Berawal Dari Warung Nasi dan Kopi | RAMO PODCAST (YouTube Video)
Kita jadi ingin membuat sebuah coffee shop yang mempunyai konsep baru. Iya. Nah, namanya tadinya Warung Nako. Warung Nako. Warung Nako. Jadi, kita punya konsep e warung, nasi, dan kopi. Kita pres, pres jadi 1* 1 m kasih lampu itu udah jadi kayak gelas gitu. Nah, kita jadiin bangunan dinding bangunan. Iya. Iya. Iya. Terus, nah itu harapan kita di situ tuh selalu kita tulis storynya bahwa ini terbuat dari sisa eh bekas e es kopinako gitu. Ajakan ngopi bukan hanya sekedar buat minumnya doang, tapi sambil bicara seperti ini nih kita mendapatkan sesuatu yang baru ya, Mas. Ini berarti kan ngopi kita. Kita ngopi nih. Kita lagi ngopi. Halo semua, selamat datang di Auto Driver dan kita sekarang ada di Ramo Podcast. Kami masih ada di Gjaw Gaikindo Jakarta Autow Week dan di bus Toyota. Dan kita kebetulan kedatangan tamu kehormatan. Selamat datang Mas Robert Wasida. Halo. Beliau ini kalau Anda pernah nongkrong di Kopinco, nah beliau inilah dia yang ada di belakang. Salah satu, salah satunya, salah satunya. Jadi, Mas Robert ini adalah founder dari Kopino. Beliau juga sekarang CEO ya, Mas, di Kopinako ya. Dan kita akan mendengarkan nih cerita dari Mas Robert behind the story. Kalau teman-teman e biasa nongkrong di coffee shop dan mungkin pernah nongkrong juga di Kopio, kita akan bedah di dalam itu seperti apa sih, Mas Robert? Siap. Ya kan kayak gimana ya kalau kita ngomongin ngopi ya. Ada telepon nih, "Bro, ngopi yuk." Nah, sok ngopi yuk. Oke. Tapi biasanya ajakannya sih bukan buat ngopi doang. Belum ngopi. Iya kan? Ngobrolnya yang lebih penting. Ngolnya? Iya. Jadi istilah ngopi itu kadang ngajak nongkrong ajakan ya ajakan buat berinteraksi interaksi sosial. Nah, ini kayaknya cocok banget sama ee tempat yang memang ditawarkan sama Kopinako ya. Konsepnya itu seperti apa sih, Mas Robert kalau boleh tahu ya? Ee memang konsepnya sekarang udah cukup solid arahnya memang untuk ee kita mengutamakan tempat yang memang e kita welcome terhadap orang yang nongkrong. Heeh. Heeh. Jadi lahannya sudah pasti luas. Iya. Sebenarnya konsep awalnya sih di 2017 pertama kali kita bikin Kopino. Itu belum COVID ya sebenarnya? Belum. Ee kita sebelumnya kan ada brand FnB lain. Oke. Kita bukan orang ee memang dari awal untuk mengarah ke bisnis kopi. Sebenarnya kita teman-teman nih semua ee lebih ke FnB. Oh oke. Jadi kita di 2014 ada membuat satu restoran namanya To Stories. Kita kan lahir di Bogor. Kemudian setahun kemudian ada restoran Sunda. Nah, setelah 2016 kita barulah ee kepikiran ee kita bisnis sesuatu lagi yuk yang mempunyai konsep enggak cuman semacam restoran. Tetapi ya bentuknya coffee shop. Cuman memang dari awal nih teman-teman nih kita kan bers 10. Heeh. Jadi founder 10 orang. Berarti banyak juga ya teman-teman yang punya apa fashion sama gitu loh maksudnya. Sebenarnya enggak yang aktif tuh lima orang sampai saat ini. Nah, kita bersep tuh sebenarnya teman SMA satu angkatan. Oh, alah. Iya, iya. I jadi di 2012 ngumpul dari berbagai latar belakang berbeda. Oh, oke. Oke. Ada yang emang satu yang sekarang CEO saya itu dia memang latar belakangnya sudah dari 20087 ee bergerak di FnB di Bogor. Ada teman saya lagi yang lulusan ee apa ee perhotelan. Oh, iya. I gitu. Nah, saya kan latar belakangnya desain dan kreatif. He. Jadi kayaknya kita nyambung nih, kita bikin sesuatu yuk segala lini ya yang emang emang biasa bisnis makanan terus Mas Robert yang nanti mungkin secara desain dan segala macam bisa punya andil juga di sana. He. Jadi karena latar belakangnya berbeda, kita juga punya circle dan link yang bisa masuk untuk men-support grup kita berbeda-beda gitu kan. Nah, kalau dari teman-teman tadinya bisnis FnB ya mungkin makanan restoran ya. Kenapa kopi Mas? Nah, itu kan pertanyaannya lagi ya. Jadi kita memang udah beberapa kali kan ee FnB sekali, kedua. Nah, kita memang yang ketiga nih kita mengarah ke coffee shop. Cuman karena background kita juga FnB. Ee restoran, kita jadi ingin membuat sebuah coffee shop yang mempunyai konsep baru. warung, nasi, dan kopi. Oh, Nako itu iya. yang kita jual justru nasi dan kopi. Nah, kita bikin tempat yang kita balik. Ee beda sama coffee shop pada saat itu kan coffee shop masih kecil kecil ya. Di 2017 saya rasa semua coffee shop kecil. Memang konsep dari luarnya kan begitu. Coffee shop ya yang lucu selobar, ngopi ngobrol kecilah. Nah, kita balik tuh waktu itu konsep ya udah tapi kan kalau namanya langsung coffee shop juga kayaknya agak aneh. He. Nah, kita jadi memang Nako dan Kopi Nako. Jadi ada warung nasi di sebelahnya ada warung kopi kecil. Oh, gitu. Iya. Itu yang pertama tuh udah luas. Tapi secara keseluruhan kan ada warung nak, ada tempat nongkrongnya, ada kopi nakonya. Jadi kita emang berbentuk coffee shop ee yang seperti pada saat itu ngetren kecilan. Oke. Oke. Cuman pada perjalanan bisnisnya justru berbalik nih. Kayaknya pemerintah juga pada saat itu kayaknya ee lagi ngedukung ngangkat UKM kopi 201617 kan. Iya. He. Terus memang kita juga tapi memang dulu belum belum segaungnya seperti sekarang ya kan. Nah memang tapi e kita sebagai pebisnis FNB juga dan COVID pada saat itu kita juga memang sudah ngelihat gitu bahwa wah pemerintah kayaknya lagi ngedorong UKM petani kopi semua. pokoknya ingin lokalnya majuah. Oh, jadinya mulai berkembang tuh. Iya. 2017 tuh dimulai dari yang sekarang ya adalah teman kita itu yang emang ya kita sih ee ee ya apa adanya aja si kopi susu gula ini kan memang pertamanya kan si teman kita itu kan. Iya. Iya. Betul. Kalau kalau kalau kita biarpun sama-sama pebisnis coffee shop cuman ee sama sesama ini bukan kompetitor sama teman. Oke. Iya. Iya iya iya. Jadi sebenarnya kopi Nako itu adalah ee side disk mungkin ya dari pertama kali warungnya itu ya awalnya warungnya yang gede kopi nakonya di pojokan kalau mau ngopi tuh ada gitu kali ya. Iya jadi satu kesatuan karena warungnya juga benar-benar warung Indonesia kita kan konsepnya lokal tertunjuk-tunjuk. Oh gitu sekarang touch screen ya cuman satu di Bogor doang. Oh tinggal satu yang di Bogor yang ada warungnya memang cuman satu. Oh gitu. Jadi akhirnya kopi nakonya akan berkembang. Jadi dulu itu warung nak di balik di sampingnya ada kopi nako kecil. Kemudian perjalanan bisnis ya gitu kita lihat perkembangan dari dorongan pemerintah. Perkembangan bisnis ee tren kopi saat itu sangat menjamur kita balik. Oh gitu. Jadi coffee shop-nya yang kopi nakonya yang kita kembangin. Tetapi tetap diback up sama Warung Nako Mini jadinya. Makanya kalau kita ngelihat Kopi Nako ada logo Warung Nako Mini. Heeh. He. He. Kalau kita ee mantau, "Oh, ini bar di belakangnya ada apa?" Ya, kitchen kita tuh kadang lebih gede dari barnya. Iya, tapi tersembunyi di belakang. Tersembunyi karena kan kitchen enggak enggak open kitchen ya. Kita kan konsepnya coffee shop. Nah, jadi makanya kopi nako ini cukup lengkap makanannya. Iya. Iya. I sampai nasi rawun juga ada. Iya, benar. Itu juga yang bikin pertama kali waktu itu nongkrong di Kopiako ya kan kita niatnya mengopi ya. Karena secara besarnya kan judulnya kopi nih Begitu ngelihat menunya eh banyak lu ternyata. Jadi bukan cuman side disk doang yang cuman ya kopi kan biasanya temannya roti ya biasanya Mas. Terus ada yang mungkin singkong dan ada komplit tapi begitu ini loh kok ada makan beratnya juga. Berarti itu salah satu konsepnya dari salah satu konsep. Iya salah satu konsep gimana caranya berkompetisi bisnis pada saat itu di mana semua warung kopi kecil. Tetapi kita karena namanya aja warung nak nasi dan kopi kita bikin kita balik. Nah, kenapa kita berani untuk ee invest bisnis e besar untuk coffee shop? Karena kita berpikir bahwa kita sudah punya pengalaman 3 tahun sebelum di FnB ee restoran kafe ee untuk semua umur, semua kalangan itu akan lebih berani masuk dan nongkrong ke coffee shop ketimbang ke restoran. Terus istilah yang tadi tuh balik tuh, Mas. Kita ngopi yuk. Kan bukannya kita udah e di Indonesia lebih ke kita ngopi yuk ketimbang kita makan yuk gitu pizza yuk gitu loh apa enggak nongkrong itu makan doang itu makan doang ya kalau kita ngopi ya makanya kita bikinlah brandnya kopi h tapi tagline-nya tetap siang makan nasi kalau malam minum kopi itu tekline dari pertama sampai sekarang sih kita ee tagline itu tetap ada nah dari situlah kita kan berarti ee basicnya harus kuat konsep secara He. Harus buat konsep secara ee visual. Nah, kita cukup serius dan cukup ee ya itu balik lagi yang tadi saya bilang invest bisnisnya cukup besar terhadap tempat. Tetapi memang kita ee kesulitan secara kreativitas antara brand sama produk yang kita jual emang dari awal kita siapkan untuk ee ke depannya ee bisa dikembangkan menjadi subbrand-sabrand kopiako lainnya. Wah, keren juga ya. Gitu. Jadi ya itulah ee kayak misalnya Nako itu sendiri kan sebenarnya dari yang kita jual produk adalah nasi dan kopi. Tetapi secara arsitektur kita pengin kuatin identitas dengan full ee secara visual bisa kita lihat hampir semuanya kacanya kita kaca nak. Iya. Heeh. Oh. Jadi nyambungnya ke sana. Nah, itu kan sebenarnya permainan kreativitas visual dan brand aja. Cuman dengan kesolitan eh sinergi antar fungsi dan identitas dan brand itu kan itu akan menjadi identitas kita yang sulit untuk dicopy. Hm. Mungkin bangunan segitiga itu atap ee arsitektur seperti itu memang tren. Heeh. He. Kita kan basicnya lifestyle, jadi kita harus gimanap pun ngikutin tren dong. Iya. Enggak nyeleneh sendiri gitu kan. Waduh, itu berat itu. Iya. Nah, jadi kita tetap ada benang merahnya ngikutin tren. Cuman identitas kita kita kuatin di tampilan si kaca nakonya. Sampai saat ini belum ada sign aja orang kalau ah ngelihat bangunan itu nak gitu. Iya. Jadi langsung nak kaca nak nasi kopi. Oh iya nasi. Nah itu semua nyambung. Jadi identitas sama kekuatannya itu ee dari produk sama Jadi tempatnya memang di apa? Ee secara identitas memang dipilihnya tempat yang lebar ya, Mangas ya. Harus besar. Pertama kali kita bikin Nako aja ee 500 m minimal tuh ya. Heeh. Kalau sekarang di dining areanya. Kalau sekarang udah minimal 1.000, Mas. Oh iya. Belum parkirannya ya. Kalau sama parkiran itu kalau bisa di luar parkiran. Iya karena memang harus diakui banyak teman-teman yang nongkrong di Kopinako memang ngajak nongkrong buat tikum biasanya. Betul. Itu kan anak-anak motor nih biasanya juga kan e teman-teman mobil pun kalau mau eh kita kumpul bareng yuk gitu biasanya nyarinya juga apalagi mobil ya butuh butuh space parkir yang justru juga lebih luas lagi gitu. Iya sama ini sih Mas momennya ya memang di pandemi. Jadi kita memang ada konsep mengarah ke d in dan awal tuh sebenarnya belum outdoor tetapi semi outdoor yang orang nak. Oh, Ketika pandemi ee kita bukannya mundur atau tiarap, tapi ee grup kita nih ee ingin oh kayaknya kita maju aja deh dengan satu konsep yang ngikutin ee konsep yang diinginkan pemerintah pada saat itu. Ee jaga jarak itu kita sudah punya tempat besar. Iya. Heeh. Sirkulasi matahari, bangunan kita kaca semua. Iya, betul. Ya sudah kita angkat. Memang ee secara itu apa? syarat kita memenuhi syarat. Iya. I iya. Jadi pada saat pandemi tuh kita malah bikin satu konsep ee Kopinako yang lebih besar lagi di lahan 1300 m itu bermula di alam sutra pada saat itu. Iya. Itu jadi yang tadinya yang tadinya satu bangunan kita pecah jadi empat bangunan. Iya. Iya. I. Nah, itu konsepnya secara bangunan adalah post COVID konsepnya. di mana pada saat itu benar-benar kita ngikutin apa yang diharapkan pemerintah. Jadi, PPKM buka ya kita memenuhi syarat. Semuanya jaga jarak I di ya kalau mudah ya jaga jarak ya. Iya. Secara side ya memang orang-orang ditempatkan dibatasi oleh bangunan-bangunan. Secara F juga orang ngerasa aman. Iya benar. Biarpun isinya ada 200 orang tapi bisa 10 10 mereka merasa merasa punya space sendiri ya pada saat. Iya, pada saat itu momen lah akhirnya malah jadi kita terusin konsep itu 70% outdoor 70% indoornya 30%. Nah, dari tadi kan kita ngobrolin memang apa harus diakui tuh jadi salah satu tempat yang paling enak buat nongkrong. Tapi kita dari tadi belum ngomongin kopinya nih, Mas. Iya. Produk-produknya ya. Produknya nih. Karena kopi itu kan kalau kita cuman bisa ngelihat yang sudah jadi seperti ini nih, Mas. He. Tapi kalau bayangin ya sampai jadi di dalam gelas ini kan apa ya ee perjalanannya panjang mulai dari hulu sampai ke hilir melibatkan banyak pihak, banyak entitas juga. Nah, itu bagaimana Kopinako bisa apa ya ee meraciknya sehingga ini bisa apa simultan, konsisten terus seperti itu gitu, Mas Robert. Ee jujur sih kita dalam pertemanan ini grup nih ee tidak ada yang fokus di kopi awal. Oh. Cuman memang kita ee dari awal FnB yang di 2014 dari awal banget kita memang ee semuanya belajar dari nol ya, tapi kan kita belajar sama konsultan, kita belajar ke mana ke mana gitu ya. Intinya kita mulai mempelajari sendiri dari teman-teman yang bisa men-support gitu ya ilmunya seperti apa ya sudah kita pelajari, kita terapkan di bisnis ini gitu. Nah, mengenai produk ya awal kan pasti dari konsep yang kita jual. Iya. Nah, balik-balik kita pasti ngikutin tren karena kita kan basicnya pasti ee basicnya dari lifestyle. Iya. He. Nah, apa yang pada saat itu kopi yang sedang tren adalah bukan pada saat itu bukan kopi hitam di 2017 yaitu kopi susu. Nah, kopi susu yang seperti apa itu kan yang relate sama orang Indonesia yang pada saat itu memang lagi tren kopi, susu, krim, gularen. Hm. Iya. Yang memang sudah ee awalnya sudah ada dulu sama teman-teman kita tuh beberapa brand kan kita akuin itu gitu. Nah, kita jual juga produk yang sama untuk ngikutin tren pada saat itu. Cuman di luar itu kita mempunyai produk-produk yang hanya dijual di Kopinako itu banyak. Baik itu dari kopi juga dan non coffee. Apalagi kekuatan lainnya kan kita juga makanannya dari awal memang cukup banyak beragam ya. Beragam. Iya. Sebenarnya udah kayak restoran sih. Iya sih itu ya mulai dari yang cemilan-cemilan ya kan side disknya sampai yang main course juga ada ya. Nasi goreng itu juga ada juga. Ee setahun pertama kita belum ada roasting pusat. Akhirnya e 8 bulan sampai setahun baru kita membuat satu brand baru. Jadi kita sebenarnya pengin bikin pusat roosting untuk Opinako. Cuman supaya lebih menarik ee akhirnya kita bikin subbrand Kopinako bernama Kopinako Rumah Sangra itu di 2019 sekitar itulah. Oh. Jadi di Bogor. Di Bogor. Di honya kita lah. Pada saat itu kita bikin kantor baru untuk Kopinako sedang berkembang. Nah, di depannya kita bikin Kopino. Ada brand Kopinako rumah Sangra. Kenapa? Karena itu adalah tempat merosting yang menjadi pusat rosteri untuk dikirim ke Oh, jadi semua apa ya ee ya bahan baku dari Kopiako di semua cabang itu diasarkan dari situ. Iya. Itu lab-nya ee R&D-nya ee rosterinya itu semua terpusat di situ sampai p petani-petaninya pun terpilih ya Mas apa dari mana aja gitu. Enggak usah disebut sih, enggak apa-apa kalau ini. Tapi ya pasti punya punya preferensi masing-masing ya. Karena sebenarnya berawalnya kita dari konsep juga bahwa ee dari beans ee green bean lah ya. Itu kan kita ee ada konsep hasilnya nih kita mau rasanya seperti apa untuk menjadi secangkir kopinako gitu. Ya. Mau ngangkat asemnya ini kita ngomong umum ya. Mau ngangkat asem pahitnya atau seperti apa atau yang fruy itu kan banyak banget kan rasa. Heeh. Nah, itu kita memang dari teman-teman e sebagai Kopinako sudah punya konsep, oh kita kayaknya mau lebih ke sini. H gitu. Jadi ada persentasenya dari awal memang 70% kita ee robusta. Robusta ya. Iya. I s jujur aku belum aku bukan penikmat kopi tapi minum kopi juga dan apa namanya ya ee harus diakui memang waktu itu trennya memang ke arah kopi susu ya Mas ya. Iya paling tapi tren kan berubah susu terus ya. Nah, sampai sekarang trennya apakah masih di kopi susu atau apa Amerika sekarang mulai naik lagi atau sebenarnya gini, kalau kopi susu kan global lah ya, late. Kopi susu cuman masuk ke Indonesia, bukan masuk ke Indonesia. Di Indonesia sendiri budayanya adalah kayaknya saya sih ingat masa kecil saya gitu ya, sasetan itu kan kopi creamer. Terus gula aren itu kan biasa tambahan ada gula batu, ada gula aren. Kalau di daerah-daerah kan gitu ya. Heeh. Kayaknya itu bukan cuman jadi tren ee tetapi memang sudah menjadi lekat sama masyarakat Indonesia. Kopi susu gula aren itu menurut saya sih itu rasa yang sudah benar-benar melekat di lidah masyarakat Indonesia dan enggak bisa hilang. Jadi bisa dikatakan kopi susu gula aren itu adalah salah satu endemiknya Indonesia mestinya ya. heeh walaupun di di luar sana ada yang palm tree apa palm sugar apa gitu. Tren itu kan yang tadi kita lihat udah pasti naik turun, ada yang baru dan yang baru malah hilang. Tahun setahun kemarin sih memang lagi tren banget tuh ee Americano kan. Iya Ice Black gitu kan. Benar Jadi kalau kayaknya kalau yang laki gitu ya minumnya americano Mas. Americano satu padahal di bawahnya ada eh late bawahnya bisa jadi atau minta gula pasir tambah. Americano. Habis itu masa ada gula, ada kriamer gak? Nah, ini jadinya latih juga Mungkin budaya orang juga sudah ke arah ke kesehatan kali ya. Iya. Iya. Sebenarnya kopi kalau pure kopi kan ini sehat. Ada batasnya sih sehari tiga gelas lah Oh, teman-teman itu juga yang saya pelajarin. Oh, gitu ya. Kita sama-sama belajar mas. Karena kalau ini kan enggak pakai gula. Karena gula itu katanya yang bisa ya. Betul. Teman-teman kopi ini yang bisa memicu ya. Iya. I gitu sih. Nah, itu yang tadi ee berkembang tuh subbrand kita dari Kopinako Rumah Sangrai. Nah, di situlah kita kopinako-kopinako lainnya semua kita kembangkan, distribusi dari beINSnya semua dari ee ee Kopiako Rumah Sangra di Bogor. Nah, itu distribusinya itu butuh mobilitas yang tinggi juga ya, Mas. Nah, awalnya tuh kita HO, mobil satu gitu-gitulah. Ee bahkan kita mobil kantor aja masih pakai mobil pribadi. Hm. He. Sebenarnya sampai saat ini juga masih direksi-direksinya ada sebagian pakai mobil pribadi termasuk saya gitu. Kita memang membiasakan seperti itu sih. Karena memang ya passion ya di situ ya. Iya. Kita juga sama teman-teman kan dari nol semua. Heeh. Heeh. He. Nah, kalau sekarang syukurnya udah 2 3 tahun belakang, 3 tahun belakangan inilah ya kita sudah punya gudang sendiri. Khusus untuk ee menyuplai semua outlet Kopinako di semua daerah. ee bahan-bahan yang memang untuk menjaga konsistensi produk. Iya. Oke. Gitu. Terutama kopi. Tapi tidak hanya kopi ya. Hm. Apalagi, Mas? Bahan makanannya juga. Bahan makanan juga. Tapi intinya kalau yang memang bisa ee disuplly dari masing-masing outlet yang he memang tidak merubah rasa. Heeh. He. Ee QC-nya langsung di outlet nanti. Oh, Kan di masing-masing outlet pun timnya ada tim QC sendiri terhadap produk. Iya. Karena kan mesti beli telur, ayam atau apapun ayam. lagi ada standarnya nih telor ayam seperti apa ee bahan baku minuman lah seperti apa. Iya. Gulanya atau apanya. Tapi yang enggak boleh merubah rasa itu semua disuplai dari ee gudang kita. Jadi kopinya hanya hasil sangrai dari rumah sangaira. Nah, terutama kopinya itu kan rasanya udah formulanya untuk kopi nako kan emang udah begitu gitu. Iya. J supaya konsist orang enggak kaget ya kok kemarin rasanya gini sekarang rasanya beda lagi. Wah jangan sampai ya enggak boleh itu ya. Meskipun sebenarnya Mas ee 2025 ini kita mengembangkan Kopinako rumah Sangrai ee di luar daerah. Sebenarnya untuk mengangkat brand lain Secara branding ya. Tetapi itu juga nanti untuk fungsi juga sih sebagai itu kan jaraknya yang satu nih yang minggu depan akan buka itu di Jogja itu Kominal Rumah Sangre Jogja. Nah, kita nanti di situ ada roasting juga. Oh, ada rosterynya di sana. Tapi ee green minya tetap dari Oh, iya. Semua. Mungkin di sana hanya untuk ngrosteri ee yang dekat-dekat aja lah. Itu kan mungkin Jogja ya. Kalau rosteri kan mungkin tekniknya sama ya. Tapi kalau tanah kan bisa beda ya, Mas. Itu enggak tahu ya. Mungkin ee teman-teman yang main kopi lebih tahu nih gitu kan. Petani dari mana entar dia ngambil dari mana lagi mungkin nanti hasilnya flavornya akan beda atau gimana. Kita memang punya tim sendiri itu bekerja sama tim Rendi kita, tim rostery kita itu memang e merekalah tuh yang nganalisa mereka yang QC. He semuanya. Wah, seru juga ya. Jadi masing-masing ada bidangnya, ada divisi masing-masing, Mas. Tapi kalau ngelihat apa ya tadi kita ngomongin soal apa namanya? Distribusi kan produknya sudah jadi kita distribusi semua ke cabang-cabang kopinako yang ada. Dan kemarin kalau aku lihat di postingan Kopinako tuh ada yang keliling ya dan bisa menyajikan kopi Oh ini apa? E food truck sebenarnya. F truck kita mulai fut truck tuh sekitar 2 tahun 2 tahun yang lalu lah. Heeh. He. 2 tahun yang lalu kita kita ee punya satu food truck pertama kali kopino. Nah, yang 2025 kita punya food truck kedua. Nah, kita menggunakan Rangga nih. Sama nih kita. Sama nih kita nih kayaknya entar kalau kita campingan boleh kayaknya. Dikumpulin Rangga-Arangga. Kumpulin Rangga-Rangga ya. Nah, itu konsepnya si Rangga itu diapain, Mas? Emang dia coffee shop berjalan atau gimana? Ee sebenarnya kita banyak di event-event H. Oh, Kita jadi enggak berjalan ee jualan di I tapi datang ke event kalau emang ada undangan bisa ya. Oke. Nanti kalau ada teman-teman mau bikin event gitu boleh ngundang Kopinako yang datang tadi unit mobile ada ada dua lah. Satu Rangga satu Lingling namanya. Ada. Oh Lingling. Yang bukan Rangga Lingling. Tapi Lingling itu kan udah 2 tahun ya. Jadi itu sudah sampai Nosa 2 paling jauh Palembang kemarin. Wah jauh juga mainnya ya. Karena nako kan ujungnya Batam sama Bali. Cuman si FUT truck itu belum sampai ke Batam. Oh oke. Jadi kalau ada di Batam dia ada tim khusus yang memang bergerak di event buat di Batam sana yang lokal. Nah itu mengelola itu semua nih Mas. Karena banyak sekali bukan cuman produksinya terus apa deliverynya. Nah, si teman-teman yang menggarap di apa ya, di outletnya itu juga semua well train berarti ya? Iya dong. Baristanya kita punya tim setim setting itu semua tim pusat. Semua dari Bogor atau mungkin ada akademinya kali ya. Memang itu kan tim setting ini ada beberapa kelompok under ee operasional ya. Nah, itu setiap ada outlet baru kayak misalnya ini sekarang di Jogja. Oke, Jogja kan minggu depan mau buka. Ee ini dari sebulan yang lalu kan sudah training. Nah, mereka tim set up untuk Jogja khusus tuh misalnya ada lima orang gitu satu tim lah ya itu udah stay di situ sampai 3 bulan buka akan didampingi terus ya. Dampingi dan yang di Jogja itu semua tenaga kerjanya lokal dari Jogja sebagian besar. Sebagian besar ya. Memang kita juga berharap seperti itu sih ya. Jadi ada serapan apa ee ya SDM lokal lah ya. SDM lokal. Iya. Makanya kita pasti ee welcome lah dari pemerintah setempat gitu. Distribusi sih tetap ya ee mobil itu yang tadi saya e di awal saya bilang ee bahwa kita semua hampir selalu aktif dari Bogor. Pengiriman beans, pengiriman susu. Gula rennya yang enggak boleh ngerubah rasa itu. Kita semua benar-benar dari pabrik eh pabrik sori dari gudang. Dari gudangnya. Nah, tapi mobil itu begitu sampai outlet baliknya membawa e sampah kap plastik yang sudah kita cuci. Oh, gitu. Berarti ini ada kesinambungan ya antara delivery sama kembalinya si Apa ee proses mobilnya, pengantaran-pengantaran itu. Iya. Jadi ceritanya sih sebenarnya kita punya movement Kopinako memang sudah ya dari 1 du tahun awal lah ya kita kan semakin berkembang. Heeh. Satu outlet, du outlet, 3 outlet, 10 outlet. Sekarang total berapa? Sekarang 65. Besok di Jogja 66. 66. Jadi teman-teman di Jogja ini pertama kali hadir di Jogja berarti. Pertama kali kita kerja sama dengan Kompas dan Gram Media Grup. Oh, gitu. Berarti di tengah kota? Di lahannya Kompas harian Kompas ee bekas tribun. Oh, bekas Tribun. Di kota Baru. Sebelah Gramnya dia. Sebelah. Oh, ya. Berarti dekat Betersd ya kalau enggak salah ya? Kurang lebih dekat tugu dekat tugu tunggu bisa jalan itu konsepnya karena kita kerja sama Gram Media juga kita ada perpustakaan nanti ada ruang baca Gramedia. Oh oke oke oke. Ya lucu juga nanti kalau kita ke Jogja harus mampir mampir Mas sama Ramonya. Oh i iu cabang ke-66. Jadi ee teman-teman Anda juy siap si e siap-siap buat kedatangan Kopinako ya. Nah tadi gimana tuh Mas yang balik ke movement ya? balik ke movement tadi. Nah, itu kita punya movement ee dimulai dari alam sutra tadi tuh. Kebetulan kan memang pandemi kita membuat satu lahan yang cukup besar. Itu kita sudah mulai memikirkan secara bisnis ee tanggung jawab terhadap plastik. Oke, gitu. Ini plastik kita ee gimana nih? Ini kan termasuk sampah yang susah diurai. Iya, betul. Nah, dimulai dari gimana kita mulainya sebenarnya dari sisi kreatif sih waktu itu. Sisi kreatif dan pengajuan keoperasional. Heeh. Heeh. Boleh enggak sih anak-anak nih sekarang mulai diajarin juga bertanggung jawab, sampahnya kita kumpulin? Sebisa mungkinlah kan kita mulai mungkin enggak harus langsung semua ya, langsung besar. Dimulai dulu aja dengan mengumpulkan sampah yang ada di outlet. Dicuci Sama anak-anak outlet. He. Terus kemudian dikumpulin di satu di setiap outlet itu nanti ada ee West Manajemen yang kerja sama kita untuk mengambil sampah itu. Oh oke. Pada saat itu sampah kita masih dibeli. Oh iya ya masih dibeli. E biasa kan West Managemen ada ada ngeluarin inilah kita beli beli dong tipe plastik seperti itu. Kita hargain berapa kalau sudah bersih? Iya betul. Per kilog kita sudah melakukan itu sama beberapa teman-teman dari West Management tergantung lokasi yang di Also di Bogor beda-beda kan. Iya, kan ada model bank sampah. Mana, bank sampah mana? Kayak gitu. Iya betul, bank sampah. Heeh. Nah, ee dari sisi kreatifnya kita mulai ngangkat movement ini secara visual di ee elemen arsitektur. Heeh. Jadi waktu itu nih masih PT ini kan udah PP nih. Oh, ini PP ya? Iya, ini PP dan udah lebih proper dan lebih tebal lah ya. Dulu nih awal kita yang masih pakai plastik atas itu yang itu kan yang gampang dipres. Pakai tangan juga bisa. Iya. Heeh. Nah, pada saat itu kita sama teman-teman jadi basic saya kan didesain teman-teman juga ada dari arsitek, dari anak seni rupa. Iya. sering kumpul tuh kalau kalau acara movement sustainability ini mereka kan banyak dari anak-anak kreatif yang backgroundnya kreatif tuh tertarik dalam hal ini gitu loh. He. Nah, itu gimana cara kalau kita bikin sesuatu nih instalasi art instalasi yang melibatkan si sampah tadi akhirnya kita bikin namanya panel daur. Oh, oke. Kita pres jadi 1* 1 m kasih lampu itu sudah jadi kayak gelas gitu. Iya. Iya. I. Nah, itu harapan kita di situ tuh selalu kita tulis story-nya bahwa ini terbuat dari sisa eh bekas e es kopinako gitu. Berapa berapa banyak gitu ya? He. Jadi satu panel itu waktu itu saya lupa sekitar 200 ya 200 kup. Oke. Heeh. Jadi kita berharap jadi semacam dekorasi gitu ya Mas ya. Dekorasi justru kita berharapnya dibalik ee orang ngelihat bagus foto-foto baru dia baca. Oh ya ya. Jadi ee movement kita ini kan berat ya. Berat kalau untuk ee ngajak teman-teman dari luar, baik itu customer maupun teman-teman lah. Cuman gimana caranya edukasi itu berjalan tidak berat? Ya, itu biasanya dari ini apa sih keren, ini apa sih lucu, orang foto baru baca Son. Jadi mengencourage teman-teman untuk ikutan movement ini gitu. Iya. Itu awalnya tu barang sampah doang bisa jadi gini gitu. Iya. Kan kita jadi partisi sampai kita disentuh bikin dinding musala itu ee kita campaign bahwa dinding ini terbuat dari kap yang sudah ee bersih ya, sudah diseril, sudah dicuci. Oh, oke. Itu sementara ee ke sana, Mas, atau nanti mungkin ada justru itu baru baru 1 tahun pertama. He. Nah, tahun kedua kita akhirnya karena ee dorongan dari teman-teman juga. He. Wah, ini hasilnya kayaknya juga gitu loh. Keren gitu loh. Ee kita mau ngapain lagi gitu. Akhirnya di 3 tahun yang lalu kita sampai membuat sub brand baru nih. Untuk ngangkat movement ini semakin besar terhadap si brand Kopinako juga ee bernama Kopinako Daur Baur. yang yang pertama itu di Senin Park. Kenapa kita milih lokasi itu juga supaya terdengar sama terlihat. He he. Nah, tentunya kolaborasi support dari teman-teman itu dalam pergerakan ini tuh sangat dibutuhkan. Baik itu dari teman-teman seniman atau industri yang memang kita harus belajar sama dia. Jadi, pertama kita belajar tuh gimana caranya me-recycle si kup plastik. Heh. Heh. Ee teman kita ada Robris itu sebenarnya dia pabriknya di Surabaya. He. Nah, outlet pertama itu ee kita mengirim sampah 1 ton, kita kirim ke mereka untuk diolah menjadi semua furniture yang ada di outlet itu. jadi pertamanya kita kerja sama lah. karena kita kan ee sebenarnya fokusnya ke FNB ya. Iya. Ini belajar dalam proses belajar juga ya maksud ee untuk ee untuk menunjukkan bahwa Kopinako ee bertanggung jawab terhadap voice-nya. Iya. Iya. Iya. Gitu. setahun, 2 tahun. Akhirnya di Juli tahun lalu kita berhasil membuat satu pabrik kecil. Yang benar-benar untuk mengolah sampah kita semua. Kocak juga bisa ya. Jadi circulernya circulernya dari Wesopinaco ee dibersihkan, dikirim ke Bogor di pabrik Daurbaur kita recycle untuk pengembangan nako selanjutnya. Jadi pengembangan NAO selanjutnya sampai saat ini nih yang ke-65 dan 66. ya nanti ya hampir 100% ee furniturnya dari recycle sampah kita sendiri. Dari recycle berarti ya kalau kita bisa bilang ya kan pada saat delivery semua barang kebutuhan-kebutuhan ya itu menggunakan mobil mobil kan ngirim barang mobilnya balik ee bawa sampah yang cukup banyak. Nah sampahnya itu dibalikin lagi ke pusat ke Bogor. Ke lagi. Jadi apa carbon print-nya itu jadi satu loop aja gitu ya. J. Iya. Enggak, enggak pakai dua kali jadinya ya. Jadi ini memang benar-benar gerakan yang Jadi, Teman-teman, kalau habis ngopi ee kopinako bersedia kok menerima gelasnya untuk tolong buangin itu boleh ya. Kalau sekarang kita sudah punya mesin Jadi ee kita juga ngajak teman-teman ee Sobat Nako kita nyebutnya kan ya. Di setiap outlet tuh ada dua mesin. Mesin rinser namanya Seven Sack Action. Jadi konsepnya dalam 7 detik kita bisa membersihkan ini sendiri tanpa mengotori tangan. Oh. Jadi tinggal dibuka, kita ee tekan dia kan ada semprotan airnya. Nah itu di sampingnya ada keranjang tinggal taruh. Oh udah bersih gitu ya. Kita udah siapin rinser itu hampir belum belum 100% sih, tapi 70% outline aku udah ada semua. Wah keren juga. Jadi bisa melakukan sendiri ya sebenarnya pembersihan itu Iya. Karena kalau di luar negeri kan biasanya ya kalau kita bersihin sendiri Mas mejanya. Iya. Kalau di sini kadang-kadang masih diketawain kan ya, bersihin sendiri padahal itu harusnya menjadi culture ya, menjadi budaya bagi kita semua untuk habis kita pakai di mejanya kita datang bersih, keluar bersih juga. Salah satunya dengan ini tadi ya, recycle ini keren Mas ininya Mas. Nah, Mas ngomong-ngomong boleh dicobain ya? I yuk yuk kita ini kebetulan kalau ini tadi saya request kopinako karena kalau kenako saya pesannya kopinako pasnya saya bawain yang duren ya. Iya. juga. Takutnya enggak doyan. Nanti kita cobain yang duren. Movement kita ini udah cukup melebar lah ya dengan bantuan kolaborasi teman-teman saya support dan kolaborasi. Yang terakhir kita kolaborasi bahkan sama Hindia. Oh oke oke oke. Mas Baskara ya. Eh iya sama Baskara. Dia kan baru ngeluarin ee album kecil itu ee dia akan konser di tiga tempat. Di mana aja, Bos? Boleh ini enggak sebutin enggak kira-kira di mana aja? Tanggal e justru udah udah lewat. Oh udah lewat. Oh iya kirain lagi. Ee Bali, Bali, Jakarta, Jogja. Oh, I. Nah, di tiga tempat itu kita bekerja sama ee Kopinako mengolah sampah plastiknya. Untuk di ujungnya menghasilkan merchandise yang bisa kita jual. Tapi hasilnya dari hasil pengumpulan sampah itu, dari hasil sampah-sampah itu ya. Nah, ini kebetulan saya buat tadi, Mas. Nah, ini salah satu kolaborasi sama Hindia. Hasilnya salah satunya ini tumblr. Nah, ini ee tutupnya kita dari recycle sampah yang kita hasilkan. Oh, oke. Ini sebenarnya banyak sih ee recycle plastik ini bisa menjadi apa aja sih? Tergantung moldingnya. Ini salah satunya kan sampai logonya ada tulisannya. Iya, benar juga sih. Ya, ini salah satu dari plastik PP ini bisa jadi ini Mas. Oh, gitu ya. Ini dipanasin dulu atau gimana prosesnya? Dipanasin. Jadi, pabrik kita itu ada mesin dicacah dulu, Mas. Oke. Oke. Ini sampai ee dicacah pencacahannya terus dipres. Di ee hot press baru ke cold press. Oh, Baru nanti potong-potong sistemnya. Potong-potong itu kan bisa jadi table dipotong bulat. Iya. Iya. Iya. Heeh. Ee kemudian kalau yang seperti ini kan harus pakai molding. Gitu. Bisa jadi ini, bisa jadi jam. Yang saya pakai saat ini ee bagian dari bukan promosi sebenarnya saya selalu menggunakan barang-barang ee hasil daurbaur microf ini. Jadi, dari hasil daur ulang itu bisa jadi barang-barang yang fashionable sebenarnya. Betul. Justru kita mengarahnya ke Heeh. ke fashion supaya orang ya itu dari yang awal tadi kan orang ngelihat bagus dulu, he keren dulu biar anak muda tuh ee tertarik dulu ngelihatnya ini apa sih gitu loh sekeren ini pada ee misalnya ini juga kan kita minta support sama artis waktu itu kita sama seroflow. Oh oke oke oke. Nah jadi mungkin orang tertarik ada warna ada artisnya ee kemudian baru ngelihat ini apa ya gitu bentuknya seperti marmer. Ternyata ini adalah storynya sampah sampah. apapun sih ini dan ini apa warna ini ya memang hasil dari daunnya ya kalau ng atau di diwarnai atau diwarnai he sebenarnya kalau hasil dari ini yang enggak diwarna itu jadinya bening. Oh bening doang ya? Bening bening cuman kita ada formulanya lah bisa ngwarna ini jadi hitam jadi ada dainya ya. Ada yang jadi biru. Oh iya benar juga. Oh ini daur ulang semua ini Mas. Daur ulang ini jadi putih ini jadi hitam. Ini memang ada konsep waktu itu. Berarti bezelnya ini jadi daur ulang ya berarti ya. Betul. Ininya aja ya frame-nya ya. Gitu sih. Keren juga. Kemarin kita sama Kompas juga ada. Eh, saya kebetulan bawa kak ya. Kita sama Kompas tuh kita dari cacahan koran nih, Oh, ini jadi basel jam juga. Ee ini tuh belakangnya ini kan agak bening ya. Iya, agak bening tuh dari cup. Ee kemudian kita kasih pewarna hijau sedikit sekali. Terus cacahan koran kita satuin. Sebelum dipres. Iya. I i. I. Nah, di bagian dalamnya itu adalah plat cetak mereka yang sudah tidak terpakai. Kita potong jadi dalam jam. Oh, keren. Bisa jadi begini ya. Ini ya salah satu kolaborasi sama Kompas yang kita jual juga di online offline Kompas ada juga. Di outlet kita juga ada sih. Berarti movement-nya Nako itu bukan hanya jualan kopi dan tempat nongkrong aja, tapi banyak nih sebenarnya. Sebenarnya movement-nya lebih ke ingin menunjukkan aja bahwa dalam bisnis ini kita tetap bertanggung jawab terhadap sampah plastik kita karena kita tidak bisa menghilangkan plastik ini. Iya. Iya. Benar. Benar. Dalam bisnis ee es kopi ini agak sulit. Paling ya mengurangi sedotan gitu-gitu ya, Mas ya. Iya. Ini kan sekarang udah enggak perlu pakai sedotan lagi. Iya, betul. Nah, ini kan kita udah banyak dapat insight nih dari Mas Robert nih. Bagaimana apa di balik nako apa eh behind the story-nya. Mas, terakhir nih, Mas, ada pesan enggak buat teman-teman yang tertarik dengan bisnis kopi, tertarik dengan lifestyle ini, ingin mencoba sesuatu yang baru itu ada ada apa ya buat inspirasi buat kita semua, Mas? Iya. Ee dalam sebuah bisnis ini yang terpenting adalah berani. Berani dulu dan ee cemplung dulu yang penting ya. Iya. Berani dan jangan takut untuk ee mengeluarkan ide-ide kreatif dan ide-ide yang memang harus sesuatu yang baru. Dan bisa kita siapkan ee cukup solid untuk ke depannya gitu secara ber. Oke. Jadi matang dulu ya konsepnya ya. I kan. Oke. Oke. Kalau kopi sih kalau produk kan kurang lebih mirip. I. Terus kalau rasa bisa dibilang juga selera ya. He Yang penting ya basicnya makanan itu mm terjag lah kebersihannya. Ee yaitas ras kualitasnya harus terjaga tetap konsisten. Nah di luar itu kan kita harus ada satu konsep lah ya. Oke berarti konsep itu yang harus matang ya teman-teman ya. Karena kalau kita ngelihat Kopiako tadi Mas Robert sendiri bilang bahwa Kopiako mengikuti tren yang ada dari kopi susunya ya kan produknya juga mengikuti tren ya kan mungkin enggak cuman kopi nako doang yang membuat kopi susu yang lainnya juga tapi kenapa kok kopi nako banyak disukai orang banyak teman-teman yang nongkrong di Kopiinako karena ternyata mungkin oh butuh tempat untuk nongkrong karena ajakan ngopi bukan hanya sekedar buat minumnya doang doang. Tapi sambil bicara seperti ini nih kita mendapatkan sesuatu yang baru ya, Mas. Ini berarti kan ngopi kita. Kita ngopi nih. Kita lagi ngopi. Jadi teman-teman konsep itu penting ya kan. Mungkin kalau teman-teman melihat mobil ini ya ini juga salah satu yang terkonsep gimana kita ee bisa mendatangi narasumber. E kebetulan tadi lagi ada di BSD ya, jadi kita bisa ngobrol di sini juga ya, Mas Robert ya. Ini ceritanya kita lagi jalan. Ee sebenarnya sih e bisa di ini ya berentar. Jadi mobil ini memang konsepnya adalah kami bisa mendatangi narasumbernya langsung ke tempat beliau beraktivitas. dan kebetulan di GJAW ini banyak narasumber kita yang bisa kita ajak ngobrol sehingga mobilnya akhirnya ada di sini. Nanti suatu saat mobil ini akan kita bawa. Waktu itu kita pernah bawa ke Mampang, kita pernah bawa ke Pulau Mas, kita pernah bawa ke ya mendatangi teman-teman yang emang bisa diajak ngobrol untuk ee kita ngobrol-ngobrol inspiratif ngopi seperti ini. Ya kan? Jadi teman-teman konsep penting ya kan dan yang penting berani berani nyemplung aja duluung aja dulu mulai aja dulu mulai aja habis itu kita nikmatin bareng susah payahnya ya kan manis getirnya waduh jadi berpuisi kitais Mas Robet kita thank you banget Mas Robet sudah mampir ke Ram salam buat teman-teman di Nako semuanya mudah-mudahan kalau boleh nanti kita main ke Bogor dan kita bikin podcast lagi di sana siapa tahu kita bisa main tempat sangrainya i kita tunggu banget sangrai di belakangnya juga pabrik daur baur kita nah bisa main ke daur baur juga nanti kita kalau bisa motoran juga ke sana atau ngajak teman-teman komunitasional nanti kita bikin sesuatu deh siap gitu thank you ya mas ya thank you thank you sehat selal sukses buatinakoo terima kasih ya buat sudah menonton video ini. Semoga video ini bisa menjadi inspirasi buat kita semua untuk selalu struggle ya kan kita semua eh driven by passion dan jangan lupa cuan for life ya. Thank you. Sampai jumpa di podcast kita yang lain. Bye.
