BIKIN BISNIS KOPI BEDA! FIEHOLICS & FILOSOFI 'KOPI PAKAI SUSU'π± (YouTube Video)
Pak Hans, Pak David. Wah, ini dua-dua bos yang bersinergi membuat kedai kopi yang unik ya, Pak. I yang dipakai wedding ya. Benar, Pak. Nah, bingung tuh saya tuh cukup besar kan itu kan. Betul. Padahal cuman coffee shop ya. Nah, ceritanya gimana nih, Pak David Topans nih? Awal ceritanya Pak kita dulu pernah ngadain halal bihalal. Setelah itu kita pernah ngadain kids party waktu itu untuk anak-anak umur berapa? 2 10 tahun waktu itu ulang tahun. Jadi waktu itu hampir 100 orang. Nah, setelah itu ada tawaran intinya mau ngadain after wedding party. Saya waktu itu berusaha mencoba limit. Kita pernah yang di bawah 100 waktu itu yang after wedding ini hampir 200 orang. Jadi saya tantang diri saya sendirilah dengan tim. Ayo coba karena di situ kita akan coba eh akan tahu limit kita pasti gimana. Jadi ya waktu itu yang untuk meding party itu hampir 100 85 orang besar tuh ya besar itu sudah kayak kerumunan pasar berhasillah kita berhasil karena itu sebenarnya Bapak kan bukan hanya apa ee coffee shop ya betul makanannya banyak sekali ya aneka rupa dan betul saya dengar ada satu menu khasnya yang favorit itu nasi goreng apa tuh Pak nasi goreng kampung Pak nasi goreng kampung Kampung itu favorit tuh, Pak ya. Favorit. Dan itu beberapa orang yang datang ke tempat kita intinya mereka juga m to. Heeh. Promotion gitu. Temannya ngasih tahu, "Coba lu kemari cobain nasi gorengnya." Nasi gorengnya. Iya. Jadi ya kadang-kadang orang gitu ya kita tahunya kok mesinnya nasi goreng. Iya. Saya kasih tahu teman saya pesan nasi goreng ini katanya enak. [Musik] Welcome to RCC podcast Resto Cafe and Coffee. Ngobrol bareng orang-orang populer di jalur kuliner. Sebelum kita lanjutkan, kita mau tanya dulu nih Pak David. Karena ini awalnya mimpinya Pak David nih. Pak David punya tanah di Ben Hill. Iya. Terus tiba-tiba menjadi kedai kopi. Tiba-tiba menikah. Ya, menikah bisnis ya. Menikah bisnis dengan PS. Kira-kira ceritanya gimana tuh awalnya tuh, Pak David? Iya, memang saya ee basicnya saya memang tinggal di Benhill. Nah, kebetulan waktu itu saya kebetulan punya ee tempat di Benhill yang memang tidak terpakai saat itu. Nah, saya kebetulan suka minum kopi. Nah, waktu kalau saya keliling gitu ya, saya suka manual brew. Manual brew itu yang ee dibikin bukan pakai mesin lah ya, gitu. Nah, manual. Yes. Dan saya enggak dapat tuh di Bill pada saat itu saya enggak ada enggak coffee shop rata-rata punya ya cappuccino dan lain-lain gitu. Nah, jadi saya kalau mau cari manual bro saya harus pergi ke luar dari wilayah Benhill. Benar. Nah, jadi saya kepikir kenapa ya enggak dibikin padahal daerah sekitar situ banyak orang kantor, banyak kaos-kaosan gitu yang mungkin juga suka manual bru seperti saya. Iya. Nah, akhirnya waktu itu saya berkonsep, eh saya maulah bikin tempat tempat saya ini jadi coffee shop. Nah, singkat cerita saya sama Pak Hans ini teman teman dari teman sekolah. Iya. Nah, waktu itu kita ada acara makan bareng sama teman-teman. Istri saya lagi ngobrol sama istrinya Pak Hans. Iya. I dan Bu Heni ya. Bu Heni dan Ibu Rita gitu. Jadi ee mereka ngobrol bahwa eh ini ada ee si David lagi mau bikin tempat kopi. Nah, Bu Heni juga bilang, "Eh, si Hans juga lagi mau cari tempat untuk bikin tempat kopi." Nah, akhirnya saya pikir, "Eh, kenapa kita enggak ngobrol? Karena kita udah kenal cukup lama, kan?" Nah, akhirnya ngobrol dan terjadilah dalam waktu yang cukup singkat lah. Dalam waktu yang cukup singkat kita bikin tempat kopi yang ee sesuai dengan kita mau yang berkualitas ya. Jadi kita bikin memang kopi pakai susu bukan susu pakai kopi gitu. Kopi pakai susu. Jadi rasa kopinya kental. Benar. Yang berkarakter susunya yang sedikit. Yes. Pak Hans, apa konsep unik dari Volks ini, Pak? Ya, kita bangunan vintage ya, Pak ya. Iya. Dan kita desain minimalis. Jadi waktu itu memang kita berpikir maunya desain minimalis. Tapi kan karena konsep bangunan sudah finest, jadi kita coba paduin lah konsep desain finest dengan minimalis itu kan ada tiga posisi ya yang di depan itu buat orang ngopi vintage terus ketika orang ngopi kan identik dengan merokok ya betul nah jadi Bapak ada ruang outdoor bahkan kalau sore saya lihat sudah adem gitu ya outdoor lebih ramai daripada di dalam ya ya orang habis sambil merokok ngobrol-ngobrol karena kan banyak pohon-pohonnya ya iya Dan juga di belakangnya saya lihat itu kan ada ruang meeting ya. Betul. Jadi kalau mau meeting pakailah meetingnya. Saya enggak tahu gratis atau enggak tapi pesan makanan sama saya gitu. Itu itu free Pak. Itu ada minimum charge Pak. Oh minimum charge. Saat ini rata-rata mereka menepat eh apa menerapkan minimum charge untuk VIP untuk R meeting. Iya. Ya. Jadi ee kalau mau meeting sambil ngopi apalagi pakai manual bru wah pasti ingatnya di situ ya kan. Jadi perkantoran di situ. Ayo kita meeting. Stres nih di kantor mulu nih ya. Pusing. Yuk kita meeting. Tapi suasananya suasana anak-anak genset ya kan. Anak genet kan maunya healing kan. Tempat Bapak kan healing kan. Meeting di dalam. Ah yang merokok bisa keluar yang outdoor atau mau suasana vintage di dalam. Bahkan bukan hanya meeting kan bisa pesan makanan, bisa pesan nasi goreng. Yang favorit nasi goreng kampung ya Pak ya. Betul. Nasi goreng kampung. Jadi ee tiga posisi itu yang menyebabkan Bapak menjadi salah satu ee apa eh coffee shop favorit ya di Bill ya. Iya. Nah, dalam waktu dekat nih Pak David ada rencana apa nih untuk buka cabang lain atau gimana Pak? Ya, kita memang akan ada planning untuk buka cabang, tapi yang pasti kita mesti memastikan bahwa standar quality itu harus ada karena kita enggak mau asal buka cabang, tapi nanti kualitasnya enggak terjaga karena banyak tempat-tempat seperti itu. Jadi, kita saat ini fokus kita adalah menerapkan SOP, standard quality yang bagus. Nah, habis itu baru kita akan buka di outlet gitu. Menurut Pak Hans atau Pak David nih ya, ee apa yang membuat bisnis kuliner sulit berkembang dan cepat berkembang? Silakan, Pak. Kalau menurut saya mungkin inovasi ya, Pak ya. Inovasi itu harus intinya kalau enggak ada inovasi produknya itu-itu aja juga orang pasti bosan. He. Jadi inovasi harusnya untuk berapa bulan sekali ada menu-menu baru. Iya. Iya. Kedua, menurut saya itu Pak ya apa mengikuti selera market ya, selera pasar. kita mesti tahu market saat ini lagi maunya seperti apa ya kita coba ikutin terus yang ketiga mungkin dengarin pendapat masukan dari orang lain komentar bapak-bapak apa gitu iya karena kan saat ini yang paling banyak market share kan di penduduk kita tuh Genzy ya Pak ya iya Gensi saat ini paling banyak kan ya selera mereka kan itu yang mesti kita coba iya ambil kita akomodasi kan gitu bagaimana cara membentuk atau menentukan brand identity yang yang sekarang Bapak lagi bangun ini Vihol. Nama Viholix itu sebenarnya dari mana ya, Pak? Nama Viholix itu sebenarnya dari Cofi Holix, Pak. Oh, pencinta kopi. Jadi, holxi. Cuma karena waktu itu karena ada apa ya? Sana Iya. Kita kita karena kalau coffee gitu kan standar gitu. Makanya akhirnya kita bikin Volix dengan kalau kita lihat logo cangkirnya itu ada K-nya gitu kan. Seperti itu, Pak. Nah, itu bagaimana tuh ee apa brandity? Iya. Iya. Brand masih mesti tetap ngriset pasar ya, Pak ya. Kita mesti tahu kompetitor kita kayak gimana. Kedua, ya kita tetapin segmen market yang mau kita ambil yang mana. I jadi kita enggak berubah-berubah jalan terus ya. Pokoknya segmennya itu warna logo logo mesti kech kan orang bilang. Betul. Traction ya. Iya kan sekarang banyak juga orang yang nanya ke kita Pak intinya kenapa logonya kok cangkir? Hmm. H iya kan seperti itu. Berarti kan cukup menarik untuk mereka kan. Iya. Iya ya. Warna logo. Iya iya. I slogan. Slogan itu sih. Iya ya. Jadi memang ee kita mesti ngikutin tamu Bapak yang datang siapa, orang kantor siang kalau sore siapa. Itu kan ini kan lagi proses nih mereka lihat-lihat kebanyakan apa. Nah itu yang B mesti ngikutin ya. Kalau siang mungkin kita mesti gimana nih caranya? Kalau malam gimana gitu ya. Kalau pagi ada enggak Pak? Pagi saat ini sih ada, Pak. Tapi tipis ya. Masih lebih ramai di siang mulai siang lah ya. Siang sampai ke malam tu lebih ramai. Jual pagi-pagi itu apa tuh? Grab to go. Grab to go ya. Itu pasti enggak ee sebentar lagi akan kita launching, Pak. Namanya Grab to go. Grab to go. Jadi orang yang to terburu-buru oleh waktu tapi mau sarapan enak, kopi enak, ya itu nanti kita coba acomodate itu. Oh, jadi tenisnya gimana, Pak? Kita akan siapin nanti makanan dengan kopinya. Intinya kita akan coba bikin boot lah, Pak. Atau bot kecil di depan ya. Kita persiapkanlah itu. Jadi mereka ya kayak drivethrough, Pak. Kayak driver. Benar. Benar. Kayak drive through. Jadi orang tinggal datang pilih, bayar jalan. Karena kan Bapak itu tempatnya strategis kan perkantoran kan. Jadi pagi itu kan ada orang terbubur Bapak ada makanan. Betul. Makan siang juga, mau ngopi juga. malam mungkin lebih arah santai musik ngerokok ngudang teman-teman. Nah itu Bapak mesti grab tuh ya. I kalau enggak nanti jadi vintage terus ya. Walaupun vintage Pak kita sangat mengutamakan kebersihan Pak. Oh i ya betul betul. Jadi secara mungkin kalau even diw tuh banyak yang ng-review juga kamar mandi kita. Oh kamar mandi kita tuh bersih banget Pak. Iya ya. Ya pentingpent. Karena kalau dulu ada siapa yang ngomong gitu kalau mau lihat sebuah tempat tuh lihat dari kamar mandinya. mandinya ya. Iya. Makanya rules kita adalah kamar mandi itu harus selalu clean dan wangi gitu. Iya. Iya. Tapi pada Hafiz sendiri sebenarnya kan bukannya ee pengusaha kopi kan, bukan pencinta kopi kan. Bapak itu sebenarnya bisnisnya apa sih, Pak? Saya sebenarnya importir dan distributor buat aromaterapi produk dari India, Pak. Oh, ya. Kita ini bisnis keluarga kita sudah mulai dari tahun ee 9, Pak. '89. Sudah lama sekali, ya? Iya. Iya. Jadi, kita pegang memang buat Indonesia. Iya. Iya. Iya. Itu ee produknya apa saja, Pak? Ya, macam-macam, Pak. Jadi, kita punya dari dupa, dupa dari essential oil, fragrance oil, eh senting machine. Jadi, kayak buat wangiin ruangan gitu, e gym, hotel gitu. Kita suplly, dupa pun ada macam-macam. Jadi, ada yang ee untuk ee sembahyang, ada yang buat ee apa relaxation, bahkan sampai yang buat ngutir nyamuk kita juga ada. Oh, iya iya. buat yoga itu kan ada terapinya Bapak Ben siapkan karena India kan suka yoga ya yoga ya macam-macam Pak jadi memang wangian itu jadi kita punya wangian yang dari standar sampai wangi-wangi perfum badan itu ada oh ada ya ee oke Pak kita mau masuk sesi yang kedua benar atau salah nih ya nanti salah satu bisa jawab ya kepuasan pelangganan adalah marketing terbaik benar benar ya kenapa karena kepuasan pelanggan itu yang bikin mereka datang lagi datang lagi itu penting ya, Pak. Paling penting kita tuh untuk menciptakan satu menu aja cappuccino di awal, Pak. Iya. Itu 2 hari ya. 2 hari Pak. Jadi kita ee ngetes dari sisi air, susu, wow. Ee biji kopi gitu. Jadi saya sampai minum obat mah juga, Pak. Gitu. Tes terus karena pagi sampai sore kita minum untuk setiap kopi yang beda-beda ini ya dari sisi airnya, dari sisi susunya sampai menemukan ini yang paling oke. Vicolek punya ruang meeting private room. Benar atau salah? Benar Pak. Benar. Kita ada dua ruang meeting. Satu buat sekitar 8 orang sampai 10 orang. Yang satu 15 sampai 20 orang. Kita ruang meeting kedua kita sebenarnya mirip dengan karaoke, Pak. Karaoke jadi sofa sebenarnya. Jadi kita punya meeting yang lebih memang duduk serius sama yang satu lagi lebih sofa jadi meeting-nya lebih santai santai lah. Santai ya. Iya. Iya. Viol itu ada indoor atau outdoor? Banyak spot foto ee di violek itu benar suara Pak. Benar Pak. Indoor kita ada spot foto di dekat-dekat bangku ulin. Bangku ulin. Iya. Di outdoor kita banyak spot foto juga ya. ruang meeting juga ada, Pak. Seperti itu. Iya. Oke, nih mungkin ee Pak David atau Pak Hans eh closing statement-nya ya. Kalau dari sisi saya secara bisnis ee main di kuliner itu eh susah-susah gampang tapi yang pasti adalah kita butuh konsistensi in every bisnis kita butuh konsistensi. Dan memang kalau apalagi terutama di makanan ya, di makanan itu kita ee sebagai owner kita tuh enggak bisa cuman sekedar suruh orang gitu. kita harus merasakan, harus benar-benar ya apa ya melihat di lapangan gitu. Karena apa? Karena makanan itu seperti yang tadi Bapak bilang, begitu orang enggak suka mereka tuh enggak akan pernah balik lagi dan kita enggak tahu feedback-nya. Iya. Kalau kita enggak ada di sana, mungkin kadang customer komplain, karyawan enggak kasih tahu kita, gitu. Nah, itu yang kita butuhkan supaya apa? Karena kita butuh yang namanya pelanggan itu should be happy gitu kan. Iya. Iya. Nah, ee kayak ya buat saya konsistensi itu paling penting sih, Pak. ya konsisten dan owner hadir minimal sampai punya ajudan yang kuat ya. Yes. Benar. Oke, Pak Hans. Sebagai pelaksana nih ya restoran kira-kira Bapak mau sharing sesuatu ee tentang Volk mungkin Pak ya. Untuk yang belum pernah mencoba VHOLX ya silakan datang untuk mencoba. Untuk yang sudah pernah datang ya kembali lagi karena ya untuk rasa makanan dan minuman kita tetap kita jaga sih Pak. Intinya kita sebisa mungkin kita enggak mau mengecewakan customer ya. Oke. Oke. Thank you. Thank you Pak David sudah ke RC podcast. Oke Pak David. Pak Hans terima kasih sudah hadir di RCC podcast. Ini ada kenang-kenangan dari Arna E granit. Ah.
