Jungkat

Bikin Nonton Lebih Immersive dgn Efek Cepat dan Akurat - WiZ TV Sync Light with HDMI Sync Box (YouTube Video)

  • 17/09/2025

Alat yang satu ini bisa bikin nonton film di rumah jadi lebih seru, lebih immersif. Ini adalah W TV Sync Light with HDMI Box. Smart Lighting ini bisa bikin area sekitar TV kita menampilkan warna sesuai dengan tampilan di TV. Menariknya, perubahan warna lighting bisa akurat dan benar-benar terasa dinamis. Ini karena sistem kerjanya yang beda dari produk-produk sejenis lainnya. Kuncinya ada di HDMI box syink yang satu ini. Tapi apakah warnanya benar-benar bisa akurat? Apakah benaran bisa bikin Naton jadi lebih imsif? Lalu apa cuma itu aja fungsi alat ini? Nah, kita akan coba bahas hal-hal tersebut dalam video kita kali ini. Oke, WHZ ini adalah brand smart lighting dari Signify. Kami udah pernah ya bahas produk smart lighting yang connected by WHs sekitar 2 tahun yang lalu. Nah, eh bukannya itu smart LED dari Philips ya, yang selalu ada di belakang kita ini. Nah, buat yang belum tahu, Signify ini memang spesialis produk lighting ya. mulai untuk lighting profesional sampai untuk penggunaan rumahan. Mereka punya berbagai merek untuk produk lighting, termasuk Philips dan WHZ. Nah, sekarang tampaknya semua produk smart lighting mereka dipasarkan dengan brand WHs ini. Jadi, udah tahu kan siapa itu yang ada di balik WHs? Kalau begitu kita langsung aja bahas WHS TV Sync Light ini. Ada dua perangkat yang dikirimkan untuk kami coba yaitu adalah whis TV Sync Light with HDMI Box dan Whs Gradient Light Bars. Oke, kita coba kenalan dengan keduanya mulai dari isi paket penjualannya. Kita mulai dari WH TV Sync Light with HDMI Box. Paket yang kami terima ini untuk layar ukuran 55 sampai 65 inci. Isinya ada satu set light strip yang terdiri dari tiga segmen. Ada HDMI sink box, ada adapter daya, dan ada kabel HDMI. Kemudian ada satu side clip untuk menampilkan light strip dan kabel ke belakang TV. Dan ada alkohol pad serta paket dokumen. Nah, untuk light strip segmen pertama dan ketiga panjangnya 70 cm. Ini untuk dipasang ke bagian belakang sisi kiri dan kanan TV. Sementara untuk kedua yang dipasang ke bagian belakang sisi atas TV ini panjangnya 120 cm. Ini udah disesuaikan untuk TV 55 inci atau 65 inci. Wish ini juga menyediakan paket untuk layar 75 sampai 85 inci. Light strip dalam paket penjalan tersebut tentunya lebih panjang ya daripada paket yang kita coba kali ini. Nah, di ujung light strip ada kabel dengan konektor USB type A dengan panjang sekitar 1 m. Ini untuk menghubungkan light strip ke HDMI syink box. Light stripnya sudah dilengkapi dengan perekat berupa double tape di sisi belakangnya. Ini tentunya untuk mempermudah kita saat memasangnya ke TV. Oke, beralih ke HDMI sync box. Ukuran terbilang ringkas dengan warna hitam seperti ini. Dimensinya 11 * 7,2 * 2,2 cm. Di sisi depan ada switch on, off dan lampu indikator. Sementara dii belakang ada konektor DC in, HDMI in, HDMI out, dan USB type A untuk light strip. Lalu untuk klip ada dua jenis klip yang disertakan. Satu untuk menjaga posisi light strip dan satu lagi untuk merapikan kabel penghubung antar segmen. Semua klip ini juga dilengkapi perekat untuk mempermudah kita menempelkannya ke TV. Oke, sekarang kita beralih ke WH Gradient Light Bars. Isi paket penjualannya ada dua light bar, ada panel pengendalian dengan kabel USB, adapter daya, dua vertical stand, dua mounting bracket, serta paket dokumen. Nah, kedua light baret ini sudah dihubungkan dengan kabel ke panel pengendalian secara permanen. Ada juga satu kabel USB dengan konektor type A dari panel pengendalian untuk koneksi ke adaptor daya. Untuk light bar desainnya terbilang sederhana ya, dengan body berwarna hitam serta sisi depan putih. Tingginya sekitar 30 cm. Iya, yang ada di samping saya dari tadi. Nah, agar light bar ini bisa berdiri, kita harus pasang vertical stand yang tersedia kurang lebih seperti ini ya. Sementara kalau light bar ingin dipasang ke bagian belakang TV, kita bisa pakai mounting bracket yang juga tersedia di dalam paket penjualan. Nah, sisi belakang mounting bracket ini juga dilengkapi dengan perekat. Ada exel di bracket ini yang mungkinkan kita mengatur posisi kemiringan light bar. Oke, sekarang kita coba pasang Whis TV Lightsink ini ke TV yang kami gunakan. Kita coba pasang Whs TV Sync Light with HDMI box-nya dulu. Tentunya pemasangannya mengikuti panduan dari WHS. Nah, untuk light strip ini kami menyarankan ujung dengan konektor USB diletakkan dekat dengan konektor IOTV. Setelah menentukan posisi pemasangan, bersihkan dulu sisi belakang TV di area tempat masangan light strip. Ini bisa dilakukan dengan alkohol pad yang tersedia di dalam paket penjualan tadi. Nah, kita pasang segmen light strip di bagian atas terlebih dahulu. Cek posisi tengah segmen light strip tersebut dan cari juga titik tengah lebar TV. Lalu pasang segmen light strip tersebut dengan titik tengah TV sebagai pedoman. Setelah segmen light strip tersebut terpasang, lanjutkan dengan dua segmen lain yang dipasang di area kiri dan kanan TV. Untuk TV 55 inci, kami merasa bahwa light strip ini agak sedikit kepanjangan ya. Di TV yang kami gunakan ini benar-benar dari ujung ke ujung. Jadinya ini mungkin agak sedikit menyulitkan saat kita harus merapikan ujung-ujung segmen light strip agar tidak terlihat dari depan TV. Nah, setelah tiga segmen light strip terpasang, kita pasang klip untuk menjaga agar light strip-nya tetap ada di posisinya. Lalu kita harus merapikan kabel penghubung antar segmen. Ini bisa dengan klip khusus yang tersedia. Intinya atur agar kabelnya tidak terlihat dari depan TV gitu aja. Nah, kalau semuanya sudah terpasang dengan rapi, hubungkan konektor USB dari Light Strip ke HDMI syink box. Jangan lupa pasang juga kabel dari adapter daya. Setelah itu, pasang HDMI dari perangkat yang ingin kita gunakan ke HDMI sync box dan pasang juga HDMI dari box ke TV. Terakhir, atur switch on off diademi Sync Box ke posisi on. Nah, beres deh. Udah langsung siap untuk digunakan. Sementara untuk yang wh gradient light bars, kita tentukan dulu di mana kita akan menempelkan light bar ini. Bisa di samping kiri dan kanan TV seperti ini dengan bantuan vertical stun seperti ini ya. Atau kita bisa pasang light bar ini di belakang TV. Kita bisa pakai mounting bracket yang direkatkan ke sisi belakang TV. Whis tentunya merekomendasikan untuk memasang light bar ini di area dekat dengan tepi TV. Tapi kalau kita udah pasang light strip ke TV, light bar ini tentunya lebih pas ditempatkan dengan stand di kiri kanan TV. Setelah mendapatkan kedua light bar di posisi yang tepat, jangan lupa hubungan konektor USB ke adapter daya. Setelah itu, tekan tombol power di panel pengendalian. Udah deh, langsung siap untuk digunakan. Oke, untuk mulai menggunakan smart lighting dari WHS tentunya kita harus menginstal dulu aplikasi WHS-nya ya. Setelah masuk ke akun WIS, kita harus mengatur ruangan di mana smart lighting akan digunakan. Lalu aplikasi akan otomatis mendeteksi perangkat smart lighting baru yang belum terdaftar. Oke, kita coba dulu WH TV Sync Light with HDMI boxnya ini ya yang bentuknya seperti light strip ini. Oh ya, perangkat-perangkat smart lighting ini hanya mendukung Wii 2,43 Hz. Jadi pastikan bahwa akses point Wii kalian yang 2,43 Hz itu memang bisa menjangkau titik posisi di mana alat ini diletakkan. Nah, di sini ada setup awal yang bisa kita lakukan termasuk mengatur apakah light strip terpasang dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri. Ini penting ya agar sistem tahu segmen light strip mana yang ada di kiri dan yang mana yang ada di kanan. Setelah itu kita sudah bisa langsung menggunakan light strip yang satu ini. Tentunya berbagai mode tampilan dynamic lighting khas whis tersedia. Ada cozy, relax, party, golden white, jungle, dan masih banyak lagi. Tapi kalau ingin tampilan warna lights sesuai dengan tampilan di TV, kita harus pilih salah satu dari empat mode syink ini. Ada cinematic, vibrant, relaxation, serta rythmic. Cinematic akan menampilkan warna yang lembut dengan efek transisi halus. Sementara di vibrant warna akan sedikit lebih keluar dengan efek transisi yang agak keras di sini. Lalu untuk relaxation, warna akan lebih disesuaikan dengan ambient keseluruhan tampilan di TV. Sementara untuk ritmic ada efek kedipan yang muncul sesuai dengan suara yang dikeluarkan dari TV. Oh ya, ini memang hanya untuk input HDMI aja ya. Jadi kalau kita nonton dari aplikasi yang ada smart TV, LSP ini tidak bisa disinkronkan warnanya dengan tampilan yang ada di TV. Ini memang lebih cocok kalau kita pakai Blu-ray player, game konsole atau Android TV box tambahan ke TV kita. Jadi, dalam pengujian kali ini kita menggunakan Android TV box tambahan yang udah support resolusi 4K. Saat kami coba untuk nonton konten, warna lights memang bisa diatur mendekati warna tampilan layar di area yang sama. Perubahan warna juga terbilang relatif cepat dan cukup akurat. Ini merupakan kelebihan dari penggunaan HDMI Syncbox yang satu ini. Nah, smart lighting untuk TV itu umumnya menggunakan kamera untuk sinkronisasi warna. Tentunya kecepatan perubahan warna dan akurasi warnanya tidak akan sebaik HDMI Syncbox yang ngambil datanya langsung dari HDMI-nya. Nah, setah yang kami rasakan saat mencoba nonton dengan smart lighting ini saat ada di mode kategori Sync, tingkat kecerahan cahaya light strip seperti agak ditahan. Terlihat untuk mode di luar kategori SN, efek lighting-nya bisa terlihat lebih jelas. Sepertinya ini ditunjukkan agar effect lighting tidak malah mengganggu kenyamanan kita nonton akan hanya untuk dapatin ambience-ambience saja gitu ya. Nah, secara umum efek yang ditawarkan terbilang memang bisa membantu mendapatkan kesan yang lebih imersif lagi. Oke, sekarang kita coba juga WHs Gradient Light Bars. Kalau cuma didaftarkan begitu saja ke aplikasi WHS light bar ini belum bisa melakukan sinkronisasi warna dengan tampilan TV. Ada langkah tambahan yang harus dilakukan agar light barnya terhubung ke HDMI syncbox dan bisa memanfaatkan data warna untuk menyesuaikan tampilan warnanya. Ini dilakukan dari aplikasi lewat light syinking di Tab Library. Kita juga bisa memberitahu sistem di mana light bar kita ditempatkan agar warna ditampilkan lebih sesuai dengan area TV terdekat dengan posisi light bar. Nah, terlihat ya light bar sudah bisa menampilkan warna sesuai dengan tampilan di TV. Menariknya HDMI Syncbox ini juga mendukung koneksi dengan berbagai perangkat WHS yang lain. Bahkan seluruh perangkat smart lighting whis di ruangan itu bisa diatur agar terhubung ke box agar warnanya bisa berubah sesuai dengan tampilan di TV. Jadi bukan area sekeliling TV saja ya yang warnanya bisa disesuaikan, ini bisa buat seluruh ruangan benar-benar bisa bikin jadi imersif banget. Oh ya ini enggak cuma buat nonton aja ya. Kalau mau main game dengan konsol bisa juga dihubungkan ke TV lewat HDMI syink box. Gaming bisa jadi lebih imersif dengan smart lighting ini. Tapi karena ini hanya mendukung HDMI 2.0, beberapa fitur menarik untuk gaming dari HDMI 2.1 jadi tidak bisa dirasakan kalau kita pakai HDMI syink box yang satu ini. Oke, bagaimana dengan harganya? Nah, silakan lihat nih ya harganya nih ya. tertera di sini semuanya detailnya untuk produk yang kita review kali ini dari WH. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia hanya bisa untuk input HDMI saja. Jadi, kalau kita sangat mengandalkan aplikasi di Smart TV, kita belum bisa menikmati fungsi dari smart lighting ini. Lalu, perekat di light strip terasa agak kurang kuat, agak mudah lepas walaupun kami sudah bersihkan area pemasangannya terlebih dahulu. Mungkin ini juga efek dari punggung TV-nya sendiri sih ya, bahannya seperti apa. Untungnya klip yang tersedia itu sangat membantu untuk menjaga posisi light strip agar tetap ada di tempat yang seharusnya. Kemudian buku manualnya ini minim informasi terkait sistem WHS TV Sync Light ya. Kami tidak menjumpai cara menghubungkan whis gradient light bars ke HDMI SYBX di dalam buku manual ini. Lalu untuk HDMI SNBX ini hanya mendukung standar sampai HDMI 2.0 belum support HDMI 2.1 atau bahkan yang lebih baru. Lalu ada sedikit keterbatasan di dukungan resolusi tampilan tapi perhatikan ini resolusi output tampilan perangkat ya bukan resolusi konten. Jadi sekalipun kita muter konten QHD kalau output tampilan ke TV-nya tetap 4K sinkronisasi tetap bisa dilakukan. Nah, dari sini menariknya fungsinya yang unik memang bisa membuat nonton konten di TV jadi lebih imersif banget. Immersif banget. Sinkronisasi warna smart lighting dengan warna tampilan TV terbilang cepat karena pakai HDMI sycb. Pemasangan terbilang relatif mudah dan tidak ada proses kalibrasi atau apapun yang membingungkan. Pekalan juga mudah dilakukan lewat aplikasi WIS. Lalu dia enggak cuma mendukung sinkronisasi warna untuk produk-produk tertentu saja. Banyak sekali produk smart lighting WH yang mendukung koneksi ke HDMI syinkbx ini. Kemudian fitur standar khas WH tetap didukung termasuk tersedinya banyak sekali preset tampilan efek dan ini bisa jalan bahkan tanpa TV-nya juga ya. Nah, beberapa fitur otomatisasi juga tersedia di sini termasuk dengan scheduling serta space sense juga jalan di sini. Oke, Wi TV Sync Light ini adalah sistem smart lighting untuk TV yang terbilang unik dan beda ya. Ini bisa mengadilkan lighting yang cepat dan akurat karena menggunakan HDMING box. jauh berbeda dengan sistem konvensional yang pakai kamera ya. Dia kalau pakai kamera bisa telat-telat dong jadinya ya. Sistem ini memang punya kemampuan lebih bukan cuma karena cepat dan akurat tapi juga dukungan ke berbagai produk WHS yang lainnya. Nah, WHS TV Sync Light ini akan cocok untuk yang sudah punya TV layar besar dan ingin punya pengalaman imersif yang lebih baik lagi saat kita nonton konten. Jadi kalau memang pengalaman imersif itu yang dicari, sepertinya layak banget sih masang yang satu ini. Saya D Irfan Jaka TV. Ah.

Lihat di YouTube