BIAYA SERVIS DAN BATTERY HEALTH AIR EV SETELAH 30 RIBU KM | AIR EV LITE VS LONG RANGE (YouTube Video)
Review jujur wooling arriv setelah pemakaian hampir 2 tahun. Yang pertama gua jawab dari batery health-nya dulu. Setelah pemakaian hampir 2 tahun dan odometer itu kurang lebih sekarang di R2.000-an, batery health mobil ini sekarang berada di 94,5%. Sebagai info, gua ngecasnya itu selalu di rumah memakai input daya yang 2.2 KW. Gua pernah bawa cas di SPK lu, tapi itu enggak sering. Kayaknya kalau enggak salah ingat mungkin belum sampai 10 kali deh ngecas di SPK lu. Sisanya itu gua pasti selalu nge-chars di rumah. Cara ngecas ini ada korelasinya sama kesehatan baterai atau batery health ya. Jadi menurut info yang gua dapat, kalian itu sebetulnya gak boleh sering-sering pakai yang fast charging atau daya yang terlalu besar karena itu bisa mempercepat degradasi si baterai mobil listrik. Jadi selalu disarankan untuk ngecas pakai daya yang standar aja. Kemudian masih ngomongin seputar cas ini, RV light dengan RV tipe long range atau RV tipe tertinggi. Ada perbedaan input daya cas yang cukup signifikan loh, Guys. Untuk RV tipe light, input daya maksimal saat ngecas itu hanya sampai di 2.2 KW aja. Sedangkan untuk tipe yang long range atau tipe tertinggi, input daya pengecasan maksimalnya itu bisa sampai 6.6 KW. Jadi kalau kalian ngecas RV dari 0 sampai 100% pakai fast charger, di RV tipe light itu akan tetap butuh waktu yang cukup lama. Karena kan daya input maksimalnya cuman di 2,2 kW. Jadi dari 0 ke 100 untuk tipe light itu mungkin di kisaran 12 jam. Sedangkan kalau kalian ambil yang tipe tertinggi karena input daya maksimal pas ngecas itu bisa sampai 6.6 kW. Jadi di RV tipe tertinggi itu hanya butuh waktu sekitar 3 sampai 4 jam aja. Jadi kalau pakai RV tipe long range kita bisa hemat waktu ngecas itu 3 sampai empat kali lipat lah lebih cepat. Dan hal satu ini jarang banget diinfokan sama sales ya atau bahkan salesnya itu sendiri kadang-kadang ada yang belum tahu deh perbedaan antara input daya ngecas di RV Lite sama di RV tipe yang tertinggi atau yang long range. Sekarang gua mau bahas seputar troublenya. Untuk trouble atau masalah-masalah yang pernah muncul di mobil ini, itu hanya masalah-masalah minor aja ya. Seperti kemarin itu head unit pernah nge-hang dan masalah kedua itu adalah pernah mendadak indikator airbag tiba-tiba menyala. Tapi ternyata itu cuman masalah software bug aja. Jadi pada saat kita service rutin itu software-nya tinggal direset kemudian penyakitnya sembuh semua. Terus mobil ini juga baru selesai gua bawa servis rutin yang ketiga dan yang kemarin itu hanya menghabiskan biaya sekitar Rp88.000-an. Dan ngomongin service rutin, kalian kalau beli mobil listrik itu jangan sampai kelewatan, ya. dan harus selalu servis rutin di bengkel resmi menjaga garansi baterainya itu tetap aktif karena kalau enggak nanti bisa dijadikan alasan untuk menghanguskan garansi baterainya. S10 ke mobil ini juga baru gua perpanjang sekitar 2 sampai 3 bulan yang lalu. Dan pada saat itu gua hanya bayar SWD KLLJ kurang lebih sekitar 178 atau Rp10.000-an gitu. Untuk pajak mobilnya itu sendiri atau PKB-nya, mobil ini masih Rp0, Guys. Overall, gua cukup puas lah pakai mobil ini untuk jadi kuda harian di dalam kota. Dimensinya kecil, terus torsinya instan ya khas mobil listrik. Kemudian enggak usah pusingin beli bensin lagi. Perawatannya juga simpel banget. Terus bebas gage, dan yang terakhir itu pajaknya masih gratis. Jadi ya menurut gua masih worthed bangetlah untuk beli mobil ini, ya. Cuman enggak ada gading yang enggak retak ya. Ada sisi positif pasti ada sisi negatifnya. Untuk sisi negatif pertama di mobil ini adalah reclining kursinya yang sedikit banget. Jadi untuk kursi depan itu hanya bisa diline sampai segini aja cuy maksimalnya. Ini kurang lebih mungkin sekitar 45 derajat kali ya. Nah, kalau kayak gini ini jadi pegal gitu. Jadi kurang nyaman kalau kita lagi di dalam mobil nungguin orang. Atau gua kan driver nih, gua lagi nungguin penumpang atau lagi nungguin orderan itu kurang rebah, cuy. Cuma bisa maksimal segini aja. Jadi posisi duduk kita saat lagi nunggu itu enggak rileks. Kurang rileksing lah. Seandainya ini bisa rebah lebih sedikit lagi kan masih lebih enak menurut gua. Tapi kalau segini tuh jadi serba salah ini. Dan ini menurut gua faktor yang cukup vital ya, karena sayang banget gitu. Kenapa enggak bisa sampai direbahin agak lebih rebah lagi. Soalnya kan kalau kita nunggu di mobil listrik atau di dalam EV, kita enggak perlu pusingin yang namanya boros bensin. Jadi mobil bisa tetap terus nyala, AC tetap terus nyala. Seandainya ini bisa lebih rebah kan, jadi kita nungguin orang atau nungguin penumpang bisa lebih rileks. Tapi kalau kayak gini kan jadi enggak bertahan gitu. Ini serba salah jadi duduknya. Terus yang kedua masih seputar kursi juga. Kursinya itu busanya agak tipis ya dan agak keras. Tapi itu hal yang bisa dimaklumi ya karena kan mengingat si RV ini adalah kelas entry level aja di dunia mobil listrik. Jadi, ya itu hanya bukan komplain sih, hanya sharing aja. Untuk yang benar-benar komplain itu dan sangat disayangkan ya ini kenapa sudut reclining-nya ini hanya bisa sampai di sini aja kurang lebih ini cuman 45 derajat gitu. Seandainya bisa sampai mungkin 75 agak rebah dikit atau bahkan bisa rebah sampai datar gitu seperti mobil pada umumnya kan lebih enak ya. Minus yang kedua itu adalah peace of mind. Jadi selama hampir 2 tahun gua pakai mobil ini, itu gua masih selalu ditakutkan atau dihantui sama biaya pergantian baterai. Ya memang sih ada garansi baterai ya dari pabrikan atau dari dealer, tapi tetap aja kita selalu ada rasa was-was karena apa ya? Takutnya nanti pada saat butuh untuk ngeklaim garansi baterai, ternyata mungkin ditolaklah dengan alasan A B C atau ternyata garansinya sudah hangus lah atau mungkin nanti mesti ind dulu lah baterainya bisa sampai 3 sampai 6 bulan kan lumayan lama ya dan masih banyak hal lagi yang bikin rasa takut tuh ada yang ketiga sisi negatifnya adalah tetap rasa takut juga jadi masih nyambung ke yang nomor dua ya peace of mind rasa takut yang ketiga ini adalah gua takut ada perubahan atau bahkan penghapusan kebijakan yang beneficial buat EV seperti bebas gagnya nanti tiba-tiba dihapus, terus subsidi pajaknya tiba-tiba dihapus juga. Lalu yang terakhir ini takut juga sama biaya listrik yang diam-diam dinaikkan secara perlahan gitu. Jadi kan kita sebagai pengguna kita enggak nyadar. Jadi minusnya EV ya di situ. Kalau amit-amit yang tadi-tadi gua bilang itu terjadi, kita sebagai pemilik EV cuma bisa angkat tangan sih ya. Wasalam semua ya. Maksudnya EV ini pada saat baterainya udah rusak, udah enggak bisa dipakai, ya udah benar-benar cuma jadi seonggok besi tua aja. Paling nanti kalau enggak dikanibalin ya dikiloin gitu. keunggulan satu-satunya atau keunggulan paling mutlak di EV dibanding dengan mobil bensin atau mobil ice ya, internal combustion engine itu yang paling mutlak adalah di simplisitasnya aja. Jadi memang buat kalian yang enggak mau pusing sama mobil gitu ya, tahunya mobil itu adalah sarana transportasi dari titik A ke B, cuman jadi kuda harian aja. EV ini cocok banget, cuy. Simpel banget. Gak ada tuh yang namanya ganti oli mesin, ganti oli matic, pusingin ganti timing chain, terus fanbt lah, gak usah pusingin tiba-tiba matic jeduk, tiba-tiba oli ada yang rembes. Dan masih banyak lagilah whatsoever penyakit-penyakit mobil bensin itu ya, internal combustion engine. Jadi kalau pakai EV ini simpel banget, tinggal masuk mobil nyalain bleng kita gas aja sampai di tujuan beres. Terus nanti udah selesai pulang lagi. enggak perlu benar-benar pusingin bunyi-bunyi aneh dari sektor mesin, dari sektor matic. Udah tinggal gelinding aja lah pokoknya mobilnya. Nah, itu adalah menurut gua benefit atau kemenangan yang mutlak ya dari sebuah EV dibanding mobil bensin. Karena kalau kita nilai dari segi irit sepertinya sama aja ya. Jadi penghematan yang kita dapat dari enggak beli bensin itu baiknya tetap ditabung. Karena kan kita enggak pernah tahu nih kalau pada saat nanti baterai mobil ini rusak ya kan entah garansinya udah habis kah atau garansinya ternyata hangus enggak bisa diklaim atau ternyata baterainya masih inden lah bisa mungkin 3 sampai 6 bulan atau bahkan mungkin setahun bisa juga ternyata bisa ngeklaim garansi tapi antri karena kan pengguna EV ini udah mulai banyak ya jadi kalau amit-amit nanti pada saat mesti klaim garansi baterai dan semua umurnya itu sama sudah otomatis kan pasti ada antrian yang tercipta gitu. Jadi menurut gua ya uang atau dana yang sudah dihemat dari enggak beli bensin itu ya sebenarnya enggak bisa dipakai secara bebas juga. Misalkan kita sebulan nih dari kalau pakai mobil bensin kita habis beli bensin R juta. Kalau pakai EV kita cuman habis biaya listrik sekitar R1 juta. Berarti kan ada penghematan Rp3 juta. Tapi penghematan Rp3 jutanya ini enggak bisa dipakai untuk kita foya-foya atau kebutuhan lain. Tetap sebaiknya kita simpan, kita tabung untuk dana darurat. Kalau nanti mobil listrik ini tiba-tiba baterainya rusak dan kita enggak bisa klaim garansinya. Tapi kalau mau mikir positif sih harusnya ke depannya baterai bisa jadi lebih murah ya. Jadi walaupun nanti amit-amit garansinya enggak bisa diklaim ya harga baterai mobil listrik itu sendiri udah lumayan terjangkau. Karena kan kalau kita ngelihat dari teknologi di handphone, baterai-baterai handphone lama pasti lama-lama harganya turun ya. Harganya lebih terjangkau dibanding dengan baterai-baterai yang keluaran baru. Tapi ya enggak ada yang tahu ya. Who knows? Itu cuman opini pribadi gua aja. Kesimpulannya, Guys, untuk pertanyaan yang ini, batery health mobil gue itu sekarang berada di 94,5% untuk pemakaian kurang lebih hampir 2 tahun dan odometer di 32.532 untuk detailnya. Dan sebagai early adopter EV, gua cukup puas lah sama mobil ini hingga sampai video ini dibuat ya sampai saat ini. Karena kita enggak pernah tahu nih perkembangan EV ke depannya gimana, gua enggak tahu ya. Jadi yang gua bilang adalah gua pribadi sebagai early adopter ya sampai saat ini gue masih cukup puas. Karena untuk pemakaian dalam kota dari segi biaya terus dari segi simplisitas itu RV ini dapat semua sih. Sekian review jujur dari gua sebagai pengguna RV ya. Disclaimer semua informasi di video ini adalah berdasarkan pengalaman dan opini pribadi gua. Jadi mungkin beda user, beda pemilik, bisa beda-beda lagi opini dan pengalamannya. Dan di video ini gua juga gak di-endorse ataupun enggak kolaborasi sama brand terkait. Jadi pure review jujur dari pengalaman pribadi gua. Jadi kan video gue ini sebagai video referensi aja buat kalian nih yang lagi pengen minang si RV. Jadi kalian bisa tahu, oh gua mendingan beli RV yang light atau yang long range. Terus bedanya yang paling signifikan tuh apa? Kemudian gimana sih dipakai dalam jangka panjang? Kalau gitu sampai di sini dulu video kali ini ya.
