Jungkat

BMW iX3 50 xDrive 2026 | Canggihnya Bukan Main. (YouTube Video)

  • 23/11/2025

Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah mobil BMW yang paling ditunggu masyarakat dunia. Ini adalah BMW IX3. Jadi, ini adalah mobil seukuran X3 tapi listrik. Dan yang paling spesial pada mobil ini yang bikin paling ditunggu banyak orang itu adalah bentuk barunya. Khususnya bagian grill. Yes. BMW khas di grill kidney grill-nya. Dan di situlah tempat mereka bermain-main juga. Sekarang kidney grill-nya untuk yang ini dia kembali mengecil. Kan tadinya kita kaget di seri tujuh dulu ah jadi gede membengkak besar seperti hidung apa gitu kan. Nah ini cat tiba-tiba mengecil lagi menjadi seperti zaman dulu. Zaman dulu komposisi grill BMW tuh begini selalu dia tuh ee kalau secara grill lubangnya dari dulu dari sini sampai sini itu lubang semua sebenarnya cuma ada kidne grillnya di tengah sama seperti ini. Tapi sekarang bukan lubang untuk ngairi udara ke dalam untuk pendinginan karena ini adalah mobil listrik. Nah, ini sekarang hanya untuk sebagai pajangan melambangkan bahwa ini BMW dan pakai lampu-lampu. Jadi, mereka bilang tadi di press conference-nya mereka bilang bahwa lampu menggantikan chrome. Jadi ini harusnya chrome kan grill BMW sekarang berubah menjadi lampu. Nah, terus ini ada kamera depan. Mungkin karena kurang cocok ditaruh tengah gitu ya. Kamera depan ada di pinggir sebelah kiri. Agak gimana gitu, enggak tengah. Nah, di bawah ini ada lubang yang bisa terbuka tutup tergantung kebutuhan. Turun turun kelihatannya nih tergantung kebutuhannya. Terus ee BMW selalu yang paling cocok memang dua lampu setiap sisi ya. Enggak seperti di BMW eh i7 atau e X7 yang baru tukang atas bawah. Nah, ini tetap ada dua walaupun bentuknya hanya LED begini aja. Nah, bagaimana menurut Anda tentang moncong baru, wajah baru BMW sekarang? Silakan komentar di bawah dari sekarang. Nah, logo BMW-nya pun di sini sudah baru nih. Sama biru putih juga sama ada BMW gitu juga. Tapi biasanya ini tuh ada bordernya warna hitam atau putih? Hitam ya. Ini enggak. yang ada bordernya lagi dan pinggir ini. Tuh ini adalah tampilan perdana logo baru perubahan di BMW ini. BMW IX3 yang 50 X Drive 50. Jadi ini adalah yang mungkin top of the line-nya saat ini. Enggak saat ini cuma ada satu pilihan ini doang. Dan ini baru diproduksi katanya tahun 2026. Kalaupun masuk Indonesia paling cepat tahun 2026. Nah, karena ini adalah yang 50, jadi dapat baterai yang sangat besar sekali. 108 kWh baterainya besar sekali. Klaim range-nya itu bisa mencapai 800 km. 2 LTP 800 tuh jauh sekali yh itu 800. Hmm. Irit juga berarti ee motor listriknya. Padahal ini dual motor kan X Drive, dual motor. Motor listrik depan dan belakang. Total menghasilkan tenaga 469 horsepow dan torsi maksimal 645 Nm dan bisa membawa mobil listrik berat ini ke 100 km/h dalam 4,9 detik aja. Jadi ini kencang, range-nya jauh, bentuknya unik, baru keren. Ini velegnya. Nah, ini ada uniknya juga dia ada bagian plastiknya, ada bagian besinya. Ya, ini plastik ya sekedar dop tambahan aja. Eh, ini dapat veleg 22 inch. Ban depannya lebar 255, tebal 35. Tipis banget ya. Kayaknya veleg kegedean ya. Kenapa tren veleg gede tuh kami agak kurang setuju searang ngeberat-beratin aja gitu. Yang belakang ini lebarnya 275. 275 lebarnya. Yang belakang tebalnya 35. Luar biasa. Nah, handle pintu yang dikasih itu yang model begini. Modal tenggelam kalau misalnya dikunci jadi bisa lebih aerodinamis. Karena aerodinamisnya sangat dibutuhkan untuk mobil listrik biar range-nya bisa lebih jauh, enggak tahan angin. Ee tapi konon kabarnya katanya di Cina udah mulai dilarang nih yang nongol-nongol gitu gara-gara takut kecelakaan kagak nongol enggak keluar. Oh iya kanya begitu. Oke sekarang belakangnya. Belakangnya. Wah lampunya keren sekali lampunya. Duh bisa sampai ke tengah sini hampir ke logonya tuh logo BMW depan kayaknya agak gelap. Ini enggak ya? Ini chrome nih tulisan BMW-nya emang chrome? Oh, gara-gara bayangan yang tadi ya. Heeh. Tap ada wiper belakang. Ini model khas BMW juga kayaknya. X3 yang dulu kan gini juga ya. Ada. Iya kan? Ada kan bawa ada diiser-divuseran. Bagasinya itu sangat dalam sekali. Lihat tuh dalamnya bagasi. Uh. Naruh stick golf begini bisa nih? Kayaknya hampir bisa. Tapi bisa kalau dipaksain kayaknya dia bisa muat banyak stik golf. Di bawahnya tempat kosong enggak ada ban serapnya. Ini runflat ya. BMW selalu runflat. Ini ada tempat buat naruh sesuatu. Dan ini bagas yang luar biasa besar nih. Ini kalau dilipat dia bisa rata lantai. Ee enggak mau nyoba banyak orang tapi ini bisa rata santai. Gate standar lah. Tadi udah coba e kita jepitin Dendimas. Ee sayangnya dia keburu menghindar sebelum dia berhenti sendiri. Oh lumayan dia ketekuk. ketekup lumayan ketek ya. Nah, ada kepuasan tersendiri memang. Heeh. Karena dulunya tuh dia kebiasaan untuk enggak sengaja kejepit. Nah, tadi begitu disengaja ya gitulah jadinya. Nah, ini spesial lagi. Baterai kan 108 kWh. Nah, ini dic charging-nya. Wih, keren loh. Bagus ya. Bagus. DC charging-nya bisa sampai 400 kW. 400 kW. Cepat sekali nge-charge-nya ya. Nih ya. Ini kayak switch aja nih. Dia bukan ada mekanismenya dia pakai motor, pakai suatu pistol listrik gitu ya. Ini tuh tinggal dicolek aja kebuka. Enggak nyedot tapi enggak ada nendangnya diit kayaknya ya. P tuh. Oh bentar. Ini kalau digini enggak enggak buka nih dia. Kalau buttonnya kena nih sini baru tuh. Iya ada endang ya. Kalau enggak ditendang mungkin enggak kebuka. Iya kan atapnya dia full panoramic roof yang tidak bisa dibuka tapi bisa diterang gelapkan seperti di BMW i. Wih, akhirnya ketemu nih mobil. Oke, sebenarnya gini. Kemungkinan tadinya kayaknya kami mau ngelihat mobil ini langsung itu di Spanyol, bukan di sini. Eh, keduluan di sini. Karena ternyata ke Spanyol itu belum. sempat ngurus visanya. Anyway, kita mau masuk ke dalam tapi ada mas-mas berjas. Bentar ini lihat-lihat doang apa mau beli sih? FRD FRD wartawan ya. Bukan kita doang. Bukan kita doang yang nyari makan. Yang lain juga nyari makan. Yang lain juga cari makan. Betul. Betul. Ya. Ah, baik banget orang Jepang tuh. Baik-baik. Nah, pertama kita duduk lihat dari pintunya dulu. Apakah ini ini adalah untuk ngatur jok? Jadi pengatur joknya bukan lagi di bawah sini, tapi di sini. Ini buat naik turun bagian depannya, naik turun bagian belakangnya. Terus ini senderannya ya. Senderannya lock unlock juga ada di sini. Itu tombolnya yang sekali jebreng tuh. Pencet banyak tapi dia akan ngelihat lagi menyentuh mana jari kita. Ini seperti biasa ada garis tiga. Berarti kalau dipencet dia akan masuk ke menu di sini untuk pengaturan jok. Oke. Nah, nih di sini ini hampir normal-normal aja. Yang penting dia pakai tombol tetap buka bagasnya. Tarik sini buka pintunya. Karena ini elektrik tadi dia tinggal colek gini. Ini yang buka pintu. Nah, ini hanya button saja ya. Ini seperti biasa buat muat botol pastinya. Oke, dashboard-nya interior ini ya. Empuk-empuk enak dan mewah sekali rasanya. Ini ada bagian fabriknya. Di bagian fabriknya di dalam sini ada lampu-lampu terpancar, lampu-lampu halus tuh. Nih warna lagi kuning-kuningnya. Kelihatan enggak? kelihatan kelihatan kan dashboard baru di kenalin pertama kali di IX3 yaitu tanpa instrumen customer di sini karena semua sudah pindah ke depan sana ini dari ujung kiri sampai ujung kanan bagian bawah kaca depan itu digelapin sengaja untuk pantulan dari bawahnya sebentar ini bukan pantulan nih pantulan ya depannya kosong ya enggak ada apa-apa kosong kosong berarti benar pantulan tapi pantulnya ke mana bukan ke sini yang pasti ini head up display benar Beneran ada ini head ab di atasnya. Nanti kita lihat di mokup itu ada moya. Kita bahas physicalnya ini dulu. Setir setirnya ini setir bukan for spoke. Tadinya kami pikir ini force spoke. Tapi ternyata kalau dilihat gini ini tuh terputus bolong ya kan bolong. Nah jadi spoknya itu ada di atas bawah. Tadinya kami agak aneh ngelihat ini kok ada di atas juga tapi ternyata karena pinggirnya enggak nempel jadi ya lucu bagus. Kenapa enggak atasnya enggak usah normal aja gitu nempel ya? Atau ini di gap-nya dijawuhin dikit jadi lebih kelihatan. Enggak nempel ya floating-nya itu lebih kelihatan gitu. Heeh. Ini ada yang nyalain pemanas setir. Tapi ini kembali ke setir lagi. Ini ada tombol-tombol di setir. Ada auto parkir juga. Pencet sini. L keeping. Ini plus minus bukan buat audio. Audio sebelah kanan ya. Plus minus. Keganggu enggak layar itu? Dia lagi main-main ini. E dia touch sensitif tapi ada feedback ya kalau ditekan ya. Ada ketekannya juga physical kepencet gitu loh. Heeh. Ini masih oke-oke aja dia. Enggak bisa. Kadang-kadang ada mobil yang mobil Eropa lagi enggak sengaja kesenggol gitu bisa ngedein suara volume gitu. Kalau ini enggak. Yang sebelah kanan nih untuk urusan ini cruise control ini urusan audio dan multimedia. Kuaksonnya kita cobain. Ah rameai. Jangan, jangan, jangan. Nah, ini di atas ada panoramic roof yang bisa diterang gelapin. Mana sih? Nah, tombolnya enggak ada. Ini kembali ke menu lagi nih. Menu perlampuannya ada di sini. Oke. Di mana shifternya? Shifternya di tengah sini nih. Shifter kecil. Oke, parknya parknya jadi satu di sini sama kayak di IX. Oke, defoger belakang. Ini volume audio. Audio masih physical volume. Pemanas kaca depan dan lampu hazard. Dua buah cup holder ada ee buat naruh handphone mestinya bisa wireless charging juga. Dua buah colokan USB C di sini. Bagus loh ini mobil. Spion tengahnya bagus banget. Ini frameless tapi ini ada kameranya antara kamera atau sensor mata. H bisa jadi ini sensor mata. Lebih praktif sensor mata sih di sini. Hmm. AC. Nah, ini AC sama sekali enggak bisa kita atur nih ya. Ini sama sekali enggak bisa kita atur. Jadi kemungkinan dia akan harus masuk ke AC ngatur arahnya dari sini. Tuh, tuh. Ada ekstra effort cuma ya clean aja gitu jadinya desainnya. Ini lagi atur tuh. Ini yang paling kanan di sini. Ya terus clean sih jadi secara penampilan tapi ya gitulah. Heeh. Sekarang kita mau coba di posisi nyetir kita sebelum kita dalami mengenai perkokpitan ini. Setir til teleskopik tentunya BMW teleskopiknya bisa jauh kan. E sorry ini ada konsol enggak terlalu besar, kecil aja. Di bawah masih ada tempat naruh-naruh lagi. Posisi nyetirnya enak, dipastikan enak. Tapi dengan dashboard seperti ini kita jadi ngerasa agak tenggelam karena kita enggak bisa walaupun dashboardnya pendek ya enggak sih? Enggak ada rasa tenggelam ternyata ya. Cuma ada kayak ada layar besar gitu aja loh. Nih kalau kita lihat tuh ini masih nyetir ke depan. Kalau ke depan gini kap mesin masih kelihatan dikit. Cuma itu informasi banyak sekali yang ada di situ yang nanti akan kita bahas pakai mok up itu. Nah, sekarang kita coba dulu duduk belakangnya di posisi nyitir kami. Tinggi kami 174 belakang jarak dengkul dengan jok depan hampir sejengkal. Kaki masih bisa masuk di posisi nyetir kami yang agak rendah. Rom lega sekali juga. Di sini ada arm rest-nya yang tentu juga dilengkapi dengan ngularnya susah ya kan. dua buah cup holder. Nah, kalau dilipat dia bisa bertiga di belakang ada headr-nya tentu ada seatb tiga titiknya juga. Ada dua ventilasi AC di sini yang bisa diatur suhunya langsung seperti biasa BMW dari bawah sini. Suhu ya, bukan blower ya. Blower pasti ngikut depan kecuali mau gedein kecilin. Nah, ini ada dua buah colokan USBC. Enggak ada tempat naruh-naruh di sini. adanya di sini ya tempat taruh aksesoris dudukan iPad apa segala macam-macam meja cuma kami enggak pernah ngelihat lagi tertempel aksesoris enggak pernah dijual tuh aksesorisnya kayaknya mahal banget ya tu aksesoris hanger baju yang paling hanger baju berapa diiter baju pasti mahal nih senderannya kita masih bisa tegakin lagi kalau itu terlalu tidur kan enggak ada kita terlalu tidur yang belakang tidurin ini sudah jauh lebih rebah dibanding sama X3 yang generasi sebelumnya duduk belakangnya oke. Ya, tapi memang agak tenggelam. Dibantu ketenggelamannya lagi dengan dashboard yang eh bukan dashboard, hitam-hitam yang untuk instrumen eh instrumen. Iya, instrumen cluster head up display. Head up displaynya tuh banyak gitu. Heeh. Ini ada kantong pintu juga bisa naruh botol. Ini simpel tapi bagus gitu ya. Hh. Suara pintunya standar BMW. Sekarang kita lihat kecanggihan di interiornya. Karena di situ ganggu banyak orang yang mau lihat. Kita ngantri di belakang sini. Tadi kita dianterin orang enggak nyaman kan? Sekarang kita ngantter kan di pergi kan. Oke. Setir yang tadi jempol kanan itu. Ini untuk ganti-ganti audionya. Mode audio. Next previous track. Oh enggak. Itu ada menu di sana tuh. Mau lagu apa? Bahasa Japan ya kan? Gimana kalau kita ganti bahasa Inggris dulu? Ketemu. Kita pakai bahasa Inggris n unit. Apakah ada liter kilom liter per 100? Eh, km/KWH. Ada. Bagus. Satuannya komplit. Oke, kembali. Ini menu BMW biasa. Cuma dia modelnya karena dia layarnya miring jajaran genjang begini, dia dimiringin juga tuh operating systemnya. Keren loh ini. Kerenkeren shortcut-nya. Nanti ada widget-widget yang bisa kita pasang. Ambient light-nya komplit. Nah, ini buat contoh aja kelihatannya karena di sashboard raya itu enggak segede, enggak ada fabrik segini gede. Itu jadi buat shortcut interior, lighting, driving experience, ada echo, comfort, individual. Apakah apa aja yang bisa diganti di individual? Eco comfort dynamic untuk drive train. Steering bisa diubah juga keberatannya. Keberatan. Energy recovery ada adaptif, low, moderate, high. Tadi ada B-nya juga kan ya? Ada ada B-nya. Jadi bisa one pedal driving. Kami suka B-nya di BMW itu one pedal drivingnya itu kuat. Benar-benar bisa sampai berhenti secara kuat. Seharge up to 20%. Enggak dong. 80 lah. Kenapa ngatur-ngatur ya mobil orang ya? Bukan mobil ya. Pencahayaan seat position status orchestration. Nah sekarang kita lihat setup display itu ada apa saja. Kok mati ya? Starter dulu mobilnya. Kok enggak hidup sih? Mana T display? Karena ini dia bisa nampilin nampilin e weather, bisa nampilin navigasi segala macam tuh di sana. Cuma cara ngidupin gimana ya? Panoramic vision namanya. Panoramic vision. Personal BMW Maps. Tuh petak tuh nongol. Oke, kita mau ke Depok. Depok lewat mana? Jauhan ya? Jauhan. Trip meter dynamic. Nah, dan tuh sampai power-pnya ada di situ. Regen sama ngegasnya ada di sana. Geforce meter. Terus tadi ada ini segala macam di mana? Di personal ya? Kali configure personal. Oh ini mau apa aja dari sebelah kiri? Suhu terus jam. Oh bisa diatur begitu. Kompas takut nyasar ya kan? DC charging temperatur luar tuh nongol semua. Kemudian ada altitude. Kalau mau pengin tahu ketinggian kita berapa. Penasaran aja itu ketinggiannya berapa? Bisa ada di situ. Ini kita bisa lihat-lihat dari sini. N configuration. Yes. N lucu juga sih. Lucu juga. Ini banyak beberapa informasi yang enggak penting sebenarnya kayak suhu gitu kan. Kita biasanya ngelihat handphone, enggak ngelihat mobil. Ada kompas. Kita biasanya enggak ngelihat kompas kecuali nyari kiblat kali ya. Oh manjang. Layar kecil-kecil di dalamnya. Ya, layar kecil-kecil terus dimantulin ke sini. Dan mantulnya benar-benar mantul dari permukaan yang hitam gitu loh, bukan ngantul dari luar. Heeh. Gimana menurut Anda ini mobil keren enggak? Tapi keren sekali sih menurut kami nih X3 paling keren ya mungkin mobil yang paling keren dikeluarin BMW ditampilkan BMW di tahun ini. Tahun ini ada BMW apa ini? Enggak tahu nih seri 3 baru kayak gimana. Konon katanya seri 3 baru moncongnya kayak gitu kan konon katanya. Oke, itu saja videonya. Terima kasih telah menonton sampai detik ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Omobi dan MSobi apa belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram cekmotomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton BMW X3.

Lihat di YouTube