Jungkat

BEGINI TUTORIAL MUDAH PASANG DASHCAM, RAPI TANPA BONGKAR INTERIOR! (YouTube Video)

  • 26/12/2025

Yo, guys. Welcome back with me Coco Driver. Hari ini gua mau pasang descam ke si BYD atan karena nanti pada saat STNK-nya datang, gua mau langsung cobain buat narik taksi online. Tapi sekarang STNK-nya belum jadi-jadi, Guys. Jadi ya udah gua bikin tutorial pasang base di bawah 30 menit. Sebenarnya gampang banget, Guys, pasang descam itu. Cuman mungkin karena banyak yang berpikir ini kabel nih dilariinnya ke mana gitu. Terus powernya tuh gimana. Makanya gua mau kupas nuntutas hari ini. Cara gampangnya, it's not a rocket science. Gampang banget ya. Siapin dulu descam-nya. Terus buat kalian yang mau rapi bisa pakai electrostatic stickernya. Tapi kalau gua pribadi gua enggak pengen pakai ini karena jadi kurang enak dilihatnya. Ini fungsinya supaya nanti kalau DSM-nya mau dilepas enggak merusak kaca film. Tapi beberapa kali gua gak pakaiin elektrostatic, DSM-nya dilepas pun kaca film gak rusak. Tapi take notes, do it at your own risk. Ya, disarankan pakai elektrostatic. Tapi gua enggak suka karena lihatnya jadi aneh. Jadi ini langsung gua tempel. Terus nanti kalau pada saat dibuka ya kalau mau pindahin jangan dibetot. Nanti gua kasih tahu di akhir video caranya. Sekarang gua mau kasih tahu dulu ininya tutorial paling gampangnya. Oke, ini kabelnya kita siapin dulu. Bahkan sebenarnya di bawah 30 menit sih biasanya karena mungkin karena gua udah sering pasang ya. Jadi ini. Oke, pertama-tama kalian jangan lepasin ini terus kalian tempel ya. Karena ini posisi lensa enggak selalu di tengah body desecam-nya. Jadi kadang-kadang kalau kalian pasin descamp-nya di tengah, lensanya jadi agak miring ke kiri. Nah, nanti footage-nya miring ke kiri, kiri kanan enggak balance, enggak simetris. Nanti menyebabkan kalau amit-amit ada apa-apa tuh coverage-nya miring sebelah gitu kan. Oke, jadi saran dari gua nyalain dulu dese cam-nya. Ini yang lagi gua pasang itu adalah DDPI Z60 Pro. Menurut gua ini dash cam terbaik yang pernah gua pakai karena dia benar-benar kayak action cam yang jadi dash cam, Guys. Hasil rekamannya itu buat rekaman depan, buat ngonten top. Nah, berhubung ini ada layar ya, jadi gampang untuk menyesuaikan ini ya simetrisnya si footage. Tapi kalau buat kalian yang gak ada layar, kalian harus koneekin dulu ke handphone supaya simetris. Nah, kalau udah begini kita kira-kira dulu aja. Tuh, kalau DS cam-nya gua ke tengahin lensanya kan dia agak ke kiri ya. Jadi hasil footage-nya tuh agak e serong kiri dikit gitu. Walaupun memang enggak banyak banget sih kalau gua sih, tapi tetap lebih suka tuh lensanya yang di tengah-tengah mobil. Intinya sesuaiin aja sama footage, sama yang kalian mau gitu. Misalkan kalian nyamannya begini nih, kiri kanannya balance, ya udah tempel aja sesuai selera masing-masing gitu. Udah dapat kira-kiranya baru kita lepas. Mulai dari 1420 ya sebenarnya biasa sih 15 menitan doang. Ini yang perintilan gini yang kadang-kadang justru malah bikin lebih susah. Harusnya kalau kalian pakai elektrostatis kalian tempelin dulu terus si descam-nya nempel ke sini. Jadi pada saat nanti mau dipindah kalian tinggal tarik elektrostatiknya. Cuman kalau gua, gua kurang suka. Ini udah nyala. Kalian tinggal sesuain aja sama footage yang di layar. Apakah udah simetris sesuai selera masing-masing, arahnya ke mana? Jangan langsung ditekan. Justru di sinilah bagian yang lebih tricky ya. Karena kalau gua sih OCD, jadi kiri kanan tuh harus pas, harus simetris. Kalau enggak gua bisa kesal sendiri. Udah lurus belum? Udah. Tuh kan kadang-kadang suka enggak lurus nih. Tuh kirinya kanannya lebih banyak. Cari patokan masing-masing lah. Nih gua patokannya logo ini kan. Iya. Di tengah-tengahnya. Nah, ini kayak sensor lampunya harus di tengah-tengah logo tuh. Pas enggak dari situ? Pas enggak? Jangan dikencengin dulu, Guys. Kayak gini ya. Jangan ditekan. Nanti kalau ada perubahan jadi gampang dicabutnya. Ini ada adasnya dia. Oke. Jangan ditekan dulu. Kita lihat dulu udah oke belum. Minta second opinion juga boleh. Udah belum? Di tengah garis titiknya. Titik ininya ya. Heeh. Nih, Guys. Ini ya patokannya nih. Logo kiri kanan. Ini sensor auto, headlamp-nya di tengah tuh. Oke, udah simetris berarti. Kalau udah mantap, ya jangan dikencangin dulu lah. Kita iniin dulu. Beresin kabelnya dulu. Yang paling dipertanyakan sama orang pasti. Kok ini kabelnya gimana? Gampang, Guys. Kabelnya itu lariin ke atas ini ke plafon. Colokin. Nah, ini masukin ke plafon. Selipin-selipin aja. Dan di setiap pembelian desecam tuh pasti dapat ini kayak cungkilan gitu ya, buat memudahkan kalian masukin kabel tuh atau pakai tangan juga bisa. Kalau ini selera kalian ya mau gimana rapinya. Kalau gua sih sebisa mungkin serapi mungkin. Nah, ini cungkilannya tuh buat nyungkil kabelnya ke balik plafon naruh kabelnya. Jadi dia enggak kewer-kewer keluar lagi. Pelan-pelan aja sesuai selera sama mobil masing-masing ya. Di beberapa mobil kayak mobil Eropa pasti memang lebih sulit ya karena dia punya panel gap itu kan lebih rapat-rapat. Jadi ya kalian harus berusaha sendirik. Oke, sekarang gimana cara lariin ininya yang sering dipertanyakan orang. Oke, caranya bisa dua. Kalian kalau pilar A-nya gampang dibuka nih, bisa tarik nyelip ke dalam. Tapi kalau ini ada airbag-nya jadi agak sulit buat dibuka. Kita lariinnya ke sini. Set. Terus kebalik. Karet-karet nih karet tarik aja. Tarik. Nah, cungkilan ya. Kita ambil sedikit di ujung ini kan. Tuh kita buka. Lalu kabelnya kita lariin ke dalam gitu. Udah masuk. Ini cungkilannya. Ini yang kurang rapi ya. Bisa dirapiin sesuai selera lah ya. Yang jelas kita dikasih alat-alat buat cungkilannya gitulah pokoknya apalah namanya cungkilan. Oke, cek dulu kabelnya enggak terlalu tegang di sini. Masih bisa main ya berarti enggak ketarik. Rapiin lagi sedikit. Ah, rapi semua. Ini kita lariin sepanjang jalur karetnya, terus masuk ke kolong sana. Tinggal tutup aja pakai kabetnya. Ini di balik karet kan. Tinggal kita urusin kabel dari sini bisa tembus ke kolong. Gimana caranya? Ini kita lepas dulu. Nah, ini main feeling-feelingan, Guys. Kalau ini ya, jadi ini kan di balik glove box dia ada ruang. Jadi si USB ini kita kayak kotek-kotekin ke dalam lah gitu. Terus kita ambil dari bawah. Nah, ini ketemu nih, Guys, ya. Tuh, jadi cuman ngelewatin ini doang tuh kabelnya tarik ke sini. Oke, berikutnya tinggal kita akalin si kabel ini rapi ke sana. Gimana caranya? lewat belakang glove box kita tarik lagi nih. Nanti dia tembus di sini, Guys. Jauhan dikit, ya. Jadi kelihatan angle-nya. Nih, kita ambil dari sini. Ini kan kepanjangan ya. Jadi kalian bisa akalin pakai kabel tes gitu di kolong sini. Kalian cari aja tempat yang bisa kalian taruh buat ikat kabel. Yang jelas ini kalian colokin dulu. Ini pakai lighter aja. Ada dua lighter. Ini dapat dari DDP-nya. Colokin. Colokin. Terus ini ke sini. Nanti satu lagi buat desecam yang kabin. Nah, ini Udah deh kalian tinggal cari di kolong sini tuh ada ada yang bisa dibuat ini enggak gitu. Pegangan gitu. Kalian ikat pakai kabel tes. Nanti kalau udah selesai gua videoin deh. Oke, ketemu nih, Guys, ya. Jadi, gua rapiin terus ada sedikit lubang di sini buat taruh kabel ties kita selipin. Nah, sip. Wah, kurang satu ternyata. Harusnya begini nih. Gunting lagi deh kabel t-nya sebelum gua ikat ini. Ini pas kebetulan ada celah sedikit, Guys, di sini. Jadi, coba kita masukin, ya. Jadi, dia enggak kewer-kewer gitu. Fungsinya si cungkilan nih buat nyelip-nyelipin kabel, Guys. Yang penting kalian nyelipin kabel jangan sampai ketarik tegang gini ya kabelnya nanti putus. Jadi, ukur aja sampai agak kendor dikit kabelnya. Terus kalian masukin aja. Wah, ini putus enggak ya? Letakan banget lagi. Eh, setelah gua p-pikir enggak usah deh. Takut putus, Guys. Soalnya ketekannya lumayan tadi ternyata paling nyelipinnya begini aja nih. Nih ya, kabelnya di sini, Guys. Kita selipin ke kolong. di kolong sini, di bawah dia ada lubang sedikit buat pegangan kabel tes-nya. Jangan kalian enggak ikat ya, takutnya kabelnya kewer-kewer jadi nyangkut di kaki nanti. Dah, beres. Terus akses cable tes-nya kalian potong. Kabel tes-nya juga jangan dipotong miring, Guys. Potong lurus. Kalau miring nanti takutnya nancep ke kaki. Pas banget ya 15 menit. He beres, Guys. Jadi ini udah terpasang kabelnya lari ke sini kebalik plafon terus dibalik pilar A selipin di ini karet karet di balik karet sambung. Selipin ke belakang glove box. Bakal muncul di sini kabelnya. Kalian tinggal rapiin aja di kolong. Nah, tuh. Kelihatan enggak nih? Ada kabel tes di sini. Kabelnya gua sumpetin di belakang. Terus colok deh. Pastiin kalau mau nyumpetin kabel jangan terlalu tegang kabelnya tuh. Masih bisa main. Pokoknya kalau terlalu tegang nanti putus dalamnya. Sekarang finishing part-nya. Karena gua adalah seorang OCD, obsessive compulsive disorder. Jadi kalau ngelihat sebuah yang tidak simetris itu rasanya gatal. Nih dari nih ya gua kasih lihat ya. Tadi kalau dari sini ini lurus guys dascam-nya tapi kalau dari sini ternyata dia didongak ke sini jadi enggak lurus begini loh. Enggak simetris. Oh iya desknya dongak begini ngarah ke kita. Makanya gua gatal banget lihatnya. Jadi kita rapiin. Nah, caranya gampang nih. Tunggu ya. Makanya tadi gua bilang ada cara gampang. Kalau kalian enggak mau elektrostat pakai elektrostatis, kalian beli scraper. Scraper buat VV. Satu paket ada banyak. Kalian bisa pakai yang ini atau terserah kalian lah seleranya. Oke, nanti semua barang akan gua taruh di keranjang kuning ya, affiliate. Jadi kalian kalau lepasin jangan dibetot. dikorek aja tuh kabelnya enggak usah di kabelnya enggak usah kan tinggal ngebenerin posisi doang. Nah, itulah tadi fungsinya kenapa gua bilang jangan di tekan dulu. Setelah atur kabel baru kita atur positioning-nya. Tuh kan emang e gua sih mengakui ya mata gua tuh rada-rada gua sih kadang-kadang kesal juga gitu sama mata gua sendiri. Tapi mau gimana guys? Kalian lihat deh gua letakin dese camp-nya tuh jadi agak ke kanan karena lensanya dia agak ke kiri. Kalau mau dascam-nya benar-benar lurus simetris sama mobil jadi harus agak ke kanan supaya posisinya enak. dilihat gitu. Patokan gue cuman sensor lampu sama logo ininya nih logo setting sama mikrofon ya. Oke, kalau udah simetris tetap aja jangan dikencengin dulu. Kita cek di handphone. Terus ini juga fungsinya ya kabel enggak jangan sampai mati banget supaya kalian masih bisa ada pergerakan dikit-dikit lah ya. Menurut gua sih udah oke. Kita cek di handphone ya. Gua pakai aplikasi DDP Reconnect. Oke, udah connect. Nah, kita double check dari ini ya, dari handphone. Oke, kalau yang gua lihat sih udah simetris. Kiri kanan simetris ya. Iya, tapi kok kayaknya yang kiri lebih banyak daripada eh yang kanan lebih banyak daripada yang kiri ya. Nih gua perhatiin ininya nih, Guys. Ujungnya yang kiri ketemu, yang ini banyak. Aduh, udah itu udah di tengah. Hm. Udah, sudah. Oke, barulah kita ini ya kita kencengin nih. Kita tempel. Agak dipijit-pijit aja, Guys. Kurang-kurang dikit sih, tapi ya udahlah. Soalnya ini apa? Dia punya rumahnya juga agak kendor ya, kotek-kotek gitu. Oke, sip. Kayak ginilah hasilnya. Oke, segitu aja tutorial pasang basecam-nya ya. Sekarang gua mau sharing ke kalian rekomendasi dari gua nih. Kalau kalian perlu desecam untuk sebagai bukti perjalanan aja, kalian beli yang 70 A2 ini udah lebih dari cukup karena dia udah bisa dapat dua kamera hanya dalam budget R1 jutaan aja. Yang kamera keduanya kalian bisa letakin ngarah ke kabin atau ngarah ke belakang mobil yang A200. Terus kalau kalian mau ngonten, gua saranin ambil yang M310 tapi jangan yang versi plus, tapi yang versi biasanya. Cuman kayaknya gua lihat-lihat di marketplace gua cek-cek itu udah stoknya udah mulai nipis, udah mulai modine. Jadi kalau mau buruan, kalau enggak ya CO yang ini juga sebenarnya it's ok sih, masih aman juga. Cuman yang gua rasain si M310 Plus ini kualitas videonya, hasil gambarnya itu lebih bright, lebih vivit, tapi mikrofonnya nangkap suaranya kurang, kurang jelas gitu ya. Terus, nah yang ini dia kan satu kamera, jadi kalian bisa arahin ke depan ataupun ke kabin ataupun ke belakang doang terserah kalian selama itu di mobil kalian, ya. Terus kemudian kalau kalian mau ngonten seputar jalanan aja, gua dikomen ambil yang DPI Z60 Pro ini karena paling cakep hasil rekamannya. Nih gua kasih lihat ya. Jadi ibaratnya tuh ini hasil rekaman kayak hasil rekaman action cam yang dijadiin descam cuy. Dia juga R jutaan udah dapat dua kamera dan kamera satunya kalian sama kalian bisa letakin di kabin ngarah ke kabin atau ke belakang. Cuman memang jomplang banget ininya kualitasnya. Kalau yang depan ini full real 4K. Kalau yang ke kabin cuman 1080p. Terus eh ini di Dip hasil penangkapan mikrof hasil penangkapan suara di mikrofonnya itu juga masih kurang. Jadi dari semua dash cam yang udah pernah gua coba, si 70 itu yang mikrofonnya paling bagus. Cuman ya itu terakhir gua coba yang M310 Plus ini udah agak kurang kayak seperti mikrofone yang ada noise cancellation-nya tapi kurang bagus digital processing-nya. Jadi kayak ngayun-ngayun gitu loh kayak suara robot. Kalau yang jajaran tipe-tipe lain itu mikrofonnya enak semua. Solid suaranya. US bulat. Segitu aja yang bisa gua sharing karena banyak sekali yang tanya ke gua, kok minta rekomendasi dashcam. Ya udah, hari ini gua share sekaligus cara pasangnya hanya dalam waktu 15 menit. Gampang banget kok, Guys. Jadi, kalian enggak usah pusingin banget. It's not a rocket science. Cuma memang perlu effort sedikit kalau ini ya. Kalau mobil kalian tuh mobil Eropa karena dia punya panel-panelnya tuh panel gap-nya rapat biasanya. Terus di balik panel-panel ini biasanya dia tuh enggak kopong. Kalau Eropa pokoknya padat lah, lebih tricky dibanding mobil China or Japanese gitulah. Terus apa lagi yang bisa gua share ya? Mm Oh, micro SD-nya juga kalau kalian butuh perekaman reguler aja buat rekam kalian bukti di perjalanan gitulah ya, gua saranin kalian ambil yang 128 gig aja cukup kok. Atau mungkin kalau on budget kalian bisa pakai yang 64 dulu juga udah lebih dari cukup. 64 gig tuh kalau resolusinya 2K bisa total rekaman sekitar 8 jam yang gua tahu. Kalau yang 128 gig itu bisa sekitar 12 jaman. Nah, kalau 256 itu bisa berhari-hari. Cuman ya semua kembali lagi dari settingan gambar. Makin tinggi resolusinya pasti makan memori lebih banyak. Terus tergantung pemakaian kalian. Otomatis kalian tiap hari pakai mobil ya loopingnya pasti lebih cepat. Kalau pakai mobilnya sesekali ya rekaman minggu lalu pun pasti masih ada karena kan sesekali gitu. Semoga video yang gua buat ini bisa membantu buat kalian yang lagi mau pasang descam. Terus semoga bisa jadi referensi yang baik juga buat yang lagi cari descam buat di mobilnya. Di zaman yang serba gila ini menurut gua pengendara di jalan juga udah mulai agak-agak ya. Gua bukan sok bijak, bukan sok jago, bukan paling si paling bener. Tapi belakangan ini gua lihat nih pengguna jalan lain tuh makin error, Guys. Kesalahan-kesalahannya tuh absurd banget. Kayak waduh buset. Kayak benar-benar bawa mobil tuh cuman tahunya gas sama rem aja udah considered bisa. Padahal enggak sesimpel itu bawa mobil. Sebetulnya masih banyak yang harus dipelajarin kayak etika, terus consideration ke pengguna jalan lain, terus kalkulasi terhadap jarak, ruang 3D, terus apa ya perkiraan kecepatan, perkiraan jarak pengereman gitu kan masih dan masih banyak lagi deh. Intinya gua cuman mengingatkan aja lebih hati-hati lagi dan pasang base ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan peace of mind-nya kita. Kalau gua pribadi sekarang kalau mobil enggak pakai descam, gua bahkan sampai enggak berani bawa mobil. Harus pasang desecam dulu baru gua berani bawa tu mobil. Kayak jadi kayak ada yang kurang sama jadi kayak ibarat tuh keluar rumah enggak pakai celana dalam kayak aneh aja. Ya udah guys. Oke, terima kasih yang sudah nyimak video sampai akhir. Sampai jumpa lagi di video berikutnya.

Lihat di YouTube