Jungkat

BEGINI RASA MOBIL PERTAMA POLYTRON (YouTube Video)

  • 20/07/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fitri. Hari ini saya akan ajak Anda buat kulineran dengan mobil ini. Mobilnya ganteng, fiturnya niat, dan ini akan pertama kalinya diperkenalkan di GIAs 2025 ke publik. Dan ini adalah satu-satunya mobil dari brand elektronik lokal, Polytron G3 Plus. Enggak pernah terbayangkan oleh saya dari dulu bahwa Polytron brand elektronik yang sangat terkenal di Indonesia itu akan membuat mobil. Dan hari ini untuk pertama kalinya saya akan menyetir langsung mobil bermerek Polytron. Tujuan kita ke arah Bogor dan saya akan ajak Anda ke sate kambing favorit keluarga kami. Let's go. Biasanya itu ya yang namanya Polytron itu kita tonton atau kita dengar gitu ya atau kalau kita ada baju kotor kita cuci di Politron tapi enggak pernah terbayangkan kita mengendarai sebuah Polytron dan sekarang ini saya di balik kemudias detail tentang mobil ini. Semua fiturnya itu ada lengkap di channel Auto Driver. Jadi, Anda bisa search Polytron G3 atau Driver, nanti akan keluar videonya. Di situ benar-benar lengkap semuanya. Tapi di sini saya akan lebih berat ke ee impresi pertama berkendaranya. Nantinya saya juga akan buatkan lagi video yang lebih detail lagi di Auto Driver. Tapi minimal inilah pertama kali saya nyoba Polytron. Dan pada saat pertama kali keluar itu kan ada sedikit keraguan gitu. Polron bikin mobil. Bikin mobil kan enggak simpel. Di situ ada kedinamisan, ada rasa berkendara, ada kemewahan, ada kenyamanan, performa, efisiensi. Nah, tapi memang Polron ini tidak membuat mobil dari nol. Mereka bekerja sama dengan eh pabrikan dari Cina yang mereknya adalah Skywor dan Skywor ini cukup kondang di Cina. Bahkan mereka juga mengekspor mobil mereka ke sejumlah negara lain. Jadi nanti kita akan rasakan bagaimana rasanya mobil ini. Tapi yang jelas dengan brand Polytron, mobil ini adalah satu-satunya di GIAs 2025 nanti yang ee mengusung brand elektronik lokal. Tapi brand ini disokong oleh Jarum Grup. Dan Jarum Grup enggak pernah main-main kalau berbisnis. Begitu juga dengan Politron. Sudah 50 tahun Polron itu berada di Indonesia. Itu juga salah satu alasannya kenapa mobil ini dibebrand Polytron. Untuk memberikan assurement, untuk memberikan eh keyakinan pada konsumennya bahwa Politron is here to stay. Polytron akan berbisnis terus di mobil ini, bukan sekedar hit and run karena terlalu mahal harga reputasi yang harus dibayar oleh Poltron kalau mereka hanya hit and run. Jadi mereka akan e benar-benar serius. Produk pertamanya adalah Poltrron G3 dan G3 Plus. Next-nya pasti akan bertambah lagi. Dan mobil pertama mereka ini mengusung konsep yang berani, Smart Luxury Freedom. Smart itu dari fitur-fiturnya ya. Mobil ini udah ada ADAS, kemudian udah ada eh auto parking, nanti kita tes kalau memungkinkan dan banyak fitur-fitur pintar lainnya. Kemudian luxury, Anda bisa lihat nih panelnya soft material, wooden panel, enggak kayak mobil di harganya. Dan freedom ini yang penting. Satu, freedom dalam artian kita bisa berkendara ke mana saja. Karena ini adalah sebuah SUV, jadi ground clearance-nya tinggi dan kepraktisannya juga tinggi, tapi juga freedom dalam menentukan skema mana yang mau kita pilih. Karena Polron baik G3 maupun G3 Plus, G3 dan G3 Plus itu berbeda sejumlah fitur kemewahannya ya. Anda bisa lihat di video sebelumnya. Tapi kedua tipe Polytron tersebut ditawarkan dalam dua skema. Bisa beli normal seperti mobil biasa atau bater as a service alias kita nyewa baterai. Dan itu harganya jauh. Sebagai contoh, Polytron G3 Plus ini kalau dalam kondisi kita beli normal itu harganya sekitar R59 juta. Tapi kalau kita ee beli dengan skema bater a service atau sewa baterai, harganya tereduksi Rp10 juta menjadi Rp339 juta. Bahkan Polytron yang G3 bukan yang plus, kalau kita pakai sewa baterai itu hanya Rp299 juta dan sewa baterainya itu Rp1,2 juta per bulan untuk 15.00 km. Yang mana break even point-nya itu di 8 tahun. Bahkan dalam 3 tahun kepemilikan mobil ini ada buyback guaranty-nya. syarat dan ketentuan berlaku. Ketika syarat dan ketentuannya berlaku, bisa dibyback sampai 70% dalam 3 tahun. Wow. Oke, sekarang saya mau jalan. Saya mau rasain dulu mobilnya. Nanti saya beritahukan ke Anda bagaimana impresi pertama saya ke mobil ini. Jujur aja enggak nyangka impresi berkendaranya sewasa ini. Bantingan suspensinya itu ee nyaman dan mampu meredam getaran itu dengan baik seperti mobil premium bantingannya. Jadi ee saya sehari sebelum syuting juga sempat ajak keluarga saya. Mereka juga setuju bahwa ini bantingannya tuh enak. bukan yang membuai gitu ya, tapi eh peredamannya itu sangat dewasa dan membuat kita serasa berada di mobil yang lebih mahal. Kemudian tenaganya, mobil ini memiliki tenaga yang cukup besar 150 kW atau sekitar 2011 HP, torsinya 320 Nm dan ketika Anda gas, oh cukup kuat tenaganya. Memang dia tidak yang langsung instan, ya. Jadi dia dibikin gradual supaya lebih nyaman gitu ee rasa akselerasinya. Tapi 0 sampai 100 km/h diklaim tuntas dalam 9,6 detik. Yang mana itu memang bukan angka yang fantastis, tapi juga bukan angka yang bisa dibilang pelan. Sangat memadai. Di bawah 10 detik 0 sampai 100 km/j. Dan ini full elektrik ya. Jadi enggak ada enggak ada mesin apapun. Benar-benar semuanya full elektrik. dari baterai e 52 kWh besarnya dan bisa menempuh range 402 km klaimnya. Artinya 1 kWh itu bisa membuat mobil ini berjalan 8 km yang mana angka itu juga angka yang hemat untuk sebuah kendaraan listrik. Salah satu alasannya kenapa bisa cukup hemat menurut Polytron karena mobil ini memiliki teknologi batery temperature control system. Jadi baterai itu dikontrol suhunya supaya di suhu ideal supaya baterai itu bisa menghasilkan efisiensi terbaiknya. Karena kita tahu sendiri baterai kalau terlalu panas atau terlalu dingin itu dia lebih boros dibandingkan kalau misalnya di suhu ideal. Nah, ini sekarang kita akan masuk terowongan dengan tikungan. Menikungnya pun ini ya apa tuh? Eh, barang-barang di belakang sudah terlempar. Artinya GeForce-nya gede tapi limbungnya minimal. Dia bukan pengendalian yang tajam yang kita belokan setir dia langsung ee berubah arah. Ini juga gradual tapi stabil. stabil dan walaupun gradual untuk ukuran sebuah SUV ini hitungannya masih pengendalian yang cukup tajam. Kemudian posisi nyetirnya juga enak karena dia sudah bisa teleskopik, pengaturan jok elektrik. Dan setir ini tuh dia materialnya leather dan lingkarnya tuh enggak terlalu besar gitu di genggaman kita pas gitu buat genggaman orang Asia. Kelihatan ini orang Indonesia tuh tangannya enggak gede-gede gitu. Jadi ngegenggam setir Polytron ini pas. Banyak mobil lain itu terlalu besar ininya ee lingkar seya. Tapi ini enggak. Ini pas. Oke, kita lanjutkan perjalanan. Nanti saya juga akan sampaikan ke Anda apa saja hal-hal yang saya suka dari mobil ini dan juga hal yang kurang begitu saya suka dari mobil ini. Jadi, pastiin tonton video ini sampai habis. Sekarang kita jalan menuju sate kambing. E mungkin berhenti sebentar nanti di rest area di depan. [Musik] Oke, kita stop bentar buat ee saya memperlihatkan Anda mobilnya. Refresh lagi. Ini bentuknya proper sekali ya. emang ganteng sih ini dari depan sampai belakang itu ngalir serta ini polytronnya besar. Jadi mereka memang ee bangga ya dengan merek Poltrron ini dan simpel gitu cuman Polytron G3 Plus ini ada mungkin ini logo elektrik mereka kali ya tiga garis seperti ini. Oke. Nah, ini kita lihat bagasinya sudah elektrik dan ini kapasitasnya besar. Lihat ini ada tray-nya juga. Dan ini kapasitasnya besar. Kalau misalnya Anda kurang besar, Anda bisa lipat bangku belakang ini dan kapasitasnya bisa sampai 1141 L. Di bawahnya ini juga masih ada kompartemen yang cukup besar. Tapi memang dia tidak ada ban serap lagi. Hanya ada tirepair kit. Untuk pengisian daya ada di sini. Nah, di sini. dia bisa AC dan dia bisa DC. Kalau misalnya untuk yang Polytron G3 itu dia AC-nya bisa 6,6 kW. Tapi kalau yang G3 Plus AC e charging-nya bisa sampai 11 kW. Dan untuk DC charging-nya untuk yang G3 Plus ini dia bisa nge-charge hanya dalam 3,5 jam sudah ee penuh. Kemudian di bagian depan ini full LED lighting. Jadi lampunya ini semuanya LED. Lihat ada empat empat baris lampu. Keren sekali. Grillnya juga ini ee bentuk 3D yang keren. Serta untuk G3 Plus ini bannya sudah 20 inci. besar sekali 24545 R 20 dan bentuk velegnya juga dia bentuk yang aero wheel seperti ini. Kemudian G3 Plus juga sudah dilengkapi dengan panoramic sun. Oh ya, kemudian satu lagi tadi yang belum saya tunjukkan. Ini bagasnya sudah dilengkapi dengan kick sensor. Jadi selama Anda kantungi kuncinya dan misalnya lagi bawa barang bawaan banyak, Anda tinggal ayunkan kaki ke tengah seperti ini dan dia bisa membuka langsung Anda masukkan barang. Atau bisa juga misalnya Anda ambil barang banyak, Anda tidak bisa menutup, Anda tinggal ayunkan lagi seperti ini dan dia akan menutup secara otomatis. Satu yang spesial di Polytron G3 dan G3 Plus adalah ruang di kabin yang sangat lega. Mungkin ini salah satu yang terlega di kelasnya. Lihat ini posisi duduk saya. Saya tingginya 177 cm dan wah masih lega sekali leg room-nya. Kemudian lantainya juga rata serta headro-nya juga memadai walaupun mobil ini sudah memakai panoramic sunroof. serta satu lagi dia bisa di-decline dengan posisi yang santai dan dia juga memiliki premium synthetic leader dengan antiic seat. Jadi kursinya ini didesain untuk ee membuat kita tidak mudah lelah. Penyimpanan di belakang juga banyak. Kalau yang di pintu enggak terlalu besar. Cup holders juga tidak ada di pintu. Tapi cup holders ada di armr-nya. nih ada dua. Kemudian dia juga sudah memiliki dua buah USB slot di belakang ini. Nyaman sekali dan lega sekali duduk belakangnya. Serta di kabin kita juga akan lebih nyaman untuk bernapas karena dia sudah dilengkapi dengan 2.5 PM air purifier. Jadi begitu sistem mendeteksi ada polutan atau udaranya kurang bersih, dia secara otomatis akan membersihkan udara melalui ee filtrasi dan teknologi dari 2.5 PM Air purifier tersebut. Jadi ini kalau mau dipakai sebagai kendaraan yang disetir sendiri atau dengan jasa pengemudi ini pasti belakangnya benar-benar enak sekali. Tapi berhubung saya enggak bawa driver hari ini dan perut sudah lapar, kita langsung ke tempat makan. Nah, ini kita keluar di Sentul Selatan. Jadi enggak terlalu jauh nih tempat sate kambingnya dari ee Jakarta. Jadi kadang-kadang tuh weekend tuh saya suka sama istri sama keluarga ke Sate kambing ini karena enak. Enak sih nih bawa di mobil ini juga gede ya central control wide screen-nya nih alias e multimedianya itu 12,8 inci dan dia sudah build in buat Android Auto dan Apple CarPlay ya konektivitas yang kekinian. Di depan juga ada USB charger juga ada dua dan ada wireless charger. Kita bayar tol dulu. Nah, ini kalau lagi di kecepatan rendah ya, ini setir tuh bisa diel tuh enteng. Ini lihat pakai pakai kelingking tuh bisa ngelempar setir coba. Saking entengnya ini enak banget buat di dalam kotak. Tapi begitu bertambahnya kecepatan dia akan ini juga akan bertambah berat juga supaya setirnya tetap mantap. Dan beratnya setir tuh ada tiga setelan yang bisa kita atur. Benar-benar smart nih mobil. Instrumennya juga full digital, intelligent dashboard dan eh setirnya juga penuh dengan tombol-tombol. Yang kanan itu untuk tombol multimedia, yang kiri itu untuk cruise control. Nanti saya akan jelasin lagi mengenai ADAS-nya, ya. Tapi ini kan sekarang kita bukan di tol, jadi kita enggak bisa e praktekin ADAS-nya. Tapi yang jelas ini ada di steering switch controlnya serta transmisinya. Dia bukan model di ee tuas di setir, tapi dia model putar. Dia electronic gear selector yang modelnya bulat seperti itu. Mirip-mirip seperti yang ada di Jaguar sama Range Rover. Nah, satu lagi yang bikin mobil ini terasa cukup futuristis dan pintar. Walaupun harganya reasonable ya dari 299 sampai 459, tapi mobil ini sudah punya mobile app yang bisa terintegrasi dengan mobilnya. Jadi, sebenarnya di mobil ini ada internet yang dia bisa mengirimkan sinyal ke handphone kita lewat aplikasi dari Polytron. kita bisa memantau status baterai kita, bahkan kita bisa remote start stop, kita bisa starter atau matiin mobil kita dari handphone kita dari jauh. Kemudian kita juga bisa ngatur AC mobil kita. Eh, termasuk ini apa? Posisi tempat duduk juga presetnya itu bisa diatur. Dan kalau Anda lupa parkir mobil di mana, Anda bisa cari mobil Anda juga dari handphone. Jadi benar-benar ee fitur yang dimiliki itu bukan cuman banyak, tapi juga ee unik untuk di kelasnya. Nah, ini sekarang kita nanjak ke arah belakang Bukit Sentul. Ini kira-kira simulasi kalau misalnya kita bawa mobil ini ke daerah puncak gitu ya atau ke e pegunungan karena ini ada tanjakannya juga di sini. Dan karena ini mobil listrik ya, jadi effortless banget gitu. Enggak kerasa ada raungan mesin seperti di mesin konvensional yang berusaha mengumpulkan tenaga gitu. Ini enggak ada. kita injak gas langsung maju aja mobilnya dan akselerasinya tuh ya kayak kayak normal di jalan rata aja padahal ini tanjakan. Nah, kalau di jalan rata sendiri tadi kan saya sudah bilang mobil ini 0-nya di 9 detikan dan top speed-nya itu bisa sampai ke 150 km/h itu dibatasi secara elektronik ya. Jadi lumayanlah, lumayan bisa kencang ini mobil. Tapi bukan masalah cuman kencang sih, tapi rasanya itu memang tenang. Mobil ini enggak ada suspensi mengayun, enggak ada suara berisik berlebih. Kelihatannya Polytron sebelum memutuskan untuk berpartner dengan Skywor, mereka udah coba dulu mobilnya. Jadi mereka tahu ini memang mobil yang bagus secara kualitas berkendaranya. Oke, kita udah sampai. Ini ada satu lagi ya. Ini mobil dia bagian sampingnya nih sampai ke bawah. Jadi kalau misalnya habis hujan-hujan turun kita tuh enggak kotor karena bagian ini kan terlindungi. Oke, kita udah sampai ke restorannya Raja Sate Kiloan. Ini dari tahun '94 PSK, penggemar sate Kiloan. Oke, kita sama tim makan dulu. Ada Faiz, ada Imeng. Let's go. Ini kalau pas jam makan siang ya atau pas weekend, beh seberang-seberang ee parkirnya nih. Makanya enak banget hari kerja belum jam makan siang lagi. Jadi sepi. Ini tersepi yang pernah saya datangin karena belum jam makan siang. Iya, belum jam makan siang. Oke, lihat nih satenya tuh tebal-tebal dan ini pok Hmm. Bumbunya tuh sederhana cuman enak. Wo. Makan. Wo. Hm. Kak Bowo tim Fitri Air yang paling jarang senyum. Enggak apa-apa biar seram tambahnya. Hmm. Gurih banget. Tinggal ditambahin cabe ini. Tinggal ditambahin jeruk sama cabe rawit di tumbukin makan. Oke, sepertinya kebutuhan protein buat hari ini udah cukup. Malam enggak perlu makan protein lagi. Ini enak banget. Dan e lokasinya enggak terlalu jauh dari Jakarta. Ini ee di Babakan Madang. Jadi bisa dari Bukit Sentul, bisa juga dari sirkuit Sentul. Masuknya search aja eh PSK, penggemar sate Kiloan. Let's go. Yuk, kita lanjutkan review Polytron G3 Plus. Sekarang kita lanjut. Kita akan bawa mobil ini nancak. Nah, sekarang kita akan coba salah satu fitur yang smart di mobil ini. Fitur parkir otomatis, automatic park assist. Fitur yang biasanya hanya ada di mobil premium yang harganya miliaran. Sekarang kita coba ini. Kita tinggal pencet ini automatic park assist. Kita mau parking in atau parking out. Kita parking in ya. Oke. Terus kita maju. Nah, dia akan searching for parking space. Mestinya dia harus bisa mendeteksi ini nih yang sebelah kiri saya. Nah, ketemu kan. Kita suruh masukin ke P. Oke, suruh e kita pilih parkir paralel atau seri. Kita pilih parkir paralel. Suruh lepasin rem. Udah nih dia yang nyetir sendiri nih semua nih. Ngegas, ngerem. Saya enggak ikut-ikutan. Ini susah ya karena enggak ada tembok di sebelah kiri. Jadi dia enggak punya patokan sampai seberapa jauh karena sonarnya tidak membaca apa-apa. Tapi enggak apa-apa, kita lihat aja seberapa dia bisa parkir di sini. Ih, gilu dia ngerem sendiri. Oke, dia lurusin dikit lagi. Off. Parking operation completed. Please take over the vehicle. Nice. Kita lihat dulu. Kita lihat dulu dari luar. Ini udah masuk ke P ya. Kita lihat dia memang ee enggak ngambil patokan belakang. Dia parkir yang efisien. Jadi dari depan tuh enggak terlalu jauh tuh cuman segini. Dan dari pinggirnya lihat deh ini pinggir banget dan rata banget depan sama belakang. Oke juga. mobil yang harganya dimulai dari di bawah Rp300 jutaan ada automatic parking-nya. Oke, sekarang kita akan eh jalan balik ke Jakarta dan saya juga udah janji ke Anda untuk menyampaikan ee kira-kira apa saja yang saya rasakan dan apa saja hal yang saya suka dan kurang suka dari mobil ini. Let's go. Nah, ini katanya parkirnya bisa keluar juga. Coba kita lihat ya, keluar sendiri bisa apa enggak. Kita masukin APA Park assist. Parking out. Parking out kita. Yes. Ke sini. Oh, dia mundur dulu. Pintar. Dia mundur dulu sampai belakang terus dia ke kanan. Nice. Nah, kalau udah gini kan urusan parkir jadi gampang. Tadi walaupun tipis enggak sampai nabrak mobil depan, enggak sampai nabrak pembatas jalan. Dan kalau misalnya Anda ee sulit buat parkir atau misalnya ini mobil untuk ee istri Anda, istri Anda sering bermasalah dengan pagar gitu ya, banyak pagar yang enggak mau minggir akhirnya keserempet. Sistem ini bisa membuat kita tidak usah saling menyalahkan lagi. Pagar enggak akan salah, istri Anda enggak akan salah, Anda enggak salah. Kalaupun mau disalahkan, salah sistemnya. Tapi kalau kita lihat sistemnya dengan banyak sensor, jarang melakukan kesalahan. Enak kan? Dunia jadi damai kalau kita tidak saling menyalahkan karena ada sistem ini. Sekarang kita langsung jalan. Sekarang kita udah masuk ke tol Jagorwi lagi menuju Jakarta dan ini saatnya kita memanfaatkan fungsi Adasnya Advance Driver. Assistance system total ada 21 fungsi ADAS. Luar biasa ini level 2 adasnya. Termasuk juga automatic park assist yang tadi kita udah coba. Kita tinggal nyalain cruise control. Kita nyalain lane centering assist. Udah deh kita bisa lebih santai nyetirnya. Dan selain adaptive cruise control, lering assist, dia juga ada forward collision warning. Jadi kalau kita mau nabrak dari depan tuh diperingatkan. Kemudian ada emergency lan keepeping. Jadi ketika kita mobil mau keluar itu dijaga jalurnya supaya tidak keluar jalur. Ada land departure warning, jadi ada warning-nya juga. Ada blind spot detection tuh blind spot monitoring kadang-kadang kita bilangnya juga. Kemudian dia ada traffic sign recognition. Kalau di Cinanya sih pasti bekerja, tapi saya enggak tahu ya kalau di Indonesia bekerja apa enggak traffic sign-nya ini. Tapi dari tadi sih keluar jadi keluar e kecepatan maksimum berapa gitu ya, ketika dia bisa membaca sign eh rambu-rambu lalu lintas. Kemudian ada safe exit warning. Nah, dia ini bisa memperingatkan kita kalau kita mau buka pintu kalau ada kendaraan yang berpotensi menabrak pintu kita. Itu sering kejadian kan. Nah, ini kita bisa diingatin di sini. Kemudian juga ada rear cross traffic alert dan braking assist. Eh, jadi kalau kita mundur ada kendara yang berbahaya dia ng-rem. Tapi memang ngremnya langsung gitu ya karena dia mendeteksi tuh kondisi bahaya gitu. Jadi kadang-kadang kita juga kaget gitu ngeremnya tapi dia bisa mencegah kita daripada menabrak mobil dari belakang kanan atau kiri. Heill assist dan ada heal desain assist. Jadi kalau kita juga nyebutnya sebagai heal desain control ya itu jadi dia bisa menjaga kecepatan sambil kita turun. Kemudian pada saat kita berkendara di kecepatan rendah dia juga ada sound generator. Jadi untuk memperingatkan orang di sekitar kita. Nah, bagaimana dengan keamanannya? Mobil ini punya enam buah airbag. ada di driver, passenger side ada dua dan tirai juga ada dua. Jadi en airbag ini untuk semua tipe bahkan dari tadi saya coba sistem ADAS-nya ya. Dia tadi sempat ada mobil motong. Kalau enggak tahu nih ketangkap kamera enggak ya. Tadi ada aya motong. Dia tuh ngeremnya tuh enggak yang mendadak, tapi ngeremnya itu ee gradual gitu ya. Dan ee untuk menjaga jalurnya juga dia cukup ee halus. Dia enggak terlalu banyak gerakan-gerakan yang mendadak. Jadi cukup oke adasnya. Dan sambil menikmati perjalanan yang santai, karena ini sebuah Polytron, dia punya sound system produksinya Polytron sendiri. XBR Premium Audio by Polytron. Jadi speakernya ada way speaker surround sound. Kemudian dia juga ada wooover yang cukup powerful dan build in Twitter. Jadi makin nyaman kita berjalannya. Sayangnya musiknya enggak bisa saya perdengarkan karena copyright. I mobil ini menarik sekali sebenarnya. merek baru, tapi rasanya tuh enggak seperti kayak merek baru yang baru bikin mobil gitu nih. Terasa ee mature, terasa solid teknologinya dan juga rasa berkendaranya. Tapi memang ada sejumlah hal yang saya masih agak kurang srek fisik di bawah ventilasi AC yang mana saya suka ada tombol-tombol fisik ini. Enggak semuanya masuk ke layar. Tapi yang ditempatkan oleh Polytron di tombol-tombol fisik ini adalah tombol-tombol yang sangat jarang kita gunakan. Ventilasi AC, auto AC, di EFroster depan, hazard. Hazard okelah ada di sini. Kemudian defoger belakang dan untuk mematikan AC. Saya lebih prefer kalau tombol fisik ini diisi misalnya kita untuk mengatur hembusan AC atau untuk mengatur suhu AC. Tapi itu tidak, itu semua di layar. Justru tombol fisiknya malah dipakai untuk tombol yang jarang kita gunakan. Mestinya tombol fisik itu difungsikan untuk ee fitur-fitur yang sering kita gunakan karena mudah untuk memakainya. Kemudian hal yang kedua, seperti saya bilang, mobil ini sudah punya ADAS dan kinerjanya cukup baik. Tapi satu yang agak e mengganjal di saya ketika saya mau memakai adaptive cruise control dan line centering assist-nya. Jadi yang biar mobil itu bisa enggak ke kanan ke kiri bisa ngikutin jalur itu enggak terlalu mudah karena adaptif cruise control memang tombolnya ada di setir. Tapi lens centering yang mestinya tombolnya ada di setir juga tidak. Tombolnya ada di layar. Jadi kita harus mengaktifkan secara terpisah di layar dan ketika kita sudah aktifkan dia akan aktif terus. Untuk mematikannya kita harus mematikan di layar lagi. Jadi kurang praktis. Akan lebih praktis kalau tombol land centering itu ada di setir. Karena itu akan sering kita gunakan. Apalagi kalau kita lagi perjalanan ke luar kota seperti ini. Kemudian hal berikutnya adalah instrumennya. Ini memang sangat informatif digital. gambarnya bagus, mau siang mau malam juga terlihat e jelas tapi kurang variatif. Hanya ada dua pilihan dan dua pilihan model itu sebenarnya mirip-mirip aja cuman satu lebih gelap, satu lebih terang. Nah, jadinya ee rasanya agak sayang gitu udah punya layar sebagus ini. Cuman tidak difungsikan untuk beragam tampilan. Ya, sebenarnya itu cuman masalah software sih. Moga-moga di pengembangan berikutnya bisa diatasi. Dan satu lagi ini minor. Mungkin kalau misalnya Anda punya istri yang doyan dandan di mobil ketika membuka kaca di sunfisernya ini, kacanya ada tapi lampunya enggak ada. Padahal itu kan sebenarnya juga cuma teknologi sederhana. Jadi kalau bawa istri mau dandan enggak boleh malam-malam, harus minimal sore biar masih ada cahaya. Atau jadi kita harus nyalain lampu sendiri, lampu kabin ya, tapi enggak ada lampu yang otomatis nyala ketika kaca di viser ini kita buka. Nah, itu ada beberapa hal mungkin buat Anda ee minor juga ya, enggak terlalu enggak terlalu masalah gitu ya. Tapi buat saya itu agak sedikit ganjel gitu ya. Mestinya itu tidak terjadi. Nah, tapi di lain sisi, mobil ini juga punya sejumlah hal yang menarik. Yang pertama nih, mobil ini punya konsol tengah dengan AC. Jadi AC itu dihembuskan juga ke ruang penyimpanan ke storage yang di tengah ini. Dan ini bikin kalau kita mau nyimpan minuman, kita perjalanan yang panjang jadi bisa dingin atau bahkan ee seperti lemari es. Jadi eh ada cooler box-nya di sini. Kemudian yang berikutnya yang saya suka adalah power window di mobil ini di keempat jendelanya auto up dan auto down. Jadi ee praktis dan dia sudah dilengkapi juga dengan sensor jepit. Jadi enggak usah takut kejepit juga. Hal berikutnya ini mobil harganya memang terjangkau tapi klaksonnya berwibawa. Klakson ala Eropa bukan yang klakson cuman satu yang tet tet. Enggak. Ini wei berwibawa. Kemudian hal berikutnya, mobil ini juga sudah support fitur V2L, vehicle to load. Jadi, Anda bisa menggunakan listrik yang ada di baterai mobil ini untuk dibawa keluar listrik 220 volt. Bahkan juga ada ee ininya ada apanya? Ada colokannya di belakang juga. Jadi, Anda mau pakai laptop, mau bawa rice cooker, mau mau camping pakai mobil ini, Anda bisa mendapatkan suplai listrik seperti listrik di rumah. Dan satu lagi ini yang baru saya temukan di Polytron dan saya belum temukan di merek-merek lain adalah pengaturan regenerative breaking yang sangat fleksibel dari 0 sampai 100%. Artinya ada 101 posisi regenerative breaking yang bisa Anda pilih. Jadi, Anda benar-benar bisa memilih se kuat apa regenerative breaking itu yang akan memberikan efek seperti engine braking ketika Anda berkendara. Pasti Anda akan ketemu mana yang Anda paling cocok karena penyetelannya banyak banget. mobil lain. Biasanya penyetelan cuma dua posisi, tiga posisi, paling banyak mungkin empat posisi. Ini ada 101 posisi dari 0 sampai 100%. Enggak pernah saya temuin di mobil lain. Dan bahkan tadi ketika turunan ya saya bisa style misalnya di nol saya lagi mau turun terus misalnya aduh kita e udah kecepatan nih mobilnya kita mau tambah regen ratif breakingnya kita tambah kita tinggal geser-geser aja dari 0 ke 100%. Itu itu keren sih. Satu lagi hal unik dari Polytron ini adalah Anda punya dua pilihan skema pembelian. Anda bisa beli tanpa baterai, jadi sewa baterai atau dengan baterai. Kalau Anda beli normal ya kayak mobil listrik biasa dengan baterai, artinya Anda akan mendapatkan garansi baterai itu 8 tahun atau 180.000 km dan garansi mobilnya sendiri 5 tahun atau 150.000 km. yang mana itu cukup panjang dan Anda juga mendapatkan buyback guarantey. Jadi selama 3 tahun kepemilikan jika Anda memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, mobil Anda bisa dibeli lagi oleh Polytron seharga 70% dari pembelian barunya. Jadi depresiasinya maksimal itu 30% dalam 3 tahun. Yang mana untuk mobil listrik itu adalah depresiasi yang sangat bagus. Tapi kalau misalnya Anda butuh mobil untuk fleet, Anda butuh mobil untuk perusahaan yang yang eh lebih mementingkan itu fixed cost-nya setiap bulan Anda ingin terhindar dari ee kerusakan baterai walaupun bertahun-tahun Anda pakai dan Anda ingin ee harga pembelian yang lebih terjangkau, maka Anda bisa memilih paket pembelian bater as a service alias Kalau bahasa mudahnya, baterai itu dirental. Jadi, baterai itu bukan punya kita, tapi punyanya Polytron. Artinya kita terbebas dari resiko baterai itu rusak atau menurun performanya karena benar-benar lifetime warranty. Ya, karena baterai juga bukan punya kita. Kita tinggal minta ganti baru lagi aja kalau misalnya baterainya itu ee sudah menurun kemampuannya. Tapi dia memang ada biaya rental. Biaya rentalnya itu Rp1,2 juta per bulan ee untuk 15.500 km pertama. Artinya sekitar Rp800 per km untuk rental baterainya. Saya sudah melakukan penghitungan kira-kira itu akan break even point itu dalam 8 tahunan. yang mana 8 tahun ketika Anda ee rental baterai ini, Anda enggak perlu khawatir, enggak perlu ee mengeluarkan uang untuk perbaikan baterai atau baterai replacement karena ya itu semua sudah tanggungannya Polytron. Nah, jadi pembeliannya mau dengan cara apa itu Anda bisa sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Saya rasa kalau untuk ee pengguna harian itu bisa dua-duanya. Tapi untuk flip rasanya yang baterai rental itu menarik untuk di ee lakukan karena akan membuat cost yang terjadi karena mobil ini tuh fix dan itu bagus untuk perusahaan karena bisa membuat perencanaan jangka yang lebih panjang secara lebih presisi. Untuk charger sendiri memang Anda belum mendapatkan wall charger ketika Anda membeli mobil ini, tapi bisa dibeli secara terpisah dan Anda mendapatkan portable charger serta V2L charger. Jadi udah ada adaptornya buat vehicle to load itu. Jadi Anda bisa mengeluarkan listrik dari mobil itu secara lebih mudah karena sudah diberikan free V2L chargernya itu. Serta kalau ada masalah apapun dengan mobil ini ternyata Polytron sekarang sudah memiliki 247 Roadside Assistance. Jadi dia bisa membantu Anda yang mengalami masalah di jalan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Well, secara umum mobil ini sangat-sangat mengesankan untuk ukuran sebuah merek baru. Dan untungnya merek baru ini bukan merek yang asal-asalan. Ini adalah Polytron. 50 tahun sudah berada di Indonesia membangun reputasinya dimiliki oleh grup jarum pula. Jadi, semestinya akan memberikan ketenangan bagi kita yang membeli. Desainnya modern, fiturnya lengkap, nyamannya khas EV, bahkan dengan bantingan suspensi. seperti yang ada di mobil premium. Serta satu juga yang penting bagi Anda mungkin kita kan takut kalau misalnya mau beli mobil merek baru itu takut purna jualnya dan terutama resell value-nya. Nah, ini enggak usah khawatir karena ada jaminan nilai jual kembali alias buyback guarantey. Jadi, ya balik lagi ke moto mobil ini smart. Oke, mobil ini cukup smart. Luxury. Yes. Untuk harganya ini bisa dibilang ini mewah dan freedom. Anda bebas menentukan dari mulai pembeliannya sampai menggunakan mobil ini ke mana saja. Dan bagi Anda yang memang baru mau coba untuk beli mobil listrik dan Anda enggak ingin ribet dengan masalah umur baterai, nanti klaim warranty baterai gimana, kalau mesti ganti baterai setelah warrantinya habis itu berapa mahal? Nanti kalau mobil itu saya jual lagi juga masih ee berapa sisaharganya. Nah, ini dengan adanya layanan bater SS, artinya baterainya itu garansinya seumur hidup. Dan bagi Anda yang mau beli dengan baterai itu ada buyback guarantey 70% dalam 3 tahun, ini sebenarnya sangat masuk akal buat Anda yang memang tidak ingin depresiasi besar dan tidak ingin pusing masalah baterai. Dan bagi Anda yang suka jalan ke luar kota, jalan eh jauh di tol gitu ya, memang range-nya memadai tapi yang enggak jauh-jauh banget gitu ya, 402 km. Tapi mobil ini punya sistem ADAS lengkap yang bisa menambah keamanan dan kenyamanan kita di jalan. Secara overall ini produk yang menjanjikan dari Polytron dan rasanya Polron juga tidak akan berhenti di produk ini saja apalagi dari penamaannya ya G3. Jadi G itu untuk SUV mereka, 3 itu untuk ukurannya. Artinya mungkin kita akan melihat polron-polytron yang lain yang bukan SUV dengan beragam ukuran. Kita lihat gebrakan Polytron ke depan. Tapi produk pertamanya ini sudah cukup impresif. Luar biasa. Akhirnya nyobain juga Polytron. Mobil bermerek Polytron. Anda ingin coba juga mobil ini, Anda bisa langsung datang ke GIAs 2025 di gedung ICE BSD. dari tanggal 23 Juli sampai 3 Agustus di sana ada unit test drive-nya. Bahkan kalau Anda melakukan pembelian di GIAS, Anda akan mendapatkan promo free wall charger 7 kWh serta undian berhadiah TV Polytron 43 inci yang akan diundi di hari terakhir GIAs jam .00 malam. Politron sendiri akan ikut pameran di GIAs 2025 di Selaar Convention Hall untuk mobil dan untuk produk motornya. akan di SN1. Jangan sampai kelewatan. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Vitra Eri jika Anda belum. Subscribe juga channel Auto Driver karena kami akan melakukan review lebih lengkap dan lebih terukur lagi nanti di Auto Driver. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube