Berasa kolab iPhone & Xiaomi... Tapi harga 2 jutaan aja 🤨 (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan kita kedatangan HP seru, Airtel A300 Plus. Dari jauh keliatan kayak iPhone 18 Pro nggak? Soalnya ada burgundi-burgundinya. Dan, dan, kalau kita liat lebih deket, bakal nampak ya kalau HP ini punya layar tambahan di belakangnya. Wow... Ini udah ala-ala Xiaomi Pro Max yang harganya 20 juta itu lho. Airtel ini berapaan bang? 2 jutaan aja, sodara-sodara. Udah dapet RAM 6GB, dan internal 128GB pula. What? Indis ekonomi, harga 2 juta, RAM 6GB, storage 128GB, itu kombinasi yang rare item ya. Apalagi, selama masa launching, saya dapet info dari orang Airtel, dari tanggal 10 sampe 16 Oktober, dia ada diskon ekstra. Jadi 2 juta kecil doang. Udah ngawur itu. Samsung A08 yang baru, yang RAMnya 4GB, internal 64GB, itu 3 juta lho. Harga Airtel kok bisa sejual rugi itu ya, dengan fitur dan spek yang dia kasih. Ada apanya nih? Ada sesuatu nggak? Mari kita cobain HPnya. Dari desain kotaknya dulu, disini langsung nampol warna burgundi yang bakal ngetrend sampe mungkin setengah tahun ke depan, atau 1 tahun ke depan, karena itu adalah warna yang baru juga di iPhone, dan emang lumayan mencolok, karena kerasa fresh. Jadi Airtel tiba-tiba udah ada juga nih. Di pojok kiri atas, dia udah ada stiker NFC, mantap! Ada logo Airtel dan A300 Plus nama HPnya. Jadi kalau saya lihat ke belakang, seri A100, A200, A300 itu seri yang meniru iPhone ya, karena seri A200, dia warnanya sangat mirip kayak iPhone 17. Yang ada warna oren-orennya itu. Sekarang A300 meniru iPhone 18. Jadi Airtel konsisten ya, konsisten meniru ya. Mereka ada seri yang meniru iPhone, dan ada seri yang meniru Samsung. Ya saya nggak terlalu ngefans lah sama cara kayak gitu, karena rasanya nggak ada identitasnya peniru sih jadinya. Ada identitas sih, tapi kan nggak gitu ya. Rasanya jadi brand yang agak main-main aja gitu. Tapi kalau emang bisa bikin harganya lebih murah karena nggak usah banyak mikir, ya tergantung perspektif lah ya. Di sini ada gambar HPnya yang besar, terus ada fitur utamanya, yaitu second screen, ada layar kedua di modul kameranya sini, terus di sini kayak ada tekstur-tekstur ala-ala AMPLUS gitu. Jadi dia sedikit kasar dibanding yang lain, kalau di sini kan dia mulus, kalau di sini langsung ada gesekan-gesekan yang nggak terlalu tajam sih, bukan kayak AMPLUS tapi tetap dia beda. Dan warnanya juga ungu, jadi menyesuaikan sama warnanya kali ya. Di kiri ada stiker Military Grade STD810H, RAM-nya 18GB, makin-makin aja, hardware-nya cuma 6GB. Sebenarnya RAM 6GB buat hardware-nya itu udah gede di kelas HP ini, tapi nge-tell kayak harus lebih gede lagi, harus sebesar mungkin angkanya, jadi tulis aja 18GB, padahal 12GB tambahannya itu cuma software aja yang tidak ada artinya sih, nggak ngaruh. Yang ngaruh cuma 6GB. Yang sekali lagi, itu udah termasuk gede di kelasnya. Banyakan masih 4GB, 6GB itu udah 4 juta mainnya. Memory internal juga termasuk gede, 128GB, saya belum tau ini UFS atau IMMC, harusnya IMMC ya wajarnya, kalau UFS ini udah keterlaluan sih, harusnya IMMC, nanti kita cek. Di sini ada 2 layar, 6.78 inci dan 2.01 inci. Ini harus ada 0.1 banget ya. Baterainya gede, 7000 mAh, dan rating tahan airnya IP65, alias bisa disirem-sirem air, bisa tahan hujan juga. Di sisi kirinya, bisa kebaca, ada tulisan Itaela 300, lumayan gede. Di sisi kanan ada info soal bonus anti-drop shield case. Di bawahnya ada Itaela. Dan di belakang ada panjang banget, di sini ada spek detailnya kayak gimana, ini tulisan kecil dan tulisan gede soal fitur utamanya. Ada layar belakang, baterai 7000 marathon, terus ada military grade, ada volume 300% dual speaker, stereo speaker, Redmi aja, Note 17 yang harganya 4 juta, 5 juta, belum ada dual speaker. Ini udah. Prosesornya Helio G81 ya, ini prosesor yang lumayan cupu sih, lebih cupu dari 685, nanti kita tes seberapa banyak fps yang dikasih, ada infrared juga. Jadi dari fitur, ini udah lumayan ya, ada NFC, ada dual speaker, ada infrared. Lagi-lagi, Itaela. Ya sisanya ini spek-spek yang lain, dia kamera depan 8MP, kamera belakang 13MP, dan layarnya HD+, 720p. Dia pake Android Go. Sekarang kita buka saja, aksesoris apa yang diberikan untuk HP yang lumayan entry gini? Pertama, kita disambut oleh si HP-nya. Ini ada plastik-plastik yang standar saja, tidak fancy, terus di dalamnya kita dapetin casing yang tadi ketulis di kotaknya. Beuh! Kayak casing mahal cuy, ada... tekstur-tekstur karbonnya gitu, tapi ini sekedar cetakan aja. Ini bukan dibuat dari karbon asli, dia plastik semua, eh bukan plastik, eh ini plastik karet. Dari karet semua, yang ada pola zigzag-nya, jadi kayak karbon atau kayak karpet gitu ya, anyaman gitu. Di dalamnya keren sih, kalau liat kayak gini doang, berasa casing iPhone yang resmi yang harganya sejutaan lebih itu lho. Casing iPhone yang halus, dari bulu-bulu dru gitu. Di dalamnya lagi ada license by Qualcomm, ini sama seperti HP-HP Transsion yang lain, walaupun prosesornya Mediatek, tapi tetap ada license by Qualcomm, karena ada teknologi Qualcomm-nya. Terus ada kabel USB-A to USB-C, dan ada charger yang sangat sederhana sekali ya, kalau dari bentukannya ini kayak charger CCTV saya di rumah, colokan-colokan buat aksesoris IOT yang lain. Ini kalau dari dayanya sendiri, dia sampai 18 Watt saja. Agak enteng sih, saya jadi agak curiga apakah kualitas kabelnya sama kayak... saudaranya yang... Iya sih, keras sih. Saran saya ganti kepala chargernya aja deh. Atau kabelnya juga ya, kabelnya oke nggak ya? Iya nih, agak... agak keras kabelnya, entah kenapa Transsion... Hmm... Hmm... Masih nggak... Transient kalau ngasih aksesoris masih belum... Oke-oke banget sih, ini agak keset dan seret... dan keras. Mungkin nggak semua Transsion, mungkin yang levelnya agak tinggi, dia kabelnya udah bagus, nanti di tes aja kalau misalnya anda udah punya. Tapi seinget saya, akhir-akhirnya POVA 8, POVA 8 Pro dan iTel ini kabelnya seret semua. Dan terakhir ada SIM Ejector yang bentuknya... Blur. Kotak, seperti ini. Let's go kita cobain HP-nya. Di sini dia dibungkus dan ada tempelan stiker yang bentuknya, warnanya solid ya, tidak nembus atau tidak dimodif kayak gimana, cetak simpel aja, tapi langsung jelas fiturnya ada Dynamic Island, 100% fast charge ya, 18 Watt itu nggak fast-fast banget, tapi menurut mereka itu udah fast. Di bawahnya ini fitur yang tadi ditulis di kotaknya, kalau dilihat begini, bezelnya kayak tipis banget ya, kayak simetris terus kayak ada curve-nya gitu, padahal ini sudah bisa dibuktikan kalau... dia tidak curve, oh nggak, ini ya efek wallpapernya aja sih, kayak ada beginiannya, berasa melengkung ke bawah gitu. Padahal ini dari depan lihat udah jelas ini flat. Dan bezelnya harusnya nggak setipis ini sih buat HP level kayak gini, nanti kita hidupin, kita lihat samping-sampingnya dulu, disini ada volume, power, terus ada dual speaker, jadi ada lubangnya disini, di kiri ada SIM tray. Wow! Ini bisa triple slot, bisa micro SD, dan 2 kartu nano SIM. Di bawah masih ada headphone jack, ada mikrofon, port type C, dan speaker lagi. Tadi kan ada tulisan infrared blaster ya, harusnya dia ada di bagian belakang sini sih. Oh iya ada, ada tulisannya. Sini nih, ada tulisan sensor infrared. Sensor infrared, jadi kameranya seolah-olah ada 2, padahal 1 kamera 13MP, satunya ini infrared blaster. Dan kelihatan ya, kalau layar 2.1 inch-nya bentuknya segini ya, jadi ada garisnya, ini hitam-hitam modul layar aja framenya, sama ini ada si layar kedua. Sama sini ada 1 jendela tambahan lagi, ini ingetin saya sama HP-HP Transsion yang lain, kayak dari Infinix, kayak dari Tecno, mereka desainnya sama, ada tulisan di bawah sini, dan bentuknya emang melebar. Jadi memang namanya satu keluarga, pasti ada ciri khasnya yang sama ya. Kita lepas dulu stikernya, terus kita lihat desain yang buat saya di mata ini emang cakep sih, pantulan gradasi warnanya kalau kena cahaya yang bener, rasanya lumayan berkelas, ada gelap keterangannya, terus di sini modul kameranya ada kaca-kacanya gitu. Rasanya lebih mahal dari kelasnya yang sebenarnya itu bawah banget buat zaman sekarang. Ini mungkin kalau dibilang mid-range juga orang masih percaya, kalau lihat belakangnya kayak gini, atau kalau bener-bener nggak ngerti, lihat burgundy dan kamera segede gini mungkin wih mahal ya, tapi pas ngelihat logo ITEL, oh ya oke oke siap, udah no comment ya. Sama ada efek garis-garis di bodinya ini, lumayan nyat sih mereka detailnya ada banyak. Kalau dari bobotnya sendiri dia lumayan enteng sih, buat baterai 7000 mAh, Ada dong, ini saya lagi hidupin HPnya sambil nunggu, sambil kita timbang, tapi ternyata... kita langsung disambut oleh ITEL! Layar belakang langsung... welcome duluan, bukan depan lagi. Kita coba timbang dulu. 224 gram? Kok berat banget ya? Padahal di tangan saya pegangnya loh... rasanya kayak nggak berat-berat banget, tapi secara angka ternyata lumayan berat. Jadi ini ITEL dan... Wih! Ternyata dia masih loading. Dari tadi sih udah lumayan lama sih loadingnya. Ini powered by Android Go Edition, jadi tipe Android yang ringan, yang biasa dipakai di HP super murah, supaya softwarenya tidak membebani hardware. Cuma yang uniknya, walaupun... niatnya tidak membebani hardware HP, tapi mereka... bikin 2 layar, jadi sistemnya nambah dong. Harusnya nambah berat aja. Atau karena ada 2 layar, jadi nggak bisa pakai Android biasa, jadinya pakai Go aja, jadi... ada yang dientengin, ada yang ngeberatin. Jadinya impas. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari ITEL A300 Plus, yang bikin kita ingat lagi kalau dia adalah sebuah HP entry level banget. Karena... bezelnya tebal sekali dari kiri, atas, kanan, dan bawahnya itu tidak sama dengan... Oh! Ternyata dia tidak ada bezelnya, dia tidak membohongi kita, saudara-saudara. Tapi dia nempelnya sangat rapi, jadi... berasa simetris dan kelihatan kalau... Beuh! Rasanya ya... Waaah! Wuh! Gila! Ya, langsung jadi HP premium, oke kita tutup aja video ini. Kalau kita buka... Tadaa! Wuala! Next apa ini? Move icon, move icon, oke. Sekali lagi, sekali lagi. Before, dan... Set! Alternya seperti ini. Ya, seperti itulah. Kita tentu aja tidak kecewa karena yang namanya HP entry level banget. Tapi jadi lucu aja karena di awal, wih! Keren ya! Ternyata, iya, ini adalah HP yang entry level. Oke lanjut di sini, dia resolusinya 720p HD, dia pakai IPS. Kalau dari viewing angle juga tidak bagus-bagus banget, kalau dimiringin gini dia udah langsung berubah warnanya. Dan agak menggelap sedikit. Dan yang saya agak terkejut, nggak nyangka kalau HP zaman sekarang masih bisa kayak gitu, HP ini tidak punya sensor cahaya. Jadi auto brightnessnya itu harus kita set manual ya, kalau kita dari sini, kondisi ruangan yang lampunya hidup, mau masuk kamar yang gelap, HPnya harus kita redupin dulu. Kalau keluar dari kamar ya ng gelap, ke tempat yang terang, kita harus naikin lagi. Jadi harus nyari-nyari juga, karena HPnya pasti gelap banget kan? Jadi... nggak nyangka aja kalau bagian itu yang dipotong, padahal HP entry level biasanya tetap punya sensor cahaya, yang pastinya selalu main kalau kita lagi pakai HP. Tapi di sini kita harus set manual. Orang tua sih nggak masalah ya, mereka pokoknya mentokin aja. Nah masalahnya, kita mau mentokin brightness HP ini pun, dar dia masih lumayan seimbang sama cahaya di dalam ruangan, jadi brightnessnya nggak terang-terang banget. Dan saya udah bawa keluar juga, ada matahari, udah tuh, udah mata harus agak disipitin banget itu. Buat lihat isi layarnya, harus fokus. Kalau misalnya mau lebih jelas, bawa ke bayangan, tapi itu pun tetap nggak sejelas itu. Ya mungkin itu biaya dari Airtel, karena ada layar di belakang ini ya, ini apa ya pengorbanannya ya? Ya udah kita ambil layar depan, nyawanya diambil dikit, kasih ke belakang. Towernya agak kebagi sih. Nanti kita tes yang belakang ini, masih soal layarnya, di sini kita turunin dikit aja, biar seimbang sama cahaya di studio. Dia sebenarnya punya refresh rate yang tinggi sih, di 120Hz, jadi secara spek dia nggak mentok bawah banget, cuma 60Hz, nggak ada sensor cahaya. Dia tetap mulus kalau di scroll, tapi yang anehnya lagi-lagi, yang se-basic ini dia nggak punya. Kalau dari status HP-nya sendiri, dia bener punya storage 128GB, 3 kamera belakang, 13, baterai 7.720p, Android versi yang udah 16, Gold Edition, dan ini normal-normal aja sih, tidak ada yang aneh. Sekarang kita cobain layar belakangnya ini. Dia bisa apa? Kalau misalnya layarnya kebuka, dia nggak hidup ya? Kalau kita flip, kalau kita tap, dia tidak aktif. Mari kita lihat di setting, harusnya ada 1 opsien sendiri, soal... Oh ini nih! Interactive Rear Display. Asik! Bisa apa aja, kita hidupin... Woh, langsung kebuka semua. Ada watch face, ada timeout, backlightnya ada, seberapa terang, go home time, waktunya pulang, terus ada main screen, jadi dia kebuka nih. Widih! Eh, mati bentar, cepet banget. Bentar dong, jangan timeout dulu. 2 menit bisa, oke. Widih! Kalau dari jauh... Keren sih! Dia hitamnya kerasa rata, dan berasa mahal lah ya, dari jauh bagus nggak Pak? Tada! Ada jamnya nih, jam anal, keren ya! Kelihatan jam berapa kan? Iya, karena hitam putih. Coba kita pake watch face yang lain. Woh! Banyak, banyak, banyak loh pilihannya. Desainnya kayak smartwatch ya, ada yang eksklusif, 3, terus ada yang klasik, ini klasik kayaknya lebih lucu. Wuh, ini kayak jam mahal nih. Atau kayak jam dinding yang... Eh, jam dinding bukan? Jam berdiri yang ada dong-dong itu jam dinding juga? Apa itu? Jam lemari ya? Standing? Apa namanya ya? Terus ada watch face yang futuristik-futuristik, ada ala Apple Watch, atau watch face smartwatch yang sudah mulai umum, disini juga ada lambang bumi, ada bulan, ini apa ini? Dan ada pets, ada hamster, ada anjing, dan ada kucing. Coba kita pake yang... warna ungu-ungu gini. Tapi jam semua ya? Nggak ada yang lain nih. Keren sih kalau gini aja. Tapi kalau saya liat pake mata di depan saya ini, liat HP-nya, dia nggak kerasa terlalu mahal-mahal banget, karena layarnya ini bukan OLED, jadi garis hitam di frame kameranya sama di layarnya itu kayak ada batasnya gitu. Jadi nggak semulus itu. Tetap canggih, tapi kalau ngeliat garisnya, oh iya itu ada layarnya tuh. Nah kayak gini, kalau kayak gini kan rasanya jadi... Oh iya-iya, kualitasnya langsung sedikit di bawahnya lah. Kalau kayak gini, beuh! Kayak gini, ya... Iya sih, kesannya beda banget sih. Ini kayak, buh! OLED coy! Ya, yang hebatnya layar belakang ini, yang dari tadi cuma nunjukin jam doang, sebenarnya dia bisa kita swipe. Hehehe! Langsung, ini ada tanggalnya, ini shooting 1 Oktober, terus ini ada kamera, jadi dia bisa nge-preview, kok loadingnya agak lama ya? Oh klik ya? Klik! Ah! Ya nggak langsung buka ya, biar nggak tiba-tiba tiap swipe langsung ngebuka kamera. Bener juga! Di sini kita bisa nge-preview kamera depan, kamera belakang, dan kalau kita lihat seperti ini, tuh, kelihatan tuh si Davidnya, beuh! Kita coba selfie! Cetum! Wiss! Kalau kita pake volume, oh iya bener! 1, 2, 3! Wiss! Ganteng nih! Keren ya? Jadi fungsi HP Fold juga ada di HP ini! Seberapa bagus kamera belakang nanti kita lihat. Bisa lihat galeri juga lho, beuh! Langsung ya? Beuh! Mantap! Keren banget ini fiturnya. Ini mungkin udah harganya udah berapa ya dari si HP ini? Kalau kita swipe lagi, kita bisa langsung atur Wi-Fi, Bluetooth koneksi, ini ada airplane, ada SIM card, masih ada telepon, masih ada music player! Oh balik ke jam lagi, ya kirain kalau makin terus... Wuh! Ada sisa baterai! Kalau dari atas ya? Kalau dari bawah? Notif! Ini! Samsung yang selama ini ngiklanin flip bisa ini itu ternyata bisa diikuti Airtel dengan layar belakangnya. Ini berapa sih harga layar belakang kayak ginian? Kalau kayak gini tampilannya kayak power bank ya, yang sekarang pun udah punya layar, power bank aja punya layar sebenarnya. Tapi tetap aja HP masih belum banyak yang berani ngasih beginian. Wuh balik lagi! Jadi layar belakang is real. Oh benefitnya, faedahnya ternyata bukan gimmick yang nggak ada gunanya. Ini cakep sih dan adanya di HP paling murah justru. Sekarang kita coba lihat performanya. Antutu Benchmark dapat skor 450 ribu. Itu sebenarnya angka yang tinggi, tapi kita harus ingat kalau ini sudah versi 12. Yang artinya standarnya beda lagi. Jadi makin naik versi itu angka tuh kayak makin murah rasanya. Dulu Antutu berapa? Sejuta itu udah berita besar, sekarang sejuta HP mid-range juga sejuta. Karena standarnya udah beda cara hitungnya. Dan di Antutu 12 saya belum hafal standar angkanya kayak gimana, karena baru coba 1-2 HP, tapi Helio G81 itu bukan prosesor yang kenceng, biasanya dia emang dipakai di HP murah yang 1.5 juta ke bawah kalau standar harga tahun lalu. Dan dia di bawah Snapdragon 685 yang sebenarnya udah lemot juga kalau di level Snapdragon, ini lebih bawah lagi. Jadi tidak terlalu berharap sama performanya yang bentar lagi kita tes. Kita lihat dulu 1 pertanyaan, jawab dulu 1 pertanyaan yang menyangkut soal tipe storage-nya. 7 ribu? Ini speednya cuma 300 dan 200. Ini speed yang lambat, ini speed tipikal IMMC. Bukan UFS 4 ini. Ngaco ini Antutu-nya. Speed kayak gini UFS 4, semuanya aja UFS 4. Wajar buat HP sekelas ini dan dapet 128GB. Ya lumayan, IMMC dulu emang di kelas sejutaan semuanya IMMC. Bahkan ada 2 jutaan yang IMMC berdasarkan standar lama. Ini 2 juta standar baru IMMC. Oh, sambil nunggu loading, kita coba pasangin casing yang ganteng ini ya. Setting bisa di high frame rate, 60 fps dan resolusi HD. Oke. Rasanya agak... Gerakannya agak lambat ya. Dan agak... Lembut! Kerasa agak sedikit berat sih, tapi masih playable, masih oke. Hmm... Ping-nya jago nih, mantap. Haa, tembak-tembakin, asik nih buat yang nggak terlalu bisa main, nge-spam aja ya. Wih, efekif. Wih, wih dih, jago. Apa? Mendep ya? Oh, wow. Wow, ping-nya jago. Wih dih, dapet juga lho. Hmm... Hmm... Hmm... Mundur! Haa, wih! Agak berat, agak berat. Haa, haa, mantap. Dan hebatnya, waktu kita udah liat grafiknya, ternyata dia lumayan stabil ya. Di 60 fps, dia bisa dapet di atas 55 fps lho. Ini malah lebih bagus dari Redmi Note 17 4G yang pake Snapdragon 685. Sekarang kita cobain Genshin! Terlalu meminta banyak, lebih-lebih terus, tapi kita tes aja sejauh apa dia. Hoya first. YMMC, Helio G81, sudah cukup! Hentikan ini! Download, download dulu. Nge-crash, nge-crash sih. Coba sekali lagi, kayaknya barusan force close deh. Waktu baru mau download resource ya, belum main ya. Kita coba sekali lagi, suka lho casingnya. Dari jauh bagus. Bagus lah, kayak Spigen, kayak Spigen ya. Kayak Spigen, oh iya kalau hitam mungkin Spigen. Iya garis-garisnya, pola karbon-karbonnya gitu. Logonya aja ada Airtel, tapi ini bagus. Dalemnya aja keren. Coba kita download lagi resource. Ya ini nge-crash sih, musiknya ilang. Music stop playing, oh! Oh iya nih. Oh iya mati, yaudah oke. Buat Genshin nge-crash, jadi soal ini ternyata... Ya Redmi masih bisa main Genshin. Oh iya ini langsung ada, isn't responding. Kalau ini udah nggak bisa, tapi anehnya Mobile Legends bisa lebih lancar. Speaker stereo-nya, wuh bagus lho, kesan. Eh nggak, agak vokalnya mendem dan tajem sih. Kalau dengar dari jauh mungkin masih enak, tapi kalau dari dekat tajem rasanya. Wuh, kayak penuh beling rasanya. Ya, wuh berserakan. Wuh... Hah, iya, vokalnya treble-nya tinggi banget soalnya, iya. Ya, karena harganya juga kayak gitu, jadi nggak bisa terlalu tinggi, standarnya ini 6 lah, 6-6.5 gitu. Kalau misalnya harganya udah 3 juta, 4 juta, ini nilainya 5 nih. Tapi buat HP entry level, oke lah. Sekarang kita coba foto-foto. Satu kamera 13MP, apakah bagus? Kita coba foto ini, HP Airtel S26 Ultra, salah satu best buy di rekomendasi kemarin. Buat hasil fotonya, ternyata saya suka lho. Karena ekspektasi saya agak rendah ya, soalnya performanya udah oke, fiturnya banyak, kirain kameranya busuk. Tapi ternyata, di beberapa situasi, apalagi yang terang, yang kondisinya ideal, objeknya disinarin dengan baik, warnanya bagus, detilnya oke, bahkan di situasi yang agak sulit pun, misalnya di belakang agak backlight, ada mataharinya, objeknya tetap kelihatan jelas lho. Warnanya aja yang mungkin sudah agak sedikit kemerahan, kekuningan, tapi buat HP kayak gini udah bagus. Cuma emang ada beberapa situasi yang hasilnya kurang ya. Misalnya ada beberapa foto yang keliatannya ngeblur, nggak fokus, padahal ini sebenernya fokus tapi nggak tajem aja. Sama ada beberapa foto yang warnanya itu kelihatan agak kemerahan sedikit. Komen yang sama juga bisa saya berikan untuk situasi low light. Saya suka hasil kebanyakan foto malemnya. Lampunya rapi, warnanya tetap keluar, noisenya nggak banyak-banyak banget. Ini luar biasa buat HP yang levelnya sangat entry seperti ini, tapi tetep ada foto-foto yang noisenya juga banyak dan puder. Cek, jadi ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Airtel A300 Plus di settingan maksimal 1080p 30 fps. Kalau dari warnanya, saya suka. Topi, daun, ayunan kuning itu, terus gedung biru di belakang, warnanya oke. Cuma kalau kita udah lihat langit-langit, emang putih ya. Dia agak kalah gedung biru yang sampai di sini aja puncaknya udah tertalan, tapi yang pink muka masih jelas, pohon juga masih jelas. Nggak abis-abis banget. Itu udah bagus buat HP level kayak gini. Dan kurangnya paling cuma stabilisasinya aja. Jadi masih gempa, masih goyang, tapi ya oke lah buat kelas harga kayak gini. Emang kayaknya nggak ada sih yang bisa stabil. HP yang dulunya 1 jutaan atau 1 juta kecil gitu belum pernah lihat. Jadi ini dari Airtel A300 Plus. Wih, pohon. Daun-daunnya kecil, Mas. Kesimpulan buat Airtel A300 Plus. Kalau ngelihat RAM-nya yang gede buat standarnya, terus ada fitur-fitur yang unik kayak layar belakang ini, dan HP-nya juga dijual di harga 2,5 juta doang, ini HP yang luar biasa sih. HP mana lagi yang bisa ngasih yang sama? HP keluaran baru ya, yang 2 jutaan aja udah langka. Apalagi yang RAM-nya 6GB, dan fiturnya juga unik-unik. Kombinasi yang aneh lah, kayak cuma Airtel yang bisa. Dari dulu harganya emang selalu ajaib. Kita udah cobain, kesan positif tadi... jadi punya tandingan ya, jadi lebih ngerti kenapa harganya bisa kayak gitu. Sensor yang basic kayak auto brightness sayangnya dihilangin, terus dia juga brightnessnya nggak tinggi-tinggi banget, performa juga buat main game enteng masih oke, tapi jangan ngarep bisa lebih dari itu, speaker juga biasa aja walaupun kita pake standar yang rendah, jadi tetep ada plus minusnya. Cuma saya salut lah sama Airtel, karena lagi-lagi HP 2 jutaan di masa kayak gini, saya kemarin kayak udah hopeless aja, atau udah putus asa aja, lihat HP sebasic Samsung A08 udah 3 juta, RAM 4GB, 64GB internalnya, rasanya HP 2 jutaan itu bakal punah gitu, kena kiamat RAM. Tapi ternyata bisa lho ada HP 2 jutaan yang kayak gini, yang fiturnya lucu kayak gini, yang bisa main game, cuman emang harus dari brand-brand koboy kayak Airtel gini ya, kalau dari Oppo, Vivo, Samsung mungkin udah bye-bye lah. HP ini boleh dibeli kalau anda emang budgetnya ketat banget, dan anda nyaman sama kelemahannya, dan nggak masalah, ini penting, nggak masalah sama brand Airtel. Ini salah satu HP baru yang resmi, termurah yang bisa dibeli sekarang. Tapi kalau misalnya anda nggak banget sama minusnya, atau ragu sama brand Airtel, karena saya juga akuin saya belum ngeliat Airtel ini bisa sekonsisten TECNO sama Infinix, yang sekeluarga sama mereka. Kalau emang nggak yakin, skip aja. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @Subbox.id Eh, niatnya boleh lah. Ternyata seri A ratus-ratus itu iPhone, kalau S-S itu Samsung. Ada yang mirup Oppo nggak ya? Kayaknya pernah. Oh iya, kenapa nggak Airtel 18 Pro Max?
Video Lainnya
Pasar ponsel bekas sering kali menyimpan permata tersembunyi yang menawarkan rasio harga dan performa luar biasa. Penasaran lini flagship lama mana yang masih...
Dinamika industri teknologi kembali memanas lewat isu bug sistem pada flagship terbaru hingga eksperimen AI yang memicu kontroversi. Tonton tayangan penuh DNews...
Membeli ponsel bekas menyimpan risiko tersembunyi yang sering kali luput dari perhatian calon pembeli. Panduan ini membongkar deretan potensi jebakan teknis...
Melalui ulasan mendalam ini, persaingan sengit antara lini terbaru Vivo dan Redmi dikupas tuntas bersamaan dengan pengungkapan alasan mengejutkan di balik...
iPhone 18 Pro menawarkan lompatan performa yang impresif, tetapi beberapa catatan kritis terkait daya tahan dan nilai upgrade membuat calon pembeli wajib berpikir...
Baterai raksasa 10.000 mAh pada Redmi Note 17 Pro Max mengubah standar daya tahan ponsel modern. Penasaran sejauh mana performanya dalam penggunaan nyata? Tonton...
Membongkar Apple Watch Ultra 4 bersama Ocean Band mengungkap deretan peningkatan desain premium dan performa tangguh. Simak fitur tersembunyi serta detail...
Pilihan upgrade ke iPhone 18 Pro Max menyimpan berbagai kejutan performa dan fitur baru yang wajib dipertimbangkan. Penasaran apakah flagship terbaru ini...
Menguji jajaran gadget terbaru selalu menyimpan kejutan menarik. Mulai dari inovasi teknologi tak terduga hingga fitur tersembunyi yang siap memanjakan pengguna,...
Eksplorasi mendalam flagship terbaru ini membongkar sederet terobosan fitur tajam dan peningkatan performa yang mengejutkan. Simak ulasan lengkapnya di tayangan...
Langkah Apple mendobrak pasar lewat seri iPhone 18 kini makin santer terdengar jelang rilis resminya di Tanah Air. Penasaran apa saja keunggulan serta pembaruan...
Pengalaman unboxing AirPods 5 langsung dari Apple Park menghadirkan impresi mendalam. Temukan terobosan audio, kenyamanan desain, serta peningkatan fitur terbarunya...

















