Jungkat

Bikin Flagship Lain Minder | Unboxing Vivo X300 Pro & X300 "mini" (YouTube Video)

  • 13/10/2025

Hai Andika guys di sini. Hai semua, gua Awas Wasa ya. Kita berdua lagi ada di Shanghai, China menghadiri undangan dari Vivo Indonesia untuk peluncurannya Vivo X300 dan Vivo X300 Pro 300 series sama origin OS ya, sama origin OS-nya. Nah, kali ini gua lagi di kamar hotel pastinya dan kita kedapatan sekamar itu berdua. Iya. Dan kebetulan kita ada barangnya. Kalau saya dapat yang pro, saya dapat yang basic. Jadi kita unboxing bareng-bareng aja langsung aja biar enggak kelamaan durasinya. Lanjut. Oke, ini boknya yang X300 Pro dan ini yang X300 aja. Nah, ini jatahnya handika nanti ya. Kita yang X300 Pro dulu. Sorry e lightning seadanya. Tapi ya yang jelas ini keduanya masih unit China, China version dan ya plastikannya kayak gini ada lingkaran warna hitam X300 Pro gini ya. kanan, kiri, belakang, atas, bawah. Ya, ginilah. Udah enggak perlu benda-benda tajam, tinggal ditarik aja dari samping sini. Dan kebetulan unit yang gue pegang ini 16 GB 512. Ini bok aslinya berwarna mate ya. Tuh, enggak mantul-mantul. Di balik boksnya tidak ada. Ini handphone-nya gua gak tahu warna apa nih dapatnya bahasa China juga susah. Mau bukanya rapi enggak bisa. Ih, bagus warnanya. Ih, bagus. Demen gua warnanya. Entar lihat sebelah atas speaker. Oke, ini frame-nya metal pasti ada garis-garis antenanya, volume up and down, power, garis antena lagi bawah seperti ini. Dan ada tombol ah ini silent atau ring dan yang lain-lainnya. Kabelnya type A to type C berapa wat? Terus ini 90 watt. Oke. Oh, casing-nya juga senada. Casing-nya bagus. silikon semua enggak hybrid ya, tapi benar-benar eh apa namanya? Soft cas kalau dipasangin. Ih, keren. Keren sih. Oh, ya. Anti gores. Oh, anti gores sudah terpasang. Nice. Jadi bisa langsung pakai nantinya. Terus nih ya itulah kertas-kertas yang jarang dibaca. Udah habis, Guys. Oke, Guys. Jadi, sekarang pergantian pemain. Karena tadi Wasa juga udah ngomongin boksnya, ya. Jadi, ya mirip-mirip aja lah boknya harusnya. Jadi, langsung aja kita buka. Ini varian yang 12512. Nah, ini punyanya WASA yang 200 Pro. Jadi, kita taruh di sini nanti coba kita bandingin, ya. Oh, jadi langsung aja kita buka. Nah. Oh, dia lebih kecil. Sia lebih kecil. Iya. Tuh. Wah, itu berarti sama kayak X200 Pro Mini dong. Iya, kayak mini. Wih, lu bawa aja kayak mini. Gokil. Gok teman gua. Oke, oke, oke. Ini lanjutin dulu entar kita punya pendapat sendiri. Lanjut. Oke. Harusnya tadi wasa kan disobek ya, padahal dikiniin aja bisa tuh dari atas tuh. Itu enggak bisa di ketebalan kameranya tebal itu enggak bisa. Eh, itu tuh maksudnya yang itu. Oh, ini lebih kecil sih ya. Dan warnanya coba ini saya buka ulang buat yang X300 Pro. Nah, secara desain sebenarnya sama ya cuman ya signature-nya sama, flash-nya juga sama cuman warnanya benar wasa sih. Saya lebih suka yang pur ya kayak ini krem-krem gimana gitu. Kalau ini warnanya min, cuman kalau yang suka HP Compax sih X300 sih. Wah, ini cuman bedanya ini kelihatan nih periscop-nya di sini lebih gede ya tilnya. Jadi nanti hasil-hasil fotonya coba di next video aja ya. Ini unboxing aja sama aja ya. Jadi coba tapi yang yang varian basic ini dapat berapa watt? Dapat 90 watt juga. Jadi sama. Oke guys. Jadi kemarin tuh sebenarnya pas saya kedapatan yang basic ya yang enggak pro itu kayak ah kok dapat yang basic ya. Tapi ternyata setelah megang H enakan basic deh kayak lebih komact gitu. Iya, benar sih. Soalnya tuh kalau kita ngomongin kayak yang ee kemarin pas unboxing ya, impresi pertama ini kan masih lanjutannya bisa dibilang ya. Ini tuh sekarang X300 series kayaknya enggak ada yang enggak ada yang mini, enggak ada yang mini. Sama kalau yang ultra gua enggak tahu sih ada atau tidaknya ya. Jadi belum tahu belum tah. Jadi kalau yang dulu teman-teman pilihannya tuh agak membingungkan mau X200 Pro atau X200 aja itu kan karena sizing-nya mirip identik. Mirip. Oke. Terus ada P mini gitu kan. Heeh. Ada pilihan mini tapi kan memang tidak masuk Indonesia karena Cina region only dan yang ultra pun Cina region only. I. Nah sekarang X300 yang setahunya kita karena ini pada saat kita syuting nih belum e launching ya. Harganya juga belum tahu berapa. Ternyata kita dikasih tahunya yang X300 Pro sama X300 aja itu ibaratkan kalau mundur ke X200 series yang Pro benar-benar kayak X200 Pro tapi yang X300 aja biasa itu kayak X300 Mini itu size aja beda. Ini 6,31 inch buat yang X300 to ya. 6 31 inch. I. Sedangkan kalau yang ini yang Pro bentar 6,78 inch. Jadi masih mirip kayak yang X200 Pro sebelumnya. Cuma tuan ini karena frame-nya sekarang itu lebih ke kotak boky gitu. Heeh. Flat ngelihat layarnya tuh kayak apa ya? Kayak penuh banget gitu loh, Guys. Tipis banget bezelnya. I ini pun juga sama ya screen to body rasionya jadi lebar sekarang ya. Heeh. Heeh. Terus kalau kita ngomongin chipset walaupun ini versi yang basic ini versi pro nih kita langsung masuk ke abot-nya aja i itu sama jadi pakai diamond city 900 ya. Jadi chipsetnya sama di City 9.500 dan yang X300 juga terus baterainya pun selisih 500 m ya. Dia tuh ada Vivo Blue Image chip V3 Plus aja. Sedangkan kalau yang Pro VS1 dan VS3. Ini buat ESP sih ya, buat gambar pemrosesan. Kalau yang basic cuman V3 plus aja. Buat skor anutunya itu dapat gila sih Rp35 juta hampir sih. Eh enggak sih Rp3.400 lah. Ah kameranya gimana nih? Oh iya yang justru jualan utamanya jualan utamanya kamera nih yang X300 Pro dulu. Basically kita masih belum confirm karena ngelihat contekan dari Google aja. Ini pun unit unit Cina version ya. Harusnya sama si tapi harusnya sama sih. Nah, kalau yang pro dia lensa belakangnya kan ada tiga jadi 50 megapel justru yang lensa utamanya. Iya itu 200 ya padahal ya yang sebelumnya ya. Iya yang sebelumnya 200 tapi ini lensa utamanya 50 megapel. Sensornya Sony Lytia 828. Terus lensa periscopnya baru 200 megapel pakai punya Samsung. Terus yang ultrawide-nya 50 sama lensa depannya 50 megapel dan lensa depannya menyenangkan diberapa i lensa depan autofokus nanti auto fokus autofokus. Oke, ini contoh video kamera depannya 1080p 60 fps teman-teman lihat ini gua nunjukin croisang fokus ya. Dan balik lagi ke muka gue uh. Aduh, ini menyenangkan sekali, Dik. Dan ini tuh yang 1X bisa dirubah ke 0,8. Nah, jadi seperti ini. Nah, yang punya lebih buat yang ini dia tuh main kameranya di 200 megapel pakai sensornya Samsung. Terus tele-nya atau periscop-nya di 50 megapel pakai Sony Lia. Ultrawide-nya 50 megapel punya Samsung. Triple kamera juga. Oke. Terus buat perekaman videonya ini juga mengejutkan menurut gua. Menyenangkan sih. Menyenangkan banget. Kalau yang pro sih menurut gua wajar lah ya. Tapi yang non pro ini loh. Iya sih. Ini ultrawide-nya bisa 4K 60 FPS punya lu harusnya lebih bisa ultrawide gua yang pro itu bisa juga 4K 60 FPS. 4K 60 FPS dan bisa switch lensa dan switch-nya itu smooth. Sama satu lagi ada beda sah. Apa tuh? Itu ada tulisan Dolobby Vision tuh. Ini enggak ada nih. Oh iya ini bukan bukan rusak ya. Dengerin gimbalnya kedengerin. Gimbalnya sampai kedengerin bentar. Itu ada. Nah, itu juga ada juga ini. Tuh, ini bukan rusak, bukan rusak, Guys. Jest stabilisasinya ya, gimbal ya. Iya, kayak gitu. Okeah. Lens depannya 4K 60 fps bisa dan ini autofokus. Nah, ini bisa juga 4K 6 fps bisa juga. B juga. Oke, nice. Terus potret videonya, Guys. Potret video biasanya rata-rata tuh 1080p eh 30 fps atau 4K 30 fps. Sekarang 60 fps bisa. Bisa basic bisa. 4K juga bisa 4K 60 fps. Jadi bukan 1080p aja 60 fps. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Vivo X300 sama Vivo X300 Pro ya. Keduanya sama-sama di 4K 60 fps. Ini saya gunain buat jalan aja. Dan ketika record ini kita bisa zoom satu kali, satu kali juga. Dua kali, dua kali. Uh, gila detailnya ya. Bopeng-bopeng saya langsung kelihatan. Cuman kalau buat nge-vlog enak di 0,8 sih. Dan kira-kira untuk kestabilannya kayak gini. Terus untuk dynamic R coba kita lihat kayak gini. Kalau di layarnya ini sih mirip-mirip aja ya kalau untuk kamera depan ya. Tuh. Nah, dan kalau misalkan kita gunain untuk lari dikit, nah kayak gini. Cuman karena si Vivo X300 ini lebih enteng, jadi gripnya kayak dia lebih lebih geraknya lebih banyak gitu. Nah, ini ada Al. Dia lagi syuting. Kamera belakangnya 4K 60 fps di ultrawide dan 4K 60 fps-nya baik yang pro atau yang basic ya, dia bisa switching lensa langsung. Jadi 0,6 satu kali tuh. Coba kita lihat ya apa perbedaannya ya. Ini dua kali. Gila saya masih emiss sama yang basic sih ya. Kayak masih bisa disamain gitu sama yang pro. Ini tiga kalinya. Tapi kalau yang di pro masuknya ke 3,5 ya. Terus ini 10 kalinya 10 kali tuh. Oh, kalau 10 kali yang basic agak pixelated sih. Sementara yang pro lebih detail cuman tipis aja. Jadi yang basic ini masih bisa ngimbangin tuh. Dan sekarang lagi mendung kondisinya. Dan kalau digunain untuk jalan kira-kira seperti ini nih. Aman. Autofokus juga aman. Coba ya autofokusnya. Ini buat yang basic autofokus. Kita coba di sini. Nah, set. Terus kita pindah. Wah, aman. Terus yang pro malah lebih aman tuh. Uh, bokenya malah lebih cakep ya. Gila tuh. Iya. E coba lagi. Kok kayak bagusan pro ya bokenya ya? Oh iya ya. Bagusan yang pro ya boknya ya. Nih coba ini yang basic kayak gini nih. Jadi tapi bokhnya kayak saya lebih suka yang pro tuh lebih dep gitu boknya. Kalau ini enggak terlalu, ini lebih de gokil. Dan kalau diguna untuk jalan kira-kira seperti ini nih. Oke, menurut kalian gimana? Bagus yang pro apa yang basic? [Musik] Niatnya malah jadi panjang. Panjang banget nih durasinya nih. Iya. I hah. Mungkin cukup segitu aja saya segitu. Nanti kita coba review-nya Xpro bisa di channel YouTube Yawasa yang basic nanti bisa di DKID. DKID. Nah, ini nanti kita kolebin aja ya biar kita kerjanya enggak dua kali ya saya. Iya. Semoga bisa ya. Alhamdulillah baak banget tuh. Boleh numpang panjat enggak nih? Senior ini senior nih. Tapi ngomong ini umur. Oke, jadi mungkin cukup segitu aja cukup segitu menurut kalian kalau misalkan kalian punya pertanyaan atau Bang bahas ini dong bahas ini dong. Silakan aja tulis di kolom komentar ya. Heeh. Tapi untuk lu gimana? Oh, belum gua ini dah ada kepikiran aja nih. Jadinya bingung loh maunya yang mini apa mau yang gede antara yang gede atau yang kecil gitu loh. Karena kalau gua ini sih lu yang kecil kecil. Kenapa? Karena lu udah tandem pakai handphone gede kah? Satu lagi ini karena 4K 60 fps-nya enak banget. Walaupun tadi gua agak ngiri ada delbision ya di gua enggak ada ya. Cuma itu doang sih. Ujung-ujungnya juga sebenarnya bisa dimainin edit lagi sih post processing ya. Makanya tapi nanti kita lihatlah karena telinya kayaknya kalau dari segi periscopnya kayak bagus. Oke, closingnya kita gabung aja. Buat teman-teman terima kasih buat kalian semua yang sudah nonton dari awal sampai akhir dan Andika gitu doang. Bye bye. Gitu doang. Bye. Gitu doangah. Bye. Asalamualaikum. Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.

Vivo X300 Pro

Menggebrak pasar gadget Tanah Air, Vivo X300 Pro resmi meluncur dengan spesifikasi tanpa kompromi bagi para kreator konten maupun pencinta game. Ponsel premium ini mengedepankan kemampuan lensa beresolusi tinggi, fitur perekaman video kelas profesional, serta tenaga dapur pacu tingkat atas. Khusus untuk konsumen di Indonesia, perangkat ini dibekali konfigurasi memori...

Vivo X300

Menyasar pengguna yang mendambakan smartphone premium tanpa kompromi, Vivo X300 resmi meluncur sebagai smartphone flagship andalan masa kini. Sebagai penerus kebanggaan lini X Series yang sangat tersohor akan inovasi fotografi mobile-nya, perangkat ini dirancang khusus untuk memenuhi standar tinggi para kreator konten digital. Vivo secara brilian memadukan ketajaman sensor kamera...