BETINGKAH LAGI INI XIAOMI! - Redmi 15C (YouTube Video)
Saya penasaran deh apa sih ekspektasi kalian soal HP entry level? Kalau ekspektasi kalian entry level itu harus terjangkau, punya layar yang bagus, performa yang oke, baterai yang gede, dan kamera yang bisa diandelin, rasanya HP ini sudah melebihi ekspektasinya. Jadi Xiaomi Indonesia baru aja ngerilis HP entry level baru mereka, yaitu Redmi 15C. HP ini punya dua varian harga yang tentu aja sangat entry level ya. Varian 6128 dijual di harga Rp1.5 Rp.599.000 dan varian 8256 GB dijual di harga Rp1.799.000. Kalian bisa beli HP ini meli tanggal 25 Agustus 2025 di official store-nya Xiaomi ya, bisa online ataupun offline atau di e-commerce kesayangan kalian. Oke, saya akan coba bahas secara detail bagaimana sih rasanya pakai HP entry level dari Xiaomi ini. Dan dan apa yang saya sampaikan di video ini tentunya subjektif hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya. Balik soal HP-nya. Alasan kenapa HP ini sangat bisa memenuhi ekspektasi kalian adalah banyak hal yang lazimnya ada di HP midrange tapi bisa kita temukan di sini misalnya layarnya. Salah satu hal yang bikin HP ini menarik adalah layarnya. Buat HP R,5 jutaan, layar di HP ini cukup bagus menurut saya. HP ini punya layar 6,9 inch, sebuah ukuran layar yang besar. Eh, notch depannya juga masih model waterdrop. Terus bezel bagian bawahnya tebal dan enggak simetris menurut saya. Tapi buat harga segini secara visual, layar di HP ini menurut saya udah cakep. Layarnya beresolusi HD plus yaitu 720* 1600-an dengan density sekitar 254 ppi. Buat daily usage kayak chat, sosem, scroll TikTok, kritik anggota DPR sampai nonton YouTube menurut saya udah cukup nyaman ya. Emang sih kalau dibandingin sama layar full HD, ril dan icon kecil kelihatan kurang tajam gitu. Tapi justru resolusi segini bikin performa HP ini jadi lebih smooth dan baterainya lebih irit gitu ya. Ada plus minusnya lah. Oh iya, by the way layarnya juga belum support HDR ya. Layar di AP level ini punya refresh rate 120 Hz yang jarang banget ada di HP dengan harga segini. Fel waktu scrolling juga kerasa jauh lebih smooth, animasi lancar, pokoknya enaklah. Refresh rate-nya juga adaptif, jadi FPS-nya itu otomatis turun kalau si layar lagi kagak diapa-apain. Xiaomi ngeklaim kalau layarnya bisa tembus sampai 810 Nits dalam kondisi pik. Buat harga Rp1 jutaan ini udah bagus banget ya. Di dalam ruangan tentu kelihatan jelas dan di luar ruangan waktu siang hari pun layar masih lumayan kelihatan. Emang sih belum segonjreng AMOLED, tapi jelas lebih dari cukup buat harian menurut saya. Ada juga TUV RL Certification biar mata kagak capek waktu lihat layar HP dalam waktu yang lama. Terus juga ada fitur weight touch 2.0 yang bikin layar tetap responsif walau jari basah karena habis cebok. Untuk durability layar di HP ini udah pakai cording Gorilla Glass 3. Bukan yang terbaru memang, tapi cukup buat daily protection ya, terutama buat yang hobi ngantongin HP sama pasir gitu. Tapi ada baiknya memang pakaiin temper glass. Oh ya, saya lupa bahas soal desain ya. HP ini sebenarnya simpel tapi lumayan cakep buat sebuah HP entry level ya. Bodenya tipis dengan ketebalan cuma 7,99 mm jadi enak digenggam walaupun layarnya gede yaitu 6,9 inch. Beratnya sekitar 205 gr jadi agak berasa kalau dipakai lama tapi masih wajarlah. Pilihan warnanya juga lumayan fresh. Ada midnight black, ada mein Green, ada moonlight blue sampai twilight orange. Nah, kebetulan yang saya pakai ini adalah versi Twilight Orange-nya. Finishing bodya itu berasa modern gitu, kekinian lah, dengan tekstur yang gak gampang ninggalin bekas sedik jari. Padahal ini glossy loh. Keren deh. Intinya desainnya cakep banget untuk sebuah HP entry level. Untuk performa HP ini pakai Mediatek Helio G81 atau 81 Ultra. Sus ini punya 8 core dengan 2 core Cortex 175 di 2 GHz buat handle tugas-tugas yang berat. Terus ada 6 core Cortex 155 buat efisiensi artinya lebih irit daya gitu. GPO-nya sendiri Mali G52 MP2. Anjay. Enggak kenceng-kenceng amat, tapi cukup stabil kalau cuma dipakai harian atau buat main game-game ringan lah. Ada dua opsi RAM dan storage yang bisa kita pilih, yaitu ada 6128 dan 8256 plus fitur RAM expansion yang bisa nambahin RAM virtual sampai 16 GB. Kalau begitu storage yang dipakai masih EMMC 5.1. Jadi, kecepatan baca tulisnya itu enggak sekencang IFS gitu loh. Efeknya paling terasa waktu instal aplikasi besar atau loading di awal game gitu agak kerasa lebih lambat gitu. Kalau ngomongin angka benchmarks, skoran tutunya ada R200.000-an. Sementara Geig Bch-nya nyentuh sekitar 420 di single core dan 1380-an di multiore. Angka-angka segini sih harusnya cukup oke buat harian ya. Dipakai secara casual sehari-hari, performa HP ini kerasa lumayan lancar ya. Hyper OS 2 berbasis Android 15 di resolusi HD Plus bikin UI-nya itu kerasa enteng ditambah layarnya 120 Hz yang bikin scrolling dan transisi itu kelihatan mulus dan smooth gitu. aplikasi standar kayak WhatsApp, Instagram, TikTok, Maps, semua aman sih. Kadang ada sedikit delay kalau buka aplikasi secara berturut-turut atau pindah cepat antara aplikasi, tapi masih dalam batas wajarlah. Bloodware sama iklan juga jujurly kadang cukup enggak ganggu ya. Jadi lebih baik uninstal atau disable aja biar RAM dan resource-nya enggak kebuang gitu. buat main game performanya untuk kategori entry level ya menurut saya cukup oke. Mobile Legends atau Smash Legends bisa jalan dengan cukup lancar di settingan medium to high dengan frame rate sekitar 60 FPS yang ya relatif stabil ya. Delta force juga nyaman di settingan low medium dengan frame rate high ya. Walau di map RAM lumayan berasa agak startering kadang-kadang gitu. Game berat kayak Genin Impact jelas kudu turunin ke low setting grafisnya. Kalau dipaksa lebih tinggi frame drop-nya bakal lebih sering terasa. Soal suhu daily usage-nya lumayan aman ya, relatif adem gitu buat gaming dipakai sekitar 20 sampai 30 menit masih lumayan stabil tapi kalau dipakai lebih lama gejala throtling bisa nongol dan FPS jadi agak turun gitu. Soal throtling waktu saya tes pakai aplikasi 3D Mark gejala ini jelas terlihat ya dengan terjadinya penurunan performa saya dengan naiknya suhu. Untungnya casing tipisnya enggak bikin panas berlebihan apalagi kalau main di ruangan yang berac. Hnya juga masih punya port audio 3,5 mm dan micro SD slot kalau misal kalian ngerasa storage bawaannya masih kerasa kurang besar. Untuk fingerprint-nya nyata dengan tombol power dengan performa yang lumayan responsif dan untuk durability HP ini punya sertifikasi IP64 yang artinya sudah tahan terhadap cipratan air dan debu. Sedangkan untuk software seperti yang sudah saya mention tadi, dia pakai HyperOS 2 berbasisan Rote 15. Secara experience enggak ada keluhan yang berarti dari UI recikan mereka ini. Di HyperOS2 ini tentu kita akan menemukan berbagai macam fitur yang melibutkan AI seperti Circle to Search, Google Gemini dan lain-lain. Xiaomi Interconnectivity juga enggak luput dihadirkan di HP entry level ini. Fitur yang memungkinkan HP ini bekerja sama dengan device Xiaomi lain dalam ekosistem yang sama. Misalnya callsing yang memungkinkan kita menerima telepon dari perangkat lain dan copy to clip yang mana kita bisa copy dari device 1 dan paste ke device yang lainnya. Salah satu bagian yang menurut saya paling killer ada di sektor baterainya. Xiaomi ngasih baterai 6000 mAh yang jelas di atas rata-rata untuk HP kelas entry level. Buat pemakaian harian gampang banget tembus 1, seteng sampai 2 hari tanpa harus nyolok charger. Bahkan kalau dipakai intense sekalipun tetap aman sampai malam. Shaman sendiri ngeklaim baterai ini bisa bertahan 22 jam nonton video dan dan 82 jam dengerin musik. Saya sih gak pernah ya dengerin musik sampai 82 jam. Takut disuruh be realt entar. HP ini juga udah support 33 watt super for charging dan waktu yang dibutuhkan buat ngisi baterai dari kosong sampai menu itu cukup ngebut menurut saya dari kosong sampai full terisi dalam waktu sekitar sejam lebih gitu. Oh, iya, ada juga fitur reverse charging 10 watt. Jadi, HP ini bisa dipakai buat ngecas gadget lain kayak TWS atau HP lain gitu. Lanjut ngomongin soal kamera. HP ini ternyata lumayan oke untuk sebuah HP level. Xiaomi ngasih setup kamera yang cukup simpel menurut saya. Di bagian belakang ada kamera utama 50 megapel dengan bukaan F1.8 dengan dukungan PDF atau pa detection autofocus dan sebuah sensor dep yang dipakai khusus buat efek portret. Sementara di kamera depannya ada kamera beresolusi 13 megapel dengan bukaan F2.0. Dalam kondisi terang, kamera utama HP ini bisa nangkap foto yang cukup bagus menurut saya detailnya tajam, warnanya cukup natural, e lumayan enak lihatlah dan dynamic range-nya lumayan aman buat foto-foto outdoor di siang golong. Mode auto biasanya memanfaatkan pixel binding. Jadi hasil foto default yang beresolusi 12 megapel itu bisa nangka foto yang lebih tajam plus minim noise. Kalau masih kerasa kurang dan butuh detail yang lebih, kalian bisa aktifin modi 50 megapel walau fil-nya jadi lebih gede dan akan sedikit borus storage ya. Fokusnya juga menurut saya cepat ya, jadi gampang buat dipakai foto-foto objek bergerak gitu. Tapi lain cerita kalau kita pakai kamera di HP ini dalam kondisi low light, performa kameranya mulai kerasa limitasinya. Tanpa OIS, hasil jepretan di malam hari itu gampang banget ngeblur kalau tangan kita agak goyang dikit gitu. Noise-nya juga lebih kelihatan, apalagi di area gelap. Untungnya ada night mode yang ngebantu sedikit buat naikin detail walaupun hasilnya tetap enggak bisa dibandingin sama seri mid range atau flagship ya. Jadi kalau mau moto di malam hari pastiin cari cahaya tambahan biar hasilnya lebih oke. Untuk urusan portrait sensor dep yang ada ini ternyata cukup membantu ya. Efek boknya atau blur di background kelihatan cukup natural, enggak terlalu kasar, dan age detection-nya lumayan rapi walaupun kadang-kadang masih ada bagian rambut atau objek kecil yang ikut ngeblur gitu. Lanjut ke kamera depan. Buat selfie di siang hari, hasilnya oke menurut saya untuk sebuah HP entry level. Scanon-nya kelihatan natural, detail wajah juga cukup jelas dan enggak terlalu banyak efek beauty yang berlebihan gitu loh. Walaupun kita bisa ngatur si level beautification-nya gitu. Di kondisi lelot, hasil selfie mulai kelihatan noisy, tapi Xiaomi kasih opsi screen flash yang cukup ngebantu buat muka biar tetap kelihatan kinclong. Kesimpulannya menurut saya HP ini bisa jadi opsi entry level yang lumayan solid di harga Rp1 jutaan. Layar 6,9 inch dengan refresh rate 120 Hz asyik banget buat dipakai nonton YouTube walaupun resolusinya masih HD plus ditambah fitur Icare dan wet touch 2.0. Layar ini kerasa lebih nyaman dipakai harian. Baterainai juga jadi nilai jual utama dengan kapasitas 6000 yah yang bisa hidup sampai 1,5 sampai 2 hari gitu. Plus turbo charging 33 watt yang surprisingly cukup cepat menurut saya. Performa dari Helio 81 Ultra juga menurut saya lumayan buat daily activity dan gaming-gaming tipis lah walau belum ideal buat game berat ya. Terus storage-nya yang masih IMMC 5.1-nya juga agak lambat ya dibandingkan jenis UFS. Kamera 50 megapelnya juga lumayan oke di kondisi terang dan foto portretnya juga lumayan rapi. Tapi saat low light kualitasnya turun, detailnya berkurang dan noise-nya lebih kelihatan gitu. Kamera depan 13 megapel-nya juga masih cukup oke buat selfie dan video call. Nilai tambah lainnya juga oke seperti NFC, jack audio, sertifikasi IP64, dan dukungan upgrade software yang lumayan panjang. Kekurangannya ada di layar yang masih HD plus, chargingnya juga kalah cepat dari kompetitor gitu. Karena di range harga yang sama, komputer kayak berani ngasih kecepatan yang lebih cepat gitu. Terus kamera dalam kondisi lolet juga kerasa biasa aja. Jadi kalau kalian punya duit Rp1 jutaan dan lagi nyari HP yang paling bagus di harga segitu, saya enggak akan ragu untuk merekomendasikan HP ini untuk dibeli. Yang penting cakep sih. 1 jutaan itu jarang banget nemu HP secakup ini. Jadi sebisa mungkin kalau punya HP ini jangan kasih softcase yang gelap ya. Pastin softcase yang cerah. Lebih baik gak usah soft sih. Lebih baik gak usah di casingin karena enak dipegangnya.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















