Jungkat

BELI ASUS ROG XBOX ALLY X BUAT MENGISI WAKTU LUANG! (YouTube Video)

  • 25/11/2025

Ini karena banyak yang minta bikinin video YouTube-nya, akhirnya kita bikin deh. Ini namanya Asus ROG Xbox Lux. Jadi, long story short-nya kenapa akhirnya gua beli ini? Jadi, waktu itu Gema dari Gema Show Indo ya, Tara Arts ya, datang ke Autonet Care masukin mobil palisetnya. Nah, di situ dia bawa ROG Lix tapi belum yang Xbox ya. Dia nunjukin ke gua, gua pakai main GTA, main apa gitu ya. Kok seru, kok enak dan portable bisa dibawa ke mana-mana. Artinya kalau gua ke luar negeri, gua naik pesawat, gua lagi naik kereta atau semacamnya ya ini kebantu banget. Nah, terus waktu gua scrolling-srolling, gua pengen beli gitu kan, ternyata enggak lama lagi ya beberapa bulan berikutnya Asus akan ngeluarin versi terbarunya dari Asus ROG Alix. Nah, namanya bukan Li2, tapi ini Asus ROG Xbox Li X. Kenapa ada Xbox-nya? Karena yang ini itu beda sama yang model sebelumnya. dia kerja sama sama Microsoft dan dia punya interface khusus dari Xbox sama apa yang ada di Xbox konsole itu ada di sini juga. Jadi game-game yang udah kita beli di Xbox konsole bisa dimainin di sini termasuk juga dengan cloud system media jadi bisa dipakai buat cloud gaming juga. Tapi cloud gaming itu masih tergantung sama koneksi internet kalian gitu ya. Jadi makanya kenapa 5G itu sangat dikejar-kejarkan karena dia punya latency yang rendah. Latency itu jadi kalau misalkan kita pencet gitu ya dia tuh enggak delay cepat. Jadi bukan cuma sekedar downloadnya kencang, upload-nya kencang, tapi dia juga real time. Itulah kenapa kita butuh latency yang rendah. Terus ketika ini keluar, ya udah dibuka pre-ordernya, gue ikutan pre-order waktu itu ya. Dan ketika gua pre-order gua kaget. Kenapa? Karena ini harusnya harganya 99 US atau 1$.000 US. Kalau di kursi ini tuh sekitar 16,5 juta. Ternyata harganya jadi 14,99 ya Rp15 juta lah ya. Masuk ke Indonesia kita hemat sekitar R,5 juta. Dan waktu gua pesan ternyata darangnya datang lebih cepat dari yang gua kira. Ya, datangnya sekitar tanggal 16 dan waktu itu gua pas banget lagi ke Cina. Jadi langsung gua bawa ke Cina. Jadi ini gua bawa gua pakai buat pas lagi di kereta enggak ada kerjaan, di bus enggak ada kerjaan gitu ya. Dah main beginian aja ya. itu benar-benar killing time. Dan buat gua ya, gua senang banget main game. Cuma udah beberapa tahun terakhir ini gua cuma main Aceto Corsa doang di simulator karena itu bukan game sih sebenarnya sih, lebih kayak kita latihan balap gitu kan. Eh, buat main game itu dengan kesibukan yang sekarang kayaknya agak susah. Di rumah udah sama anak-anak, sama istri enggak punya waktu. Di kantor juga enggak mungkin bisa main game. Cuma di mobil. Yang tadinya gua di mobil biasanya mainos gitu ya. Ya kadang-kadang medsos juga enggak bagus kan buat mental health kita ya. sekarang jadi main game. Nah, main game-nya apa? Kebetulan gua sekarang lagi main Wukong ya, karena gua belum pernah main itu dan gua pengen banget main itu game, tapi karena belum punya waktu padahal PC game yang ada di rumah, akhirnya gua baru beli sekarang dan gua ngelanjutin main Forza lagi ya. Karena Forza itu senangnya tahu enggak apa dulu tahu Need for Speed Underground 2 ya itu kan bisa modif-modif segala macam. Nah, sekarang udah hilang ya adanya cuma Grand Turismo ya. Forza itu apa ya? Walaupun dia enggak kayak simulator artinya ee mobil yang kita pakai itu belok itu enggak real ya. Tapi seru kita bisa koleksi mobil, bisa modif-modif ya serulah pokoknya. Nah, akhirnya gua main lagi di Xbox X. Di video ini juga gua gak terlalu mendetail kayak teman-teman reviewer yang lain gitu ya. Karena kalau kalian pengen lihat yang benar-benar detail bisa langsung ke Jagat Review aja ya ke David Gadgetins atau yang lainnya. Gua lebih ke POV gua sebagai orang yang dulu suka main game. Sekarang karena waktu udah enggak sempat main game lagi. Tapi semenjak ada Xbox eh waktu senggang gua. Jadi bisa gua manfaatin pas lagi mobil atau semacamnya buat main game. Jadi kurang lebih ini udah gua pakai sekitar 2 minggu kali ya. Nah, yang pertama dari yang gua suka dulu nih, gua suka banget sama gripnya ya. Gua pernah nyobain yang bukan Xbox yang punya Gema itu enak sih, cuma rasanya enggak proper gitu loh. Pegangannya tuh biasa aja gitu. Kayak lu dari Nintendo Switch, gua pernah punya Nintendo Switch, cuma game-nya enggak banyak. Habis main Zelda udah gua enggak mainin lagi gitu ya. Udah pas gua main ini kayak wow, ini pegangannya itu kayak kita megang sticknya Xbox atau mungkin PlayStation ya. Jadi emang kelihatannya besar dan lebih berat, tapi pas kita pegang ini enggak pegal dan pas banget gitu gripnya. Pas gua balik ke Nintendo Switch itu rasanya langsung kayak ini kayak mainan gitu, kayak mainan murah. Tapi kalau ini tuh emang pas dipegang itu rasa mahalnya dapat ya meskipun dia bahannya masih dari polikarbonat plastik biasa ya. Terus kalau kita lihat secara detail ya, ini kalau kita dekatin ya ini tuh ada tulisan ya banyak kecil-kecil dari atas ke bawah Xbox ROG ROG Xbox enggak tahu di Xbox dulu atau ROG dulu ya pokoknya ada tulisan ROG Xbox kecil di kiri sama di kanan bahkan kalau kita ke belakang dia tuh kayak ada pattern tulisannya ROG ROG ROG ROG ROG ini keren ya jadi dia enggak cuma sekedar nambah grip tapi estetikanya juga dipikirin dan buat teman-teman yang belinya Xbox X kalian akan dapetin yang warna hitam seperti ini. Kalau yang Xbox biasa tanpa X dia warnanya putih. Sebenarnya gua lebih suka yang warna putih ya, cuman kalau kita pegang terus tiap hari apalagi portable pastikan lebih cepat kotor. Dan ini tuh terasanya emang lebih mahal sih walaupun gua lebih suka yang warna putih, tapi itu kembali lagi ke sesuai selera. Terus juga penempatan tombolnya enak. Tombol RT-nya, RB-nya, LT sama LB-nya itu terasanya mahal dan ada hall effect-nya untuk yang sebelah kanan sini. Tapi eh ini H-nya baru kepakai di eh Forza Horizon. Di game lain kayak misalkan di Wukong itu enggak berasa sih ya. Tombol-tombolnya pun juga enak ya. Ehoke mundur dia. Tombol-tombolnya pun juga serasanya pas gitu ya. Dan untuk bagian yang kiri sama kanan sini dia ada RGB-nya bisa kita atur. Nah, yang gua suka juga dia ada namanya tombol armory Crate. Tapi kalau dari yang gua baca di review-review ya itu mereka tuh agak bingung. Kenapa? Karena Armori Creative tadinya ada di bawah, sekarang di atas. Jadi, buat teman-teman yang tadinya punya Asus ROG Ali, pas pindah ke Xbox Ali itu kadang-kadang suka ketukar karena tombolnya dipindah. Yang tadinya di atas, di bawah sekarang. Cuma kalau buat new user kayak gua ya enggak ada masalah gitu. Nah, terus kita masuk ke bagian yang kedua yaitu interface-nya. Kalau Asus dia punya namanya armory crate. Jadi tombol di sini yang gua bilang kebalik tadi kalau kita pencet nanti dia akan keluar shortcut-shortcut seperti untuk brightness, volume, dan ini yang paling gua suka ada operating mode. Jadi dia ada 13 watt yang silent, 17 wat performance, sama 25 watt yang turbo. Kalau kita colokin bisa jadi 35 wat. Kencang ya. Tapi kalau misalkan 35 watt dia kipasnya akan sedikit bunyi. Tapi masih menurutku masih kecil banget bunyinya ya. Karena dia punya pendingin di sebelah kiri kanan dan itu pendinginnya kencang ya. Jadi kalau misalkan kita kenain tangan ke sini tuh e keluar tuh kipasnya tuh kencang banget ininya anginnya. Nah, tapi untungnya kipasnya bagus. Jadi waktu kita pakai main game panasnya itu cuma ada di layar aja. Jadi kalau kita pegang layar sini dia agak sedikit hangat. Tapi kalau kita pegang pad-nya ya di ujung-ujung pas kita main game 2 jam lebih itu masih nyaman. Nah, kembali lagi ke armory crate-nya. Nah, di sini ada gaming profile, ada keyboard, dan ada FPS limiter yang bisa kita atur. Misalkan kita pengin lebih hemat baterai, bisa diatur cuma 30 fps atau bisa kita bikin maksimum kalau misalkan kita enggak mau pakai FPS limiter. Kemudian ada resolusinya, refresh rate-nya juga bisa kita atur dari sini ya. Enggak perlu buka-buka menu yang dalam. Dan bagusnya lagi kita bisa customize. Jadi kalau biasanya gua pakai itu touch screen-nya bisa di-on sama off. Karena ada beberapa game yang kadang-kadang tuh e saking hebohnya touch screennya kepencet. Nah, mendingan kita matiin aja. termasuk buat kalian yang pengen main game, mau di-cord screen ini juga bisa pakai armory crate-nya ini. Kemudian di atasnya ada home. E, bisa kebuka ke library dan ada pilihan buat main game yang lain secara cepat. Termasuk ada aplikasi seperti Xbox, Steam, sama ada Ubisoft dan ada Armory Crate-nya. Terus juga ada settings-nya buat network Wi-Fi, Bluetooth, sama ada airplane modenya juga. Ada mau settings juga. Dan kalau misalkan kita mau pakai Xbox sosial juga ada di sini ya. Ada buat mikrofon sama audionya dan ada buat capture sama ada performance monitoring-nya juga. Ada galeri dan ada widgets yang bisa kita cek di sini. Cuma gua paling senang di bagian sini tuh ada indikator kecil ya. Jadi kita bisa lihat ada jam, temperatur, CPU-nya berapa megh dan berapa persen, ada GPU-nya berapa, baterainya tinggal berapa, sama konsumsi daynya berapa, termasuk ada FPS counternya. sama di sebelah face counternya itu ada grafiknya FPS-nya tuh naik turun apa enggak gitu bisa kelihatan dari situ. Jadi buat gua itu nice banget. Terus gimana soal Xbox-nya? Jujur buat Xbox-nya ini interface-nya buat gua kepakai banget ya. Jadi kalau misalkan kita baru matiin terus kita nyalain device-nya dia langsung otomatis masuk ke interface-nya Xbox dan gua lebih suka karena emang lebih cocok buat gaming handheld kayak gini. Dia pas masuk ke layar tuh lebih gede dan dia bisa masuk ke mode Windows juga. Tapi kalau pakai ke Windows itu ya agak sedikit rumit ya. Kayak misalkan kita mau atur wifi-nya, atur segala macamnya, itu kan layarnya dia cuma 7 inci. Jadi pas masuk ke mode Windows itu rasanya ah lumayan mengganggu sih. Jadi kalau udah pakai Xbox-nya udah pakai aja interface dari Xbox, enggak usah pakai interface dari Windows-nya. Tampilan Xbox-nya gua suka ya. Jadi tampilan tuh bagus dan tombolnya juga besar-besar. Jadi kalau kita mau main, terutama kalau kita pakai controller di sini itu lebih enak dibandingkan kita dengan pakai touch screen-nya sih. Tapi touch screen-nya sebenarnya juga bagus. Gua enggak ada komplain. Dan buat teman-teman gitu kan udah suka pakai Xbox-nya terus merasa ah gua pengen tampilan yang lain. Tenang aja dia juga ada tampilan dari Armory Crate-nya. Jadi kita bisa masuk ke menu Armory Crate-nya ya. Open Armory Crate. Cuma ada animasinya dikit ya. Nah, habis ini kita bisa masuk ke tampilan depannya. Kurang lebih sih mirip-mirip ya, cuma Xbox menurut gua lebih bagus. Dan yang kedua kalau misalkan kalian pengen masuk ke Windows-nya gimana nih? Kan dia basic-nya juga adalah gaming PC tapi dijadiin bentuknya form faktornya sebuah e gaming konsol gitu. Nah, tinggal di ke atasin aja. Ada pilihan nih Xbox Full Experience atau Windows Desktop. Cuman kalau kita pakai Windows Desktop-nya karena dia layarnya juga cuma 7 inci doang ya, makanya pas kita pakai e agak kurang nyaman sih menurut gua. Terlalu kecil ya untuk sebuah PC. Udah paling benar ginian tuh dipakai buat main game aja. Meskipun sebenarnya dia juga bisa jadi komputer desktop. Tinggal dicolokin aja ini USBC-nya udah support sampai kita pakai VGA eksternal buat monitor juga karena udah sampai 40 GB/ ya tinggal dicolokin itu bisa langsung jadi desktop ya. Tapi kalau kita pakai mode Windows kayak gini jujur kurang nyaman. Kayak misalkan mau ngatur Wii aja itu tuh kecil gitu loh. Jadi mencetnya tuh harus benar-benar ah dipencet gitu. Ini udah kita bikin 150% loh padahal loh bukan yang 100%. Jadi kalau 100% lebih kecil lagi gitu. Jadi tetap lebih enak interface-nya pakai punyanya Xbox ya. Tapi kalau misalkan dibilang mau dipakai buat aplikasi bawan Windows ya kayak misalkan Microsoft Word atau semacamnya atau mungkin buat browsing internet ya bisa cuma tetap menurut gua lebih enak pakai handphone ya dibandingkan dengan pakai ginian. Jadi emang ini didesain buat kalian yang suka main game. Mau main game dengan nyaman tapi mainnya PC games bukan e kayak Nintendo Switch atau semacamnya ya. Ini adalah pilihannya. Di interface Xbox ini itu juga enggak sebatas cuma di Xbox atau Microsoft doang. Tapi kayak di Steam itu juga bisa muncul di sini. Kayak misalnya kita main Wom nih. Nah, tetap dia itu Steam-nya akan nyala dulu ya. Habis itu kalau misalkan udah nyala dia akan waiting for network. Kalau misalkan kita enggak ada network ya, maka ada satu hal yang agak sedikit mengganggu buat gua. Karena di Steam-nya sendiri, dia tuh akan nyambung ke cloud-nya si Steam dan kalau misalkan enggak bisa connect, dia ada konfirmasi untuk play anyway di sini gitu. Nah, jadi ujung-ujungnya kita masuk ke Steam juga, tapi kalau kita masuk ke Steam tampilannya ini sangat tidak enak ya. Karena lihat tuh kecil-kecil semua ya kan. Sebenarnya dia juga ada big picture-nya juga gitu ya, tinggal pencet yang atas tadi ya. Cuma kalau pakai big picture menurut gua tampilannya juga gak sebagus itu gitu loh. Masih bagusan punyanya Xbox-nya gitu ya. Tetap tuh kencil-kecil juga udah pakai big picture juga ya. Cuma lebih enaklah dibandingkan dengan bawaan Steamnya pakai desktop. Sekarang kita masuk ke game-nya. Seting launch. This game will use a community layout. Nah, yang ketiga gimana game experience-nya pas kita pakai smooth atau enggak? Enak apa enggak? Ya, kalau untuk grip cat tadi udah kita tahu bahwa dia nyaman. Udah gitu dia punya speaker kanan kiri front facing suaranya surprisingly bagus. ya bassnya keluar ya, padahal speakernya cuma sekecil ini ya. Dan buat dijadiin multiedia player menurut gua udah lebih dari cukup gitu. Pas kita buka YouTube style taruh di meja tengah gitu suaranya cukup keras ternyata. Nah, terus gimana gameplay-nya smooth apa enggak? Jawabannya adalah smooth banget. Bayangin ini Wukong ini kan triple A ya. Kita settingannya semuanya di low. Tapi kalau kita pakai jalan seperti ini ya dengan mode baterai turbo 25 watt itu kita bisa dapetin 60 fps ya. Paling kecil-kecilnya tuh ya sekitar 51 52 lah. Tapi lihat nih. Tuh belok-belok semuanya masih 57 ya. Ini drop ke 52 masih tinggi loh. Keren. Tapi kalau misalkan kita pakai main game Kong pakai yang turbo 25 watt dengan baterai 80 wat hour sebenarnya ini dia paling gede di kelasnya. Tapi ya tetap aja cuma bisa bertahan 2 jam lebih dikit aja. Pas kita mainn di 13 watt, kita bisa mainin sekitar 3 jam lebih, tapi FPS-nya turun jadi 30 bahkan kadang-kadang ke 20-an. Nah, cuman kalau misalkan kalian pengin baterainya tahan lama ya itu konsekuensinya. Nah, kurang lebih seperti itu. Mau main game ya? Mau. Mau. Eh, dasar. Oke, ini agak mendung tiba-tiba. Kita masuk ke dalam rumah aja, yuk. Sekarang kita masuk ke dalam rumah ya. Karena ya masih di luar juga sih, tapi ada atapnya di belakang. Lanjut ya. Tadi kan kita turunin dia ke 13 watt mode silent. Emang sih dia langsung gak berasa banget ini suara kipasnya benar-benar hilang ya. Tapi masih berasa ada angin keluar dari belakang. Angin panas keluarnya pun masih ada. Seperti yang gua bilang tadi, dia kan langsung turun FPS-nya ke-20-an bahkan kadang-kadang kebelasan waktu main Wukong ya. Pas kita ketemu raja gitu ya, kita mukul-mukul gitu. Kadang-kadang dia suka turun ke HP belasan. Tapi karena W-nya kita benar-benar turunin. Nah, cuman karena gua bisa pakai Nintendo Switch ya. Gua rasa ketika 20 FPS aja itu masih playable, masih enak dipakainya. Ya, gua enggak ngerasa eh turun signifikan sampai aduh ini butek banget gitu sampai gua males maininnya. Enggak. Ini masih menurutku sama Nintendo Switch masih sama ya. Terus layarnya sendiri dia 7 inci full HD ya dan dia punya kecerahan sampai 400 nits di mana menurut gua itu cukup aja gitu ya. Jadi kalau misalkan kita di bawah terik matahari ya ada yang main game di bawah terik matahari kah ya dia bakal wash out, bakal gelap layarnya. Tapi kalau misalkan ada payungnya atau semacamnya itu bisa kelihatan. Dan ketika kita masuk ke dalam dibanding di luar tadi sekarang layarnya jadi makin enak dilihatnya nih set. Nah, jadi lebih jelas sama pas kita pakai di malam hari yang benar-benar gelap. Kalau keterangan kan suka bikin mata sakit ya. Dia tuh benar-benar bisa diturunin banget. Jadi kalau misalkan kita pakai di tempat tidur ya lagi mainan gitu ya menurut gua ini gak bikin mata pedih kalau buat layar menurut gua ini udah oke banget kita terangin lagi ya intuitifnya tuh gua suka sama interface-nya ya dan ngomongin soal performance ya teman-teman mungkin bisa lihat di channel-channel review lain ya banyak ngebahas tentang benchmarking dan kawan-kawannya tapi buat gua ini sudah lebih dari cukup dan dibandingkan dengan model yang lama katanya ini lebih kencang untuk prosesornya sendiri dia pakai yang generasi terbaru dari AMD Ryzen Z2 AI jadi untuk sekarang harusnya dia yang paling paling kencang lah ya. Dan RAM-nya dia pakai 24 GB DDR5 plus dia punya storage. Ini yang gua suka. SSD-nya dikasih 1 TB. Tapi kalian tahu sendiri kan game-game zaman sekarang itu dia makan storage-nya besar sekali ya. Jadi kalau misalkan kita habis main dihapus ganti lagi yang lain gitu aja terus. Nah untungnya dia bisa di-upgrade. Jadi kita bisa ganti ya tinggal kita copot tambahin lagi yang lebih gede 2 ter 4 ter gitu ya. Bisa dimasukin ke sini. Dia sendiri juga sebenarnya punya micro SD di bagian atas ini. Jadi kalau misalkan kalian storage-nya kurang, tinggal taruhin micro SD di sini aja. Cuma kalau micro SD sendiri, gua gak terlalu rekomen buat main game karena itu bisa ngaruh ke performance-nya. Apalagi ditaruh di sini kan di atas heatsink ya, jadi memory card-nya nih kemungkinan temperaturnya juga tinggi. Jadi kalau misalkan kalian punya foto, video itu bisa masukin micro SD di sini. Tapi kalau buat main game ya e sebaiknya tidak pakai micro SD yang ada di sini. Kemudian hampir kelupaan nih di belakang dia juga punya tombol M1 sama M2 ya. Jadi katanya kalau yang dulu itu tuh gampang kepencet, enggak sengaja. Yang sekarang ini sudah lebih baik posisinya dan dipencet pun juga enak. Ini kepakai banget buat kalian yang main game terus butuh shortcut. Nah, ada di sini dia shortcutnya. Kemudian sekarang apa yang gua enggak suka dari ROG Xbox L? Nah, yang gua enggak suka pertama dia pas kita beli enggak dikasih case ya. Cuma untungnya Asus juga udah bikin case yang khusus buat Li X ini. Jadi dia tuh lekukan casingnya ngikutin bentuk si dan di bagian celah lekukannya ada pouch terpisah bisa dipakai buat tempan jempat chargernya. Cuma sayangnya waktu gua mau pesan itu habis dan gua masih nunggu kalau misalkan sudah ada stoknya gua akan beli langsung. Terus yang kedua dia ada tomal power dan tombol power ini bagus sebenarnya dia punya fingerprint sensor. Jadi kalau misalkan kita udah pakai kode gitu ya, cukup e kita daftarin jari kita buat matiin, nyalain dia enggak perlu pakai unlock-unlock, masukin kode-kode lagi. Bagus. Nah, cuman ya kalau kita pencet sekali dia kan akan masuk mode slip. Mode slip-nya itu dia enggak bikin mati ya. Jadi dia tetap nyala ya. Dan aplikasi running di background. Habis itu ya ini tuh masih kipasnya nyala. Jadi tiba-tiba baterainya habis sendiri. Dan kalau misalkan kalian matiin pencet sekali ya, terus kalian masukin ke case, nanti ini bisa panas banget ya. Dan cara mendinginkannya itu kalian nyalain aja. Nanti kipasnya akan muter kencang sendiri. Habis itu nanti dia akan turun temperaturnya dan berjalan normal lagi. Jadi kalau menurut gua kalau misalkan kalian lagi main game terus misalkan kalian pengen matiin, pencet aja tahan yang lama ya kemudian nanti kebawahin dia akan otomatis shut downown secara mudah. Enggak perlu buka pencet amory crate-nya lagi atau semacamnya baru dia bisa mati. Enggak langsung dia mati. Tapi kalau kita mau nyalain lagi tetap kita nyalain. Pencet lagi dari awal. Nanti dia akan booting seperti komputer pada umumnya. Itu aja sih. Jadi dia enggak kayak Nintendo Switch yang kita pencet sekali ya, masukin kertas nanti nyalain lagi bisa langsung continue gitu. Itu aja mungkin yang menurut gua harus jadi feuture updates-nya buat si Xbox ROG Lux ini. Tapi overall sisanya gua happy banget dengan gaming device ini ya. Bisa dibilang tuh kayak Asus ROG Xbox LX ini membangkitkan lagi semangat gua main game ya. Eh, di mana zaman dulu tuh gua senang banget main game, terus e bikin komputer yang highpack, high spec, tapi ujung-ujungnya enggak dimainin karena enggak ada waktunya. Nah, dengan adanya yang kayak gini, gua bisa mainin game terbaru ya, yang triple A juga ya, grafisnya bagus-bagus tapi enggak buang-buang waktu dan ternyata bisa jalan di handalth device kayak gini. Itu keren sekali. Itu aja mungkin V kita kali ini. Jangan lupa untuk like dan subscribe. Buat teman-teman yang sudah beli Asus ROG Xbox Lux ini bisa langsung komen aja di bawah serif. Sampai jumpa di video berikutnya.

Lihat di YouTube