BISA-BISANYA MERCEDES BIKIN MOBIL MACAM SLK 55 AMG INI (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fitra Eri. Kali ini saya akan mencoba untuk pertama kalinya mobil yang baru saya beli dari Evans Motor, MercedesBenz SLK5 AMG. Alasan membeli mobil ini, kemudian bagaimana kondisinya, detail-detailnya, apa saja cerita yang disimpan oleh mobil ini? Saya sudah sampaikan di video sebelumnya. Jadi di video kali ini saya akan lebih banyak untuk langsung mengendarainya dan memberitahukan ke Anda bagaimana rasanya. Nah, tapi sebelum kita berkendara, saya mau highlight sedikit tentang mobil ini. Ini adalah SLK generasi ketiga. Kode bodinya R172. Dan mesin yang diusung mobil ini tidak main-main karena ini adalah sebuah SLK 55 AMG 5500 cc V8 Naturally aspirated engine yang kalau digas bunyinya seperti ini. Wah, tenaganya 422 PS 0 sampai 100 km/h diklaim tuntas dalam 4,6 detik. Penggerak belakang dengan ee transmisi 7 speed otomatis. Jadi, ini mobil adalah SLK terakhir yang menggunakan mesin V8 sekaligus AMG terakhir yang menggunakan mesin naturally aspirated. tanpa turbo, tanpa supercharger. Setelah mesin ini semuanya langsung sudah menggunakan turbo yang mana mungkin lebih kencang tapi secara soul tidak sekuat V8 NA. Bahkan SLK sendiri generasi R172 ini setelah facelift itu berubah nama menjadi SLC dan versi AMG-nya tidak lagi menggunakan mesin 5500 cc V8 tapi menggunakan mesin 3000 cc biturbo dan namanya menjadi SLC 43 bukan 5-5 lagi. Walaupun secara performa mirip tapi secara soul tidak. Nah, itulah yang membuat saya kesengsem dengan mobil ini. Berkali bertahun-tahun saya mencari mobil ini, akhirnya ketemunya di Evans Motor. Kondisinya masih bagus banget. Mobil ini diregister tahun 2014 registrasinya. Dan mobil ini kilometernya baru 7.000 km. Mobil ini sudah melalui pengeceakan di bengkel resmi Mercedes-Benz. Hasilnya memuaskan seperti baru kondisinya serta sudah menggunakan option-option yang cukup tinggi. Ini veleg ini adalah option untuk AMG performance package. Jadi kelihatan ini sudah AMG performance package. Suspensinya juga sedikit lebih keras untuk pengendalian lebih bagus, rem-nya lebih kuat. Kemudian joknya menggunakan napa leader berwarna bengal red yang ee warna merahnya ini khas sekali. Kemudian jamnya sudah menggunakan yang IWC IWC. Audionya sudah menggunakan yang Harman Cardon. Kemudian dia juga sudah menggunakan climate control yang dual zone bukan yang single zone. Satu-satunya option yang tidak ada di mobil ini adalah Magic Sky Glass. Jadi eh kaca yang bisa digelapin, diterangin secara elektronik. Tapi enggak apa-apa, saya justru senang yang biasa-biasa aja. Takut ee banyak masalah. Walaupun saya enggak tahu, tapi enggak masalah itu. E kemudian setirnya juga sudah yang paduan antara kulit dan alcantara. E itu juga merupakan sebuah option. Mobil ini speknya full standar tapi kecuali satu knalpotnya. Jadi knalpotnya ini sudah menggunakan aftermarket yang suaranya lebih menggelegar. Walaupun saya dapat knalpot aslinya, tapi sebenarnya knalpot aslinya itu karena untuk memenuhi regulasi suara di ee Eropa mungkin ya. Jadi dia tuh suaranya samar-samar. Ada tetap gemuruh ee berwibawanya dari mesin V8-nya tapi tetap enggak terlalu keluar. Nah, dengan knalpot yang aftermarket ini lebih keluar tapi tetap berwibawa enggak sampai yang cempreng banget. Oke, sekarang saatnya kita merasakan bagaimana impresinya sebuah mobil yang sangat absurd. Ukuran sekecil ini hanya bisa dua orang dikasih mesin 5.00 cc V8. Ini bukan sport car, ini muscle car. Itu namanya muscle car berbadan kecil. Let's go. [Musik] Ada ininya apa? Ada kayak ref matching-nya kalau lagi pindah gigi. Coba kita pakai manual aja. torsinya kuat banget ini mobil. Torsi tengahnya kuat banget. Ada bedak beredak. Wah, seru banget suaranya. Oke, jadi mobil ini posisi nyetirnya enak sekali. Benar-benar kaki itu selonjor. Tapi ya ini khas Mercy di tahun itu setirnya agak ke kiri sedikit ya. Itu ada di semua Mercy bahkan sampai S Class sekalipun. Enggak tahu kenapa tapi ya itulah yang terjadi. Bantingannya surprisingly masih nyaman. Ini adalah AMG paling nyaman yang pernah saya coba. Bahkan E63 dan CLS63 itu enggak seempuk ini. Padahal ini udah di mode sport ya. Jadi dia tuh suspensinya kalau di Comfort itu lebih empuk lagi kalau kita masukin ke Comfort. Nah, ini benar-benar enak ya. Dia masih ada keras-kerasnya khas mobil sport gitu ya. Tapi benar-benar enggak keras sama sekali. Nah, sekarang suara mesinnya berubah dan sekarang tulisannya ecover. Yes. Itu karena mesin 8 silindernya ini bisa mematikan 4 silinder kalau lagi cruising santai seperti ini. Enggak kerasa ada getaran apa-apa, tapi di suara knalpotnya terdengar lebih serak malah ketika 4 silinder karena mungkin firing ordernya ya. Nah, ini bikin konsumsi bahan bakar jadi lebih hemat mestinya. Cuma di sini enggak ada instant e fuel consumption ya. Jadi saya enggak tahu berapa. Tapi coba sekarang kita reset aja dulu. Kita reset value semua. Nah, ini saya lari 70 80 gitu ya. Selama saya enggak nginjak gas dalam atau di bawah 3.600 RPM, dia cuman 4 silinder yang nyala. Nanti kalau saya gas tiba-tiba B langsung gemuruhnya tuh beda gitu. Jadi, Anda bisa kalau di mode knalpot yang e berisik gitu ya, yang katupnya dibuka. Anda bisa notice kapan 4 silinder, kapan 8 silinder. Tapi kalau misalnya kita haluskan knalpotnya. Oke, ini yang halus. Ada perbedaan sedikit sekali. Tapi kalau katupnya dibuka baru perbedaannya besar. Wah, ini sih buat Long cruise enak sekali ini mobil ini. Bayangin ini ketika K saya pakai 4 silinder aja dia bisa 11 bensinnya kalau konstan. Itu luar biasa untuk sebuah V8. Tapi kalau yang narik-narik ya pasti boros ya. ini eh material-materialnya berkualitas di dalam walaupun memang eh layout dari entertainment system-nya agak jadul ya, tapi yang penting dia bisa eh Bluetooth. Jadi enggak perlu Apple CarPlay, enggak perlu Android Auto karena enggak bisa juga tapi bisa radio dan Bluetooth. Minimal telepon dan ee lagu saya tetap bisa akses dari gadget saya. Terus ini uh ini masih kayak baru banget enggak ada bunyi-bunyi yang aneh gitu ya. cukup responsif. Jadi enggak terlalu yang nunggu lama gitu ya untuk downshift tapi juga bukan yang sigap-sigap amat. Ini kalau lagi pakai mode knalpot yang tenang gitu ya, ini benar-benar enggak berisik sama sekali mobil ini. Tapi kalau misalnya kita buka knalpotnya, suara gemuruh itu memenuhi kabin. Enakan pakai sport deh kayaknya. Suara mesinnya tuh berkarakter banget. Benar-benar Anda tuh serasa berteman dengan monster gitu. Badan Anda kecil gitu ya, Redstar kecil kayak gini. Tapi ada ada monster gagah yang siap m-back up Anda. Sekarang kita gas. Kalau untuk standar sekarang saja, mobil ini juga masih kencang. Tapi memang enggak di atasnya tuh enggak seganas yang turbo-turbo itu gitu. Jadi flat gitu di atasnya. Tapi RPM tengahnya 3.500 4.000. Woh bom. Langsung instan tenaganya. Instannya tuh kayak mobil listrik. Dan e transmisinya itu kan aduh pindah giginyaap. Transmisinya itu kan ee sibuk sendiri gitu. Kalau kita udah enggak ngegas dalam dia akan cepat mindahin gigi. Kalau misalnya kita lagi mau ee ngegas dalam, dia buru-buru turunin gigi gitu. Jadi suaranya tuh naik turun naik turun gitu. Eh, kayak V8 old school gitu. Ada keold schoolannya di sini, tapi getarannya minim. Jadi, ini V8 tuh getarannya tuh hanya di suara, tapi getaran mekanikal tuh hampir enggak kerasa karena ya teknologi Mercedes-Benz ya. Nah, tapi cara paling seru buat menikmati mobil ini adalah kalau atepnya dibuka. Karena kalau atapnya dibuka, dia akan bisa mendengarkan mesin dengan lebih jelas lagi. Sayangnya melepas atap apa? Membuka atap mobil ini enggak bisa dilakukan sambil jalan. Harus sambil berhenti atau jalan pelan-pelan sekali. Kita akan coba cari jalan yang agak kosong dan kita akan buka atapnya. Sekarang dengan kecepatan berapa nih sekarang ya? 10 belum mau. Belum mau lima enggak mau. Ah, baru di 3 4 km/h baru dia mau ngebuka. Jadi harus pelan sekali ya. Ini agak merepotkan sih kalau hujan. Oke, udah selesai. Sekarang kita buka semua jendela. Sekarang kita akselerasi. Jauh lebih terdengar suaranya. Dan kayaknya jendelanya harus di harus ditutup deh supaya enggak keganggu suara luar ya. Ini suaranya enak banget. Brabam. Brabam. Lucu gitu pakai mobil semungil ini suaranya tuh seberwibawa itu kayak kayak orang yang ukuran tingginya mungkin cuma 150 cm. berat cuman 40 kg, tapi suaranya tuh kayak Luciano Pavaroti gitu. Luciano Pavarotti itu penyanyi tenor yang suaranya itu sangat kuat dan badannya sangat besar, tapi keluar dari orang yang badannya mungil itu, itu seru sekali sih seperti itu tuh. Dan mobil ini sense of speed kita kacau gitu ya. Karena mungkin mobilnya saking eh mantapnya gitu di jalan enggak berasa udah 140, 150. Handling-nya sih bukan handling yang superior ya, tapi tetap sangat bagus. Coba kita akselerasi dari gigi satu. belap. Ada efek kayak ref matching-nya itu ya. Oh, tapi definitely untuk menikmati suaranya memang atnya sebaiknya dibuka Kita bisa pakai mode comfort aja enggak apa-apa. Uh, gemuruhnya itu memang yang seperti yang saya expect dari mobil ini. Saya enggak butuh kencangnya walaupun mobil ini cukup kencang ya, 0 100 dalam 4,6 detik. Bukan itu yang saya butuh. Yang saya butuh adalah memang karakternya, soulnya dari mobil ini dan e surprisingly bantingannya cukup nyaman. Kemudian handling-nya tadi belum selesai ya. Handlingnya cukup tajam untuk sebuah MercedesBenz. Tapi kalau dibandingkan dengan Porsche Boxer memang tidak setajam Porsche. Ini masih ada sedikit body roll. Jadi masih terasa lebih natural dan lebih forgiving gitu sebenarnya. enggak terlalu yang agresif. Saat kita manuver itu e ekstrem gitu ya, mobil ini lebih cepat bergeser dibandingkan Porsche. Mungkin juga karena ini mungkin bannya udah beberapa tahun ya, jadi enggak yang terlalu ng-grip banget. Tapi menurut saya ini lebih dari cukup untuk sebuah SLK ini sih. Bayangin naik ini di jalan yang sepi, berliku-liku di pegunungan pasti funet. Handling-nya tuh nice. Nice banget ya. Kalau di belokan yang agak tajam dan kita ee ee di ujung gripnya gitu ya, kerasa mobil tuh kayak agak agak loncat-loncat dikit gitu ya. Itu khas ee masih kurang keras lagi suspensinya untuk pengendalian yang baik di kondisi ekstrem. Tapi kalau saya boleh pilih, saya pilih seperti ini aja. Karena apa? Karena saya enggak pengin mobil ini jadi terlalu keras. Dan seperti saya bilang, saya enggak enggak berniat beli mobil ini untuk track day. Benar-benar mobil ini untuk dinikmati seperti ini. Wah, enggak bakal bosan saya nyetir mobil ini. Aduh, di bawah terowongan nih. Benar-benar menurut saya ya, zaman keemasannya AMG itu adalah di zaman-zaman ini. Di zaman ketika mesin itu masih besar sekali, silindernya banyak yang mungkin itu tidak begitu efisien dan dibandingkan yang turbo tidak sekencang turbo. Tapi itu memberikan karakter yang sangat kuat ke mobilnya. Dulu C63 8 silinder. Sekarang C63 hanya 4 silinder. SLK ini terakhir 8 silinder. Setelah itu hanya 6 silinder. Jadi mesin ini tuh seakan menandakan akhir dari sebuah era. Era ketika AMG itu begitu dramatis dengan speknya. Di saat kompetitornya memakai mesin-mesin yang lebih sedikit silindernya atau dengan turbo, AMG tampil dengan mesin 5.500 cc, 6.208 cc, V8 dan bahkan AMG itu punya divisi suara untuk menghasilkan suara dari knalpot yang sesuai dengan karakter AMG. Dan itu yang sekarang mulai hilang. AMG 4 silinder tidak bisa disamakan dengan yang 8 silinder. Yang 6 silinder pun tidak bisa. Yang V8 dengan turbo memang kencang, tapi ada karakter Na yang tidak tergantikan. instannya tenaga di putaran menengah tanpa ada lag dan mesin itu seakan-akan benar-benar berjuang sendirian tanpa bantuan peranti lain untuk menghasilkan tenaga dan akselerasi. Dan mobil ini akan membuat kita sebagai pecinta otomotif itu selalu ingat akan era keemasan AMG itu yang kemudian dirusak oleh segala macam peraturan emisi yang memaksa mereka harus mengecilkan CC, mengurangi silinder, menambah turbo yang mana itu memang memperbaiki konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi, menambah kencang, Tapi mengurangi hal yang paling esensi dari sebuah AMG yaitu karakter. Dan mobil ini adalah satu dari mobil terakhir AMG yang karakternya masih sangat kuat. Enggak nyesel ambil mobil ini. Ngapain sih pemilik mobil ini pasang Harman Cardon? Enggak perlu. Ini jauh lebih merdu. Ah, amazing. Saya mungkin punya mobil yang lebih enak handlingnya dari ini. Saya juga ada mobil yang kecepatannya, akselerasinya lebih cepat dari mobil ini. Tapi rasanya enggak ada satuun yang ada di garasi saya yang bisa mengalahkan soulnya mobil ini. itu sampai meresap ke jiwa soulnya. Terutama dari karakter mesinnya yang luar biasa. Mesin Na itu memang karakternya tidak bisa digantikan oleh turbo. Ada pesona tersendiri dan mengetahui bahwa ini kemungkinan besar adalah eh terakhir kalinya kita akan melihat roadster sekecil ini dengan mesin sebesar ini membuat saya ingin menyimpan mobil ini dalam waktu yang lama. Bahkan pada saat membuat video ini tapi enggak masuk kamera itu ada rekan dari Distrik Otomotif di PIK 2 yang datang ke saya. Dia kaget saya dapat mobil ini. Kemudian ee kebetulan e beliau juga pakai eh SLC SLC43 dan beliau bilang boleh enggak langsung tukar guling sama SLC-nya? Aduh jangan dong saya nyarinya lama. Habis itu beliau juga menawarkan boleh enggak tukaran sampai tukaran sama Range Rover? No. Saya saya bukan pedagang. Saya enggak beli mobil ini untuk dicuanin lagi. Saya beli mobil ini karena memang karakter yang dimiliki, keabsurban yang dimiliki, cerita di balik mobil ini dan sejarah bahwa ini adalah SLK generasi terakhir, SLK bermesin V8 terakhir, AMG yang naturally aspirated terakhir, bahkan kemungkinan besar menjadi roadster mungil terakhir dengan mesin V8 atau mesin yang sebesar ini. Jadi senang banget. Alhamdulillah dikasih kemudahan untuk mendapatkan mobil yang sangat langka di Indonesia ini. Semoga ee bermanfaat dan bisa awet ke depannya. Dan saya juga terima kasih ke Anda yang sudah men-support saya, nonton konten-konten saya sehingga saya bisa menjadi seperti sekarang. Sebagai timbal baliknya, saya juga doakan Anda untuk bisa lancar semua hidupnya. Ee diberkahi oleh Tuhan. Dan bagi Anda yang pecinta otomotif yang punya cita-cita, pengin punya mobil tertentu, dimudahkan jalannya, dikabulkan permintaan dan cita-citanya. Yang penting selalu berusaha, jangan lupa berdoa, bekerja keras, bekerja cerdas, dan selalu cari rezeki dari jalan yang halal. Percuma punya semuanya, tapi dari harta yang haram. Jangan sekali-kali menyentuh harta yang haram, itu tidak akan berkah. Dan Anda harusnya malu ke diri Anda sendiri kalau Anda kaya karena sesuatu yang haram. Oke, jadi begitu dulu sekarang eh videonya. Nanti apapun yang saya alami dengan mobil ini moga-moga sih enggak ada problem ya. Tapi kalau misalnya nanti ada problem atau kita ke mana jalan pakai mobil ini, insyaallah saya akan bikinkan kontennya lagi. Tapi untuk sekarang terima kasih banyak untuk Anda semua. Jangan lupa Anda klik like bila menyuka video ini, komentar di bawah, subscribe ke channel Fitra Eri dan sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye. Oh. Х.
