Baterai Tahan 20+ Jam? Membuktikan Klaim Laptop Snapdragon X Series dengan Data & Fakta Nyata (YouTube Video)
Jumpa lagi juga TV. Laptop Snapdragon sekarang udah makin banyak, kompatibilitas udah makin baik, windows udah full support, Office udah native arm. Nih video editor seperti CapCut udah native pakai ARM, Da Vinci udah support ARM, bahkan Adobe Premiere Pro yang versi ARM itu juga udah ada ya, walaupun masih versi beta. Ini mungkin adaptasi software tercepat untuk prosesor baru yang baru sekitar 1 tahun umurnya. Iya, baru sekitar 1 tahun ya pada saat video dibuat ya. Dan ini memperlihatkan keseriusan Qualcom beserta ekosistem software lainnya dalam menyediakan sebanyak mungkin dan secepat mungkin aplikasi native untuk prosesor Snapdragon X series. Nah, sekarang kita masuk dalam masalah sesungguhnya. Apakah benar laptop-laptop Snapdragon itu irit baterai? Apakah benar performanya konsisten mau dicolok atau enggak dicolok ke listrik? Nah, kami akan pakai data ya menjawabnya ya, bukan pakai katanya, bukan. Data-data ini kami yang buat dan udah pernah dipublikasikan sebelumnya, tapi mungkin kalian belum pernah mencoba untuk membuat kompilasinya, ya. Nah, nanti kami akan juga tambahin data pengujian lagi dan sekalian ngasih lihat kemampuan offline AI-nya laptop Snapdragon. Intinya video ini bukan katanya, ini datanya, ini faktanya. Oke, sebelum mulai yang mau mendang mending karena iri dengan laptop-laptop seperti ini, minggir dulu deh ya. Yang mau mendang mending dengan laptop gaming, mikir dulu deh. Ini laptop tipis dan ringan untuk cari duit sih biasanya ya yang diincar para pebisnis dan pekerja sungguhan. Ini laptop-laptop serius untuk para pengguna serius yang membutuhkannya. Oke, ya. Nah, yang berbeda dengan laptop lainnya, laptop dengan pressor Snapdragon X series itu punya fitur unggulan dalam hal daya tahan baterai, performa yang konsisten, dan NPU yang kencang. Klaim daya tahan baterainya pun enggak main-main ya, di atas 20 jam. Tentunya ini menaikkan standar daya tahan baterai laptop ya. Tadinya laptop dengan daya tahan baterai belasan jam itu udah bisa dibilang hebat. Tapi kali ini standar hebat itu harus bisa di atas 20 jam. Nah, menariknya klaim baterai yang irit berlaku untuk semua tipe prosesor Snapdragon X series, termasuk yang paling kencang sekalipun dan yang paling irit juga tentunya ya. Biasanya sulit nih prosesor kencang baterainya irit. Di laptop Snapdragon ini bisa terjadi. Menariknya lagi saat digunakan dengan baterai, performa laptop Snapdragon diklaim tetap mirip seperti saat dicolok ke listrik atau paling tidak turunnya tuh enggak jauh ya, beda-beda tipis aja. Jadi enggak ada tuh kejadian beli laptop R jutaan performanya turun ke level laptop R jutaan saat pakai baterai doang. Ini berbeda dengan kompetitornya. Di mana laptop yang bisa seperti itu harus punya sertifikasi terlebih dahulu atau harus pakai tipe prosesor tertentu. Nah, selain itu Qualcom juga langsung melengkapi semua prosesor mereka dengan NPU 45 Tops yang kencang itu. Ini berarti laptop Snapdagon yang harganya paling terjangkau sekalipun sudah memenuhi kriteria copilot plus PC dari Microsoft. Eh, tahu enggak kalau laptop snap paling terjangkau saat ini itu harganya cuman Rp8 jutaan? Iya, kalian enggak salah dengar? Rp8 jutaan. Untuk tipe laptopnya ini nih, Asus Vivobook 14. Tentunya karena ada NPU, kita bisa melakukan komputasi E secara offline alias enggak perlu connect ke internet. Oke. Oke. Dari tadi kita ngomongin klaim-klaim aja, tapi emangnya klaimnya beneran seperti itu? Masa sih klaimnya bisa sehebat itu? Hm, tenang, kita buktikan di sini. Kami sendiri sudah menguji hampir semua laptop Snapdragon X series yang masuk ke Indonesia. Di Indonesia sendiri tersedia banyak pilihan laptop Snapdragon seperti dari Asus, Acer, HP, dan juga Lenovo. Oke, pertama-tama kita lihat benar enggak sih laptop Snapdragon itu daya tahan baterainya bisa lebih dari 20 jam? Nah, coba deh lihat tabel hasil pengujian kami berikut ini. Kelihatan ya, ada empat laptop Snapdragon yang berhasil menembus daya tahan di atas 20 jam. Rekor terlama yang kami temukan di Vivobook S14 itu nyaris menyentuh 23 jam. Menariknya saat kami review dulu tuh harganya masih Rp jutaan, tapi sekarang harganya turun di bawah Rp10 juta loh. Ini menarik banget karena sulit menemukan laptop di bawah Rp10 juta yang baterainya bisa di atas 20 jam. Lalu Yoga Slim 7X yang pakai Snapdragon X Elite ini varian yang paling kencangnya ya. Baterainya juga irit nyaris 22 jam padahal dia pakai pressor high performance yang kencang. Jadi kelihatan ya performa kencang enggak perlu boros baterainya. Selain itu ada juga Omnibook X14 dan Idea Pet Slim 5X yang baterainya juga bisa tembus di atas 20 jam. Menariknya idea Pet Slim 5X itu harga terjangkau juga loh sebetulnya ya ini di R jutaan. Nah, di pengujian kami memang ada laptop Snapdragon yang belum bisa tembus di atas 20 jam. Salah satunya adalah Zenebook A14 yang bertahan di 17 jam. Nah, kan bisa tuh di bawah 20 jam tuh ternyata tuh yah gimana tuh? Tenang, ini ada sebabnya sebetulnya. Ini karena Zenbook A14 itu baterai itu kecil cuma 48 wat hour. Ini beda dengan tipe lainnya yang kapasitas baterainya di atas 55 wat hour. Bahkan yang tadi itu ada yang 70 wat hour. Tapi sebenarnya itu ah tergolong hebat loh karena bisa tembus di atas 15 jam dengan baterai yang kecil gitu. Itu udah luar biasa. Dan uniknya karena pakai baterai yang seperti tadi itu yang kecil itu ya bobot Zenbook A14 bisa dipangkas jadi sangat ringan. bukan hanya di bawah 1 kilo, tapi di bawah 900 gram. Selain itu ada juga Vivobook S15 yang datan baterai itu 16 jam 40 menit di pengujian kami ya. Hasil pengujian kami sebenarnya enggak jauh dari klaimnya yang 18 jam ya. Tapi kenapa enggak bisa nyampai 20 jam? Sepertinya ini disebabkan oleh setting TDP prosesor yang tinggi di 45 watt. Ini settingannya datangnya dari produsen laptopnya sih sebetulnya ya. Bukan sarannya Snapdragon kayaknya nih ataupun sarannya Qualcom nih ya. Apalagi dia juga pakai layar 15,6 inci yang besar. Jadi, baterainya enggak bisa seirit laptop lain yang layarnya 14 inci. Lalu, ada juga namanya Pro Art PZ13. Detachable. Laptop ini bertahan selama 18 jam di pengujian kami. Ini sebenarnya masih bisa dimaklumi karena cuma berbeda sedikit dibanding klaimnya yang 21 jam. Lagi pula Pro Art PZ 13 itu datang ke kami tidak lama setelah peluncurannya atau bahkan tidak lama setelah peluncuran prosesornya sebetulnya ya. Jadi, rasanya pada saat itu masih belum optimal software-nya. Sayangnya saat ini kami udah enggak pegang lagi yang saat itu. Jadi, kita tidak bisa tes ulang dengan update-update terkini. Jadi, kalau lihat dari hasil-hasil pengujian kami, semua laptop Snapdragon yang baru-baru itu baterainya super super irit. Yang dua terakhir dibahas tadi itu yang awal-awal banget memang ya. Jadi terbukti ya emang 20 jam itu enggak bohong, benar kok itu. Dan hasil pengujian kami bahkan sudah pernah di-publish itu ya menunjukkan bahwa memang seperti itu. Berikutnya mari kita lihat apakah memang benar performa saat pakai baterai tidak berbeda saat pakai charger. Ya, coba kita lihat ya grafik ini. Tapi kita abaikan dulu yang Vivobook S15 tadi sama yang Pro Art PZ13 ya yang tadi ya. Karena itu dua memang agak anomali sebetulnya. Kalau melihat uji Cine Bench 2024 versi ARM loh bahkan CB aja versi ARM-nya ya. Performa laptop Snapdragon saat pakai baterai memang ada penurunan tapi sangat kecil sekali. Bahkan pada Vivobook S14 penurunannya bisa diabaikan cuma sekitar 0,2% saja. Penurunan paling besar kami temukan di Omnibook X14 dan itu hanya turun sekitar 3,6% saja performanya. Kecil sekali. Untuk Vivobook S15 penuran performa di mode baterai yang cukup signifikan sepertinya lagi-lagi disebabkan oleh setting TDP prosesor yang tinggi banget di situ. Itu agak enggak normal dibandingkan yang lain-lainnya. Sementara untuk Pro Art BZ13 enggak sempat kami uji dengan baterai karena waktu itu waktu pengerjan itu mepet banget. Eh tunggu tadi itu kan pakai aplikasi CineB ya. Nah kita kan enggak pakai CineBch buat aktivitas sehari-hari. Kalau di aplikasi beneran gimana? Tenang, kita uji juga kok pakai Premiere Pro 2025. Ini Premier versi emulasi ya. Ini belum yang natif karena masih versi beta. Kalau untuk native kita pakai versi full-nya aja jadi masih pakai emulasi aja. Harusnya sih lebih dalam tanda kutip ngaco gitu ya. Kalau yang satu ini. Mari kita lihat aja hasilnya seperti apa. Kita pakai laptop Yoga Slim 7X dengan prosesor Snapdragon X Elite ya. Nah, hasilnya export video full HD 60 fps 2 menit 7 detik dengan open shell. Kalau pakai charger itu 2 menit 5 detik. Kalau tanpa charger ya atau pakai baterai aja itu 2 menit 15 detik. Hmm. Tipis banget kan bedanya ya. Berikutnya kita pakai CapCut dengan video yang sama ya. Kalau pakai charger 1 menit 5 detik. Kalau pakai baterai aja 1 menit 5 detik juga. Ternyata hasilnya sama persis bahkan di sini ya. Mungkin karena kalau CapCut ini udah support native arm ya. Nah tadi itu kan laptop yang harganya belasan juta. Kalau Vivobook 14 yang harganya Rp8 jutaan gimana? Nah kita langsung lihat di sini ya. Ceb 2024 kalau kita pasang chargernya dia di 711 poin. Kalau kita pakai baterai aja ya, alis gak pakai charger itu di 708 poin. Nah, kan tipis banget bedanya ya. Lah, sekarang kita coba Premiere Pro 2025. Kalau kita pakai charger itu hasilnya selesai dalam waktu 3 menit 30 detik. Kalau tanpa charger 3 menit 33 detik. Tuh, tipis banget bedanya. Kalau pakai CapCut bagaimana? Pakai charger 1 menit 40 detik. Tanpa charger itu 1 menit 40 detik juga. Jadi lagi-lagi sama ya kalau pakai CC ya. Jadi terbukti ya performa laptop-laptop yang pakai Snapdragon ini dicolok ke charger atau tidak itu mirip-mirip aja dan kondisi itu berlaku baik untuk laptop yang kelas premium prosesornya maupun yang kelas harganya terjangkau. Oke, tadi sudah lihat ya bagaimana ee daya tahan baterainya dan performanya saat enggak pakai charger kalau dibandingkan dengan ee saat pakai charger. Ya, sekarang kita lihat ke NPU-nya. ya, neural processing unit atau prosor AI-nya lah ya. Pertama-tama kita coba cek dulu klaim Qualcom bahwa semua prosesor Snapdragon itu punya kemampuan NPU 45 tops. Ini kita bicara yang untuk laptop ya. Nah, kita coba jalanin pengujian AI image generation benchmark dengan stable diffusion di aplikasi UL Prosion. Hasilnya processor Snapdragon X Elite di Yoga Slim 7X itu membutuhkan waktu 12,15 detik untuk menghasilkan gambar 512 * 512 piksel. Sementara prosesor Snapdragon X yang polos ya di Vivobook 14 itu membutuhkan waktu 12,1 detik di pengujian yang sama. Hampir enggak ada bedanya nih. Jadi terbukti ya kalau kemampuan NPU-nya sangat-sangat mirip baik untuk tipe yang paling kencang maupun yang paling terjangkau. Terus bisa dipakai apa aja sih NPU di laptop Snapdragon ini? Salah satunya kita bisa pakai untuk video call atau online meeting. NPU bisa mengambil alih komputasi dari fitur Windows Studio Effect dari CPU atau GPU. Jadi baterainya bisa lebih irit. Menariknya meskipun fitur ini juga bisa jalan di laptop selain yang pakai Snapdragon, tapi hasil implementasinya yang berbeda. Bisa dilihat nih kalau di laptop selain Snapdragon hanya tiga fitur Windows Studio Effect yang aktif. Sementara di laptop Snapdragon ada lima fitur yang aktif jadi lebih komplit di sini. Setelah itu dengan NPU 45 tops, laptop jadi bisa menjalankan fitur-fitur copyate plus PC seperti live caption, cator, dan recall juga bisa. Tahu kan kalau fitur ini biasanya cuma ada di laptop yang belasan juta rupiah bahkan yang lebih biasanya ya. Tapi sekarang bisa ada di laptop 8 jutaan berkat pakai Snapdragon X series ya. Nah, kita langsung aja coba nih fitur call creator yang ada di aplikasi Paint. Pertama-tama kita gambar dulu objek yang ingin kita buat. Enggak perlu dibuat detail, cukup sketsa kasarnya aja. Kemudian kita input prom atau teks untuk membuat gambar tadi jadi lebih realistis. Nah, gambar yang kita inginkan akhirnya jadi seperti ini. Gimana? Keren enggak tuh? Ya, bisa dilihat juga nih NPU-nya kepakai saat kita pakai Creator-nya. Tentunya kita juga bisa menggunakan NPU untuk hal lain seperti editing video dengan Dave Vinci Resolve. Misalnya kita mau ngilangin gambar latar video seperti ini nih. Biasanya kita harus melakukan seleksi objek secara manual. Tapi tenang, di sini ada fitur magic mask. Jadi kita bisa memilih objeknya secara otomatis. Tentunya Magic Mask ini pakai akselerasi NPU. Jadi prosesnya lebih cepat selesai. Gimana? Beneran kepakai kan NPU-nya, ya? Jadi terlihat ya dari data yang sudah ada bahwa laptop Snapdragon itu punya ciri khas tersendiri. Pertama, baterainya secara umum semuanya sangat irit. Bahkan kalau melihat hasil pengujian kami yang paling boros sekalipun baterainya itu masih bisa bertahan di atas 15 jam. Kemudian kedua, performanya selalu bisa mirip saat pakai charger dan saat tidak pakai charger. Ini ciri khas yang mungkin sulit ditemukan di laptop Windows yang pakai prosesor kompetitor. Ya, pujian kami pun berhasil membuktikan kalau performa saat pakai charger dan saat tidak pakai charger tuh mirip banget. Dan ciri tambahannya tentunya laptop Snbag itu punya NPU yang 45 top yang kencang bahkan di tipe paling terjangkau sekalipun. Saat ini makin banyak aplikasi dengan AI di dalamnya. Jadi punya laptop yang ada NPU-nya itu akan lebih menguntungkan untuk kita dan ke depannya juga akan lebih menguntung tentunya. Untuk kompatibilitas tenang, sekarang jadi jauh lebih baik. Jumlah aplikasi natifnya sekarang jauh lebih banyak dibandingkan saat pertama kali diluncurkan. Jadi jangan nonton video-video orang yang membahas pertama kali dia diluncurkan terus dianggap bahwa sekarang masih sama aja. Enggak. Dalam 1 tahun ini perkembangan yang menurut kami sih ini paling cepat sebetulnya ya. Aplikasi yang bisa berjalan di emulasi pun juga sekarang jadi semakin stabil. Bahkan saat komutes 2025 yang lalu, kami menemukan demo bahwa Adobe Premiere Pro sudah bisa pakai NPU sekarang. Padahal itu Premiier Pro-nya bukan yang native, itu versi emulasi aja. Aplikasi WhatsApp yang sempat ngalamin masalah itu sekarang udah jalan mulus tanpa kendala sama sekali. Pada akhirnya laptop Snagon terbukti mampu membawa standar baru untuk laptop Windows 11 dengan beragam keunggulannya yang mungkin akan sulit ditemukan di kompetitornya. Jadi, gimana? Benar kan? Kami pakai data dan fakta bukan pakai katanya. Saya D Irfan Jaka Tib TV. [Musik]
