Jungkat

BEGINI RASANYA SUZUKI SATRIA PRO 2026..!!! MESIN OVERBORE KENCENG BANGET..?!?! | Otomotif TV (YouTube Video)

  • 09/11/2025

Let him cook. Let him cook now. Let him cook. I said let him. [musik] Selamat siang teman-teman Otomotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini ya. Amin. Nah, siang hari ini saya masih bersama dengan Suzuki Satria Pro. Jadi pada video yang sebelumnya saya sudah membahas tentang fitur-fiturnya, detail perubahannya dari Satria Pro ini. Nah, kali ini saya maucitain impresi berkendaraannya. Karena tadi saya sudah muter-muter beberapa lab di sirkuit Sentul Kecil ini. Jadi bisa merasakan utamanya dari sisi handling pengeremannya dan juga performa mesinnya. Nah, kayak gimana sih? Yuk, tonton terus sampai akhir. Jangan ke mana-mana. Nah, Teman-teman yang pertama saya mau ceritain tentang posisi berkendara dan handlingnya. Jadi, Satria Pro ini punya tinggi jok yang cukup ramah ya buat rata-rata orang Indonesia yaitu hanya 765 mm. Dan model joknya itu ramping banget, Teman-teman, ya. Enggak lebar. Jadi, kalau diduduki ini motor berasa ceper banget, Teman-teman. Benar-benar bersahabat, ya. Tadi Suzuki mengklaim ini motor memang didesain buat rata orang yang tingginya hanya sekitar 160 sampai 165 cm. Saya yang tingginya 175 cm pastinya napak banget, Teman-teman. Tuh, lihat, ya. Dan yang menarik lagi adalah ternyata kalau posisi kaki turun ini posisinya kaki itu berada di antara pijakan kaki dan tuas rem gini. Jadi aman ya, enggak mentok. Kadang-kadang ada pijakan kaki yang kalau kita turun kepentok kena kaki ya. T ini enggak doh pas banget di antara tengah-tengahnya. Terus impresi berikutnya adalah joknya selain ramping banget ya ketika dijepit jadi kaki enggak ngangkang ini busanya ternyata empuk teman-teman. Tapi memang karena saking rampingnya pantat ini bokong kayak enggak tertampung semuanya gitu. Terus kalau pas naik posisi duduknya ini stangnya ternyata lumayan rendah ya. Jadi walaupun pakai stang jepit yang tiangnya tinggi gitu pas diraih itu rasanya sporty gitu karena rendah. Dan yang khas lagi dari Satria adalah ramping banget teman-teman. Jadi dimensi stang itu kayak sempit gitu. Terus pijakan kakinya ini memang agak sedikit ke depan. Jadi kalau kakinya masih lumayan santai dan netral gitulah. Kemudian kalau karakter handling yang pertama yang utama pastinya kerasanya adalah khas banget Satria teman-teman. Bobotnya tuh ringan banget ya. Meski yang Satria Pro ini naik 3 kg jadi 115 kg tapi ketika dipakai ini benar-benar masih tetap khas banget sebuah satria ya. Entli ringan banget. Bahkan dari mencetan dari tengahnya ini juga kerasa enteng banget. Gampang banget. Terus kalau karakter handling karena dengan bobot yang ringannya kita membawanya belok-belok ini itu gampang mat. Tapi ada catatannya teman-teman kalau buat dipakai sirkuit ini menurut saya settingan standarnya ini masih kurang mantap ya. Kurang cocok buat ngebut di sirkuit. Kenapa? Yang pertama adalah karto suspensi. Ini terlalu empuk banget teman-teman terutama yang belakang ya. Jadi kayak ngambang gitu. Jadi buat nikung-nikung tuh kerasa kurang ng-grip, kurang mantap, kurang diam, teman-teman. Agak goyang apalagi ditunjang dengan ukuran ban yang ramping banget ya. Depan hanya 70/90 ring 17, sementara belakang hanya ukurannya 80/90 ring 17. Itu kalau dipakai rebah nikung maksimal itu gripnya sampai habis, Teman-teman. Tadi saya di tikungan terakhir udah hampir terpelanting karena nikung rebah. Coba dibuka gas ternyata langsung slide set. Hah. [tertawa] langsung dek de. Untung sih reflek saya masih lumayan cepat jadi masih bisa mengontrol sehingga aman tidak sampai jauh. Jadi usulan nih buat teman-teman yang suka ngebut-ngebut di sirkuit ada berapa yang harus dimodifikasi ya. Suspensi harus dimodif biar kompres dan ribonnya sedikit lebih lambat jadi enggak terlalu empuk, enggak kayun-ayun. Bannya yang pasti harus dilebarin ya. Kalau belakang sih minimal pakai 90/80 atau 100/80. Yang depan sih setidaknya ya pakai 90/80 biar ketika rebah maksimal itu gripnya masih ada. Kalau pakai ban standar habis, Teman-teman. Jadi itu catatannya. Tapi rasanya kalau dipakai harian sih dengan karakter suspensi yang empuk banget gini mestinya sih akan sangat nyaman ya. Dan kalau dipakai harian pastinya kan nikungnya enggak serbah kalau disirkuit. Jadi mestinya sih masih aman-aman aja. Karena sebenarnya di balik ban yang ramping ini menyimpan kelebihan juga. terutama adalah tadi menunjang handling yang sangat lincah karena bobotnya ringan plus kecil kan jadi belok-belok setang itu rincah banget, enteng banget. Terus catatan tambahnya adalah sudut belok setangnya itu gede ya 45 derajat sehingga buat slap-selip di kemacetan mestinya ini tetap saja lincah gitu. Terus berikutnya adalah kalau soal rem. Nah, ini kan remnya yang pro ini yang depan sekarang pakai ABS ya. Jadi impresinya adalah ini pakem tapi tidak perlu takut kalau kita nge-break kasar, nge-break maksimal di jelang tikungan akan ngunci ya karena sistem ABS-nya akan bekerja. Tapi kalau yang belakang karena enggak ada ABS-nya tadi beberapa kali saya ngalamin disentil langsung kecot ngunci gitu ya karena enggak ada ABS-nya gitu. Kemudian berikutnya mesinnya gimana sih? Oke, mesinnya ini tentu saja tetap khasnya sebuah mesin Satria, Teman-teman. Mesin 150 cc yang tenaganya wow banget. Terus karakternya tuh saja khas banget mesin overboard. Dia kuatnya itu di putaran tengah ke atas. Terutama kalau sudah di atas 7.000 rpm dan digeber sampai limiter ya sekitar 13.000 rpm. Itu enak banget. Ngacir banget. Benar-benar teriaknya tuh cepat. Benar-benar mesin yang sesuai banget kalau dipakai di sirkuit. Tapi kalau di bawah 7000 rpm ya emang jadinya kalem banget ya. Jadi kayak ngok gitu. Jadi kalau main di sirkuit kita harus pintar-pintar ngatur RPM jangan sampai di bawah 7.000 RPM. Harus sering gantung gas. Mau masuk tikungan jangan telat turun gigi. Terus pas keluar tikungan kita bejek, kita geber sampai hampir 5er baru naik gigi itu rasanya sih enak banget gitu. Kemudian berikutnya saya mau cerita tentang beberapa hal yang tadi waktu di video pertama ada yang ketinggalan. Apa aja sih? Oh ya sebelum tadi ngomongin yang fitur-fiturnya, saya belum cerita tadi tentang assist dan sliper clutch-nya atau yang kalau di Suzuki itu namanya Suzuki Clutch Assistem di balik [musik] itu. Jadi dengan adanya fitur itu yang pertama tadi emang seperti yang saya ceritakan waktu fash impression, koplingnya itu jadi enteng banget. Benar-benar kayak lemas banget teman-teman. Tapi ketika kita pakai walaupun lemas itu ternyata tidak bikin salip kopling teman-teman. Buktinya dipakai wheelie itu gampang banget loh asli ya karena tenaganya besar, bobotnya ringan disetak itu gampang banget ngangkat r depannya ya. Jadi enggak perlu khawatir walaupun koplingnya enteng banget dia bikin slip kopling ternyata enggak aman. Dan keunggulan kedua tentu saja karena ada zipper clutch-nya sehingga pas turun gigi mau masuk tikungan kita melakukan engine break besar yang kasar tetap tidak bikin roda belakang gecol gitu ya atau ngunci sesaat. ini tetap aman sehingga proses deselerasi bisa lebih mulus dan pastinya kalau lagi ketemu macet-macetan di dalam kota yang padat gitu ya, jari tangan kita tidak gampang pegal. Itu kelebihannya dengan adanya asis dan sliper clutch ini. Oke sih, mantap gitu. Terus kalau soal suhu mesin karena tadi di sirkuit yang ngebut-ngebut terus e masih aman banget. Kipas juga enggak sampai menyala ya kan ekstra fannya. Terus di sini yang menarik lagi adalah e tabung reservo radiatornya ternyata di bawah sini ya, dekat leher knalpot di bawah mesin di bagian depan. Lalu, nah sekarang kita ngomongin tadi beberapa fitur yang belum saya jelasin waktu first impression. Yang pertama adalah mengenai smart key-nya, Teman-teman. Jadi, ini smart key-nya mirip dengan punyanya GSX sebenarnya ya. Dia udah smart key ya. Pastinya ada knopnya di sini untuk smart key-nya. Tapi yang menarik adalah knopnya ini beda dengan mirik motor-motor lain ya. Karena ini knopnya ini ternyata bisa dilepas, Teman-teman. Jadi bisa digunakan saat membuat buka joknya, Teman-teman. Jadi asal remote-nya dekat dengan motor, ya, maksimal 1 m ini kan bisa diputar nih. Buat ngunci stang tinggal diputar ke sini di posisi lock ini terkunci. Atau bisa juga buat nyalain motor dengan di posisi paling ujung. Ini kelistrakan menyala. Ada satu lagi titik, Teman-teman. Nah, di sini nih. Ini yang titik ini. Ini ternyata posisi biar kontaknya, knopnya tuh bisa ditarik tuh. Nah, jadi ada kunci mekanisnya di sini terlepas. Ini bisa digunakan buat membuka joknya tadi, Teman-teman. Jadi sebenarnya kunci mekanisnya ya yang disertakan buat cewek cadangan itu enggak perlu dibawa-bawa. Nah, [musik] kita buka jok sini. Dan di balik joknya, ini tadi saya juga belum cerita kapasitas tangkinya tetap 4 L, Teman-teman. Jadi tetap kecil ya, sedikit, ya. Dan menurut Suzuki konsumsi bahan bakarnya rata-rata sekitar 42 km/l. Oh ya, kondisi bahan bakar yang moderat aja, yang biasa aja untuk sebuah mesin 150 cc dengan tenaga maksimal yang mencapai 18,2 horsepow. Tenaga mesin yang paling besar di kelasnya. Ya, makanya ini motor kalau menurut catatan kami ya, hasil test R ini yang paling kencang di kelasnya, paling ngacir, top speed juga paling tinggi gitu. Tapi tadi catatannya ee tarikannya ya di putaran bawah sampai tengah tuh terlalu kalem. Jadi kalau buat harian sering bikin gregetan. Enaknya kalau ketemu jualan kosong atau di sirkuit ini emang nikmat banget, Teman-teman. Kemudian fitur berikutnya yang tadi saya belum ceritain detailnya adalah ketika kita buka ini ee lacinya ya dibuka gini. Ini bisa buat naruh HP memang ya muat tuh HP-nya begini bisa ditaruh bisa ditutup. Tuh ini sebenarnya ada juga lubang buat lewat kabel kalau kita lagi ngecas teman-teman. Jadi ini kan ada portretnya. Jadi kalau mau ngecas HP enggak harus di sini, Teman-teman. Karena bisa jadi kepentok. Enggak cukup atau kalau HP-nya besar enggak muat. Ini kabelnya bisa diselipin di sini. Sudah disiapin lubang. Nah, HP-nya sendiri bisa ditaruh tas atau disakuin di jaket gitu. Kemudian yang berubah tadi saya belum ceritain adalah di bagian sistem pengisian atau kelistrikan, Teman-teman. Ternyata Satria terbaru ini termasuk yang pro ini pengisiannya sekarang pakai tiga fase. Kalau yang lama itu masih satu fase. Itu saja tujuannya biar pengisian lebih maksimal ya. Karena kelistrikannya sekarang tambah kan kayak bisa connect ke HP gitu kan. Itu membutuhkan kelistrikan yang lebih besar. Oh ya. Tadi yang juga asik ketika diseru adalah sekarang tuas giginya kan cuma ada di depan ya enggak depan belang lagi. Jadi kesannya lebih sporty. Pas lagi turun gigi diinjek pas naik gigi tinggal dicongkel gitu. Terus yang harusnya asik sebenarnya di speedometernya itu kan ada seiflight-nya ya. Sayangnya tadi di unit yang saya pakai itu belum sempat dietting jadi belum dinyalain. Jadi naik giginya lebih ke feeling aja ketika udah mau limiter naik gigi. Sebenarnya kalau ini dietting shiftline-nya dinyalain tuh lebih asik tuh karena ada nyala-nyala putih ngingetin kalau harus waktunya pindah gigi. Terus kalau ngomongin speedometernya sendiri secara keseluruhan ini asik ya. Versi Pro ini kan sekarang bisa connect dengan smartphone ya dengan fitur yang namanya ride connect. Jadi bisa nampilin navigasi turn by turn gitu di sebelah kiri sini. Terus juga bisa nampilin notifikasi kalau ada pesan dan telepon masuk gitu. Jadi ya ini udah kekinian banget lah ya. Suzuki akhirnya enggak ketinggalan walaupun yang model-model lain ya kayak akses. Seharusnya di Indiaas tuh udah ada fitur kayak gini tapi enggak dikasih termasuk juga yang model-model lainnya gitu. Ya udah gitu aja teman-teman video kali ini. Video kedua tentang Suzuki Satria Pro. Ya, ini mungkin next kalau ada update lagi jadi Pro Max itu kan 512 1 gig [tertawa] kayak HP ya. Terusang sejak pertama dengar namanya ini jadi ngingetin ke HP sih karena ada propronya tapi ya okelah penamaannya mungkin biar beda dengan motor R ya kan jadi ada propronya. Terus next pasti kami akan mengulas kalau sudah bisa ngetesnya secara maksimal buat harian. Terus next juga akan komparasi mungkin dengan Sonic dengan MX King. Kita lihat nanti mana yang lebih asik, mana yang lebih oke. Karena saat ini ini motor jadi yang termahal di kelasnya ya. Karena mencapai Rp34,9 juta Jakarta. Apakah dengan harga setinggi itu sesuai dengan yang didapatkan kalau kita pertemukan dengan kompetitornya? Karena kalau Sonic itu sekarang lebih murah ya, hanya R28 jutaan. Paling murah malah MAXing R7 jutaan. ini sekarang sudah hampir R5 juta gitu. Kalau menurut teman-teman sendiri gimana? Apakah ini menarik untuk di pinang atau dengan harga yang sama? Kalau di model lain bisa dapat kayak misal Honda PJX, bisa dapat Yamaha NMAX dengan kapasitas yang mirip-mirip tapi itu kan matic ya, tinggal gas rem. Cuma sensasi ngegasnya bed lah karena ini ada giginya. Ya udah, tulis aja di kolom komentar teman-teman lebih suka yang mana atau mau usulan atau mau nanyain apapun tentang Satria Pro ini biar nanti next video berikutnya akan coba kami jawab. Gitu aja. Ya udah, kali ini segitu dulu videonya. Terima kasih buat yang sudah menonton. Jangan lupa kalau suka dengan video ini tekan tombol like-nya. Terus jangan lupa subscribe juga buat teman-teman, video-video terbaru tentang review motor baru di Indonesia. Jangan lupa follow juga ikami otomotif TV. Kalau saya Aan otomotif dan kalau videografer Alvriandi. Terima kasih sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa pakai LM Kot.

Lihat di YouTube