Jungkat

Baterai Paling Gila Saat Ini! - iQOO Z11 Review Indonesia (YouTube Video)

  • 25/05/2026

Ini bukan smartphone biasa karena kalau gak dikasih tahu pasti gak bakal nyangka kalau ini adalah smartphone Android dengan baterai terbesar yang dijual resmi di Indonesia saat ini. 9020 mAh. Benar-benar udah kayak power bank yang jadi smartphone. Tapi apa cuma bagus baterainya doang? Langsung aja kita kulik. Ini dia IQ Z11. [musik] Halo, apa kabar semuanya? Belut Reza di Project Review. Seperti biasa kita ngomongin soal gadget baru lagi. Dan ini dia ada IKU Z11. Ini adalah smartphone yang baru banget dapat penghargaan museum rekor Indonesia sebagai smartphone Android dengan baterai terbesar di Indonesia yang resmi saat ini. Emang kapasitas itu enggak main-main, gede banget. Nah, ini sekaligus ngelanjutin track record dari seri Ziku sebelum yaitu Z10 yang waktu itu baterainya gede juga di 7.300 mAh. Sebelum kita ngebahas tentang gimana testing baterainya, menurut saya menarik sekali ngelihat bagaimana IQU ngedesain HP baru mereka. Hik Z ini emang bukan yang paling cantik kalau dari segi tampilan kalau menurut saya ya. Tapi mengingat baterainya yang gede banget itu mereka bisa bikin HP-nya enggak jadi kayak batu bata aja itu udah bagus banget sebenarnya. Bahkan untuk 9020 mAh ini tergolong tipis loh di 8,25 mm dan beratnya itu hanya sekitar 216 gr aja. Secara ukuran Z11 memang bukan HP yang kecil. Layarnya kan gede ya 6,83 inci. Tapi dipegang itu menurut saya masih nyaman berkat pinggiran bodinya yang flat seperti ini. Untuk materialnya ini masih dengan plastik composite ya. Masih mirip seperti yang tahun lalu. Tapi dikatakan Iiku sekarang lebih tahan benturan. Lebih durable juga HP-nya. Dan IP rating pun naik dibandingkan versi sebelumnya karena sekarang itu udah IP68, IP69. Sebelumnya kan cuman IP65 aja. Jadi tahan debunya pasti lebih tahan air juga dibandingkan yang Zan. Nah, sekarang langsung aja kita ngebahas soal baterainya yang emang jadi highlight dari IQ Z11 9020 mAh. Ini bisa buat apa aja sih segede itu? Beneran awet atau cuman asal gede doang? Kabar baiknya setelah saya cobain ini baterai emang beneran awet. Di ujian pertama saya pakai aplikasi PC Mark aja untuk lihat gimana kalauodingnya aplikasi angkanya itu ternyata tembus 30 jam. Ini bagus banget sih sebenarnya. Terus saya cobain juga untuk pemakaian sehari-hari selama ngetes dan hasilnya emang awet banget. Ini bisa sampai 2 hari sekali saya baru harus ngecas lagi. Padahal HP-nya enggak dianggurin beneran dipakai. Kalau dites untuk memakai per aplikasi di sini saya cobain untuk nonton Netflix 1 jam full brightness dengan atau tanpa Wi-Fi. Hasilnya tuh sekitar 3 sampai 4% aja. Scrolling TikTok reels juga 4%. Terus kalau untuk main game saya coba Mobile Legends di sini dengan mode standar ya statingnya rata kanan itu 5%. Sedangkan kalau saya aktifin mode monsternya itu jadi 6% selama 30 menit. Keduanya itu dia pakai Wii dengan suhu ruangan di 24 sampai 25 derajat. Yang mana kalau menurut saya ini awet banget. Jadi kalau secanya saya dari sisi orang yang sehari-hari ya kebanyakan aktivitasnya dalam ruangan bukan orang lapangan, baterainya IQ Z11 ini adalah salah satu contoh yang luar biasa awet. Perlu dicatat juga kalau ini pemakaian yang disambil ngetes. Makanya kalau buat orang yang mungkin pakai HP-nya biasa-biasa aja gitu untuk aktivitas yang lebih normal dalam tanda kutip harusnya bisa lebih lama lagi. Habis ngelihat baterai gede gitu, berikutnya pasti pada penasaran juga gimana dengan ngecasnya lama apa enggak? Apakah harus kita tinggal tidur atau enggak? Nah, untungnya enggak ya. Karena di sini udah support 90 watt flash charge. Saya cobain dari 1% ke 100% itu cuma 1 jam. Mantap banget. Breakdown-nya itu dari 1 sampai 50% dia sekitar 31 menit. 51 sampai 90 itu dia 25 menit. Dan sisanya itu bisa dipenuhin dalam 5 menit aja. Keren sih ya ngabisinnya hampir 2 hari. Kalau saya ngecasnya sejam doang ya. Kali aja kita misalnya lupa ngecas dia tinggal makan tinggal mandi bentar udah siap pakai. Ini mantap banget sih baterainya. Jadi untuk baterai puas banget. Dan gimana sekarang kita ngomongin yang lain? Untuk layar dia masih sangat oke sih menurut saya. IcUzi Z lever ini udah dipakaiin panel AMOLED 144 Hz dengan ukuran 6,83 inch, resolusi 1.5K dan dia layarnya flat screen rata enggak ada curve-kurvean. Untuk midrange Android ini sebenarnya udah bagus ya secara specs, apalagi dengan beel yang terlihat cukup tipis. Visual pemakaiannya sih bagus ya, udah tipikal layar AMOLED dengan warna yang vibrant, kontrasnya yang tinggi. Terus untuk visibilitas outdoor juga menurut saya lumayan kok ya. masih kelihatan kalau lagi terik meskipun memang bukan yang paling terang tapi tetap overall saya puas banget sama layar terus kalau kita lanjut di bagian chipset di sini IU masih setia dengan si naga ya masih dengan Snapdragon 7S Gen 4 untuk edisi kali ini. Dan buat RAM-nya itu dia ada dua varian ada 8 sama 12 gig LPDDR 4X sedangkan untuk storage-nya itu ada 128 sama 256 yang kali ini naik jadi UFS 3.1 dari yang sebelumnya 2.2 Itu aja. Jadi emang lebih cepat nih storage-nya. By the way, untuk unit yang saya pakai review sekarang ini adalah unit top tier dari IQU Z 11 yaitu versi 12256 GB. Dari segi angkaanut buat yang perlu saya tes ini dapat di kisaran R1,1 juta dengan atau tanpa kipas di mode standar maupun monster sama hasilnya. Untuk makanan sehari-hari saya sebenarnya no comen ya, udah lancar, enak-enak aja gitu. Tambah lagi dengan si Origin OS yang sekarang ada di sini menggantikan F Touch OS. dia lebih enak dilihat, enggak ada iklan, fiturnya juga lebih lengkap. Termasuk di sini ada office kitchronize dengan komputer kita. Terus kalau misalnya pengin kirim-kirim file ke ekosistem Apple kayak iPhone, iPad atau mungkin ke MacBook gampang juga masih bisa pakai easy share yang ya mungkin memang belum natif kita pakai quick share ya, tapi tetap ini bisa dipakai dan berjalan dengan baik. Kemudian seperti biasa kita cobain untuk tes edit video ya. Pakai CapCut 1080 sama 4K. Dia masih aman lancar jaya bisa dengan cepat. Main game juga oke banget K ya. Seperti yang saya tes biasanya Mobile Legends ini saya bisa dapetin settingan 120 fps di IQ Z11. Performanya oke banget dengan settingan mentok kanan yang tersedia di sini. Palingan yang saya perlu infoin sedikit adalah misalnya saya pakai mode standar itu ada kalanya FPS nanti bakal diturunkan oleh sistem saat HP dianggap sudah cukup naik suhunya dan setelah beberapa saat nanti FPS-nya juga bakal kembali ke 120 lagi. Nah, tapi kalau kalian pengin yang konsisten terus bisa pakai mode monster, nah ini di-los semua sama sistem enggak diturunin sama sekali. Satu game lagi yang saya juga senang, saya selalu coy cobain untuk tes HP itu adalah Zone Zer yang ternyata bisa berjalan dengan baik dan cukup smooth juga di IQ Z11. Settingannya emang campur medium low aja karena ya secara realistis emang tidak bisa pasti rata kanan yang mentok banget. Tapi tetap ini enak banget. Saya enggak ngerasa ada patah-patah yang tiba-tiba ganggu pas lagi battle lagi combo ini enak masih tetap berjalan dengan baik. Untuk soal suhu juga gak jadi kendala sama sekali. Sini masih terjaga dan artinya vaper chamber yang tersedia di IQU Z11 ini bekerja dengan sangat baik. Jadi dari soal layar, dari soal performa, dari segi baterai, semuanya udah di-cover dengan sangat oke nih sama IQ Z11. Nah, terakhir kita mungkin tinggal bahas kameranya aja. Emang ini bukan bagian yang jadi highlight utama oleh IQ Z11, tapi tetap ada upgrade yang dikasih. Lensanya kelihatannya ada dua ya kalau kita lihat di belakang. Tapi ini sebenarnya single kamera aja. Satu kamera lensa utama 50 megapel dengan Sony IMAX 882 dan sudah ada OIS-nya. Mode foto lumayan banyak kita bisa lihat di sini dan kalau pengin explore ya udah ada mode pro bahkan di sini bisa ambil untuk format RAW juga. Untuk videonya dia tersedia sampai 4K 30 FPS menggunakan kamera depan dan juga kamera belakang. Untuk hasil fotonya, buat HP yang memang tidak mengedepankan kamera sebagai jualan utama mereka ini sebenarnya udah mencukupi ya. Warnanya cukup baik dan micrange-nya juga lumayan. Detail masih ada kok ya. Meskipun memang bukan yang paling tajam, tapi kalau dalam kondisi cahaya yang bagus hasilnya aman banget ya. Buat lolet juga masih bisa selama tidak dalam kondisi yang terlalu ekstrem. Ya memang ada penurunan kalau bandingkan sama dalam kondisi terang. Tapi ini adalah sesuatu yang expected sebenarnya dari awal. Untuk kamera depan juga cukup ya. Kalau ada backlight emang kadang hasilnya kelihatan agak kurang natural ya, tapi selebihnya aman-aman aja. Oke, jadi sekarang ini pakai IZ1 outdoor 4K30 membelakangi matahari ya. Matahari di sebelah sana. Coba kita jalan sedikit ini kalau misal sambil jalan stabilisasi gimana. Nah, sekarang kita coba pindah menghadap sumber cahayanya. Ini muka saya kesanter banget ya matahari. Kalau terik banget hasil kayak gini menurut lagi kayak gimana? Masih oke atau enggak? Silakan di komentar aja, habisnya kita pindah ke dalam sama kondisi low light-nya juga. Oh ya, satu lagi ketinggalan kamera depannya ini di 4K 30 fps. Saya seperti ini. Kalau sambil jalan kalau diam kayak gini, kalau jalan dia kayak gini menghadap matahari. Kalau kita membelakangi, nah ini enggak terang-terang banget mukanya. Misalnya seperti ini. Kalau ada pohon langitnya masih berusaha untuk mendapatkan birunya. Kalau saya lihat di layar hasilnya seperti ini. Oke. Atau enggak silakan dikomen aja. Oke. Pindah ke kondisi low light in dalam ruangan aja pakai satu lampu di kamar. Nah, itu kalau kena lampu sedikit tasnya seperti ini. Lampunya di sana by the way. Itu lampu satu. Detailnya masih ada sedikit ya, masih oke, masih ketangkap. Kita coba ke sini. Oke, ya. Ini dia kalau buat kamera belakang di low light. Kalau kamar depannya. Nah, ini dia buat kamera depannya. Ada satu lampu di sebelah sana. Nah, itu dia lampunya. Ini dia hasil ya. Oke atau enggak silakan dikomentarin aja. Jadi kita bisa lihat saat ini di antara banyaknya mendang-mending di kalangan smartphone Android midrange. Saya bisa bilang kalau IQ Z11 ini berhasil stand out dengan caranya sendiri. Performanya emang ada yang lebih kencang ya, tapi IQUZ1 menurut saya sama sekali enggak jelek karena tetap enak untuk dipakai lancar, bahkan gaming pun enggak masalah ya. Kamera ada yang lebih baik ya dibandingkan C tapi ya ini juga masih cukup kok untuk pemakaian sehari-hari. Buat yang emang tidak dimanding dengan spesifikasi kamera Z11 ya cukup-cukup aja saya yakin. Software OS AI ada yang lebih baik tapi dengan origin OS-nya si IQ Z1 ini bisa ngasih experience yang semakin baik makin berguna seperti misalnya ada Office skate tadi dan juga file sharing ke ekosistemnya Apple. Tapi kalau kita ngomongin soal baterai Iquuz Z1 sementara ini adalah rajanya di Indonesia. 9020 mAh dengan charge 90 watt adalah kuncian yang bikin Z11 sangat layak dipertimbangkan. Dia bisa jadi HP utama atau menurut saya bisa banget jadi companion. HP kedua buat yang emang perlu smartphone always standby yang enggak perlu sering ngecas. Misal buat para pekerja eksekutif muda ya, white color segala macam. Mungkin mereka udah punya iPhone, udah punya Samsung dan segala macam butuh HP kedua. Sebagai pegangan lain, IQ Z1 ini menurut saya adalah salah satu produk yang sangat layak untuk dipertimbangkan. Ini adalah skenario yang menurut saya sangat pas untuk IQ Z11. Jadi untuk sebuah smartphone yang harganya mulai dari 4 sampai R jutaan ya untuk harga jualan nanti. Ini adalah satu alternatif yang menurut saya layak untuk kalian cobain ya. Kalau misalnya tidak salah cocok langsung aja disikat karena kalau sekarang saya tahunya sih lagi ada promo-promo ya dari peluncurannya. ya. Jadi silakan dicek aja, linknya ada di kolom deskripsi di bawah. Sekali saya juga tulis lah detail-detailnya di situ. So, untuk sekarang review-nya segitu aja dulu buat IQ Z1. Semoga ngebantu bagi yang lagi cari referensi. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa, have a nice day. [musik]

Lihat di YouTube