BISA NGEBUT BEREMPAT DAN LEBIH MINIM PROBLEM | FERRARI GTC4LUSSO T (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fitri. Selamat datang lagi di Evans Motor. Tempat mobil-mobil impian Anda berada. Ferrari GTC LOT versi turbo dari Ferrari GTC Foruso. Tapi walaupun dia turbo, tapi ternyata tenaganya lebih kecil. Namun banyak orang bilang bahwa yang versi T ini akan jauh lebih menyenangkan untuk dimiliki. Apakah benar kayak begitu? Kita lihat detailnya. Ferrari GTC for Luso [Musik] sedikit eh insight mengenai Ferrari GTC Luso. Sebenarnya ee Anda tahu ada Ferrari FF yang waktu itu juga saya pernah buatkan videonya di Evans Motor. Saya juga coba nyetir mobil tersebut V12 for seater fourwhel drive. Nah, GTC Luso ini sebenarnya adalah versi facelift dari FF tapi Ferrari terkenal tidak pernah mau memberi mobil nama yang sama. Bahkan facelift pun diganti namanya menjadi GTC. Forluso. Jadi walaupun secara body sama kemudian ada mesin V1262 cc-nya juga sama, hanya tenaganya lebih ee besar dibandingkan FF. GTC Forlus Luso ini menyandang nama yang berbeda. GTC diambil dari model-model klasik Ferrari yang menggambarkan ia sebagai grand touring. Kemudian Ford adalah mobil ini memiliki for seater karena force seater ini sesuatu model yang jarang di Ferrari. Serta luso itu adalah artinya kemewahan. Jadi GTC LO GTC Luso sendiri memiliki mesin V1262 cc yang tenaganya 690 HP lebih tinggi dibandingkan FF karena kompresi yang lebih tinggi. Tapi kemudian muncullah ini GTC Loti yang memakai mesin sangat berbeda. GTC 4 Loti memiliki mesin bukan V12 tapi V8 3.900 cc makanya dilengkapi dengan turbo. Jadi bukan versi turbo dari mesin V12-nya tapi mesinnya dikecilkan dulu, silindernya diambil empat kemudian diberikan turbo. Hasilnya tenaganya lebih kecil, tapi lebih kecilnya enggak banyak. Kalau yang V12 itu 6 HP, yang ini 610 HP. Namun torsinya kebalikannya yang V12 karena dia naturally aspirated eh torsinya itu di 700 Nm sedangkan mobil ini di 760 Nm yang membuat laju 0 sampai 100 km/h tidak berbeda jauh. Kalau di eh GTCluso V12 itu 013,4 detik, di mobil ini 3,5 detik. Namun ada satu lagi yang sangat-sangat berbeda. GTC Forlus Luso sama seperti FF memiliki penggerak all wheel drive, fourwheel drive system. Dan e seperti saya pernah jelaskan di video sebelumnya, fourwhel drive system-nya ini sangat canggih, tapi di lain sisi juga sangat merepotkan. Kenapa? Jadi untuk memperkecil bobot dari eh sistem all wheel drive-nya, Ferrari menggunakan dua buah gearbox. satu di belakang mesin, satu di depan mesin. Yang menurut Ferrari itu akan membuat ee walaupun lebih rumit ininya ee konstruksinya, tapi bisa membuat bobot itu berkurang. Namun banyak dari pemilik Ferrari di luar negeri, saya baca literatur yang mengeluhkan bahwa setelah dipakai sekian lama, sistem PTU-nya tersebut, sistem gearbox e all wheel drive-nya tersebut sering bermasalah. Jadi tidak terlalu tangguh, tidak terlalu reliable dan perbaikannya cukup mahal. Nah, di GTC Loti ini sistem all wheeel drive tersebut ditanggalkan sehingga ini kembali ke pure Ferrari sebagai rear wheel drive. Nah, itulah yang membuat GTC Fordo T ini dianggap walaupun tenaganya lebih kecil tapi akan lebih menyenangkan untuk dimiliki. Pertama, harganya lebih rendah dibandingkan GTC Forluso yang tanpa TI. kemudian terbebas dari eh kemungkinan kerusakan dari sistem all wheel drive-nya. Serta untuk kaum puris banyak yang lebih suka rear wheel drive ketimbang all wheel drive. Transmisinya sendiri menggunakan 7 speed dual clutch transmission dan harga jual mobil ini dalam keadaan bekas. Tahun 2019 ditawarkan oleh Evans Motor seharga Rp7,25 miliar. Dan pada saat mobil ini baru, mobil ini harganya dua digit karena termasuk salah satu top of the line-nya Ferrari. Sudah all wheel drive, mesinnya V12, bisa empat orang penumpang. Dari segi body, Anda bisa lihat bahwa ini memang sangat-sangat mirip dengan Ferrari FF ya. Karena memang ini secara teknis ini adalah facelift dari FF dan ini juga bisa dibilang sebagai akhir dari sebuah era di Ferrari. Sebenarnya enggak nyampai sebuah era ya, karena dimulai baru dari FF. Tapi penerus dari GTC Forluso ini adalah Ferrari Puro Sangue. Puro Sangue dianggap banyak kaum itu sebagai crossover atau bahkan SUV. Bahkan dia bukan hanya cuman ee dua pintu, tapi dia juga ada pintu lagi dua di ee belakang membuatnya kurang dianggap kurang pure sebagai Ferrari dan bukan penerus dari GTC4 LO. Jadi ini kemungkinan di masa depan akan menjadi satu model yang cukup unik. Model di mana Ferrari mencoba eh membuat four seater, fourwel drive. Kemudian walaupun di sini dihilangkan fourwel drive-nya dan setelah itu mereka tidak lagi membuat bentuk body seperti ini, tapi membuatnya lebih seperti Puro Sangwe yaitu crossover. Nah, jadi ini ada kemungkinan bisa menjadi future classic walaupun harus diakui tidak semua orang suka dengan bentuknya karena bentuknya dianggap kurang Ferrari. Ferrari kan super car di belakangnya biasanya ada eh panjang juga. Sedangkan di sini kan seperti hatchback. Namun bagian belakangnya ini memang sudah lebih segar dibandingkan Ferrari FF. Kalau FF itu bentuk belakangnya seperti ini. Sedangkan yang GTC Luso ini lebih banyak detail-detail modernnya. Mobil yang ada di Evans Motor ini sudah memiliki sejumlah option-option yang di luar standar ya. Lihat ini remnya sudah karbon seramik. Brembo carbon seramik. Kemudian ini velegnya juga warnanya keren sekali. abu-abu e dove sama-sama 20 inci di depan dan di belakang, tapi ukurannya yang berbeda. Kalau di depan itu 24535 R20, kalau yang di belakang 29535R20. Dan Anda membutuhkan itu karena Anda membutuhkan traksi yang besar di belakang mengingat mobil ini hanya rear wheel drive, bukan all wheel drive. Oke, kita lihat bagasinya. Ini nih bendera Itali ini juga option. Jadi sudah dibeli ee dipilih oleh pemilik sebelumnya. ini sudah elektrik. Bagasinya ya untuk ukuran Ferrari besar untuk ukuran Ferrari ya karena ini bisa muat dua buah travel eh back ya. Ya, enggak banyak ya. Anda juga enggak mungkin liburan jauh pakai mobil ini. Tapi minimal kalau get away 2 hari 3 hari itu masih bisa Anda taruh barang di sini. Nah, ekhaos-nya ini juga menggunakan eh sport exhaust yang merupakan option dari Ferrari. Nah, penasaran enggak sih gimana suara dari mesin V8 itu? Kita dengerin yuk. Kita nanti akan bahas interiornya. Tapi kita sekarang starter dulu. Oke, kita sudah kontak pagi sampai malam setiap Jumat. Kita masuk ke mode sport. Ya, ini tidak ada mode race ya, karena ini mungkin e lebih enak buat dipakai harian. Jadi, adanya mode sport. Oke, sekarang kita akan bunyikan ya. Harus diakui suaranya memang tidak semerdu yang V12. Tapi tetap ada suara khas V8-nya Ferrari. Ada rumbleya, tapi rambelnya enggak terlalu banyak. Dan begitu kita gas itu langsung menjadi lengkingan lengkingan V8. Jadi suaranya juga masih sangat asik. Tapi ya memang jujur saja tidak bisa dicompare dengan V12. V12 itu indah sekali. ini frekuensinya lebih rendah tapi tetap terdengar seperti seperti lengkingan walaupun frekuensinya tidak terlalu tinggi tetap khas Ferrari ee suaranya untuk V8 ini. Dengerin lagi. Maco gitu suaranya. W. Oke, kemudian yang merupakan option juga di mobil ini adalah panoramic roof-nya. Ini juga sudah dipasangkan sebagai option. Jadi akan membuat suasana kabin itu menjadi lebih terang, lebih lega, lebih mahal kelihatannya ya. Tapi emang mahal sii mobil kaca juga sudah ee double di sini. Jadi ini bukan Ferrari yang mementingkan ee bobot ringan ya. Walaupun ini mobil lebih ringan daripada yang V12 karena mesinnya V8 dan dia tidak ada all wheel drive sistemnya. Tapi ini lebih ee ke arah Ferrari untuk berjalan jauh, untuk melahap kilometer. Walaupun kalau kita lihat sekarang nih kilometernya berapa ya? 4.830 km. Luar biasa. Mobil yang umurnya udah 6 tahun baru jalan 4.800 kilo. Ini dalamnya benar-benar seperti baru. Ini masih dikasih pelindung nih. Jadi nanti kalau Anda buka benar-benar seperti baru. Begitu juga di trim pintunya. Nah, kemudian pemilik sebelumnya juga men-spek untuk carbon fiber interior. Jadi ini di sini carbon fiber, carbon fiber, carbon fiber, carbon fiber. Kemudian juga ada passenger display dimasukkan sebagai e opsi juga di mobil ini. Jadi penumpang bisa merasakan ee ketegangan Anda. Nah, sekarang yang saya penasaran adalah kalau di posisi nyetir saya ini kira-kira saya masih bisa duduk di belakang apa enggak? Oke, kita lihat ketika kita ketika kita majukan gini, dia akan secara otomatis ke depan. Masuknya juga enggak terlalu susah. Sekarang saya akan tegakkan lagi. Segimana segimana? Eh, kaki saya masih muat loh. Lihat nih, kaki saya masih cukup. Ini posisi nyetir saya. Saya tingginya 177 cm. Dan ini headroom juga masih sangat memadai. Ada armr juga. Ini sih saya bisa nih jalan agak jauh pakai ini. Ini enggak tersiksa sama sekali belakangnya untuk orang dewasa. proper, ada cup holder juga di belakang. Kemudian karena dia atapnya panoramik ya, jadi enggak berasa sempit gitu di belakang. Oke, ini. Dan ini lihat nih ada tali buat kita e pegangan pada saat kita keluar atau kita masuk. Sini ada ini bisa dibuka enggak, ya? Oh, bisa. Di sini juga ada sedikit ee ruang penyimpanan. pakai magnet dia sistemnya. Tapi ya hanya bisa empat orang ya. Enggak jangan dipaksain lima orang. Enggak mungkin 5 orang duduk di sini. Ada lampu bacanya juga. Oke. Enggak pernah nyangka sih belakangnya Ferrari bisa. Enak. sekarang kita lihat bagian kokpitnya. Karena ketika Anda beli Ferrari, pasti Anda duduk di sini. Kecuali Anda berniat untuk berteman dengan yang punya Ferrari, nah Anda duduknya di belakang. Oke, yuk kita lihat, yuk. Oh, nah ini begitu kita masuk ini ada tempat buat kuncinya di sini. Set masuk. Di sini juga ada laci, ada dua buah USB slot. Dan satu nih, kalau misalnya saya saya buka ya. Ini bukanya di sini. Begitu saya masuk mobil pertama kali kan saya tutup yang terjadi adalah yang mendorongkan seat belt. Nah, seat belt-nya didorong. Jadi saya gampang ngambilnya. Oke, kayak gitu kira-kira. Oke. Nah, ini eh interiornya ee lebih modern tapi tetap dia memiliki satu dial untuk RPM yang analog. Jadi masih ada nilai tradisional di sini, tapi kanan kiri ini sudah digital semua. Dan pengaturan di setir ini masih yang menggunakan tombol fisik. Kalau eh Ferrari sekarang kan sudah yang touch screen apa touch panel ya. Saya jujur aja saya lebih suka yang tombol fisik seperti ini karena benar-benar kita ada kontak fisik di sini, ada F yang itu hilang di Ferrari-Ferrari yang baru. Dan ini engine start stop-nya keren sekali di eh setir, pengatur suspensi juga di setir pengatur mode berkendara juga di setir semuanya di setir dan ada pedle shift untuk memasukkan gigi. Kalau kita mau netral, dua-duanya ditarik. Untuk mundur seperti biasa Ferrari ada di sini. Mencetnya tuh bisa pakai telunjuk seperti ini atau saya kalau saya lebih gampang pakai jempol seperti ini. Ini mode untuk auto dan manual ya. Kalau macet-macet kita pakai auto, tapi kalau nyetir Ferrari kayaknya enakan sih manual ya. Lebih lebih terkoneksi gitu dengan mobil. Kemudian ada launch controlnya yang itu bisa membuat mobil ini melesat dari 0 sampai 100 dalam 3,5 detik. AC semua masih tombol-tombol fisik. Dan setelah ini memang sudah sudah akan makin susah menemukan tombol fisik seperti ini. Layarnya juga resolusinya ee bagus, tapi kita juga enggak akan terlalu terpaku dengan layar ini. Apalagi ee semua yang ingin kita lihat status dari mobil, kita bisa lihat dari layar yang ada di instrumen dan itu juga bisa diatur oleh tuas yang di sebelah kanan ini. Ventilasi AC. E besar mencolok dengan dengan trim carbon fiber juga. Cuman saya tadi pikirnya bakal lebih berat gitu ya. Ternyata enggak. Ini enteng sekali ininya. Kalau diberatin dikit mungkin akan lebih terasa lebih e luxurious gitu ya. Tapi ini bentuknya sih keren sekali dan oh ya ininya ya display buat penumpangnya ya. Ah, lihat nih display penumpangnya keren. GTC for Losoti. Jadi, Anda bisa pilih nyalain atau matiin di sini. Untuk ukuran Ferrari ini tempat penyimpanannya lumayan loh. Tadi yang seperti saya bilang ada di sini, kemudian ada di trim pintu. Kemudian di sini masih ada tuh ada dua buah cup holder atau Anda bisa pakai buat nyimpan barang-barang yang enggak terlalu gede. Nah, ini tampilannya. Iya, untuk radio, media, navigasi, ee handphone dia sudah bisa Apple CarPlay juga, tapi option untuk mobil semua. Nah, ini kan hanya untuk sistem entertainment-nya kan. Tapi untuk option mobil semua ada di instrumennya. Ini posisi nyetirnya luar biasa. Saya sih bayangin ya kalau punya mobil ini tuh pengennya bawa jalan jauh gitu, tol trans Jawa gitu. Cuman saya tahu juga sih ketika saya bisa beli ini, habis itu aduh sayang pakai Ferrari jauh-jauh nanti dijual harganya turunnya banyak kalau kilometernya banyak. Tapi ini mobil sebenarnya dibuat untuk dinikmati dan kalau Anda seorang Crazy rich, ee jangan beli Ferrari ini hanya untuk disimpan, tapi pakailah untuk jalan karena mestinya akan mengagumkan rasanya. Menurut test drive-test drive di luar, Ferrari ini juga cukup nyaman untuk dinaiki. Saya rasa nih GTC Loti ini cukup menarik ya. Ya walaupun mesinnya V8 tapi tenaganya enggak beda jauh dan dia lebih pure rear wheel drive dan Anda juga enggak perlu khawatir mengenai sistem all wheel drive-nya. Toh Anda juga enggak bakal bawa Ferrari ini ke area bersalju karena di sini enggak ada salju. enggak akan bawa untuk offroad juga yang jalanannya licin. Ee jadi yang GTC Loti ini cukup menarik dan ini adalah salah satu anomali di Ferrari karena tiba-tiba Ferrari menawarkan mesin berbeda untuk mobil yang sama. Saya enggak saya enggak ingat ada satu jenis Ferrari yang ditawarkan dengan dua jenis mesin. Nah, biasanya anomali tersebut ketika di masa depan mobil-mobil dengan anomali itu memiliki value tersendiri karena ada ceritanya. Tapi sekarang ini belum jadi mobil klasik, masih lumayan baru. 2019 ini mobil bisa Anda beli untuk Anda nikmati. Nikmati tenaga dari Ferrari itu. Nikmati semua hasil kerja dari engineer Ferrari tersebut. Dan mobil ini cocok juga untuk perjalanan jauh dan bisa membawa empat orang dewasa di dalam. Hah. Dan kalau Anda ingin melihat langsung mobil ini, Anda bisa langsung main ke Evans Motor di Jalan Arteri Pondok Indah Sultan Iskandar Muda. Dan Anda juga bisa DM misalnya Anda berminat, Anda ingin berkomunikasi bisa DM langsung ke Evans Motor Official. Jadi sebenarnya karena mobil ini second, tadinya itu mobil bisa dibawa ini bahkan boleh dibawa oleh Pak Ivan bilang ke saya dari Evans Motor. Tapi sayangnya karena ini di Pondok Indah enggak enak rasanya bawa mobil ini cuman dimacet-macetan gitu. Tapi nanti kalau misalnya ada kesempatan buat nyoba mobil ini di tempat yang lebih sepi, pengen ngerasain juga sih V8-nya dari GTC for Loti ini. Tapi untuk sekarang sekian dulu. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Eri jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye- bye.
