Jungkat

BISA RAY TRACING ! Ini sih Laptop Vivobook rasa ROG ! (YouTube Video)

  • 26/08/2025

Karyawan berprestasi harus punya laptop bergengsi yang tahan di segala kondisi. Model juga harus fancy dan performanya harus siap dipakai komputasi biar dompet bos kita tetap terisi. Nah, prosesor laptop ini kencang sekali. Enggak kayak Mitro Mini. Tapi yang bikin anomali baterainya pun juga mumpuni. Enggak perlu ngemis-ngemis minta diisi. Ya udah enggak usah terus memuji. Selamat menonton yang suka bereproduksi. [Musik] Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah laptop AI Asus Vivbook S14s3407CA. W namanya seperti biasa pancang yang untuk varian warnanya dia ada dua warna ya, ada mid gry dan yang seperti kita review ini warnanya cool silver dan untuk prosesornya ada Ultra 7 255H dan seperti yang kita bahas ini Ultra 5225H. Untuk sisanya sama persis kok, beda di prosesor aja. Karena masuk di keluarga Intel Core Ultra Series, laptopnya secara otomatis udah mendukung AI computing karena jelas punya AI Accelerator. Jadi buat ngerjain tugas yang enggak kunjung lunas, udah pasti ini device yang pas. Di keluarga Intel Ultra generasi kedua prosesor itu ada dua ya. Ada yang seri V, yang lunar itu yang biasanya untuk hemat daya dan ada yang seri aerolic kode-nya itu seri H yang memang biasanya untuk performance. Nah, yang kita bahas ini adalah seri H tapi ada anomali karena baterainya tetap awet walaupun dia seri H. Pas kita tes di PC yang dia mensimulasikan modern Office, dia tahan 13 jam 7 menit. Untuk prosesor seri H, buset ini awet banget sih. Jadi enggak ada lagi drama laptop tipis itu lelet atau laptop pakai prosesor gaming tapi baterainya cepat habis. Asus bisa bikin tuningannya kencang tapi baterainya tetap awet. tadi udah kita spill kalau laptop yang kita bahas ini pakai Intel Core Ultra 525 yang dia punya 14 score. Walaupun dia enggak ada hyper trading, tetap aja dia seri H yang secara performa dia kencang. Kalau dibandingkan dengan Intel Core iF 13420H bisa selisih sampai 30-an% kencangnya. Di SiniBZ R23 single core dia dapat 1940 di mode plugin multiore-nya bisa stabil di kisaran 14.000 1000 poin. Kalau mode baterai only atau adapternya kita lepas, penurunan performanya juga enggak jomplang banget. Single core dia ada di 1971 dan multiore-nya tetap di ranah 14.000-an ribuan poin di sini bench R24 kalian lihat aja chartnya mirip-mirip juga single core itu di 116 multi cor-nya bisa stabil 780 dan kalau misalkan mode baterai only juga mirip-mirip single core sama multi core-nya yang berarti tuningan Asus di laptop ini cakep sih jadi dia tetap kencang stabil dan penunan performa saat baterai only itu enggak yang langsung jomplang banget malah nyaris hampir tidak ada bedanya untuk RAM-nya dia pakai 16 GB DDR5 dengan speed-nya itu 5600 M/ Kalau kurang tenang aja ya, masih bisa di-upgrade. Terus kapasitas SSD-nya juga jumbo, 1 TB dengan speed 6 Mbps. Wight-nya itu di 5400-an Mbps. Dan untuk GPU, dia pakai integrated GPU dari Intel yaitu Intel Arc 130T yang pakai basis arsitektur itu XA Plus yang memang dirancang khusus untuk aerolic dan juga udah ada teknologi retracing. Jadi walaupun dia bukan dedicated grafic card atau eGPU aja, tapi secara skor retracing cukup lumayan loh dengan fire strike-nya di 4.000-an Solar B-nya di 9.000-an, time spnya di 2.500-an. Sebenarnya kalau kita lihat di pengujian Cine Bench R23 dan juga R24 tadi enggak ada performa yang throttle ya berarti kulinnya bagus sih. Tapi kita tes lagilah di Time Spice test-nya dan hasilnya dia lolos loh ya dengan skor 99,2%. Jadi tepuk tangan dulu buat tim RND-nya Asus karena dia bisa bikin laptop seri H di form Vector setipis ini tapi coolingnya bisa tetap adem, enggak ada throttle baik GPU atau CPU-nya. Sekarang mau kita tes gaming atau produktivitas dulu? Hmm, produktivitas dulu lah ya. Untuk Adobe Prem Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai, kita export ke 4K, dia selesai dalam waktu 6 menit 54 detik aja. Kalau di full HD selesai dalam waktu 4 menit 14 detik. Nah, buat kalian yang suka rendering 3D blender dengan template BMW, CPU rendernya dia selesai dalam waktu 3 menit 6 detik. Dan untuk GPU rendernya lebih kencang lagi 2 menit 55 detik. Ya, selisihnya enggak banyak sih, tapi lebih kencang. Sebenarnya kalau buat editing laptop ini enak banget sih. Render-nya kencang, terus rendering 3D-nya juga kencang seperti yang kalian lihat tadi. Cuman sayangnya untuk preview-nya agak kurang sih. Karena ketika kita tes untuk layarnya ini dia cuma punya 51,7% sRGB. Adob RGB-nya di 44%, NTSI-nya di 45,3%. Jadi kalau kalian adalah editor yang benar-benar profesional atau color critical editor, ya harus pakai external monitor yang minimal 100% sRGB biar warnanya itu akurat. Jadi ketika kalian ngedit warna orange enggak merah gitu output-nya. Dan sekarang kita pindah ke pengujian game-nya. Gimana prosesor seri H di laptop tipis ini untuk main game? Jawapanya sih aman-aman aja sih. Contohnya kayak di game Dota 2 dengan resolusi full HD, graphic fastest, average FPS dia dapat di 92, maksimumnya bisa tembus 115 dan drop-dropnya di 81 fps. Dan Intel sekarang juga kayak sebelah ya, dia bisa minjam memori RAM untuk jadi VRAM. Kalian bisa set itu di software-nya Asus, My Asus. Jadi kita coba juga gimana kalau misalkan kita pinjam RAM untuk EGP, apakah ada perbedaannya? Ada sih walaupun enggak yang signifikan banget ya kayak Dota tadi dia CPS jadi di 95 maksimum bisa 120 dan dropnya bisa di 88 FPS. Jadi naiknya itu sekitar 5 sampai 7 FPS kalau kita pinjam memori untuk Viram EGP-nya. Lanjut kita coba di watering wave resolusi full HD. Terus grafiknya di ultra performance dan hasilnya dia dapat average itu di 42 maksimum bisa tembus 55 dan dropdopnya masih di 32 fps masih aman juga. Sekarang kita coba di Cyberbunk game triple A. Kita coba dulu frame generation-nya kita matiin ya. Off. Resolusi full HD, graphic low. Dia dapat itu average FPS di 28 dan maksimum bisa tembus 33. Dropnya di 23 fps kurang. Jadi solusinya kalian bisa aktifin frame generation on. Kalau di-onkan average FPS dia nambah jadi 43 maksimum di 51 dan drop-dropnya di 38. Nah, kalau kita coba sekarang V RAM-nya kita pinjam lagi dengan settingan frame generation on. Nambah juga dengan average FPS di 46, maksimum bisa di 55 dan dropdopnya di 36 fps. Jadi saran saya kalau kalian main game Cyberpunk ya settingan itu yang paling bagus sih frame generation on dengan pinjam Vamp itu karena dropnya enggak sampai di bawah 30 FPS. Jadi masih playable untuk dimainkan. Nah, sekarang gimana untuk suhunya ketika kita main game? Kalau sintetis tadi kan aman ya. Dan hasilnya di Dota 2 dia itu ada di rentang 70 sampai 72 derajat celcius dengan CPU package power yang lumayan rendah di 23 watt. Terus butering wave juga sama 72 derajat celcius. CPU package power juga sama-sama di 25 watt. Nah, kalau cyberp mirip-mirip juga ya 70 derajat celcius. Package power-nya juga di kisaran 25 watt. Nah, kalau untuk super permukaannya ini estafet ya. Kita udah benchmark sintetis, terus benchmark game juga tanpa istirahat dengan suhu ruangan di 30-an derajat celcius. Suhunya relatif aman sih dengan suhu tertinggi itu di 39,2 derajat celcius dan WASD tombol yang bakalan sering kita pakai itu di 37,3 derajat celcius. Masih di bawah 40 derajat celcius. Gila sih yang tuning ini patut diapresiasi. Dan karena laptop ini namanya aja udah laptop AI ya, jadi enggak afdol kalau enggak kita tes AI juga. Jadi kita jalankan text to image di software AI. Jager Note dia selesai dalam waktu 20 detik aja. stable diffusion dengan XL turbo 2 menit 18 detik. Nah, kalau secara desain kenapa saya bahas terakhir? Karena desainnya ya masih mirip-mirip sama Asus Vivobook pada umumnya ya. Logo di punggung tetap low profile. Mereka buat pakai teknik CNC inrave logo. CNC itu bukan singkatan dari coba ngerayu cewek enggak ya. Memang ada khusus laser CNC namanya. Tapi kalau misalkan mau ngerayu cewek pakai laptop ini harusnya bisa sih. Karena lihat aja jarak antar huruf dan ketebalan hurufnya bisa sama semua desainnya itu jadi kelihatan cakep. Kalau buat ngerayu cewek gas aja lah. Hal-hal simpel kayak gini yang bedain produk lokal sama Asus. Logo enggak cuma ditempel doang gitu ya. Kalau produk lokal kan biasanya desain sama logo kayak ditempel gitu. Terus untuk exelnya dia juga udah bisa dibuka dengan satu tangan dan bisa ditidurin juga. Jadi enak buat presentasi bukan ditidurin yang gimana gitu ya. Tapi kalau misalkan laptopnya ditidurin atau ketiduran dan dia rusak, tenang aja dia udah di-cover sama Asus Premium Warranty yang bakalan nge-cover walaupun laptopnya rusak karena kesalahan kita. Dan laptop ini nih masuk ke seri T stein and Light di produk Asus ya, makanya diberi kode S14 atau S-nya itu slim dan jelas laptop ini slim. Ketebalannya itu cuma 1,59 cent dan bobotnya 1,4 kg. Untuk prosesor yang pakai seri H ya cukup tipis lah. Untuk layar tadi color akurasinya udah kita sebutin, tapi kalau untuk panelnya dia pakai IPS level terus 14 inch resolusinya full HD plus tapi pakai aspek rasio yang 16 bing 10. Jadi ini golden ratio. Dan di atas kamera eh sori di atas layar itu ada webcam yang langsung aja ya kita coba. Webcam-nya kira-kira seperti ini untuk kualitasnya. Jadi dia punya resolusi 1080p 30 fps yang cukup ok lah ya kalau misalkan digunain untuk meeting online aja. Terus karena dia ada AI-nya atau NPU-nya jadi dia ada Windows Studio Effect yang bisa kita ubah background belakang itu biar lebih blur dan rapi sih ya. Noh juga ada automatic framing juga yang cocok kalau misalkan kita gunakan untuk meeting online. Keyboard-nya empuk terus dia juga ada backl dan ada tombol cilot juga karena kan ya temanya itu sekarang laptop itu AI. Jadi kebanyakan memang Windows plus copilot key travel dan travel disus-nya juga sip enggak ada komain termasuki-nya. Walau tombolnya kecil tapi setidaknya dipisah terpisah punya island sendiri gitu dari tombol utamanya. Touchpad-nya gede enak buat geser-geser atau scroll. Lalu ada shortcut untuk atur brightness, volume, dan navigasi video di bagian atas. Mau maju 5 detik atau mundur 5 detik. Kalau digeser dari ujung kanan ke dalam itu shortcut buat screen expert. Biar gampang pilih aplikasi yang mau dibuka side by side. Untuk port sebenarnya menurut saya sih bisa dimaksimalkan ya karena di sebelah kanan ini cuman ada port yang introvert cuma satu doang itu port type E yang minimal mungkin bisa ditambah RJ45 atau SD card lah ya jadi enggak sendirian gitu di sini. Kalau di kiri ada versi extrovert-nya karena rame banget ada dua type C yang support power delivery dan ada type E lagi plus ada HDMI dan audio jack combo. Konektivitas yang wireless dia pakai WiFi 6 dengan bluetoothnya versi 5.3. Baterainya punya kapasitas yang lumayan jumbo ya 70 watt hour. Ya, mungkin ini alasannya kenapa dia walaupun seri H tapi tetap dapat PC Mark 10 itu di 13 jam lebih. Klaim Asus sih bisa 20 jam lebih ya, tapi pas kita tes di PC Max ya itu tadi 13 jam 7 menit. Kalau kita tes reluse-nya kayak YouTube, kita coba 10 menit dia berkurang 4%. Terus kalau misalkan writing-writing dokumen di Microsoft Edge 10 menit berkurang 3% dan kalau kita gunain untuk main gaming 10 menit dia berkurang 7%. Fitur lain, walaupun laptop ini tipis, tapi dia punya audio yang cukup impresif. Bassnya lumayan kerasa, suaranya kencang, dan kalau mau ribet bisa atur EQ manual di Dolby Accessnya. Tapi kalau takut malah jadi hancur suaranya, ada preset bawaan Asus yang tinggal kita pakai. Ada juga softwarema Asus setting-setting yang berhubungan dengan performa, baterai, bahkan hardware diagnostik. Ada juga ini asli ya, bukan fake dokter. Terus ada aplikasi yang namanya Glide X. Glide X ini aplikasi sakti dari Asus. Bisa bikin HP jadi layar kedua. mirror ke laptop, kirim file, tinggal drag, bahkan kamera HP bisa jadi webcam. Intinya bisa bikin kerjaan lebih gampang dan enggak pakai ribet, tinggal glade langsung jalan. Terus laptop ini juga udah punya standar militer Mil STD810H dan dico-cover sama ADP untuk tahun pertama dengan masa garansi total itu 2 tahun. Jadi untuk Asus Vivobook S14 ini dia dibandrol dengan harga Rp1.499.000. Tapi kalau misalkan kalian jeli sebenarnya ada yang di bawah itu ya. Tinggal pintar-pintar aja cek marketplace atau nanti tolong editor kita dicariin lah ya harga termurahnya dan cantumin aja di kolom deskripsi. Dan dengan harga segitu kita bisa dapat bukan sekedar laptop tipis gaya-gayaan, tapi laptop tipis yang kencang pakai prosesor Intel Core Ultra terbaru. Baterai awet dan udah siap dipakai buat produktivitas serius. Rekomendasinya untuk siapa? Ya cocok buat mahasiswa, pekerja kantoran, contonten kreator pemula, atau siapapun yang pengin laptop tipis tapi bisa diajak kerja keras. Intinya ini adalah laptop yang kalau misalnya dibawa ke Cafe itu gak berat lah ya. Kalau kalian bawa laptop gaming ke Cafe itu kan ya memang jadi pusat perhatian tapi encok jadinya. Kekurangannya ada di layarnya sih. Layarnya itu kalar gambutnya pas kita tes enggak nyampai 60% sRGB. Jadi buat editor foto atau video yang butuh akurasi warna tinggi harus pakai monitor eksternal. Terus portnya tadi menurut saya masih bisa ditambah karena di kanan itu kayak kosong banget. Tapi kalau kita ngomongin kelebihan, wah banyak sih. Ada desain tipis dan ringan. prosesor gaming yang super kencang, baterainya 70 watt hour, garansinya juga 3 tahun di cover ADP dan punya sertifikasi military grid. Overall kalau kalian cari laptop yang tipis dengan performa sadis Asus S14 ini bisa masuk ke radar kalian sih. Saya budi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube