Bea Masuk 0%?! iPhone & Pixel gak Perlu TKDN ! Bebas IMEI ?! (YouTube Video)
Per 19 Februari kemarin, Apple udah jadi anak emas di Indonesia. Karena untuk produk-produk yang US itu udah enggak ada lagi yang namanya TKDN. TKDN. Jadi produk kayak Apple, Google, Pixel, XP, Dell, pokoknya produk-produk dari US lah. Itu kalau masuk ke Indonesia enggak perlu TKDN dan bea masuknya 0%. Gila, Guys. Dan cuma produk US saja ya. Produk-produk non US dari Korea, Samsung, dari Cina, Xiaomi, Oppo, Vivo dan teman-temannya kayak gimana sampai saat ini sih masih harus patuh sama TKDN. Nah, yang menarik dengan adanya aturan ini apakah udah enggak ada lagi yang namanya iPhone inter? Terus gimana kalau misalkan kita bawa HP dari luar negeri? Apakah masih harus daftar IMEI kalau produk US? Terus gimana nasibnya Xiaomi, Samsung, Oppo produk-produk non US? Dan kenapa sih Indonesia ngelakuin hal ini? emangnya untungnya apa buat kita? Pertama kita bahas dulu apa itu TKDN. Mungkin buat penontonnya di Kadi sudah tahulah ya apa itu TKDN. Tapi buat yang belum tahu, TKDN itu tingkat komponen dalam negeri. Jadi brand-brand asing itu enggak boleh cuma jualan aja di Indonesia. Harus memenuhi tiga faktor. Yang pertama ada industrialisasi. Jadi vendor itu dipaksa bikin pabrik atau riset lah minimal di Indonesia. Terus karena ada pabrik otomatis ada lapangan pekerjaan. Nah, lapangan pekerjaan ini bakalan diisi sama SDMSDM lokal. terus juga bisa mengurangi impor. Jadi biar devisa kita itu enggak lari terus ke luar negeri. Itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat bagus buat kita. Walaupun pada praktiknya ya masih ada formalitas dalam tanda kutip untuk TKDN. Ada yang numpang pabriknya ini, ada yang enggak bikin pabrik sendiri. Ya, buat yang YTTA pasti sudahud tahulah apa yang [musik] saya maksudin ya. Nah, untuk aturan sekarang itu di 40-an% kalau enggak salah TKDN. Jadi biasanya itu tasnya terus kabelnya itu sudah produksi Indonesia ya. Kalau untuk chip terus motherboard itu masih belum produksi Indonesia. Sekarang kita bahas yang ini. Sebenarnya pembahasan yang menarik juga ya karena saya baca di komen-komen tua enak ya iPhone sekarang udah enggak perlu registrasi IMEI karena sekarang enggak perlu lagi pakai TKDN. Hmm enggak gitu sih konsepnya. Jadi buat yang belum tahu anggap aja IMIEI itu kayak KTP ya, kayak kartu identitas kita. Nah, untuk dapat sinyal di Indonesia, KTP atau IMI-nya itu harus didaftarin di database yang namanya Cir Masalahnya pemerintah itu gembok si CE ini pakai sertifikasi TKDN. Jadi kalau misalkan ada satu HP aja yang ternyata dia enggak punya sertifikasi TKDN, ya udah enggak bakalan dapat sinyal. Makanya kalau kalian lihat biasanya itu ada iPhone, Wii only. Nah, makanya biasanya rawan ya kalau misalkan beli iPhone tapi inter karena mereka bisa beli IME touris 3 bulan. Setelah 3 bulan sinyal hilang ya wasalam HP kalian jadi Wii only juga. Tapi semuanya berubah tanggal 19 Februari kemarin ketika Presiden Prabowo dan Presiden Trump itu ketemu dan mereka menandatangani ART namanya agreement reciprocal treat. Yang isinya itu ada banyak tapi yang mungkin kita bahas enggak semuanya. Salah satunya yang kita bahas itu di poin nomor 2.2. Intinya Indonesia itu sepakat untuk membebaskan TKDN di pasar komersial untuk produk-produk US. Hampir semua produk US sih sebenarnya. Tapi karena ini channel DKID, channel yang ngebahas gadget, jadi ya kita bahas yang Apple, Pixel XP, Dell itu kalau misalkan mereka mau masuk Indonesia ibaratnya mereka udah punya jalan tol lah. Enggak usah mikirin TKDN, biaya TKDN. Langsung jualan aja bisa. Tapi ya tetap harus lewat distributor resmi ya. Ya Google Pixel sih saya belum tahu distributornya siapa ya. Tapi paling itu-itu aja. Paling ya. Era Jaya Grup ya itu naga kalau itu berarti kalau misalkan kita beli iPhone inter enak dong Bang langsung dapat IMEI langsung dapat sinyal dong ya enggak [musik] kayak gitu ya aturannya tetap berlaku untuk daftar IMEIE cuman lebih murah aja sekarang karena untuk dapat sinyal yaitu tadi IMIEnya harus dimasukin ke database Cir tadi ya kalau misalkan ya enggak didaftarin enggak bakalan dapat sinyal. Nah, tapi yang menarik ini yang menurut saya menarik mungkin buat kalian yang lebih paham, lebih eksert di bidang [musik] aturan bea cuka ini bisa tulis di kolom komentar ya. Karena kan saya enggak terlalu paham juga sebenarnya di bidang ini. Jadi kalau saya baca pajaknya itu benar-benar 0% untuk produk US. Nah, sekarang pertanyaannya kalau misalkan saya nih ke Amerika atau ke manalah saya beli produknya Apple terus saya [musik] turun landing hand carry ke Bea Cukai, apakah itu bakalan 0% juga bea masuknya? Jadi harusnya sih lebih murah ya. Nah, karena bukan bidang saya, jadi saya sempat tanya ke AI, tanya ke Gemini dengan aturan ART baru ini kalau misalkan hand carry iPhone gimana? [tertawa] Nah, jawabannya komponen pajaknya kan biasanya ada tiga ya, ada BA masuk, terus ada apa lagi? PPH, sama yang namanya PPN. Nah, PPN-nya ini tetap bayar [musik] 12%. Harusnya sih jauh lebih murah ya. Karena kalau misalkan kalian beli HP misalkan anggap aja R10 juta gitu ya dikurangi 500 USD, wah pajaknya malah lebih murah lagi. Jadi kalau misalkan setelah dikurangi 500 USD itu masih ketemu Rp10 juta, kalian cuma bayar sekitar 12% Rp1.200 lah. Harusnya sih lebih murah. Tapi yang saya penasaran satu lagi sih, kalau misalkan kita beli barang di Amazon enak do ya. Tinggal bayar PPN aja, enggak usah bayar biaya masuk. Nah, apakah itu kayak gitu? Coba yang ahli di aturan Bea Cukai atau ada orang Bea Cukai mau komen silakan ya. Karena ya kalau aturannya gini apakah beneran bisa 0% kan kita enggak tahu di lapangan gimana. Nah, sekarang sebenarnya siapa sih yang diuntungin dari agreement ini? Namanya agreement itu kan perjanjian ya. Perjanjian itu kan harus saling menguntungkan. Jadi, dua-duanya harus untung. Nah, pertanyaannya Indonesia ini untung apa kalau misalkan ngasih jalur tol ke [musik] produk-produk US biar bebas jualan di sini tanpa harus bikin pabrik, tanpa harus investasi. Padahal brand-band yang lain kayak Samsung, Xiaomi mereka, Oppo, mereka itu udah bikin publik di Indonesia ya, udah invest triliunan. Kalau dari kacamata saya sebagai tech reviewer, sebagai tech entusias, sebagai pecinta gadget ya kayak saya ngerasa enggak adil aja ya. Cuman kalau kita baca secara keseluruhan memang mm banyak untungnya juga sih Indonesia. Karena tarif impor produk US itu 0%, jadi produk kita yang diekspor ke US itu juga 0%. dan produknya ada banyak. Ada 1819 produk. Detailnya ada banyak sih ya. Tapi intinya ini sektor-sektor kayak pertanian sih. Kayak mulai dari minyak, sawit, kopi, tekstil, terus juga nikel. Nah, nikel itu nanti juga bakalan jadi pemasuk utama mobil listrik di US. Jadi, ini bukan cuma menyangkut kehidupan teh entusias aja sih, lebih ke petani, pertanian, pertambangan. Jadi kalau saya lihat, saya tanya AI sih sekitar 5 juta orang lah yang diuntungkan untuk agreement ini. Karena kita bisa bersaing dengan produk global kalau misalkan harga kita untuk eksport ke US itu lebih terjangkau. Dan kalau kita ngomongin ekonomi ya masih harus diakui US itu ekonominya paling bagus. Jadi produk-produk kita itu bisa diserap dengan paling banyak itu di sana. Kalau ditanya Amerika untung apa? Ya ini juga agak ngeri juga kalau saya baca-baca sih Amerika itu dapat data 280 juta penduduk kita. Intinya data kita itu dikasihkan ke US data konsumen tapi ya bukan data yang aneh-aneh kok. Jadi mereka bisa tahu behavior kita beli apa biar kalau misalkan mereka ngiklan atau mereka jualan produk itu lebih mengena gitulah segmentasinya. Terus kita juga harus beli pesawat Boeing senilai berapa nih? 13,5 miliar. Energi itu R miliar. Sama kedelai, gandum, jagung. Ya, intinya total-total itu di 38,4 miliar. Jadi ada ya itu dah saling simbiosis mutualisme antara Indonesia dan juga US. [musik] Nah, sekarang gimana nasibnya untuk produk-produk NUS kayak Xiaomi, Oppo, Vivo dan lain-lain? Katanya sih bakalan ada relaksasi atau ya keringanan untuk TGD ini ya biar bisa bersaing sehat. Karena bayangin kalau misalkan produk Apple itu enggak kena pajak, produk Samsung kena pajak kan secara harga udah enggak fair ya. Jadi pasti Samsung bakalan overprice gitu dibandingkan produknya iPhone. Jadi bakalan ada relaksasi. Tapi gimana konsepnya saya juga enggak tahu. Kita nonton nanti nunggu ke depan aja mungkin buat Samsung. Korea bisa Korea bisa bikin agreement juga kayak gini lah. Cina juga bisa bikin agreement kayak gini. Siapa tahu bisa dapat 0% 0% kan kita enggak tahu juga ya. Terus kemarin ada yang komen apakah iPhone bakalan jadi lebih murah? Ya, harusnya sih lebih murah karena udah enggak ada formalitas untuk biaya TKDN tadi. Kalau misalkan harganya sama berarti ya distributornya cuannya terlalu gede menurut saya karena udah enggak ada aturan untuk TKDN. Cuman ya bakalan lebih cepat juga iPhone. Nah, kesimpulannya sih apakah aturan ini oke ya masih diketok ya. Kita enggak tahu bakalan ke depan kayak gimana karena tram itu kan kayak cewek menurut saya berubah-ubah kadang A terus sore B. Kalau orang Jawa bilang itu isuk tempe sore delay gitu. Jadi berubah-ubah. Ini aja saya baru tahu berita tanggal 20 itu Mahkamah Agungnya Amerika menolak kebijakan tarif Trump karena itu ilegal katanya. Terus kita mau pakai yang mana gitu. Tapi enggak tahulah ya, kita lihat aja ke depannya. Tapi kalau memang saling menguntungkan ya it's ok lah. Mungkin tinggal produk-produk non US kayak Xiaomi, Oppo, Vivo ya dikasih relaksasi lah ya biar bisa bersaing di Indo. Apalagi harga komponen sekarang juga makin [musik] mahal. Cukup segitu aja sayaudi and see you on the next video.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...

















