BELI Laptop Gaming 15 Juta di 2026. 😱😱😱 (YouTube Video)
Selama ini rahsia kita terlalu fokus di Pongo seri 700 sampai lupa bahwa ada juga PO 500 series di tengah kondisi harga laptop yang semakin naik enggak karuan. Dan laptop ini actually punya sesuatu yang jarang dimiliki laptop gaming lain. Kalau Axio Pongo seri 700 pakai Core i7 atau Ryzen 7. Bongo 535 ini punya kombinasi Intel Core i5 Gen 13 dan GPU RTX 3050 4 gig. I know on paper bukan combo hardware terbaru, tapi di saat ini bisa Minang laptop gaming baru yang at least punya GPU dan bahkan punya garansi ADP aja rasanya patut disyukuri. Buat yang udah sering lihat review PO series di channel ini, well desainnya udah sebasic mungkin buat laptop gaming. Body kotak full polymer finishing polos. Tapi untungnya chesis Clavo ini punya anelitas body yang solid dan tidak menghambat ventilasi sama sekali. Keyboard full size RGB 1 zona 3 tingkat pun enggak ke mana-mana. Tombol power pisah di pojok kanan atas. Di antara laptop-laptop gaming entry level, ini salah satu desain paling waras meski simpel. Per standar 2026, layar IPS 15 inch yang dipakai di sini adalah 144 Hz. Belum 100% as RGB, tapi ya buat rata-rata gamer harusnya cukup, terutama yang ngelin monitor eksternal. Tetap kami harap Axio bisa pertimbangin ngasih opsi 100% sRGB buat anak-anak Cafe dan content creator. Nope. Layar ini belum bisa ditidurin dan webcam 720p di atas enggak punya privacy shutter. Oh, beruntung kita tetap dapat konfigurasi port di tiga sisi. Mulai dari kanan ada slot micro SD, USB 3.2 genand port. Di belakang ada satu lagi USBC 3.2 gen HDMI 2.0, mini display port, dan charging port yang bakal bikin setup perkabelan rapi di atas meja. Sisa kiri ada satu USB A3.2 gen 1 USB 2.0 di samping microfon dan combo audio jack. Sederhana sih, tapi layout-nya oke. Charger bawan relatif compact hanya 150 watt. Dengan spek seperti ini, basically kita time travel kembali ke tahun 2021 semua gara-gara AI. Pada zaman COVID tuh rasanya harga laptop pun juga lagi agak tinggi ya. Diingat-ingat buat dapat RTX 3050 bisa habis hampir R juta. Core i5 di sini adalah i5 13420H terdiri atas 4 core dan 4 core 12 trad. Honestly, kalau kalian mau upgrade dari laptop Core S7 Gen 10 ke bawah, kalian masih dapat kenaikan performa dan efisiensi yang oke dari prosesor keluaran 2023 ini. Sekali lagi, RTX 3050 yang ada di sini versi 4 gig belum 6 gig karena stoknya makin langka. Di harga Rp15 juta tampaknya udah mustahil dapat di DR5 16 gig. So, ini masih di DR4. Lalu ada dua slot NVMi 2280 yang salah satunya udah keisi NVMi Gen4 super kencang 51 gig M22 dilengkapi Cad tinggal cabut kalau mau upgrade ke M22 2280 seperti yang tadi disebut prosesor ini ada bukan untuk memenuhi ekspektasi power user tapi cukup untuk ngimbangin kebutuhan gaming mainstream dan bisa ngasih performa konsisten tanpa beban panas tinggi. Upgrade masuk akal dari laptop-laptop Intel Core generasi 10 atau Ryzen 3000 H series berbasis Z Plus. Selama enggak multitasking tingkat dewa atau pakai app yang CPU heavy, aman-aman aja. Toh tugas render biasanya sekarang didelegasikan ke GPU. Kalau butuh CPU lebih kencang dikit, masih ada PO 735. Nah, soal si RTX 30 4 gig full power, ini skor yang sangat bagus untuk RTX 3050. Hampir setara performa RTX 350 Ti selama game yang kalian mainin enggak boros VAM. Selama gameennya support di LSS macam Cyberpunk, Stayor Blade atau Arknights Enfield, game-game triple A mostly masih lancar lah dietting low ke medium, full HD. Jauh lebih baik daripada enggak bisa manfaatin fitur macam DLSS dan Nvidia Reflex sama sekali. Tahun 2026-2027 ini pertanyaannya bukan RTX 350 masih kuat enggak, tapi game apa yang actually mau kita mainin? Cooling standar Pongo di mana ada dua kipas yang buang keempat heat sink dilengkapi beberapa heat pipe CPU dan GPU. Untuk sebatas core i5 dan RTX 3050 yang power GPU dan CPU-nya masuk akal, fan-fan ini tentu enggak perlu kerja maksimal kok buat maintain suhu. Tapi karena di control center tetap bisa mentokin fans speed, ini laptop perfect lah buat lingkungan rumah atau kosan yang enggak beracusnya risiko overheat kecil dan akan awet dipakai bertahun-tahun. Apalagi ya, kita gak lihat ada yang beda dari kualitas speaker, touchpad, dan fitur-fitur lain. Daya tahan baterai dengan IGPU untuk playback video di mode bat saver adalah 6 jam standar. Meski belum support charging USBC, seperti yang tadi gua mention, ini adapternya lumayan kompact jadi enggak terlalu problem untuk dibawa ke sana kemari. In the end, Pongo 535 ini punya potensi sebagai pilihan bijak di tengah kelangkaan dan harga komponen saat ini. Terutama kalau kalian menghargai kualitas after sales dan lagi enggak mau gamling dengan membeli laptop bekas. Axio enggak sekedar ngasih spek yang bisa dipakai gaming mainstream, tapi juga garansi after sales yang enggak main-main. Kita dapat accidental damage protection ekstra enggak 1 tahun, enggak 2 tahun, tapi 3 tahun yang nge-cover perbaikan atau penggantian unit secara gratis. Kalau amit-amit rusak kebanting, kerendem, korslet, bahkan atau hilang dicuri gitu ya. Asuransi inilah yang bisa bikin siapapun tenang selama 3 tahun ke depan. Who knows ini harga komponen bakal terus naik sampai kapan kan. Makanya ADP 3 tahun itu menjadi sangat penting dan recommended. Servis yang resmi ada 190 lebih di Indonesia dan yang menarik nih ada jasa deep clean, repasta dan upgrade komponen seperti RAM dan SSD. Enggak 2 tahun, enggak 3 tahun, tapi seumur hidup kalau datang ke Axiocare Platinum. Kalau lagi benar-benar butuh dan gaji belum turun, tenang ada program sicilan 0% juga bisa cek link di deskripsi. Ya, itu aja dulu pendapat kita soal Pongo 535 ini. Jangan lupa like dan share gue Mike. Sampai jumpa di next video. [musik]
