Bisa Cari Duit Pakai Laptop Gaming Kencang Ini! Review MSI Stealth A16 AI+ (YouTube Video)
Udah enggak zaman laptop gaming cuma dipakai main game doang. Laptop gaming harusnya bisa dipakai buat nyari duit juga. Satu contohnya ini nih dari MSI nih ya. Penampilan laptop ini jauh dari kesan gaming dan lebih mirip sebuah laptop workstation. Jadi enggak masalah kita pakai kerja di kantor atau dibawa meeting dengan klien juga. Buat performasi enggak usah ditanya lagi. Prosesor ya pakai AMD Ryzen AI 300 series dengan 10 core di dalamnya. Jadi mantap buat multitasking. Ada GPU RTX 40 series juga di sini ya yang bikin editing video, rendering, dan komputasi AI jadi super kencang. Kapasitas RAM-nya juga langsung 32 GB jadi besar dan siap pakai. Bisa pakai 2 SSD jadi enggak perlu takut kehabisan storage juga. Bahkan layarnya udah langsung pakai panel IPS level 2,5K 240 Hz, 100% DC IP3. Jadi siap buat gaming ataupun editing yang serius. Ya, laptop gaming ini adalah MSI Steal A16 AI plus. Laptop gaming MSI series steal memang punya keunikan tersendiri dibandingkan tipe lainnya. Walaupun punya performa kelas atas, body laptop gaming ini tetap tipis dan bobotnya relatif ringan. Jadi, bodinya itu enggak seperti laptop gaming yang biasa gitu ya, yang rata-rata tebal dan berat. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan kali ini dari spesifikasi utamanya. Untuk procesor dia pakai AMD Ryzen AI 9365. Code name-nya adalah Strix Point ya yang baru. Lalu CPU Architecture yang memadukan Zen 5 dan Zen 5C di sini. Fabrikasi TSMC 46m FINFET. Default TDP-nya adalah 28 watt dan dia punya 10 core 20 trad yang terdiri dari 4 core Zen5, 6 core Zen 5C. Tapi perlu diperhatikan ya, pressor ini tidak menggunakan konsep performance core dan efficient core walaupun ada dua jenis arsitektur CPU di dalamnya. Lalu untuk L3 cas-nya juga besar di 24 MB. Integrated graphisnya adalah AMD Radion 880M. IGP ini menggunakan arsitektur RDNA 3.5 dengan 12 compute units dan telah mendukung fitur array tracing serta kemampuan encode decode video AV1. Untuk NPU, dia pakai AMD Ryzen AI dengan kemampuan hingga 50 tops sehingga laptop gaming ini langsung memenuhi persatan copilot plus PC dari Microsoft. Untuk RAM-nya dia pakai 32 GB LPDDR 5X 7500 MHz dual channel 128 bit. Laptop gaming ini tidak memiliki slot SODIM ya. Jadi ini emang enggak bisa di-upgrade, tapi udah gede juga 32 GB udah dual channel pula ya. Nah, untuk storage dia pakai 1 TB SSD M.2 NVM PCI Gen 4x4. Laptop ini dilengkapi dengan slot M2 kedua. Jadi kita bisa nambah kapasitas storage-nya dengan mudah. Untuk di GPU dia pakai Nvidia GeForce RTX 4070 laptop GPU dengan kapasitas RAM 8 GB GDDR6. Nilai maksimum TGP-nya adalah 105 watt. Jadi, ini masih sesuai dengan standar dari Nvidia. Sementara untuk kemampuan komputasi AI-nya ini mampu mencapai 321 tops. Laptop game ini dilengkapi dengan Max Switch ya. Jadi kita bisa mengatur di aplikasi MSS Center apakah GPU tersebut aktif terus-menerus atau gantian dengan IGP atau hanya IGP-nya aja yang aktif. Untuk connectivity dia menggunakan modul Qualcom Fast Connect yang mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 5.4. Jadi kekinian dan future proof kapasitas baterainya ini besar 99,9 wat hour. Ini adalah kapasitas terbesar untuk baterai laptop di mana kita masih bisa diizinkan membawanya ke dalam kabin pesawat. Untuk operating system tentunya dia pakai Windows 11 24H2. Nah, body untuk firefactornya adalah clamp cell ya atau laptop klasic. Materialnya adalah magnesium aluminium. Nah, ini klasik nih kalau mau dibuat jadi agak lebih ringan biasanya pakai magnesium di sini ya. Nah, untuk warna ini adalah core black atau hitam. Nah, penampilan laptop gaming ini memang sesuai dengan namanya stealth ya. Desainnya dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyembunyikan identitasnya sebagai laptop gaming. Seluruh body dibalut dengan warna hitam dove polos termasuk logo Naga MSI pada punggung layar juga ya. Kalaupun ada warna cerah itu hanya dijumpai pada stiker saja atau saat lampu backlit RGB-nya dinyalakan. Nah, untuk dimensinya panjang 35,5 cm, lebar 25,9 cm, dan ketebalan di 1,99 cm. Ini tergalan tipis untuk laptop gaming dengan spesifikasi setinggi itu. Nah, untuk bobot laptopnya aja di 2,08 kg. Ini juga terkurang ringan ya untuk sebuah laptop gaming dengan layar 16 inci. Untuk charger 580 gr dan ini adalah charger 240 wat. Total bobotnya kalau di bawah-bawah masih di 2,6 kg. Ukuran layarnya tentunya 16 inci. Ini terlong besar dan membuat kerja dan main game itu jadi lebih nyaman. Resolusinya 2560 * 1600 pikel dengan aspek rasio 16 bing 10. refresh rate 240 Hz. Panelnya adalah IPS level dan menurut MSI tingkat kelar gambutnya itu mencapai 100% di CP3. Nah, kalau kami ukur hasilnya tingkat kecerahan maksimum itu di 406 nits dalam ruangan ya. Ini lumayan terang. Lalu gambut coverage ada di 97,5% DC IP3 dengan gambut volume di 100,6% DC IP3. Tentunya ini membuatnya jadi cocok untuk editing class profesional yang membutuhkan akurasi warna yang tinggi dan buat nonton film ataupun main game tentunya ini mantap ya. Perbukaan layernya punya lapisan antiglare. Jadi ini meminimalkan pantulan bayangan benda sekitarnya yang dapat mengganggu kenyamanan saat penggunaan. Untuk bingkai layar ini sudah menggunakan desain yang tipis di keempat sisinya jadi lebih kekinian ini ya. Engsai layernya juga dirancang dapat dibuka lurus 180 derajat untuk mencegah kemungkinan kerusakan akibat enggak sengaja terdorong dan memudahkan kita untuk menunjukkan isi layar ke lawan bicara di depan kita. Tapi sayangnya tidak tersedia tombol untuk memutar tampilan layar dengan cepat seperti yang ada di laptop MSI lainnya. Nah, laptop gaming ini juga dilengkapi dengan kamera infra merah atau infrared 1080p 30 fps yang mendukung fitur HDR dan 3D noise reduction plus. Kamera tersebut juga mendukung fitur Windows Studio Effect seperti automatic framing, eye contact, serta background effect dan akan manfaatkan NPU saat diaktifkan. Jadi harusnya pada saat digunakan baterainya lebih irit. Untuk modul mikrofonnya ada dua buah ditempatkan di sisi kanan dan kiri kamera. Kamera di laptop ini kualitas ternyata mantap juga ya. Detail wajah kami dapat tangkap dengan cukup baik dengan noise yang minim saat kami coba di pencahayaan yang mencukupi. Menariknya lagi, mikrofon laptop ini bisa menghilangkan sepenuhnya suara kebisingan kipas laptop di kecepatan 100% tanpa menghidupkan fitur noise cancellation sama sekali. Mantap. Ya, mungkin noise cancellation-nya otomatis hidup tanpa perlu diaktifkan di dalam menu ya. Oke, saat ini saya lagi mau menguji kemampuan noise cancellation laptop gaming MSI ST yang satu ini dengan kecepatan kipas di 100%. Jadi, gimana nih suara bising dari kipasnya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, saat ini saya lagi mau menguji kemampuan noise cancellation laptop gaming MSI ST yang satu ini dengan kecepatan kipas di 100%. Jadi, gimana nih suara bising dari kipasnya? Apakah masih masuk ke mikrofon atau enggak? Oke, jadi seperti inilah kemampuan kamera dan mikrofon dari laptop gaming MSI Stealth yang satu ini. Jadi, gimana nih kualitasnya oke atau enggak? Nah, untuk audio laptop gaming ini dilengkapi dengan enam buah speaker yang terdiri dari dua speaker dan empat woover. Terdapat enam buah lubang keluaran suara di mana dua mengarah ke samping dan dua ke depan ke arah tubuh pengguna. Ada juga dua buah lubang keluaran suara di sisi pinggir kanan dan kiri palmres. Nah, kita bisa mengatur profil dan equalizer suara di software Nahim. Suara yang dikeluarkan laptop gaming ini sebenarnya sudah tergolong lantang ya, meskipun bukan yang paling lantang yang pernah kami dengar untuk kelas harganya. Untungnya speaker tersebut punya kualitas yang cukup memuaskan di sini. mid dan high terasa natural dan tidak saling menutupi. Sementara untuk sektor bass memang tidak dominan tapi setidaknya masih ada dan mencukupi untuk mengisi frekuensi bawah. Nah, untuk konektor di kiri ada satu Kensington lock slot, ada satu 2,5 GBPS Ethernet, ada satu HDMI 2.1, 1 USB 3.2 Gen 2, dan kalau beralih ke kanan di sini ada 1 3,5 mm audio combo jack, 1 USB 4 yang sudah mendukung power delivery, protol display port, dan perangkat Thunderbolt juga ya. Lalu ada 1 USB 3.2 Gen 2 serta 1 DC in. Untuk keyboard seperti laptop gaming kelas atas dari MSI yang lainnya, yang satu ini juga menggunakan keyboard dari Steel Series ya. Jadi keyboardnya memang spesial buat gaming. Keyboard ini dilengkapi dengan tombol padet untuk memudahkan input angka dengan cepat saat dibutuhkan. Uniknya tombolet ini menggunakan desain tiga kolom sehingga lebih hemat dibandingkan tombolet konvensional yang menggunakan empat kolom. Sementara untuk tombol panah ukurannya dibuat sedikit lebih kecil dibandingkan tombol-tombol lainnya. Untungnya ukurannya tidak terlampau kecil, jadi masih tetap nyaman untuk digunakan. Tombol keyboardnya juga punya tingkat travel distance di 1,5 mm. Jadi terasa cukup dalam saat ditekan. Keyboard-nya juga dilengkapi dengan lampu backlit per QR RGB. Jadi pencahaian tiap tombol bisa dibuat berbeda dengan tombol yang lainnya. Sementara untuk pengaturan warna dan efek bisa dilakukan melalui software Steel Series GG. Nah, untuk touchpad-nya areanya itu memiliki ukuran 13,4 * 8,1 cm. Jadi ini tergolong besar ya. Tapi sayangnya posisinya itu terlalu ke kanan dari tombol space bar yang akan menyebabkan telapak tangan kita bertumpuh di area touchpad saat kita sedang mengetik. Kursor mouse memang tidak bergerak saat tangan kami bertumpuk di touchpad, tapi telapak tangan kami justru sesekali memicu klik kanan jadi agak sedikit mengganggu. Untungnya kalau dibutuhkan kita masih bisa mematikan touchpad dengan menekan function plus f4. Nah, saat touchpad ini dicoba ya, jari kami bergerak dengan lancar di atas permukaan touchpad dan tombol klik kiri dan klik kanannya terasa empuk saat ditekan. Oke, untuk cooling systemnya laptop ini dilengkapi dengan sistem pendingin dengan lima buah heat paip dan dua buah kipas. Sementara untuk lubang ventilasi itu pembuangan udarnya ada empat buah. Satu ke kiri, satu ke kanan, dan dua ke arah belakang. Nah, untuk security laptop ini ternyata dilengkapi dengan dua jenis pengamanan biometrik. Satu dengan pengenalan wajah dan satu lagi dengan pengenalan sidik jari dengan posisi sensor dekat dengan tombol panah bawah. Selain itu, ada juga penutup fisik untuk kamera untuk mencegah diintip walaupun sedang di-hack. Oke, sekarang kita masuk ke aspek performanya ya. Laptop gaming ini dilengkapi dengan empat profil performa yaitu MSI AI Engine, extreme performance, Balance, dan Eco Silent. Kita bisa mengubah profil tersebut melalui software MSI Center. Menariknya, disediakan menu untuk overclock GPU dan pengaturan kecepatan kipas kalau kita pilih mode extreme performance. Untuk pilihan kecepatan kipasnya ada auto, cooler boost, dan advance. Sementara untuk mode selain extreme performance, kita bisa mengatur kecepatan kipas ke cooler boost dengan menekan tombol function plus anak panah ke atas. Nah, perlu diperhatikan bahwa seluruh pengujian kami itu akan dilakukan dengan kecepatan kipas cooler boost atau di 100%. Mari kita mulai dari SBCH R23 dulu ya untuk pengujiannya. Diabilitas selama 30 menit, skor tertinggi yang dicapai adalah 19.414 poin di mode balance dan kita bisa mendapatkan 21.199 poin di mode extreme performance. Sementara skor yang bisa dipertahankan adalah di kisaran 19.000 sampai 19.100 poin di mode balance dan 20.800 hingga 21.100 poin di mode extreme performance. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan cin B R23 stabilitas selama setengah jam di mode B suhu tertinggi itu hanya mencapai 62 derajat celcius saja. Adem banget ya. Tentunya saat kita pakai mode extreme performance suhunya mengalami kenaikan tapi masih terkendali kok di bawah 90 derajat celcius. Jadi masih aman ini ya. Nah, langsung aja kita mulai pakai Blender 4.3.2 dengan barber shop scene yang berat ya. Ini lebih berat daripada yang BMW scene ya. Untuk CPU rendering ini butuh waktu 23 menit 30 detik. Sementara untuk GPU rendering kalau kita pakai kuda ini sesuai dalam waktu hanya 2 menit 46 detik. Nah, syukurnya saat melakukan GPU rendering dengan kuda di mode extreme performance supressor dan GPU Nvidia dapat dikendalikan di bawah 60 derajat Celcius. Lanjut ke Adobe Premiere Pro 2025. Video 4K60 2 menit 7 detik dengan software on sesai dalam waktu 5 menit 18 detik. Kalau kita pakai kuda sesai dalam waktu yang kencang banget hanya 1 menit 58 detik saja. Lalu untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik dengan S dalam waktu 1 menit 3 detik kalau pakai kuda hanya 34 detik saja. Nah untuk suhu kerjanya pas saat melakukan 4K video export dengan kuda di mode extreme performance suhu tertinggi prosesor hanya mencapai 75 derajat Celcius saja. Sementara suhu tertinggi GPNVD-nya hanya di 57 derajat celcius. Adem ya. Lanjut untuk Dainci Resolve 19.1. Ini adalah software video editing kelas profesional tapi ini versi gratis ya. Untuk video 4K60 yang 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 3 menit 12 detik. Wah mantap. Lalu untuk video full HD 60 fps 2 menit 7 detik selesai dalam waktu 48 detik saja. Nah, untuk SU kerja saat melakukan 4K video exporting di mode extreme performance SU tertinggi prosesor hanya mencapai 73 derajat celcius. Sementara GPN videonya hanya mencapai 61 derajat celcius lagi-lagi aman. Nah, kalau kita coba pakai CapCut, bagaimana? Video 4K60-nya itu saya dalam waktu 1 menit 2 detik saja terbang di sini. Lalu untuk video full HD 60 fps hanya 23 detik saja. Ini kencang parah exportingnya ya. Nah, su kerjanya pada saat melakukan 4K video export di mode extreme performance, supressor berhasil dikendalikan di bawah 60 derajat celcius. Sementara GPN videonya bekerja di bawah 50 derajat Celcius. Lebih adem lagi. Oke, sekarang kita coba handbreak ya. Dan di pengujan ini kita mencoba melakukan konversi video 4K 60 2 menit 7 detik ke full HD 60 fps. Formatnya AV1 tanpa akselerasi selesai dalam waktu 3 menit 8 detik udah lumayan. Tapi kalau kita pakai akselerasi NV Encoder selesai dalam waktu 1 menit 49 detik saja. Wah lebih kencang lagi. S kerjanya saat melakukan konversi dengan NV Encoder di mode extreme performance supressor masih dapat dikendalikan di bawah 90 derajat Celcius. Sementara SH tertinggi dari GPNVD-nya mencapai 50 derajat celcius saja. Oke, kita lanjut ke Prosion ya. AI image generation benchmark ini menguji kemampuan AI dari GP Nvidia dalam menghasilkan gambar dari input tex atau prom dengan menggunakan stable diffusion 1.5. GPN NVD di laptop ini membutuhkan waktu 3,92 detik untuk menghasilkan satu gambar resolusi 512* 512 piksel. Jadi ini udah tergolong kencang sebetulnya ya. Lanjut untuk gaming. Nah, berikutnya kita masuk ke pengujian gaming dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Ah. [Tepuk tangan] Oke, di game terakhir ini ya, Assassin's Creed Mirage ya selama setengah jam dimainkan. Kita lihat suhu kerjanya di mode extreme performance, supressor dan GPU Nvidia dapat dikendalikan sepenuhnya di bawah 80 derajat Celcius. Untuk suhu permukaan bodinya saat memainkan game yang sama selama setengah jam, untuk keyboard area paling panas ada di tombol angka 8 dengan suhu mencapai 42 derajat Celcius. Sementara untuk tombol WASD itu hanya berkisar 35 sampai 36 derajat Celcius. Sedangkan untuk area sebelah atas keyboard ya, di atas keyboard ya ini suhunya berkisar 50 sampai 51 derajat celcius. Wajar sih ini sebetulnya untuk palm rest ini aman di bawah 35 derajat celcius. Oke, sekarang kita tes storage-nya ya. Kecepatannya kita lihat dengan kristal dismark. Untuk kecepatan baca ada di 6 MB/s dan tulisnya di 5.202/ tergolong kencang sekali karena sudah nempel sama angka 7.000 ya. Lanjut untuk daya tahan baterainya. Untuk tes baterai kita menggunakan setting berat di 150 nit. Volume suara di 25% dengan mode balance dan layarnya di 2,5K 240 Hz. 1080p local video playback. Kalau GP Nvidia diaktifkan, ini baterai akan habis setelah 5 jam 30 menit. Sementara kalau GPU Nvidia dan IGP-nya aktif dia butuh waktu 10 jam 15 menit sebelum baterai habis. Ini tergolong irit ya untuk sebuah laptop gaming dengan performa sekencang ini ya. Nah, lanjut untuk charging. 30 menit pertama terisi di 29%. Sementara untuk mengisi dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 2 jam 50 menit. Sebenarnya ini tergolong agak lambat ya nge-charge-nya, tapi mengingat kapasitas baterai sangat besar di 99,9 wat hour, durasi seperti ini masih bisa dimaklumi. Oke, untuk harganya kisarannya ada di Rp30.899.000. Menariknya selama masa promosi harganya akan turun menjadi Rp28.999.000. Untuk bonus pulihannya dia sudah dapat Microsoft Office and Home Student 2021. itu loh yang enggak pakai langganan-langganan lagi. Jadi langsung hidup aja terus gitu ya, aman ya. Lalu untuk garansi dia dapat 2 tahun dari MSI Indonesia. Dan menariknya laptop ini juga dilindungi dengan garansi ADP atau accidental damage protection untuk melindungi dari kerusakan akibat kelalihan pengguna seperti jatuh enggak sengaja, ketung pancaran enggak sengaja, tegangan yang abnormal dan lain-lain. Garansi ADP ini berlaku di tahun pertama pembelian dan dapat digunakan sebanyak satu kali. Oke, kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. pertama ini RAM-nya enggak bisa di-upgrade, tapi ini wajar ya, karena RAM-nya LPDDR 5X itu memang selalu tidak bisa diganti ya, tidak bisa di-upgrade ya. Tapi ini kan lebih kencang dibanding RAM yang SODIM DDR5 dan untungnya kapasitasnya langsung besar di 32 GB. Kemudian posisi touchpad-nya ini terlalu ke kanan jadi agak kurang nyaman saat mengetik ya. Lalu untuk pengisian baterai ke 100% tuh agak lama walaupun cukup wajar karena kapasitas batera-nya yang luar biasa besar. Nah, dari sisi menariknya penampilannya itu seperti laptop war station. Jadi kelihatan profesional di sini. Bodinya juga tergolong tipis untuk spesifikasinya dan relatif ringan untuk ukuran bodinya ya. Kemudian ini powerful. Dia menggunakan prosesor 10 core AMD Ryzen AI 300 series kencang untuk multitasking ataupun komputasi kelas berat. Lalu dia punya NPU jadi tidak perlu pakai GPU Nvidia untuk komputasi AI yang ringan ya. Lalu dia juga dilengkapi dengan RTX 4070. Ini kencang sama main game triple A dengan setting grafis tinggi bahkan di sesi 2,5K enggak ada masalah. main game kompetitif ini terbang-terbang FPS-nya ya. Untuk editing video 4K60 atau rendering 3D ini juga enteng banget. Mau dipakai untuk AI juga harusnya enggak ada masalah ya. Nah, lalu kemudian SU kerjanya ini aman semuanya. RAM. Nah, ini kebalikannya malah kita harus memuji bahwa RAM itu langsung 32 GB yang terpasang ya dan dia bisa masang 2 SSD sekaligus. Jadi lega di sini. Lari juga mantap untuk gaming dan content creation. Baterai juga irit untuk performa yang ditawarkannya. konektornya lengkap, bahkan ada USB 4 di sini ya. Untuk keyboard-nya ini udah still series dan punya perky RGB juga. Lalu ada WiFi 7 kekinian dan future proof dan ada garansi kelalian pengguna serta ada Microsoft Office and Home Student di sini ya. Nah, pertanyaannya MSI Steal A16 AI Plus ini cocoknya untuk siapa sih sebetulnya? Ya laptop ini harusnya cocok untuk mereka yang mencari laptop high performance dengan body yang tidak terlalu tebal dan bobot yang masih relatif ringan. Ingat high performance. Kalau perlu pakai high performance banget di sini ya. Apalagi kalau butuh yang penampilannya profesional seperti laptop station. Wah, mantap nih. Buat editing video sih enteng banget. Apalagi kalau cuma video 4K60 mungkin butuh yang 8K di sini ya kalau mau berat ya. Mau editing video AV1 juga bisa kan GPU videonya sudah support andcode video AV1. Mau dipakai desain dan rendering 3D pastinya bisa. Udah pakai RTX 4070 di sini. Buat yang pekerjaan membutuhkan AI harusnya juga enggak masalah ya karena ada NPU di prosesornya dan ada tensor core di GPU NVD-nya. Tinggal pilih tuh mau pakai yang mana ya. Dan pastinya dia cocok untuk gamer yang membutuhkan laptop untuk mainkan game triple A dan game kompetitif dengan setting grafis tertinggi tanpa perlu takut frame-nya terpatah-patah. Nah, pada akhirnya kalau yang dicari adalah sebuah laptop high performance yang serba bisa yang dapat dipakai untuk nyari duit atau sekedar hiburan juga bisa ya. Nah, MSI Stealth A16 AI plus ini adalah salah satu pilihan yang paling menarik yang tersedia di pasaran untuk saat ini. Saya di Irfan Jaga Tribut TV.
