Jungkat

BMW 850i (E31) impian masa kecil (YouTube Video)

  • 05/10/2025

Hello YouTube, selamat datang di channel Motom [Musik] Wah, BMW E31. Mobil ini sangat jarang terlihat di jalanan dan wah, senang sekali rasanya. Kami hadirkan BMW 850i E31 ini di BMW Used Carclusif. Kenapa eksklusif? karena Om Mobi yang mer-review mobil yang sangat spesial ini. Nah, kalau untuk Mamang yang lain saja. Ini buat Om Mobi. Oke, BMW ini spesial. Padahal sebenarnya tidak termasuk jajaran BMW lainnya yang sudah muncul tahun 0-an atau 70-an. BMW E31 ini munculnya tahun-an. Itu pun di akhir 80, tepatnya di tahun 1989. Dulu BMW itu terkenal dengan sedan-sedannya dan varian-varian sedannya juga lengkap. Ada yang entry level itu seri 3, menengah seri 5 dan yang paling mewah adalah seri 7. Namun sepertinya belum lengkap kalau semua angka dari 1 sampai 9 belum terisi. Makanya ada seri 8 ini BMW mengisi dengan varian yang spesial seperti BMW E31 dengan nomenklatur 850i. Bentuknya juga berbeda dengan BMW BMW lainnya yaitu bentuk Grand Tourer dua pintu cupe dan dimensinya seperti BMW seri 7. Begitu spesialnya hingga BMW seri 8 ini tidak terlalu banyak keturunannya. Bahkan setelah tahun 1999 dihentikan produksinya, nama Seri 8 tidak ada generasi terbarunya. Hingga akhirnya tahun 2018, BMW Seri 8 terlahir kembali dengan kode body G14, G15, dan G16. Beda angka, beda trimnya. G14 untuk convertible, G15 untuk coupe, G16 untuk grand coupe. Jadi, BM seri 8 ini bisa dibilang legendary karena unitnya yang sangat sedikit beredar di dunia, terutama di Indonesia. Hah, beruntung sekali kami bisa mer-review mobil ini dan kami akan review mobil ini dari luar, dalam hingga rasa nyetirnya. Nonton video ini sampai habis karena ini sangat menarik. merupakan salah satu BMW yang paling keren yang pernah ada. Waktu begitu keluar tahun 1990 di bumi ini. Eh, bentuknya wah, ini proper sport car dua pintu. Kalau kita ngelihat dari samping kap mesinnya panjang. Ini model bubble yang agak tebal karena ini zaman dulu ya. Ini proper, seksi, garis-garisnya seksi merupakan mobil Jerman yang terganteng. keluar pada saat itu. Yes. Ini keluar berdekatan dengan BMW E32 seri BMW seri 7 yang kami punya itu nih mobil ini. Itu emm tadinya kami pikir plek satu basis karena ini tuh seperti BMW seri 7 yang dijadikan dua pintu. Tapi ternyata secara platform berbeda khususnya di bagian belakang. suspensi belakangnya ini ee teknologi baru dari BMW saat itu yang sekarang semuanya pakai teknologi yang seperti ini untuk suspensi belakangnya. Nah, jadi ya ini ee kalau di Mercy itu S Class 2 pintu. S class 2 pintu itu apa tuh? SL CL. Ee ini orang kayak zaman dulu yang mau nyetir sendiri yang enggak perlu pakai sedan panjang-panjang dengan kenyamanan yang sama. Eh, sayangnya mobil ini tidak pernah resmi masuk ke Indonesia dan sekarang ada beberapa kami temukan kalau misalnya lagi ada cor BMW ramai-ramai pasti ada beberapa seri 8 seperti ini. Tiba-tiba nongol aja banyak BMW seri 8 dan alhamdulillah sekarang ada BMW seri 8 di markas kami. Mininjam ya, bukan punya. Mau nawar ngeri takut ya. Dan ternyata emang enggak dijual ini warna silver. Eh, yang ini tahun 1991 dan ini adalah penerus dari BMW E24 ya, BMW seri 6. Dan waktu itu mereka memutuskan, hah penerus seri 6 apa ya, seri 8 aja biar nambah gitu mungkin begitu ya. Tapi setelah seri 8 ini tidak ada seri 8 lagi sampai tahun 2018 kalau enggak salah. Akhirnya lahir lagi seri 8 dan seri 8 yang itu pun untuk meneruskan seri 6 sebelumnya. Jadi 6 ganti 8 ganti 6 terus ganti 8 lagi. Nih untuk segmen market yang sama gini. Tapi yang berbeda dari mobil-mobil yang tadi kami sebut adalah lampu pop up. Ya, saat itu masih sangat populer sekali yang namanya lampu pop up gini di tahun 90-an yang akhirnya keluar regulasi di Amerika. Lampu pop up ini ee bisa mencederai para pejalan kaki kalau ketabrak. Jadi, udah enggak boleh lagi lampu pop up. Dan ini lampu pop up terakhir di BMW. Dan ya ini adalah 850 ya, berarti seri 8 yang 5000 cc. Enggak enggak kayak sekarang. Kalau kayak sekarang itu kan ee angka dua digit di belakang itu ee seperti berapa cc tapi sebenarnya cuma 2000 cc diturboin. Misalnya 330 2000 cc diturboin. Kalau ini masa ini 50 tuh berarti 5000 cc. Ini adalah merupakan mesin yang sama dengan BMW E32 kami ser 7. Nah, ini unik nih. Sini sini ada yang mendekat. Satu, satu ya. Ini mana tarikannya? Kita angkat dikit. Nah, tuh nongol nih. Nongol nongol kanan kiri nongol. Kita tekan untuk membuka. Kalau zaman sekarang kan BMW ditarik dua kali. Nah, ini pelan-pelan kita angkat. Ngeri ngeri ngeri ngeri ngeri. V12 12 silinder dan kapersinnya dibuka. Kesinnya bolong karena ini lampu popnya enggak ikut naik. Ya, ini adalah mesin M70 serinya. Mesin M70. Waktu itu BMW kan belum pernah punya V12. Akhirnya mereka membutuhkan pakai V12 untuk BMW E32 dan E31 juga dipakin V12 yang sama. Ini ee kode mesinnya adalah M70 dan ini merupakan dua mesin, dua mesin M20 yang ditempel dimiringkan 60 derajat. Jadilah gini. Dan mereka tuh benar-benar seperti dua mesin yang digabung. Karena mesin ini pakai dua ECU. ECU sisi kanan, ECU sisi kiri. semuanya dua. Konon katanya fuel pump-nya juga ada dua kanan untuk kanan dan untuk kiri. Enggak tahu deh e bener apa enggak, tapi luar biasa. Luar biasa effortnya luar biasa. Yang penting bikin V12. Nah, nih kalau di E32 yang seri 7 ya. BMW seri 7 waktu pasang eh V12 Mercedes-Benz kaget sehingga Mercedes-Benz mutuskan untuk W140-nya S Class yang W140 itu pengen pakai V12 juga biar nyaingin BMW. Makanya W140 itu kalau enggak salah terlambat 2 tahun ngeluarinnya e gara-gara biar nyaingin V12-nya BMW. Akhirnya ada S600 di S-nya. Nah, kembali seri 8. Luar biasa. Menghasilkan tenaga 296 horsepow dan 450 Nm. Ya, very powerful tapi juga very thirsty. Ialah, naturally expirated bisa 450 Nm. Itu haus sekali mesinnya. Coba kita lihat ya. Eh, di BMW seri 7 kami itu ada satu sistem kesatuan dari power steering hydrauliknya. Hydrauliknya itu bukan hanya untuk power steering, tapi juga untuk self leveling suspensi belakang dan juga untuk rem. Itu yang bikin puyeng maintenance-nya. Nah, kalau yang ini gimana ya? Kadang-kadang remnya sebelah kiri karena mobil basis setir kiri normalnya. Gimana kalau kita tanya yang ahli? sama persis E32 ya. Ini sistem remnya katanya sama persis sama E32 cuma masternya agak beda dikit. Ngerawatnya agak lumayan susah. Coba bayangin dari 12 silinder misalnya mati satu ya itu pincangnya sedikit tapi ada tetap ada silinder yang mati satu atau satu silinder yang kurang sempurna enggak terlalu terasa. Mesin luar biasa. Oke. Ee tenaga tersebut yang tadi nyalurkan tenaganya ke roda belakang melalui transmisi otomatic 4 speed P12. Ini paling yang paling kami senang aja adalah dengar suara motor starternya. Nanti kita starter. Oke, kita ukur seberapa panjang seri 7 du pintu. Wuh, panjang. 4.780 hampir 5 m. Luar biasa wheel base-nya. 2.685 ya. E overhang belakangnya agak panjang dan ini overhang depannya juga agak panjang. Tapi lihat ini ganteng sekali. Ganteng sekali. Headlamp-nya itu ada di sini ya yang pop up. Ini lampu kecil ini ada se-nya di sini. Terus grill BMW-nya imut kecil gini. Hm. Enggak kayak mobil sekarang. BMW sekarang grilnya gede-gede. Ini imut kecil. Ini velegnya kalau enggak salah style 5 tapi ada ininya ya. E ini pakai veleg 17 inch sekarang. Kami suka setelan ya. Bannya kelihatan tebal, kelihatan nyaman, kelihatan sporty. Mm dengan ban 245 tebal 45 di 17 inch. Pas gitu ngelihatnya. Nah, yang belakang, yang belakang ini velegnya belang nih, lebih lebar tapi pakai ban yang sama. Hm. Mesti pakai ban yang lebar juga nih. Dulu itu saking sukanya kami sama mobil ini sampai kami punya diec 1 banding 18 nih mobil ini. Aduh lampu belakangnya tuh bagus sekali itu ya. Zaman dulu kan lampunya gede-gede begini bagus tapi dia full merah semua 850 eh bukan 850i 850 C. Nah di belakang sini tulisan 850 C. Tapi karena ini tahun 91 harusnya 850i aja. Em kal C berubah menjadi C850 itu setelah tahun 1993 bagasinya. Nah, ini bagasinya dia button cuma modelnya coba kelihatan enggak? Kelihatan enggak nih? Pasti susah ngelihatnya sih. Bukan tombol seperti zaman sekarang tapi tetap ini adalah tombol tuh bukan mekanical. Bagasinya tidak lebar tapi lumayan dalam. Stolf masih bisa masuk. Enggak dalamnya dalam ke sono, bukan dalam ke bawah. sayangnya bawah tuh ada apa sih? Ben serep. Malas ya buka-bukanya. Takut ada yang patah gitu ya. Kita lihat toolnya lengkap enggak. Kurang komplit sih. Ada beberapa bolong-bolong ini enggak seharusnya di sini. Kenapa mobil sekarang enggak ada yang pakai tool kit nempel di sini? Ya padahal berguna banget. Atau mobil zaman dulu memang udah didesain untuk siap mogok. Tu lihat dalamnya. Ih kita coba belakangnya dulu. Ini padahal electric seatnya. Dia kenapa enggak maju sendiri? Enggak muat dah. Enggak mungkin muat, mesti dimajuin dulu. Nasi enggak muat. Enggak bisa. Enggak bisa. Enggak mau. Enggak mau nyoba. Sempit banget. Lihat tuh mobil kupe seperti biasa ini kalau dibuka dia power window-nya turun dikit dulu. Cuman ini agak telat. Ah, tuh turun dikit biar enggak biar muat nyelip ke situ. Huh. Siri del. Siri del. Y siri del. Aduh. Ini bentuk dashboard seperti ini ya. e agak diikutin e sama BMW seri 8 yang terbaru udah begininya sini enggak tipikal dashboard BMW pada zaman itu. Ini dashboard-nya gayanya berbeda sendiri. Kalau dashboard BMW zaman itu kan kayak BMW eh E30, E34, dan E32 itu dashboard-nya mirip semua. Kalau ini beda sendiri ya. Dia ada gundukan besar buat kluster sama buat AC. Sini besar sekali. Ini ada tempat airbag dashboard-nya. Hmm, keras ya. Iya. Ini empuk zaman dulu ya. Segini kali ya. Seri 7. Oh, seri 7 juga ada keras gini agak keras. Eh, dapat sunroof kecil. Terus rem tangan otot. Belum ada rem tangan jari pada saat itu. Ee leganya sih jauh lebih lega E32 sih ya. Heeh. Tapi joknya mirip sekali. Cuma joknya ini agak unik. Dia tuh seat belt-nya nempel sama joknya nih. Gini. Headr-nya nempel pada dudukan cuma satu sisi ini. Sebelah sini enggak ada enggak ada tempatnya, enggak ada dudukannya. Ini kuncinya nih. Kuncinya kayak kunci BMW seperti biasa yang udah rusak tembul-tembolnya. Ini ada alarmnya nih ya. Hm. Ini alarm ya, Ki? Kayaknya ada apa bukan alarm, e remote AC-nya. Biasanya ada buka tutup. Nah, terus gini nih ee ada yang unik di BMW BMW dulu. Mercy juga ini tuh ada suhunya lagi di tengah sini. Buat apa ada suhu di sini dan ada suhu dual zone lah malah di bawah. Kenapa ini suhunya bisa dibedakan untuk dari sini? itu karena pada saat musim dingin winter di negara 4 musim em ketika kita pengin ada angat dikit di perbedaan angat dikit di keluar dari sini dibanding sama di bawah gitu ya itu lazim dilakukan dan itu sangat nyaman kata mereka sih belum pernah nyoba jalan 60.000 R000 lu baru nih tangki bensinnya tulisannya 10 30 50 70 90 berarti memang sampai 90 L kalau di 32 100 enak sekali suara motor starternya enggak enggak pincang kok tadi kayaknya kagak pincang oke nah ini ada board komputernya khas BMW ini. Kalau dipencet cek engine enggak nyala ininya mirip sama E36 ya. E36 begini dia modelnya satu din ya. Head unit pakai beker yang terpasang di sini ya. Dia satu DIN juga head unitnya. Nah, ini ada satu DIN lagi untuk kontrol AC entar. Nah, ini kontr AC dual zone digeser. Modelnya kami suka sekali geser begini enggak di enggak ada stepnya begitu. Hm. Ee ini untuk blowernya yang tengah. Terus AC ini ada auto sirkulasi atau sirkulasi tutup murni. Ini ada kenapa semuanya ya? Ini maksudnya arahnya ke mana nih kalau pencet ini? Coba. Shifternya PRnd 321. Terus ada bisa ngatur manual mode, eco mode, dan sport mode. Ada stability control sudah ada pada mobil ini. Terus EDC ini adalah untuk suspensi sport atau ke K itu kenyamanan ya. S dan K kenyamanan. Nah. Ini kosong nih untuk buka sunroof. Eh, bukan deng blind belakang ini. Ada blind-nya di belakang. Jalan enggak ya? Cobain. Nyala. Ih gila. Nyala. Keset sih. Tolong. Iya. Seret. Serat dikit. Heeh. Sunroof. Coba buka sunroofnya. Bismillahirrahmanirrahim. Dia bisa tilting. Tilting. Tilting. Terus buka. Nyala. L. Jalan. Sunroof-nya function luar biasa. Ini ada rem tangan otot. Kemudian setir, setir khas BMW zaman itu juga e enak megangnya ini. Kecil, kurus, enak. Dia tuh bisa diatur tilt dan teleskopik cuma enggak jalan sayangnya. Elektrik lagi di E32 aja enggak elektrik nih. Tuh di sini. Terus stand sebelah kiri. Ini buat komputer pencet. Ada cruise controlnya yang sebelah kanan untuk urusan wiper. Di manakah lampunya? Lampunya khas BMW zaman itu juga di sini. Ini lampu kecil. Kemudian lampu gede enggak rata ya naiknya ya. Apa yang terjadi kalau kita ngasih high beam? High beamnya emang nyala bawah ya? Iya. Berarti di bawah itu ada high beam juga bukan hanya lampu kecil. Ada fog lamp di sebelah sini. Terus ada manual leveling headlamp-nya juga ada. Devoger belakang ada di sini. AC ini seperti di seri 5 E34. Keluarnya tuh dari sini masuk ke door panel. Kemudian kisi AC-nya ada di door panel sini bisa dibuka tutup. Power window sama untuk ngatur jendela. Eh, nyatu jendela. Spion untuk ngunci jendela. Ngapain ngunci jendela ya? Cuma dua pintu. Hah? Ini bisa dibuka belakangnya coba. Ah, bisa. Keren. Bisa dibuka. Jadi ini bisa dibuka. Ini nih frameless kan? Nih frameless bisa dibuka depan dan belakang. Ah, keren sekali. Keren sekali. Kepraktisan enggak ada kantongnya ini. Oh, ada ada kecil ini. Tuh, kelihatan enggak sih kameranya? Kelihatan. He, kecil ini. Terus e di tengah nih ada tempat naruh-naruh lagi. Lumayan praktis loh ini. Ini ada tempat naruh-naruh. Terus ini ada tempat naruh-naruh lagi. Nyelip. Ini buat naruh handphone. Enggak ada handphone ya zaman dulu, sekecil gini. Oh, iya. Ini tuh buat buat tempat tahu enggak naruh apa? Telepon mobil. Ada telepon mobil di sini. Optional. Terus di belakang apakah bisa dibuka? Bagusnya. Retrim enggak ya? Bagus banget kulitnya. Oh iya, jok belakang bisa dilipat. Oh bukan aksis bagasi. Terus bakal apaan tuh? Biar keren aja gitu. Barang kayaknya yang tengah kali bolong ki? Enggak juga ya. Yang tengah ada akses cuman enggak ngerti saya bukanya ini nih. Oh iya seat beltnya ngumpet di situ lagi. Ini buat naruh-naruh juga nih. Enggak deng. Buat apa itu? Pajangan aja. Seat belt-nya kejepit. Coba balikin lagi, Gi. Joknya, Ki. Iya. Ini enggak ada yang dibuka belakang enggak dapat apa-apa. Basically, Cil. Benar-benar buat anak kecil di belakang situ. Tapi praktis ya naruh-naruh laci. Ada laci bawah enggak besar tapi lumayan. Ada cup holdernya zaman dulu cup holder di sini. Mana bukanya sih? Gini begini. Hah, keren nih. Ada laci atas juga. Jadi ada dua lantai lacinya. Keren sekali. Masa enggak mau ditutup? Tutup dong. Mau dong. Yuk, pintar. auto enggak nyala. Tapi kayaknya ini ada kaca terus ada lampunya juga sama lampunya nyala juga loh. Mantap sekali posisi nyetirnya ini electric seat bisa naik naik turun depan dan belakang komplit ngaturnya di zaman itu loh. Ada tiga memory seat. Mantap sekali. Gimana kalau kita coba jalan ya kan? Nah, ini maklum ya mobil tua ya. Dia tuh pasti ada bunyi-bunyi. Nah, nyari spare part-nya pasti lumayan juga. mesan dulu dari Jerman gitu dan iya stering juga kayak kakinya agak enggak normal. PNB tetap aja ini BMW seri 8 akhirnya seri 8. E dan satu lagi yang agak enggak normal remnya juga. Remnya dulu e di E32 kami ganti total itu remnya dari ujung ke ujung. Enggak sih, enggak total-total amat tapi sistem hidroliknya yang penting enggak terganggu. Eh itu pakem dan enak. Nah, ini belum pakem dan enak. Bisa kok ini dienakin sebenarnya remnya itu agak butuh effort jadinya. Nah. Ini adalah mobil kupe yang gede dan nyaman. Ini suspensinya walaupun kakinya bunyi-bunyi, tapi ini mobil nyaman, enak. Nah, itu sebenarnya yang bikin awal-awal BMW seri 8 ini keluar itu ee kurang ada cerita suksesnya. Karena ekspektasi orang yang beli mobil ini adalah mobil sport kencang dan eh stabil. Enggak ada jauh dari nyaman deh. Dari bentuknya adalah mobil sport sekali. Oh, ternyata enggak. Ini jadi mobil nyaman sehingga waktu itu waktu awal keluar dari di Amerika waktu di Amerika ya itu enggak terlalu sukses ya. Akhirnya BMW bikin lagi 850 CSI dan 850 CSI itu lebih mahal sedikit harganya. Cuma pada saat pembuatannya, pada saat men desain barunya itu melibatkan divisi M dari BMW. Jadilah BMW M8 dan saat itu enggak dipakaiin bat malah dipakin CSI. Enggak tahu kenapa. Nah, apabila tahu-tahu ada di Indonesia, BMW 850 CSI itu adalah BMW M8. Sebenarnya BMW M dengan mesin V12. Luar biasa. Nah, ini K juga enak. Ini nih E31, E32. Kalau di tol begini itu benar-benar enggak berasa kita lari 70 ini rasanya lari kayak lari 30 aja ya. Ini mobil nyaman sih, tapi tetap lebih nyaman E32 ya kan. Respon gasnya persis sama. Torsi-torsi RPM bawahnya persis sama sama E32. Cuma remnya enakan E32. Enggak tahu kalau sekarang ya. Sekarang masih di bengkel dan belum diapa-apain. Pengen sih diapa-apain. Sayang nih tilingnya enggak jalan sih. Kalau jalan enak nih bisa lebih dekat tangan setirnya. Nah, ini visibility-nya juga masih enak kayak mobil sport tuh biasanya kan rata-rata kacanya tuh kan kecil-kecil. Kalau ini karena masih zaman dulu. Zaman dulu itu ee belum zaman kaca kecil-kecil masih model bubble begini. Jadi visibilitas, visibilitas keluar tuh masih enak, bahkan mundur juga masih oke. Dan ini spionnya kayaknya persis sama E32 deh. Dan banyak BMW pada masa itu. Bulan prioritas, prioritas, prioritas. Oke, pada tes jalan kali ini tidak ada tes 0 karena kasihan mobilnya. Dan yang punya duduk di sebelah aja nih. Mau ikut dong. Ikut deh. Tuh mengawasi. ada cruise control enggak mau nyobain. Engak bisa dimatiin lagi. Terus ee rasa setirnya mirip-mirip juga BMW E32. Nah, itu rasa setir suspensi itu pada yang di 850 csi itu dibikin lebih sporty lagi. Jadi, suspensinya lebih keras, lebih stabil, rasa ste enak, dan tenaga mesinnya lebih kencang. Sebenarnya lampu mobil pop up ini jadi drag sih nahan angin. Inilah kemewahan tahun '90-an orang kaya yang enggak mau pakai seri 7 karena enggak mau pakai sedan empat pintu. Maunya pakai P2 pintu. Nah, melihara mobil ginian masih keren ya. Cuma memang ngerawatnya sih extraordinary V12 ini ada aja dengan sistem pengereman yang rumit. Eh, spare part-nya sudah mulai agak-agak susah. Apalagi seri 8 begini suspensi apa kaki-kaki fast moving part aja mulai susah nyarinya. dikit-dikit ke Jerman nyari deh. Cuma BMW sekarang kan di Indonesia ada eh apa tuh ya istilahnya classic car center ya di BMW Ultima itu. Nah, mereka bisa kita bisa pesan sparep mereka akhirnya bisa nyetir mobil impian dari sejak kecil walaupun tidak memiliki tapi ya inilah nikmatnya jadi reviewer ya kan. Oke, kita ng-review mobil ini bisa menyajikan tontonan ini untuk Anda. Eh, dan bisa ada pengalaman akhirnya nyetir 850. Ini rasa torsinya ini mobil Torky sekali ya. Ee walaupun sebenarnya 0 ke 100 m/ enggak salah sekitar 7 detik saja. He. Enggak terlalu kencang seternya di atas kertas. Emm, cuma zaman dulu angka segitu tuh kencang. Kalau 5 detik tuh udah kelasan Porsche kan 6 komaan ya kalau enggak salah lupa. Overall mengenai BMW 850i E31 merupakan mobil yang spesial. Untuk mendapatkannya Anda butuh perjuangan keras karena di Indonesia bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Dan ternyata mobil ini sangat nyaman. Benar-benar seperti BMW seri 7 yang dikupekan. Walaupun suspensi belakangnya agak berbeda. Bentuk luarnya sporty dan tidak seperti rasa nyetirnya yang nyaman. Tenaganya tentu besar dari V12 5000 cc-nya. Tapi ini tenaga-tenaga yang nyaman, power delivery-nya nyaman seperti BMW seri 7 kami yang E32. Makanya akhirnya BMW mengeluarkan 850 CSI untuk jadi BMW M8. Sebenarnya semua ini adalah pribadi saya. Kami tim Mobi tidak dibiar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Omobi dan Mesmobi apabila belum beriku dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.

Lihat di YouTube