Bisa jadi TV, Bisa jadi PC ! Samsung OLED Smart Monitor M9 (YouTube Video)
Hati-hati jatuh hati sama monitor ini karena dia bisa dipakai meskipun tanpa PC. Tinggal colok langsung bisa jadi smart TV. Ya ibarat kata dia multifungsi bisa buat bikin skripsi, edit konten sendiri, nonton film Pochi, atau bahkan nge-game sampai pagi. Punya ukuran 32 inci yang cakep di bagian body. Fiturnya lebih dari 10 biji dan secara keseluruhan beh ini sih monitor ngeri. Ya udahlah ya enggak usah iri. Selamat menonton yang tiap hari dipalak sama Ibu Sri Sri Sri Rezeki ya. Sri Rezeki ya, tolong diperhatiin Sri Rezeki. [Musik] Hai Andika, Guys. Di sini di belakang saya ini adalah monitor terbaru dari Samsung yang namanya Samsung Smart Monitor M90 SF yang kalau diibaratin manusia ya, ini ibarat ukhti-ukhti yang bukan cuma cakep secara fisik dan tingkah laku, tapi juga mandiri, pintar, dan dia bisa banyak hal. Karena secara look, si Smart monitor ini desain dan kualitasnya cakep, pintar karena ada AI yang bisa upskill konten non 4K jadi 4K. Terus dia bisa menyesuaikan volume otomatis kalau misal di ruangan itu lagi berisik, dia bakal nge-up volume sendiri. Multitasking pakai dua device dengan satu monitor aja juga bisa. Tapi sebelum kita bahas ke situ, kita coba lihat dulu desainnya, ya. Kalau kalian lihat secara desain, wah dia ini look-nya cakep dengan warna silvernya. Kelihatan elegan dan mahal. Tapi emang mahal sih. Jadi kalau misalkan teman kalian ke rumah, wah gila ini pasti anak orang kaya nih. Mahal monitornya pinjam 100 dong. Karena desainnya cakep ya. Bodinya ini ramping. Dia pakai bahan kombinasi metal dan plastik yang build quality-nya solid dan feel premiumnya juga dapat. Tapi secara bobot memang dia jadi agak berat. Jadi kalau mau mindah-mindahin sih bisa, tapi ya agak susah. Body yang berat ini bukan sekedar dibuat gaya-gayaan ya, tapi biar kalau misalkan kita lagi ngelakuin ergonomiknya itu dia tuh gak goyang gitu, enggak wobel. Biasanya kan monitor-monitor yang sori murah itu kan kalau misalkan kita adjust gini dia kayak goyang ya bagian bawahnya ya. Tapi kalau ini enggak. Dan dia juga bisa vertikal. Tapi vertikalnya ada sedikit triknya ya. Jadi agak diangkat seperti ini. Terus kita bisa bikin vertikal kayak gini. Wuh boleh mengangkat. search segini W harus sampai mentok dulu baru bisa kita gini yah powernya kecabut. Tapi intinya kalau mau dibuat vertikal ya kayak ginilah kira-kira ya. Harus diangkat dulu karena dia memang lumayan gede 32 inci. Dan seperti yang kalian lihat dari tadi ketika ergonomiknya itu saya ubah-ubah bagian pokoknya itu enggak gerak sama sekali dan bikin layarnya itu enggak wubel karena dia pakai besi ya ini ya. Tuh. Jadi memang agak berat tapi beratnya ini fungsional lah. Jadi karena dia fleksibel banget buat beberapa segmen user, entah itu pekerja, pelajar atau mahasiswa, contonent kreator atau bahkan gamers coding bisa juga pakai monitor ini. Ngomong-ngomong soal user, bagian paling penting ketika kita beli monitor itu adalah huruf O-nya ya. Karena kalau misalkan huruf O-nya jadi E, jadinya kan monitir ya. Monitir itu kan krisis. Krisis monitir. Enggak. Enggak. Bagian yang paling penting ketika kita beli monitor itu pasti soal layarnya. Nah, untungnya jualan utama dari smart monitor Samsung M9 ini ada di bagian layarnya karena dia pakai panel QD OLED. Salah satu panel yang bisa dibilang paling tinggi di industri monitor saat ini. Dan sejauh yang saya tahu ya untuk smart monitor bukan monitor biasa ya, monitor yang bisa jadi TV juga itu baru Samsung deh yang ngeluarin versi OLED-nya. Tapi kalau misalkan saya salah, coba koreksi di kolom komentar ya. Ukuran smart monitornya ini juga lumayan gede 32 inch resolusinya 4K. Refresh ris-nya juga kencang di 165 Hz dan diklaim punya response time 0,03 ms. Dan layarnya ini karena QD OLED udah sama kayak TV yang pernah kita review juga. Jadi dia punya antiar. Nah, kalau misalkan kita taruh monitor ini dekat jendela terus ada cahaya yang mantul ke layarnya, pantulan cahayanya itu enggak mengganggu. Ya, masih ada tapi enggak mengganggu. Nah, ini contohnya kalau misalkan layarnya ini kita langsung kasih lampu flash. Lihat aja perbandingannya dengan monitor yang enggak ada anti reflektif-nya. Kalau kita lihat dari spesifikasi di atas kertas sih monitor ini enggak cuma bisa dipakai buat kerja aja ya. Jadi kalau kalian mau buat edit gaming atau sekedar nonton film aja udah oke. Contohnya kalau misalkan kita lagi nge-play video 4K di YouTube terus kita upskill dia support sama HDR-nya karena dia memang udah support sama XDR 10 Plus dan udah ada Vesa Certified display XDR True Black 400 juga. Jadi warna hitamnya kelihatan pekat banget khas OLED karena memang secara teknis layar OLED itu karena dia lampu individual yang nyala masing-masing gitu ya. Dan kalau misalkan Olet lampunya itu mati. Kalau mati berarti gelap. Gelap itu berarti hitem. Selain itu, si Samsung M9 ini juga udah punya sertifikasi Panton validated. Jadi bukan sertifikasi yang dibikin Samsung ya. Penton validated. Ini udah kayak lembaga yang udah diakui di dunia layar lah, di dunia permonitoran. Bahkan HP pun juga banyak yang sertifikasi paint validated dan kalau misalkan sudah ada sertifikasi itu biasanya harganya lumayan naik. Ngomong-ngomong soal akurasi warna enggak enak ya kalau misalkan kita ngomong kayak visualnya aja karena kan tergantung layar kalian. Kalau misalkan layar kalian 50% sRGB ya tetap aja warna tampilan dari monitor ini di layar kalian enggak bakal oke. Jadi kita pakai data aja kita tes pakai Kalman. Dia ada tiga mode kalau misalkan kita koneksikan dengan PC ya. Ada Ecoo grafik dan entertainment. Di mode Eco, SRGB-nya aja di 136,1%, adob RGB 96%, P3 di 99,1%, NTSI 93%. Di mode grafik hampir plek ketiplek sama, cuman bedanya di NTSI aja dia lebih rendah di 92,9%. Kalau di mode entertainment mirip-mirip juga cuman srb-nya beda, lebih rendah 1% ya, 135,7%. Untuk brightness-nya paling tinggi itu ada di mode Eco 241 nit. Kok aneh ya? Harusnya mode ikut tu kan mode yang hemat daya, tapi kenapa brightness-nya lebih terang ya? Dan kalau kita lihat dari screenshot hasil tes layar tadi, akurasi tiap warna dari layarnya tuh udah hampir semua on point lah. Cuma ada beberapa aja sih yang kadang miss. Tapi kalau kita buat untuk editing sih udah lebih dari oke. Samsung M9 ini juga punya Samsung Vision AI yang mana dia ada beberapa fitur AI buat ningkatin experience nonton kita. Pertama ada 4K AI Upsaling Pro. Ini biasanya ada di TV-TV yang mahal. Jadi konten yang non 4K bisa di-upskill jadi 4K dan bukan cuma upskill kayak stretch gitu aja tapi di rekonstruksi ulang gambarnya biar seperti 4K dan ini udah otomatis ya jadi kita enggak usah setting-setting lagi. Terus juga ada AI picture optimizer yang bisa bikin otomatis nyesuaiin tampilan sesuai dengan konten. Kalau nonton bola rumputnya jadi hijau natural. Kalau nonton film action kontrasnya ditingkatin lebih dramatik. Kalau nonton kasus korupsi susah sih. Enggak bisa itu. Itu enggak bakalan bisa terbukti ya. Tapi AI Pictory Automizer ini cuma bisa kita aktifin pas kita pakai PC sama kalau mode gameennya off ya. Terus ada juga fitur active voice amplifier yang bisa otomatis nyesuaiin audionya tergantung environment di sekitar kita. Jadi kalau misalkan lagi berisik tiba-tiba ayah dan ibu kalian tengkar gitu ya, suaranya kencang, wah dia volumenya bakal naik. Jadi kalian enggak dengar pertengkarannya apa. Itu lebih baik sih. Nah, beberapa fitur ini bisa ada berkat prosesor yang ada di smart monitornya. Prosesornya ini pakai NQM Gen 3 prosessor. Ini emang prosesor buatan Samsung sendiri untuk beberapa lineup smart monitornya. Prosesor ini kalau digunain untuk main game, boh dia enak sih di sektor gaming. Selain refresher r-nya udah 165 Hz dan response time-nya yang kencang, monitor ini juga udah support sama Nvidia G6. Jadi hertz yang ada di monitor sama FPS in game itu bakalan selaras gitu. Namanya aja gsing ya. Nah, ini menghindari yang namanya screen teering. Jadi enggak ada gambar yang patah-patah. Terus bukan cuma itu aja, ada game bar yang bakal otomatis muncul kalau kita ngaktifin mode gameennya. Di game bar-nya ini ada beberapa settingan. Ada game yang di dalamnya itu ada beberapa mode yang gunanya buat menyesuaikan gambar dan audio sesuai dengan genre game-nya. Terus ada Virtual Aim Point. Jadi kalau misalkan kalian lagi main game tembak-tembakan itu kayak ada semacam virtual cross hair lah kalau bahasa gampangnya ya. Jadi bakalan ada zoom sniper di tengah walaupun kita belum dapat sniper. Tapi kan yang namanya OLED itu gampang burn in Bang. Nah, ini juga udah dipikirin sama Samsung ya, karena dia punya teknologi yang namanya Samsung OLED Safegu Plus. Jadi, ini adalah teknologi perlindungan layar yang dirancang buat mencegah burn in, ngejaga kualitas dan umur monitornya. Cara kerjanya ya dia bakalan mengurangi gambar statik. Contohnya kayak dynamic cooling system. Ini cooling pertama yang dimasukin di dalam monitor. Jadi, dia pakai pulling heat pipe namanya yang bisa nyebarin panas lima kali lebih cepat dibanding grafit. Jadi, suhu dari monitornya bisa lebih adem. Nah, monitor namanya aja udah burn in ya. Kenapa dia burn in? Kepanasan, gosong, akhirnya ya burn in. Ada juga thermal modulation system algoritma yang bisa otomatis nyesuaiin brightness biar monitornya enggak kepanasan. Terus kalau dia nampilin gambar statik contohnya kayak ini kan statik nih atau k kita lagi nonton Vision Plus bola itu kan ada logo Vision Plus di atas tuh. Nah, dia bakalan nurunin logonya itu brightness-nya biar enggak terlalu panas untuk mengurangi burn in tadi. Fitur lain yang belum saya bahas, wah banyak sih. Ini saya highlight yang menurut saya oke aja ya. kayak OS-nya dia pakai Tysin OS khasnya Samsung. OS yang dikembangkan Samsung sendiri. Jadi fitur-fitur ekosistem Samsung bisa jalan di sini. Tyen OS ini feel-nya juga udah lumayan premium secara tampilan minimalis user friendly juga jadi enggak butuh adaptasi yang kayak gimana-gimana. OS-nya juga mulus, enggak patah-patah. Dan fitur dari Tyin OS ini juga ada fitur signat-nya Samsung yaitu Smart Things. Jadi kita bisa buat monitor ini untuk ngontrol AC, kulkas, mesin cuci, vauum, ya pokoknya semua produk yang bisa connect dengan smart things. Bahkan kalau anak-anak kita enggak smart kita connecting pakai monitor ini dia langsung jadi smart. Terus ada fitur multi control buat nge-control device lain yang connect ke monitor pakai satu mouse dan keyboard yang sama. Ada Samsung Dex juga. Terus ada multiw yang bisa ngejadiin satu monitor ini jadi dua tampilan split screen. Cocok buat kegiatan multitasking yang produktif. Kalau kalian pengen kerja tapi mungkin laptopnya lagi hilang, lagi digadein, PC-nya juga lagi kecolongan, bisa juga pakai ini tanpa laptop, tanpa PC. Karena dia udah include sama Microsoft 365 yang bisa langsung dipakai. Kalau mau browsing juga bisa langsung dari monitornya juga. Dan aplikasi yang ada di sini juga banyak macam-macam. Screenc juga ada, udah support Windows, Android, bahkan iOS juga bisa. E, terus kalau kalian butuh AI, si Samsung M9 ini juga ada AI-nya ya. Jadi dia kerja sama dengan Copilot. Wah, gila. Jadi kalau kalian butuh apa-apa tinggal tanya aja sama copilotnya. Untuk konektivitasnya karena dia smart monitor jadi udah ada Wii, udah ada Bluetooth. Terus untuk portport-nya editor nanti tolong di-shoot aja sama di list ya. Dahah cukup lengkap karena kalau saya omongin panjang ini udah mulai capek nih ngomongnya nih. Untuk security dia juga udah support sama Samsung Nox ya. Security-nya Samsung yang udah terkenal aman juga. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video dari Samsung M9 ini. Nah, dengan segala fiturnya tadi memang harganya lumayan pricey ya. Harganya itu ada di Rp1.499.000. Lumayan. Tapi kalau kita lihat ya karena ini brand Samsung, contohnya aja kalau misalkan Terware ini dikasih logo Samsung, wah harganya juga naik. Tapi value-nya juga lumayan ok lah dengan fitur-fitur yang kita sebutin tadi. Kelebihannya jelas dia pakai panel QD OLED yang kualitas tampilannya keren parah. Color gambutnya juga luas, warna-warnanya keluar semua. Akurasinya udah akurat, fiturnya banyak banget dan bisa kita pakai meskipun tanpa PC. Tapi emang sedikit catatan kalau misalkan mau main vertikal harus diangkat digini sedikit baru bisa ergonomic vertikal. Karena kalau rus enggak bisa mentok sama meja. Terus dia juga udah support sama Smart Things untuk mengkontrol semua device yang ada di rumah kita asalkan brandnya Samsung. But overall kalau kalian carinya itu bukan hanya monitor aja ya yang cuma nampilin gambar, tapi fiturnya lengkap, AI, smart things ya, monitor Samsung M9 ini bisa jadi rekomendasi yang menarik sih. Apalagi kalau kalian punya budget R juta kan kembalinya sejuta bisa buat beli apa? Laptop kok laptop ya? Itulah intinya susuk lah ya. Sayaikri and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















