Jungkat

Bisnis Properti yang Menjanjikan di Bali, Tembus Pasar Internasional! #PropertyInsight (YouTube Video)

  • 13/08/2023

Halo property people Selamat datang di properti Inside kebijakan pemerintah terkait second home visa memungkinkan kepemilikan properti oleh orang asing seperti apa peluang yang ada untuk investasi properti dan seperti apa trennya di episode kali ini kita akan membahas trend properti dan pulau investasi di salah satu pulau destinasi wisata internasional di Indonesia yaitu pulau dewata Bali pembatasan sosial maupun larangan berpergian yang diperlakukan oleh berbagai negara berdampak terhadap aktivitas pariwisata di Bali hal ini tercermin dari turunnya jumlah wisatawan selama 2020 hingga 2021 kunjungan wisatawan mancanegara atau Wisman turun hingga 83% pada 2020 sementara wisatawan Nusantara atau wisnus turun hingga 56,4% namun memasuki 2022 Aktivitas pariwisata di Bali berlangsung pulih dengan adanya 2,16 juta Wisman yang berkunjung dan juga wisnus yang tercatat sebesar 8,1 juta orang selanjutnya Mari kita telusuri proporsi kunjungan Wisman di Bali berdasarkan data kebangsaan pada Tahun 2022 berikut ini kita lihat ada dua proporsi yang sama besarnya yaitu Wisman yang berasal dari dataran Eropa seperti Perancis Jerman Belanda Inggris dan juga Rusia negara-negara tersebut berkontribusi hingga 29,9% Sama halnya dengan Wisman dari negara-negara Oceania seperti Australia dan juga Selandia baru yang berkontribusi sebesar 29,9% properti people kita akan kupas lebih jauh lagi mengenai trend properti dan potensi will rumah tapak yang ada di Bali tapi sebelum itu subscribe dulu yuk YouTube rumah 1 2 3 sekarang juga nah beberapa regulasi pemerintah yang cukup berpengaruh terhadap minat beli properti di Bali diantaranya adalah kebijakan second home visa dan kepemilikan properti oleh asing pemerintah menetapkan kebijakan visa rumah kedua atau second home visa pada 25 Desember 2022 kebijakan ini memungkinkan WNA untuk dapat tinggal di Indonesia hingga 10 tahun lamanya selanjutnya peraturan kepemilikan properti bagi WNA telah mengalami berbagai perubahan sejak tahun 2015 sebelumnya kepemilikan properti oleh WNA harus merupakan rumah tapak ataupun rumah susun yang dibangun di atas hak pakai namun pada 2021 berdasarkan permen agraria mengatur bahwa orang asing bisa memiliki sertifikat pemilik atau satuan rumah susun atas apartemen komersial yang dibangun di atas tanah hak pakai atau hgb pemerintah juga mempermudah persyaratan bagi orang asing untuk memiliki properti pada 2021 sehingga mereka dapat menggunakan paspor visa dan juga izin tinggal untuk memiliki properti Kemudian pada tahun 2022 pemerintah juga mengeluarkan kebijakan perolehan dan harga rumah tempat tinggal untuk orang asing terkait batas minimum harga properti yang dapat dimiliki oleh WNA properti people regulasi tersebut bertujuan untuk menggerakkan sektor properti dengan menggaet orang asing yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia dengan memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan tapi kebijakan ini bukan berarti menutup kemungkinan penduduk lokal Indonesia untuk bisa bersaing meraih peluang investasi properti yang terbaik oleh karena itu kita akan bahas mengenai peluang investasi properti yang ada di Pulau Dewata Bali berikut ini sebelum membahas peluang investasi kita lihat terlebih dahulu yuk properti permintaan properti yang ada di Bali pada grafik berikut ini kita lihat di sini dari grafik ini properti yang paling mendominasi permintaan di Bali adalah rumah kapak dengan presentase 70,4% diikuti oleh properti tanah sebesar 16,7% dan juga ruko sebesar 8% jika dibandingkan dengan kota besar lainnya seperti Medan dan juga Makassar persentase permintaan terhadap tanah di Bali relatif lebih tinggi karena potensi sewa tanah yang dapat dikembangkan menjadi properti residensial dan juga komersial kemudian dapat dijual dengan dasar hak pakai ataupun disewakan kembali selanjutnya Mari kita lihat di map berikut ini yang menjelaskan 5 area terpopuler berdasarkan permintaan di provinsi Bali yang pertama yaitu kabupaten Badung sebanyak 48,2% kemudian diikuti juga dengan kota Denpasar 29,9% Kabupaten Gianyar 13,1% Kabupaten Tabanan 4,7% dan juga Kabupaten Buleleng 2,6% saat ini Badung Gianyar dan Denpasar merupakan destinasi wisata favorit bagi Wisman dan juga wisnus dikarenakan lokasi yang strategis dan fasilitas publik yang lengkap ketiga wilayah ini juga memiliki pengembangan komersial yang komprehensif untuk menunjang Aktivitas pariwisata sementara di area Buleleng meskipun pengembangan dan juga Aktivitas pariwisata yang masih belum besar Beberapa destinasi favorit juga ada di sini yaitu Pantai Lovina Taman Nasional Bali barat dan juga Spot favorit untuk diving Selain itu meski cukup jauh dari bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bu Le leng memiliki potensi sebagai pintu masuk wisata dari pelabuhan Gilimanuk setelah kita mengetahui 5 area terpopuler di Bali tentu anda bertanya-tanya dong ya properti seharga berapa sih yang paling diminati di Bali kita akan bahas di grafik berikut ini di area Badung Denpasar dan Gianyar umumnya merupakan kelas menengah hingga Menengah Atas dengan preferensi harga rumah 1 hingga 3 miliar rupiah yang paling mendominasi kemudian di area Buleleng rumah seharga 1 hingga 3 miliar juga paling diminati sebesar 32,9% kemudian diikuti oleh rumah seharga 400 juta sampai dengan 1 miliar rupiah sebesar 21,7% harga rumah di area Bandung juga menarik minat dari kelas atas yang tercermin dari preferensi harga rumah di atas 5 miliar rupiah yang lebih besar dibandingkan area lainnya untuk kategori harga ini yakni sebesar 20% area Tabanan dan Buleleng memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan 3 area lainnya 2 area ini juga cukup didominasi oleh peminat kelas menengah dan menengah bawah dan mencari properti dengan harga dibawah 400 juta sampai dengan 1 miliar rupiah property people Sekarang saatnya kita bahas peluang investasi khususnya properti rumah tapak yang bisa diraih di Bali dan khusus untuk anda Kami memantau trend permintaan rumah selama 5 tahun terakhir 2 jenis investasi rumah yang ada di sini adalah rumah yang dijual dan juga disewa jika kita simak grafik berikut ini trend rumah dijual dan juga disewa menunjukkan trend yang relatif sama sejak Kuartal pertama 2019 dan di Kuartal ketiga 2019 terjadi peningkatan permintaan yang sangat signifikan terhadap rumah dijual sebesar 138,7% peningkatan ini terjadi bersamaan dengan adanya kebijakan baru terkait dengan pajak penjualan barang mewah atau ppnbm yang ditetapkan pada Juni 2019 sebelumnya batasan harga barang mewah adalah 10 sampai dengan 20 miliar rupiah dengan adanya kebijakan ini batas maksimumnya adalah 30 miliar rupiah untuk semua tipe residensial pada 2020 pasar property rumah disewa dan dijual Mengalami penurunan karena pandemi namun dikeluarkan pertama 2021 ada peningkatan permintaan terhadap rumah dijual sebesar 9.5% dan rumah disewa 45,6% Kita juga bisa simpulkan bahwa ada konsistensi kenaikan permintaan sejak Akhir Tahun 2022 dan ini bisa memperbesar probabilitas investasi properti yang bisa diraih di Bali terutama di properti sewa Lalu seperti apa profil pembeli potensial yang ada di Bali kita simak grafik berikut ini berdasarkan umur mayoritas membeli potensial di Bali adalah mereka yang berada di usia produktif Yaitu 25 hingga 54 tahun sebanyak 70,9% meski demikian mereka yang berada di usia 18 hingga 24 tahun juga memiliki persentase yang cukup besar yaitu 12,6% ini artinya mereka yang berada di usia muda sangat berpotensial menjadi target Market untuk investasi properti anda Sekarang kita akan simak profil pembeli potensial di Bali berdasarkan daerah asalnya nah proporsi di grafik ini menunjukkan bahwa pembeli potensial di provinsi Bali didominasi oleh warga Bali sendiri khususnya wilayah Denpasar sebesar 45% ternyata peminat yang berasal dari Jakarta dan juga Surabaya menunjukkan proporsi yang cukup besar yaitu 19,1 dan juga 9,1% secara berurutan Selain itu sebagai salah satu destinasi wisata dunia Provinsi Bali menarik peminat dari negara lain sebesar 1,4% yang umumnya berasal dari Australia Singapura dan juga Amerika Serikat selain profil pembeli potensial dan wilayah terpopuler di Bali kami juga memperoleh data mengenai harga median rumah jual dan sewa yang ada di Bali pada grafik berikut ini berdasarkan data 9 group di Tahun 2022 Bandung dan Buleleng merupakan dua area di Bali yang memiliki harga median jual tertinggi sebesar 3,2 miliar rupiah dan 3,6 milyar rupiah Tabanan mencatatkan harga median juta terendah sebesar 1,4 miliar rupiah kemudian diikuti oleh Denpasar sebesar 2 miliar rupiah dan Gianyar 2,8 miliar rupiah Melihat harga Median yang terbesar adalah Buleleng kita bahas sejenak yuk mengenai area ini properti people Buleleng merupakan area wisata yang lebih sepi jika dibandingkan dengan Bandung dan pasar atau Gianyar meski demikian rumah yang dipasarkan di sini memiliki harga yang relatif tinggi jika dibandingkan dengan area lainnya umumnya merupakan film mewah berlokasi dekat pantai oleh karena itu bulele cenderung menargetkan pasar Wisman yang mencari lokasi remote satu lagi yang paling penting untuk Anda yaitu mengetahui potensi pengembalian investasi properti di Bali kami mengidentifikasi tingkat pengembalian atau yield dari harga properti yang tengah dipasarkan pada Tahun 2022 di 3 area berikut seperti yang telah kita lihat di peta sebelumnya bahwa aktivitas wisata saat ini masih terkonsentrasi di kabupaten Badung dan Badung juga mencatatkan yill tertinggi jika dibandingkan dengan area lainnya yaitu sebesar 4,9% health ini lebih tinggi dibandingkan dengan kota besar lainnya berdasarkan data-data Inilah kita bisa simpulkan bahwa Badung menunjukkan potensi investasi properti yang cukup baik maka segera raih peluang ini untuk investasi propertimu sekarang juga properti people reset dan informasi yang mendalam adalah kunci dari sebuah investasi yang sukses Temukan informasi seputar bisnis properti yang akurat dan terpercaya hanya di rumah 123 karena rumah 123 selalu ada buat kamu saya cari Pak Rahma dan inilah properti Inside sampai jumpa di episode berikutnya

Lihat di YouTube