Beda 200rb, Mending Xiaomi 14T Apa Samsung A56? (YouTube Video)
Apa jadinya HP midrendance populer Samsung ini kita aduin sama HP menuju flagship-nya kebanggaan Xiaomi. Kira-kira siapa yang lebih baik dari berbagai topik ini? Performance dan daya tahan baterainya gimana? Kamera lebih mending Xiaomi 14nya dengan Likanya kah? Yuk kita bahas. Jadi secara desain kedua HP ini punya karakter masing-masing ya. A56 lebih minimalis dengan kamera modul yang berubah dari pendahulunya yang mana ketiga lensanya digabung jadi satu frame. Tapi penampilannya masih tetap kelihatan clean, ya. Cukup beda dengan Xiaomi 14T dengan kamera modul yang berbentuk kotak beserta empat bulatannya. Secara back, material A56 ini yang tipenya glossy, sedangkan Xiaomi Matte Finish dengan tekstur kayak ada glitternya gitu yang mana untuk jiprakan sedik jari bakal lebih kelihatan dikit di alim mana. Tapi itu pun minim aja. Terus yang jadi pembeda selain desain belakangnya adalah frame di Samsung yang bermaterial aluminium. Beda dengan Xiaomi dari plastik. F genggamnya jauh lebih enak di A56. Abang percuma nanti juga dipakaiin case. Iya enggak apa-apa kalau kalian mau pakai case terus-terusan. Tapi saran gua sesekali yang pakai A56 boleh lepas cas-nya dan nikmatin devil genggam dengan frame aluminiumnya. Terutama pas lagi dingin gitu bakal berasa di frame-nya ini. Dan tambahan aja buat genggaman di A56 berasa lebih lebar ya dia. Dan secara angka pun tertulis kalau lebih lebar sekitar 2 milian dengan berat yang mirip-mirip. Lanjut kita kalau ngomongin layar langsung kelihatan kalau bezel di A56 yang walaupun udah lebih tipis dari model sebelumnya tapi masih kalah dari 14T. Terutama buat dagunya tuh berasa banget. A56 pun sebenarnya cukup kebantu sama framewarna terangnya jadi kelihatan pemisahannya. Beda sama 14T gua yang punya frame warna gelap jadi kelihatan lebih nyatu. Terus selain beel buat kamera selfie-nya juga berasa lebih kecil ya bulatannya. Kalau secara ukuran sebenarnya enggak jauh beda ya. Paling kalau secara kalau secara kalau secara ukuran sebenarnya enggak terlalu jauh beda. Paling buat resolusi layarnya 14-nya sedikit lebih baik di 1,5K. Cuma buat mata jelata gua ini mirip-mirip aja sih kalau dilihat. Lanjut kita buat refresh rate. Xiaomi 14T bisa sampai 144 Hz tapi hanya untuk beberapa app atau game tertentu aja. Sedangkan refers set normalnya sama seperti Samsung A56 di 120 yang juga punya fitur adaptif ref rate. Habis itu buat brightness Xiaomi 14T lebih unggul ya. Punya kecerahan HBM di 1600 nit sedangkan Samsung A56 1200 yang kalau gua tes di outdoor gini berasa mirip aja enggak sih terangnya? Oh ya kalau buat perlindungan A56 ini lebih baik dengan Gorilla Glass Victus Plus dibanding Gorilla Glass 5 di 14T. Oke, kalau buat performance mungkin enggak usah dipertanyakan lagi. Jelas Xiaomi juaranya dengan damage ste 8300 Ultra. Tapi tetap di sini gua lakuin beberapa tes yang sebelumnya gua pasin kedua HP ini ada di 100% dengan settingan yang disamain. Di tes pertama buat AnTuTu Xiaomi 14T bisa kelar duluan ya dengan skor hampir R1,3 juta yang mana disusul A56 setelahnya dengan skor lebih rendah hampir Rp400.000. Perbedaannya cukup jauh ya sekitar 40% tuh. Cuma dari sisi suhu emang 14-nya lebih tinggi sampai 3 derajat dengan konsumsi daya yang lebih tinggi juga 1%. Habis itu gua sempat tes Geek Bench yang mana single core-nya malah lebih gedean dikit di Samsung sedangkan multiore Xiaomi. Dan terakhir buat benchmark untuk 3D Mark Test punya basop yang jauh lebih baik di 14T tapi kebalikan dengan stabilisasinya. Terus entah kenapa dari sisi suhu A56 bisa lebih tinggi di 42-an derajat sedangkan 14T malah lebih rendah di 39,7. Dan itu tadi buat angka-angka yang entah keluar dari mana ya. Next kita cobain real test yang mana gua sempat cobain recording 4K selama 30 menit dan hasilnya 14-nya lebih memakan daya sampai 2% dibanding A56. Habis itu gua lakuin tes download barengan yang mana A56 entah kenapa enggak keluar di notif nih. Jadi sebenarnya lagi download dia dan bakal nongol di galeri. Jadi akhirnya gua lakuin tes download sekali lagi sambil pantengin galeri dan hasilnya A56 bisa nongol duluan. Tapi selisihnya pun gak jauh beda dari 14T. Jadi mungkin bisa kita anggap imbang. Habis itu gua pakai file-nya buat rendering Kinemaster yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus eksport dalam 4K 30 dengan bitrate yang gua samain di 80 Mbps dengan file output hampir 2 gig. Hasilnya surprisingly A56 bisa kelar duluan ya dan 34 detik kemudian disusun 14T. Agak aneh sih. Atau mungkin Kin Master ini bisa berjalan mulus di HP Samsung. Mending Xiaomi, Bang. Eh, terakhir tes ini ditutup dengan nonton YouTube selama 30 menit dan kedua HP-nya sama-sama berkurang 3% yang mana sisa baterai 14T ada di 72 dan A5676. Sebenarnya dari video sehari bersama yang gua lakuin buat kedua HP ini juga udah kelihatan kalau dari sisi daya tahan baterai A56 bisa lebih awet ya. Di tes gua sebelumnya bisa dapat SOT 7 jam lebih. Sedangkan Xiaomi 14T sayangnya dapat di 4,5 jam aja. Cuma itu dulu ya. Buat sekarang gua gak tahu sih setelah dapat update software membaik atau enggak. Mungkin teman-teman yang pakai 14T bisa share penggunaannya. Habis itu gua tutup topik ini dengan nge-game Gin Impact yang mana dari tes gua sebelumnya untuk settingan HS60 Samsung A56 dapat F rata-rata di 45,2 sedangkan Xiaomi 14T hampir sempurna di 58,7. Untuk konsumsi daya main selama 20 menit, baterai berkurang 9% di Samsung dan 10% di Xiaomi dengan suhu yang lebih tinggi A56 44,5 derajat berbanding 42,6 di Xiaomi 14T. Dan btw, Guys, biar usaha gua bikin video ini enggak sia-sia dan gua tahu kalau kalian suka, boleh kasih tahu gua dengan like video ini ya. Bakal berarti banget. Thank you. Oke, buat kamera gua bikin simpel aja ya. Pertama untuk foto ultra white, gua berasa Xiaomi sedikit lebih cerah walaupun bedanya enggak terlalu jauh. Habis itu buat satu kalinya punya gambar yang hampir mirip dan perbedaan mulai kelihatan untuk zoom-nya yang mana sesama 10 kali ini detail foto di Xiaomi masih lebih baik. Plus Xiaomi masih bisa zoom sampai 15 kali karena seperti yang kita tahu 14T ini ketambahan satu lensa telefoto. Dan hasil ini juga berpengaruh untuk mode portretnya ya yang punya empat fokaleng dibanding dua untuk Samsung. Tapi kalau ngomongin akurasi warna di gambar ini Samsung lebih akurat ya. Bisa dilihat logo biru toko kue yang aslinya lebih ke biru tua. Terakhir buat selfie, Xiaomi punya dynamic range yang lebih baik. Kontrasnya dapat juga jadi berasa lebih bersih aja. Lanjut kita ke video yang pertama. Buat resolusi Xiaomi bisa mentok sampai 4K60 sedangkan Samsung di 4K 30 aja. Habis itu buat selfienya sama-sama bisa 4K30 tapi sayangnya A56 enggak bisa shoot di 1080p 60. Kalau buat kualitas di Samsung shadow-nya lebih keangkat ya, tapi jadi kelihatan enggak natural karena malah terlalu hijau warnanya. Justru lebih mendekati natural di Xiaomi. Dan entah gimana untuk A56 kalau ketemu banyak pohon overall gambarnya jadi kehijauan jadi enggak natural. Sedangkan Xiaomi masih bisa lebih mendekati apa yang mata gua lihat langsung. Terus saat recording gini, kedua HP-nya bisa pindah lensa ke ultrawide. Ya, termaksud untuk resolusi 4K sekalipun. Habis itu pas lagi jalan sambil nge-zoom gini keduanya masih cukup stabil. Mantap sih. Buat kualitas zoom-nya sendiri tentu Xiaomi lebih baik ya karena ketambahan lensa telefoto tadi yang kalian bisa lihat di video sesama 10 kali ini dan Xiaomi masih bisa dizoom lagi sampai mentok di 15 kali. Kalau video selfie, dynamic range-nya Samsung lebih baik. Enggak usah diraguin lagi dah. Secara muka juga lebih konsisten di A56. Untuk Xiaomi ini kadang gua lebih suka karena kontrasnya dapat dan kayak lebih tajam. Tapi kadang bisa juga kelihatan jadi lebih butek muka gua. Jadi untuk video selfie ini gua lebih prefer di Samsung. Overall untuk kamera gua lebih condong ke Xiaomi sih. Enggak cuman ke tambahan telefoto yang bisa bikin shoot-nya lebih fleksibel tapi colab dengan Leik-nya juga punya color profile tersendiri kayak Leutentic sama kalau di portraet ada Le portrait. Cuman di A56 juga ada satu fitur favorit gua di mana saat recording gini kita bisa pindah lensa depan belakang dan sebaliknya ya. yang mana jarang banget brand HP lain bisa lakuin ini nih kalau ngomongin AI dari list yang kalian bisa lihat di sini entah kenapa fitur di Xiaomi 14T lebih berguna sih di A56 itu yang cukup kepakai menurut gua ada tiga, object eraser, base V sama AIC lag. Sedangkan 14T lumayan banyak ya misalnya interpreter yang bisa bantu translate percakapan secara langsung. Terus ada AI notes yang bisa ngeringkas catatan, nge-translate sampai bantu tata bahasa kita kalau kita lagi nyatat sesuatu. Lalu ada AI subtitle yang menurut gua ini fitur multiguna banget. Misalnya pas lagi video call, telepon atau bahkan meeting di Zoom, AI ini bisa nangkap semua audio yang keluar dari HP dan langsung diranslate. Buat galeri juga enggak ketinggalan ya, ada EI Expansion sama AI Eras Pro yang mana kalau gua bandingin sama object erasernya A56. Wah, dan hasilnya kayaknya lebih baik di 14T ya, kayak ada digenerate gitu gambarnya. Sedangkan di A56 lebih dibeblur-ngeblurin gitu orangnya. Tadi terakhir buat recording di 14T ini bisa langsung ngubah kata-kata jadi teks, bikin ringkasan, dan bahkan ng-etranslate otomatis. Oh ya, kalau buat Circle to Search dan Gemini, kedua HP ini sama-sama support. Nah, untuk perbedaan yang kelihatan dari sini ada IP rating yang lebih baik dan AR blaster yang ada di Xiaomi 14T. Sisanya sama-sama HP 5G, support e SIM dan lain sebagainya. Oh, iya. sama-sama enggak bisa nambah memori eksternal juga nih. Sedangkan speakernya terus gua juga sempat cobain Heptic feedback yang menurut gua cukup berasa kalau Xiaomi 14T ini punya getaran yang lebih solid. Enggak sebaik di Samsung A56 yang cenderung lebih lemah. Habis itu buat dukungan software Samsung lebih unggul ya dengan 6 tahun Android update dan security update. Sedangkan Xiaomi 4 Plus 5 dan itu pun kepakai udah setahunnya karena udah dikasih sekali update Android dari 14 ke 15 beserta Hyper OS 2-nya. Sedangkan A56 baru kemarin sore tuh rilisnya yang langsung dapat OneUI 7 Android 15. Terakhir kalau tentang kualitas UI tentu One UI masih perkasa ya di antara UI-UI Android lainnya. Yang detail videonya kalian bisa cek review One UI7 gua di sini deh. Oke, buat harga dengan asumsi promo double storage DA56 ini masih ada yang mana kalau gua kepoin di website-nya sampai 27 April. Untuk 12+ 256 ada di harga Rp6,7 juta yang sebenarnya selisih Rp200.000 aja lebih mahal dari Xiaomi 14T. Tapi perlu diingat ini di luar charger, screen protektor, dan case yang enggak dapat di Samsung. Sekarang pertanyaannya mana yang lebih baik? Oke, gua rangkumin dikit ya. Yang pertama dari sisi desain ini sih enggak mutlak menurut gua doang. Lebih condong ke Samsung yang desainnya lebih cakep dengan frame aluminium. Habis itu buat layar. Base lebih tipis di Xiaomi 14T itu emang lebih indah. Sedangkan resolusi yang lebih tinggi 1,5K, refresh rate 144 Hz. Buat gua bedanya enggak signifikan. Lanjut buat performance. Jelas lebih ngebut di Xiaomi 14T. Enggak cuman benchmark, tapi test gaming juga. Cuman dengan daya tahan baterai yang lebih baik di A56. Terus buat kamera secara overall gua lebih condong ke Xiaomi ya. Nilai plusnya itu ada ditambah lensa telefoto dan colabnya sama Leka. Tapi bukan artinya Samsung jelek, ada beberapa bagian juga yang gua lebih demen di A56 ini. Buat detailnya balik lagi ke topi kamera. Oke, habis itu secara software One UI tetap jagoan gua sih. Beserta OS update yang lebih panjang. WS update ini mungkin gak bisa dianggap sepele loh, karena dari sejarahnya Samsung cukup serius kasih OS update yang benar-benar berguna. Misalnya kayak dulu tuh ada satu resolusi yang sempat gempa dan setelah update jadi stabil. Terus fitur silk to search yang tadinya enggak ada bisa jadi dapat di seri bawahnya. Cuma kalau buat AI menurut gua fitur-fitur yang ditawarin 14T lebih bervariasi dan berguna aja dibanding A56. Plus secara harga 14nya lebih terjangkau. Jadi yang lebih baik menurut gua ya sesuai sama kebutuhan dan budget masing-masing ya. Gua udah jabarin poin-poin kuatnya buat masing-masing HP tinggal dicocokin aja. Thank you.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...

















