Bikin Cloud sendiri !! Murah, Mudah & Aman !! NAS Synology DS225+ (YouTube Video)
Hai Andika, Guys. Di sini kalau ada yang bilang masalah utama content creator itu ide, wah saya kurang setuju sih. Kalau misi startup mungkin iya, tapi kalau udah profesional kayak di Kedi bukan cuma ide aja sumber masalahnya. Karena kalau kita ngomongin ide, ide tuh gampang dicariah sambil ngupil, sambil bab kadang juga dapat idenya. Masalah utama buat content creator, terutama video yang 4K itu ada di storage. [Musik] Apalagi kalau record-nya kayak video kita 4K 60 fps. Wah, itu berapa menit jadinya udah berapa giga. Lihat aja nih storage-nya PC anak-anak di KID udah pada merah semua. isinya full footage, brol, hasil benchmark dan lain-lain. Lah, kenapa gak dihapusin aja, Bang? Jawabannya ya simpel sih ya, karena beol dan footage itu pasti kepakai. Contohnya ketika saya ng-review Samsung S24 terus saya ng-review S25. Nah, footage ini masih bisa saya pakai untuk ngebahas si S25 kayak gitu-gitulah. Karena kalau misalkan saya ambil dari YouTube bisa sebenarnya, cuman ya file-nya jadi rendah karena keekompres. Makanya saya cari solusi. Solusi yang paling ideal menurut saya itu ada di sini. Ini adalah NAS dari Sinologi. Sebenarnya saya udah pakai Nas itu lumayan lama ya. Dulu itu saya pakai yang DS152. Tapi mungkin itu agak berlebihan lah ya buat semua orang. Nah, sekarang saya punya solusi yang ini cocok kalau misal untuk konten kreator pemula UMKM atau kalian yang punya MacBook. Karena MacBook itu kan storage 256 ke 512. Selisih harganya akan lumayan ya. Mending beli Nas kayak gini harganya terjangkau tapi storage-nya gede. Jadi kenalin ini adalah Sinogi D Station DS225 Plus. NAS yang ukurannya lebih kompact tapi fitur utamanya tetap lengkap mulai dari akses file jarak jauh, backup otomatis sampai security data. Enggak ribet, enggak makan tempat dan enggak kalah kencang buat dipakai harian. Yang saya suka dari Sinologi itu sebenarnya kalau kita ngomong provider atau pabrikan NAS banyak banget ya. Tapi yang saya suka dari Sinologi, setup-nya itu mudah, enggak ribet. Buat orang kayak saya yang malas ribet, tinggal pencet next aja. Suka banget. Saya dulu sempat bikin nas saya sendiri, pakai server saya sendiri, storage saya sendiri tapi ribet. Dan akhirnya saya nyerah lah. Ya udahlah kita beli sinogi aja lah yang praktis. Dulu sih pengen cost efisiensi lebih hemat, tapi jatuhnya malah pusing ya, malah waktunya yang terbuang. Karena saya harus ngerti hardware-nya apa aja yang dibutuhin. Pilih dari install US-nya, harus ngerti jaringan setting permission sampai mikir keamanannya juga. Bahkan kalau ada error atau nge-lag kita harus trouble syuting sendiri. Ribetlah intinya. Padahal kalau dihitung-hitung ya nasi dari Sinologi itu murah. Kalau kita hitung biaya stresnya, biaya waktunya. Mending yang udah beli jadi kayak ginilah. Karena lihat aja dia komact segini aja dan dari segi desain menyenangkan. Desainnya ini kompact, simpel, minimalis tapi masih cakep dengan warna full black-nya yang bikin dia kelihatan elegan. Di bagian depan ini kalau kita buka, dia ada tempat buat pasang hardisk-nya. Di sebelah cover hardisk-nya ada lima lampu indikator, terus ada port USB 3.2 gen one type A, ada tombol copy dan tombol power. Di kiri kanannya cuma ada tulisan Sinogi aja, sedangkan di bagian belakang ada kipas, tombol reset, dua port RJ45, ada dua port USB 3. T2 Gen One, dan ada port power. Bu quality-nya sih materialnya ya, dia pakai besi perpaduan dengan plastik yang solid, enggak ada area kopong dan enggak kerasa murah sama sekali. Butnya ringan, cuma 1,3 kg aja dan dimensinya kalian bisa baca di sini. Terus instalasinya seperti yang saya bilang tadi, simpel banget. Kita tinggal buka penutupnya, pasang hardisk, terus tutup. Udah sesimpel itu. Enggak perlu lagi solder-solder pasang chip. Oh ya, si DS25 Plus ini sistemnya itu dia 2B ya. Dan untuk setiap B-nya itu diklaim bisa up to 40 TB. Jadi masing-masing slotnya itu 20 TB. Nah, kalau punya saya sini sih satunya itu 4 TB. Jadi total 8 TB masih cukuplah buat kebutuhan saya karena untuk yang ini nanti ini bakalan dipakai Ari. Ari itu editor kita dan dia pakainya MacBook Mini yang cuma 256 GB makanya saya tambahin ini 8 TB biar yah storage-nya aman aja lah. Lanjut setelah instalasi hardware-nya kita langsung colokin aja NAS-nya ke listrik dan LAN tunggu sampai dia nyala. Kalau udah buka PC terus buka browser dan search fines.sinologi.com. Tunggu nama device-nya muncul. Klik connect. Klik next. Next. Intal DSM atau di Station Manager dan tunggu prosesnya selesai. Habis itu tinggal bikin akun Quick Connect ID buat akses NASnya dari mana aja. Kalau udah masuk ke dashboard kita harus bikin storage full dulu. Caranya gampang, tinggal create now di sini. Klik start terus pilih read type. Nah, retype ini penting banget karena bakal nentuin gimana NAS ini nyimpan data kita. Rype-nya ini macam-macam dan fungsinya beda-beda. Ada SHR dan juga Rid U. R Oh, kalian udah paham lah ya. Mungkin saya bahas SHR-nya aja atau Sinogi hybrid R. Cocok buat kalian yang pengin datanya lebih aman karena semua file yang kita masukin ke NASnya bakal dimirror ke dua hardisk. Jadi kalau salah satu rusak data kalian masih selamat di disk satunya. Cuman kekurangannya ya storage-nya jadi lebih terbatas. Jadi misalkan ini 8 tera ya jatuhnya cuma 4 tera karena kayak di mirroring gitu. Kalau red o digabung 4 tera, 4 tera, 8 tera. Jadi ya kalau kalian butuh keamanan pakai SHR, tapi kalau kalian butuh storage yang lebih gede pakai Redco. Semuanya punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sekarang kita bahas fitur-fitur dan juga performance dari Sinogi DS ini ya. Pertama dari sisi kecepatan transfer. Meskipun NAS ini bisa dibilang semi bergantung ke koneksi internet. Kenapa saya bilang semi? Karena dia masih bisa kita akses meskipun tanpa internet tanpa harus colokan ke PC dan NASnya. dan butuh setting-setting dikit sih. Kenapa saya bilang semi? Karena sebenarnya kalau misalkan di kantor aja kita bisa koneksiin dia tanpa internet, tapi harus pakai kabelan dari PC ke sini. Jadi intranet lah. Balik lagi soal speed. Pas kita cobain buat nge-backup data yang ukurannya 27,6 GB pakai konek LAN ya tanpa internet, dia selesai dalam waktu 4 menit 30 detik aja. Dari hasil ini sih kita bisa simpulin kalau backup dari hardisk ke Nas bisa dibilang lebih cepat ya dan bisa nyaingin speed backup ke hardisk eksternal. Dan dari speed-nya ini misalkan kalian punya hardisk eksternal, kalian colokkan ke port C-nya atau port type A-nya, speed-nya ini lebih cepat ya kalau pakaian dibanding pakai type C atau type E. Di S225 Plus ini juga punya fitur snapsoot replication. Jadi, dia bisa nyimpan salinan data kita di waktu tertentu. Misalnya hari ini ada file penting ya, jam 0.00 misal, terus jam 10. malam kita mau buka ternyata dia hilang kena ransomware. Nah, dengan fitur ini kita bisa balikin ke versi sebelumnya dalam hitungan detik. Ibaratnya sama kayak kalian nyimpan file Adobe Premi Pro lah. Itu kan ada beberapa file yang memang dia auto saave untuk jaga-jaga kalau misalkan ada editan yang rusak. Jadi balik ke waktu yang awal. Selain itu dia juga support hyper backup yang memungkinkan kita bikin backup ke berbagai tujuan lain. Mulai dari exsternal drive ke NAS lain sampai ke cloud kayak Google Drive atau Sinologi situ. Jadi kalau data kita rusak di tempat di cloud-nya masih aman. Buat yang suka kerja remote atau nomaden atau kerja jarak jauh, ada fitur yang sangat menyenangkan. Namanya itu Sinology Drive. Dia kayak Google Drive, tapi versi lokal kita sendiri. Kita bisa akses semua file lewat browser, PC, atau bahkan aplikasi mobile. Dan aspnya lagi kita bisa atur permission siapa yang boleh lihat, edit atau upload file. Ya, mirip-mirip Google Drive. Google Drive itu kan kalau kita misalkan share link ada editor, viewer, dan enggak bisa dibuka. Kan ada ya pilihannya ya. Misalnya editor boleh akses folder video, tapi tim admin cuma bisa lihat laporan dan lain-lain. Semuanya itu bisa diatur di dashboard-nya. Jadi ibaratnya kita punya Google Drive tapi servernya di rumah kita sendiri. Jadi datanya aman karena ya kalau kita ngomongin Google Drive atau cloud-cloud yang lain kan servernya kadang mereka aja kayak chat GPT contohnya ya. Dia kan pakai Microsoft Azure yang servernya itu enggak dipegang sama chat GPT. Jadi ya termasalah keamanan. Masalah security dia juga dilengkapi dengan advance security tools kayak two step verification, firew rule sampai auto block IP yang mencurigakan. Dan ini bisa kita otak-atik manual ya. Jadi enggak usah takut nas kita itu bakal disusupin hacker. Ya, pasti ada chance untuk itu. Tapi paling enggak di sinologi udah kefilter. Ini kok copot ya? Dan buat kalian yang konsen sama enkripsi, NAS ini juga udah support sama AES 256 bit encryption buat jaga file sensitif biar tetap aman. Dia juga multifungsi. Dia juga bisa sebagai kayak semacam foto backup gitu yang bisa kita pakai buat backup semua foto dari HP langsung kena secara otomatis auto backup dan bisa dikelompokkan pakai AI. Cocok banget buat fotografer atau videografer yang punya banyak aset visual. Contohnya yang lagi rami sekarang itu yang lari itu apa ya? Foto apa gitu? foto yang buat orang lari-lari itu. Nah, itu kalau misalkan kita mau cari muka kita, dia langsung tuh muka kita dan langsung dibayar. Jadi, kita enggak perlu waktu untuk milih foto mana yang kita beli. Ai-nya mirip-mirip kayak gitulah. Kalau kerjanya tim kayak tim DKID gini, ada tim desain, ada tim scripting, ada tim editor, ada cameraman. N ini bisa dijadikan file server bersama. Tinggal atur folder and permission per user. Semua bisa kolaborasi bareng tanpa harus kirim file via flashdisk. Dan maksimal local user akunnya coba tebak sampai berapa? Sampai 512 akun. Gila, itu sih udah company ya. Di KID enggak sampai 500 timnya itu sekitar 10 orang aja. Dia juga punya fitur surveilance station fungsinya buat ngmanage atau bisa juga buat monitoring CCTV yang kita connectin ke siniloginya. Dan dia juga bisa buat ngesimpan hasil record dari CCTV-nya. Nah, kalau CCTV di studio kita itu pakai MMC. Cuman dia cuman bisa ng-record kalau enggak salah 3 hari. Itu pun harus saya setting dia ng-record ketika ada gerakan aja. Bayangin kalau pabrik-pabrik gede yang harus nyala 24 jam, wah micro SD pasti enggak bisa. Dan mereka pasti malas ya kalau misalkan ngetes oh 3 hari hilang overwet 3 hari hilang overwet ya harusnya pakai ini karena bisa berbulan-bulan apalagi kalau misalkan kapasitasnya beli yang berpuluh-puluh tera dan sebenarnya masih banyak lagi sih fitur-fitur dari NASnya ini yang kalau saya omongin di sini durasinya bakal panjang itu saya ambil yang menurut saya mungkin relate sama kondisi di Indonesia aja tapi aplikasi-aplikasi penting kayak sinologi drive sinologi foto, DS fil dan DSC yang buat monitoring CCTV tadi adalah kalau di web UIBC-nya kalian lihat aja seberapa banyak aplikasi di package center-nya dan tentuin aja mana yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Sinogi DS225 Plus kali ini yang sekarang bukan cuma nyimpan file aja ya, tapi benar-benar bisa jadi pusat komando digital yang simpel, aman, dan multifungsi. Jadi ya target marketnya buat siapa? Ya gampangnya sih siapa sih yang enggak butuh lemari? Semua orang pasti butuh lemari. Semua orang pasti butuh penyimpanan. Dan walaupun digital juga butuh penyimpanan. Jadi hampir semua orang pasti butuh digital storage kayak gini. Kelebihannya jelas desainnya komax. storage-nya bisa sampai 40 TB dual slot. Pilihan rate-nya juga macam-macam. Jadi bisa disesuainin sesuai kebutuhan. Proteksi datanya oke. Fitur-fiturnya juga banyak banget dan pastinya kita bisa akses di mana aja dan pakai device apa aja. Entah itu laptop atau HP. Kalau fitur phone enggak bisa ya. Pokoknya yang bisa internet lah itu bisa. Kalau untuk kekurangannya sih RAM-nya ini cuma 2 gig dan untuk prosesornya dia pakai Intel Celeron J415. Di mana ini prosesor yang cukup lama ya, Saeron juga dual col dual trad. Oh ya, harganya kalau di topet resminya Sinogi itu ada di R,2 juta, tapi pas saya cari di toko-toko lain ada yang jual sekitar 6,1 juta. Tapi ini harga device-nya aja ya, belum hardisknya. Hardisk-nya kalian bisa beli punyanya Sinologi sendiri. Overall si Sinogi DS 2225 Plus ini bisa jadi pilihan menarik buat kalian content creator yang kayak saya yang enggak suka file-nya itu dihapus, disimpan terus bisa buat kenang-kenangan juga. atau siapapun yang butuh storage tambahan buat backup yang bisa kita akses kapan aja dan di mana aja dengan harga yang bisa dibilang relatif terjangkau. Karena kalau misalkan kalian wah butuh kayak file-file penting pemerintahan gitu ya, mungkin data-data disimpan di sini itu aman. Kalau dicloud kan nanti kalau misalkan polisi minta ke Google, "Woi, ini tolong saya pengin tahu." Itu bisa ya. Karena bank atau apapun kalau misalkan polisi minta itu bisa. Kalau ini ya bisa juga sih polisi minta ya. Tapi mintanya ke kalian lah minimal ya. Saya and see you on the next video.
