Bisa Jadi Laptop, Bisa Jadi Tablet, Bisa Cyberpunk! - Review HP Envy x360 2-in-1 14-fa0888au (YouTube Video)
Ini adalah sebuah laptop convertibel yang performanya gak main-main ya. Presornya pakai AMD Ryzen 78840HS yang punya 8 Corse 16 thre. Jadi jelas kencang IGP-nya sudah RDN3 jadi bisa buat gaming triple A. Prosesor juga udah pakai NPU nih. Jadi fitur-fitur AI udah bisa jalan di sini. RAM-nya langsung pakai 32 GB LPDDR5 6400 dan SSD langsung 1 TB langsung siap pakai. Layarnya juga pakai panel OLED resolusi 2,8K 120 Hz dan sudah disediakan stylus jadi bisa langsung dipakai buat gambar-gambar ya. Ini adalah HP NV X360 2 in1. Nah, penasaran kan seencang apa? Kita langsung aja bahas. Tapi kita mulai dari spesifikasi utamanya. Untuk Pressor dia pakai AMD Ryzen 7 8840HS. Code name-nya adalah Haw Point. Arsitekturnya langsung Zen 4. Di sini Fabrikasinya TSMC 4 nanom finfet. Default TDP-nya adalah 28 watt dan total course-nya ada 8 dengan total trad-nya ada 16. Base clock di 3,3 GHz dengan maksimum boost clock up to 5,1 GHz. L3 cas memory-nya 16 MB. sudah dilengkapi dengan NPU AMD Ryzen AI dengan performa up to 16 tops. Kalau dipadukan dengan CPU dan IGP-nya, total performanya itu menjadi 39 tops. Untuk integrated graphics-nya pakai AMD Radion 780M. Ini adalah IGP dengan arsitektur RDNA3. Dia punya 12 graphic score dengan total 768 shader units. Tentunya ini sudah mendukung akselerasi AV1, decode, dan encode. Kapasitas memorinya adalah 32 GB LPD darima 6400 langsung dual channel 128 bit. RAM-nya ini onboard ya, jadi enggak bisa di-upgrade. Tapi udah lega langsung 32 GB dan langsung dual channel 128 bit dengan speed yang kencang. Jadi harusnya enggak masalah. Nah, di tas manager ini hanya kebaca di kisaran 31,3 GB karena yang 512 MB digunakan sebagai memori integrated dari grafnya tadi. Untuk kapas storage-nya adalah 1 TB SSD NVMI PCI Gen 4. Hanya ada satu slot SSD M.2 di laptop ini. Jadi kalau memang dirasakan kurang, kita perlu mengganti SSD yang sudah terpasang untuk upgrade-nya. Untuk kektivitas wireless, dia menggunakan Wii MediaTek ya. Ini udah WiFi 7 dan Bluetooth-nya versi 5.3. Baterainya itu kapasitasnya ada di 59 wat hour. Untuk OS dia menggunakan Windows 11 Home. Untuk body factornya adalah convertible atau two inone. Jadi fleksibel ya bisa digunakan dengan berbagai mode sesuai kebutuhan pengguna seperti laptop mode kalau digunakan untuk bekerja atau tent mode dan display mode saat nonton film dan tablet mode saat digunakan untuk sketching, menggambar atau lagi baca dokumen. Untuk materialnya dia menggunakan Sunblasted Aluminium Anodized. Material ini memberikan kesan yang kokoh pada laptopnya. Untuk warna ini namanya adalah Glacier Silver ya. Nah, untuk desain laptop yang satu ini masih lekat dengan DNA dari HPNV yang sudah kita kenal. Laptopnya simpel dan polos dengan sentuhan sudut yang curvy ya. Secara keseluruhan desain seperti ini memberikan kesan profesional yang kalem pada laptop ini. Di area bawah touchpad-nya terdapat semacam cekungan yang memudahkan kita saat ingin membuka layar laptop. Dan seperti biasa ada logo HP Class Premium di bagian belakang layarnya. Untuk dimensi panjangnya 31,3 cm, lebar 21,8 cm, dan ketebalan di 1,69 cm. Untuk bobotnya laptopnya aja di 1,37 kg dan chargernya ada di 202 gr. Ini adalah charger 65 watt dan kabelnya udah braided ya, jadi harusnya lebih durable. Ini khas HP banget. Total bobot kalau dibawa semuanya adalah di 1,57 kg. Untuk display-nya, laptop ini menggunakan panel OLED dengan ukuran 14 inci resolusinya 2,8K. Aspek rasionya tentunya 16 b. refresh rate layarnya mencapai 120 Hz dan sudah mendukung fitur variabel refresh rate dari 48 sampai 120 Hz. Layarnya diklaim memiliki response time di 0,2 ms. Menurut HP tingkat kecerahan layarnya itu bisa mencapai 400 nit. Nah, kalau dari pengujian kami, kecelaran maksimum layarnya di mode SDR itu mencapai 386 nit. Sementara di mode HDR tingkat ccerahannya ternyata bukan 400 tapi 605 nit lebih tinggi dari janjinya ya. Nah, untuk gamut coverage-nya ada di 99,9% DCI IP3 dengan gamut volume di 117,6% DC IP3. Jadi, sebetulnya layar ini udah cocok nih, mau dipakai buat kerja, nonton, ngedit foto, ngedit video, bisalah semuanya. Layar ini juga sudah dilengkapi dengan sertifikasi ISFE yang sudah memenuhi standar TUV low blue light. Jadi nyaman mau dipakai berlama-lama. Nah, karena ini adalah laptop convertible, tentunya layar laptop ini sudah mendukung touch screen hingga 10 poin untuk multi touch-nya. Layarnya juga sudah mendukung penggunaan stylus pen dan HP menyediakan HP rechargeable MPP 2.0 tilt pen dalam paket penjualannya. Nah, stylus pen ini dapat dicharge dengan kabel USB type C. Jadi, kita tidak perlu mengganti baterai, ya. Di bagian ujung ini ada lampu indikator persentase baterai. Saat baterai di bawah 50%, lampu akan menyala orange dan saat di atas 50%, lampu akan menyala putih. Kembali ke layarnya. Ini permukaannya adalah glossy ya. Jadi memang sedikit memantulkan bayangan, tapi layar seperti ini akan membuat warna yang ditampilkan jadi lebih cemerlang. Bingkai kanan kirinya juga tipis dan ini disebut sebagai micro edge bezel. Ini membuatnya mampu mencapai screen to body rasio yang cukup tinggi hingga 89,5%. Untuk bingkai bawah dan atas sedikit tebal ya karena di bawah ada logo HP dan di atas ada kameranya ya. Nah, untuk kamera dan mikrofonnya, kameranya ini punya resolusi 5 megapel. Kalau digunakan untuk mengambil foto dengan aspek rasio 16 b 9, resolusi maksimumnya jadi 4,5 megapel dan saat digunakan dengan aspek rasio 16 b, resolusi maksimalnya menjadi 5,2 megap. Kalau digunakan untuk merekam video, resolusi maksimalnya mencapai 1440p 30 fps. Kameranya juga harus dilengkapi dengan fitur temporal noise reduction. Untuk mikrofonnya itu ada sisi kanan dan kiri kamera dan sudah dilengkapi dengan fitur noise cancelling. Untuk kualitas kamera dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Kali ini kita sedang ada di luar di pinggir jalan yang ramai banget ya. Ini untuk menguji kemampuan mikrofon dan noise cancelling dari laptop HPNV yang satu ini. Untuk kualitas suaranya sendiri ini bisa dibilang bagus ya. Dia bisa nge-filter suara berisik yang ada di belakang saya dan suara saya masih bisa kedengaran dengan jelas ya. Dan yang satu ini adalah kualitas kamera dari laptop HP NVX360. Untuk kameranya sendiri ini bisa dibilang kualitasnya bagus ya. Resolusinya ada di 1440p dan detail dari gambar yang dihasilkan tuh kelihatan jelas banget gitu. Kayak contohnya detail-detail rambut kayak gini ini bisa kelihatan jelas, kelihatan rapi gitu di laptopnya. Dan kalau kalian pengin gambarnya terlihat bagus, pastikan gunakan kameranya di ruangan dengan caha yang cukup. Lanjut untuk audionya. Laptop ini menggunakan konfigurasi dua buah speaker stereo dari Poly Studio yang terletak di sisi kanan dan kiri laptop mengarah ke alas. Untuk kualitas suaranya ini udah mantap ya, separasinya udah mantap, bass bahkan masih terdengar jadi sudah oke banget kualitas suaranya. Tapi memang ini bukan yang paling lantang yang pernah kami dengarkan. Nah, untuk konektor sekarang di sisi kiri ada satu USB 3.2 gen 2 10 Gbps lalu ada 1 HDMI 2.1 ada dua USB 3.2 gen 2 type C yang 10 Gbps yang sudah mendukung power delivery, display port 1.4 dan fitur HP slip and charge. Beralih ke sisi kanan di sini ada audio jack combo yang 3,5 mm. Lalu ada satu USB 3.2 Gen 2 10 Gbps. Oke, untuk keyboard-nya laptop ini menggunakan keyboard chicklet dengan layout khas HP. Uniknya di laptop satu ini area keyboardnya itu memiliki warna abu-abu gelap yang sangat kontras dibandingkan warna body laptopnya. Saat digunakan untetik, keyboard-nya terasa soft dan cukup silent dan tergolong cukup nyaman. Jadi, masih cocok digunakan untuk mengetik di ruangan hening seperti perpustakaan atau tempat-tempat yang lainnya. Seperti biasa, terdapat tombol copilot key yang dapat digunakan untuk mengakses fitur Microsoft Copilot dengan cepat. Tombol anak panah atas dan bawahnya punya ukuran setengah dibandingkan tombol lain dan menyatu dengan tombol page up serta page down. Sementara untuk tombol navigasi home dan end itu terletak di tombol F10 dan F11. Tentunya keyboard yang satu ini sudah dilengkapi dengan backlit putih yang punya dua tingkat kecerahan. Tingkat kecerahannya dapat diatur melalui tombol F4. Nah, untuk touchpad laptop ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran yang tergolong memuaskan di sini ya 12,5 * 8 cm dan terletak center to body. Jadi posisinya itu melebar dari space baran kirinya hingga tombol alt di sebelah kanannya space bar. Meski demikian, letak touchpad ini masih tidak terlalu mengganggu saat digunakan untuk mengetik, ya. Nah, untuk sistem keamanan, laptop ini menggunakan sistem pengamanan biometrik berupa kamera infrared yang tentunya sudah mendukung fitur Windows Hello. Kita beralih ke sistem pendinginnya. Laptop ini menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu buah kipas dan satu buah heat pipe. Intake udaranya dari bawah dan ekhaya ke arah belakang. Oke, kita masuk ke aspek performanya. Seperti laptop HP lainnya, HP NVX 360 ini memiliki mode performa yang dapat diatur melalui software HP dengan beberapa opsi. yaitu smart sense, balance, cool, quiet, dan power saver yang hanya bisa aktif saat tidak tercolok charger. Serta ada juga mode performance. Oke, sekarang kita lihat konsistensi performanya. Kita jalankan Ceb R23 stabilitas selama 30 menit. Untuk skor tertinggi yang bisa dicapai di mode smart sense itu bisa mencapai 12.101 poin. Menariknya, skor ini bukan ada di run pertama, tapi di tengah-tengah malah dapatnya, ya. Lalu untuk skor yang bisa dipertahankan di mode smart sense itu ada di kisaran 11.000-an ribuan poin hingga run ke-10 dan turun ke 10.000-an poin di run berikutnya. Sedangkan di mode performance, skor bisa didorong sedikit lebih tinggi ke 12.554 poin. Nah, untuk mode performance skor yang bisa dipertahankan ada di 11.000-an poin. Kemudian kita tes juga performanya saat tidak pakai charger nih. Hasilnya juga menarik di sini. Skor malah terlihat lebih tinggi dibandingkan saat kita pasang ke charger. Lebih tepatnya ada di kisaran 12.000-an poin. Nah, malah jadi kencang banget nih ya. Oke, sekarang kita lihat suhu kerjanya. Di mode performance saat awal pengujian suhu sempat naik pertahanan hingga 94 derajat celcius. Tapi kemudian suhu berhasil turun dan dipertahankan di kisaran 76 sampai 80 derajat celcius dan kemudian turun lagi setelah beberapa run ke 67 sampai 70 derajat Celcius. Oke, kita lanjut aja langsung ke Blender 4.3.2. Yah, buat rendering 3D ya, kita pakai BMW render test. Untuk CPU rendering selesai dalam waktu 3 menit 16 detik. Sementara untuk GPU rendering sesai dalam waktu 2 menit 54 detik. Lanjut untuk Adobe Premier Prosisi 2025, kita pakai video 2 menit 7 detik yang seperti biasa untuk 4K60 video exporting software onis saya dalam waktu 8 menit 58 detik. Sementara untuk GPU acceleration itu 5 menit 44 detik. Kalau videonya 1080p 60 fps. Kita lihat untuk software only on saya dalam waktu 1 menit 55 detik. Ini udah kencang. Lalu untuk GP acceleration saya dalam waktu 1 menit 42 detik. Nah, jadi kalau mau untuk editing video harusnya 1080p bahkan sampai 60 fps udah cocok banget nih. Oke, syukurnya pada saat melakukan 4K 60 video export dengan GPU acceleration untuk CPU itu stabil di kisaran 60 sampai 64 derajat celcius dengan spike sekali di akhir cuman ke 69 derajat celcius saja. Jadi adem-adem aja. Lanjut ke Dainci Resolve 19.1. Software video kelas profesional tapi ini versi gratis yang kita pakai ya. Kita pakai video yang sama dengan durasi yang sama. Untuk 4K60 video export butuh waktu 10 menit 18 detik. Sementara untuk 1080p 60 fps video exporting butuh waktu 2 menit 58 detik. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export di awal proses ekspor suhu CPU sempat naik ke 83 derajat Celcius tapi kemudian perlahan turun dan bertahan di kisaran 60 sampai 70 derajat Celcius. Lagi-lagi ini terjaga aman. Oke, sekarang kita coba pakai CapCut. Durasinya sama 2 menit 7 detik ya. Untuk 4K60 video export butuh waktu 6 menit 4 detik. Sementara untuk 1080 P60 video export selesai dalam waktu 1 menit 19 detik. Untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K60 video exporting, CPU ada di kisaran 62 sampai 68 derajat celcius saja. Aman, aman banget. Nah, pasti kalian mau tahu ya bagaimana performanya kalau untuk gaming. Nah, ini dia performanya untuk gaming. Oke, su kerjanya untuk game yang terakhir ini Assassin's Creed Miras 30 menit kita mainkan. Kita lihat suhu CPU dari kesaran 61 sampai 62 derajat celcius saja. Aman banget yang satu ini. Sekarang kita lihat suhu permukaannya. Titik terpanas ada di sela-sela keyboard area kiri atas sekitar angka 3 dan 4 ini mencapai 44 derajat celcius. Tapi di selasa tombol. Kalau tombol keyboard-nya sendiri di area kiri suhunya ada kisaran 38 sampai 41 derajat Celcius. Ini wajar karena memang laptop satu ini tidak didesain untuk kegiatan gaming berat dengan durasi lama seperti ini. Kemudian untuk area tengah keyboard SH-nya ada kisaran 31 sampai 38 derajat Celcius. Lalu untuk area kiri palm resonya ada di bawah 30 derajat Celcius. Sekarang mari kita lihat kecepatan SSD-nya. Dengan kristal dismak kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.477 MB/ dan tulis di 2917 MB/s. Ini speed-nya masih mirip dengan SSD PC Gen 3 ya. Tapi speed segini harusnya udah cukup banget untuk berbagai kegiatan karena ya 3.000-an, 4.000-an itu tuh udah kencang banget sebetulnya. Oke, sekarang kita tes daya tahan baterainya ya. Kita set brightness di 150 nits dan volume di 25%. Untuk refresh rate kita tetap set di 120 Hz tapi kita aktifkan opsi dynamic refresh rate-nya. Untuk mode performanya kita gunakan smart sense atau mode default dari laptopnya. Hasilnya saat digunakan untuk lokal video playback dengan resolusi 1080p, baterai baru habis setelah 10 jam 50 menit. Ini mirip sekali dengan janji HP. Oke, kita lanjut ke pengujian pengisian daya. Untuk 30 menit pertama baterai terisi di 44%. Sementara dari kosong sampai penuh dia butuh waktu 2 jam 10 menit. Ini terhitung normal. Oke, untuk harganya laptop ini kami temukan di marketplace online dengan harga kisaran Rp19.999.000. [Musik] Dan ini sudah termasuk ada Microsoft Office Home and Student 2021, lalu ada HP Rechargeable MPP 2.0 tilt pen styusnya tadi ya. Kemudian ada garansi resmi 2 tahun HP Indonesia lengkap dengan accidental damage protection selama 2 tahun juga. Accidental damage protection ini meng-cover segala kerusakan yang bisa disebabkan oleh ketidakengajaan pengguna, termasuk jatuh enggak sengaja, ketumpahan air enggak sengaja, dan bahkan coresing ristik. Sementara untuk kerusakan tidak recover itu adalah korosi, terkena cairan berbahaya, bencana alam, kecelakaan, hilang atau dicuri, ya itu enggak bisa diklaim. Nah, untuk klaim ADP ini bisa dilakukan dengan membawa unit laptop beserta KTP dan invoice pembelian ke service center terdekat. Dan ini bisa dilakukan satu kali penggantian spare part per tahun. Jadi untuk yang satu ini bisa total dua kali penggantian. ADP ini berlaku selama total biaya perbaikan tidak melebihi harga laptopnya. Oke, itu masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM-nya on board. Jadi, ini enggak bisa di-upgrade ya. Tapi, ya udah 32 GB udah harusnya cukup lega lah ini ya buat berbagai macam kebutuhan, apalagi untuk laptop Tetin and Light seperti ini. Kemudian buat yang nyari laptop copilot plus PC yang satu ini memang masih belum masuk dalam kategori tersebut. Tapi tenang, karena berbagai fitur copilet lainnya tetap bisa diakses di laptop ini. Lalu meskipun sudah bisa mencapai hampir 11 jam untuk dia tahan baterainya, ee sebetulnya masih berada di bawah harapan kami untuk sebuah laptop tin and light seperti ini di tahun 2025. Tapi mengingat kapasitas baterainya cuma 59 watt hour dengan performa kencang, sepertinya masih bisa dimaklumi lah. Dari sini menariknya, performanya jelas kencang karena prosesor pakai AMD Ryzen 78840HS yang punya total 8 cores dan 16 threads. Mau dipakai buat multitasking ini lancar banget. editing video 1080 60 fps masih oke di sini dan karena integrate graphicsnya pakai arsitekturna 3, kita juga masih bisa main berbagai game triple E di laptop ini. Meskipun laptopnya emang bukan didesain untuk gaming ya. Lalu untuk suhu kerja ini aman meskipun digunakan main game atau kerja yang berat ini masih tetap aman. Storage-nya ini lumayan lega di 1 TB. Layar udah pakai OLED. Wah, ini mantap banget ya. Resolusinya 2,8K 120 Hz dan udah 100% DCI IP3. Mau dipakai buat ngedit foto, video juga udah bisa di sini ya. Dan karena form factornya convertibel ini jadi makin nyaman kalau dipakai buat gambar-gambar atau desain dua dimensi. Apalagi udah ada stylus pen dalam paket penjualannya. Untuk konektor juga cukup lengkap bahkan masih ada USBA yang ukuran besar di sini. Lalu dia punya sistem keamanan biometrik, punya kemampuan noise cancelling yang bagus juga di sini ya. Dan garansinya 2 tahun lengkap beserta ADP di 2 tahun pertama. Jadi HPV X360 2 in1 yang satu ini cocoknya buat siapa? Tentunya dia akan cocok untuk yang butuh laptop convertible premium dengan OS Windows dan performa kencang ya. atau yang nyari laptop two inone buat gambar-gambar, sketching, dan desain dua dimensi dengan stylus pen, ya, ini juga bisa. Bahkan langsung dapat stylus pennya juga kan. Nyari laptop buat kerjaan kantoran, wah ini juga cakep banget sih ya. Penampilannya representable banget gitu ya. Lalu di mau dipakai buat ngedit foto, editing video 1080p, layarnya cakep. Enggak ada masalah buat ngedit-ngedit di sini. Buat yang butuh laptop untuk programming, ini harusnya bisa cocok juga ya, asalkan memang software yang digunakan sudah sesuai dengan spek dari laptop yang satu ini. Pada akhirnya jika memang yang dicari adalah sebuah laptop convertibel yang premium dengan performa kencang, rasanya HPNVX 360 2 in1 ini bisa jadi laptop yang dipertimbangkan. Saya D Irfan, Jaka TV.
