Jungkat

BELI LAPTOP 5 JUTAAN, Cuma Dapet Spek Kentang?! Mending Sikat Tablet Ini! (YouTube Video)

  • 28/01/2026

Beli tablet mahal tapi isinya cuman harapan. Pas mau pakai keyboard eh disuruh bayar tambahan. Nah, nih ada Huawei Mpad yang benar-benar kasih kenyamanan. Harganya R5 jutaan udah paket lengkap tanpa alasan. Belum lagi baterai badaknya 10.000 mAms yang bikin kerjaan kalian lancar tanpa ketakutan. Ya udah enggak usah lihatin crypto yang isinya ketidakpastian. Selamat menonton yang rungkat di [musik] tengah jalan. Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Huawei Midpad 11,5 versi glossy glossy edition. Bang, Midpad kan barusan keluar kok ngeluarin lagi ya. Huawei kayaknya emang rajin banget ya ngeluarin MPAD ya. Ada yang papermid, ada yang glossy. Nah, versi glossy ini harganya lebih terjangkau. [musik] Harganya itu di kisaran R jutaan, tapi langsung terlihat ya komprominya di depan karena ini glossy edition. Karena Huawei itu kan terkenal selain WPS Office-nya yang PC level ya, terkenal juga dengan paper mid displinnya yang bukan temper, bukan screen guard, tapi memang benar-benar layarnya dibikin paper mid. Nah, sekarang keluar yang glossy edition. Jadi dari sini aja udah kelihatan komprominya di mana. Berarti layar glossy-nya Huawei itu lebih murah dari segi cost dibandingkan [musik] yang papermid. Makanya harganya ini lebih terjangkau dan dengan harga R jutaannya tadi kita sudah dapat aksesoris lengkap. Jadi ada Huawei Mensen yang ini konektivitasnya enggak pakai Bluetooth ya, pakai nearling. [musik] Jadi secara baterai dia lebih awet, latensinya lebih rendah. Jadi kalau misalkan kita coret-coret itu enggak ada delay, minim delay lah. Nanti kita coba. Dan seperti biasa saya minta maaf dulu karena tangan saya hitam. Ini bukan karena enggak dibersihin, karena kecepit pagar ya. Jadi kukunya langsung darahnya kayak gini. Oke, terus ada apa lagi? Kita coba lihat di dalam paket pembeliannya. Ini ada Huawei MPADE 11,5-nya. Kenapa namanya MPADE 11,5? Karena Huawei itu ngeluarin banyak ya, ada yang 12 inch, ada yang 13 inch. Biar kita enggak bingung, jadi ya dibikin aja Huawei Mpad Pad dimensi layarnya. Nah, keyboard-nya kayak gini. Sayangnya Huawei mungkin ke depan saran saya buat Huawei ya, keyboard-nya itu dibikin ada touchpad-nya lah. Karena Huawei itu kan keypad-nya selalu tablet lebih dari laptop, tablet pengganti laptop. Tapi kalau misalkan enggak ada trackpad-nya ya kayak susah gitu diomongin kalau misalkan dia pengganti laptop. Oke, jadi langsung aja kita coba lihat dulu dari keyboard-nya dulu ya. Saya penasaran sistem keyboard-nya ini ya kayak apa yang sekali tempel atau Bluetooth atau ada magnetic yang tembaga kuning tiga itu. Maaf ya kalau unboxing itu banyak yang komen, "Wah, Mas Jika bukanya geradakan banget ya karena saya mengejar durasi, Guys. Biar durasinya itu enggak terlalu panjang." Oh, dia sistemnya konektor kayak gini, ya. Jadi, ini sistem yang mahal sih, karena biasanya tuh tablet-tablet R jutaan contohnya, ya, yang punya keyboard itu biasanya koneksinya Bluetooth. Tapi kalau ini udah enggak jadi enaknya tuh enggak ada casnya, kita enggak perlu ngecas keyboard-nya ya. Karena biasanya ada beberapa tablet yang ngasih harga terjangkau juga dengan lengkap, aksesoris, tapi kita harus ngecas mandiri semuanya. Stylusnya [musik] dicas sendiri, keyboard-nya dicas sendiri, tabletnya dicas sendiri. Itu udah tiga kabel itu bikin ribet. Kalau Huawei ini aksesorisnya kita tinggal ngecas tabletnya. Jadi ini tanpa baterai ya koneksinya. Ini pakai koneksi langsung kayak gini. Oke, sekarang kita buka Huawei M pensilnya. Wah, R jutaan udah dapat M pensil ya. Dan dia juga magnetic ya [musik] si stylus-nya. Ini enggak ada port type C-nya di sini. Jadi enak ngecasnya itu tinggal ngecas tabletnya aja. Dan enaknya Huawei M pensil itu kita bisa ganti tipnya [musik] ya. Jadi kalian kepengin yang F rasa pensil ada f rasa pulpen ada. Enaknya di situ sih. Huawe M pensil itu menurut saya memang salah satu stylus yang terbaiklah karena di dekid itu ada tukang eh tukang lagi [musik] anak yang pintar gambar namanya Azura. Dan kalau kata Azura sih memang kalau buat gambar Huawei itu salah satu yang terbaiklah. Oke, jadi sekarang kita coba lihat untuk tabletnya sendiri kayak gimana di dalam paket pembeliannya. Jelas [musik] masih dapat charger dan chargernya ini charger yang lumayan gede sih. Ini Huawei Superchge di 40 watt. 40 watt ngecas R.000 ya sekitar 1 jam lebih lah ya. Masih untung karena kemarin ada tablet yang memang harganya terjangkau. Baterainya 8000 mamp terus dikasih casnya 18. Nah, terus kita juga dapat kabel beserta beberapa buku panduan. Udah itu aja. Dan sayangnya untuk Huawei ini dia enggak ada versi yang SIM card atau 4G ready ya. Oke, jadi kira-kira tabletnya seperti ini guys. Seperti biasa dia pakai aluminium metal terus dia unib. Jadi bagian punggungnya jadi satu sama frame. Di bagian belakang kameranya cuman satu aja. Nah, ini enggak apa-apa nih menurut saya jujur aja. Jadi kalau misalkan kameranya satu dibikin satu aja enggak masalah kok. Karena kita sekarang kan kayak semua tablet itu kameranya satu tapi dibikin kayak seolah-olah tiga. Menurut saya kayak lebai aja sih. Kalau saya pribadi suka yang minimalis-minimalis kayak gini. Dan untuk warnanya ini warna yang space gray untuk bobotnya dia dari kisaran 515 gr dan dimensinya ini upgrade dibandingkan versi yang 2025 ya. Versi 2025 itu 6,8 mili tapi yang sekarang 6,1 mili. Lebih [musik] tipis makanya bobotnya lebih enteng. Tapi jangan sampai kedudukan sih, Guys. Karena uh lumayan kuat sih. Tapi ini ya. Ini udah tenaga 80%. Masih aman sayanya enggak kuat ya sampai batuk ya. Terus di samping sini ada volume up and down. Terus ada mikrofon, ada apaagi nih? Di bawah ada speaker dia pakai Huawei East. Ada port type C juga. Di sebelah sini kosong dan di sebelah atas ada speaker lagi. Dan tombol power-nya ada di atas [musik] juga ya. Kita nyalain sambil kita instal beberapa aplikasi. untuk hands on. Kok enggak mau nyala? Baterainya [musik] habis. Oh, enggak. Ini masih booting. Nah, ini tabletnya udah selesai kita instalasi untuk hands on. Tapi sebelum itu kita coba lihat untuk reflectifnya ya. Uh, beda banget sih ya sama papermid ya. Dia memang terlihat reflek apalagi lampu kuning hiasan di atas aja sama kamera juga [musik] masih kelihatan ya. Beda banget sama yang paper mid display. Tapi yang paper mid ya harganya lebih tinggi sih. Dan untuk basel kalau kita lihat basel-nya ini standar lah ya. Kalau dibilang tipis enggak [musik] juga, tapi kalau dibilang tebal enggak juga. Nah, kira-kira seperti ini nih tampilannya. Kalau untuk layar banyak banget ya modenya. Ada dark modood, i comfort, [musik] ebook mode. Nah, kayak gini. Terus dia refresh ris-nya itu di 120 Hz. Coba kita lihat. Uh, dia bisa 90, 120, dan 60 [musik] ya. Jadi bisa dynamic atau kita bisa pilih kalau misalkan baterainya mau habis ya di 60 Hz saja biar lebih menghemat baterai. Terus ada color temperaturnya. Ini nanti kita tes di device kita berapa untuk skor color akurasinya. Tapi sekarang kita bahas dulu untuk kualitas layarnya ya. Jadi dia ini punya resolusi 2,5K dengan aspek rasionya itu di 3 bing 2. Dan sekalian aja sambil saya instal YouTube karena ternyata YouTube-nya belum terinstal ini langsung saya pakai App Ger aja. Dan di App Geri kita tinggal ya cari aja YouTube. Kalau misalkan enggak ada dia bakalan diarahkan ke sini nih ke Gbox. Jadi buat yang tanya, "Bang, Huawei kan enggak bisa Google?" Ya, kalian lihat sendiri aja nih. [musik] Bisa kan ya, cuma memang beberapa aplikasi yang gak ada harus lewat ini. Nah, ini udah selesai open tinggal aja segampang itu ya untuk instal aplikasi. Nah, sekarang saya mau coba dulu dia upsaling-nya [musik] itu bisa di berapa. Nah, untuk YouTube weh, wah gila ternyata untuk YouTube dia bisa diupskilling sampai 2160p dan XDR-nya nyala ya. Jadi kualitasnya wah kalian bisa lihat sendiri deh. Lebih tajam, [musik] lebih detail, warnanya juga cakep, terus gambar terang dan gelap. terlihat sparasinya [musik] bagus, jadi enggak ada yang over expose gitu. Nih bagian gelap-gelap shadow ini juga terlihat detail. Warnanya juga lumayan gonjreng tapi ya jadi reflek gini. Kecuali kalian brightness-nya kalian [musik] tinggiin ya. Ini kalau saya tinggiin coba ya saya pengen lihat brightness-nya. Saya tinggiin segini wah langsung over expos. Terus kita tembakin ke sini. Weh masih ya masih bisa terlihat lah. Jadi ini skenario kalau misalkan kita lagi di ruangan outdoor ruangan odor di area outdoor kok. ruangan order. Nah, kalau untuk color akurasinya pas kita tes di mode default itu SRGB-nya di 90,6%. Warm itu sama ya 90,6% juga. Dan yang beda itu di P3-nya walaupun beda dikit aja default itu di 73,5% terus di warm itu [musik] di 73,6%. Kalau untuk brightness tipikalnya lumayan gede dengan 514 nitz. Sekarang audionya kita cobain ya audionya. Wah, enak sih. Wistin ya. Enak sih. Jadi suaranya [musik] itu uh saking imersifnya kalau kita pegang volume 100% ya dia memang enggak pecah tapi dia geter back cover-nya ya. Tuh. Wah coba kita tes lagu andalan kita. Kemarin ada yang tanya, "Bang, kenapa lagu itu sih?" Saya pusing. Yah, [musik] jangan pusing ya karena itu lagu yang noncopyright. Karena kalau saya pakai lagu lain NCS saya bosan. Kalau ini kan kalian tahu tahu semua lagunya dan ini enggak ada copyright dan bassnya saya bisa tahu. [musik] Enak basya enak enak enak enak. Coba kalau misalnya kita taruh meja ya. Wih, mantap sih untuk audionya. Oke, sekarang kita bahas paket aksesorisnya ya, keyboard-nya. Jadi kalau kalian lihat di sini ada tiga kuningan tembaga ini. Kenapa dia gak pakai Bluetooth? Dia bakalan terkoneksi di sini nih. Nah, ini. Jadi kita tinggal pasangnya gini aja dan dia bakal auto terkoneksi. Terus di sini, nah gini, Guys. [musik] Cuman sayangnya tuh langsung ada Huawei Smart Keyboard. Langsung aja klik connect dan dia bakal auto connect. Enggak usah instal apapun, enggak ribet lah. Dan untuk stylus-nya kita coba, ya. Wih, weh. Tuh, langsung ya terkoneksi Huawei M Penil dengan baterainya 100%. Nah, enaknya kita tinggal ngecas tabletnya aja. Jadi, semua aksesorisnya itu sama dia dicasin langsung gitu. Nah, yang saya suka dari Huawei mereka itu enggak cuma menawarkan hardware-nya aja, tapi secara software. Kayak contohnya ini kan wah M pensil-nya udah generasi ketiga, udah punya 10.000 pressure sensitivity. [musik] Tapi kalau kalian perhatikan tuh, ada banyak aplikasi yang dibuat gambar yang disediain sama Huawei, bukan aplikasi pihak ketiga. [musik] Contohnya kayak Huawei Note sama GoPin. Bentar, mana dia ya? Oh, ini GoPIN. Ini beberapa kayak ini gambarannya Azura ya. Saya lanjutin aja deh gambarannya Azura karena saya gak bisa gambar tuh. Jadi ke pin [musik] zoom-nya ini tuh cepat banget. Enak kan? Terus dia juga udah support pump rejection. Jadi contohnya misalkan saya mau gambar. Nah ini kalau kalian lihat ada banyak banget ya untuk [musik] brushnya. Saya pengin yang drawing pen aja deh biar bisa set tuh. Waduh soruda ya [musik] gambarnya saya hancurin ya. Tuh dan brushnya dah enak banget. Ada fineeliner bentar art maker. Ini apa nih art maker? Kita coba ya. Weh, dia bisa ngarsir kayak gini, Guys. Tuh. Dan kalau kalian lihat, entar saya bikin baru aja deh. Kasihan Azura gambarnya rusak ya. Ini aja nih. Kalau kalian lihat, delay-nya hampir enggak ada karena dia koneksinya enggak pakai Bluetooth, [musik] pakai mirarling. Terus kalau misalkan kita cuman setis gini aja, dia bakalan tipis juga. Tuh, tipis. Tapi kalau misalkan kita agak tekan set tuh tebal. Jadi udah kayak gambar di kertas beneran. Walaupun lebih enak yang layar papermid ya. Ini masih licin-licin. [musik] Kalau papermid itu benar-benar kayak di kertas. Terus seperti biasa Huawei itu ada WPS Office-nya. WPS Office [musik] itu yang PC level office ya, yang tampilannya itu bukan versi mobil yang di scratch yang diperbesar gitu enggak. [musik] Tapi memang beneran tampilannya itu kayak di desktop terus apalagi ya? E keyboard. Kita coba keyboard-nya ya. [musik] Kita coba di WPS langsung deh. Nah, ini walaupun konektornya yang ini enggak kena yang ini ya. Ini ada konektor [musik] lagi nih. Tapi ternyata tetap bisa dipakai mana tadi tuh? Bentar saya coba ngetik dulu. Saya pasin di kamera. Hai Andika guys di sini. Oh, tapi karena ukurannya dia 11,5 inch ya, jadi keyboard-nya ini buat tangan saya yang cukup gede nih, agak mepet-mepet. Jadi harus agak penyesuaian lah tiga atau 4 hari lah. Oh, jadi dia bisa dilepas juga, Guys. Jadi bisa pakai mode studio kayak gini ya. Oh, enak juga ternyata. Jadi walaupun enggak pakai Bluetooth, tapi dia bisa tetap dilepas kayak versi Bluetooth. Oke, sekarang kita cobain performanya, ya. Csetnya ini dia pakai Kirin T82B yang awalnya ya biasanya Kirin itu kan performanya kayak gitu-gitu aja. Tapi ternyata untuk harga R jutaan si Kirin T82B-nya ini lumayan mumpuni nih lihat nih skor anutunya udah lebih dari R1 juta untuk Kirin ini patut diapresiasi ya. Wah ini kalau misalkan Kirin [musik] bisa nyentuh R juta misal 1 tahun lagi atau 2 tahun lagi menyamai flagship kayak punyya Mediatch atau Snapdragon sih bahaya sih ya. Yang saya suka dari Huawei itu mereka karena terlalu canggih dicekal di mana-mana terus dia enggak mau menyerah, dia bikin produknya sendiri yang ya tetap ada inovasinya. Nah, kalau kalian pernah tahu ada video tentang Huawei itu yang kalau Medidain vel set terus dilempar. Itu memang kayak gimik aja, tapi terlihat canggih gitu. Karena inovasi teknologi itu kan kayak mentok gitu ya. Nah, gimmik-gimik bumbu kayak gitu bikin kita yang penggiat teknologi ini jadi masih optimis dengan inovasi-inovasi ke depannya. Lanjut untuk CPU throttle-nya 30 menit ya. Kalian bisa lihat sendiri throttelinnya kayak gini. Terus untuk apa lagi? Ini untuk storage test-nya speed-nya di segini tuh ya. Jadi ini udah di kisaran UFS 2.2 lah. Terus untuk Geigband single core-nya 1300, multiore-nya 3.500, terus GPU-nya skornya di 2.500. 3D Max skornya segini untuk sling shot. Nah, ini kalian bisa lihat sendiri 5.000. Saya mau coba. [musik] Nah, ini stres tes. 98,2% yang skornya ketika loop 20 kali masih stabil. Terus extreme test-nya juga 98,7%. Jadi, udah lumayan kencang, efisien juga ya chipnya ya. Sekarang kita coba lihat untuk tes game-nya ya. Nah, ini game PUBG. Dia kebukanya di 90 fps dan kalau kalian lihat chartnya aman aja. Average-nya di 85, dropnya di 34 tapi itu pas masuk lobi aja ya jadi aman PUBG. Terus untuk Mobile Legends kebukanya juga di 90 fps aman. Average-nya di 88 nih chart-nya balik ke lobi 30 menit aman. Terus untuk game bootering wave. Wah bootering wave langsung kayak chart-nya crypto ya. dia average di 36 tapi dropnya kadang di 14 fps. Jadi kalau ditanya apakah playable playable asalkan kalian sabar ya ada beberapa patah-patahnya. Untuk OS-nya dia pakai Harmony OS dan kalau kalian lihat wah Huawei itu banyak ya fiturnya ya. Ada Huawei Assistant dengan AI dia sendiri karena ya sekali lagi dia enggak bisa pakai AI produk US ya. Terus ada biometric ya, super device. Super device itu ekosistemnya Huawei ini udah pernah sering banget kita demuin. Jadi kalau kalian punya beberapa device Huawei, dia bisa jadi second monitor, extend monitor, terus kalau kalian punya HP-nya bisa jadi webcam, kayak gitu-gitulah ekosistemnya. Dan sekarang kita bahas suhunya ya. Suhunya tadi pas main game aman-aman aja sih. Suhu bagian depan itu cuma 34,2 derajat Celcius, bagian belakang 35,1 derajat Celcius. Dan kalau kita ngomongin baterai, baterainya itu di 10.100 100 mamp dengan chargingnya tadi 40 watt yang ngecasnya 1 jam lebih. Kalau untuk datan baterainya lumayan oke kok kayak PUBG 30 menit tadi dia berkurang 5%. Mobile Legends juga sama 5%. TikTok, YouTube, dan juga Netflix 30 menit berkurangnya cuman 1%. Terakhir mungkin kita bahas kameranya ya walaupun wih ada beauty mode-nya guys. Jadi kita coba aktifin deh atau offin aja deh beauty mode. Terus kita coba lihat. Nah kira-kira seperti ini kualitasnya. Dia ada di 1080p 30 fps. Kalau kita pakai meeting online masih oke ya. Walaupun tekstur muka dan detail warna itu jadi agak puyeh, tapi noise-nya berkurang gitu. Oke kok ya. Terus warna di belakang lampu itu enggak yang nge-flare gitu. Jadi aman. Sekarang kita coba kamera belakangnya. Dan kamera belakangnya kayak gini. Saya enggak bisa lihat ya. Bar ya api kata kata hari api itu bagus ya kalau bahasa bahasa Indonesianya. Nah kira-kira seperti ini kualitasnya dan ya cukup okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja unboxing dan juga handsons dari Huawei [musik] MP 11,5 yang versi glossy yang versi lebih terjangkau. Jelas kenapa dia lebih terjangkau? Karena dia bukan pakai layar yang paper mid. Kalau kelebihannya jelas, performa kirinya untuk Huawei R1 juta lebih di tablet R jutaan ini. Wah, ini lumayan signifikan sih ya improvement-nya. Terus paket penjualannya lengkap, ada keyboard plus stylus, ada PC level WPS Office 2.0 yang masih belum ada taringannya sih di kelas tablet. Baterainya juga gede di 10.100 100 mamp dan M pensilnya ini [musik] enak banget buat gambar. Kekurangannya paling ya layarnya glossy jadi reflektif terus enggak ada audio jack terus ekosistem Google-nya ada tapi butuh effort dikit dengan pakai Gbox kalau misalkan enggak ada aplikasi [musik] Google-nya sama ini ya Huawei kalau misalkan kampaign-nya tetap tablet lebih dari laptop saran saya ada touchpad-nya gitu biar ya biar bisa jadi pengganti laptop beneran kalau gini kan gimana penggantinya. Overall kalau kalian cari tablet yang karena sekarang harga laptop itu mahal, kalian cari tablet terus enggak pengin yang terlalu gede 11 inch terus kalian suka gambar dengan M pensilnya ini ya Mpad ini bisa jadi rekomendasi yang sangat-sangat menarik sih. Apalagi harganya terjangkau ya. Saya kesabudi [musik] and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.