Berantem di Studio Mobcast! | Podcast Motomobi Eps.13 (YouTube Video)
tuh e sebenarnya lebih fokus ke persahabatan antara tiga orang itu. Kalau enggak salah ini syutingnya aja 3 bulan. Betul. Karena kalian katanya enggak mau apa namanya menghindari yang namanya. Jadi beneran. Yes. Yang go hel sebenarnya dia nih lagi nyaman-nyaman nolongin orang p [tertawa] ini pas zaman lu masih gimbal masih [tertawa] ngeri ya kayak bipolar ya. Satu dua karena kami suka podcast is back, Saudara-saudara dengan tampilan yang baru, bintang tamu yang lebih banyak dan host yang kursinya miring. Eh, ya aneh sekali ya. Makanya aneh kan kayak mau kayak mau ngomongin orang. Ini jok mobil dari mobil yang udah kelar urusan campaignnya dari Mobi dicopot dicopot diganti dijadiin kursi emang. Eh, lihat nih versi gua bisa gini. Nah, bisa gini-gini itu patah deh kayaknya. Kagak bisa naik turun. Ih, Nora. Lu enggak ngerti gini-ginian tuh. Nih gini gini ya. Enggak bisa lu. Gak bisa lagi. Rame banget [tertawa] sampai sumpek studio gua. Mana awak yang enggak ada yang kurus lagi. [tertawa] Gede-gede semua. Kita sudah kedatangan bintang film atau bintang film. Ya Allah. Ya emang bener. Iya. Udah lama enggak dipakai tuh orang-orang ngomongnya sekarang cash dari timur. Gua yang ngenalin satu-satu Billy. yang nama panjangnya lah kalau mau ngenalin orang yang benar. Iya. Billy Kokonda we Kokonda dikit lagi. Bizel Tanah Sale. Hah? Tanah Sale. Bisa Tanah Sale. Jauh kan Billy Tanah Sale. Bizel Tanah Sale. Jadi bacot lu di Iya. Billy itu panggilannya Billy panggilannya Bel. Bizel Tanasale tapi gua dipanggilnya Billy. Oh, nama aslinya tuh Bel Tanasale Terus ada Jimmy. Jim Jimmy nama panjangnya Takabet. Takabet is dead. Jimmy. Takabet. [tertawa] Takabet is dead. Enggak pernah nonton gua di gua gak dipukul dah. [tertawa] Kata Jua pukul nih. [tertawa] Baru 5 menit pertama nih katanya. Kakak, Kakak, Kakak Jimmy siapa nama panjangnya? Jimmy ya. Elah, dia begitu. [tertawa] Gua tahu kalau dia tadi eh Jimmy Koboga. Oh, salah gua ketukar berarti. Gua kira jangan ditukar-tukar. Lu siapa? Suster bidan lu tukar-tukar bayi orang. Jangan ditukar-tukar. Jimmy. Jimmy Kobogaw. Iya, itu marga dari marga dari Papua Medan dong. Kobogawu. Ih gua tipu ya. Oke, sor. Gua kan lagi ngomong sama dii ya. Oke sor. Yang ketiga yang eh nih Jimmy ya entar kita bahas. Dia pakai topi apa coba? Tuh lu lihat deh topinya Jimmy. Kenapa emang ya? Lu lihat tuh topinya warna merah. Ada sesuatu di dari topi ee Jimmy tapi nanti ya. Itu topi agak cowok digigit paus. Digigit kambing kemarin. Jangan sembarang kau. Selanjutnya ada model top collection dari berbagai barber. Loh, loh ini model nomor rapi rapi model nomor 9 nih. Kita tunjuk [tertawa] yang kayak gini ya. Kumisnya dong. Mac macu ini yang namanya paling wow gini dulu dong. Mac enggak ada lagi kan? Maco dong. Ada itu namanya Maco Hungan. Hungan. Betul. Dari ee timur juga. dari Timur berarti kakak dari Maluku, Papua, Maluku, Maluku, Papua, Maluku. Eh eh kita lari aja lah [tertawa] udah enggak bakal enggak bakal menang. Ada menangnya nih kita Maluku, Papua, Maluku lu mau ngapain? Ya udah terus kenapa emang kita mau ngapain? Balapan enggak tahu. K mau berantem. Enggak ada yang mau berantem. Mau berantem kita. Enggak enggak [tertawa] enggak antusias banget, Mas. Terlalu antusiasal antusias badan banget nih. Tunggu sabar sabar. Bukan orang-orang Timur itu kan sekarang lagi naik banget. Oh iya kan dengan musik-musiknya. Dengan musik-musiknya katanya orang Timur itu semua suaranya bagus-bagus. Aduh kenapa mukanya pada ganti? Mukanya pada ganti nih. Bentar sebentar kita akan mulai dari Kamal dulu. Lu kan Timur Tengah. Enggak. Enggak timur itu dong. Lu [tertawa] kan beda. Lu juga setan. Dong. Oh, kita semua timur, Guys. Kita sudah timur tengah. Ini timur benar. Ayo lu dulu nyanyi fokus. Lihat dari mana pengua gua nyanyi bagus tapi bagus? Lebih bagus bagus [tertawa] bagus tuh. Lebih bagus mana? Diam. Diam kan. Maco, macau maco. Coba. Aduh. Kan timur peranakan lagi. Enggak apa-apa. Kebanyakan panas. Tapi begitu disuruh nyanyi tiba-tiba blaster langsung tor monitor monitor ketua dia berarti timur yang ng-rap timur yang ngap ini nih saya lanjut aja ketua lagi gacor ketua lirik sama orang mah ngelanjutin doang sambung lirik ini. Aduh gua enggak tahuitu sambung lirik yang penting nyanyinya enggak perlu lagu timur. Hai nona manis biarkanlah bumi berputar gacor gacor ketua. KS gacor ketua gacor. Kayak orang lagi grogi ada geternya. Itu namanya fibra Mas. Sebenarnya grogi sih gue itu nanti perhatikan terakhir. Enggak enggak usah yang ini. Enggak usah enggak enggak usah. Benar. Semua yang dengar suara gua muntah. Burung mati [tertawa] lintah benanah. Wah kalau dia udah nyanyi tuh begitu. Lintah benan. Serius gue? Serius gue. Ee perabot informa roboh. [tertawa] Kenapa lu bawa brand? Iya. Oke sor. merugikan negara ya. Merugikan negara. Oke. Tapi kita kehadiran teman-teman dari timur ini untuk kita mengklarifikasi beberapa hal. Hal-hal yang memang harus diluruskan. Bahwa ternyata Pak Jimmy ini Hm. adalah seorang timsar bapak lagi. Iya kan? Apa betul begitu? Jimmy survei membuktikan. Kenapa? Jangan seenaknya mang Jim Jimy Jim Jimy. Eh gua yakin tuan gua dah dari mereka ini. Iya iya iya. kayaknya iya dah. Benar kalau itu. Iya benar kalau itu katanya tanya. Emang lu kelahiran berapa? Aduh 92. Ahah. Adik lu. Iya iya kan benar kan [tertawa] benar. Enggak perlu gua panggil bang. Tapi kita ngomongin umur di sini. Iya karena saya pasti menang. Ya [tertawa] langsung ke konfirmasi itu aja. Beneran masih timsar? Masih aktif sama itu topi timsar bukan sih? Ee iya ini satu apa sih? Jadi ada di dalam tim SAR itu kan ada namanya orang lapangannya rescuer. Rescuer ya yang turun ke lapangan. Oke. Di dalam itu ada juga pasukan khususnya. Pasukan khususnya timsar ngapain? Ee ee pekerjaannya dengan skala yang lebih berat dengan penanganan-penangan khusus. Misalnya misalnya menyelam di kedalaman yang lebih dalam. Oh Oh itu tapi pakai pakai perlengkapan diving. Pakai dong. Kalau enggak kan bukan ikan, Bang. Iya kan bukan ikan dia. I benar benar benar. Misalnya itu. Terus apaagi? Berarti di-side bencana kali ya, Pakus itu ya. Iya. Ee semua spek sih. Jadi maksudnya dari darat, udara, laut. Hah. Dituntut buat mampu. Tapi dengan penanganan khusus itu seperti kecelakaan dengan penanganan khusus, orang tabrakan e sebutlah kereta atau apa itu kan itu ilmu-ilmu khususnya. I. Terus kalau di underwater seperti kedalaman yang lebih daripada penyelaman biasa. Heeh. Terus kalau di ketinggian gunung hutan seperti yang ee kita sebutlah ketinggian khusus. Ketinggian khusus itu dengan ketinggian di atas rata-rata juga normal. 3.000 4.000 seperti itu. Dan Jimmy tim khusus. Ee puji Tuhan masih aktif di sini. Masih aktif di tim khusus itu. Ih. Jadi setiap ada musibah nih katakan di Indonesia ada musibah Om Jimmy pasti dipanggil. Tergantung skala bencananya dulu. Oh. Oh. Tapi sekarang masih aktif statusnya masih aktif. Nah, lu akan dipanggil itu ketika skala bencana yang seperti apa? Bencana yang membutuhkan penanganan Oh, berarti sebenarnya Aceh kemarin, Sumatera Utara itu harusnya eeun juga kemu terjun juga ya berarti ya. Tim kami sudah ada yang ke sana. Tim sudah ada yang ke sana. Berarti tim khusus itu sudah langsung ke sana pasti sudah di ploting ploting di beberapa ee wilayah-wilayah terdampak. Oh, oke. Itu itu latihannya tuh di mana sih sebenarnya si tim Sari itu? Ee kita kalau buat tim saya itu namanya BSG. BSG itu Basana Special Group. Oke. Heh. Nah, mereka dipilih seleksi dari tim-tim rescuer yang ada seluruh Indonesia. Nanti ada seleksi lagi. Seleksi khusus itu. Jadi ee di angkatan saya kita belajar ada terjun payung ee freall para dasar statik yang payung bulat. Heeh. Terus ee penyelaman, ada juga penanganan di convens space, ruang sempit, ruang khusus tapi dengan skalanya yang lebih berat gitu, Bang. H ke pendidikan pendidikannya itu kami dulu hampir 3 bulan di Indonesia apa di Indonesia semua di balai diklat Basarnas ada di Jonggol. Oh di Jonggol. Jonggol dekat rumah dia. Jonggol mah. Main-main, Bang. Mana tahu mau jadi tim khusus. Iya. Main-main ngeri loh main-main di situ. Udah enggak ada yang mau main situ lagi. [tertawa] Lagi lagi makan permen gini, Mas. Lagi ngapain? Lagi main diseret gitu, Pak. [tertawa] Dipaksa udah sepi sekarang udah enggak ada yang mau tapi sempat sampai latihan ke luar negeri? Ee latihan. Iya. Kami di Indonesia nih ada namanya satu timsar buat dari Indonesia namanya Inasar. Heeh. Inasar itu timsarnya Indonesia ya umumnya. Nah, itu mereka mendapatkan pelatihan ke di Singapura. Oh, ke Singapura. Jadi ngambil dari Singapura di itu ada sebulan lah, Teman-teman. Habis itu balik kita sharing lagi latihan. Jadi sekarang Indonesia tuh sudah bisa kirim tim starnya ya yang buat pencarian dan pertolongan. Kalau dulu kan masih belum, masih belum ada. Karena dulu secara resmi SAR-nya aja yang buat search and rescue-nya belum ada timnya. H. Tapi beberapa tahun lalu Indonesia tuh sudah diakui di bawah PBB resmi ya. Itu tim besarnya Indonesia. Di dalamnya tuh ada gabungan ee dokternya dari Ikatan Dokter Indonesia, terus ada tim rescue-nya dari Basarnas, kinainnya ada dari ee Sardok Indonesia, ada dari Kinain Polri juga ada di dalamnya. Jadi itu dengan spesifikasinya mereka masing-masing jadi satu tim itu dan sudah pernah dikirim ke luar negeri juga. Baiklah pemirsa, laporan khusus bersama Basarnas akan segera kita ee kembali lagi setelah yang satu ini ya. J jangan ke mana-mana. Tetap di laporan khusus bersama Basarnas. Bapak Presiden yang terhormat, kami WNI dan WNA yang disandra teroris sudah menderita fisik juga mental. Mulai sekarang kalian semua jadi orang. Kami bawa kalian masuk hutan dan akan dibebaskan jika permintaan kami dipenuhi. Misi ini adalah misi pembebasan enam orang Sandra oleh kelompok teroris. Operasi ini sedapat mungkin berjalan tanpa menalan korban. Keselamatan Sandra adalah misi utama kita. Mereka yang terpilih bukan orang sembarangan. Mereka adalah Kopasus yang terbaik dari yang terbaik. Tugas ini berisiko. Bertugaslah. Kita batang hidup sendiri di sini timur tanpa satu orang pun membantu saya sudah punya istri [musik] dan kamu sudah punya keponakan lepung an besar lagi. Biar kamu semua bukan satu darah kamu orang harus janji dengan ayah harus saling jaga. [musik] gede resmi bersama ini kita jadi resmi banget [tertawa] ini dua orang ini dari posandu belum kitain ini dari pos kamling belum puskesmas [tertawa] belum nih semua instansi ni tapi yang jelas info pendaftaran untuk jadi pasarnas di sini ya [tertawa] bingung kan pada mau masukinnya apa nanti kan taruh nih di sini tapi yang pasti mereka kalau ngomongin latihan-latihan fisik segala macam. Mereka bertiga ini mau enggak mau latihan fisiknya banyak entar buat ee apa namanya untuk urusan film timur itu. Iya. Termasuk si Maco. Macho. Macho ini ternyata atlet dia. Lu atlet kan? Mantan. Mant. Mantan atlet. Jadi lu punya mantan atlet? Enggak. E enggak gitu sebenarnya gimanaitu lu mau klarifikasi di sini apa di sosial media aja [tertawa] nonton di rumahin. Eh kali sudah berkeluarga semua? Belum. Belum. Gua belum. Oh, lu belum. Jimi belum juga. Oh, baru kamu yang sudah beranak in. Lu atlet apa? Taikondo dulu, Bang. Kayak Michael Jackson ya. Baca Cagi. Bacah sampai sabuk apa? Hitam. Udah, Bang. Hitam tuh pelatih ya, sabem ya? Enggak. Sebenarnya kalau untuk di nasional itu kan cuman kalau gua kan untuk yang fighting-nya, Bang. Jadi, sabuk tuh sebenarnya enggak terlalu cuma normalitas doang sih sebenarnya. Oh oke. Karena kalau untuk hafalan jurus juga gua agak agak lemot ya. Apa sih yang kalau kalau di karate kan kumit? Nah kalau di tekon itu namanya kirugi. Kirugi. Jadi untuk yang berat apa itu jelasin ke gua ya. Elah lu engak tahu di tekur tu ada ada [tertawa] kirugi sama pomse namanya. Jadi kalau yang pomse tu jurus kalau yang kirurgi itu berantem. Pomse pose. Pos [tertawa] posak bisa gua. Gua gak dapat gua enggak dapat lu yang dapat. [tertawa] Kalau mau ngajar eh kalau cuman yang bukan kalau yang fighting gitu, ban enggak terlalu penting ya. K. Gua pernah lihat biru lawan hitam gitu engak ngaruh kan. Iya. Enggak ngarus. Jadi kan lebih ke teknik timing karenang emang cuman buat berantem aja sih Bang. Cari poin. H. Dan paling tinggi prestasi lu kompetisinya level apa? Berarti kalau untuk Asia udah cuman belum pernah dapat Bang SEA Game. Asian game. Sea Game. Maksudnya udah pernah ikutan SEA Games? Udah pernah ikutan Asian Games juga. Ih, mantap kali. Berarti udah jago rezeki ya. Lu cobain aja. Coba gimana cobain kue mending kue kering cobacobain enggak? Lu coba dihajar dulu sama dia. Itu masih ada tekniknya. Masih ada lah ya. Masih dipakai di film juga. Lu tendang lurus habis itu masih bisa berarti. Enggak enggak bisa bang kayak Vanem yang di iklan truk yang dia speed tahu lagi gue [tertawa] tahu ya. Ah gila keren banget. Enggak enggak bisa gua kalau split begitu. Kalau split enggak bisa ya tapi jangan git gitu. Tapi cowok lu split bisa enggak? Bisa gua bang enggak bisa. Kenapa kegan? enggak ganjil cuman [tertawa] ini ti pembahasan ini penting sekali. [tertawa] Kenapa nanya-nanya split? Ya gua penasaran aja cowok yang bisa split gua enggak bisa-bisa soalnya. Lama-lama bisa kalau dilihatin terus masalah. Kaki gua tiga. Lu kayak enggak paham aja sih. Kaki lu tiga. Iya dari ras ini ya, Bang ya. Kayak gini ya. Gua kan kayak tripod. Iya sama. Jangan ngeledek orang timur ini enggak usah rata [tertawa] usah rata-anti bos. Rata orang Timur ini. Bersaing kita kalau tanding berarti bisa menang bang. Iya benar [tertawa] kanan kiri. Dasas lang bisa bisa. Apa bertumbuh pada yang belakang lagi ya? Ini [tertawa] bisa mau jatuh standar tengah. Iya kan? [tertawa] Dan Macho ini ee mengawali karir kalau di dunia perfilman lu sebagai apa? Stanman duluan apa gimana? Stanman fighter. Fighter berarti fighter kalau buat adegan rame fighter gitu. Ada adegan berantem rame-rame itu kan biasanya ada yang sekali pukul mati sekali lempar mati. Nah gitu bang. Eh lu standman film apa pertama kali? Ingat enggak? Kalau pertama kali syuting bat itu kan jadi fighter, Bang. Itu filmnya abang kita juga, Bang Io. Bang Iko yang mana? The Raid The Red 2. itu pertama kali. Kok gua enggak lihat? Iya, Bang. Orang gimana? [tertawa] Kamera aja enggak nangkap, Bang. Anaknya aktif banget. Tapi emang benar dia [tertawa] ketika lu nanya, gua mah ngelihat lu, gue yang ini, Bang. Ini jelasinnya juga gimana ya? 2 jam terus berapa detik doang kan [tertawa] malas juga dikit-dikit tapi itu bukannya itu kan itu kan rame kan maksudnya rame banget kalau kalau jadi stunman gitu maksudnya lu datang tuh sebagai grup atau sebagai sendiri sih sebenarnya di Indonesia juga udah mulai banyak sih tim action jadi kita biasa lewat tim action itu atau enggak karena jarang juga ya open casting untuk stunman open casting untuk dipukul dua kali di pipi mati gitu [tertawa] kan aneh buat buat apa namanya ini juga kategori juga ribet itu gimana ya? Pokoknya awal tuh gabung sama komunitas lah kayak Viranha kayak gitu Viranha itu komunitas e akhirnya gabung terus dapat info untuk yang casting-casting casting-casting beginilah. Heeh. Akhirnya masuk masuk latihan dulu kita kan ternyata pas masuk lumayan kan dapat bila rebar walaupun cuman iya gituah [tertawa] banggalah bangga gerakannya itu dah iya begitu coba nanti cek deh menit ke berapa lece cek gitu ya sampai akhirnya di timur ee ini termasuk peran utama lah ya maksudnya kan peran utama kan lum porsi yang lumayan ya sebagai apa itu France France kita bahas soal si FRP ya ini baru pertama Pertama kali lu dapat peran utama apa sudah berkali-kali? Kalau dengan porsi yang banyak baru ini. Baru ini. Oke, selanjutnya ee Pak Billy boleh coba tolong dijelaskan. Udah. Eh, makasih ya. Boleh cabut? Ya udah deh. Billy. Billy ini mengawali karir sebagai seorang konsultan pajak katanya. Oh, enggak? Enggak ada. Iya. Engakak. Enggak. Enggak. Enggak deh. Apa sih lu? Sinetron. sinetron dia ee k model sih awal sebenarnya gua k model-modol lu bermodol enggak ngangkang doang tah dari [tertawa] model ya emang secara postur sih lu kelihatan kayaknya lu lu lihat baik-baik mukanya di kayaknya dia sering berperan di sineton jadi peran antagonis yang pembully gitu dah apa pernah enggak lu jadi pbully pebully pembully pokoknya dulu gua lebih banyak FTV sih kalau FTV pernah jadi pemeran yang kayak Orang kayak senga gitu-gitu enggak? Iya sering dapatnya kayak dapatnya kayak gitu. Emang mukanya tuh familiar gua. Kenapa maksud lu muka mukanya senga? Mukanya senga senga-senga orang kaya lah. Bener lah. Itu dia konfirmasi sama dia dapatnya peran enggak? Tapi emang lu dapat perannya begitu terus. Iya ke kebanyakan ya kebanyakan kalau di TV itu dapatnya kebanyakan peran antagonis lah. Nah terus dari sinetron itu lu lanjut ke film sekarang. Sebenarnya e kalau step by step-nya eh series dulu film baru sinetron. Series sinetron fil ser sinetron eh series sinetron film seriesnya di mana? Eh ser iya video serigala terakhir. Oh gitu. Oh serigala terakhir. Iya iya i dia jadi serigala yang terakhir. Iya betul. Oh, dia juga main kalau di video itu. Jadi apa gua? Marmut pertama [tertawa] sebelum el. Dia marut pertama senior, Bang. Siapa? Senior. Senior bisa-bisa aja. [tertawa] Izin, Bang. Sampai akhirnya sekarang ngefilm. Tapi sinetron masih lanjut terus. Sinetron masih lanjut tapi nunggu tahun depan. Tahun depan lagi nunggu slot lagi. Pintar dia balik lagi ke sini turun. Harganya udah beda ya. Iyalah karena udah udah film dia. Eh sor jadi orang kaya. [tertawa] Sorry gua kan udah film nih. Berani berapa gitu kan. Yang gua heran sebenarnya dia nih. Lagi nyaman-nyaman nolongin orang kenapa main film? [tertawa] Lu kan Timsar. Kok lu bisa main film sih? [tertawa] Gimana sih Jim ceritanya Jim? Rezeki sih Bang. Ya paham [tertawa] maksud gua masa lagi nolongin nenek-nenek gitu. Bang ada casting tuh lu nenek habis itu ya gimana ceritanya gitu ditawarin ditawarin siapa? Sama casing director lah Bang. Iya maksudnya untuk film ini yang timur ini timur ini film pertama kamu? Ee ini film ketiga sih. Anjay. Masa masa Basarnas filmnya lebih banyak dari El ya? [tertawa] Basarnas. Bar. Iya lagi. Iya lagi. Dua. Iya. Dua. Tiga. Dua. Lu udah belum? Belum. [tertawa] Kan kampret lowong waktunya. Ngajar banget gitu ya. Kan kita berharap enggak ada bencana. Di saat enggak ada bencana ya dia manfaatin waktunya buat di biar kreatif kan Bang. Biar kreatif gitu. Bikin origami aja di rumah. [tertawa] Lukis. Udah banyak yang gitu, Bang. Ada yang pelukis apa lain-lain. Udah, udah banyak yang begitu. [tertawa] Enggak. Tapi pertama kali beneran ini kita penasaran kenapa tiba-tiba el ditawarin? Kenapa el orangnya? Kalau pertama tuh tahun 2010 saya masih sekolah tuh, Bang. H sekolah maksudnya SMA atau sekolah? Oh, masih SMA di Papua. Di Papua, Bang. Di Jakarta. Tapi enggak diterima karena saya tinggalnya Papua. Iya. Oke. Ee ditawarin dulu terus masuk perannya tidak terlalu ee signifikan. Film apa kalau boleh tahu? Ee dulu filmnya Cinta dari Wamena. Judulnya Cinta dari Wamena. Oh, memang mencari anak-anak Wamena berarti kita. Kebetulan karena saya di sana. Terus saya bantu-bantu terus ada satu peran yang cocok dikasihlah dan dapat porsi cukup besar di film itu. Lumayan sih. Lumayan ya pokoknya adalah enggak sekali betan kayak dia kan. Engak enggak bermain detik-detik gitu enggak. Iya enggak benah sombong banget lu [tertawa] 10. Maaf ya kurang ajar kalau kelebetan ke belakang aja itu kebelet [tertawa] kebelet beda. Oke. Oh berarti emang awalnya karirnya film dulu ya baru dia masuk bahasa Arnas. Mungkin orang-orang film selalu ingat nama kamu di film itu berarti. Iya gitu kah? Iya mungkin juga sih Bang. Iya. Enggak usah gini-gini enggak ada bewoknya? Ngapain sih di di film ini ada bewok? [tertawa] Terbawa aja. Terbawa. Terbawa. Oh iya. Gua lihat, gua lihat tampilan lu yang di situ yang pakai brewok ya. Iya. Asli tuh, Bang. Bukan makai. Oh, itu asli. Asli. Oh, dia ada bewoknya, Mal. Asli. Itu enggak kayak lu kan ditanam dari sini. Wah, dari sini tuh. Mana? Dari mana? Dari Pangkal Paha. [tertawa] Aneh banget. Aneh banget. Pangkal paha bebulu tuh aneh. Saya lupa ini YouTube. Padahal bebas aja ya. [tertawa] Tapi juga ngomong apa? Kebanyakan siaran sih. [tertawa] Oke. Jadi kalau ee Jimmy Jimmy Jimmy itu awalnya memang dari film dulu. Ee sebenarnya iya runut-runut ya dulu sih lebih saya penya radio dulu, Oh ada a ceritain orang hidupnya ini semua jalan hidup kita kenapa lu ambil? Hah? Kak, dulu kan aktif radio terus drama-drama radio ada orang film datang minta bantu gitu kan karena punya komunitas sama teman-teman sudah diajakin sudah saya ngajak teman-teman bantu eh ternyata ada satu peran yang cocok sudah dikasih sama sutradaranya lu main ini aja gitu. Ini pas zaman lu masih gimbal. enggak sih? [tertawa] Ngeri ya. Kayak bipolar ya. Pukul itu biar memperdalam acting aja. P iya betul keren. Tapi lu pernah gibal kan? Pernah. Itu sambung sih, Bang. Sesuai tuntutan aja. Nyambung nyambung nyambung. Nyambung. Oh, bukan bukan asli berarti. Bukan, bukan. Itu pakainya pun 4 3 hari aja, Bang. Berat. Gatal [tertawa] lah. Walaupun itu sambungan. Gatal. I gatal sih, Bang. Kalau mau nanti coba aja gimana? Lumayan. Cocok enggak gua? Apaan? Gimana? Kalau gua gimbal kepa lu kekecilan. [tertawa] Beneran orang gimbal enggak cocok loh kepalanya kecil. Aneh entar gua pengin kelihatan seramu gitu loh. Maco ada bang. Macam kayak gini ah. Nama doang Maca sama istri takut. Memuliakan istri. Memuliakan istri. Ceritanya beda-beda. Walaupun mereka kalian ini pertama kali ketemu ya. I wun semua di dari timur itu maksudnya. Lu asli Ambon lahir Ambon? Lahir Jakarta. Oh lahir Jakarta. Kamu asli Ambon? Oh lahir Jakarta juga? Kalau saya sudah pasti lahir Papua. Iya. Kamu lu rumah sakit di mana waktu lahir? Ah gua lupa lagi. Belum tahu kayaknya. Lu rumah sakit mana? Grogol. Gue Jakarta Timur pokoknya rumah sakit gua dulu Jakarta Timur. Gua daerah Grogol lah. Kenapa? Lu mau ngapain? Enggak ini bayar BPJS kok. Lu dari mana sih? Belum [tertawa] ada. Belum adaanya kayak nyari-nyari semua. Gua cuman pengin tahu doang. Oh gitu. Kalau Abang di mana, Bang? Jaksel gua. Gua tuh lahir di MMC. Tanya tinggalnya di mana sekarang? Di mana, Bang? Nanggewer. [tertawa] Serius? Sentul pelitir. Oh, sentuh. [tertawa] Oh, i lahir di Jaksel, tinggal di Nanggewer gitu. Hijrah. Hijrah ya, Mang? Hijrah. Hijrah. Karena kan gua harus menyebarkan dakwah. Betul, betul, betul, betul, betul. Benar. Kelihatan banget imannya. Emang kuat sih. [tertawa] Eh, kalau lu Macho dari awal jadi stag atau pengin jadi aktor laga atau gimana sih sampai mau rela-rela mulai karir dengan komunitas fanpen itu? Ya pengin sih kayak Billy, Bang. Ikut model cuma buka pas-pasan [tertawa] kan. Sebenarnya kece muka lu lewat, Bang. Lewat dah. Oh, dibanding dia R casting. Aduh, bukan grade A ini sana aja udah. Oh, grade kalau lu bukan grade A, dia grade apa? Aduh, gua enggak bisa bilang [tertawa] lu mulai casting dari umur berapa? Berarti gua itu dari umur 20. Masih kuliah waktu itu berarti. Masih kuliah. Masih kuliah gua. Emang lu kampus mana? Atmajaya. Oh, anak Atma. Atma dia. Atmajaya. Oke. Lu kuliah terus lu mulai dunia modeling? Iya, mulai dunia modeling. Gua kuliah. Tapi kuliah gua itu pokoknya kalau orang-orang gua kasih tahu emang gelar lu apa, Bil? Enggak ada yang nyangka gitu loh. Apaan? Kedokteran. Spd. Gua SPD itu apa? Sarjana pendidikan. Harusnya gua jadi guru. Harusnya gua jadi guru harusnya gua jadi guru. Guru bahasa Inggris gua itu harusnya. Aduh gila keren banget. Kenapa lu begitu? Enggak apa-apa angka gua. SPD Atmajaya. Spd ATM Jaya. Kamu sempat kuliah juga? Sempat apa? Sempat. kok pertanyaan sempat sih? enggak enak pertanyaan tuh. Enggak enak kuliah enggak gitu. I itu enak bang. Iya. Di mana? Di UNJ. UNJ. Ah itu SPD banget. UNJ sama nih ilmu keluargaan. Jadi guru olahraga juga. I iya [tertawa] iya iya. Jurusannya guru olahraga gini. Jangan bilang guru juga lu. Hampir sih awalnya. Hampir hampir hampir hampir jurusan bahasa Inggris juga serius tapi di Papua. Tapi akhirnya apa? Hijrah ke sini sekarang ee bisnis Asoy. Tapi enggak kuliah berarti. Kuliah. Hah? Udah kuliah tapi jurusannya bisnis. Bisnis. Oh kuliah jurusannya bisnis. Di kampus ee ada cempaka putih namanya Setiami. Sitiami. Oh kok tahu lu? Enggak gua miskin aja. Oh bisnis dia sekarang dia kalau enggak salah circle 9 naga kalau enggak salah. Waduh, jangan jangan ren. Sama aja, aja. Sebutin dong satu-satu dong. Ayo, dan yang terkaya nomor satu siapa? Pengin tahu nih. Pengin tahu nih. Ini pengetahuan loh. Kasih tahu coba. Naga ke-10 nih. Kayak [tertawa] siapa naga pertama? Siapa? Lim. [tertawa] itu doang dah paling dah naga kedua tan pemagaman udah dari dua kita langsung loncat yang kelima yang kelima siapa? Wong Baim Tiger dong Tiger yang ketujuh udah udah nanggung nanggung tujuh dulu siapa tung hah tung baru dengar gua di tung ada market tung sembilan kesembilan siapa naga keesembilan tang tung tang tang ting tung gitu delannya ting berarti tuh [tertawa] tingang lu pada berani ya tahu dosa kita ya benar [tertawa] dosa. Oke. Eh, sekarang kita pengin ngomongin ini soal kehobian-kehobian masing-masing nih. Mereka semua udah pasti hobi ee benang merahnya satu film. Udah hobi seniperan berarti kan dari kapan tahu kan ya kan sampai-sampai ijazah enggak ada yang kepakai. Cuman gua pengin tahu hobi lu sebagai pria-pria yang terkesan jantan di film Di rumah e lambat banget suka motor atau mobil enggak? Suka ngendarin motor atau mobil enggak? Ada, Bang. Ada. Ada motor. Motor? Motor. Motor apa di rumah? Dulu tuh gua sempat pakai Vespa tapi yang klasik. Vespa kelihatan dari mukanya klasik banget. E terus [tertawa] baru dia begini lagi. Aduh. Top collection. [tertawa] pakai Vespa apaambut gua eksklusif 94. Eksklusif 94. Oke. Terus e ada apa lagi selain Vespa? Vespa sih, Bang. Cukupnya itu soalnya. Oh, itu doang cukupnya. Oh, maksudnya enggak. Tapi maksud gua kan biasanya anak sepatu kalau dia udah beli satu dia akan ketagihan untuk ganti yang lain. Nih sebenarnya nagi, Bang. Dompetnya aja enggak cukup. Harga Vespa lumayan-lumayan sekarang. Lumayan emang sekarang harga apalagi yang klasik-klasik udah banyak yang digoreng-goreng juga harganya udah gorengan gitu. yang lambeta segala macam sih sudah parah sih. PTS tapi dari dulu emang hobinya Vespa enggak pengin motor trail kek, enggak pengin sebelum Vespa gua sempat ngikutin Kow Rider, cafe racer kayak gitu-gitu Oh, Cafe Racer lu main juga sempat juga. Terus kenapa akhirnya beralih ke Vespa aja? Ya udah, udah butek aja kayaknya ngodif-modif gitu, Bang. Oh, dulu sempat dulu sempat ee niat banget berarti. Iya, gua sama teman malah sempat kayak buka bengkel gitu. Oh, lucu banget. Di daerah mana? Tapi bengkel Harley kan? Enggak, Bang. Becak [tertawa] motornya kayak preparasi beca bengkelnya Harley win cycle [tertawa] cycle tapi sekarang vespaan doang suka turouring-turing gitu turouring k sih bang sendiri doang sendiri doang aja oh cuma pengin jauh sebentar dari istri ya kok [tertawa] bisa oke pertanyaan berikutnya seberapa tertekan kamu di rumah [tertawa] ya emang senior-senior ini ya senior-senior istri itu ee orang film juga bukan sih? Bukan Oh iya ketemu jadi industri berarti. Sebentar sebentar DP gua langsung udah stop aja dah. Asy iya kan emang lu nikah udah berapa tahun? Udah mau enam. Oh sama gua kurang lebih enggak lu lebih lah gua tujuh bahlul. Oh berarti paling senior gua di sini. Terserah lu ambil [tertawa] emang ini prestasi anak. SMA berarti Bang. Enggak belum [tertawa] engak tua itu gua SM tapi disuruh tidur di luar masih itu ya masih [tertawa] Billy ini kan sebagai seorang model model itu biasanya harus punya postur tubuh yang bagus wis ya kan dituntutnya seperti itu. Dituntutnya seperti itu. Boleh sekarang gua perintahkan lu perintah apa nih kakanda berdiri yang mana dulu [tertawa] tangga lu. Tangga lu. Apa nih? [tertawa] Gitu kan kan tadi abang kakinya tiga. Coba berdiri nih. Angkat bajumu sebentar ya. [tertawa] Wah kayak bener ini biar enggak keluar-keluar. Keluar-keluar terus ngeditnya susah lagi. Kan gua pengin lihat seberapa sixpack lu. Seberapa sixpack ya? Segitu doang sih. Enggak. Gua lebih fokus ke tatonya. Gambar apa sih ini gambar? Tapi kayaknya pentil lu enggak proporsional deh. Eh e karena itu gua tato. [tertawa] Karena itu gua tato. Biar proposional. Terlalu aneh obrolannya. Gua tuh gua tuh. Coba dong, coba dong, coba dong. W anj. Wei, kalah gua kalau enggak ada tato kalah gua. Lihat lihat nih. Nih pentilnya simetris. Simetris. Oh iya. Pentilnya lebih kecil dari gua tapi. [tertawa] Anjing pentil tuh tah banget. Eh, Mal coba, Mal, lu tunjukin perut lu seberapa sixpack lu. Enggak mau. Ayo coba. Ah, Mal. Ayo, ayo dong. Ini program Jim, Jim. Dia mau dirayu sama lu. Dia mau dirayu sama lu. Enggak bisa ngerayu saya. Ayo coba dulu. Biasanya kalau saya sama dia culik doang. [tertawa] Kalau di film, filmutan [tertawa] diam diam culik culiknya. Ya, ini c lu itu enggak sixpack enggak? Sixpack enggak? Gimana, Bang? Perut lu [tertawa] coba. Coba ada banyak cuk. Kagak, Bang. Engak di teman gue ini lagi gila nge-gym. Jadi semua tamu di sini ditanyain sixpack apa enggak gitu. Cewek aja gua tanya. Tuh kan [tertawa] mau gua bilangin bini dulu. Enggak enggak Bang nih lagi enggak si spek lagi enggak si spek otomotif dah. Udah kayak podcastnya Ada, ya. [tertawa] kan gara-gara dia gara-gara dia ini ventil masih ada di otomatis [tertawa] eh benar bahas gua berarti benar kan tadi benar benar makanya benar gua tadi nanyain soal motor gua nanya pentil apa ya gua penasaran emang gua enggak boleh gua nanya lu kalau mau ngetes lu selaki apa enggak usah dari sixpack dari tunggangan harian lu terus oke tunggangan harian lu selain lu waktu itu naik keledai apaagi Keledai mana ini keledai [tertawa] naik kuda Bima kan lu ya? Wah asik kuda Bima kuda Bima pakai baju [tertawa] mukanya mukanya kam mukanya kam gua Bel [tertawa] ya kan lu enggak ya gua kuda Bima gagah-gagah banget dah kalau gua bisa naikin itu tetap tanpa pelana tuh kayak tapi iya sih benar sih gagah sih gagah si engak jadi tunggangan lu tuh apa sehari-hari lu lebih anak mobil atau anak motor dulu gua lebih ke anak motor. Sekarang mungkin gua sekarang lebih ke anak mobil. Dulu motor lu apa dulu? Motor gua itu cafe racer. Ee build sama dia nih. Enggak kenal tadi sebelumnya ya? Kenapa enggak kenal sama dia. Basicnya apa? Cover racernya eh Scorpio 225. Scorpio 225 basicnya. Tadinya gua dulu mau pakai tadinya gua dulu mau build antara bober atau cafe racer. Kalau bober tuh gua milih dulu mau bahannya kayak Patagonin Eagle karena gua milih dua silinder nih suaranya oke engak? Iya kan Pagon Eagle. Browing b [tertawa] lu yang browsing di sini enggak tahu lu gua dicat kisnya gua udah tahu gua udah paham patel atau apa lagi bely bely bly peg bahannya bahannya bahannya i gua brin iya jadi akhirnya gua buildnya cafe racer karena dari SMA gua kan gua kayak nih cafe racer kayaknya oke nih ya udah gua bikin deh cafe racer apalagi single seat gitu ya single seat single seat Keren keren itu biar enggak dicurigain sama pacar lu juga kan kayak lu boncengin siapa boncengin siapa gitu. Iya. Salah satunya dulu itu juga. Iya kan? Jadi aman dia ngambil safety-nya di situ. Emang ada yang mau boncengan Pak kalau emang begituak [tertawa] enak gimana enggak enak Pak motor kayak begitu boncengan enggak enak kanak enak. Terus akhirnya beralih ke mobil lu jadi apa? Mainin mobil apa aja? Eh recently gua lagi ngambil FD kemarin. Civic FD kemarin. Ngambil Civic. Civic. Civic FD. Cic. Benar. Gua suka banget aja dari dulu tuh dari marah lu marah lu barusan naik dia gak marah dia enggak marah dia enggak marah emang gue suka banget lu lihat grafik itu di audio tiba-tiba gitu emang begitu oh Civic Civic Civic FD B masih banyak yang mainin sih memang si Civic itu saudara gua juga main modif-modif gitu masih iya dan itu kan kayak paling gampang gitu ya buat anak-anak mobil itu paling gampang buat dimodif segala macam looknya sporty dan salah satuya timeless Iya betul. Dulu zaman gua muda tuh yang kayak begitu GR Corolla. Corolla. Iya. Iya. Yang gampang diapa-apai dia. Greko. Betul. Sekarang daripada sipik orang-orang. Enggak pernah main Lancer. Takut, Bang. Mau main Lancer. Kenapa? Emang takut nagih juga gue. Takut ada aja yang gua iniin tuh. Ada aja takutnya gua dari Evo sekian sampai Evo sekian ada dia tadi gua mau ngelihat gallen. Oh ya tadi mau gallen hiu man. Itu H Gen H itu menurut gua keren. Keren itu emang itu pada masanya ganteng banget sih itu mobil tapi bensinnya. Nah memang 15 lah itu ya. Iya 15 rumah. Lum [tertawa] perhatiin doang nih. Enggak ngerti bang sembarangan lu. Emang bener masih suka bikin mapak mobil Damkat [tertawa] bukannya itu malah jadi enggak bisa masuk ke ganggang gitu ya Om? Tunggangan lu selain helikopter Basarnas apaan [tertawa] lagi? Udah paling paling paten dia mah. Udah udah keren dia. Tapi yang dibawa juga kan mobilnya ngeri-ngeri Pak Basanas tuh. Eh lu pernah naik mobil ee taktikal gitu enggak sih? Kita ada rescue carer model bagaimana nih? Ada yang light, ada yang heavy sama ada ada yang jenis ambulans. Yang yang pernah kamu bawa? Yang mana? Semuanya. Semua pernah sih. El bawa atau el bawa? El yang bawanya bawa juga. Yang light tuh yang kayak gimana? light itu buat pergerakan-pergerakan cepat. Jadi kayak yang 4* 4 dapat kabin. Oh, oke. Terus kalau yang heavy-nya truk dengan ee perlengkapan-perlengkapan di dalamnya sama buat pergerakan pasukan. Terus ada ambulans juga sih, tapi itu buat support aja. Kalau kayak helikopter punya enggak sih? Helikopter ada dong. Ada kan Basanas punya. Tapi situ enggak bisa bawa kan? Enggak naik. Belum ada lisensi. Oh. Dan itu si sopirnya helikopternya Basarnas tu orang Basarnas. Sopir pilot. Pilotnya. Pilotnya ada dari angkatan laut sama angkatan udara. Oh gitu. enggak serta-merta semuanya orang Basarnas ya angkatan juga biar ee ya sinergi lah tapi di antara sekian banyak mobil ee tim SAR gitu ya yang paling lu favorit tuh yang mana mobil mana ee yang race double cabin sih. Oh double cabin ya. Iya double cabin yang 4* 4 itu enak sih buat kalau model kayak jeep-nya Omobi itu bukan? Iap. Kelihatan enggak sih? Ketutupan genteng Yang biru. Yang biru enggak? Bukan. Bawah sini. Ada di bawah sini. Tadi tadi ada ini nih. H. Ini nih. Oh, ini. Mirip kayak gitu. Mirip. Tapi warnanya orange ya. Oh, iya warnanya. Kalau pink kan enggak ya. Hos. Kenapa lu suka yang double cabin itu? Ee buat di medan operasi sih karena dia light jadi kita mobilitas ke mana-mana buat cepat gitu lebih amanlah. Sama bisa ini belakangnya bisa kita kasih buat dagang tahu bulat Kak itu kan tinggal taruh ginian aja ya tinggal pakai speaker aja sih bulat iya itu kan bisa ini bukan digoreng dadakan sih kalau di sana digoreng apa tuh digoreng setengah masak [tertawa] belum kelar udah di diburu-bur tapi kamu suka ini kan apa namanya motor gitu otomotif suka kan saya suka dulu main vespa juga oh vespa juga vespa apa ee 87 sih waduh cakep tuh tapi sudaha jual masih banci ya itu ya heeh He. Enggak ada sen kan? Enggak ada. Enggak ada kan? Kenapa dijual ya? Karena pengin jual aja sih. Terus sekarang punya motornya apa di rumah? Ada lebih pakai ke matic sih karena buat scutik ya. Iya Scoopy itu. Oh Scoopy. Kayak ada kuliah iya lucu banget. Makanya dia dia pakainya Scoopy itu lucu banget. Viar lah. [tertawa] Pakai Viar. Jaling sih sebenarnya lagi jaling. [tertawa] Jaling, jaling. Lu main mobil enggak, C? Dulu sempat cuman enggak terlalu lama sih ya. Mobil mahal-mahal banget ininya. Kalau modif-modif apanya? Oh, modif. Pertama kali tuh gua pakainya Soluna. Oh, Soluna. Oke. Sekarang yang buat harian apa? Aduh, mobil keluarga aja deh. Apaan? Apa? Pakai Suzuki. Suzuki apa? XL7. Wah, yang lu suka. Oh, ini yang lu bawa ya? Yang depan. Iya. Ini mobil lu ya? yang hybrid ini. Yang lain yang biasa 200. Yang lain numpang nih. Pada patungan bensin enggak dibayar. Ada tim aman kok bang. [tertawa] Patungan tol. Patungan tol patungan tol io. Oke. Lu lu XL7 sekarang lu harian pakai apa? Ee motor Scoopy. Oh pakai Scoopy. Ee ada satu juga sih saya. Ada apa? W175 coverage. Oke. Apa tuh motor kayak merek oli ber ngomong [tertawa] sengaja Bang? Biar biar langsung sepintas aja. 2175 Kawasaki. Oh, Kawasaki. Modelnya kayak apa tuh? Kayak trail cafe red itu bukan kalau yang rail. E yang trail itu kan yang satu sih kafe bawaan pabriknya. Ah, kayak cafe Rester kan? Iya emang sudah bawan pabriknya itu, Oh iya iya iya. W 175 lu harian pakai mobil Civic. Civic itu lu pakai buat harian. Itu buat harian masih enak sih. Oke. Nice sih. Lu nging ya? Nanya-nanya jangan habis ini laporan ke temannya yang gua takut tuh itu. Eh kalau gua laporan itu juga teman-teman lu [tertawa] laporan. Laporannya ke kita-kita juga ya. Juga. [tertawa] Aduh ya Allah. Tapi gue sebenarnya pengin nanya e soal ee kehidupan di Papua, tapi lu berdua lahir di sini ya? Iya, Bro. Udah gede Jakarta. Kalau di kampung, di Wamena paling banyak mobil atau motor yang berseluran macam apa? 4WD itu kan? Iya. Kalau di sana mobil rata-rata yang 4WD, single kabin double kabin gitu. Heeh. Mereknya apa sih? Fortuner ya? Atau eh Ford Ford Ranger Ranger Fres itu ya? Ya, Land Lover L beberapa. Tapi kalau kayak misalkan Fortuner gitu-gitu di sana emang benar-benar pakainya buat offroad ya? Ya, buat ke pasar beli sayur. Justru bukan buat offroad. Iya. Kalau karena emang medannya dia menyesuaikan medan medannya kan ee kayak begitu kan di sana itu enggak sengaja dibikin offroad loh. Enggak ada yang orang wam niat yuk kita bikin offroad. Enggak ada. Emang medannya kebetulan offroad. Iya paham gue usah marah dong. Gua usah marah. Enggak Jim. Gua mau nanya ini kan sekarang eranya mobil listrik. Di sana banyak enggak mobil listrik? Belum ya? Kayaknya belum ada deh. Belum ada. Setahu saya sih. Oh iya ada pun kayaknya agak ribet juga kalau listriknya sering daerah timur masih sering mati. Iya kadang-kadang. Tapi kalau mobil listrik kayaknya waduh belum deh. Sekarang masih biasa aja. Biasa aja sih. Dan solar. Terakhir ke pulang kapan terakhir pulang? 3 tahun lalu. 3 tahun lalu ke Wamena. Wamena itu kayak gimana sih kotanya? Wamena itu lembah. Dia kotanya ketinggian di atas ketinggian. Jadi kalau sering dibilang Papua pegunungan sekarang jadi provinsi kan. Nah itu Papua pegunungan karena di situ pegunungan. Oh ibu kotanya Bapak Pegunungan itu Wamena. Yes. Jayawijaya. Sleng dulu bikin lagu enggak? Aku enggak butuh uang ribuan yang aku butuh hanya itu buat Wamena. Lembah Balin. Oh lembah Balin gitu. Yes. Eh berarti dingin banget dong tempat lu. Dingin dong. Iya kan? Wah enak banget mam. Berarti di sini kayak kalau digambarin analogi kayak apa ya? Enggak kayak Malang juga Di sini Lembang Lembang tapi agak di atas dikit lah. Lembang Lembang situlah. Iya di atas dikit karena dia kotanya udah ketinggian sih. He he. Dia naik ke atas sudah ketinggian tapi dia di bawah lembah. Oh ya oke. Jadi gunung gunung gunung batu malam. Ee ya enggak masih lebih agak dikit lebih dingin di sana ya. Iya. Maksudnya saya pakai motor tuh waktu pertama ee balik lagi nih ke Amena baru 5 menit aja tuh tangan keram langsung kayak jaring enggak bisa diginiin karena dingin banget di sana dinginnya. Wah enak banget suka banget gua cocok gua cocok dia enggak cocok dia. Ruangan berasnya aja harus pakai shal [tertawa] sendiri lihat. Iya iya iya kalian ambonnya ambon mana? Kota aja. kota. Kalau gua itu Ambonnya di ee Nusa ada Linu dia dari Ambon nyebrang ke Nusautu. Di Nusa Laut itu ada namanya desa Linu. Jadi kalau di Ambon pulau gitu pulau karena kan kepulauan kan ya memang kan. Jadi kalau ee farm Tanah Saleh, farm gua Tanah Sale kan bisa Tanah Saleh. Farm Tanah Saleh itu kampungnya itu di Lin itu semuanya semuanya. Linu jadi dia kayak 3 jam 2 jam 3 jam naik feri dari Ambon dia ke Nusa Laut. Din Nusa Laut ada ada sembilan desa kalau enggak salah. Sembilan desa. Salah satunya namanya desanya Linitu. Nah, itu salah satunya dari situ. Masih suka ke sana? Masih punya keluarga di sana? Ee di sananya enggak, tapi di Ambonnya masih ada beberapa keluarga cuma bukan yang keluarga yang dekat banget. I Oh, iya. I ee kalau apa tadi marga kamu? Hung. Hung dia. Dia kayak duk capil ya. [tertawa] Nanyanya lengkap ya. Kota-kota kecilnya. Pengin tahu di mana markasnya. Hungan tuh sebenarnya Maluku Tenggara. Dia beda pulau lagi nyebrang di pulau ke Oh di pulau Ke dia punya yang buka lagi itu kan marga juga kan ke itu sebenarnya bukan marga K itu daerahnya aja sama daerah aja di pulau Ke itu banyak marga yang lain termasuk oh gitu kan JNke juga marganya bukan K John K marganya bukan K itu dia ngambil nama daerah aja daerah dari K itu kayak Kasela kan berarti dong. Iya iya. Oh, itu eh emang iya tahu. Cari topik obrolan lainnya. [tertawa] Mau enggak? Bisa-bisa sembilan naga lu enteng yang ini lu agak-agak redem bisa gitu. Kita berlanjut ke yang lain. Ngomongin film. Ngomongin film. Ini filmnya e Kakak Iko. Kakak Iko Wise. Dia berperan sebagai apa di sini? Sutradara. Sutradara. Produser juga apa enggak? Produser enggak ya? Sal satu Prod ya kayaknya habis UT eksekutifekutif eksekutif di salah satu explotnya Iko iko why executif producer sutradara juga sutradara sutradara juga alasan doang nih alasan doang nih ini alasan doang ni alasan ee namanya siapa apa sih udah udah udah kalau tayang tidur luar nih kayak gini padahal itu juga bisa ditanya tuh [tertawa] itu juga tuh yang mana yang laki. gua sih enggak tertarik ya setubu ya. Pasti kom trailernya ini film full action dan ee ini pertama kalinya mereka bertiga dipertemukan kayaknya di film ini ya. Tiga-tiganya beradegan laga. Betul. lu enggak lu enggak. Gua enggak. Lu ngapain? Orang kaya tengil. Orang [tertawa] itu tetap tengil, tetap tetap tengil juga komuknya, Pak. Bisa jadi orang baik pasti. Eh, tapi gua mau nanya dulu. Kalau workshop film action itu lu ngapain aja sih, Coach? Coach. Workshop film action. Kok coach? Coach dong. Dia coach dia. Dia coach. Iya kan dari India. Eh, ini udah empat. Goce go cek ituar ya. Lucu nih orang. Iya [tertawa] lucu lucu lucu. Enggak. Jadi kalau workshop film action itu yang sudah pasti kita hafalin koreografinya. Terus sama cari chemistry sama lawan mainnya. Sudah pasti. Karena sebenarnya di Koreo film itu walaupun pemain yang sudah punya basic bela diri sebenarnya coro untuk action di movie itu beda. Beda banget. Karena ada teknik enggak kena dipukul tapi kayak kena. Nah, terus sama kebutuhan frame juga kan. Oh, iya benar. Kamera itu harus benar angelnya harus ada. Eh, Cobain dong lu lawan dia. Pukulin dia. Coba dia masuk. Contohnya nih. Contohnya begini nih. Enggelnya dari kamera sini. Kamera sini i kan. Nah, kita harus di depan muka sini tinggal tambah namanya reaksi. Jadi kalau di koreografi ada aksi ada reaksi. He. Jadi pas gini dia reaksi gerak pasti dari kamera saya kelihatannya kena. Oh, gitu. Iya. Angle. Angle. Jadi benar-benar harus merhatiin si angle kamera dari mana juga dong. Makanya kita kalau udah gitu kan dari tim action juga bikin video board. Untuk lebih gampang di pas syutingnya Iya. I bantuin angle gerakannya kayak gimana nyamannya. Boleh enggak tiga gerakan aja praktikin ke dia angl-nya dari situ? Bisa aja. Kalian berdua emang ada adegan berantem latihan enggak berdua di film ini? Ada adegan berantem enggak? Kalian berdua? Sayanya enggak ketemu sih. Enggak. Enggak ketemu. Enggak ketemu. Heh. Oh. Makanya kita temuin di sini biar berantem. [tertawa] Tujuan podcastnya begini. Imper gua, gua pengin, gua pengin lihat deh. Gua pengin lihat gua gua coba dari kamera sini. Gua ceritanya dari sini. Gua pengin tahu. Gua pengin lihat tiga gerakan. Iya, tiga gerakan. Mandiri ya? Iya, benar. Misalkan kamera dari sana. Kamera sini ada kamera di sini juga. Ini pokoknya pokoknya kamera dari sini ya. Anggapnya yang di sini aja ya. Ya, misalnya angle dari sana, pukul kanan tangkis. Nah, kalau ini kelihatannya kena nih. iya benar. Full speed dong. Full speed dong. Full speed dong. Full speed. Full speed. Satu dua bom. Oh, gitu. Eh, lu jangan sampai keluar ludah gitu dong. Enggak usah, enggak usah [tertawa] usah. Oke, oke, oke, oke, oke. Mau keluar lu itu, Bang. Oh, gitu. Keren. Eh, bentar. Gue jadi penasaran kenapa dia enggak ada berantem nih. Lu berperan sebagai apa? Gua berperan sebagai mateis. Mateis itu peneliti yang disandra oleh para komputer yang diculik. Bukannya perempuan yang diculik? Ada perempuannya juga ada. Perempuan tuh ada satu, dua. Banyak. Dua orang yang perempuan. Dua orang lu ikut diselametin. Ikut selametin. Gua [tertawa] personal nih kayaknya dia nih [tertawa] aja maksud gua yang perempuan aja. Anak tolol emang personal loh dia. Lu protes gim. [tertawa] Sekarang gua tanya sama lu. Kalau lu jadi tim penyelamat ada tiga orang ini culik nih. Cewek cewek dua cowok satu. Lu mau selamatin duluan yang mana? Cewek sih. [tertawa] Ada cowok mandiriin apa om gituah. Sekarang gini, ceritain dulu deh jalan ceritanya tuh seperti apa, premisnya tuh gimana, filmnya siapa mau cerita? Kalau enggak gue ceritain nih. Jadi dia ceritanya tuh ee sebenarnya lebih fokus ke persahabatan antara tiga orang ini. Ee sila yang diperankan sama Jimmy, he ee Timur yang diperankan sama Bangiko sendiri sama eh Apolo yang diperankan sama si Ava. Itu jadi ee ini terinspirasi dari ya kisah-kisah heroik yang ada gitu loh. Which is di sini sebenarnya fiktif ya. Fiktif ya. Jadi memang ee ada inspirasi dari kisah ini, kisah ini, kisah ini kita gabungkan karena kita mau package ee highlight tiga persahabatannya ini. Persahabatan antara tiga orang ini. Di mana yang dua orang ee tiga orang di dua orang ini mereka ee bertubuh besar sebagai abdi negara dan satunya itu di oposisinya, di bersenjatanya itu di komplotan bersenjata. Dan waktu misi ini mereka ketemu bertiga. Nah, konfliknya itu mulai dari situ sebenarnya. H. Jadi konfliknya bukan cuman sekedar antar penculik dan yang mau nolongin. Tapi ada konflik batin. Karena dia harus melawan sahabatnya sendiri. Teman kecil. Ini film. Kalau enggak salah gua sempat ngelihat pada saat syutingnya itu ada Raffi Ahmad juga ya? I eh waktu syuting kalau enggak salah ada ada sempat ada Raffi emang ada Raffi Ahmad. Ada aa sih waktu itu ada. Ada ya? Ada, ada, ada istri itu. Oh, iya iya iya barang iusernya gigi Kak Giginya kan juga. Oh, Sapinanya sebagai giginya. Iya. Gua gua pas ngelihat film ini Oh, ini yang itu deh yang waktu itu datang ya. Kenapa ya? [tertawa] Keselek. Keselek katanya kameranya ditinggal kameraman kita keselek tiba-tiba. Tapi yang pasti kalau enggak salah ini syutingnya aja 3 bulan. Betul. 3 bulan ya? Iya kurang lebih. Kurang lebih 3 bulan. Karena kalian katanya enggak mau apa namanya menghindari yang namanya visual effecti apa itu. Jadi beneran di hutan lu pada hutan. Di daerah mana hutannya? Jawa Barat. Oh gua pikir hutan-hutan timur sono. Enggak terutan Jawa Barat. Alhamdulillah Jawa Barat masih punya hutan ya. [tertawa] Cara ngokong tinggal dikit. bisa dipakai loh. Eh, tapi waktu syuting timur ini lu sempat ada yang ngalamin cedera enggak? Ah, lu mah enggak main actionnya. Gua enggak action-nya. Lu enggak actionnya digituin enggak? [tertawa] Cedera juga dia. Jimmy sama Macho ada enggak? Enggak ada sih. Karena memang kalau walaupun saya baru pertama kali tapi lihat persiapan dari film action i mereka prefer betul dari jauh-jauh hari. Jadi buat safety-nya tuh memang diperhatikan. Apalagi Bang Iko dengan eh standarnya sama tim UI team itu dia bawa dari luar safety diperhatikan betul ya. Safety is safety. Tidak bisa diganggu gug bisa tawar-menawar. Ini ada katanya yang berperan jadi Kopasus latihannya sama Kopasus. kalian berperan jadi Kopasus. Oh jadi Kopasus. ini musuh saya. Oh dia yang di yang pemberontak. Dia yang dia yang nangkapin inius. Oh lu yang nyulik dia. Lu yang mau bantuin dia nyelamatin gua. Udah. Heh, jangan spoiler. Emang begitu di trailernya ada bah. Iya, tapi udah biar nanti nonton. kan udah tayang bang. Udah tayang. Iya, biar nonton. Di trailernya ada ini bawa spoiler. Ya udah. Kamu [tertawa] siap berapa lama? 1 minggu, Bang. 1 minggu doang ya. Namanya kan bootcamp. Kalau lama situ berarti saya pindah tugas dong, Bang. [tertawa] Masuk akal. Masuk akal. Pindah tugas. Masuk akal. Enggak kan gua kan bukan Oh iya benar lu kan itu dia pemberontak. Pemberontak. Pemberontak tadiak yang kopas itu berarti kamu sama Iko. Eh tapi susahnya film action tuh apa sih? Ah lu enggak main action. Dua kali. [tertawa] Dua kali. Dua kali kaca el mah gak main action. [tertawa] Apa Bil? Susahnya main film action apa? Anya film action tuh apa ya? Ee berkoordinasi dengan semuanya sih dari ee dengan partner main dengan kamera sama itu sih berkoordinasi semuanya jadi jadi apa ya? Satu Korea bagus, satu dance yang bagus gitu kelihatannya. Jadi sinerginya semuanya cakep gitu loh. Karena satu vlog harus diulang dari awal tuh ada semua. Betul betul betul. Dan jadi emang emang chemistry banget ya di situ ya. Iya, benar. Benar, benar. Fisiknya juga harus muh, harus banget. Harus selesai-selesai pas playback. Oke, riset riset. Kita siap-siap lagi. Iya. Ulang berkali-kali. Capek juga tuh Berkali-kali bang. Belum pelajarin Kore pelajarin ini dance. Iya, benar. Benar. Capek kan itu capek. Capek banget. Jadi kalau udah Korea tuh emang kita sebenarnya bukan kayak kita saling pukul begitu. Cuman kita harus turunin ego nih, Bang. Harus sama-sama ngasih. Harus sama-sama. Iya. Kalau misalkan timing kita, timing lawan kita telat dikit, kita harus cepetin di selanjutnya atau apa gitu-gitu. Kalau tim yang engak ada itu K bakal capek banget, Bang. capek banget. Oh, iya sih benar. Apalagi ada yang mau menang sendiri gitu ya, yang mau ego. Iya. Ada enggak pada saat kejadian itu lu kesal banget sama lawan main lu kayak ah salah mulu nih. Gitu. Berani lu? [tertawa] Kalau di film ini gua Amang. Abang kan. Iya. Halo film ini Bang Iko amatin [tertawa] berani enggak kalau sama Bang Iko mah udah aman banget aman banget tapi keren karena hampir enggak pernah ketemu Bang Iko buat latihan tiba di lokasi tetek tak tetek langsung gas iya karena kan waktu kita beliau ini coach oh ada adegan dia fight sama ik ih itu dia nonton nonton ya nonton ya eh kan sudah tayang ya iya nonton lagi kalau belum kalau belum puas tayang [tertawa] kan sudah tayang oke nanti Ak karena kalau kita ngomongin fighting scene-nya Iko kan terakhir film-film dia yang terdahulu kan yang dapur itulah. iya kan itu epik banget udah apagi asli asli keren keren. Oke sekarang waktunya kita untuk masuk ke three inin one three inone ini. Jadi teman-teman di sini eh cas dari film timur ini harus mengurutkan dari mana yang paling prioritas sampai prioritas. Iya. Oke, untuk Billy dulu film boxing modeling. film boxing modeling mana yang nomor satu? Film. Film. Nomor dua? Model boxing. Boxing. Ah, salah gua. Nomor tiga modeling. Lu kan berawal dari model. Lu lupa kulit lu. Eh, enggak gitu. Hah? gitu. Dia sekarang lagi fokusnya ke mana? Itu kan jadi prioritas utama dia. Wohinya model dulu tadi. Enggak enggak enggak gua gua bisa jelasin kenapa film. Tenang, [tertawa] tenang sem tenang, tenang tenang tenang tenang tenang tenang. Karena menurut gua eh di art of eh martial arts dan film itu mereka adalah itu adalah dua hal yang berkesinambungan gitu loh. Apalagi eh buat the action movie gitu ya. ya walaupun ee bela dirinya misalkan yang dibutuhkan itu pencak silat atau karate atau tekondo, tapi di saat lu sudah menguasai ee martial art itu lu akan terbiasa dengan body mekanismenya di saat lu disuruh untuk e fighting dan segala macam. Basicnya udah punya basicnya sudah punya. Betul. Tapi lu suka boxing dari kapan sih? Baru-baru ini atau dari kecil? Ee gua itu mulai boxing umur 27. Boxing di sasana beneran gitu. Boxing beneran. Boxing beneran. Bukan thaie boxing, tapi just boxing. Eh, dulu pertama mulai Thaie. Oh, pertama W Thaie. Tapi karena gua ada ACL di dengkul. Ee, jadi gua juga ada ACL. Cedera ACL maksudnya. Cedera ACL. Nah, gitu ngomongnya. Makasih ya, Bang ya. Iya, [tertawa] makasih ya, Bang ya. Karena gua ada cedera ACL. Jadinya boxing aja. Iya, jadinya boxing gitu. Terus ee dulu sempat mau turun ah jadi amatir kali ya. Pengin nyoba ya. pengin nyoba ya jadi amatir. Cuma ee gua ngelihat ada satu teman gua yang kayak lagi ngobrol kayak gini ee ee pebxing petinju. He. Ee setiap ngobrol kayak gini ee pokoknya dia topik yang sama diulanglah 15 menit sekali ininya. Ya udah ya udah kebanyakan. Iya. Terus gua jadi kayak oh berarti itu dedikasinya benar-benar enggak main-main gitu loh. Maksud gua kalau lu mau jadi petinju fighter dedikasi itu enggak main-main ya. Benar di situ aja. Dan kalau gua kan masih, gua kan masih harus baca script ya kan, harus masih memahami adeg segala macam. Jadi gua kayak enggak deh gitu ya. You know what? Ini hobi aja deh gitu. Oke kita beralih ke Jimmy film relawan kemanusiaan atau SAR SARNAS atau tim SAR? mana yang utama ya? [tertawa] Relawan kemanusiaan yang yang dua tuh duit. yang tuh kayak ilahiah gitu sih enggak nomor satu. Silakan lebih ke ini sih terkadang kan kita kerja tanpa memikirkan iming-iming. Iya betul. Contohnya nih ya bukan curhat sih gaji ee tim rescue di Indonesia paling kecil ya. Kalau luar negeri kan gede kan. Itu kalau berbicara tentang duit tapi kan di situ ada panggilan jiwa Bang. I. Jadi yangom jelas saya pilih yang relawan kemanusiaan. Pertama relawan satu relawan kemanusiaan. [tepuk tangan] Ini tetap konsisten kan depan kamera sama di belakang kamera kan? Enggak dong [tertawa] enggak dong. [tertawa] Enggak salah maksudnya enggak salah. Satu relawan kemanusiaan. Dua, Dua Basar Arnas. Tiga, berkat baru main film. Kalau ada itu itu adalah akumulasi dari kerjaan yang satu, kedua dapatnya tiga, Pak. Iya, betul. Oh, iya i ya. Benar benar mantap. Luar biasa sekali. [tepuk tangan] Sesuai dengan timeline hidup dia. Iya. Luar biasa. Maco, Maco. Keluarga, Vespa dan karir. Oh, ini berhubungan semua ini sebenarnya. Benang merah semua. Iya. Sini. Nomor satu Vespa. Nomor satu Vespa. Nomor dua karir. Nomor tiga keluarga. tidur lu difitnah mulu gua nih. Difnah difitnah pertama siapa berarti enggak kalau yang pertama pasti keluarga pertama keluarga dulu kalau lu keluarga tapi enggak punya Vespa dan enggak punya karir yang penting kan harus bahagia sama keluarga. karena kan doa keluarga itu kan paling manjur doa orang tua, doa istri doa anak. Oh makanya lu pengin memperbanyak keluarga ya. [tertawa] Gila masuk aja biar banyak doanya. Emang keluarga kan harus banyak baru ketemu jadi keluarga. Ah bisa aja lu. Lu abang jadi keluarga juga kan. Elah [tertawa] bisa aja lu. Kalau dapat izin dari keluarga kan ya bisa ada karir, ada Vespa. Iya jadi Vespa terakhir. Vespa terakhir. Vespa terakhir. Warga karir Vespa. Vespa. Oke, buat teman-teman bertiga, self defense yang paling efektif boxing, silat atau MME? Urutin dari lu. Sebenarnya kalau MMA itu kan mixed martial arts ya sebenarnya. Jadi ada boxing, ada silat, ada muai tai di situ. Ee jadi sebenarnya itu semuanya jojitsu ya kan. Jadi kalau mungkin kalau gua mau yang paling efektif tuh kalau di yang ada di list antara boksing silat MMA ya. Pertama MMA karena dia gabungan dari semuanya ya. Ee kedua boxing baru sampai sesila. sesuai urutan MMA silat boxing. MMA silat boxing. Oke. Ee siapa nama kamu? Oh iya maco. Katanya udah keluarga. El yang ngut keluarga. [tertawa] Gua mah nyari keluarga perempuan gua Aku mau blak-blakan. Self defense berarti kalau di jalanan gitu ya. sebenarnya sih pestol kan ya paling aman ya. Langkah 1000 sih Bang. Langkah 1000 mah lari. Iya 1000 benar paling aman. Kita tuh enggak boleh cari cari musuh tuh enggak boleh masalah enggak boleh harus cari keluarga. Jadi kalau bisa jangan dihindarin. H karena kan jadi yang mana jawabannya? Lama banget enggak bisa menyedutkan salah satu ya itu Bang kabur aja mending kabur aja kalau kayaknya nomor satu nyebut nama jenderal deh [tertawa] PT aku ponakannya anu [tertawa] ordal kan Bangordal kanal. Oke kita lanjut berikutnya. Berarti ini waktunya kita untuk ee ngajakin juga teman-teman semuanya Mcaster untuk nonton film timur. Kenapa harus nonton film timur terus ee tayangnya di mana aja gitu? Silakan. I dari Bang Billy. Bang Billy silakan. Oke, jangan lupa nonton film timur. Film timur sudah tayang ditonton karena ini keren banget. Film action Indonesia yang dibuat lagi. Bukan dibuat lagi ya kayak apa ya film action Indonesia yang sudah tidak lama ada dan sekarang ada lagi dan ini keren banget karena harus nonton. Yes. Dan dibuat oleh Iwise film ini menceritakan tentang tiga orang saudara. Kita punya tline kita tidak saudara tapi kita saudara. Yes. Kita tidak saudara, tapi kita saudara. Ya, pokoknya buat teman-teman yang sudah nonton, ajak terus kakek, nenek, bapak, Ibu, Saudara semuanya diajak lagi buat nonton. Karena ini bukan tentang berantem doang, tapi yang ceritanya kuat. Jadi harus nonton. Terakhir rate-nya ini berapa? 13 plus K atau 17 plus K? 17 17 17 plus 17 plus. Oke. Anak lu enggak bisa nonton. Jangan. Enggak bisa. Anak gua enggak bisa. Masa ngelihatin berantem-berantem kayak begini. Makanya gua sebutin tadi dari tua kan, kakek nenek. Kalau gua sebutin dari adik-adik enggak boleh. Kakek kalau jantungan udah pakai infus gimana? Kalau dia masih suka berantem kenapa? Ngapain dia masih berantem? [tertawa] Harus tahu kepada Allah. Aliran barangnya lebih lancar masih Heran. Film timur jangan lupa ditonton. Terima kasih.
