Jungkat

BEGINI RASANYA DENZA D9 SI ALPHARD KILLER (YouTube Video)

  • 19/08/2025

Jadi Alpard generasi terbaru yang hybrid itu waktu pertama kali keluar, woh langsung inden di mana-mana bahkan sampai aping ada yang jual sampai 2 miliar padahal harga baru 1,7 miliar ya. Tiba-tiba Denza D9 keluar duar harganya gila men. Pertama kali keluar harganya enggak nyampai Rp1 miliar. R950 juta. Bayangin dari R,7 miliar ke Rp950 juta itu kan jauh banget ya. Bedanya sekitar Rp750 juta. Udah gitu dia listrik full EV jadi enggak kena ganjil genap. Alpard masih kena ganjil genap. Udah deh tiba-tiba Alpard yang tadinya inden yang tadinya pada uping pedagang-pedagang jadi diskon. Seriusan kalian cari alpad hybrid ke Toyota gitu ya langsung barangnya ready. Diskonnya enggak enggak kecil. Diskonnya lumayan besar. Nah, sebelum videonya kita lanjutkan, kita mau kasih informasi dulu nih kalau kita sekarang lagi ada di Laos di mana kita lagi melakukan perjalanan one million journey back to China. Kita akan ke Cina sampai akhirnya Shanghai, mobil kita bawa balik dan ini mobil dari Indonesia. Nah, untuk menemani perjalanan kita, kita menggunakan tools-tools dari mesin HL untuk memudahkan ketika terjadi emergency. Kayak misalkan nih, ada cordless impact wrench di mana ini bisa kepakai kalau kita mau buka kunci-kunci termasuk ban secara mudah. Dan kita punya hand tools yang super lengkap dari mesin AL plus dengan racetnya ya, di mana dia punya garansi Slack ganti baru. Kemudian untuk obeng plus dan obeng minus serta kita punya racet yang bisa ngebantu kita waktu ngenceng-encengin baut pakai obeng plus ya. Dan ini bisa dipilih mau putar kiri atau ke kanan dan bisa di ah tekuk seperti ini. Jadi dia bisa dipakai dengan berbagai macam gaya. Dan yang terakhir kita juga punya tay repair kit. Jadi meskipun kita sudah punya ban serep tetap kita punya tay repair kit. Jadi kalau misalkan ban kita bocor di tengah jalan kena paku atau semacamnya kita tinggal pompa dan bisa langsung tambal dengan cara ini secara otomatis. Jadi kurang lebih itulah hand tools dan power tools yang kita bawa selama perjalanan 1 million Journey back to China. Kita gunakan mesin HL karena dia sudah terpecah sejak lama. Ada garansi Slack ganti baru dan service centernya ada di mana saja. Sekarang kita kembali lagi ke videonya. Sah. Dan justru Denza ini malah sampai inden. Nah, tapi kenapa bisa begitu ya? Karena harganya gila Rp950 juta dapat mobil segede Alpard yang kecanggihan, kenyamanannya boleh diadu. Dan ini mobil besar sekali loh ya. Kalau kita ngelihat bagian depannya jujur gua enggak terlalu suka ya. Dia kayak Alpard versi Cina gitu. Kayak Alpard KW. Tapi ini dimensinya gede banget. Jadi lebarnya itu hampir 2 m, panjangnya lebih dari 5 m, 5,2 m sean. W gede banget. Karena Alpart yang baru itu dari dulu sampai sekarang lebarnya itu cuma 1,8 man enggak nyampai 1,9 dan panjangnya itu 5 m lebih dikit. Jadi ini lebih lebar lebih panjang dibandingkan dengan Alpard yang kita kenal. Udah gitu ini wheel base-nya 3,11 m. Wheel base-nya dari ujung ke ujung panjang sekali. Dan mobil ini memang desainnya enggak semua orang suka, tapi satu hal yang pasti mobil ini terlihat mahal. Dari depan kelihatan mahal, samping kelihatan mahal. Terutama gua suka bagian belakangnya kelihatan mahal. Karena beberapa mobil yang fan-fan gede begini biasanya bagian belakangnya tuh desainnya suka fail. Yang ini desainnya bagus belakangnya dan ternyata mahal. Justru gua lebih suka lihat belaknya dibanding depannya. Oke, kita bahas satu-satu ya grillnya. Untungnya kalau kalian enggak suka sama model depannya, ada banyak sekarang yang jual versi modifikasinya. Ada yang jadi ada garis-garisnya begitulah ya. ada macam-macam dan itu lebih bagus dibandingkan dengan grill yang seperti ini. Dan ya gua enggak terlalu suka chrome yang eksesif gitu ya, tapi bagian silver-silvernya ini itu enggak terasa mahal karena lebih kayak plastik di chat silver bukan kayak aluminium finish yang ng-dove gitu, enggak. Dia ya kuranglah. Terus lampunya, nah ini yang gua suka lampunya tuh lihat tuh detailing-nya bagus ya. Ada warna bronze di dalam sininya ya. kelihatan mahal lah tulisannya juga Denza di sini ya. Terus di sini ada DRL-nya tapi dia enggak ada foglamp. Jadi depannya kurang lebih dia seperti itu. Nah, terus sebelah kiri bannya dia pakai Micheline 23560 R18. Jadi profilnya tebal. Udah empat buah rem cakram tentu saja di harga segini. Terus dari samping ya handle pintunya besar. Kalau dibuka tinggal ditarik aja atau dipencet di sini. Nah, tuh besar. dan nyambung ya. Bukaan pintunya pun dia juga sangat besar ya. Jadi kiri kanan tuh gede. Kita tutup lagi pilarnya dia enggak ada yang aneh-aneh di sininya kayak Alpard. Jadi dibikin nyambung ya. Nah, terus ke sampingnya dia malah jadi gitu. Ini alum finish aluminium finish-nya malah kelihatan bagus gitu. Enggak kayak yang di depan. Yang di depan tuh kayak ng-dove kayak di cat silver plastik di chat silver. Kalau ini bagus nih. Dia bukan yang menyala tapi dibikin kayak aluminium finish. Bagus yang bagian sininya belakangnya. Nah, ini yang gua bilang gua suka sama desainnya. Kelihatan kayak robot-robotan gitu ya. Mahal ya. Sama ya. Ini nih gua bilang nih. Ini bagian sini sama ini enggak kelihatan mahal bagian ininya loh silver-silvernya. Ini ada beberapa orang juga yang bikin mobil ini jadi tutone color. Dari tarikan garis ini set diambil warnanya jadi tutone itu juga cakep. Di atasnya ada kayak spoiler besar, tapi sebenarnya ini satu kesatuan sama desainnya ya. Dan ada high mounted stop lamp yang panjang. Ini cuma hiasan doang. Dan seperti Alpard, dia punya wiper di bagian atas sini enggak kelihatan. Terus kita lihat kolong bawahnya. Dia tuh sebenarnya kalau kita lihat, nah ini sebenarnya tuh dia kayak ada space gitu buat naruh barang ya. Kalau misalkan dia bawahin lagi bodinya itu bisa jadi e tempat buat naruh ban sereap atau semacamnya. Tapi sayangnya enggak dimaksimalin. Dan suspensinya dia pakai multilink. Oke, kita buka bagasinya. Wah, pintunya kebuka panjang ya. Jadi kita harus butuh space yang agak lumayan. Oke, ini bagian belakangnya bagasinya lega ya. Jadi kalau kita buka seperti ini, terus kalau misalkan kita mau ngelipat kursi belakangnya, sayangnya kita enggak dikasih tombol atau semacamnya buat kita memudahkan. Jadi, tengahnya itu harus dimajuin dulu baru kita bisa lipat. Dan pastikan kalau misalkan kita ngelipat ini nih bagian tarikannya itu harus ditempelin ya. Kalau enggak entar dia di jalan bunyi-bunyi ketekletek. Jadi dia tuh ada magnet gini harus ditempel set dah. Kalau misalkan ah ketempel udah gampang. Nah bagasinya gede ya lebih keda dibandingkan dengan Alpard kali ya kalau kita lihat ya. Jadi memang kalau beberapa kalian perhatiin mobil Amerika atau mobil Cina itu biasanya tuh kursi belakangnya enggak dimentokin banget ke belakang karena dia butuh ruang bagasi. Dan sayangnya bagian belakangnya sini dia tuh enggak bisa dibikin lebih mundur lagi. Jadi slidingnya cuma segini aja. Dia cuma bisa dimajuin tergantung dari kursi bagian tengahnya. Jadi kalau misalkan kalian butuh space lebih gede di bagasi, tinggal dimajuin aja. Cuma mundurnya dia cuma segini aja mundurnya. Enggak bisa dimundurin lagi ya. Dan sebenarnya kan ini mobil panjang sekali ya. Jadi kalau kalian pengin bawa bagasi gede, bawa orang di belakang rameai-rame gitulah tinggal berkompromi aja gitu loh. Jadi bukan sebuah problem gitu. Jadi kalau misalkan pengen banyak ya tengahnya jangan terlalu ngebos lah. Majuin ini juga dimajuin lagi agak sedikit mepet-mepet baru kita bisa dapat bagasi yang gede. Jadi kalau misalkan buat travel-travel gitu ya Alpart enggak cukup ini harusnya cukup. Nah, terus di bagian bawahnya sini dia tuh ada ruang penyimpanan tapi enggak terlalu besar cuma segini aja sama ada tarik repment kit-nya. Seandainya ini mobil floornya tuh ke bawahin banget gitu. Tadi gua bilang di bawah itu kayak ada banyak space gitu ya kayak Alpard kayak e di San Serena, Odyssey itu kan benar-benar dimanfaatin ya. Kalau di mobil ini ee pemanfaatan ruangannya kurang pintar tapi untuk bagasi sininya itu besar sekali. Di bagian sebelah kanan sini dia tuh ada garis-garis ini untuk e si evaporatornya buat AC doua blauwa sama di sebelah kirinya dia ada subwover yang cukup besar sama dia ada lampu. Nah, kalau belakangnya gimana? Pertama kita tengahnya kita majuin dulu. Nah, ini tinggal kita tarik kemudian kita lipat tidurin. Masih kurang maju dong. Nah, ini tinggal kita tarik. Nah, udah bisa dilipat rata tapi enggak bisa rata lantai. Jadi, dia masih ada gundukannya lah. Jadi, untuk pelipatan dan kawan-kawannya dia masih terasa konvensional sekali ya. Cuma ya ketolong sama ini aja sih. Set bisa dimajuin lagi nih. Set. Nah, kalau kita mau bawa barang bisa pakai banget. Kita angkat lagi. Nah, ini angkatnya juga agak tricky. Jadi kalau kita angkat seperti ini ya, kita mau lepas. Jadi kalau mau lepas harus pakai dua tangan kalau mau tegakin. Kenapa? Karena kalau misalkan kita gini kita lepas set dia akan maju lagi. Jadi caranya adalah kita tahan tangan kiri lepas baru dia ngunci. Jadi kalau ditarik nih kan dia ngelepas ya. Tuh ngrilis. Nah jadi dua tangan set pegasnya terlalu kuat dia. Yuk kita tarik lagi yuk. Nah sekarang kita ke bagian tengah nih. Ini main course-nya. Nah, sekarang kita masuk ke bangku tengahnya. Ini main CS-nya nih. Nanti kita dari sebelah kiri kita pindah sebelah kanan ya. Karena ada beberapa di sebelah kiri ini pengin gua tunjukin. Jadi kalau kita lihat kursinya itu gua suka interior warnanya bagus ya. Coklat gitu. Coklatnya juga coklat. Apa bilangnya nih? Kayak coklat sadle kali ya. Bagus. Gua suka ya. Dan desain kursinya juga cantik gitu. Lihat tuh kulitnya, jahitannya itu bagus. Menyenangkan buat dilihat ya. Cuma di bagian plastiknya sini ini rasanya agak sedikit murah dan enggak matching antara si warna kulit sama warna ya ininya nih buat charger HP-nya. Cuma yang gua suka dia kan udah chargernya 50 watt wireless. Dia tuh ada penahannya. Jadi pas kita pakai buat ngecas dia nahan dan kena jalan tuh enggak bunyi-bunyi, enggak gini-gini gitu loh. Karena ditahan sama ada mekanismenya di sini. Nah, tapi di bagian sininya ada colokan USB C. Ini tutupnya jelek banget ya. Udah warnanya enggak sinkron. Pas ditutup nanti dia lama-lama kebuka sendiri gitu. Tuh, lihat tuh kebuka. Nah, kan ini kayak tahu enggak jok-jok ee custom highs gitu loh. Ada beberapa yang enggak sempurna. Ini masih ada di sininya. Kalau Alpart kan mau yang generasi 3 E 4 itu bagus ya kursinya enggak ada komplain ya. Ini masih ada kayak gini-giniannya yang sebenarnya udah mewah banget, udah cantik banget, tapi bagian ininya jadi agak kurang gitu. Terus layar layarnya enggak kayak Alpard yang hybrid, dia bisa dicopot. Ini enggak. Ini dia fix ada di sini. Dan layar ini itu penting banget karena semua pengaturan ada di sini. Termasuk juga kita ngatur kursi, AC, musik, light, fridge, sunroof setting sama lock. Dan ada slide-nya buat ditutup. Ada di sini juga dibuat digeser. Nah, untungnya kita masih dikasih tombol shortcut. Nah, di sini ada buat maju mundur ya. Ini penting banget tuh ciglek. Nah, ada locknya juga. Jadi berhentinya tuh ada di tempat yang ee tertentu buat safety ya. Sama kayak Alpard juga ada jegleknya gitu ya. Nah, dan jauh sekali bisa sampai mundurnya seperti ini. Dan untuk recline-nya ini juga bisa diatur dari sini nih set. Nah, cuma sayang apa sayangnya kita enggak dapat otoman lewat tombol. Otoman-nya bagian kakinya ini harus diatur menggunakan ini seats. Terus kita pencet lagi. Kita pencet lagi. Jadi too much work sih kalau misalkan ada shortcut-nya bagus. Tapi ada satu yang gua suka juga di mana kalau misalkan kita lagi tiduran di mobil, kita mau turun, malas kan ngatur-ngatur kan ada satu tombol yang tersembunyi di bagian sini. Kita pencet set, nah dia akan otomatis memudahkan kita kalau keluar dari mobil ya. Nah, saran gua kalau misalkan kalian punya posisi duduk favorit ditaruh aja di memorinya. Jadi kalau misalkan kalian masuk langsung pencet memori 1 position 1 atau position 2. Nah, terus ada juga zero gravity. Tapi ini lucu pas kita pencet zero gravity-nya dia tidak zero gravity cuma begini aja. Gua pikir zero gravity itu dia bakalan kayak odyssey atau kayak siapa yang bagian atasnya tuh naik sini ya. Bagian depannya itu naik ke atas. Jadi kita nyantai gitu. Ini sama aja. Jadi mau zero gravity mau enggak bagian sininya tuh masih tetap sama cuma kursinya overall enak ya. Nah udah keluarnya gampang. Nah di sini juga ada sebuah meja tapi mejanya menurut gua eh enggak terlalu kepakai karena jauh banget. Jadi ini cuma buat tempat buat naruh-naruh. Misalkan kita naruh HP ee ini ada bulutan buat naruh minum atau kita punya buku taruh sinilah. Tapi kalau buat kita kerja pakai laptop kayaknya kalau kita majuin juga. Nah, ini kakinya juga hampir mentok ya. Kurang sih, kurang pas ya. Tapi okelah yang penting ada dan mejanya pun juga bagus nih. Kalau kita lihat ya hings-nya ini metal-metalnya tuh bagus tuh. Rapi, warna juga bagus. Ini tuh harusnya metal-metal yang finishing-nya itu ada di grill depannya sama di belakang ini loh. Ini kan rasanya mahal gitu. Oke. Ada kayu-kayunya juga bagus, jajatan juga rapi. Ada yang bikin modifikasi tombol di sini buat buka tutup ya. Jadi enggak usah dari sini, bisa dari sini aja nih. Terus AC juga ada di atas. Ada masing-masing lampunya ya. Panoramiknya ada sampai belakang tapi yang bagian sini enggak bisa dibuka. dia cuma panoramik doang aja yang depannya baru sunroof-nya bisa dibuka. Nah, kalau misalkan kalian pengin sering-sering buka ini sebaiknya pasang kaca film karena pas siang dibuka agak panas. Dia enggak kayak eh BYD seal yang kalau dia kan BYD Seal kan enggak ada tutupnya ya. Nah, tapi dia tuh udah dikasih kayak green glass gitu jadi enggak terlalu panas gitu. Oke, lanjut kita balik lagi. Ada buat ngatur ambient light dan kawan-kawan. Music juga bisa atur dari sini. Enggak usah minta tolong sama eh driver ya. Ada kulkas. Nah, kulkasnya ini bisa jadi dingin, bisa jadi panas dan bisa kita atur sampai -6 derajat celcius. Jadi bisa jadi freezer ya. Dan dia juga bisa jadi pemanas. Jadi kalau kita punya makanan mau dipanasin dia bisa sampai 50 derajat celcius. itu lumayan panas loh ya. Dan lucunya kalau misalkan kita misalkan nih kita mau parkir mau tetap lukkasnya nyala bisa juga bisa diatur dari sini delay power off-nya mau dibikin berapa jam? 1 jam 2 jam tuh sampai oh sampai 12 jam. Jadi kebayang misalkan terutama yang ibu-ibu menyusui ya kan misalkan dia pamping gitu kan habis pamping hasilnya biasanya ditaruh kantor tuh ya kan. Nah ini bisa taruh di dalam mobil langsung dibekuin mobilnya kita tinggal jadi tuh ya. Tapi kalau buat sehari-hari ya paling buat kesi minum doang tapi buat ibu-ibu yang menyusui itu sangat berguna sekali ya. Dan kalau kita mau buka tutupnya itu tuh pakai touch screen di sini pencet. Nah, nanti dia akan keluar tuh kulkasnya. Enggak terlalu besar, tapi ini udah lebih dari cukup sih. Kamu juga di mobil gitu kan. Nah, kalau misalkan kalian malas buka-buka touch screen karena harus masuk ke menu ke sini-sininya, tenang set. Nah, ada tombol fisiknya juga yang kapasitif di bagian sini ya. Jadi bisa diatur langsung dari sini dan ada anti kumannya tuh. Jadi kalau misalkan kalian pengin mensterilkan sesuatu, pencet aja di situ. Keren ya. Jadi Denza luar biasa. Itu yang enggak kita temuin di Alpard. Alpart menangnya dia ada entertainment di belakang dan untuk yang Alpard hybrid entertainment di belakangnya itu masuk kategori bagus ya. Jadi eh tinggal colokin kayak e Android TV stick gitu ya. Dicolokin langsung jadi Android langsung dipakai buat nonton dan kawan-kawannya bisa. Dan audionya pun juga sudah pakai JBL bagus yang ini meskipun dia bukan JBL kayak Alpard, dia sudah pakai Din audio dan suaranya pun juga bagus bisa dinikmati di depan sampai di tengah. Oke, kita pindah ke sebelah sini nih. Nah, oke biar kelihatan sebelah kanannya ya. Door trip-nya ini lebih punya desain ya dibandingkan dengan Alpard yang kaku dan Alpard tuh yang hybrid aja tuh dipegang begini tuh kelihatan banget goyangnya gitu. ini masih goyang juga tapi ee lebih kokoh lah. Nah, cuman di bagian sininya nih cray-nya ee kerainya tuh enggak enggak konsisten. Yang ini tuh rapi, bagus lurus. Yang sebelah kiri mau diapain juga dia tetap sebelah kanan itu nongol gitu. Enggak tahu kayak mungkin ada salah di perakitannya apa gimana. Cuma ya ini mobil masih 2.000 km loh. Itu udah udah kurang konsisten gitu. Buat quality-nya agak kurang bagus. Nah, ditutup manual. Bukanya juga manual. Kalau Alpard kan sudah elektrik ya, tapi kacanya besar. Sama kalau kita mau buka kaca nih. Pencet di sini ya. Nah, bukanya banyak. Jadi bukanya tuh enggak enggak terlalu ganggu ininya nih kayak Alpard. Dan juga dia punya double glass. Jadi enggak cuma depan doang, yang belakangnya pun juga double glass biar peredamannya bagus. Tutup lagi eng ke jauh. Kalau kalian pengin ngatur enggak mau pencet-pencet jauh sini bisa dari touch screen. Tapi ujung-ujungnya lebih enak dari sini dibandingkan kita pakai touch screen-nya. Oke. Eh, kok kebuka sendiri ini? Seandainya ee dikasih tombol-tombol li buat ngatur kursi, maka ini kursinya akan sangat nyaman. Oke, sekarang kita majuin lagi. Kita mau ke belakang seperti apa. Tapi sebelumnya di bagian sini kita dapat nih tray juga buat cup holder sama buat tempat naruh sesuatu. Dan ini dikasih karet. Jadi kalau kita naruh-naruh itu enggak bikin berisik ya. Masih berisik juga cuma tetap lebih inilah. Nah, kita pencet lagi bawahnya bisa ketutup. Set. Kursinya dia juga ada massage-nya buat pijet. Terus ada ventilasinya tapi enggak ada pemanas ya. Kita juga bisa atur temperatur AC dari sini ya. Sama yang unik nih kalau kalian perhatiin kursinya itu punya sandaran dia kayak buat pesawat ada kupingnya ya. Kalau misalkan kita tidur bisa jatuh gitu ya. Ah ditahan sama kupingnya ini. Terus enggak cuma kuping dia bisa dimajuin mundur juga tuh. Kalau misalkan kalian ngerasa terlalu ke belakang majuin lagi dikit. Nah. Nah, bisa dibikin maju seperti ini. Terus kalau kurang tinggi ada tombol di sini buat naik turun ya. Biasa ya itu ya. Tapi ini nih yang jarang nih yang bisa sret. Tapi sayangnya maju kayak gini itu cuma bisa di kursi tengah aja. Kursi depannya enggak bisa dia kaku. Kursi pijetnya ee lumayan berasa tapi bukan yang wah gitu sama dia enggak ada pemanas. Buat teman-teman yang suka relaksasi pijet sambil ada pemanasnya sayangnya ini enggak ada. Nah, di belakang sini kita dapat kursi yang masih sama empuknya ya. Enak sih kursinya, gua ggak ada komplain. Terus tengahnya sini kita dapat armr empuk juga. Dan ini adalah bagian yang paling rebah. Jadi enggak bisa direbahin lagi. Kalau kerebah emang kalah sama Alpard. Tapi ini udah lebih dari cukup. Terus kita enggak dapat cray di bagian belakang, enggak bisa ditutup. Tetap dapat pegangan tangan dan dikasih ini ya kasih empuk-empuk enak. Ada cup holder dua sama ada tempat sedikit sama ada kabel USB type C. Ini nyala loh biru. Jadi kalau kita nyarinya gampang gitu. Terus bagian sininya tuh dikasih kulit, ada jahitan aslinya ya. Ini keras sama dikasih ambiience light. Jadi belakang pun juga dikasih kemewahan. Termasuk bagian sini juga dikasih kulit. Bagus ya. Bagus loh dikasih kulit. Dikasih kulit ya enggak cuma plastik-plastikan doang. Oke belakangnya oke banget. Kemudian kalau mau naruh barang masih agak kurang, di sini masih ada slip-slipan ada dua sama yang satu gede ya. Kalau untuk leg room tentunya saja headroom-nya leg room-nya lega. Tinggal gimana kalian kompromi sama yang bagian depan. Oke, lanjut ya. Dia ini punya baterai di bawah yang gede 103 kWh makanya range-nya bisa sampai 620 km berdasarkan gede 620 km mungkin kalau di WLTP kayak Ionic 5 450 kil. kan dapatnya ee NDDC-nya sekitar 530-an. Ini mungkin sekitar 500 kilo ya. Terus kalau kita lihat di sini karena dia baterai gede, bawahnya juga tinggi. Jadi naik sedikit baru naik lagi. Kalau yang Lexus tuh ada keluar lagi sedikit sret gitu ya buat kita nariknya gampang. Tapi sebenarnya Alpart sama Lexus pun juga tinggi juga cuma bedanya karena dia baterainya besar sekali di bawah ya. Tuh rata dia di bawah ya. Dia ground clearance-nya pendek 155 mm doang. Artinya dengan wheel base yang panjang 3,11 m terus wheel base-nya cuma 155, sebaiknya enggak ada salahnya kalian tambahin ee protektor ya. Kalau misalkan kalian suka ngelewatin jalan rusak atau polisi tur yang gede-gede. Nah, mesinnya kita buka yuk. Nah, bagasinya dibuka. Dia sudah pakai hidrolik kanan kiri dan kalau kita lihat sama kayak Alpart dia dalam ke bawah. Tipikal yang mesinnya nyelem di bawah ya. Dan ini sebenarnya kalau kita lihat lagi ini tuh ruang space-nya tuh masih banyak harusnya bisa jadi tempat buat naruh barang di depan. Terusan ini diaturin dikit ya dikasih plastik gitu. Kayaknya di di Cina ada yang jual deh. Tinggal gimana caranya dipindah dari sebelah kiri sebelah kanan ya. Karena ee gua itu nyari buling bingo. Ada yang jual depannya ini plastik buat naruh barang. Cuma dia adanya buat yang setir kiri, setir kanannya enggak ada. Bedanya apa kalau setir kanan sama setir kiri? Biasanya bagian ininya nih remnya. Dia punya rem itu karena ada setir kanan ya adanya di sebelah kanan booster dan kawan-kawannya. Kalau yang setir kiri adanya di sebelah kiri me if I'm wrong. Dan mobil ini juga tenaganya besar 230 horsepow dan torsinya 360 Nm. 0 ke 100 bisa tuntas dalam waktu 9 detikan saja. Untuk sebuah mobil besar seperti ini, itu sudah lebih dari cukup. Bukan yang wah spektakuler kayak BYD Seal atau se Lion, tapi siapa yang mau ngebut-ngebut naik mobil kayak gini? Oke, yuk kita masuk ke dalam. Oke, sekarang kita ada di dalam Denza D9 di bagian depan. Ini adalah bagian depan yang mungkin buat beberapa orang pemiliknya itu jarang makai ya. Dan interiornya bentuknya seperti ini ya. Gua lebih suka interior bentuk yang Alpard sih sebenarnya ya. Lebih terasa mewah tapi ini tuh lebih ramai dan lebih artistik mungkin karena garis-garisnya ini ada lubang-lubangnya di sini ya. ini kelihatan tuh banyak lekukannya. Terutama di bagian sini tuh kayak bagian terutama di bagian door trim gitu ya. Bagian ee power window itu dia menjorok keluar kayak floating gitu ya. Terus juga bentuk-bentuk ininya sih kayak tabrakan-tabrakan gitu. Floating. Wah rame lah. Pokoknya artistik. Cuma kalau secara look sama eh quality gua lebih suka Alpard ini. Bu quality-nya juga bagus banget. Dia solid, enggak ada yang goyang sama sekali, enggak ada yang bunyi-bunyi, ya. Cuman ada beberapa yang kalau kita touch and fill itu agak kurang. Misalkan nih di plastik-plastik ini nih ya. Ini silvernya tuh agak terasa murah sama kalau kita pegang bawahnya sini. Ini agak keras agak agak tajam. Bukan keras, tajam nih bagian sininya nih. Jadi kalau kita anak kita suka main gitu bisa bisa luka nih di bagian sininya. Sampai ke sini juga sama ya. Bagian-bagian situnya tuh dipegang tuh tajam. Udah itu doang sih sisanya gua enggak ada komplain. Paling yang ini nih warna plastiknya dia yang silau bukan yang ng-edof ya. Jadi kerasannya enggak mahal kayak mobil DFSK Glory gitu tuh plastiknya begini nih. Terus gua suka dari BYD dia tombol-tombolnya masih banyak. Jadi seperti yang gua bilang, gua enggak masalah punya layar gede semua fungsinya di sini. Tapi kalau misalkan hal-hal penting itu tetap dikasih tombol itu jauh lebih baik. Terutama kalau kita di biasa pakai pasti lama-lama hafal kan. Nah, di mobil ini mulai dari sebelah kanannya buat spion lengkap ya. Power window udah all auto gitu ya. Di sebelah kanan sini dia enggak ada tombol sama sekali tapi ada tempat penyimpanan bagus ada blue-nya Terus buat lampu sein, instrumen wiper dan kawan-kawan juga lengkap di sini ada tombolnya enggak dikurang-kurangin. Nah, buat cruise control dan ADAS-nya itu juga bagus. Dan ketika pakai di tol, BYD mulai dari yang bawah sampai atas itu ADASnya bagus semua, enggak ada komplit ya. Cuma beberapa kali BYD M6 itu kita dapat adasnya tahu nyala semua ininya tapi yang ini enggak lah. Yang sebelah kanan sini juga sama tapi tombolnya agak rasa kurang mahal ya setirnya ya. Sama setirnya terasa kecil untuk sebuah mobil yang besar seperti ini ya. sama di WYD biasanya ada layar tengah yang bisa diputar-putar tapi di Denza D9 ini enggak ada tombol buat muternya ya. Adanya buat kamera 360 di sini sama favorit dipoint ke Spotify ya. Mode dan kawan-kawan. Nah, di sini juga ada tombol yang banyak sekali buat volume ada di sebelah kanan. Hazard di sini ada buat ada parking sensor, eh blend spot warning, auto hold. Ini auto buat AC, on off, sama buat devoger depan. Nah, yang kanan kiri ini buat pintu tengah buat bukain bos kita di belakang. Sebelah kiri ada buat buka bagasi. Sebelah kanan sini ada buat buka kulkas. Nah, transmisinya juga dibikin kristal-kristal kayak Volvo ya. Ini ada start stop-nya, ada buat parkir sama di sini ada buat kita ganti ke snow mode. Pas dipencet snow mode, enggak ada apa-apa yang berubah kecuali warnanya jadi biru gelap. Pencet lagi warnanya jadi eh apa nih? Kayak buta warna gua. Warnanya apa sih? Nih jadi beginilah. Jadi kayak kuning-kuning gelap gitu. Ah ini jadi snow modood. Tapi lucu ya ini sensornya ngacau nih. Dia bilang depan kita ada mobil padahal depan kita tuh ada pohon. Lihat tuh bukan mobil. Ada bar charger tempat penyimpanan yang super lega di sini. Sama ada kabel USB ya buat ngecas di sini ya. Terus kita dapat cup holder sama ruang penyimpanan. Ini tuh enggak terlalu lega ruang penyimpanannya. Kenapa? Karena di bawahnya ada kulkas. Terus kita buka lagi. Nah, dia ada soft opening dan sudah pakai bahan bludru-bludru gitu. Jadi rasa mewahnya audionya pun juga dia pakai din audio. Terus kita masuk ke menu-menunya ya. Ada macam-macam. Kita masuk ke menu tuh AC apa CarPlay Android Auto, album AVM tuh kamera 360-nya, BYD Assistant BYD store. Ada apa nih? Udah diisi belum? Oh, enggak ada. Internet connection. data monitor file manager manual settings, phone navigation, my car media center. Oke, kita coba masuk ke AC. Nah, ini pengaturan AC-nya seperti ini. Bisa buat ngatur kiri kanan berbeda. Ada ionnya juga kalau misalkan kita pengin udara dalam lebih bersih ya. Terus dia ada gambar angin only. Ini cuma kipas doang jadinya. Dan itu ngambilnya dari luar langsung. Terus ada devoger. Devogernya sampai buat spion AC max AC auto on. Dan ada pengaturan buat belakangnya. Dan kalau misalkan belakang yang mau di-lock juga bisa dari sini ya. Belakangnya pun juga temperaturnya kanan kiri beda loh. Jadi dia quat zone ya. Nah, seat ventilation. Jadi dia ada pendingin buat kursi dan bisa diatur empat kursi tapi pemanasnya enggak ada. Air purification juga ada. Excellent. Excellent. Jadi karena di desa outside sama inside excellent semua ya. Purification anion. Anion itu apa ya? Sama ada PM 2.5 detection. Settings. Nah, ini juga penting ya. AC auto mode kalau bisa jangan jadi echo karena kalau echo nanti dia berkurang dinginnya. Automatic internal nih. Automatic purification. Oke, terus ada auto internal circulation parking. Jadi kalau kita lagi parkir, dia langsung ngambil udara dari dalam, enggak dari luar. Ini tuh harusnya ada di mobil bensin. Kalau mobil listrik enggak peru. Jadi, kalau kita mau parkir, dia itu ngambil udara langsung dari dalam, enggak dari luar. Biar emisinya itu enggak masuk. Mungkin kalau di basement berasa kali ya kalau ada mobil bensinnya. Tapi kalau di rumah gitu kita masukin parkir indoor harusnya enggak masalah. Intelligent partition. Terus ada autofan speed reduction during Bluetooth calls, seats adjustment locks, notification, refigerator, comfort driving. Ada ambient light, ngatur ketinggian lampu ya, intelligence sasis, steering assist modenya, comfort atau sport. Tapi comfort-nya aja menurut gua agak sedikit berat sih ya. Break assist modenya kita bikin comfort dan ada comfort parking juga. Oke, terus ada energy. Regenerative breaking-nya baiknya standar aja ya. Range display modenya bisa standar atau dynamic. Kalau dynamic nanti dia ngikutin e cara kita berkendara. Nah, cara kita berkendara tadi jadi 410 km. Charging and discharging, smart charging ya. Bisa diatur berapa ampere maksimal ya. Energy consumption-nya bisa dilihat juga. Adas ya seperti biasa sudah lengkap dan bisa dimatikan. Oke, sistem. Nah, ini audio display version system apps. E lengkap pengaturannya dan ada din audio sound-nya. Uh, ada bass, ada deep bass tapi audionya enak sih. Service, overhaul, vehicle info dan kawan-kawan. Terus di sini juga ada namanya my car. Kita bisa ngatur mobil ini eh kayak pakai shortcutshortcut gitu deh. Seat massage, strang, ventilation, adjustment dan kawan-kawan. Open all windows. Close all windows. Reeview mirror unfolded. Nah, bentar ada kok tombol folded-nya. Oke, ini bisa kita geser-geser ya. Tuh, ganti-ganti wallpaper. Nah, ada juga shortcut-nya termasuk mau buat volume juga ada di sini. Padahal di sini udah ada loh. Tetap dikasih ya sama dia ya. Jadi kalau misalkan sopir kalian bosan, ada banyak hal yang bisa dimainkan di dalam mobil ini. Nah, untuk setirnya dia masih pakai manual tilt and telescopic-nya. Nah, kursi depannya juga sudah elektrik ya, termasuk yang sebelah kirinya mewah. Di atas ini kita dapat kaca sama lampu. Spionnya dia belum digital. Nah, kalau mobil-mobil di kelas ini sebaiknya spionnya diganti yang digital saja. Jadi kalau kita spir kita ngelihat ke belakang gitu ya, dia enggak bisa ngintip kita lagi ngapain langsung kamera. Jadi kalau dia mau ngintip kita lagi ngapain, dia mesti nengok. Nah, enggak bisa pakai beginian aja. Nah, di sini juga ada tempat buat naruh kacamata. Ada ininya juga nih, bludru-ya juga, lampu kiri kanan, sama buat buka sunroof bagian depan. Nah, seperti inilah kurang lebihnya. Nah, sekarang kita tinggal jalan aja. Tapi sebelumnya kita mau jalan-jalan duduk di belakang dulu. Karena punya mobil beginian pasti kita akan pakai duduk di belakang pakai driver. Nah, sekarang kita udah ada di dalam Denza. Tapi di video kali ini beda karena ini adalah video mobil yang biasanya nyetirnya pakai sopir ya, kita enggak bawa sendiri. Jadi kita akan mulai dengan kursi tengahnya dulu. Well, di mobil ini seperti yang gua bilang tadi, kursinya enak ya. Dan di belakang sini dia punya suara ya, kolongnya itu kedap, kanan kirinya kedap. Cuma suara angin aja yang agak masuk. Tapi itu pun menurut gua masih kedap ya, enggak mengganggu lah. Jadi kalau misalkan kalian biasa naik Alpard yang generasi ketiga gitu ya, terus masuk ke sini terasa upgrade ya. Tapi kalau dibandingkan dengan Alpard yang hybrid, eh gua ngerasa Alpard hybrid suspensinya lebih enak. Ini tuh ada satu hal yang lucu dari suspensi dari mobil ini. Eh, jadi kalau misalkan kita nih lewat jembatan der gitu ya, biasanya berapa mobil itu tuh kalau kita ngelewatin jalan-jalan rusak atau jelek gitu ya atau sambungan itu kan kerasa deg gitu ya atau dia mantul atau dia kempukan kekerasan. Ini bantingannya tuh enak, enggak kelembutan, enggak kekerasan, tapi kayak ada getaran getaran kiri kanan itu kayak der der gitu loh. Jadi pas kena sesuatu tuh dia enggak aneh ya. Gua enggak menemukannya di mobil lain ya, mulai dari mobil murah sampai mahal. Biasanya kan kalau itu jlek gitu ya, suspensi gini ya. Dia tuh kayak pas kena sesuatu bodinya tuh getar kiri kanannya gitu. Nih kalau di sini kelihatan nih di ee apa namanya? Layar sendiri itu kena sesuatu der kanan kiri kanan jadi kayak kayak kita mukul gong der der aneh gitu. Tapi secara banding suspensinya enak, cuma ada vibration yang agak sedikit mengganggu. Dan ini enggak cuma di tengah doang, itu ada di depan juga ya. Dan di belakang sini ya, kalau misalkan kalian butuh ruang yang lega, bisa dibentokin say belakang banget. Terus si belakang ini enggak dapat apa-apa, enggak dapat leg room sama sekali. Dan sekarang udah banyak juga yang bikin yang kursi belakangnya ini bisa dibikin lebih enak lagi. Misalkan mau dibikin bisa sliding ke belakang. Ada yang bikin mau bikin ada yang bisa apa namanya tiduran jadi kasur ada yang bisa bikin juga ya. Terus juga kalau di belakang kalian pakai AC ini AC-nya juga sama ya dia masih kena ke kepala ya. Jadi kalau misalkan kita tutup itu jauh lebih baik. Tapi tetap aja dia sama kayak Innova Zenix, dia masih ada bocornya sedikit gitu. Jadi sama ini ada kasus seperti Toyota Zenix gitu ya. Jadi dia itu punya AC ventilasinya itu ada di bagian atas kepala kita gitu. Kalau kita lagi rebah, kalau kita lagi nyantai. Jadi kalau misalkan kita lagi mau bos seperti ini ya, ini tuh agak sedikit bikin pusing kalau misalkan dipakai lama. Biasanya kalau penyewa-penyewa kita tuh di auto trend car tuh Zenix tuh kadang-kadang suka dilakban sininya sret biar enggak kena AC ke kepala. Tapi bukan berarti double blowernya dimatiin gitu kan. Bisa orang bilang udah double blower aja dimatiin. Enggak semudah itu. Karena kalau double blowernya dimatiin ya jadi panas dong belakangnya. Jadi tetap ada AC nyala dari sini cuma belakangnya bisa kita tutup aja. Atau kalau mau lebih enak lagi enggak mau nutup lakban, ya udah tinggal ditidurin lagi aja ya. Dipakai buat tidur terus ininya diarahin ke sana gitu. Jadi enggak kena kepala kita. Kalau udah kayak gini sih udah enak sih. Gua gak ada komplain ya ini. Pokoknya kalau udah di belakang tiduran itu benar-benar mobil yang didesain buat penumpang belakang. Jadi di belakang itu enaklah ya. Kalau di jalan kalian pakai denza ini, udahlah tinggal driver suruh nyetir, kita di belakang tidur, kita di belakang main HP atau semacamnya ya. Sekarang kita di depan ya. Dan ketika kita nyetir ini, rasa aura supirnya tuh berasa banget ya. Ya kan? Kalau kalian bawa Alpart gitu, bawa ini, bawa Elgran atau semacamnya itu rasa sopirnya pasti langsung berasa. Tapi ya ini mobil dia kan lebih panjang dan lebih lebar dibandingkan sebuah Alpard ya dimensinya. Tapi pas kita nyetir lebarnya kayak enggak selebar Alpard gitu ya, tapi depannya emang panjang. Dan kalau kalian naik mobil-mobil kayak gini tuh pasti ya tahulah panjangnya seperti itu, tapi depannya masih agak kelihatan dikit gitu. Jadi kalau kita mau parkir pengin ngereka-reka depan, kita tinggal majuin sedikit itu masih depannya kelihatan. Kalau Alpard tuh agak susah ini masih bisa kelihatan. Jadi kalau misalkan kalian bawa Alpard udah jago, udah biasa ya bawa ini ya tentu saja lebih mudah sih walaupun dia lebih gede ya. Terus seperti biasa mobil listrik enak ya. Enggak ada transmisi digas dia langsung nyaut. Tenaganya juga oke banget buat mobil segede gini. Walaupun beratnya terasa ya dia FWD berat. Jadi kalau kita gas gitu set W dia tuh tetap ada nahannya. Habis itu C enaklah. Jadi buat driver gitu ya kalau kita bawa bos di belakang terus drivernya agak ugal gitu kan ngeremnya agak kasar. Harusnya di mobil ini enggak terjadi seperti itu ya. Jadi, pedal Fnya juga dibikin enggak terlalu sensitif, bahkan menurut gua agak sedikit keras gitu ya. Jadi, ketika kita ngrem, ketika kita akselerasi kalau misalkan itu masih terasa kasar itu keterlaluan menurut gua spopirnya. Karena emang ada beberapa mobil gitu ya. Kayak misalkan gua bawa CH 38 gua bilang ini drivernya itu mesti benar-benar halus ngeremnya. Karena kalau enggak kasihan ee bos kita di belakang gu kalau ini kita ngerem, kita ngegas, kalau sampai kasar keterlaluan. Jadi emang udah diset gimana buat si driver ini bawanya tuh halus gitu. Setirnya juga lumayan dia ada bobotnya gitu ya. Eh tapi tetap ya handling predictable-nya itu ya sebuah fan gimana sih ya. sama kalau kita ngomongin tinggi ya, dia enggak setinggi kayaknya tuh bawahnya tuh enggak setinggi Alpart loh. Udah kita atur. Gua biasa kan kalau Jiter suka paling bawah ya masih enak lah. Cuma memang kalau kursinya menurut gua di bagian sininya tuh bagian punggungnya dia bisa menopang kiri kanannya supportifnya bagus. Cuma bagian sini tuh agak aneh aja. Jadi atur lambarnya masih kurang proper dikitlah. Tapi overall experience driving ini ya benar-benar kayak bawa mobil yang gimana caranya biar si penumpang tengah itu dibikin nyaman gitu. Tuh rem-nya halus ya. Enggak usah pakai skill mengemudi yang gimana gitu ya. Udah bisa ngrem yang halus, ngegas juga halus. Dan ketika kita ngerem sama ngegas, dia bodinya tuh enggak diving, enggak maju ke depan atau ke belakang gitu. Kalau kita naik alpart generasi 1 atau generasi 2 kan masih agak berasa ya kita rem tuh agak maju ke depan gitu ya, terus agak sedikit ke belakang. Yang ini tuh udah kayak Alpart generasi ketiga ke atas yang dia punya remasnya itu ee body dive-nya itu udah lebih berasa lebih baiklah. Nah, ini kurang lebih sama gitu. Bahkan ini lebih refine dibandingkan dengan eh body dive-nya si Alpard generasi ketiga. Kalau generasi keempat gua agak-agak lupa karena jarang pakai ya, gua mesti cek lagi gitu. Tapi dibanding generasi 3 karena gua masih sering pakai ya ini better. Makanya kalau orang gua ngertilah perasaannya orang ketika naik apart generasi yang ketiga gitu ya. Terus dia mau beli Alpard baru kok nambahnya banyak banget. Let's say Alpard baru yang hybrid 1,7 M. Alpart lamanya cuma dihargain R00 juta sama pedagang ya kan. Bahkan sekarang ada yang nawar 600 ya. Mendingan gua ganti Denza lah. Harganya enggak nyampai 1 M tukar tambah apart lamanya enggak terlalu mahal enggak terlalu mahal gitu kita nambahnya. Dan ketika pindah ke sini dibandingkan dengan Alpard generasi 3, well, this is better gitu. Power trade-nya lebih bagus, suspensinya lebih bagus, terutama peredaman kabinnya. Ya ampun deh, Alpar tuh peredaman kabinnya even yang hybrid aja menurut gua tuh harusnya bisa lebih kedap lagi gitu. Makanya ketika gua pernah bikin video eh Alpard hybrid versus Lexus LM, kalian udah tahulah pemenangnya siapa gitu. suspensinya beda, itunya juga beda. Mungkin gua harus bikin video Alpart generasi 3 versus Denza dan Alpard generasi 4 versus Denza karena di situ baru berasa perbedaannya. Ya, kalah deh pokoknya deh kalau misalkan yang generasi 3 dibanding ini ya. Kalau generasi 4 gua mesti cek lagi karena udah lama banget enggak bawa generasi keempat. Terus visibilitas juga better dari Alpart ya. Walaupun di sininya juga masih gede ya, tapi gua ngerasa di sininya bagian pilar ini tuh masih gampang buat dilihat gitu. Terus juga gua suka sunroof-nya gede depan sama belakangnya. Jadi rasanya itu dashboard lebih cerah ya, lebih lega. Cuma memang ada beberapa kontrol itu tombol-tombol itu yang menurut gua kalau dipencet dia rasanya belum mahal gitu. Kayak misalkan tombol di sininya ya, dipencet-pencetnya tuh masih enggak sebagus Alpart gitu ya. Dan perintilan-perintilan kayak plastik di bagian sini tuh plastik plastiknya tuh dia enggak ng-dove, dia kayak ee mantulin cahaya gitu. Rasanya enggak terlalu mahal. Tapi okelah itu cuma minor-minor aja gitu. Kalau untuk interior gua lebih suka yang Alpart hybrid ya. eh terasa lebih mewah gitu dibandingkan dengan ini. Tapi secara ee kenyamanan apa segala macamnya ini sih patut dipertimbangkan ya. Tinggal nunggu Xpeng gimana tuh? Gua belum pernah tes drive. Tapi Denza ya, kalau kalian senang nyetir mobil kayak gini y dibandingkan dengan Alpard ini much better yang generasi 3. Nah, tapi kalau kalian misalkan pakai mobil ini buat nyetir sendiri ya dibandingkan dengan Alpard generasi 3 ini ya ee better lebih baik kita gaset gitu ya langsung cus mobil listrik seperti biasa. Dan untuk range-nya juga karena panjang jadi enggak terlalu khawatirlah ya. Gua belum nyobain mobil ini buat jarak jauh kayak dari Jakarta, Surabaya atau semacamnya gitu ya. Karena biasanya mobil listrik kalau dia dimensinya besar dipakai di tol kecepatannya agak tinggi, dia borosnya tuh agak lumayan gitu. Jadi ee dibandingkan dengan mobil kecil kita pakai kencang sama mobil gede kita pakai kencang itu biasanya ee range-nya tuh berkurangnya lumayan berasa dibandingkan dengan mobil yang kelas sedang kita pakai kencang ya. Karena mobil listrik itu ketika kita pakai di tol itu jadi lebih boros. Tapi kalau buat dalam kota kita kayak Jogja Solo tadi berapa? Berapa persen waktu dari ee kantor? 80 >> 80% ini kita pakai PP tol Kelaten Solo sekarang sudah mau nyampai rumah gua 75% cuma berkurang sekitar anggaplah 6% sedikit sekali. Jadi di mobil ini kalau misalkan range 600 kilo berdasarkan NDDC mungkin kalau WTP-nya itu sekitar 500 kilo lah. Itu udah lebih dari cukup. Emang kalian sehari mau ke mana? Kecuali kalian rajin keluar kota gitu ya, barulah itu mungkin agak sedikit jadi masalah. Tapi kalau buat dalam kota enak benar, enggak kena ganjil genap, enggak ngisi bensin ya kan enggak nyampai 1 M lagi. Gila, ini sih benar-benar ya mobil enggak nyampai 1 M begini. Hah. Jadi alasan kenapa Denza Dina ini laku ya wajar aja sih udah lebih murah dari Alpard bebas ganjil genap dan buat kalian yang punya Alpard generasi ketiga ya yang tahun 2016 sampai tahun 2022 gitu ya ketika nyobain Denza ini terasa jujur aja upgrade. Jadi gua enggak heran orang-orang pemilik Alpard ketika mereka mau upgrade ke Alpark baru harganya kemahalan ini jadi solusi. Jadi yah ngisi bensin lagi enak banget. Tapi yang namanya mobil listrik kalian harus butuh pembiasaan dengan pengecasan dan lain-lainnya ketika kalian di rumah dan ketika kalian keluar kota. Tapi ya menurut gua mobil ini dengan harga di bawah 1 M Rp50 juta ini agak kemurahan sih ya. Kira-kira nanti mobil-mobil Tiongkok lain kan di Cina tuh juga banyak ya mobil-mobil yang sekelas Denza, sekelas Alpard listrik juga. Nah, sekarang Xeng sudah mulai masuk. Terus Makus juga sebenarnya udah ada, cuma Makxus harganya ya agak lumayan mahal gitu. Makanya ketika Denza harga segitu duar gitu. Tinggal nanti kita tunggu aja nih pemain-pemain lain biar mobil-mobil seperti ini akan lebih banyak pilihannya terus juga akan semakin seru perang diskonnya. Serif sampai jumpa di vlog berikut ya. Jangan lupa untuk like dan subscribe buat teman-teman yang beli Denza Dinine, coba komen di bawah seperti apa.

Lihat di YouTube