Belum Naik Harga ! 8 Jutaan Bisa Semua ! Acer Aspire Lite 15 (YouTube Video)
Jadi anak generasi sandwich itu rasanya prihatin karena mau kerja sampingan aja butuh laptop yang terjamin. Tapi kayaknya laptop yang bakalan kita review ini bisa jadi pilihan biar hidup kalian enggak main-main. Ya udah daripada naikin harga bensin, selamat menonton. Charlie C. Hai, guys. Di sini sekarang itu zamannya kerja serba digital ya. Kalau dulu itu freelance jarang banget digeluti. Sekarang wah jangan tanya, banyak banget. Bahkan kerja dari HP aja bisa. Walaupun kerja dari HP itu ya susah ya karena layarnya kecil. Paling enak ya kerja pakai laptop. Contohnya pakai laptop yang akan kita bahas ini. Dia pakai AMD Ryzen 5 8640 HS yang bisa nambah pundi-pundi sampingan kalian. Tapi gimana caranya kita bisa dapetin duit dengan laptop ini? Apakah tiba-tiba duitnya keluar dari layar? Enggak gitu ya. Jadi langsung aja kita bahas. Jadi kenalin ini adalah Acerpire Light 15 laptop yang pakai prosesor AMD Ryen 5 8640 HS. HS itu artinya high performance slim ya. Jadi dia memang performance-nya gede tapi efisiensinya lebih oke kalau dibandingkan prosesor yang seri H biasa. Arsitekturnya pakai Zen4 dengan 6 core dan 12 three. Dan enggak ketinggalan di seri AMD ini udah ada NPU-nya yang berfungsi untuk menjalankan ya AI AI on devices kayak Windows Studio Effect, terus stable diffusion dan juga Jagger Note di AI. Lanjut kalau untuk storage dia di 512 GB dengan speed-nya kalian bisa langsung lihat aja di layar. Terus untuk memori RAM bawaannya kita dapat 8 GB DDR5. Di kondisi seperti ini di mana RAM dan juga SSD lagi naik, sepertinya kita memang harus menormalisasi kalau RAM 8 gig untuk laptop under R1 juta karena harganya udah enggak masuk akal. Ya emang RAM-nya tergolong kurang apalagi RAM di prosesor AMD ini punya dampak besar untuk performa EJP-nya. Tapi tenang aja, laptop ini masih bisa di-upgrade kok. Masih ada satu slot RAM lagi yang kosong karena dia enggak diolder di motherboard atau enggak pakai LPDDR. Sebenarnya kalau belum ada budgetnya RAM ini ya masih opsional sih. Tapi saran saya tetap wajib harus ke dual channel karena AMD itu benar-benar performanya kalian bisa optimal kalau dual channel. Saran saya sih mungkin bisa main ke Facebook untuk cari-cari RAM copotan yang harganya masih masuk akal tapi pastiin konfigurasinya sama ya. Dan di sini bakal kita buktiin kalau performa laptop ini bakalan naik. Lumayan signifikan kalau dipakai konfigurasi dual channel dibandingkan single channel. Karena ya di mana-mana ya enak itu pasti ya gandengan. Trek aja gandengan masa RAM enggak gandengan. Di konfigurasi single channel kita coba Sens Bench R23-nya. Kalian bisa lihat di layar antara unplug dan juga plug atau dengan adapter. Performanya memang tidak nurun signifikan ya dengan skor rata-ratanya itu dip.000 dan juga 11.000. Single core-nya juga di 1600-an. Dan kalau kita lihat di konfigurasi single channel, TDP-nya itu bisa naik sampai 50 watt. Tapi akhirnya dibanting lagi di kisaran 30 sampai 40 watt dengan temperatur 90 derajat celcius. Dan yang lumayan anomali di sini kalau kita lihat di website-nya AMD untuk prosesor ini sebenarnya TDP-nya itu bisa diperas di 20 sampai 30 wat. Tapi di tes kita ternyata bisa naik tuh sampai 50 watt. Padahal masih single channel loh. Sekarang kalau kita coba di dual channel ketika mode plug atau pakai adapter multicor-nya itu naik jadi Rp2.000-an. Kalau untuk unplug atau baterai only sih mirip-mirip ya di kisaran R.000-an. Tapi kalau kita lihat TDP-nya memang tetap di 50 watt tapi lebih keangkat tuh kalau tadi di range 30 wat. Sekarang rata-rata speknya itu di 40 watt dengan suhu temperatur yang sama 90-an derajat celcius. Dan di 3D Max performa channel-nya stress testnya lolos sih 99% tapi ketika jadi dual channel kalian lihat aja nih skornya jadi naik juga bahkan stres-testnya juga naik jadi 99,6%. Lanjut untuk editing. Wah untuk editing ini sih kerasa banget ya. Karena ketika single channel kita export ke 4K, dia butuh waktu 8 menit 9 detik. Terus pas dual channel jadinya cuman 3 menit 59 detik. Jadi dua kali lipat lebih kencang. Kalau untuk blender sih kalian lihat aja chart-nya gak terlalu semenarik Premiere Pro sih ya ketika settingan dual channel di game kalian juga langsung lihat aja chartnya. Di sini kita coba main game Dota 2, Valoran Wering, dan juga Cyberpunk dengan settingan yang kalian bisa lihat di chart juga kalian bisa lihat tuh single channel dan dual channel gimana performanya naik cukup signifikan. Terutama di Dota 2 dan juga Valoran yang dual channel itu bisa tembus 138 FPS, Dota 2 135 fps. Cyberpank juga kalau dual channel kalian lihat aja dengan frame generation on dia bisa dapat average FPS 60-an. Padahal ini enggak ada diskon grafic card-nya loh. Kalau untuk TDP-nya pas main game kalian langsung lihat aja di Dota 2 dia di kisaran 26 watt terus di game Valoran tembus di 45 watt speknya terus dibanting lagi di 25 watt. Buturing wave juga sama game-game lain juga kisarannya sepertinya memang dijaga di 25 watt. Dan dari tes editing dan juga gaming tadi, seperti yang kalian lihat sendiri, kalau bisa sih harus dual channel ya, karena performanya jauh lebih stabil, enggak throttle, bahkan ini ngefek juga ke suhunya. Suhu permukaannya juga lumayan ngefek karena pas pakai dual channel suhu tertingginya itu cuma di 41 derajat celcius. Tombol WASD yang bakalan sering kita pakai itu masih di bawah 42 derajat celcius di bawah angka aman. Tapi sebenarnya laptop ini kan bukan laptop gaming ya, dia laptop yang digunain untuk kerja. Nah, kalau dual channel tadi kalian gunain untuk office, contohnya kalian export PPT 150 ke PDF, dia selesai dalam waktu cuma 7 detik. Excel randomis data yang large banget cuma 39 detik aja. Tapi sayangnya yang perlu dicatat di laptop Acer ini kapasitas baterainya sih ya mungkin karena dia masuk ke seri expire, seri entry level-nya walaupun udah expire 5 ya. Aspire itu ada 357. Baterainya masih lumayan entry level dengan kapasitasnya itu cuma 53 wat hour. Harusnya kalau misalkan sampai 70 watt hour sih bakal lebih gurih lagi. Dan untuk datan baterainya pas kita sampling YouTube jalan 10 menit dia berkurang 3%. Untuk office 10 menit berkurang 2%. Gaming 10 menit berkurangnya lumayan 11%. Dan untuk PC max-nya juga udah kita tes. Dan dia itu dapatnya 6 jam 52 menit. Mm enggak terlalu boros tapi juga enggak awet. Ada satu poin lagi yang menurut saya laptop ini cocok buat kalian orang kantor apa itu? Kita bahas di segmen selanjutnya ya, desain dan juga layar. Kenapa laptop ini enak buat perkantoran? Karena keyboard-nya itu full size, remeh. Tapi buat sebagian orang yang kerjanya masukin angka berbaris-baris, petar-benar nyaman. Terus selain desain, layarnya juga lega dengan ukuran 15,6 inch full HD. Ukurannya lega banget kalau buat multitasking. Tapi karena mungkin ini masuknya ke Acerpire ya, bukan Acerwi jadi masih ada komprominya di bagian layar. Apa itu? Color akurasi. Karena pas kita tes sRGB-nya itu ada di 63% sRGB belum 100%. P3-nya 46%, NTSC-nya 44% dengan brightness 260 nit. Tapi balik lagi buat penggunaan harian kayak nonton film, ngerjain dokumen, layarnya udah enaklah. Apalagi Acer itu terkenal dengan IPS beneran ya, bukan IPS level kayak sebelah. Terus untuk urusan port sebenarnya udah lumayan lengkap. Di sisi kiri itu ada USBC full function, ada USB type A, ada HDMI juga. yang absen itu ada portland, tapi masih bisa diakali dengan beli hub tambahan. Tapi untuk urusan beli quality mungkin karena ini laptop 15,6 inch ya. Jadi kalau diketuk-ketuk itu masih ada area yang kurang padat, masih ada area yang kopok dan karena dia masih pakai plastik seri expire jadi kerasa entry-nya itu masih lumayan. Kalau untuk webcam kira-kira seperti ini. Walaupun ada Windows Studio Effect, tapi saran saya sih pakai webcam eksternal aja karena kualitasnya coba kalau misalkan background effect-nya saya hilangin tuh noise-nya langsung kelihatan. Tapi kalau misalkan di butuh argent, butuh Windows Studio effect untuk ngilangin noise tadi ya masih lumayan lah ya. Apalagi kalau kalian punya lighting yang proper. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Acer Spiral Lite 15 yang varian AMD Ryzen 5 kali ini. Untuk harganya pas videonya dibuat ya, karena saya dengar-dengar I3 itu bakalan di R jutaan apalagi NZ 5 bakalan di berapa. Tapi pas video ini dibuat harganya diagres itu di Rp8.961.000. Saya gak tahu ini harga promo atau enggak, tapi kalau memang beneran segini menurut saya kalau kalian ada duitnya beli aja ini. Karena i3 nanti bakalan di Rp10 juta. Ryzen 3 apakah Rp10 juta? Biasanya sih bakal ngikutin juga ya. Jadi kalau ada Ryzen 5 under R juta menurut saya sih gas aja. Cuman memang ada hal yang perlu kalian pertimbangkan kayak RAM-nya. Sayangnya walaupun harganya udah Rp8 juta ke atas masih 8 GB single channel tapi di kondisi seperti ini akhirnya saya kayak mulai menormalisasi kalau misalkan under R10 juta itu jadi 8 GB aja RAM-nya. Terus portnya juga ada RJ45 yang absen. Buat saya pribadi RJ45 itu saya butuh banget. Apalagi kalau pas saya di studio karena saya butuh koneksi yang lebih stabil. Tapi untungnya masih ada satu slot RAM lagi untuk kita upgrade. Jadi kita bisa memanfaatkan atau mengoptimalkan si performa AMD Ryzen 58640HS. dengan arsitektur Zenp dan NPU bawaannya yang bikin laptop ini kayak bukan pakai chip murah. Bahkan di laptop mahal pun chip ini masih relevan. SSD-nya juga lumayan kencang hampir 5.000 Mbps yang langsung berasa di penggunaan sehari-hari kayak booting jadi lebih cepat, buka aplikasi lebih cepat. Ditambah lagi keyboard-nya udah full size dengan 6 Pet walaupun ada kompromisinya jadinya laptopnya 15,6 inch lebih berat dibandingkan laptop 14 inch. Tapi overall dengan harga under R juta bahkan ya, kalian bisa dapat Ryzen 5 yang sekencang ini. Menurut saya sih gas aja sih. Saya And you on the next video. Bye bye.
