Bisa di Overclock ! Laptop Gaming Rasa PC ! Omen max 16 AH0787TX (YouTube Video)
Ini adalah laptop gaming powerful-nya XP yang waktu di CS udah bikin saya jatuh hati dan bisa saya simpulkan kalau ini laptop buat para gamer sejati. Karena laptop ini bisa nawarin experience layaknya PC. Performanya kencang tanpa anomali. Bisa kita overclock CPU dan GPU cuma lewat aplikasi dan suhunya tetap dingin meskipun loot-nya tinggi karena coolingnya sudah berinovasi. Ya udahlah ya enggak usah sok membenai. Selamat nonton yang udah disumpah tapi tetap K. Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah XP Omen Max 16, laptop gaming terbaru dan paling tinggi dari XP saat ini. Kalian lihat aja nih spesifikasi lengkapnya. Bah intinya dia pakai Intel Core Ultra 9275HX. GPU-nya pakai RTX 580 16 GB. RAM 32 GB DDR5. SSD-nya Gen 5 NVME dengan kapasitas 1 TB. Waktu ke CIS Januari kemarin saya sempat lihat laptop ini dan saya cuman lihat te-asernya aja sih karena warda waktu itu belum boleh dicoba dan sebenarnya ketika saya lihat te-asernya saya udah jatuh hati kayak cinta pandangan pertama karena yang satu ini bisa dioverclock manual lewat unleash mode di aplikasinya tanpa buka bias dan enggak usah takut overheat di body yang seramping ini. Dan enggak cuma itu aja ya yang ditawarin di XP Omen Gaming Hub-nya banyak banget buat gamers dan juga reviewer kayak saya yang suka otak-atik. Ini ibaratnya kayak saya punya mobil tapi NOS-nya ada, terus cruise controlnya ada, mode hemat bensin karena nabung buat nikah ada juga. Semuanya itu tadi bisa diatur di Omen Gaming Hub-nya yang sebenarnya kalau kita ngomongin fitur, fiturnya ini terlalu banyak. Bukan cuma pilih mode performa kayak Eco atau turbo, tapi literally bisa ngoprek power kayak di PC, tapi lewat aplikasi. Ibaratnya ini kayak markasnya Tony Stark lah. Semua kendali ada di satu tempat. Mau overclock, atur suhu, bersihin kipas, bahkan ngatur lighting RGB sampai sinkron sama layar bisa. Semuanya dari satu dashboard. Kita tinggal pencet satu tombol ya. Ibaratnya kayak moden NOS yang ada di mobil. Tinggal dipencet mobilnya langsung. Tapi semua itu sebenarnya ada di laptop gaming lain. Nah, yang belum ada di laptop gaming lain dan menurut saya XP ini bisa menjadi standar laptop gaming baru itu ada fitur namanya Unle Smooth. Ini adalah fitur gaming eksklusif dari XP yang untuk varian Intel Core Ultra HX yang hasil kerja sama khusus sama Intel yang memungkinkan kita untuk mengakses pengaturan overclock dan fine tuning performa seperti desktop entusias tapi langsung dari aplikasi dan XP termasuk brand pertama yang ngasih kemudahan akses ini kepada penggunanya. Jadi di thermal setting kita bisa tentukan berapa RPM kipas berputar saat menyentuh suhu tertentu pada mode manual. Tapi ada dua mode lagi ada auto dan max. Nah, yang paling menarik di sini nih di power setting-nya. Jadi, kalau kita lihat ada PL1, PL2, PL4. Ini bukan password Wi-Fi tetangga yang ribet itu ya, bukan. Ini pengaturan batas daya buat CPU. PL1 sama PL2 itu buat kerja keras harian yang dayanya bisa sampai 160 watt. PL4 itu mode super saaian, mode ngamuklah karena dia bisa narik daya sampai 240 watt. Terus ada ICC Max. Ini current limit CPU ya, jadi maksimal arus listrik yang boleh masuk ke CPU bisa diset sampai 300 amp. Intinya sih semakin besar makin besar juga potensi performanya. Tapi ya makin panas juga laptopnya. Nah, ini menarik. Nanti kita lihat gimana suhunya untuk mengatasi 240 watt dan juga 300 amp-nya laptop gaming ini. Terus ada loadline calibration. Ini fitur kelas dewa yang biasanya cuma nongol di bias PC. Tapi di Omen Max 16 tinggal klik-klik aja. Fungsinya buat jaga voltase biar stabil meskipun CPU naik turun. Jadi ibaratnya kalau kalian punya laptop ini seolah-olah kalian jadi Alpha Jonathan gitu, overclocker dari Indonesia yang selalu menang penghargaan nasional. Bedanya kalian tinggal klik-klik aja. Tapi buat kalian yang mungkin enggak ngerti tentang apa itu overclock, enggak usah khawatir laptopnya bakal mati ataupun blue screen. Karena meskipun kita nge-setting asal aja dan ini udah saya coba, mau kita mentokin semua pun dia masih aman dan enggak bakal blue screen atau mati. Karena kayaknya sama XP juga dijaga ya biar penggunanya tuh enggak apa nih kalau asal-asal gini aja. Selain unlist mode di Omen Gaming Hub yang beda dengan laptop gaming lain ada Omen AI namanya. Nah, Omen AI ini adalah AI pertama yang bisa ngasih optimasi performa game dengan sekali klik atau bisa juga ngasih rekomendasi setting dari OS, hardware, dan in game. Klaimnya ya dia bisa naikin FPS sampai 25% atau lebih. Tapi sayangnya ini masih tahap beta dan game yang support yang udah saya coba itu masih Counter Strike 2. Dan hah banyak sih fitur Omen Gaming Hub-nya yang kalau saya taruh di video ini bakalan terlalu panjang durasinya. Mungkin nanti saya bikinin video terpisah aja ya biar kalian yang punya laptop XP bisa memaksimalkan. [Musik] Sekarang kita buktiin dulu gimana si unleash mode-nya ini dan juga apakah coolingnya bisa ngatasi 240 watt daya di body seramping ini. Btw, buat cooling, dia pakai teknologi yang dinamakan Omen itu dengan Tempest Pro ya. Dan tes ini kita coba pakai mode unleash. Jadi kita overclock semua yang dayanya itu di sekitar 250 watt. Jadi 75 watt buat CPU dan 175 watt buat GPU. Tapi kita tes tipis-tipis dulu aja L ya buat pemanasan. Kita tes SSD-nya dulu. SSD-nya karena NVM Gen 5 speed-nya kencang. 1 TB-nya ini read-nya bisa sampai 10.000 Mbpsps. W-nya 8.000 Mbps. Kalau untuk SB R15 kita coba dengan dua skenario seperti biasa mode unlist dan juga mode laptopnya dicolok. Single core dia dapat di 325. Multiore-nya stabil di kisaran 5.400 poin. Scenario kedua kalau misalkan enggak pakai adapter ya wajar ya laptop gaming dia mengalami penungan performa dengan single core 297. Multi corore-nya stabil di sekitar 3.000-an. R23 kalian bisa lihat grafik keduanya ini. Ini yang atas itu yang bagian dicolok dan yang bawah bagian enggak dicolok. Ya, mirip-mirip sih ada penurunan performa juga tapi kalau kita ngomongin stabil dia cukup stabil. di test-nya yang buat stability GPU-nya coolingnya juga mumpuni ya. Kita tes di time spice stress test dia lolos dengan 97,5%. Jarang terjadi loh ya di laptop gaming yang sebenarnya enggak terlalu tebal tapi lolos stability test. Lanjut kita coba untuk editing di Adobe Premi Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai ini kita export ke 4K ya dan dia berhasil selesai cuma dalam waktu 37 detik. Gokil sih. Kalau kita export ke full HD malah lebih kencang lagi 25 detik. Nah, buat kalian yang suka 3D rendering, kita coba juga pakai template BMW di Blender. CPU rendernya 1 menit 11 detik. Kalau ngerasa 1 menit itu masih kurang kencang, kalian bisa pakai GPU rendernya karena cuma selesai dalam waktu 8 detik aja. Bah, kencang banget sih. Karena sekarang zamannya AI, jadi kita tes AI-nya juga. Seperti biasa, kita pakai Mus AI dan stable diffusion di mode turbo selesai dalam waktu cuma 5 detik. Jager Note cuma selesai dalam waktu 35 detik. Lanjut, sekarang kita coba tes gaming ya. Dan karena tadi ada klaim kalau misalkan EA-nya itu bisa nambah FPS sekitar 25% di game tertentu, jadi kita cobain juga. Sebenarnya kalau ini dicobain untuk Counter Strike sih terlalu GG ya. Tapi enggak apa-apa kita coba AI-nya apa berfungsi. Jadi untuk CS2 kalau Omen AI-nya ini off average FPS dia dapat 174, maksimumnya 192 dan kalau EI-nya on nambah sih memang ya dengan average FPS 184 maksimumnya bisa tembus 200 FPS. Lanjut kita coba di game Wukong dengan berbagai mode ya. Karena di Omen Gaming Hub-nya ini ada mode echo, Balance, Performance, dan Unleash. Dan kalau kalian lihat, wah versi unleasnya ini yang paling gede ya. Dengan average FPS bisa dapat 68 maksimum 74. Drop-dropnya aja cuma 61 fps di game Wukong. Padahal ini resolusinya bukan full HD ya. Ini resolusi bawaan dari laptopnya yang ada di 2,5K. Dan untuk frame generation ini juga mati. Karena saya pengin benar-benar ngetes gimana performanya tanpa ada frame generation atau istilahnya penipuan FPS lah kalau orang-orang forum bilang. Dan lanjut karena unlis mood-nya itu terbukti dua kali lipat ya performanya dibandingkan mode performance aja. Jadi semua game yang kita tes setelah Wukong kita pakai unleash mode dengan grafik rata kanan dan juga resolusinya 2,5K. Dota 2 average FPS dia dapat 122. Dropdopnya cuman 90 FPS aja enggak ada masalah. Terus di RDR2 kita coba dulu di DLSS off dan average FPS dia dapat di 64. Kalau misalkan DLSS-nya nyala di mode performance naik jadi 71 FPS. Dan di game Cyberpunk kalau DLSS-nya saya matiin, frame generation-nya juga mati. Average FPS masih tinggi di 92 FPS, dropnya cuma di 78. Kalau DLSS-nya saya nyalain frame rate generation-nya di 4 kali, average FPS-nya tembus di 174, maksimumnya di 185. Bayangin kalian main Caberpunk tapi hampir 200 FPS. Gokil. Tapi gimana soal coolingnya, Bang? Karena kan 250 watt pasti panas banget. Hmm. Kita coba di CPU render blender tadi. Suhunya itu di rata-rata di 80-an derajat celcius lah. Tapi diimbangi dengan package power yang gede juga. Kalau kalian lihat CPU-nya di 150 watt. Jadi enggak ada yang di limit CPU-nya. Blender pakai GPU. Kalau kita lihat GPU power-nya juga nyentuh di 140 watt juga. Dan untuk temperaturnya pck-pcknya ada di 74 derajat celcius lah. Tapi average di 55 amat. R15 plugin ya unl mood itu suhunya enggak sampai 90 derajat celcius loh ya. Spek-speknya itu di 78 derajat celcius. Jadi aman banget. Kalau untuk main game kita coba ambil sampel dari Cyberpunk ya. Cyberpunk itu kalau misalkan retracing-nya off dan DLSS-nya off ya, suhunya itu ada di 94 derajat Celcius spike-spek-nya. Tapi kalau misalkan pakai DLSS dan frame generation-nya nyala itu lebih turun ternyata ya di 90-an derajat celcius untuk average-nya. Game Wukong juga mirip-mirip. Kalau kalian lihat chartnya ini di 92an derajat celcius dan kalau misalkan DSS-nya mati mirip-mirip sih di 90-an derajat Celcius juga. Tapi yang menarik kalau kita lihat GPU power dan juga CPU power-nya itu memang bisa tembus sesuai dengan klaimnya 250 wat dan suhunya juga adem. Suhu bagian dalam sih adem, tapi gimana untuk suhu permukaannya? Suhu permukaan tertinggi sih di 44,7 derajat Celcius, tapi itu di atas keyboard ya. Ya, letaknya exhaust lah, letaknya heat sink. Tapi untuk tombol-tombol yang biasa kita pakai WASD dan juga keyboard-keyboard lain itu cuma di 36,2 derajat Celcius. Jadi istilahnya kalau kita main game, tangan kita itu enggak kayak megang kompor yang kepanasan gitu. Untuk baterai sayangnya mungkin ke depan XP bisa karena ini ada nama max-nya ya, seharusnya XP mungkin bisa ngasih baterai yang max juga. Sebenarnya kalau dibilang baterainya kecil enggak juga karena kapasitasnya itu 83 wat hour. Tapi karena ada kata max-nya seharusnya sih 99,9 wat hour lah biar lebih max lagi. Tapi kita dapat charger yang max banget di 330 watt dan kapasitas 83 wat hour. Ngasih makan monster kayak Ultren dan juga RTX 5080 ya butuh power yang gede banget sih. Kalau kalian nekad main game tanpa charger ya sekitar 1 jam seteng sampai 2 jam habislah ya. wajar ya, namanya juga laptop gaming. Tapi kalau dipakai buat kerjaan ringan kayak browsing atau ngetik aja, dia bertahan pakai Wii ya, pakai Microsoft Edge itu bisa bertahan sekitar 7 sampai 8 jam dengan mode grafiknya itu kita pakai integrated yang bisa kita atur juga di XP Omen Gaming Hub-nya. Jadi 5080-nya kita matiin. Lanjut kita bahas layarnya. Apakah layarnya ini juga versi max? Layar sih menurut saya udah max sih ya, karena untuk dimensi layarnya 16 inch, panel-nya pakai IPS, resolusinya bukan full HD plus, tapi langsung WQGA 2,5K, refresh range 240 Hz dan respon stemnya itu cuma di 0,2 ms. Ukuran baselnya bisa dibilang baseless lah karena screen to body rasion-nya hampir 90% 88,1% dan untuk ukuran laptop gaming menurut saya udah lumayan tipis lah. Pas kita tes layarnya pakai Kalman Kalambutnya itu juga gede. SR RGB di 97,2%. P3-nya sayangnya sih ada di 83,1%. Kalau untuk brightness udah max juga karena udah hampir 500 nit. Tapi saran saya buat XP karena ini ada kata max-nya ya. Harusnya sih P3-nya bisa 100% lah. Jadi biar entertainment enak, gaming enak, editing pun juga enak. Istilahnya kalau kita buat ngedit 100% P3, kalau kita disuruh ngeditin foto mantan kita, sakit hatinya itu bisa kerasa sampai seminggu gitu. Karena saking realnya, kalau soal desain, walaupun laptop ini ada embel-embel kata Max, secara body enggak gede kayak Bmax. Max. Bmax. Kemarin saya sempat ng-review laptop gaming dari brand lain yang secara spesifikasi sedikit di bawah laptop ini, tapi desainnya itu lebih bulky dan harganya lebih mahal kalau dibandingkan XP Omen Max 16 ini. Harganya berapa? Bentar lagi kok harganya. Tenang. secara dimensi ya untuk sebuah laptop dengan Intel Core Ultraand RTX 5080 dia masih bisa dibilang kategori compact lah dan bobotnya juga cuma 2,6 kg dibanding laptop kemarin yang kita bahas hampir 3 kg dan kalau dari dimensi laptop ini juga lebih tipis. Look dari Omen Max ini sama kayak Omen-Omen yang sebelumnya. Looksnya kelihatan minimalis tapi tetap kelihatan gaming ya. Tipikal laptop gaming yang kalem lah yang Syle. Cuma ada logo Omen di punggung layar dan bawah layar sama ada tulisan D16 di samping Amres yang tulisannya eh saya punya cafe namanya Distrik 18 ini D16. Kalau kita collaps XP ya. Fion warnanya ada dua hitam sama putih. Kayaknya yang putih cakep deh ya. Karena yang hitam ini udah terlalu mainstream lah. Udah terlalu banyak laptop gaming yang hitam dan dia masih sedikit nempel sama fingerprint. Kalau masalah exel beda kelas ya. Kalau Victobel. Kalau Omen ini udah solid dan dia juga udah bisa dibuka dengan satu tangan. Tapi sayangnya dia enggak bisa dibuka sampai 180° leh. Mentoknya segini aja. Yang beda dari omen-omen generasi sebelumnya di Omen Max 16 tahun 2025 ini, XP ngasih light bar RGB yang bisa kita warnanya lewat aplikasi Omen Gaming Hub-nya tadi. Dan yang menarik, light bar RGB-nya ini warnanya bisa kita sinkronkan sama tampilan layarnya. Pernah enggak sih kalian punya FGP itu ada kayak semacam lampu RGB yang ditempelin di TV dan TV-nya kalau misalkan nampilin warna hijau, dia bakalan hijau. Mirip kayak gitu. Jadi kalau misalkan kalian main game dengan game Dota misalkan merah gitu ya, line barnya bakal jadi merah juga yang jatuhnya cakep aja sih. Bu quality kalau bagian amrest dia enggak pakai metal mungkin jaga biar nge-ground enggak kesetrum kita ya. Tapi plastiknya ini plastik yang polikarbonat yang lumayan kerasa solid. Tapi kalau untuk bagian punggung dia udah pakai metal yang dipegang itu adem. Jadi feel premiumnya lebih dapat. Fitur lain yang saya suka dari gaming-nya ini dia punya cooling yang bisa ngebersihin dirinya sendiri. Jadi si Omen Tempest cooling Pro-nya ini selain vaper chamber-nya yang lebih lebar, kalau presentasi sekitar 60-an% dari lebar body laptopnya. Terus ada heatsing tambahan juga dan yang paling canggih ada Omen Cryo Comot. Ini thermal material liquid metal hybrid yang dilapisin sama silikon yang diklaim bisa ngasih manfaat pembuangan panas kayak thermal yang biasanya ada di pasaran. thermal yang biasanya kita buat untuk ngerakit PC. Tapi yang paling saya suka sih ini sih, self dust remover atau XP bilangnya faner. Jadi, kipasnya bisa ngebersihin diri sendiri dari debu yang nempel. Karena walaupun menurut kalian kipas laptop kalian itu bersih-bersih aja, sebenarnya kalau kalian bongkar itu banyak debunya. L. Terus buat nambahin F gaming biar lebih imersif. Selain light bar-nya ini audionya juga imersif sih. XP ngasih dual speaker yang dituning HyperX sama DTSX Ultra dan juga udah support sama XP Audio Boost. Untuk detail suaranya gambarannya kira-kira kayak ginilah. Kalau ngomongin soal input device, ini emang kelas flagship sih. Keyboard-nya enak kalau buat ngetik-ngetik. Feel-nya soft, enggak berat di jari. Travel-nya juga udah pas, ttail-nya juga pas buat saya. RGB keyboard-nya juga udah per key RGB. Ini sih udah max banget untuk input device-nya. Enggak ada komplain. Trackpad juga kerasa mahal. Fel-nya itu bukan feel plastik yang murah. Cuman sayangnya kurang lebar aja sih. Menurut saya kalau misalkan lebih lebar lagi bakal lebih nyaman aja kalau misalkan kita main game lupa ba mouse. Tapi kalau main game enggak pakai mouse gig sih. Terus ngomongin soal kamera, kameranya di atas itu ada kayak semacam notes kayak di versinya iPhone. Jadi ada kayak semacam dynamic is-nya. Tapi ini fungsinya untuk IR kamera. Jadi dia enggak ada fingerprint tapi diganti dengan IR kamera untuk login ke Windows Hillo. Buat kamera kayak gini kira-kira kualitasnya ya. Dia pakai 1080p 30 FPS yang juga ada Windows Studio effect ya seperti biasa ada automatic framing eye contact dan juga background effect yang bisa bikin potret blur dan juga standard blur. Cuman kalau dibilang ini yang oke sih karena dia kata max-nya ya untuk 80p 30 FPS okelah. Cuman kalau misalkan kalian pengen streaming, transasi pakai webcam eksternal biar lebih bagus lagi. Untuk kreativitas ya lengkaplah. Wi-nya aja udah pakai WiFi 7 yang mungkin di studio saya aja saya enggak punya WiFi 7. Portport-nya juga lengkap. Di bagian kanan ada, kiri ada, di bagian belakang juga ada. Dan yang paling gokil sih dia ada dua buah USBC Thunderbolt 4 ya. ya. Entah buat kalian transfer data, power delivery, exsternal monitor, exernal GPU karena dia udah 40 GB/s. Ya bebas mau diapain aja. Fitur menarik lain ada yang namanya instan pair pairing yang memungkinkan kita bisa ngonein periperal kayak mouse, headset, dan keyboard yang udah support konektivitas 2,4 GHz tanpa butuh dongle dan bisa kita koneksikan dengan tiga device sekaligus. Dengan catatan ya, brandnya itu harus brandnya dari XP. XP emang punya periperal, Bang? Ada namanya Hyper X. HyperX itu nama yang agak ambigu sebenarnya, XP ya. Jadi kalau misalkan kalian punya periperal HyperX dan dongelnya entah hilang ke mana ya pakai instan pair-nya ini bisa. Tapi menurut saya akan lebih bagus lagi kalau instan pairnya ini dibuka buat brand periperal lain juga sih. Ya mungkin kesan eksklusifnya hilang, tapi kesan untuk bisa merasakan perbedaan laptop ini dengan laptop XP lebih gede aja. Okelah, jadi itu tadi adalah review dari XP Omen Max 16 versi DKID dan ngejawab pertanyaan tadi apakah laptop ini beneran max sesuai dengan namanya? Kalau kita lihat secara spesifikasi ya bisa dibilang mentok rata kanan sih. Intel Core Ultra Nen 5080 32 GB 1 TB. Dan secara harga ya harganya emang mahal sih. Ketika kalian melihat ada tulisan Intel Core Ultran dan RTX 5080 jangan berharap laptopnya itu 20 atau R30 juta pasti di atasnya. Tapi kalau dibandingkan dengan kompetitor lain, kemarin saya sempat ng-review itu Rp75 juta harganya. Untuk XP Omen Gaming Hub ini lebih terjangkau 54 juta. Memang masih mahal, tapi kalau dibanding dengan kelas yang sama, spesifikasi mirip-mirip ini lebih terjangkau. Dan dengan harga yang lebih terjangkau ini kelebihannya body tipis dan ringan untuk kelas laptop gaming yang spesifikasinya kayak gini. Performanya juga overkill, bisa kita overclock juga lewat mode unlis di aplikasi tanpa harus lewat bias. Jadi enggak ribet. bisa nyentuh sampai 250 watt loh ya. Inovasi dari sistem coolingnya juga keren, bisa self dust remover atau membersihkan diri sendiri. Layarnya juga max dengan 240 Hz, 2,5K dan plus ada Omen AI yang bisa ningkatin FPS in game. Nvidia punya frame generation tapi XP punya XP Omen AI. Coba kalau dua itu digabungin, FPS-nya makin tumpah-tumpah. Sudah dapat Windows 11 original, jadi langsung siap pakai tanpa ribet. Garansi resmi 2 tahun, plus ada ADP atau accidental damage protection. Jadi lebih tenang, aman dari resiko yang tak terduga. Plus ada bonus buat Xbox Game Pass selama 3 bulan. Jadi kalian bisa main ratusan game seru langsung main tanpa ada biaya tambahan. Kalau kita ngomongin kekurangan, ya baterainya mungkin enggak segede laptop yang kemarin kita bahas ya. Itu 99 watt hour. Ini 83 watt hour. Walaupun sebenarnya 83 watt hour itu masih gede juga, tapi karena dia powernya 250 watt, 83 wat hour itu kayak ya aja. Tapi sebenarnya kalau dibilang cukup ya cukup aja sih. Terus Omen AI-nya ini masih beta, belum support semua game. Jadi perlu update lagi. Suara kipasnya lumayan kenjang apalagi kalau kita pakai unleash mood-nya. Dan sayangnya untuk panelnya ini kalau dibilang layarnya max-max banget ya ada trade off lah biar harganya lebih terjangkau ya. Karena untuk panelnya ini dia pakai panel IPS bukan panel OLED. Walaupun sebenarnya kalau saya lihat di website-nya XP ada yang varian OLED tapi saya enggak tahu itu masuk Indo atau enggak. Overall kata Max di Omen Max 16 ini emang udah beneran Max sih walaupun dengan beberapa trade off untuk kekurangannya biar nekan harganya tadi. Dan yang kayak saya bilang tadi sebagai gamer dan juga reviewer saya suka banget sama laptop ini karena istilahnya kalau punya mobil saya bisa ngatur modenya itu benar-benar mode yang fleksibel gitu. Bisa saya atur sendiri tuningnya terus unlistas modood-nya tadi bisa saya atur dan itu belum ada di laptop gaming lain yang menjadikan laptop XP ini ya laptop gaming pertam lah yang memberikan fleksibilitas buat penggunanya. Saya Andik and see you on the next video.
