BIUTIFUL! AMAZING! Ini upgrade yang saya tunggu dari Z Fold7 dan Flip7 😠(YouTube Video)
Halo guys, David di sini dan saya lagi ngikutin acara unpacknya Samsung Indonesia di Jakarta. Yang ngenalin foldables baru mereka, Samsung Galaxy Z Fold 7 dan yang ini kecil nih, Samsung Galaxy Z Flip 7 yang ngebawa banyak upgrade. Mungkin anda udah sering denger ya, tiap saya unpack, pasti ngomongnya upgrade, upgrade. Ya udah pastilah bang, HP baru. Ya pasti ada upgrade, hukumnya wajib. Yup, saya setuju ya. Cuma kali ini upgradenya tuh berasa special edition. Niatnya ekstra, ada usaha lebih dari Samsung buat keluar dari zona nyaman. Walaupun mereka ya masih megang pasar foldable ya. Nice, efek kompetisi yang sehat nih. Soalnya kalau anda perhatiin pasar foldable, tiap ada brand lain yang keluarin produk baru, pasti mereka nembakin Samsung ya, mendang mendingin Samsung. Yang kami lebih ini dari Samsung. Ya mantep sih, gas terus sampe Samsung gerah dan akhirnya ngeluarin produk yang upgradenya sampai kayak gini. Sampai Samsung akhirnya kasih counter lewat Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 ini, yang berasa punya identitas baru. Poin-poin yang di upgrade lumayan jadi kejutan juga buat saya. Diluar prediksi BMKG lah. Kalau saya hitung ada 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 poin upgrade yang kena banget di saya. Mari kita mulai dari poin pertama yang bikin saya pikir Samsung, Samsung. Yaitu bagian desain. Sekarang Samsung bisa pamer kalau Fold 7 mereka adalah foldable tertipis. 8,9 mm pas ketutup, 4,2 mm pas kebuka dan teringan. Teri, tering, teringan kok nggak ya? Paling ringan, paling enteng. Karena dia cuma 215 gram doang. Itu nggak ketebak sih. Soalnya selama ini foldable Samsung selalu dikenal paling tebel. Selalu jadi target paling empuk buat dimendang-mendingin brand lain yang lebih tipis. Sekarang malah kebalikan. Situasi udah muter 180 derajat. Galaxy Z Fold 7 malah jadi yang paling tipis dan yang lebih penting paling ringan. 215 gram itu lebih enteng dari S25 Ultra loh. Damn! Ini bisa bikin brand lain mingkem sih. Buat materialnya sendiri tentu tetap dijaga premium ya. Framenya pake armor aluminium andalan Samsung. Engselnya di upgrade ke armor flex hinge dengan droplet desain yang diklaim Samsung bisa nyebarin tekanan atau stress lipatan jadi lebih ngerata. Bekas lipatan jadi lebih halus dan durability lebih kokoh. Kalau liat unit barunya gini lipatannya emang minim banget sih. Kayak masih mulus malah. Oh iya mari kita lanjutin tradisi unpack dengan menggunakan Z Fold 7 ini sebagai gayung. Cuma ini bukan gayung agak bentuk love nggak sih kalau kayak gini. Gayung bentuk love. Cuma ya gitu lah. Tradisi yang asik awalnya kita lakuin buat seru-seruan buat ngebuktiin klaim tahan air dari HPnya tapi lama-lama kok enak ya. Batu? Oh ini? Oh iya. Fold 7 ini juga punya rating IP4X ya yang artinya dia nggak bakal kemaskan objek solid di atas 1mm. Lumayan. Lebih bagus dari foldable lain yang nggak ada rating buat objek solid. Terus soal durability. Nggak cuma bodi luar, struktur layar dalemnya yang lebar itu juga di update. Dari rangka carbon fiber sekarang pake rangka titanium. Tipe perekatnya baru. Kaca ultra thin glass yang dipake buat layar lipat ini yang fleksibel ini juga dibikin 50% lebih kuat menurut klaim Samsung. Pokoknya rombaknya gede-gedean. Saking gedenya, poin kejutan nomor 2 pun masih soal desain ya. Ada di bagian sini nih. Di bagian depan, di cover screennya yang sekarang udah makin lebar dengan rasio 21 banding 9. Nggak kurus panjang kayak fold-fold kemarin yang fold 6 dia masih 22,1 banding 9. Ini di luar prediksi juga ya. Karena selama ini kan Samsung bangga sama cover screen panjang mereka. Lebih masuk genggaman katanya. Saya setuju sih. Itu pemikiran yang masuk akal buat HP yang bodinya tebel kayak Z Fold 6. Tapi sekarang kan situasinya udah beda. Bodi Fold 7 kan udah lebih tipis, lebih enteng kayak HP Candy Bar biasa. Lebih masuk akal juga kalau rasio cover screennya juga dibikin kayak HP Candy Bar. Bentuk badan berubah, lifestyle juga ikut berubah. Perubahan rasio ini jadi keputusan yang bijak sih. Bikin desain Z Fold 7 jadi lumayan ninja juga. Kalau dilipet gini, berasa kayak HP Candy Bar biasa nggak sih? Ukuran cover screennya ini 6,5 inci. Panelnya Dynamic AMOLED 2X, resolusi Full HD+, dan layarnya LPPO dari 1 sampai 120Hz. Kalau layarnya dibuka, aura foldable-nya kuat ya. Lewat layar 8 inci, resolusi QXGA. Panelnya AMOLED 2X juga, dan layar juga LPPO pastinya. Yang maksimalnya 120Hz, dan bisa turun sampai 1Hz buat hemat daya. Faktor what? Nomor 3, ada di kameranya. Aneh sih, karena... berani-beraninya, sebuah foldable, ngaku-ngaku kalau dia punya kamera kelas Ultra, karena dia pake sensor yang sama kayak S25 Ultra, yang resolusinya 200MP. Wah, apakah foto dan videonya, bisa nyamain kualitas S25 Ultra, yang udah kita tau, kita kenal, sebagai salah satu kamera terbaik di HP? Itu harus kita jawab di video reviewnya ya, karena ini masih unit sampel, belum unit retail yang dijual di pasaran, jadi belum final, tapi saya tentu ngarep banget, dia bisa sama. Bakal keren tuh, mau kita pilihnya S-series, mau kita pilihnya foldable, semua punya kamera utama terbaik dari Samsung. Buat lensa ultrawide sama telephoto, speknya sih keliatan sama ya, kayak Fold 6, belum selevel Ultra. Kejutan nomor 4! Ini antara saya yang kurang update, atau memang mengejutkan buat semua orang ya, karena software Z Fold 7 dan Z Flip 7, udah pake One UI 8. One UI 8! What? Cepet banget! Baru setengah tahun kemarin, Unpack S-series, awal tahun, saya pamerin betapa barunya, betapa segarnya One UI 7. Sekarang udah One UI 8 aja, basisnya juga udah Android 16, pertama di Indonesia nih. Fitur barunya banyak soal visual ya, animasinya jadi lebih hidup lagi, custom-customannya jadi lebih fun lagi buat dilihat. Soal software, Samsung emang seserius ini ya, updatenya cepet, dukungannya lama. Buat Fold 7 sama Flip 7 sendiri, mereka bakal dapetin dukungan software sampai 7 tahun. Nggak cukup jarinya. Itu... 2 ya? 7 tahun! 7 tahun buat update software, update OS, dan security patch. Masih kagok sih sama One UI 8. Lanjut ke upgrade nomor 5, yang penting banget, tapi sifatnya udah ketebak kali ya, paling ketebak di antara 7 poin yang lain, yaitu di bagian mesinnya, yang sekarang lebih kenceng. Yaiyalah. Samsung Galaxy Z Fold 7, pake chipset Snapdragon 8 Elite 4 Galaxy, yang CPUnya 38%, GPU 26%, dan NPU 41%, lebih kenceng dari Fold 6. Chipset sultan udah pasti, RAMnya sendiri 12GB, kalau kita ambil varian 256GB, atau 512GB buat memori internal, dan RAM 16GB, kalau anda sultan banget, yang mau ambil varian memori internal 1TB. Buat saya, mesin baru ini juga ngebawa kabar bagus di bagian efisiensi daya ya. Harusnya dia bikin baterai Fold 7 lebih awet dari Fold 6, walaupun kapasitasnya sama. Yap, sayangnya, atau untungnya, dengan segala rombakan yang diberikan buat Galaxy Z Fold 7 ini, mulai dari bagian desain, UI, kamera, mesin, desain lagi, karena perubahan desainnya bener-bener sejauh itu, baterainya tetap sama ya, dia nggak lebih tinggi, nggak tembus 4500, nggak 4800, tetap 4400, sayangnya gitu, nggak ada peningkatan. Tapi, untungnya juga, bodi HP yang lebih tipis, lebih enteng, nggak bikin baterainya jadi lebih kecil. Yang saya fix sayangkan sih, Fold 7 ini, nggak support S Pen lagi ya, mau S Pen yang kecil, yang bisa kita masukin ke casing, atau S Pen yang gede, yang biasanya dipake di tablet, nggak masuk semua ke Galaxy Z Fold 7 ini. Kalau emang mau pake stylus, kita harus pake dari yang third party, yang ngomong-ngomong juga bisa dipake di HP-HP lain. Jadi itu yang baru-baru dari Samsung Galaxy Z Fold 7. Upgrade-nya berasa. Kalau buat harga dan promonya, nanti saya jelasin di ujung video saja. Bisa lihat timestamp. Tapi sekarang, kita bahas Galaxy Z Flip 7 dulu. Yang sekali pencet, langsung ketahuan. Upgrade-nya dimana. Apa bedanya dari Z Flip 6? Tentu aja, ada di layarnya ya. Jadi poin kejutan nomor 6. Nggak nyangka, layarnya dipush lagi. Dari yang kemarin, masih ada bezel, dagu di deket kameranya ini, sekarang udah fullscreen. Layarnya luber sampe ke kameranya. Bezel pun tipis, 1,2 mm doang. Ukuran layarnya berasa makin lebar ya, dari 3,4 inci di Flip 6, sekarang udah tembus 4,1 inci. Di kombinasi bareng One UI 8, feelnya jadi fresh. Ada fungsi Now Brief juga, yang bisa rangkumin jadwal hari ini, kondisi cahaya, aktivitas apa aja yang udah dilaluin, reminder jadwal. Jadi lebih simple, jadi lebih cepet. Buat layar utamanya juga lebih gede, di 6,9 inci. Nice! Resolusinya Full HD+, panel Dynamic AMOLED 2X, dan refresh rate LTPO 1-120Hz. Materialnya jelas tetep pake armor aluminium, buat framenya, dan udah tahan objek solid di atas 1 mm juga. Sama kayak Fold 7, plus tentu dia tahan air dong. Poin yang bikin garuk kepala nomor 7, kenapa HP sekecil ini, bisa punya baterai 4.300 mAh. Makin naik loh dari Flip 6, yang kapasitasnya 4.000 mAh. Dan... selisih kedua HP ini, baterainya cuma 100 mAh. Ini 4.300, ini 4.400. Kok bisa ya? Poin unik nomor 8, disumbang oleh mesin Galaxy Z Flip 7, karena dia udah pake prosesor terbarunya Samsung. Exynos 2500 yang fabrikasinya 3 nm, kayak Snapdragon 8 Elite. Buat performa aslinya, harusnya tinggi juga ya, kenceng juga. Nanti kita coba compare dah. Walaupun saya nggak terlalu ngarep banyak ya, kalau chipsetnya bisa jalan maksimal, ngeluarin potensi tertingginya, di sebuah HP Flip. Karena HP Flip kan emang gitu ya. HP Flip nggak pernah dirancang buat sekenceng HP biasa. Sistem coolingnya nggak selebar HP biasa. Yang penting dia bisa compact, terus prosesornya efisien, bikin baterai awet, sama prosesing gambar juga bagus. Pas review nanti kita buktiin. Sekarang kita bahas harganya, Z Fold 7 dan Z Flip 7. Anda bisa lihat di sebelah saya, ada ketulis semua, lumayan panjang, bisa diperhatiin screenshot. Ya ini bukan poin kejutan sih, karena dia ya udah ketebak. Dia ada kenaikan 2-3 juta, tapi di Fold 6 kemarin, dia nggak ada promo free upgrade. Sementara yang Fold 7 sama Flip 7, ada free upgrade. Jadi kalau dihitung-hitung, sama aja sih. Terus dia ada promo bank cashback, ada promo trade-in, ada promo PPP, sama yang saya suka nih. Layanan Z Premier, yang ngasih garansi 1 tahun all risk. Ini saya baca aja ya, biar nggak salah. Jadi 1 tahun all risk itu, selama 1 tahun, kalau misalnya HP-nya kenapa-kenapa, di luar garansi pabrik, itu masih di cover juga, selama 1 tahun. Dan ada 2 tahun garansi LCD ya, selama 2 kali. Jadi mau LCD depan, mau LCD dalam, kenapa-kenapa ada pecah, atau ada error apa, bisa diganti selama 2 kali. Dalam 2 tahun itu. Mau setahun pertama langsung ganti 2 kali, atau dibagi satu-satu, atau di tahun kedua ganti 2 kali, itu masih gratis. Dan yang mantepnya juga, ada 3 tahun gratis anti gores unlimited. Buat bagian dalam cover screen-nya ini nih, yang mungkin bisa kek lupas atau apa, itu unlimited selama 3 tahun. Mantep sih. Jadi kesan pertama saya, buat Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7, aura glow up-nya kuat. Kuantitas dan kualitas upgrade-nya loncat semua. Mulai dari desain baru, yang merubah gelar tertebal ke tertipis dan teringan, mesin baru yang paling kenceng, software baru yang nggak nyangka bakal dapet secepet ini, dan kamera baru yang bawa nama-nama ultra, ngebuat posisi Samsung makin kuat di pasar foldable. Demikian liputan dari GadgetIn, buat Samsung Unpacked, dari Samsung Galaxy Z Fold 7, dan Samsung Galaxy Z Flip 7. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @Subbox.id Jangan lah, kena batu lagi.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















