Jungkat

Beli pas Maba, Awet Sampe Gaji Pertama ! Review ASUS TUF Gaming 16 FX610JH (YouTube Video)

  • 19/09/2026

Nyari laptop buat kuliah emang bikin pening, apalagi kalau jurusannya engineering. Laptopnya harus yang bisa diajak bergemik [musik] dan harus mampu diajak ngerjain tugas yang setinggi-tebih. Ya udah enggak usah sok ngecek reken ini. Selamat menonton. Dedek-dedek bening. [musik] Hai Andika, Guys. Di sini biasanya ya kalau kalian itu kuliah jurusan engineering atau yang ya pokoknya rendering paling gampang dan paling cocok biasanya memang pakai laptop gaming karena ada GPU-nya. Kayak contohnya laptop Asus Staff Gaming 16 ini yang bikin beda dari laptop lainnya. Laptop ini punya opsi upgrade yang cukup luas karena punya slot SSD dan RAM kedua. Jadi kalau ke depannya kalian butuh upgrade storage atau upgrade RAM, enggak perlu upgrade laptop. Ini bisa dibilang definisi laptop buat maba dipakai sampai kita dapat gaji pertama. Tapi soal spesifikasi dan fiturnya seperti apa, langsung aja kita bahas. Laptop Asus Staff Gaming 16 ini punya beberapa varian atau beberapa SKU kalau untuk yang kita bahas ini ya. Ini seri FX610H yang pakai Intel Core 7 14650 HX. prosesor generasi ke-14 dari Intel yang punya total 16 skore yang secara spek harusnya ya udah bisa ngelibas pekerjaan gaming ataupun rendering. Untuk performa laptop ini aja pas kita hajar dia pakai Sensbch R23 single core dan juga multi core. Di Sensbch R23 skenario rata kanan ya kita coba pakai adapter atau plugin single core-nya itu di 1890 multiore-nya kalian bisa lihat chart ini ya di awalnya Rp15.000 terus stabilnya di Rp3.000. Nah, tapi yang menarik di sini nih ketika kita coba tanpa adapter, single core-nya mirip-mirip di 1800-an. Multi core-nya memang ada penurunan tapi kalau kita lihat awalnya 12.000 terus stabil di 10.000 poin. Jadi turunnya cuman sekitar 3.000 poin. Enggak banyak banget. Emang kalau kita lihat lock file-nya dengan kondisi adapter dicolok ya, power-nya itu bisa spike sampai di 65 watt dengan temperaturnya juga bisa spike di 90 derajat celcius. Terus di mode unplug turun tuh kayak contohnya laptop Asus Staff Gaming 16 ini lebih dingin. Laptop Asus Tff Gaming 16 ini punya. Dan untuk prosesornya ini juga ditopang dengan GPU. Walaupun sekarang GPU itu harganya mahal ya, tapi tetap dikasih varian yang paling baru dari Nvidia seri 5000, seri RTX 5050 dengan Score 3D Max. Pas kita tes kalian lihat aja footage-nya ini. Terus untuk RAM kita dikasih single channel walaupun udah 16 GB ya. Mungkin mereka mikirnya ya kalau ada rezeki kalau harga RAM udah turun bisa upgrade ke 16 GB lagi. Jadi total 32 GB. Kalau untuk SSD kita dikasihnya 1/2 TB atau 512 GB dan pas kita tes dial kecepatannya segini. Dan namanya laptop seiring dengan waktu ya namanya dipakai ya pasti storage 1/2 TB itu enggak bakalan cukup. Kalau kebutuhan saya enggak cukup ya. Apalagi saya itu record video 4K, terus RAM juga multitasking. Apalagi sekarang saya juga lagi belajar AI lokal. Jadi memang 16 GB kayaknya kurang. Tapi untungnya semua slotnya maupun RAM atau SSD itu masih bisa di-upgrade. Dan kalau soal performa gaming-nya, beh ini di game terbaru kayak prak mata average FPS-nya bisa tembus di 185 FPS dengan settingan DLSS balance dan multif frame generation-nya 4 kali. Sedangkan di game kompetitif kayak Valoran FPS-nya bisa tumpah-tumpah sampai 285-an. Dan game lainnya kalian bisa lihat di chart berikut ini. Yang jelas sih pas kita coba main empat titel game berbeda, suhu di bagian WA SD-nya itu cuman 33 derajat celcius. Dan untuk area yang emang dekat sama exhaust atau tempatnya panas ya itu di 45 derajat celcius. Terus kalau misalkan kalian bosan main game terus pengen kerja ya editing misalkan, kalian juga bisa pakai dia untuk render dengan kencang. Premiere 4K template yang memang bisa kita pakai dia selesai dalam waktu 1 menit 20 detik. Kalau full HD malah lebih kencang lagi 36 detik. Terus kalau untuk kegiatan Office sebenarnya malas ya saya ngomongin ini ya karena udah pasti kencang banget kayak PowerPoint 150 slide itu eksport ke PDF 10 detik aja Excel randomis data yang large banget 66 detik aja. Kalau untuk AI lokal untuk Muse AI Jagger Note dia selesai dalam waktu 12,1 detik. Stable diffusion itu cuma 24 detik dengan prom. Promnya itu kayak gini ya. Kalian bisa lihat sendiri. Nah, untuk suhunya pas kita main game tadi seperti yang kalian lihat suhunya itu tergolong aman lah ya untuk prosesornya. Karena Asus ini pakai sistem cooling yang namanya itu thermal equekilibrium. Jadi meskipun laptop ini digeber secara maksimal, pertama suara fannya itu masih tergolong pelan dibanding laptop gaming lain yang suaranya itu kadang kayak mau pesawat take off gitu. Ini suaranya klaimnya Asus siis cuman 40 dbel. Kalau saya tanya ke AIC si 40 dB itu setara apa? Setara dengan 74 kg emas. Beda ya itu bukan? Jadi dia setara dengan suara-suara di perpustakaan lah. Jadi cukup hening. Jadi kalau kalian bawa laptop ini nugas di perpustakaan, minimal kalian enggak bakal diusir atau dimarahin karena suara kipasnya aman. Nah, ngomongin soal tugas ternyata ada yang menarik dari developer game Indo. Jadi, ada sebuah game yang dibuat pakai laptop dari seri Asus Staff juga. Nama game-nya itu X of Blood. katanya mulai dari developing sampai tes gameplay di Unreal Engine-nya ya pakai laptop yang sama dari seri Asus Tff Asus Tff Gaming A16. Emang kebukti bahwa seri TF ini enggak cuma untuk main game, tapi bisa bikin game-nya sendiri dan nghasilin [musik] cuan. Cuman karena saya ini YouTuber bukan developer, jadi saya ngetesnya di blender. W anjay rima lagi enggak tuh? Dan hasilnya ketika kita coba 3D rendering di blender dengan template BMW yang memang biasa kita pakai, kalian langsung lihat aja chart-nya. Ini kita coba pakai GPU render, CPU render dan tergolong kencang juga. Kalau untuk baterai pas kita tes di modern Office PC Mark 10 dia wah ini untuk laptop gaming masih lumayan awet ya karena hampir 6 jam dan kalau kita sampling YouTube 10 menit berkurang 7%, office 10 menit berkurang 5%. Gaming-nya agak boros sih 10 menit berkurangnya 19%. Kalau untuk desain seperti biasa ciri khasnya Asus Staff Gaming 16. Jadi Asus Staff itu bisa dibilang sekarang udah kelas midrange-nya Asus lah ya. Makanya secara desain sekarang terlihat udah bukan entry level kayak tough lagi. Udah kayak premium banget walaupun dia kelasnya sebenarnya di bawah. Dia punya bobot tuh sekitar 2,2 kg dengan ketebalan cuma 1,94 cent yang cukup tipis untuk sebuah laptop gaming. Bodinya di bagian atas itu terbuat dari polikarbonate dengan permukaan finishing yang mirip-mirip brush steel. Jadi enggak gampang nempel sidik jari. Jadi kalau dipegang feel-nya walaupun polikarbonat kayak ada mid-mid-nya yang kerasanya itu premium agak kasar-kasar gitu. Kayak kalau misalkan kalian beli bakso, baksonya tuh pentol yang kasar. Terus seperti biasa, Asus sasis-nya ini juga udah military grade yang berarti dijamin [musik] tangguh karena udah lolos lima skenario penggunaan ekstreme untuk real use skenarionya. Ini cocok buat kalian yang suka main game tapi suka kalahan dan emosian. Jadi walaupun kalian tap-tapin kayak gini laptopnya masih aman nih. Aman. Tapi walaupun kalian kalahan mungkin nge-game dan sebel portnya ini menurut saya enggak nyebelin sih karena portnya cukup lengkap. Mau apa aja semua lengkap. Kalian bisa lihat editor saya ini sekreatif apa untuk bikin portnya. Dan walaupun laptopnya ini punya kayak semacam exhaust atau pantat ya, tapi exel-nya ini angsel yang bagus nih. Coba ya kalau misalkan saya luh dia itu kayak nutup pelan-pelan gitu dan dibuka dengan satu tangan juga super easy. Plus dibuka sampai 180° fleksibel enggak sefleksibel dosen kalian pas dicari pas kalian skripsi. Ngomongin soal layar karena ini laptop gaming. Jadi layarnya ini punya refresh rate 144 Hz dengan 3 [musik] response time. Nah, biasanya kalau laptop gaming kayak gini yang dikompromi atau di trade off itu bagian color akurasinya. Tapi di Asus ini enggak. Karena pas kita tes di coverage sRGB-nya itu tembus di 98,9%. Adob RGB 72,6%, P3 77,3% dengan brightness 300 nits. Untuk ukuran laptop gaming yang sebenarnya dia bukan laptop creator, hampir 100% sRGB aja itu udah langkah. Karena biasanya kalau brand laptop udah ngasih refresh rge kencang ya k akurasinya itu dikurangi dengan alasan ya ini kan laptop gaming bukan laptop editing tapi Asus stuff enggak. Dia kasih yang lumayan mentok. Turun ke bawah ke area input device keyboard-nya. Seperti biasa, Asus STF tombol power-nya sudah memisah dengan keyboard dengan ya ship yang segitiga kayak gitu. Dan dia juga udah punya backlit, tapi sayangnya bukan per key ya, masih perzona. Terus kalau kalian lihat di bagian atas keyboard juga ada empat dedicated key. Mulai dari tombol naik turunin volume, tombol mute mix sampai tombol nge-sumon aplikasi Armory Create. Nah, seperti biasa di aplikasi Armory Create ini kalian bisa otak-atik profile power, kipas RGB, dan mantau performa laptop kalian. Enggak cuma itu aja sih, apapunlah. Ini kayak semacam dashboard atau portal untuk kalian setting-setting laptop kalian. Semuanya fitur di situ lengkap ada. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja ya review dari Asus Staff Gaming 16 kali ini. Untuk harganya ya dia start form Rp27.999.000 dan keunggulannya jelas dia bisa di-upgrade ada dual slot SSD. [musik] Jadi bukan ganti SSD ya, dua slot SSD. RAM-nya juga bisa kalian tambah sewaktu-waktu. Apalagi dengan kebutuhan kalian pakai laptop ya pasti seiring waktu bertambah. Laptop kan sekarang mahal dan nanti bakalan lebih mahal. Jadi saran saya sih kalau beli laptop ya cari laptop yang bisa dipakai lama. Contohnya kayak ini kan bisa dipakai lama. Kenapa? Karena bisa kalian upgrade RAM dan juga SSD-nya buat kebutuhan nanti. Ditambah lagi laptop ini punya build quality yang solid dengan lolos pengujian military grade dengan garansi after sale seperti 2 tahun garansi internasional dan juga 2 tahun ASUS VIP perfect warranty. Jadi kalau laptopnya ini kenapa-napa, Asus bakalan cover 100%. Aman aja. Cuman selayaknya laptop gaming dengan performa yang kencang ada harga yang harus dibayar. seperti performa yang bakalan lebih optimal kalau kalian pakai sambil dicas dan durasi baterai yang lumayan singkat. Tapi sebaliknya, Asus Staff Gaming 16 ini bakal cocok banget buat kalian jurusan engineering, DKV, atau bahkan contonent creator yang butuh perangkat tempur untuk jangka panjang. Sayaik and see you on the next video.

Lihat di YouTube