Baterai Super Irit! TWS Berkelas dgn Desain Unik dan Fitur Menarik - Review Oraimo Spacebuds 2 (YouTube Video)
Oraimo Spacebuds 2 ini TWS premium baru dari Oraimo yang menawarkan 52 dbel hybrid ANC dan dia sudah langsung pakai Bluetooth 6.0 ya 6.0. Daya tahan baterai bisa mencapai 11,5 jam atau bahkan 45 jam dengan case-nya. Dan case-nya sendiri menarik ya. Dia punya fitur smart remote control dan personalized lighting effect. Fitur AI tentunya ada AI translation dan ada AI clear calling. Ada juga AI voice prom yang unik dan menarik banget. Kualitas suaranya didukung driver 11 mm dan sound 360 spial audio. Nah, kemampuan TWS ini membuatnya direkomendasikan oleh audio engineer pemenang Grammy Award Jessie Ray Ernster. Oke, kita langsung coba aja kemampuan dari si TWS Oraimoo ini. Oke, siapa itu Oraimo, ya? Orimo ini adalah grupnya Trension ya. Ya udah tahu dong digoogling aja deh Transion itu siapa aja grupnya. Smartphone-nya ada tiga brand dan ngetop-ngetop semua. Orao sudah berapa tahun ini menawarkan produk mereka di Indonesia termasuk TWS. Nah, TW SpaceB 2 ini baru saja diluncurkan lewat sebuah event yang lumayan besar Jakarta dan kami juga berkesempatan hadir di sana ya. Di sana ditampilkan ya produk-produk terbarunya dari si Orao ini ya. Dan wah ini lumayan oke sih acaranya. Seru-seru sih di situ ya. Nah, kita lanjut lagi ya. TWS1 ini adalah penerus dari yang sebelumnya yang sudah pernah diikan juga di Indonesia yaitu Space Buds. Nah, TWS baru ini hadir dengan sound tuning yang disebut sebagai heavy base. Semantap apa bassnya? Bagaimana kuas suaranya secara keselaran? Kita mulai pembahasannya dari paket penjualannya, ya. Nah, untuk isinya pada dalam paket penjualan ini ada sepasang earbud lengkap dengan charging case-nya. Di dalamnya udah ada tiga pasang ear, ya. Dan yang M itu udah terpasang ke dalam earbud. Lalu, ada juga kabel USB A2C dan ada welcome guide. Oke, sekarang kita lihat desainnya ya. Untuk earbud ini melanjutkan desain space bud sebelumnya pakai desain yang dengan tangkai dan ada earbud-nya tentunya ya. Lalu di sini ada logo Orao di bagian luar tangkai. Ada juga area untuk input touch gesture. Penanda irbad kiri dan kanan itu juga ada di bagian samping tangkai. Nah, di bagian dalam ada dua konektor untuk penghubung ke case. Ada juga satu mikrofon di ujung bawah tangkai ini. Beralih ke body earbud. Di ujungnya terlihat ada nozle dengan ukuran sekitar 5 * 4,6 mm. Di dalam body earbud ini ada dynamic driver 11 mm. Ini yang akan jadi kunci kualitas suara dari Spacebuds 2. Nanti kita cek ya, gimana kualitasnya ya. Untuk IP rating earbud ini punya rating IP5. Jadi dia aman kalau sedikit-sedikit kena basah ya, karena kehujanan atau kena keringat saat kita olahraga. Selain itu juga harusnya dia aman terap kemasukan dari debu ya. Tapi IP5 itu cuma di earbud-nya aja. Case-nya tidak punya rating itu. Jadi case-nya jangan dibasahin ya. Oke, untuk case-nya ini pakai desain yang bentuk dasarnya itu bundar ya, serta penutupnya itu dengan mekanisme penutup slider bentuknya yang geser gitu ya. Ini jadi membuat kita kadang-kadang agak sulit mau membuka tutup ini kalau tanpa kita melihat langsung ke arah case. Harusnya sih ee Orao ngasih sedikit penanda ya supaya jari kita tuh tahu, oh ini nih bagian yang perlu digeser gitu. Saat penutup dibuka terlihat ada tempat untuk kedua earbud di bagian dalam case. Lalu terlihat juga ada sistem lighting yang melingkar di bagian dalam ini. Ya, tentunya ini bisa menampilkan berbagai warna dengan beberapa efek ini juga sekaligus jadi lampu indikator case. Lalu di kanan ada satu tombol ini yang digunakan untuk smart case control. Nah, untuk konektor USBC ini ditempatkan di sisi belakang. Orang menjanjikan bahwa daya tahan baterainya itu kalau tidak pakai ANC total dengan case-nya itu bisa sampai 45 jam. Nah, kalau untuk kedua herbat-nya sekali isi ulang disebut bisa mencapai 11,5 jam tanpa ANC dan 9 jam kalau pakai ANC. Jadi, case harusnya bisa ngisi kedua earb sekitar 3 sampai 4 kali ya. Nah, untuk bobot sepasang earb TWS dengan earp L itu bobotnya sekitar 10 gr atau sekitar 5 gr per ya. Lalu charging case-nya itu bobotnya 49 gr. Jadi total kalau dibawa semuanya ada di 59 gr. Untuk opsi warnanya ada tiga ya. Namanya itu lucu-lucu ya. ada megenta, ada lavanda, dan ada space grey. Oke, kalau itu coba pakai ya. Untuk pairing pertama kita bisa keluarkan kedua earbud dari case dan TWS ini akan langsung masuk dalam mode pairing. Sementara untuk pairing berikutnya kita bisa reset dulu koneksi TWS dengan menekan tombol di sisi kanan case selama 5 detik. Lalu sebaiknya kita coba dulu ketiga ukuran irtip yang tersedia ya. Seperti biasa irtip yang pas di telinga akan membantu kita mendapatkan kualitas suara yang optimal dan kekedapan yang terbaik ya. Nah, TS ini mendukung gesture pengendalian yang secara standar diatur ke mode music control. Step satu kali diarbut untuk play atau pause. Step dua kali untuk next track. Tap tiga kali diarbut untuk previous track. Nah, selain musik control ada juga mode volume control. Kalau ini aktif fungsi gesternya berubah jadi tab satu kali di earbud untuk menurunkan volume, tab dua kali earbud untuk meningkatkan volume. Nah, pengaturan mode ini bisa dilakukan dari app Orahimo Sound. Jadi untuk mendapatkan pengendalian lengkap, kita bisa atur earbud kiri di mode music control misalnya. Lalu irbat kanan ada di mode volume control. Sayangnya sih mode-mode tersebut sudah hadir sebagai preset. Jadi kita tidak bisa atur sendiri secara manual. Ini berpotensi mengganggu ya karena area input gester itu terasa agak terlalu sensitif. Jadi saatem masang earbud kami seringki mengaktifkan fungsi tab satu kali. Nah, selain preset mode tersebut ya ada juga gesture standar di sini. Ada tap dan tahan di earbat kanan atau kiri sampai terdengar dua kali bunyi bip itu untuk mengubah mode ANC. Tap dan tahan di earbudd kanan sampai terdengar empat kali bunyi bip ini untuk masuk dalam game mode. Tap dan tahan di earbad kiri sampai tergelar empat kali bunyi bip ini untuk memanggil voice assistant. Kalau ada panggilan masuk kita juga bisa pakai tab dua kali untuk menerima panggilan. Tap dan tahan untuk menolak panggilan. Menariknya pengilan ini selain lewat gester di earbud bisa juga dilakukan dengan tombol di case. Jadi kita bisa tekan tombol satu kali dan dua kali untuk fungsi seperti di earbud sesuai dengan mode yang kita pilih. Nah, yang berbeda fungsi tekan tiga kali. Nah, ini bisa untuk take foto ya. Jadi dengan menekan tombol tiga kali seharusnya kamera di smartphone kita akan otomatis mengambil foto. Tapi ini memang kita harus buka app kamera di smartphone kita dulu ya. Kalau enggak kita buka dulu app kameranya gestionnya tidak berfungsi. Lalu ada apa lagi di aplikasi yang satu ini? Ada pemantauan sisa baterai kedua earbud ini per 10%. Ada juga untuk baterai dan ini per 1%. Wah, keren. Ada juga pengaturan noise control mode dengan opsi ANC on, ANC off, dan transparany. Mode ANC on dan transparansi juga dilengkapi dengan slider pengaturan kekuatan. Selanjut lagi ada switch untuk sound 360 spatial audio, game mode, serta ada dual device connection. Ada fitur equalizer, tapi ini tidak bisa digunakan kalau game mode-nya diaktifkan. Jadi, kita coba matikan dulu game mode-nya, ya. Nah, secara standar preset yang aktif adalah heavy base. Selain itu ada juga preset standar, rock, jaz, vocal, dan balance. Kalau butuh custom EQ, ada juga fitur create. Custom EQ ini punya ser pengaturan 7uh band dan kita bisa menyimpan lima preset custom EQ. Sayangnya setelah custom EQ yang kita buat disimpan, kita tidak bisa mengedit lagi equalizer tersebut. Jadi kalau mau fine tuning lagi, kita harus ngulang pembuatan preset dari awal. Oke, lanjut lagi. Di aplikasi ada juga pengaturan light effect untuk tampilan lighting di case. Ada juga AI voice prom. Nah, ini untuk mengganti suara prom standar di earbud. Ini menarik karena suara yang digenerate ini bisa pakai berbagai macam bahasa termasuk bahasa Indonesia. Bukan cuma itu aja, kita bisa atur tone suaranya mau seperti apa. Bisa com, cool, atau friendly. Bisa juga kita pilih suaranya mau cewek atau suara cowok. Kurang lebih seperti ini ya. Pembatalan kebisingan, pengurangan kebisingan mati. Transparansi mode game pangurangan suara mateni katrangan normal mode game pembatalan suaro noise reduction off noise cancellation game mode modo cancelación de ruido cancelación de ruido desactivada normal modo juego kemudian di sini fitur Health care ya. Ini untuk menghasilkan fitur reminder ya untuk menjaga kesehatan telinga kita. Di sini ada eh preminder untuk high volume, long time use, dan ada regular cleaning. Nah, enggak ketinggalan ada juga fitur seperti change Bluetooth name, firmware update, serta find device. Oh ya, buat yang butuh fitur translation tentunya ada juga di sini ada AI chat translation yang membantu menerjemahkan apa yang kita bicarakan ke bahasa lain. Ini mendukung sampai 140 bahasa dari segala penjuru dunia. Kalau mau ngobrol langsung dengan orang asing, ada juga AI real time translation. Saat kami coba kemampuannya ya kurang lebih seperti fitur penerjemah berbasis AI yang lain ya. Udah okelah yang satu ini. Menariknya setelah AI real time transaction selesai digunakan ada opsi AI summary. Jadi inti dari apa yang telah diterjemahkan bisa juga langsung dirangkum. Oke sekarang kita masuk dalam kualitas suaranya. Bagaimana kualitas suaranya? Kita coba pakai kodex AAC dan equalizernya basic dulu ya. Taruh di heavy base dulu ya untuk bass-nya. Sesuai dengan namanya heavy base ya, ini membuat bass jadi terasa relatif dominan. Buat sebagian orang ini mungkin akan terasa berlebihan tapi untuk bass head mungkin akan suka yang satu ini. Bass yang dominan juga membuat suara yang dihasilkan tuh terkesan agak dark jadinya ya. Bahkan di beberapa preset selain heavy base ini e kesan darknya juga masih terasa. Nah, bass di sini memang masih belum terasa yang luar biasa dalam banget tapi udah cukup bulat dan lumayan rapi di sini. Kalau misalnya enggak terlalu cocok dengan bass yang dominan seperti ini, kita bisa pilih equalizer yang bass-nya agak diturunkan atau ya kita bikin custom EQ sendiri. Nah, untuk mid-nya untungnya di preset Havi base ini pun mid tidak terasa terlalu tertutupi. Jadi kalau bass sedikit diturunkan, mid memang jadi lebih terasa di sini ya. Udah bersih banget mid-nya, enggak ada masalah. Detail untuk di mid juga terbilang cukup baik, cukup rapi juga. Memang ini bukan mid yang super jernih ya. Ya, tapi seharusnya tidak banyak yang komplain lah soal ini ya. Cek harganya juga ya. Ini bukan TWS yang R juta kan? Lanjut untuk travelnya. Nah, kalau di sini di preset heavy base ini e si travelnya terasa kalah jadi terasa tipis di sini. Apa tribel bisa dibuat lebih terasa? Ya bisa aja dengan membuat custom EQ dengan travel yang ditingkatkan. Tapi travel di sini memang belum bisa yang luar biasa super jernih dan jelas juga. Agak hati-hati juga kalau trble tarik terlalu tinggi. Di beberapa lagu tribel jadi bisa terasa tajam menusuk telinga. Tapi kalau enggak terlalu tinggi jadi setting yang benar aja yang pas aja. Oke, jadi kalau kalian menganggap diri kalian bass head ya, TWS ini mungkin udah akan langsung pas saat digunakan di kondisi standarnya yang pakai heavy base ya. Tapi kalau bukan bass head ada preset seperti balance yang bisa mengadilkan suara yang lebih berimbang. Ya itu yang saya lebih suka sih yang pakai balance itu. By default saya langsung pindahin ke balance soalnya atau ya kita juga bisa bikin custom EQ. Nah, respons ini terhadap perubahan diaster terbilang bagus ya. Jadi kita bisa dengan mudah merasakan efeknya saat kita ubah. Nah, untuk separasi ini enggak bisa dibilang yang luar biasa, tapi suara juga masih gak terasa tercampur-campur berantakan. Ini masih terbilang oke, ingat harganya. Nah, kalau untuk staging secara standar terbilang sekedar mencukupi ya, belum sampai terasa yang luar biasa tapi memang dari awal terasanya tuh enggak bukannya ngumpul di tengah semuanya juga ini udah agak ngelebar sebetulnya nih ya. Nah, kalau kalian mau mencoba efek yang lebih luas lagi, bisa juga nyobain fitur sound 360 spatial audionya supaya sensasinya terasa lebih lebar. Mungkin buat nonton kali ya, bisa ya. Nah, saat fitur ini aktif memang staging-nya bisa dibilang luas, tapi bass bisa terasa lebih dominan lagi. Suara jadi agak lebih dark memang ya. Bahkan di custom EQ yang semula enggak terasa dark pun jadi agak lebih dark di sini. Selain itu, kerapian suara juga mungkin agak terasa berkurang kalah untuk dengerin musik. Jadi, sound 360 spial audio ini harusnya akan lebih pas dipakai buat nonton film action di situ. Nah, jadi sensasi tuh lebih mantap lagi. Memang terasa lebih luas, lebih mendentum, lebih menggelegar gitu ya. Kalau buat musik sih sarannya enggak usah dihidupin ini pakai di balance aja. Oke, untuk volume suara kita sudah merasakan bahwa volume sekitar 40 sampai 60% udah cukup untuk penggunaan harian. Untuk 80% ke atas itu suara udah mulai terasa agak kurang rapi ya. Trble mulai agak terasa tajam dan kedalaman suara sudah mulai agak turun di situ. Jadi sebaiknya hindari mengatur volumenya ketika terlalu tinggi. Setelah itu kalau setnya terlalu tinggi juga enggak bagus buat kesehatan telinga kan ya. Nah secara umum untuk tewas di kelas harganya ini apa yang ditawarkan oleh Oremo Spacebudge 2 ini udah terbilang baik. Oke sekarang mari kita coba ANC-nya. Saat ANC aktif kita memang belum bisa merasakan sensasi yang super kedap ya. Enggak mungkin juga ini TWS ya. Tapi suara di sekitar kita memang sudah terasa terendam saat ANC diatur ke tingkat yang tertinggi. Suara dengan pitch yang tinggi masih terdengar tapi udah cukup ditekan sampai tidak terlalu terasa mengganggu. Untuk suara kebisingan harian seperti suara kendarahan bermotor gitu ya, itu ah terbilang bisa diredam dengan baik di sini. Bukannya sampai hilang ya pasti enggak mungkin sampai hilang ya. Tapi sudah jadi enggak mengganggu lah di situ ya. Jadi kalau dipakai sehari-hari untuk commuting misalnya atau buat traveling ya ini kalau dihidupkan udah membantu telinga kita. Kenapa? Karena dia menurunkan kebisingan di luar. Jadi kita muar suara musik atau suara apapunlah yang kita putar itu tidak usah kencang-kencang dan kita udah jadi enggak dengar suara sekitarnya aja dengan mungkin 40 sampai 60% doang. Udah enak jadinya. Ya, sekarang kita coba transparansinya. Saat aktif kedalaman suaranya agak berkurang berubah ya dan suara memang jadi terdengar sedikit lebih terbuka. Tapi secara umum kata suara tidak terlalu terasa turun, terlalu jauh gitu ya. Kalau mau suara dari sekitar kita benar-benar terdengar, kita tetap harus ngatur volume suara ke tingkat yang rendah ya di bawah 20% karena ya memang transparansinya belum yang luar biasa hebat banget. Volume suara di atas 20% terasa akan membuat suara di luar tuh sudah mulai agak tertutupi. Sayangnya transparansi ini juga belum menyatakan suara kita sendiri. Jadi kita bisa terasa agak aneh aja kalau kita lagi ngobrol dengan ee orang lain saat transparansi ini dihidupkan. Untungnya suara di mode ini terasa cukup natural ya, tidak terdistorasi parah dan minim suara desisan yang ganggu yang aneh-aneh yang suka terjadi di TWS yang di bawah Rp1 juta. Jadi overall ini udah ok lah mode transparansinya ya. Lanjut lagi B kita coba mikrofon dari TWS ini hasilnya seperti ini. Oke sekarang kita lagi di studio untuk menguji kualitas mikrofon dari TWS Orao Space Bud 2 yang satu ini. Untuk skenario pertama di sini kita akan menggunakan simulasi suara kemacetan ya. Nah, bagaimana suara kend ini direkam menggunakan mikrofon kamera? Sementara ini direkam menggunakan mikrofon TWS Ora Space B. Gimana? Apakah suara saya terdengar dengan jelas? Selanjutnya kita akan menggunakan musik [musik] keras. Nah, yang kalian dengar saat ini direkam menggunakan mikrofon kamera. Sementara ini direkam menggunakan mikrofon TWS Orao Space BU. Gimana? Apakah suara saya terdengar dengan jelas? Selanjutnya kita akan [musik] menggunakan musik dengan [bernyanyi] ini direkam menggunakan mikrofon kamera. Kalau yang ini direkam menggunakan mikrofon dari TWS Ora Space. Bagaimana? Apakah suara saya terdengar dengan jelas? Apakah suara musik bisa direndam dengan baik? Ya, saat kita bicara suara di background ternyata tidak sepenuhnya bisa tekan ya. Masih ada yang bocor jadi cukup terdengar di situ ya. Tapi suara kita umumnya masih bisa ditangkap dengan baiklah. Belum bisa dibilang super jernih, tapi ini masih terasa mencukupi aja lah untuk teleponan pribadi ya. Lanjut untuk kenyamanan pakai. Nah, ERB Space Bass 2 ini terbilang relatif nyaman dipakai. Bukan yang terasa super ringan, tapi masih belum sampai terasa jadi beban di telinga kita juga. Kalau fittingnya udah oke sih enak banget yang satu ini. Hal yang sedikit mengganggu adalah mungkin saat kita masang atau memperbaiki posisi earbud, area touch gesture ini sangat mudah tersentuh. Padahal air tersebut tuh agak penting ya untuk mendorong earbet agar masuk ke dalam telinga kita ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Janjinya terbilang luar biasa nih sampai 11,5 jam tanpa ANC. Apakah benar? Mari kita tes. Setting volumenya di 50%. Kod kita pakai di AAC tanpa active noise cancelling. Baterai kedua earbud itu ternyata habis setelah 12 jam 10 menit. Ini lebih dari claimnya ya. Sementara kalau kita hidupkan active noise cancelling umumnya kan ya eh TWSTWS itu ada di 6 sampai 78 jam gitu udah hebat ya. Yang satu ini baterainya baru habis di 9 jam 30 menit. Lagi-lagi ini ada di atas klaimnya Oremo yang 9 jam. Jadi dietan baterai tawarkan TOS ini memang mantap. Ee mungkin ini salah satu yang terbaik bahkan ya. Jadi enak tuh 9 jam enggak perlu masukin ke dalam case. Kita bisa pakai nonstop. Kalau kita lagi dalam perjalanan di kereta atau di pesawat yang jauh-jauh, wah ini enak banget nih. Ya, sementara itu untuk charging-nya. Kita butuh waktu sekitar 40 sampai 45 menit untuk mengisi baterai kedua earbud ini dari kosong sampai penuh. Tapi dalam 30 menit, baterai earbud ini umumnya sudah terisi sekitar 70 sampai 80%. Untuk case, baterai berkurang sekitar 35% untuk sekali pengisian baterai kedua earbud. Jadi, case harusnya bisa mengisi ulang kedua earb ini sampai tiga kali. sudah cukup sesuailah dengan klaim dari Oraimo. Oke, sekarang harganya Oraimo SpaceBuds 2 ini dipasarkan dengan harga resmi Rp899.000 dan ada harga promo di Rp799.000. Harga yang menurut kami sangat sesuai dengan apa yang ditawarkannya ya. Nah, bersamaan dengan Space Bud 2 ini Oremo juga memperkenalkan Spacebud Lite 2. Ini versi yang lebih terjangkau ya. Set fiturnya tentunya belum sebanyak space 2. Selain itu, case-nya juga tidak seunik space 2. Tapi TS-nya tetap menawarkan fitur seperti game mode, sound 360 spial audio, serta tentunya bisa terhubung juga ke app Orimo Sound. Nah, karena terhubung ke Oraimo sound, fitur EA transaction juga jadi tersedia di TWS ini. Ini bisa membantu kalau kita sedang ke luar negeri atau sedang ngobrol dengan orang asing, ya. Nah, daya tahan baterai juga mantap ya dengan janjinya sampai 50 jam udah dengan charging case-nya. TWS ini tersedia dalam empat pilihan warna dan punya rating di IPX4. Nah, dan ini masih relatif aman ya buat kehujanan tipis-tipis. Nah, untuk Space Bus Lite 2 ini harga resminya di Rp399.000 dengan harga promo di awal di Rp299.000. Wow, udah dapat eh translation. Keren ya. Oke, sekarang kita balik lagi ke Oro Spacebus 2 ya. Nah, kita lihat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, noise canceling di mikrofon itu belum terasa bisa menekan suara latar belakang dengan baik. Untungnya setidaknya suara kita masih bisa ditangkap dengan cukup baik. Lalu custom equalizer yang kita buat tidak bisa diedit lagi kalau udah di-save. Ini membuat fine tuning-nya jadi harus ngulang-ngulang ya. Kemudian desain case-nya membuat kita agak kesulusan mencari posisi membuka case yang pas tanpa ngelihat ke arah case ya. Harusnya ditandain tuh di tangan tuh ya. Kemudian untuk yang kurang menyukai efek lighting, sayangnya belum ada opsi untuk mematikan efek lighting dari case ini. Lalu e sayangnya juga untuk yang suka dengan efek lighting dan ingin memamerkan case-nya itu di case belum ada tempat untuk memasang strap yang seharusnya bisa mempermudah kita untuk memamerkan case yang unik ini. Kemudian untuk taser di earbud itu memudah tertrigger ya secara tidak sengaja saat kita lagi masang atau memperbaiki posisi earbud di telinga kita. Dan sayangnya tidak ada pengaturan juga untuk sensitivitas earbud atau opsi untuk mematikan gester tab satu kalinya. Nah, dari sisi menariknya suaranya terbilang cukup rapi dengan kualitas yang terbilang oke terutama untuk kelas harganya ini di bawah Rp1 juta loh ya. Rp799.000 ya. ANC ini udah oke banget sebetulnya. Fungsional banget untuk kelas di bawah R1 juta ini oke banget. Lalu untuk daya tahan baterainya ini luar biasa. Ini mungkin yang paling awet yang pernah kami uji sampai saat ini ya. Enggak usah ngomong yang 3 4 juta tuh enggak ada yang sampai segini. Udah pasti enggak ada gitu ya. Kemudian mungkin ini penyebabnya salah satunya karena dia sudah pakai Bluetooth 6 yang baru. Ini kan lebih irit ya. Lalu respon suara terhadap perubahan equalizer juga terbilang oke di sini. Transparency mode juga udah cukup bisa diandalkan. Lalu dia udah mendukung dual connection. Lalu dia punya AI untuk fitur chat translation dan ada real time translation di app Oraimon-ya. Ya, ini sepertinya fitur yang lagi jadi tren ya di perangkat variable audio akhir-akhir ini. Voice prop. Nah, ini menarik ya. Bisa diganti ke suara lain dalam berbagai bahasa. Lalu ada rating IP5. Lalu buat yang suka lighting effect ada RGB yang bisa ditampilkan di case. Ada juga tombol untuk pengendalian TWS juga di case. Dan ini menarik karena tombol pengendaliannya otomatis membuat jadi remote ya di sini ya. Ya, lumayanlah kita enggak usah nambah-nambah remote lagi. Jadi enggak usah kebanyakan alat yang dibawa untuk nge-trigger kamera kita. Nah, pertanyaan sekarang, TWES ini cocoknya untuk siapa? Orus Westbus 2 ini akan cocok untuk yang mencari TWES allrounder dengan harga di bawah 1 juta. Suara oke, ANC-nya udah oke, daya tahan baterainya susah dilawan. Fiturnya juga terbilang kekinian, sesuailah untuk TWSR saat ini ya. Penampilan TWS-nya terkesan ya enggak kaku juga, enggak gitu-gitu aja ya dengan case yang unik seperti ini yang kayak UFO gini ya. Ditambah dengan efek lighting-nya juga ya. Melihat berbagai hal yang tadi kita sudah bahas plus harganya yang ada di Rp799.000 K merasa bahwa Space Budge 2 ini adalah salah satu tewas yang sangat layak untuk dipertimbangkan. [musik]
