Bikin Rumah Pintar Full Ekosistem Samsung Smarthings ! Part 1 (YouTube Video)
Sebagai seorang teh entusias, saya suka banget sama sesuatu yang smart. Smart things. Literally smart things. Kalau ini ya Samsung smart things. Nih bahkan ada 3D map-nya yang bisa memudahkan saya buat ngontrol semua perangkat di rumah kapanpun dan di manapun. Dan ngontrolnya saya pakai Samsung Galaxy ZFold 7 yang layarnya lebih gede dan bisa multitasking juga bisa dibuka dua layar. Awalnya saya cuma punya TV-nya, monitornya, AC-nya, kulkasnya. Sekarang wah hampir semua di saya di rumah itu terkoneksi sama smarting-nya Samsung. Ada mesin cuci, ada lampu, ada switch, ada colokan. Banyaklah. Dan itu baru part pertama ya karena ini kayak semacam project yang idealis say lah. Project untuk bikin smart home. Jadi nanti bakalan ada part 2, part 3 ya kita cicil dulu barang-barangnya ya. Tapi apakah penting untuk punya rumah smart? Seenak apa punya rumah smart? Hah? Yuk kita bahas. With a low of 20 and high of 31. Looks like it day. Have a nice day. Oke, Google Lampu kamar satu, lampu kamar dua, dan TV Samsung sudah dimatikan. [Musik] Cara setting-nya ribet enggak, Bang? Enggak kok. Jadi kita tinggal masuk ke bagian Smart Things, terus cari aja yang rutinitas atau bahasa Inggrisnya itu routin, tinggal discover. Nah, di sini ada beberapa template dari Samsung yang udah disediain. Kalau routin yang saya pakai untuk pagi ini namanya Gentle Wake Up. Nah, kalian bisa pilih sesuai kemauan kalian, kebutuhan kalian untuk rutitasnya atau bisa juga secara manual. Nah, yang belum otomatis di kamar saya ini ada tirai sih. Walaupun tirainya sebenarnya secara view, bentar saya tunjukin ya. View-nya B aja ya. Tuh. cuman tembok sama rumput. Udah gitu aja. Cuman ini tetap penting karena nanti biar bangun pagi saya lebih gampang ya. Nah, nanti rencananya saya mau pakai ini ada produk with Samsung namanya itu Zemi Smart Cartin. Harganya itu sekitar Rp1,9 juta. Jadi biar dia bisa buka sendiri nanti. Wah, kayak di hotel-hotel. Walaupun view-nya bukan view city light ya, tapi view-nya masih tembok. Tapi paling enggak sinar matahari bisa langsung masuk. Ini sekarang saya mau minum air putih dulu, terus kita mandi. Aduh, masih ngantuk banget. Nyalakan lagu Mangu di YouTube di speaker kamar mandi. Mang dari Fortunik. Carikan kami sedang dicari di YouTube. Ah, enaknya kopi di pagi hari, Guys. Nikmat sekali. Malang tuh kota dingin, Guys. Kalau misalkan pagi atau malam hari itu wajib pakai water heater. Kalau enggak ya bisa ya bisa kedinginan lah. Dan water heater di rumah saya itu bukan water heater yang tipe gas. Dia tipenya tipe listrik yang kalau tipe listrik buatnya gede banget ketika dia mendidihkan air. Nah, dengan Smart Things saya bisa kontrol pemakaian saya biar saya enggak bersahabat sama PLN. Karena satu-satunya orang yang enggak mau saya temi itu ya PLN ya, karena boncos banget. Nah, untuk water heater ini gak ada water heater yang bispook atau water heater yang punyanya Samsung yang bisa langsung connectings. At least setahu saya yang masuk Indo itu enggak ada. Jadi caranya saya akalin. Saya pakai colokan yang berpartner sama Smart Things-nya Samsung. Nah, yang paling enak sih punyanya TP Link ya namanya itu Tapo P115. Harganya sekitar Rp10 atau R170.000-an. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi untuk semua produk-produk Smart Things yang ada di rumah saya biar kalian lebih gampang milihnya. Karena bakalan agak tricky ya produknya Samsung ini. Kemarin saya chat di seller padahal di website Smart Things-nya itu dia support tapi kata sellernya enggak support padahal itu official ya. Tapi akhirnya saya beli dia support. Jadi untuk seller-seller tolonglah untuk adminnya atau sales-nya itu diedukasi lagi, diraining lagi biar tahu produk. Ya, jadi si colokan TP Link ini bisa ukur voltmeter plus bisa kasih tahu kita konsumsi dayanya berapa, listriknya bahkan per jam berapa, per hari berapa, per bulan berapa. Dan ini akurat karena untuk harga per satu kWH-nya kita bisa set di sendiri di aplikasi Smart Things-nya. Kalau pagi itu saya enggak terlalu lapar. Coba deh. Tapi saya lihat dulu untuk kulkas saya itu isinya ada apa ya hari ini ya? Karena istri saya itu kalau isi kulkas ya semau-maunya dia lah. Enggak kayak ngelis kurangnya apa, butuhnya apa gitu. Enggak. Semau-mau dia aja. Dan untuk tahu isi kulkasnya apa, saya enggak usah jalan ke kulkasnya karena kulkas saya ini ada kameranya. Ini kulkas dari Samsung Bastook Edition juga. Cuman isinya coba lihat, Guys. Isinya cuman permen sama kue pukis yang kalau dimakan pagi kayaknya enggak enak deh. Tuh. Nah, ini kulkasnya nih. Nanti kita bakalan review terpisah lah, ya. Jadi, dia ada tablet gede 21 inch di sini. Tuh yang kalian lihat di fold 7 tadi bakalan sama isinya tuh ada pukis, ada permen, dan karena kameranya ada di sini, jadi dia bisa lihat di dalamnya ada apa aja. Dan tablet 21 inch ini bukan sekedar tablet aja, dia bisa nonton YouTube, Spotify, tapi dia juga terkoneksi sama Smart Things-nya tuh. Jadi ini rumah saya nih udah rumah Iron Man. Yang paling banyak device-nya sih di kamar saya ya. Tuh ada water reader, AC, PC, tapi kalau yang lain lampu-lampu. Nah, sebelah kanan masih kosong. Nah, ini nyicil lah ya. Oh ya, pakai Smart Things kita juga bisa mainan ala-ala The Sims tapi in real life ya. Jadi caranya kita tinggal invite member Smart Things-nya. Contohnya kalau di saya, saya invite istri saya untuk jadi member di rumah saya. Nah, kalau misalkan istri saya keluar atau saya keluar, itu di HP-nya bakal ada notif. Terus kalau misalkan istri saya pulang, saya pulang. Ada notif juga dia memanfaatkan geo location. Tapi minusnya memang kalau misalkan kita aktifkan fitur ini, location-nya harus nyala terus. Di mana baterainya ya bakalan lebih cepat habis dibandingkan lokasinya cuman dibuka untuk ketika aplikasinya terbuka. Kalau ini tadi bukan Smart Things ya, itu dibukain anak-anak. Jadi biar kelihatan keren aja. Kalau kita ngomongin produk smart home sebenarnya banyak ya, bukan Samsung aja tapi kalau kita perhatiin yang banyak produknya itu punyanya Samsung. Apalagi produk Home Appliance-nya ya. Mulai dari air purifier ada vum cleaner ada robot vakuum ada AC ada banyaklah. Enggak cuma itu aja, device partner-nya juga banyak kebuka gitu ekosistemnya. Mau apa aja ada window curtin, switch, lampu, motion sensor dan dari brand yang enggak mahal-mahal kok. ada TP Link bahkan bar di brand lokal juga ada. Jadi di studio ini semua PC saya PC Fikri, Tomo, Yanza terus PC-nya si Asna itu saya kekin pakai Tapo P115 yang udah saya scheduling untuk nyala di jam kerja dan mati di jam pulang kerja. Karena anak-anak biasanya itu lupa matiin PC. Nah, kalau lupa matiin PC lumayan boncos ya. PC itu PSU-nya ada yang 1200 watt, ada yang 800 watt. Lumayan tuh. Nih ya. Kalau kita lihat datanya di sini yang paling gede jelas PC sama apa nih 11, 6 kWh nih kulkas ya. Kulkasnya 11 kWh sama AC-nya 2,26 kWh. Nah, kalau ini switch-nya di supported device-nya Smarts enggak bisa pakai tapu ya, biasanya pakai sound off. Ini tipenya sound off yang M52C. Jadi, awalnya ini pakai saklar biasa kayak gini, terus saya ganti kayak gini. Nah, setelah itu dia udah terkoneksi Wi-Fi. Karena kalau misalkan saya mau ganti lampunya satu-satu itu bakalan ribet, ya. Nah, kalau kayak gini switch-nya langsung semuanya bisa. Nah, contohnya misalkan saya mau nyalain lampu ini, tinggal nyalain aja dari 3D mapping-nya. Search tuh nyala. Kalau misalkan mau yang lain, kita nyalain juga di sini. Set. Tuh, nyala semua. Enak. Jadi saran saya kalau misalkan lampunya udah terpasang kayak di rumah saya, enggak usah ganti satu-satu lampunya karena mahal. Kecuali kalau kalian baru bangun rumah. Karena sebenarnya harganya sama aja kok. Kayak misal lampu itu saya beli mereknya aduh saya lupa lagi intinya Rp60.000-an. Nah, kalau produknya yang Smart Things yang partnered with Smart Things itu juga Rp60.000-an. Kalau switch tadi harganya sekitar Rp170.000-an. Sebenarnya sama aja dengan switch tradisional. Jadi, tapi karena rumah saya udah terpasang ya kayak gitu. Kemarin saya sempat coba pakai namanya itu Mini 4 Rem ya. Jadi dia bisa mengubah eh saklar tradisional jadi saklar pakai WiFi yang smart. Cuman harganya lebih mahal Rp300.000 jadi enggak saya sarankan. Nah, ini coba kalian cek ya. Tuh itu kan lampu yang ini ya. Lampu yang ini. Jadi lampu yang ini saya udah mapping di bagian bil liad. Bentar. Nah, ini ini tinggal saya matiin tuh mini RAM namanya. Kalau saya matiin tuh dia mati. Jadi, dia bisa mengubah saklar yang tradisional jadi saklar Wii. Cuman harganya lebih mahal Rp300.000. Jadi saran saya mending yang ini sih. Biar look-nya juga lebih futuristik. Nah, ini nih boknya mini RAM ya. Jadi udah terpasang. Nah, ini ada switch juga. Ini lebih murah harganya Rp70.000. Cara pasangnya jadi dia kayak gini sistemnya nih. Jadi kabel yang biasa bisa jadi colokan wifi. Nah, ini contohnya udah saya koneksiin. Jadi kalau misalkan saya mau matiin lampu, tinggal ngomong matikan lampu film. Tuh tangan saya diam aja. Tuh mati kan. Lampu film telah dimatikan. Sekarang itu tanggal 7 Oktober dan saya lagi ngecek no brief dan yah sesuai sih hasilnya ya. Tuh, hari ini jam . Bak hujan dan lihat aja itu sudah hujan. Dan hari ini saya harus ngapain aja nih? Ada dua kegiatan yang harus saya lakuin. Tuh, ini yah saya selesaiin dulu, habis itu kita nge-gym sama syuting lagi. Wah, ini istri saya udah selesai nyuci nih. Enak ya kalau udah punya istri, apalagi punya mesin cuci. Jadi tahu kalau misalkan udah selesai ngecucinya tuh udah kelar temperatur di dalamnya 40 derajat celcius. Untuk rins-nya dua kali basunya dan sekarang sesuai dengan no brief tadi hujan guys. Gokil. Sebenarnya saya di sini ada jadwal nge-gym, tapi karena hujan saya putusin untuk nge-jym di rumah aja ya. Nah, enaknya kalau pakai Smart Things kita pakai ini. Contohnya saya pakai Galaxy Watch 8. itu bisa terkoneksi langsung sama TV Samsung-nya pakai smarts. Jadi, saya bisa monitoring detak jantung saya, kalori yang terbuang berapa, saya sudah olah harga berapa menit langsung di TV-nya. Jadi connect antara TV sama Galaxy Watch 8-nya. Sebenarnya pakai jamnya aja udah bisa sih, cuman ya entah kenapa saya kayak ngerasa canggih aja gitu TV saya. Kalau misalkan dia bisa terkoneksi sama Galaxy Watch 8 saya dan bukan cuma produk Samsung atau partner device Samsung aja ya, kayak speaker speaker Bluetooth itu bisa terkoneksi dan bisa pakai perintah suara juga. Kayak contohnya saya mandi tadi pakai perintah suara itu bisa pakai speaker, Bluetooth, keyboard, TWS, smart ring. Pokoknya apapun yang Bluetooth-nya itu kesambung sama HP kita, dia langsung masuk ke personal devices yang ada di bagian Smart Things-nya. Jadi keren sih. Entar, Guys. Capek. Oke, jadi sekarang jam . Saya mau cari makan dulu di luar karena di rumah tadi cuman ada sub dan supnya udah habis. Kita coba makan di luar dulu kali ya ke kedai saya, kedai kecil-kecilan saya. Jadi kita coba makan bakmi karet di situ. Nah, ini saya sudah sampai kedai sevo. Ngopi sevo. Nah, buat kalian yang mungkin pengin membantu MKM ya bisa datang ke Kedah Setia Budi. Ini alamatnya di K Jalan Melati. Jalan Belati nomor 38. Wah, teh tariknya enak banget. Ki batternya juga enak. Dan di sini kalian juga bisa foto di kombi ya. Nah. Nah, enaknya kalau pakai Smart Things mau di manapun kapanpun kita bisa ngontrol device kita. Tinggal saya pilih aja mana yang belum mati. Nah, ini kan di icon-nya dia bakalan kalau misalkan yang nyala itu bakal nyala. iconnya itu nyala gitu. Tapi kalau yang mati dia bakalan abu-abu. Nah, kalau matiin ya tinggal dimatiin. Nah, ini sekarang udah mati. Wah, ini saya baru pulang dari makan di luar tadi. Kondisi kamar udah dingin ya. Ini sudah saya set rutinya. Jadi, ketika saya sampai di rumah, dia bakalan deteksi lokasi saya, geolocation saya. Dan kalau suhu temperatur ruangan itu di atas 30 derajat Celcius, AC-nya bakal mendinginkan sendiri. Ketika saya udah dekat sama rumah, canggih banget kan ya? Jadi hemat energi tapi tetap dingin. Nah, ini udah jam 10. malam waktunya saya istirahat ya. Nah, jam 10. malam itu saya set rutinitasnya itu untuk lampunya mati, terus AC-nya itu di temperatur tertentu sama wine free. Nah, AC dari Samsung ini wine free. W free itu maksudnya anginnya itu enggak langsung keluar. Jadi, ke kulit itu enggak langsung nusuk. Kan biasanya kalau misalkan AC itu anginnya terlalu kencang kayak wah menusuk banget gitu ya. Nah, si Samsung punya yang namanya wine Free. Jadi, walaupun dia kondisi tertutup, tapi sebenarnya itu nyala. Jadi, anginnya itu enggak langsung keluar, tapi difilter itu. Nah, cara ng-setnya, nah, jadi kita tinggal masuk aja ke create rutinitas, terus manual aliran AC, kamar, set temperatur di 24 derajat Celcius, purify saya nyalain biar ruangan itu bagus udaranya. Terus wine free on, kamar lampu dua mati. Terus tinggal saya sahive. Terus ini misalkan judulnya selamat malam. Nah, sekarang kalau misalkan si rutinitas ini saya jalanin set tuh lampu cuman pakai lampu tidur aja, AC juga nyala. Dan walaupun nyala wine free-nya on, jadi anginnya enggak ada. Wah, flicker di sini ya. Tapi intinya kayak gitu, Guys. Dan kalau saya tidur, saya pakai Galaxy Watch 8 biar saya bisa tahu kualitas tidur saya. Sebenarnya saya ada Samsung Smart Rings ya, cuman casing-nya itu hilang. Ah, sayang banget. Nanti saya coba ke service center untuk cari case-nya ya. Karena kalau enggak ada case-nya, smarting-nya enggak bisa nge-changes. Tapi kira-kira itulah ya seharian bersama saya sebagai tech entusias ya. Saya enggak bisa nunjukin studio atau apapun yang ada di studio karena ada ND. Semua device di rumah saya ini sudah saya set ke AI energy saving. Jadi untuk saving cost biaya bulanan listriknya. Oh ya, BTW tadi saya ngomongin soal rutinitas ya atau kalau bahasa Inggrisnya di Smarts ini routins. Nah, routinitas ini bisa kita set di aplikasi Smart Things-nya. Sebenarnya ada template yang udah disediain sama Samsung kayak Gentle Wake Up, Welcome Cooling tadi, terus Movie Time itu bisa auto. Cuman kalau misalkan kalian mau set manual sendiri bisa juga. Caranya kayak gini, masuk ke my routines, terus add tanda plus routins. Klik if plus add condition. Ada menu muncul contoh time misal setiap jam 800. Pagi terus klik yang then. Then itu berarti jadi ketika kondisin-nya tadi jam 8.00 paginya udah di-et terus kita masuk ke add action. Nah add action ini setiap jam 8.00 pagi kalian pengen device kalian ini ngapain sih? Kalau misalkan saya ya saya pengin lampunya itu nyala langsung setiap jam 8.00 pagi. Kalau misalkan jam 11.00 malam semuanya mati. Jadi segampang itu logikanya. Schedule AC, lampu, mesin cuci, bisa semuanya. Kalau ada motion sensornya malah keren sih. Karena saya sudah lihat video YouTube orang lain. Jadi kalau misalkan ada moin sensor di pintu terus kita lewat set. Nah, ini kita add condition kalau misalkan kita udah lewat lampunya nyala. Jadi action-nya ketika kita lewat lampunya nyala. Itu kan keren ya. Atau misalkan kalau kita lewat wah tirainya buka. Wuh itu kan saya berasa jadi kayak handica stuck gitu ya. Ya, rumah saya sih belum sampai di situ ya. Ini masih part 1. Nanti kita bikin video part 2, part 3, part 4 sampai semua rumah saya ini smart things with Samsung. Karena dengan smart things-nya Samsung bisa jadi satu sentuhan 1000 kemudahan. Saya and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















