teman lihat sekarang ini adalah video kamera depannya atau kamera selfie-nya. Saya rekam di resolusi SPU 80p 30 fps dulu. Sekarang saya mau ngocek kemampuan mikrofonnya. Suara yang kalian dengar sekarang adalah suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya enggak pakai mikrofon exal. Jadi untuk kebutuhan video sehari-hari atau mungkin vlogging kualitas suaranya kurang lebih seperti ini. Nah, di menu kameranya ini juga ada fitur yang namanya vocal enhanchment. Di kiri atas ini kalau kita pencet fiturnya suaranya akan jadi seperti ini. Harusnya sih dengan fitur ini aktif bisa membuat suara vokal kita lebih jelas dan suara noise di sekitar itu lebih teredam. Teman-teman bisa dengar bedanya enggak? Kalau menurut saya fitur ini ada efeknya cuman memang tidak terlalu signifikan. Nah, terkait mikrofon di sini juga tersedia indikator mikrofon ya. Jadi saat kita menggunakan mikrofon eksternal akan ada tandanya di menu yang ini. Ini fitur sederhana yang belum semua smartphone punya nih. Oke, sekarang kita bahas kemampuan videonya. Seperti biasa, cas Vivo V series, kamera depannya ini autofokus ya. Jadi ini akan cocok sekali untuk kalian yang mencari kamera smartphone untuk kebutuhan presentasi atau talking head seperti review produk ataupun live streaming. Masih jarang nih ada kemampuan seperti ini di smartphone midrange. Bahkan di flexif vivo sekalipun malah enggak dikasih fitur selfie autofokus. Oke, dari segi kualitas gambarnya sendiri itu juga sudah mantap. Detailnya tinggi, ketajamannya pas. Kalau soal dnamic range ini masih tergolong standar sih. Wajah cukup jelas dengan area background yang masih terlihat over expos. Dari segi stabilizer videonya juga sudah cukup bagus. Di bawah jalan seperti ini, videonya tergolong cukup stabil. Tapi namanya smartphone midrange wajar ya kalau ada beberapa keterbatasan teknis atau kalau saya suka menyebutnya sebagai SKB. Syarat dan ketentuan berlaku. Contohnya nih, ketika kita menaikkan resolusi video ke 1080p 60 fps atau 4K 30 fps, stabilizernya belum bisa bekerja. Ini seperti disengaja oleh Vivo ya. Yang jelas ini bukan keterbatasan hardware. Buktinya kalau kamera utamanya bisa stabil di semua resolusi yang tersedia. Nanti kita cek. SKB seperti ini sudah ada sejak versi sebelumnya dan sampai hari ini juga belum diberesin. Jadi untuk kamera depan ini hati-hati kalau mau dibawa merekam sambil jalan. Efektifnya baru di 1080p 30 fps aja. Sekarang kita ke kamera utamanya. Untuk kamera utamanya juga sudah oke. Enggak ada protes soal detail warna, dan ketajaman. Cuma sedikit berharap dynamic range-nya bisa dibuat lebih baik. Area terang dapat ditangkap dengan baik, tapi area gelapnya jadi terlalu gelap. Solusinya memang tinggal tap ke subjeknya lalu atur slider exposure-nya secara manual. Tapi kalau kita naikkan exposure-nya supaya bagian gelap itu terangkat, area highlight-nya juga akan terangkat dan jadi over expose. Kalau masih perlu diatur kayak begini, menurut saya sih pengalaman merekam videonya masih belum praktis. Tapi ini pengujian di pencahayaan yang sulit ya. Kalau kita rekam di situasi yang ideal, videonya sih luar biasa. Saya suka banget dengan warna dan detail yang dihasilkan. Top marco top lah. Stabilizer kalau di kamera utamanya aman ya. Seperti yang saya bilang tadi di resolusi 1080 p 60 fps videonya bisa stabil. Ini kami coba juga di resolusi 4K 30 fps dan videonya bisa stabil juga. Jadi jelas ya ini bukan keterbatasan SOC-nya. Kamera utamanya bisa kok di semua opsi resolusi dan frame rate yang tersedia di mode videonya ini. Oke, sekarang kita cek kamera ultrawide-nya. Detailnya tergolong tinggi untuk standar ultrawide midrange bisa merekam video hingga 4K 30 fps juga. Warnanya juga cukup mirip dengan kamera utamanya. Sayangnya dynamic range-nya masih tergolong mirip dengan kamera utamanya. Meskipun area highlight atau area terangnya dapat ditangkap dengan baik, tapi area gelapnya terlalu gelap menurut kami. Kalau soal stabilizer, di sini bisa bekerja dengan baik bahkan di 4K 30 fps sekalipun. Untuk 1080p 60 fps di kamera ultrawide-nya ini bisa stabil juga ya. Tapi sedikit catatan aja kalau misalnya kalian melihat di preview-nya itu belum stabil itu enggak usah khawatir ya karena nanti begitu masuk galeri videonya akan jadi stabil. Harusnya sih hal kayak begini bisa di-fix via software update. Ultra wide 60 fps ini sebetulnya upgrade sih ketimbang pendahulunya ya. Jarang nih ada ultrawide bisa 60 fps. Jadi sepertinya Vivo ganti sensor di Vivo V50 yang ini. Oh ya ultrawide-nya ini juga autofokus ya. Jadi untuk ngonten makro jarak dekat seperti ini bisa banget. Ini juga masih jadi fitur langkah di kelas mid range. Di sini saya juga sekalian ngecek bagaimana kemampuan pindah-pindah antar kameranya. Menurut saya pengalaman pindah kameranya itu belum terhitung mulus. Masih terlihat agak patah-patah. Untuk merekam video juga efektifnya di 1080p 30 fps aja. Di atas itu belum bisa pinda-peda kamera langsung. Kemudian metode zooming-nya juga masih menggunakan slider seperti ini. Tapi satu hal yang menarik juga kita bisa langsung pindah ke kamera selfie-nya. ketika lagi merekam dari kamera utama. Ini juga masih jarang ada yang punya nih. Oke, tadi itu kondisi siang, sekarang kita ke kondisi low light. Kamera depannya masih cukup terang dengan detail yang masih terjaga. Kalau diperhatikan banget memang gambarnya terlihat agak granny, terutama di area-area yang gelap. Giter stabilizer masih cukup terlihat, tapi masih di level yang wajar. Frame rate juga masih cukup terjaga, enggak sampai turun ke 20-an FPS. Overall, kamera depannya masih cukup bisa diandalkan untuk kondisi seperti ini. Beralih ke kamera utama. Videonya tergolong bersih dari noise. Detailnya juga masih bisa dipertahankan dengan sangat baik. Stabilizer videonya terlihat lebih rapi. Jaternya nyaris tidak terasa. Sekarang kita cek kamera ultrawide-nya. Detailnya sih agak menurun ya wajar. Jadi meskipun sama-sama 50 megapel bukan berarti dia di level yang sama. Dari segi stabilizer, ultrawide-nya ini masih terasa jaternya jadi belum tergolong video yang rapi-rapi banget untuk low light. Untuk autofokus langsung aja kita coba saat low light. Hasilnya aman. Kamera utamanya lancar, autofokusnya. Kita juga cobain kamera ultrawide-nya dan autofokusnya juga lancar. Untuk kamera depan atau selfie-nya ternyata lancar juga. Kalau kondisi terang, fokus bisa lancar, itu mah udah biasa. Kalau di kondisi low like seperti ini baru menantang. Sekarang kita bahas fotografinya. Di mode auto siang hari yah udah enggak ada komplain lah hasilnya udah mantap banget, tinggal jepret aja beres. Kita diberikan tiga opsi profil warna di sini. Ada vivit, textured, dan natural. bisa kita sesuaikan dengan preferensi masing-masing. Kalau di pengujian kami kali ini lebih sering pakai fit soalnya by default terpasangnya di situ. Keunggulan yang jarang dimiliki smap lain ada di mode portrait-nya. Dia punya style boke Kaziz ini udah tradisi Vivo banget lah dari flagship Vivo V40 kemarin juga udah dikasih bokeh-bokenya tuh cakep-cakep lah. Nah, untuk foto-foto di kondisi low light saya senang nih karena fitur aura light-nya kembali berukuran besar. Dulu di Vivo V30 size-nya itu besar. Lalu di V40 entah kenapa mengecil. Nah, di Vivo V50 kali ini jadi besar lagi aura light-nya. Jadi kalau lagi di kondisi yang super low light atau lighting-nya lagi sulit, tinggal nyalain aja aura light-nya, beres fotonya. Kalau mau diatur warnanya juga bisa sesuai selera. Mau lebih ke kuning atau putih atau merah, sesuaikan dengan selera aja. Untuk kamera ultra wide dan kamera depannya juga mantap nih. Yang saya suka di sini kita gak perlu pusing mau pakai kamera yang mana. Tinggal pilih mau 0,6 satu kali, dua kali atau kamera depan. Jepret beres pokoknya. Ini baru user experience yang mantap. Jadi untuk fotografinya aman bangetlah. PR-nya Vivo tinggal di bagian video aja sih sebetulnya. Oke, sekarang kita masuk ke fitur ekstranya. Ada boke video di sini. Untuk kalian yang ingin videonya bokeb-boke atau blur background-nya bisa ke menu yang ini di mode video ya. Ada dua opsi, Z cinematic atau yang natural. Lalu ada fiture slow motion. Kita bisa setel di 1080p 120 fps seperti ini. Gambar yang dihasilkan sudah cukup bagus. Kalau mau lebih lambat bisa setel ke 720p 240 fps. Sedikit catatan aja kalau di mode slow-moalitas gambar videonya akan lebih rendah ketimbang video normal. Dan ini adalah hal yang wajar. Tidak direkomendasikan pakai slow-mo di low light karena mode ini butuh cahaya yang berlimpah. Lalu ada fitur promote di sini untuk kalian yang butuh manual setting pada fotografi. ISO kita bisa atur dari 50 sampai 3.200 dan shutter speed bisa kita atur dari 1/12.000 detik sampai 32 detik. Sayangnya fitur pro untuk video belum tersedia ya, baru untuk fotografi aja. Lalu ada fitur dual view di mana kita bisa merekam video dari dua kamera sekaligus kamera utama dan kamera depannya. Opsi layout dan posisi kameranya hanya bisa diatur sebelum merekam ya. Kalau setelah merekam tidak bisa diatur lagi. Lalu ada fitur yang namanya film camera mode. Ini adalah menu kamera spesial dari Vivo. Cara aksesnya tinggal swipe aja dari samping. Nanti akan muncul tampilan seperti ini. Ada opsi focal length dari 23 mm sampai 50 mm. Lalu ada beberapa filter juga yang bisa kita gunakan dan ada opsi watermark juga yang bisa kita atur sesuai selera. Ini konsepnya seperti lagi pakai Polaroid kali ya. Tampilan hasil fotonya seperti habis dicetak. Tapi sepertinya ini ditujukan untuk penggunaan vertikal ya, soalnya untuk mode horizontal jadinya kurang pas. Lalu ada fitur live foto. Fitur ini ada di mode foto. Kalau kita aktifkan fitur ini saat pengambil sebuah foto, kita juga akan mendapatkan versi videonya secara singkat dari waktu sebelum jepret bahkan setelah kita jepret. Jadi, ini bisa berguna supaya kita bisa mengabadikan momen penting lebih maksimal nih. Kita bisa tahu sebelum dijepret seperti apa dan setelah dijepret seperti apa. Untuk playback live fotonya tinggal hold aja di gambar seperti ini. Di sini juga ada fitur untuk membantu kita foto-foto dalam air. Tinggal ke menu more, lalu pilih opsi underwater photography. Saat masuk fitur ini, layar jadi tidak bisa digunakan supaya tidak terganggu oleh tekanan air. Untuk foto, kita tinggal pakai tombol volume up. Untuk video kita tinggal pakai tombol volume down. Untuk keluar dari menu ini tinggal tap dan hold aja sekitar 3 detik. Nanti menunya akan kembali ke menu kamera biasa. Jadi menarik ya, enggak cuman karena IP68 dan IP69-nya, fitur software-nya ini membuat foto-foto dalam air jadi lebih mudah. Nih beberapa sampel foto yang udah kita ambil. Oke, jadi setelah melihat detail tes kameranya ini apa aja sih yang menurut saya masih kurang atau apa saja yang masih perlu diperbaiki? Sebetulnya ini masih mirip loh sama Vivo V40 kemarin. Pertama, stabilizer videonya. Bisa kita lihat bareng tadi ya. Ada aja resolusi dan frame rate di bagian tertentu yang enggak bisa stabil. Ini SKB-SKB yang sering saya temui di Vivo V series dari dulu. Harapannya untuk kelas harga segini sih semua resolusi dan frame rate yang ada di mode video tuh udah stabil semua. Kemudian dynamic range pada video harusnya bisa ditingkatkan lagi. Lalu, fitur promote hanya terbatas untuk fotografi aja. Padahal untuk content creator, setting manual video juga bisa sangat bermanfaat. Lalu kemampuan pindah-pindah kameranya belum terasa mulus. Untuk saat ini baru itu aja sih bisa saya protes. Overall kameranya termasuk yang luar biasa di kelasnya. Semua kamera autofokus itu merupakan hal yang sangat langka di smartphone midrange. Lalu bisa merekam 4K 30 fps dan 1080p 60 fps di semua kameranya. Itu juga masih belum banyak loh yang bisa. Lalu kualitas kamera depannya salah satu yang terbaik. Ini harusnya cukup jadi alasan untuk orang meminang smartphone Vivo V series. Fitur Ala juga jadi keunikan tersendiri. Lalu yang saya apresiasi adalah pengalaman fotonya yang enggak pakai ribet. Mau pakai kamera utamanya, kamera ultrawide-nya, kamera depannya, tinggal foto aja bagus hasilnya. Jadi untuk kalian yang mau beli smartphone ini, tinggal perhatikan aja detail-detail keterbatasan yang saya sebutkan tadi dan tentukan sendiri apakah hal tersebut penting atau tidak untuk kalian. Sekian pengujian kameranya Vivo V50. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Nah, tadi itu kameranya. Sekarang kita masuk ke pengujian baterainya. Untuk YouTube offline video playback 1080p kita dapat di kisaran 28 jam. Ini oke banget nih hasilnya. Untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR selama 30 menit lah. Baterainya cuman berkurang 1%. TikTok jam 1% juga. Kayaknya kalau cuma 30 menit kurang berasa ya. Kita coba 1 jam deh. Streaming YouTube sebuah 50p 30 fps non HDR selama 1 jam baterai berkurang 3%. TikTok 1 jam baterai berkurang 3%. Gin Impact HS60 selama setengah jam itu baterainya berkurang 10%. Overall daya tahan baterai ini tergolong yang baik ya untuk 6000 mAh. Awet bahkan lebih bagus ketibang pendahulunya ya. Naik 500 mAh sih cuman hasil di sini termasuk yang memuaskan. Untuk charging kita pakai charger bawaannya 1 sampai 50% itu butuh waktu 19 menit. Sedangkan untuk sampai full itu butuh waktu 44 menitan doang. Wow ini kencang loh chargernya. Oke untuk pengujian lainnya seperti Netflix di sini sudah whiteine L1 mendukung streaming sampai full HD. HDR juga tersedia di sini dan dukungan HDR-nya adalah HDR10. Untuk YouTube streaming bisa sampai 4K60 dan mendukung HDR juga. Heic feedback ini masih jadi PR nih untuk Vivo V series termasuk Vivo V50 yang ini getarannya lemah, panjang, dan kurang presisi. Mengganti keyboard dan mengatur settingannya memang bisa membuatnya sedikit lebih baik, tapi untuk kelasnya kami berharap bisa lebih baik dari ini. Oke, tadi itu adalah hasil pengujiannya Vivo V50. Sekarang kita lanjut lagi ke Masidi. Oke, bagaimana? Mantap. Nah, Vivo V50 tersedia dalam tiga varian. Ada yang 8256, 12256, dan 12512. Ya, ada yang 512 juga. Bisa dilihat bahwa harganya yang ditawarkan ini tidak berbeda dibandingkan harga V4 di tahun 2024. Padahal ada aja kan peningkatan di sana sini. Nah, kalau mau tahu detailnya langsung aja cek di dalam kolom deskripsi ya. Kita langsung masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, performa SOC-nya bukan yang paling kencang di kelas harganya dan belum banyak upgrade dibandingkan pendahulunya. Tapi ini masih sangat layak untuk kelas harganya sebetulnya. Kemudian tidak ada slot micro SD, tapi ini udah wajar ya untuk kelas smartphone yang satu ini ya. Dan kami sedikit berharap bahwa kualitas hptic feedback-nya bisa lebih baik lagi dari yang satu ini. Kalau untuk speaker dia udah dual stereo tapi kualitas suaranya menurut kami masih bisa ditingkatkan lagi. Kemudian dia belum mendukung isim di sini. Kemudian kita juga melihat ada beberapa keterbatasan teknis pada kameranya itu. Kalian bisa cek ya detailnya di pengujian kamera yang tadi. Nah, dari segi kelebihannya ini kameranya luar biasa. Seperti biasanya Vivo memang kayak begini nih. 50 megapel semua kamera dan hasil foto videonya udah keren banget. Ada autofokus untuk semua kameranya. Ini fitur yang langka untuk smartphone midrange. Bahkan flagship Vivo sendiri belum punya yang seperti ini. Sebentar. flagship yang lain juga banyak yang enggak punya yang seperti ini ya, bahkan di harga yang lebih tinggi. Oke, kemudian dia punya Ziz Professional portrait. Fitur kameranya juga berlimpah. Aura LED potret yang lebih besar. Baterainya ini awet banget di sini ya. Lalu bodinya udah relatif tipis dan ringan. Charging-nya juga cepat. Speakernya setidaknya udah stereo lah di sini. Layarnya kualitasnya tampilannya mantap. IP rating-nya kekinian banget. IP68 plus IP69. Konektivitas juga lengkap. NFC multifunction juga ada di sini. Lalu ada janji update tiga kali dan security update 4 tahun. Dan yang menariknya fitur AI-nya juga semakin banyak. Bersainglah sama yang lain ya. Nah, pada akhirnya smartphone 1 ini cocoknya buat siapa sih? Ini jelas cocok untuk content creator yang mengadakan HP untuk bikin konten. Terutama yang model presentasi atau yang istilahnya talking head gitu ya. Kamera depan auto fokusnya juga akan sangat bermanfaat di sini. Lalu untuk yang mencari smartphone dengan prioritas fotografi, ini cocok banget di kelas harga segini. Ini mantap benar. Kemudian pakai kameranya tanpa ribet juga akan jadi poin plus untuk mayoritas pengguna. Mau kamera mana pun yang digunakan hasilnya udah oke banget. Nah, berkat kemampuan serta kelengkapan yang allrounder sebetulnya ini akan jadi cocok untuk siapapun yang nyari smartphone dengan kisaran harga yang dimilikinya. Baterainya oke, layarnya oke, kamera oke, performa enggak malu-maluin, game berat juga masih lancar. Lalu pertanyaannya, apakah pengguna Vivo V40 cocok untuk upgrade ke sini? Hm, menurut kami sih belum begitu cocok ya. Meskipun ada peningkatan di baterai, tapi menurut kami enggak segitu jauhnya sampai kalian harus repot-repot jual HP dulu buat upgrade ke yang satu ini. Tapi kalau kalian pengguna Vivo V29 atau yang sebelumnya atau pengguna Y series, nah akan cocok banget upgrade ke sini karena peningkatannya akan signifikan banget. Atau bahkan buat kalian yang bukan pengguna Vivo, tapi mau ngerasain kamera terbaiknya Vivo tapi budgetnya belum nyampai ke level flagship, ini juga akan cocok banget. Overall Vivo V50 ini memang layak sekali untuk dipertimbangkan karena kemampuannya yang all round, terutama kameranya yang mantap semua. Saya di Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.

Vivo V Series

Vivo V Series adalah smartphone keren dengan kamera jernih untuk foto dan video berkualitas tinggi. Vivo V menghadirkan desain mewah, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan konten, hiburan, dan aktivitas harian.