Bingung POCO F7 atau X7 Pro? Ini Jawabannya! (YouTube Video)
Oke, buat kalian yang galau buat tentuin Poco F7 atau X7 Pro, ini video yang tepat. Dari berbagai tes dan analisa yang gua lakuin di sini, harusnya kalian bisa jawab itu dengan gampang. Kira-kira apa aja kelemahan dan kelebihan tiap-tiap HP? Terus kalau udah punya X7 Pro perlu upgrade ke F7 kah? Yuk, kita bahas. Oke, kalau ngomongin desain, terutama warna putih dan hitam ini gua sama-sama suka loh. Sama-sama punya looks minimalis, tapi bedanya di X7 Pro lebih kalem. Dan F7 itu kayak lebih tegas aja dengan kamera modul yang hitamnya itu nyatu dan ada aksen hijau. Tapi yang ngebedain di sini dari sisi F-nya sih F7 jauh lebih premium dengan frame metal dan back dari kaca. Cukup berasa wah sih pegang F7 ini. Apalagi kalau di ruangan berac dipegang berasa dingin-dinginnya di bagian frame. Sedangkan Poco X7 Pro bermaterial polikarbonat yang ada kelebihannya juga sih kalau jatuh itu lebih bisa menahan benturan jadi enggak gampang pecah. Dan kalau kalian ngerasa desain kedua HP ini terlalu kalem, masing-masing punya model meriahnya itu F7. Ada yang gaming edition tuh. Sedangkan X7 Pro lebih spesial lagi Iron Man Edition. Sebenarnya X7 Pro ini ada varian lagi yang leather ya, warna kuning hitem. Tapi ini enggak masuk di Indonesia. Next, kita masuk ke display yang enggak banyak perbedaan. Secara spesifikasi keduanya mirip banget. Mulai dari layar AMOLED resolusi 1,5K, 120 Hz refresh rate, dan 480 Hz sampling. Pick brightness-nya pun juga sama ya, di 3.200 nit. Paling satu-satunya yang ngebedain dari ukuran layar di mana F7 lebih gede di 6,83 inch. Sedangkan X7 Pro masih pakai cetakan layar lama itu 6,67. Akhirnya move on juga ya ukuran layar ini nih. Cuma selisih 0,16 inch ini apakah berasa perbedaan pas dipakai? Buat gua secara visual sih mirip aja. Lebih ke ukuran pegang yang emang gedean dikit. Terus untuk bezelnya cukup mirip sama-sama tipis. Paling yang ngebedain karena frame X7 Pro gua warna gelap jadi nyaru aja bezelnya yang berasa lebih tebal. Dan kalau ngomongin AOD, kedua HP ini sama-sama gak bisa always. Cuman bisa maksimal 10 detik terus mati. Paling di F7 ini ketambahan mode smart di mana dia bakal nyala saat kita lihat ke layar. Nah, lanjut kita ke performance. Yang jelas Poco F7 lebih ngebut dengan Snapdragon 8S Jen4-nya dibanding diamond City 8400 Ultra. Tapi seberapa jauh? Jadi di sini gua bakal lakuin beberapa tes buat cek kemampuan kedua HP ini. Tapi sebelumnya gua pasin kedua HP-nya ada di 100% connect di Wii yang sama, update software terbaru, dan refresh rate dimentokin. Untuk tes pertamaan tu tuh bedanya enggak terlalu jomplang juga sih sebenarnya sekitar Rp200.000-an dengan suhu sama-sama di 43 derajat dengan baterai di F7 yang berkurang cukup dalam 4% berbanding X7 Pro 1% aja. Habis itu gua lanjutin lagi dua kali berturut-turut dan terlihat skor Poco F7 lebih stabil. Penurunan skornya sekitar 4% berbanding X7 Pro yang turun sampai 20 dari 1,6 juta ke 1,28. Cuma stabilnya Poco F7 ini dibarengi dengan suhu yang lebih tinggi dan konsumsi daya lebih besar 3% dari X7 Pro. Habis itu lanjut kita ke Geekbench yang mana untuk single core terp cukup jauh ya sekitar 500 poin. Tapi multi core-nya 300-an aja dengan suhu dan konsumsi daya yang mirip-mirip. Lanjut gua sempat tes download di kedua HP ini dengan file sekitar 1 gigaan. Dan hasilnya F7 bisa kelar duluan, tapi enggak lama sekitar 7 detik kemudian X7 Pro juga kelar. Jadi, gua rasa mirip-mirip aja sih untuk tes download ini. Terus dari file yang di-download tadi, gua pakai buat rendering Kin Master yang editannya gua kasih scale dan satu filter. Terus export dalam 4K30 dengan bitrate yang gua mentokin dengan file output sekitar 3,7 gig. Dan hasilnya Poco X7 Pro bisa kelar duluan loh. Terpaut cukup jauh. F7 masih setengahnya dan setelah 64 detik kemudian kelar juga dengan suhu dan konsumsi daya yang mirip-mirip. Terakhir kita bakal cobain 3D Max stress test yang mana di akhir tes masih sama-sama strong dan gua sempat cek suhunya untuk X7 Pro mencapai 48an derajat dan Poco F7 lebih tinggi lagi 51-an plus padahal sekilas udah mau keluar hasilnya loh tapi tiba-tiba keluar warning ini sayang banget cuma di Poco F71 lagi gua sempat jalanin dan dapat angkanya ya di mana untuk base loop dapat di 4600-an dengan stabilisasi yang lebih baik 70-an% berbanding 3600 100 di X7 Pro dengan stabilisasi 51-an. Oke, itu tadi performance test dari hasil benchmark. Next, kita tes yang lebih real, yaitu nge-game GCH Impact Hest 60 FPS yang mana di Poco F7 kemarin dapat FPS yang hampir sempurna di 59,6 dengan suhu yang cukup tinggi di 45,7 derajat. Gua main selama 20 menit dan baterai berkurang 9%. Hasil ini kalau dibandingin sama tes gua sebelumnya di X7 Pro dapat FVS rata-rata yang enggak setinggi F7 di 55,3 tapi punya suhu yang lebih adem terpaut 3 derajat dan baterai lebih hemat dikit berkurang 8%. Jadi ya plus minus sih untuk ini. Tergantung kalian suka yang lebih dipush kayak F7 atau lebih ditahan dikit dengan suhu aman X7 Pro. Sama satu lagi dari sisi game mode kalau di Poco F7 ada fitur interpolasi sama super resolution. Di Poco X7 Pro ini cuman ada super resolution ya, jadi fitur interpolasi buat nge-push FPS-nya lebih tinggi lagi enggak ada. Selebihnya mirip-mirip aja sih kalau gua lihat. Paling yang kurang like dari teman-teman yang suka video ini ya. Biar algoritma YouTube tahu konten ini butuh disebarin ke orang yang lebih banyak lagi. Thank you. Terakhir kalau ngomongin baterai gua punya feeling 6000 mAh-nya X7 Pro ini masih lebih awet dibanding 6 mAh-nya Poco F7. Terlihat dari tes AnTutu sampai rendering tadi, baterainya selisih 4% lebih awet X7 Pro. Untuk 3D Max kayaknya bisa diabaikan lah ya karena kena overheat juga. Terus untuk gaming-nya pun X7 Pro sedikit lebih awet. Cuma gua belum berani bilang kalau F7 ini boros ya karena selisih baterai tadi kebanyakan dari aktivitas berat kayak Antutu ataupun gaming yang di satu sisi bisa kasih performance yang lebih ngebut. buat pastiin ini kalian sabar ya kasih gua pakai HP ini beberapa lama lagi. Kalau udah mantap gua bakal bikinin video sehari bersamanya. Oke, jadi pastiin subscribe biar enggak ketinggalan. [Musik] Oke, kamera kedua HP ini cukup bikin penasaran ya, karena secara hardware itu mereka sama, tapi karena beda chipset harusnya ada perbedaan kualitas di antara kedua HP ini. Kira-kira apa itu? Mari kita cari tahu. Kita mulai dari foto yang sekilas agak susah buat dibedain. Mau lensa ultra white atau white mirip-mirip. Tapi kalau dipelototin agak lama, foto di Poco F7 itu lebih warm kekuningan ya. Bisa dilihat dari daun ataupun cahaya di sini, tapi tipis aja. Untuk selfie juga hampir mirip. Paling dari sisi saturasi aja di X7 Pro agak sedikit lebih tinggi. Bisa dilihat dari kulit muka dan baju gua yang mana lebih mendekati Poco F7. Buat jarak pandang terlihat F7 lebih nge-zoom ya. Tapi di sini ada pilihan 0,8 kali yang kalau dibandingin baru mirip luasnya dengan S7 Pro. Terus kalau ngomongin portret di Poco F7 ini ternyata ada tiga fokal leng yaitu satu kali, terus step sekali lagi biar ke 35 mili dan dua kali. Sedangkan X7 Pro cuma ada 26 mili dan 35. Untuk hasilnya di X7 Pro lebih menarik ya, lebih cerah dengan saturasi sedikit lebih tinggi. Sedangkan hasil di Poco F7 lebih ke natural look aja. Untuk seresolusi di F7 sedikit lebih baik ya, di mana untuk kamera depannya dia bisa sampai 1080p 60 fps. Sedangkan di X7 Pro di 1080p 30 fps saja. Untuk kamera belakangnya sama-sama di 4K 60 fps yang mana buat lensa white sama-sama berasa ada kedutan ya dengan kondisi jalan kayak gini. Terus saat recording juga kita bisa pindah lensa ke ultra wide. Cuman khusus untuk resolusi 1080p 30 aja. Untuk kualitasnya di beberapa kondisi video di F7 bisa lebih gelap dan warnanya agak pucet. Poco X7 Pro masih lebih baik di sini. Dynamic range-nya pun kadang juga enggak dapat di F7. Bisa dilihat langitnya yang putih. By the way, Guys, gua baru ngeh loh kalau sekarang di foto selfie sekarang dia udah ada watermark ya. Biasa kan ciri khas banget tuh kalau HP-HP Xiaomi kamera depannya gak ada watermark. Ini dynamic range kayaknya masih lebih baik di Poco X7 Pro ya. Masih kelihatan langitnya. Walaupun muka gua terlihat enggak natural ya tergantung si kon juga. Di kondisi lain contohnya ini masih terlihat baik. Overall untuk foto mirip-mirip aja menurut gua. Kalaupun beda itu balik lagi ke selera. Paling dari sisi video yang harusnya bisa lebih ditingkatin lagi untuk Poco F7. Mungkin gara-gara masih baru. Semoga seiring berjalannya waktu bisa lebih baik lagi dari update software yang diberikan. [Tepuk tangan] Buat spek lainnya bisa dibilang mirip. Sama-sama HP 5G, IP68, ada AR blaster, NFC, dan stereo speaker yang kualitasnya. Feedback-nya juga sama-sama mantap. Cuma entah perasaan gua atau enggak, kayaknya getaran di F7 ini berasa empukan dikit deh, tapi tipis aja. Paling yang ngebedain dari sisi software support di mana F7 dapat dukungan 4 kali Android dan 6 tahun security, sedangkan Poco X7 Pro 3 kali Android dan 4 tahun security. Terus buat OS-nya sama lah ya, sama-sama pakai Hyper OS2 dengan fitur AI yang sama juga loh yang basic dari Android kayak Gemini sama Circle to Search ada. Terus list hyper AI di sini juga sama beda penamaan aja AI Gallery Editor sama AI Creativity Assistant. Padahal isinya sama sih sampai di bagian AI Galery juga menu-menunya sama persis. Paling kalau gua buka kamera app-nya ada perubahan layout mulai dari menu-menu di video, foto sampai bagian settings. Kalau di F7 itu lebih rapi dibagi jadi tiga tab gitu. Oke, jadi kalau bisa disimpulin kedua HP ini cukup mirip ya. Perbedaan paling berasa ada di build quality. Terutama material back glass dan frame metalnya buat gua nilai plus banget. Untuk performance gak bisa dibilang loncatan yang jauh tapi berasa ada kenaikan terlihat dari beberapa tes benchmark tadi dan Genchin Impact rata kanan. Terus kalau ditanya haruskah upgrade ke F7 dari X7 Pro menurut gua enggak perlu lah ya. Apalagi kalau kalian gak ada komplain sama performance dan build quality-nya X7 Pro ini, mending disimpan aja duitnya buat hal yang lebih penting. Misalnya top up game. Cuman kalau kalian belum punya dua-duanya dan disuruh pilih, mending mana? Buat gua pribadi bakal bela-belain sikat F7 sih. Walaupun mesin nambah sekitar R500.000-an lagi masih oke. Apalagi secara dukungan software lebih lama kan ya 4+ 6 berbanding 3+ 4 di X7 Pro. Tapi Bang kalau dibandingin Poco F7 sama Icon Neo 10 gimana? Nah, buat itu gua udah bikin video super lengkap di sini. Cus langsung ditonton ke sana.
Video Lainnya
Smartphone yang mendadak panas saat dipakai bermain game kompetitif sering kali menjadi momok yang mengganggu kenyamanan. Menghadapi masalah klasik ini, opsi...
Pasar ponsel pintar kelas menengah ke atas kini menyajikan persaingan yang semakin ketat, terutama dengan hadirnya jajaran perangkat baru yang menawarkan kombinasi...
Pasar ponsel pintar di rentang harga Rp5 hingga Rp7 juta kini menjelma menjadi medan pertempuran yang paling sengit, menawarkan lompatan performa ekstrem yang...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kini semakin memanas dengan hadirnya jajaran perangkat lima jutaan yang membawa spesifikasi rasa flagship. Lewat kurasi ketat...
Memilih smartphone di akhir tahun sering kali menjadi jebakan batman karena godaan diskon besar yang bertebaran di berbagai e-commerce. Melalui panduan belanja...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...
Pasar ponsel pintar di kelas harga 6 jutaan kini sedang berada di titik paling kompetitif, menyajikan pertempuran sengit antara inovasi kecerdasan buatan kelas atas...
Pasar gawai akhir tahun selalu menyajikan persaingan sengit ketika para produsen berlomba memikat konsumen. Peta kompetisi kali ini tidak lagi sekadar perang...

















