Bikin HP Flagship lain Jadi Mahal !! Xiaomi 15T Pro (YouTube Video)
Hai Andika, guys di sini sekarang saya lagi ada di Moon untuk global launch HP yang lagi saya pegang ini nih si Xiaomi 15T Pro. Wah ada mobil sebentar. yang dulu si Serity ini selalu dapat label flexip killer. Cuman di Xiaomi 15T Pro-nya sekarang jujur saya bingung deh ini bakalan jadi flexip killer atau flexip beneran karena menurut saya ini adalah seri T series yang paling serius dari Xiaomi. Kenapa saya baca berani bilang kayak gitu? Karena upgrade-nya tahun ini benar-benar menarik. Apa aja upgrade-nya? Apakah kalau kalian punya Xiaomi 14T Pro wajib untuk upgrade? Yuk, kita bahas. Mobilnya udah datang. [Musik] Di sini arsitekturnya cakep banget. Ini sekarang saya lagi cobain kamera depannya 4K 30 fps. Dan lihat aja nih, wahix di jam 10. Siang kayak gini. Wuh. Cuman kalau kalian udah emis sama ini, kita coba lihat ya sampel-sampel foto saya kemarin sebelum saya ke Moon. Saya transit dulu sama tim Xiaomi di Swiss. Jadi ini ada di area interlaken kata satis yang benar yang benar yang benar jadi kalau salah ya salahin ya ngomong land break tadi oh ini yang biasanya saya cuman bisa lihat di wallpaper windows atau di kalender. Sekarang bisa lihat langsung dan ternyata memang bagus yaang bagus tuh lihat air terjunnya. Wowuh coba perhatikan di bagian kanan samping ada ekivalen 115 mili. Nah, itu adalah contoh hasil foto yang saya shoot pakai lima kali tele leiknya. Hasilnya cakep banget. Air terjun, tebing-tebingnya terlihat detail. Air yang jatuh juga enggak kelihatan cat air realistis dan kayak langsung jadi wallpaper gitu. Biasanya saya cuman bisa lihat pemandangan bagus-bagus Swiss itu di FGP kalau enggak di wallpaper Windows. Tapi sekarang saya bisa ngerasain langsung dan bisa saya shoot langsung pakai Xiaomi Mi 15T Pro. Pengalaman yang sangat-sangat wow sih. Saya pengen balik lagi sih ke Sish ya, tapi next mungkin sama istri saya. Rumah-rumah di kaki gunung juga terlihat detail, kayu-kayunya, rel keretanya. Padahal ini posisinya jauh loh. Ini menunjukkan gimana lensa telikanya bisa mempertahankan detail dari subjek yang berada di kejauhan. Warna hijau, rumput, dan coklat atap juga terlihat natural, enggak over saturated. Potretnya juga cakep dengan five time zoom-nya kelihatan depeld-nya itu padat. Pemisahan antara foreground background dan juga objek itu rapi, enggak kelihatan AI. Cakep sih. [Tertawa] Ada Mas Andi ngangguin buat bloopers ya. I low light juga gas-gas aja. Contohnya di Center of Moon kemarin saya coba untuk foto beberapa sampel Light. Kondisinya hujan dan kita masih bisa lihat pantulan cahayanya di jalanan yang basah. Udah kayak fitur Racing ya. Ini nunjukin kalau detail dan dynamic ris-nya bagus. Lampu-lampu di cafe terlihat terang tapi enggak overpos. Gak ada flir juga dan area gelap di sekitarnya masih punya detail ini impresif padahal kemarin itu pencahayaannya cukup sulit. Kalau untuk soal main kamera dan juga ultrawid-nya sih sama ya. Main kameranya itu pakai Sony Light Fusion 950 megapel wise. Ultrawide-nya di 12 megapel. Tapi karena prosesornya baru, jelas ESP atau image signal processingnya juga baru. Warnanya itu sekarang lebih natural ya, enggak terlalu vibrant kayak ya intinya ibaratnya kayak ada sutradara di samping kita. Ini warna yang sebenarnya. Jadi warna merah itu merah enggak jadi orange agak tomat yang belum matang. Kalau di kondisi low sih ya wajarlah ya. Kayak HP pada umumnya kalau pencahainnya sulit. Ada perbedaan antara min kamera dan ultrawide-nya, tapi bukan yang gimana-gimana gitu. Sentuhan Leikanya juga masih terlihat dramatik. Jadi, dia ada dua pilihan seperti biasa ada Leik autentic dan Leik fibrant. Sesuai dengan preference saja lah. Kalau misalkan di skenario yang banyak warna, saran saya pakai fibron tapi. Tapi kalau untuk yang street photography kayak gini pakainya Leik Autentic. Di mode putrit ada dua pilihan juga. Jadi ada master putrit dan juga leik putrit ya. Mirip-mirip sama di mode fotonya tadi. Kalau master putrit itu masuknya ke autentic. Kalau Leik Putrit masuknya mirip-mirip sama Leica fiber. Di foto ini ada cerita seru, Guys. Jadi gara-gara satis minta difotoin, kita ketinggalan rombongan dan kita tersesat. Dan kita nyasar, Guys. Tinggal sama rombong air. Enggak ada orang tuh. an mas sama tis beneran ke situ janjin kita enggak ke situ loh makanya ada aja lumayan enggak ada exitnya eh udang wah ini ke mana anjir ke mana aduh gila kacau dan akhirnya ada tour guide susulan terus kita mau diantar ke tempat kita tadi. Kita kan tadi lurus, Om. Oh, belokan. Nah, kan kan. ya. Akhirnya ketemu ketemu gaming ah di filter sekarang juga ada beberapa tambahan yang filternya cakep-cakep. Lihat aja nih listnya banyak semuanya bagus-bagus tinggal disesuaiin sama selera dan style foto aja. Nah, kalau kita ngomongin video, videonya ada beberapa update dan update-nya juga menurut saya menyenangkan. Pertama, untuk fitur 8K-nya, 8K 30 FPS-nya tetap ada dan enggak terlalu starter, enggak terlalu patah-patah kayak seri sebelumnya. Jadi lebih stabil menurut saya ya dan lebih bisa kepakai lah. Dan yang menarik sekarang di Xiaomi 15T Pro itu udah support sama 10 bit lock. Yup, jadi kita bisa shoot secara lock yang flight. Kalian mau grading sendiri bisa. Dan uniknya kalau kita masuk ke mode video terus kita masuk ke mode pro, kita bisa import loot kita sendiri. Formatnya itu d cube. Nah, ini salah satu contohnya kalau misalkan kita import cube atau loots pilihan kita sendiri. Sebenarnya ada satu yang disediakan sama Xiaomi, ada R02. Cuman yang perlu dicatat di sini itu loot-nya cuma sebagai preview ya. Jadi kalau misalkan kita record hasilnya di galeri enggak bisa kayak gitu. Jadi kayak semacam preview aja lah. Sayangnya di situ sih. Mungkin ke depan dengan software update Xiaomi bisa langsung masukin jadi aja. Jadi kita enggak perlu ngedit-ngedit. Terus videonya di main kameranya dia bisa record 4K 120 fps. Sekarang buat kalian yang suka slow motion. Slow motion. Bentar ada suara ambulans. Dan jujur aja ya bukan cuma di fotonya aja di lensa tele untuk videonya karena ada O-nya jadi sekarang lebih stabil. Cuma ini saya coba shoot Bung Andi, shoot saya sendiri dan shoot beberapa landscape pakai five time zoom di mode videonya. Takep banget ya. Hasilnya itu hasilnya itu enggak yang vibrant gimana jadi masih natural, skin tone saya cakep. Yah, surprisingly saya lebih suka pakai tele-nya ketimbang main kameranya sekarang. Walaupun sebenarnya min kameranya juga bagus ya, tapi kan enak kalau misalkan foto enggak dari jarak dekat kan enggak malu gitu. Kalau dekat ke orang gitu kan malu ya. Wah gila kayaknya banyak banget ya kita ngomongin soal foto dan videonya berapa menit itu tadi karena memang selling point-nya menurut saya di situ. Tapi apakah cuman itu aja? Enggak kok. Sebenarnya secara desain desainnya juga cakep. Apalagi yang sekarang ya ada warna baru namanya itu Moca Gold yang kayak gini. Wah jadi gold-nya itu terlihat luxury kelas gitu nih. Cakep kan? Desain bodinya ini slick dengan sudut yang lebih grounded. Jadi lebih nyaman digenggam. Frame metalnya dipadukan dengan kaca belakang yang solid. Bikin HP ini kelihatan kerasa mewah. Dan yang bikin saya emis sebenarnya baselnya. Nih, coba lihat baselnya ya. Ini baselnya tipis banget tuh. Dia naik dimensi layarnya jadi 6,83 inch sekarang. Tapi screen to body rati-nya juga lebih tinggi. Kemarin di Swiss kita itu hujan-hujanan pas tracking. Cuman saya enggak khawatir karena dia udah punya sertifikasi yang bisa dibilang flagship juga karena dia udah punya sertifikasi IP68. Jadi kalau suatu saat dia tiba-tiba kecemplung teh masih aman sih. Cuman sayang tehnya ini teh enak banget gitu. Namanya teh olong. Jadi dia kena musibah terus dia minta olong gitu pada waktu itu. Adit tolongin Dit. Jadi kalau dulu ya seri T itu selalu dilabeli dengan flagship killer. Wah selalu gitu labelnya. Tapi menurut saya sekarang desainnya udah enggak lagi standar. Terutama bahan materialnya udah pakai metal. Feel genggamnya itu udah beda. Feel genggamnya ini udah benar-benar rasa flexip. Lanjut kita ngomongin layarnya ya sambil mungkin jalan-jalan deh biar enggak bosan di sini. Terus jadi layarnya ini untuk refresh rate sama sama-sama di 144 Hz sama kayak series sebelumnya dan 144 Hz-nya pun juga enggak semua aplikasi ya. Aplikasi kayak bawaan Xiaomi, home screen setting itu masih bisa. Terus kalau masalah bikess-nya sih naik. Kalau enggak salah dulu 3.000 nit sekarang jadi 3.200 nit dan dia udah support XDR10 Plus, Jol Vision juga ada, iye Comfort-nya juga ada. Aman. Selama saya pakai di Swiss dan juga monit sih layarnya enggak ada masalah ya. Karena mungkin di sini enggak yang terik banget kayak di Indonesia. Tuh lihat aja langitnya dari tadi mendung kayak enggak pernah ada matahari gitu. Di Swiss kemarin juga kayak gitu. Tapi harusnya kalau 3.200 nit sih enggak bakal ada masalah ya. Kalau masalah performa, tahun lalu di Xiaomi 14T Pro kita dikasih Diamond City 9300 Plus yang sebenarnya itu udah kencang banget tapi tahun ini di-upgrade lagi. Jadi dia pakai Damin City 9400 plus yang artinya kalau kalian malas dengan angka-angka intinya dia lebih kencang dan juga lebih efisien. Multitasking jadi tambah mulus dan GPU-nya sekarang juga pakai Immortalis G925 MC1. Ini GPU yang kencang banget. Untuk variannya ada tiga ya. Jadi ada RAM. RAM semua RAM-nya itu 12 GB. Jadi ada yang 12256, 12512 sampai 12 1 TB. Dan untuk RAM-nya dia pakai LPDR5X, turisnya pakai UFS 4.1. Itu sebenarnya udah udah ranah-ranah kelas flagship sih. Makanya saya bingung ini kalau dibilang flagship killer udah kayak hampir flagship beneran. Kalau untuk performa gamingnya jujur saya belum coba ya, karena belum sempat. Tapi kemarin pas di hotel saya coba untuk main PUBG, dia kebuka settingannya 120 FPS. Dan yang lucu saya main dua match dan akhirnya saya ketiduran. Dan kalau kalian lihat lock file-nya itu sampai 2 jam dan 2 jam itu ya dia 120 FPS. Terus kalau untuk Mobile Legends nanti kita coba lah ya dan game-game lainnya juga kita coba karena sebenarnya udah saya downloadin semua game-nya tinggal dimainin aja. Wah ini mobilnya udah datang dan sekarang saya habis main-main dari keliling hotel ya. naik sepeda. Jadi sepeda di sini nyewanya 0,29 euro per menit. Lumayan mahal ya untuk sepeda pancal doang. Tapi ini sepeda listrik sih. Jadi tadi setelah ada acara prelaunch, sayangnya memang karena masih NDA banget, masih global launch, jadi saya belum boleh ngasih informasi sebelum launching di Indo sekitar tanggal berapa? 30 September nanti ya. Nah, untuk AnTu sayangnya ya entah mungkin ini karena masih barang global atau masih global launch ya. Jadi kalau kalian lihat nih. Oh, bentar list-nya terlalu tinggi. Nah, ini tuh kelihatan enggak ya? Enggak bisa diisplay skornya tuh. Untuk Geek Band dia dapat skornya segini untuk single core dan multiore-nya. Terus kalau untuk GPU-nya dapat skornya itu di R.000-an. Cukup lumayan sebenarnya. Saya udah waktunya mandi nih sebenarnya ya. Ah, malam banget. Tapi kita coba obrolin dulu soal software lah ya. Untuk software-nya ya saya belum boleh bilang ya. Software-nya itu intinya nanti bakalan bis-nya pakai Android 16 dan ada beberapa fitur yang bakalan ditambah. Seru sih ditambahnya ya. Sebenarnya saya udah tahu jadi saya udah kayak pengin ngomong gitu tapi enggak boleh karena NDA ya. Dan hyper connect-nya nanti juga bisa cross platform bukan di Xiaomi aja. Ih ini kayak gemes banget. Saya pengin ngomong ya. Tapi sabarlah ya. Tungguin aja nanti tanggal 30 September mungkin saya update via ya video vertikal, video pendek aja lah. Mungkin sekarang kita bahas baterainya aja. Jadi baterainya ini kalau secara kapasitas sebenarnya ada upgrade dibandingkan seri sebelumnya. Seri sebelumnya itu kan di 5000 mamp. Tapi ini kok lighting-nya jelek banget ya? Kita mauin baterai cari tempat yang agak terang mungkin ya. Ini jelek banget. Kayaknya orang Jerman itu enggak butuh duit ya. Jadi saya mau balik aja karena nyari supermarket enggak ada. Sana di Munich kalau malam sambil naik sepeda. Ini btw kencang banget karena ini sepeda listrik. Sambil kita cari spot untuk ngomongin baterai. Hujan juga. Eh, merah merah merah merah merah. Oke, saya udah sampai di lobi dan tadi sampai baterai ya. Baterainya itu kapasitasnya naik 500 mamp. Naik 10% lah dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya kan cuma 5000 mamp. Dan ketika saya pakai di Europe switch dan moit untuk foto-foto, video enggak pakai airplane ya, ini pakai ISIM dan ini saya pakai SIM dari Digit Travel btw. Nah, kemampuan baterainya sih untuk sot-nya sih kita dapat di 7 jam 47 menit, 7 jam 36 menit, dan sekarang 10 jam 2 menit ini. Tapi saya ngecas sekitar dua kali lah ya hari ini ya. Tuh PUBG 2 jam butering wave. Oh ini cuma download aja. Mobile Legends Ging Impact. Y lumayan pemakaian hari ini. Terus untuk waktu pengecasannya sih cepat banget, enggak ada sejam dia udah penuh. Paling sekitar 36 menit lah. Karena memang fast charge-nya itu di 90 watt. Dia juga support sama 50 watt wire charge-nya Xiaomi. 50 watt itu gede banget loh BCW. Fitur lain apa ya? Dia udah dual SIM, terus audionya juga udah stereo. Wii-nya pakai WiFi 6 dengan boot versi 54. Sensor-sensor lengkap. Mau NFC ada, finger ada. Terus buat harganya jujur saya belum tahu ya. Tapi kalau misalkan kita bandingkan dengan generasi sebelumnya harusnya sih di R8 jutaan dan kalau misalkan Rp8 jutaan dapat 1251 boh itu bakalan susah untuk disayang ya dan di kelas harganya correct me if I'm wrong setahu saya sih enggak ada harga segitu yang punya lensa teleperiscop teleperiscope ya yang bisa sampai 5 time zoom terus untuk software update kita dikasih 5 tahun software update dan 6 tahun security update. Soal garansi Xiaomi dia ada spesial di layar ya. Jadi kalau misalkan layarnya itu ada apa-apa dalam 6 bulan bakal ada G baru. Dan layarnya sih harusnya lebih kuat karena dia pakai Coring Gorilla Glass 7i sekarang. Nah, sekarang kesimpulannya kalau dibilang dia flex killer ya. Ya, sebenarnya dia udah hampir nyentuh-nyentuh flexib beneran sih. Desainnya udah premium, frame-nya metal, tele-nya beneran tele. Periscop dengan Leica five times-nya. Cset juga kencang. Baterai ngecasnya kencang. Kalau ditanya apakah dia worthed, wah dia sih worthed banget kalau kalian jadi travel kayak saya ini yang ya yang ya memang secara baterai dia bukan yang 7.000 atau R.000 karena ngecasnya cepat jadi saya enggak terlalu bingung. Terus buat content creator yang malu-malu kalau misalkan ambil video dari jarak dekat bisa pakai lensa telenya. Terus buat yang butuh performance-nya juga kencang. Nah, kalau ditanya apakah worth it upgrade dari Xiaomi 14T ke 15 kalau kalian butuh kamera tele yang benar-benar powerful di kelas harganya. Terus performanya juga di-upgrade ya menurut saya sih wajib upgrade ya kalau diomongin kekurangannya. Kekurangannya paling karena dia layarnya sekarang lebih gede ya 6,83 inch. Jadi kalau misalkan dibawa ini belum pakai case dia lumayan menyita saku dan juga tas. Plus untuk ultrawide dan juga selfie kameranya memang lebih cakep dibandingkan sebelumnya tapi tipis aja. Dan jujur aja saya lebih suka pakai kamera tele Kembang ultrawide sama selfie-nya. Main, kameranya sih masih cakep, tapi overall itu yang bisa saya laporin dari Moon langsung yang seharusnya sih ini upload-nya setelah global launch karena belum boleh. Sebenarnya banyak fitur AI dan software yang pengen saya kasih tahu ke kalian tapi sayaknya belum boleh ya. Jadi sementara itu dulu saya di and see you on the next video. Bye byye. Oh muka saya udah susah banget ya. Udah ngantuk, Guys.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















