Jungkat

BMW M3 Competition Touring 2025: Mobil Keluarga Ekstrim (YouTube Video)

  • 21/08/2025

Kan BMW bohong. Kapan aja Anda butuh tenaga. [Musik] [Tepuk tangan] Wah. Inilah pertama kalinya BMW M3 memiliki format touring alias estate. Apakah dengan format mobil keluarga seperti ini M3 tetap menggugah untuk dikendarai? Ini adalah tes lengkap dari BMW M3 Competition Touring. Sudah enam generasi BMW M3 berada di antara kita. Dimulai dari BMW E30. Kemudian setiap generasinya memiliki M3 dari E36, E46, E90, F30. Waktu itu ee nama untuk M3-nya adalah F80 dan G80 yang berbentuk sedan. Tapi baru di generasi ke-7 BMW seri 3 atau di generasi ke-6 M3, barulah dibuatkan versi touringnya untuk dijual secara massal. BMW pernah memang membuat E46 touring, M3 E46 Touring, tapi ketika itu tidak dijual secara massal, hanya eksperimen mereka, tapi yang ini pertama kalinya dijual massal. Well, Mercedes-Benz dan Audi sudah lama berada di pasar ini. Pasar mobil keluarga dengan eh tenaga yang buas. Audi, dia punya Audi A4 Avan. Kemudian eh C class estate juga itu ada C63-nya. Tapi baru kali ini BMW mengeluarkan M3 Touring. Dan saya memahamilah kira-kira kenapa BMW butuh waktu begitu lama untuk membuat versi touring dari M-nya. Karena M itu benar-benar dibuat BMW sebagai pure driving pressure. Benar-benar eh gimana mobil itu dibuat untuk semaksimal mungkin menyenangkan kita. Dan BMW mungkin belum percaya di generasi-generasi sebelumnya bahwa format touring seperti ini bisa menggugah rasa berkendara kita juga. Tapi pasar itu ada ada orang-orang yang menginginkan mobil yang tetap praktis, bisa membawa keluarga, bisa untuk liburan, bisa buat bawa barang-barang, tapi sekali waktu dipakai ke trek itu performanya luar biasa. Dan akhirnya hadirlah ini BMW M3 Touring. Bahkan bukan M3 Touring biasa. Kalau yang masuk ke Indonesia itu lewat BMW Indonesia M3 Competition Touring. Dan karena ini adalah M3 Competition maka mesin yang digunakan tenaganya di atas 500 HP. Ini adalah mesin 3000 cc 6 silinder twin turbo yang mengeluarkan tenaga 510 PS dan torsinya 650 Nm. Sedangkan kalau M3 biasa itu di 470-an dan torsinya itu 100 Nm lebih ee kecil. Tapi di Indonesia memang kita tidak pernah memasukkan M3 biasa untuk generasi ini. Hanya M3 Competition. Jadi spek yang lumayan tinggi dan itu membuat mobil ini berakselerasi secara cepat. Tenaga dan torsi tersebut disalurkan ke empat roda. Jadi ini adalah all wheel drive. Makanya nama resmi dari mobil ini adalah BMW M3 Competition Touring MX Drive. Jadi XDrive yang dibuat khusus untuk mobil-mobil M. Nah, karena dia all wheel drive, makanya dia bisa start dengan cepat ketika kita menggunakan launch control karena traksinya maksimal 0 sampai 100 km/h. Walaupun mobil ini kira-kira 200 kg lebih berat dibandingkan M3 dan artinya sekitar 1900 kg beratnya mobil ini bisa diselesaikan klaimnya BMW dalam 3,8 detik. wagon keluarga bisa mencatatkan 0100 di bawah 4 detik dan itu artinya sangat-sangat cepat dan itu juga bisa terjadi karena transmisi yang memang favorit digunakan oleh BMWM sekarang bukan dual clutch tapi torque converter tapi yang sudah disiapkan untuk BMWM yaitu 8 speed automatic transmission. Tapi nanti klaimnya benar atau tidak dan apakah di Indonesia masih bisa mencapai angka sefantastis itu? Nanti kita coba karena ya di Indonesia aspalnya berbeda, udaranya berbeda, dan bahan bakarnya juga berbeda. Tapi tenang, kita nanti sebelum tes kita akan isikan bahan bakar dengan kualitas yang terbaik. Nah, penambahan 200 kg itu utamanya di bagian belakangnya karena di sini besinya lebih banyak, mobilnya lebih besar dan memang ketika kita buka bagasinya, wow. Kapasitasnya dengan kursi tegak saja itu masih 500 L. Bahkan kalau misalnya Anda kurang, kursi bagian belakang itu bisa dilipat 40, 20, 40. Membuat Anda bisa ee membawa barang banyak dan fleksibel tergantung konfigurasi mana yang Anda pilih. Serta di belakang ini juga ada tray cover-nya untuk menjaga privasy barang-barang Anda. Dan juga ada ah ada jaring-jaring seperti ini untuk menjaga barang itu tidak masuk ke ruang penumpang. Dan kalau misalnya dilipat itu juga bisa untuk Anda tidur misalnya di dalam. Karena mungkin istri Anda ketika Anda beli mobil ini, Anda bilang mau beli mobil keluarga. Dan ketika dia sadar berapa mahal M3 Competition Touring ini, Anda disuruh tidur di luar mobil, Anda bisa tidur di dalam mobil karena dia luas. Nah, sekarang kita akan bicara harga. Yes. Ketika Anda berbicara ke istri Anda, Anda mau membeli sebuah mobil keluarga dan ternyata itu adalah M3 Competition Touring, maka uang yang dikeluarkan juga tidak sedikit. On the road, mobil ini dijual seharga R2,885 miliar. Wah, hampir menyentuh Rp3 miliar. Tapi kalau kita bandingkan dengan M4 misalnya ya, M4 dengan tenaga yang sama dengan body yang lebih kecil, coupe itu harganya R2,865 miliar. Artinya Rp19 juta lebih rendah dibandingkan M3 Competition Touring ini. Jadi, mobil sebesar ini dia bedanya hanya Rp19 juta. Tapi memang itu adalah uang yang sangat mahal. Nah, berapa bedanya kalau dibandingkan dengan M3 Sedan? Sayangnya untuk yang di 2025 ini BMW tidak lagi memasukkan M3 Sedan sebagai salah satu list mobil yang mereka jual. Jadi kalau Anda ke website BMW Indonesia, M3 hanya tersedia dalam format M3 Competition Touring. Jadi kalau misalnya Anda ingin yang lebih sporty bentuknya, Anda ke M4. Tapi kalau misalnya Anda masih memikirkan ee keluarga dan e bentuk yang unik ya M3 Competition Touring ini dari eksterior inilah daya tarik utama mobil ini. Jadi moncong depannya M3 pure M3 tapi di belakangnya touring. Dan kadang-kadang keunikan itulah yang membuat mobil itu kadang-kadang di masa depan itu bisa menjadi sangat bernilai. Mungkin saat ini belum karena BMW masih menyediakan barunya. Tapi mobil ini mencatatkan sejarah baru karena ini pertama kalinya BMW M3 itu punya versi wagon atau estate. Jadi nanti mungkin di masa depan ini adalah mobil yang pernah menorehkan sejarah untuk BMW sebagai touring pertama dari BMW M3. Nah, di bagian depan ini berbeda dibandingkan BMW seri 3 touring biasa. grillnya adalah pure grill dari M3 yang benar-benar e besar yang pada saat awal kemunculannya menimbulkan kontroversi tapi semakin ke sini semakin oke kelihatannya. Kemudian di bagian samping Anda mendapatkan ee veleg dari M. Ini velegnya ukurannya 19 inci di depan ukurannya itu 27535R19. Sedangkan di bagian belakang lebih besar 285 30 R20. Kita ke bagian samping. Di bagian atapnya untuk M3 dan M4 yang sedan dan coue itu memiliki atap yang carbon fiber. Tapi di mobil ini tidak. Dia masih atap biasa. Mungkin itu juga, makanya ada kontribusi ee ini ya, kontribusi 200 kg spion tetap khas M3 dengan ee seolah-olah dua dua kaki ya, Pal sebenarnya cuman satu kaki. Yang satu ini mengambang. Kemudian di belakang ada spoiler dan di atas spoilernya ada ducttail. Jadi ini menambah sedikit down force dan menambah estetika. Serta di bagian belakang ini ada diffuser. Diffusernya ini juga lebih ke arah estetika. Tapi mobil ini sudah di tes dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi ketika dipacu di top speed-nya. top speed-nya bisa mencapai 280 km/h. Jadi bagian under mobil ini juga sudah dirancang untuk ee meminimalkan turbulensi dan membuat mobil ini tetap mantap sampai di atas 250 km/h. Nah, tapi karena ini sebuah BMW, jadi besar kemungkinan top speed-nya dilimit di 250 km/h. Tapi sebenarnya kemampuan mobilnya bisa sampai 280 km/h. Ada empat buah knalpot di sini yang bukan cuman keren untuk dilihat, tapi juga suaranya cukup merdu, apalagi pada saat cold start. Kalau col start seperti ini suaranya lagi kemudian yang unik lagi dari mobil ini adalah kepraktisannya. Jadi dia bukan hanya bisa bagasnya dibuka full kalau Anda ingin mengambil atau memasukkan barang-barang, tapi juga bisa kacanya ini dibuka split tail gate seperti ini memudahkan Anda mengambil dan Anda tidak perlu khawatir semepet apa Anda parkir di belakang karena akan Anda bisa membuka dengan mudah. M3 Competition Touring memang mobil keluarga, tapi utamanya konsentrasinya adalah di belakang memperbesar area kargonya. Tapi kalau area penumpangnya mirip-mirip saja dengan M3 ee biasa. Ah, ini posisi duduk saya. saya tingginya 177 cm dan light room cukup lah ya, tidak sempit tapi juga tidak lega. Untungnya di bawah itu masih ada space untuk ee menjulurkan kaki dan paha itu tersangga dengan baik. Kursinya relatif tegak, jadi bukan posisi yang rileks untuk perjalanan jauh, tapi ini adalah posisi yang seperti siap tempur gitu. Jadi, Anda bisa ngajak istri Anda, anak Anda, atau teman Anda untuk track day. Dan ini postur kursinya sudah mendukung. Dia tidak terlalu e rebah ke belakang. Serta option yang dipilihkan oleh BMW ini keren sekali. Warna luarnya itu e biru. Biru yang sangat sporty dan di dalamnya itu perpaduan antara putih dan hitam. Sebenarnya enggak putih-putih amat ya. Krem yang sangat muda ini. Dan seat belt-nya juga seat belt dari M. Di sini ada armr yang proper dan armr ini juga punya dua cup holder n di sini. Cuman kalau ada minuman artinya Anda agak eh terhalang sedikit ya. Oke, bangku sudah isofix juga. Jadi Anda bisa bawa baby seat di belakang serta sistem audio sudah Harman Cardon. Tidak ada lagi panoramic roof di atas. Jadi walaupun dia bukan karbon atapnya, tapi dia tidak lagi menambah beban yang tidak perlu untuk sebuah mobil yang sangat sporty seperti panoramic sunroof itu tidak ada di mobil ini. Nah, di sini ada ee dudukan untuk kargonet. Jadi, kalau misalnya Anda membawa barangnya sangat banyak dan Anda tidak mau barang itu terlempar ke depan, Anda bisa pasang kargonetnya di sini untuk menjaga barang-barang tidak terlempar ke depan. Nah, tapi M3 Competition Touring walaupun ini adalah sebuah touring, sebuah estate, tetap saja menyandang nama M3. Artinya kalau M3 harus dinikmati di depan. Posisi duduknya memang terbaik. BMW sangat ergonomis. serta karena BMW M3 Touring ini keluarnya berbarengan dengan e facelift dari seri 3 generasi keet7uh ini. Jadi dia sudah menggunakan sistem instrumen dan entertainment system yang terbaru. Ini instrumennya dibuat khusus untuk BMWM dan entertainment systemnya sudah yang terbaru dengan BMW Connected. Jadi ada sambungan internet di sini yang bisa menghubungkan nanti gadget Anda lewat sebuah aplikasi MyBMW. Anda bisa memantau seluruh status mobil serta karena dia sudah ada sambungan internet, dia juga sudah bisa membaca kemacetan sistem navigasinya. Jadi, Anda tidak perlu Apple CarPlay atau Android Auto. Walaupun sistem ini bisa Apple CarPlay dan Android Auto, tapi Anda juga bisa melakukan navigasi langsung dan dia sudah bisa membaca kemacetan dan memprediksi waktu ketibaan itu secara presisi karena dia sudah BMW connected. Kemudian di sini ada panel eh serat karbon. Serat karbon di sini dan e transmisinya khas M ya. Jadi dia ee unik gitu ya, bukan maju mundur tapi dia ke kanan kalau untuk maju. Kalau untuk mundur ke kiri depan seperti gigi satu kalau di mobil manual. Dan P-nya di sini simpel, tapi ini khas M. Jadi Anda tahu Anda mengendarai BMW yang Murni ketika transmisinya itu berbeda dari BMW biasa. Setirnya ini dipenuhi dengan tombol-tombol ni. ada tombol audio, ada tombol cruise control dan untuk unit yang dimasukkan ke Indonesia ini belum memakai sistem ADAS. Jadi tidak ada adaptive cruise control, tidak ada eh land keep assist, tapi blind spot monitor dia masih ada. yang tidak ada adalah fitur-fitur yang membutuhkan kamera serta radar di bagian depan serta di bagian e atas kaca ini. Di satu sisi untuk perjalanan jauh itu kurang menguntungkan. Tapi di sisi lain ini adalah sebuah M3 yang harusnya dinikmati yang lebih involving gitu, lebih terlibat kita dalam pengendaraan. Artinya mungkin masih bisa dimaafkan, tidak ada ADAS. Dan kemudian dengan absennya Adas, maka visibilitas itu menjadi lebih luas. tidak ada area yang tertutup terlalu besar di kaca depan di setirnya. Kemudian juga ada tombol khas dari BMW M yaitu M1 dan M2. Jadi M1 dan M2 ini adalah tombol untuk mengaktifkan mode M dan seperti apa M1, seperti apa M2 itu kita bisa atur sesuka kita di sini. Jadi, Anda misalnya mau M1, Anda bisa setel mesinnya seperti apa, transmisinya seperti apa, setirnya seperti apa, remnya seperti apa, bahkan suara knalpotnya seperti apa. Biasanya orang pakai M1 ini untuk mode yang medium. Sedangkan untuk mode full attack ini dari M2. Jadi, ini adalah shortcut. Kita bisa setel sesuai preferensi kita dan ketika di jalan, kita tinggal aktifkan tombolnya kalau ingin berkendara lebih agresif. Nah, yang bisa dikontrol apa saja dari M1 dan M2? Pertama, mesinnya. Mesinnya kita bisa atur efisien sport atau sport plus. Sasisnya, kekerasan suspensinya bisa comfort, sport, sport plus. Setirnya bisa comfort atau sport. Rem-nya bisa comfort atau sport. Kemudian MX Drive-nya. Jadi, kita bisa pakai all wheel drive normal, all wheel drive sport yang artinya lebih bias ke belakang atau two wheel drive. Jadi, mobil ini all wheel drive tapi bisa dibuat sebagai two wheel drive. Dia bisa rear wheel drive only dan itu membuat Anda bisa drifting. Bahkan tersedia fitur M drift analyzer untuk menilai keindahan drift Anda di mobil ini. Serta traction control juga bisa diatur sampai wah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Ada 11 setting traction control. Jadi, Anda bisa sesuka Anda. Kemudian, selain M1, M2, di sini ada Me. Jadi Mode ini untuk mode mobilnya ketika kita melewati sejumlah ee jenis jalan. Jadi, kalau road biasa ini normal, semua sistem keselamatan aktif. Kemudian kalau misalnya kita masukkan ke sport, dia driver assistance-nya dan eh eh itu dikurangi. Sedangkan ketika kita masuk ke TRK ini harus dua kali konfirmasi ini semua peringatan dan semua bantuan assist itu mati. Layar eh langsung berubah menjadi eh informasi yang diperlukan ketika kita track D dan layar tengah ini mati. Jadi, e mobil ini sudah lebih siap untuk track D ketika masuk ke Mode ini. Dan untuk performanya ini dari M1 dan M2. Di sini juga Anda bisa mengatur knalpot-nya ee di suarakan atau tidak. Kemudian sistem kameranya juga sudah ada di sini terintegrasi. Anda ada kamera 360 juga. Jadi fiturnya tetap lengkap seperti mobil keluarga, tapi juga dipenuhi fitur-fitur yang sporty ala M3. Nah, oke. Tidak jauh berbeda dibandingkan M3. Tapi sekarang dengan penambahan bobot 200 kg kemudian e bentuknya estate. Apakah mobil ini masih menggugah untuk dikendarai? Langsung kita jalan. Sebelum kami menyampaikan tentang impresi berkendaranya, kami lajukan terlebih dahulu mobil ini ke SPBU Shell untuk diisikan bahan bakar berkualitas, yaitu Shelfie Power Nitro Plus. Shvie Power Nitro Plus adalah bahan bakar Octan 98 dengan standar Euro 4 yang bisa menjadikan mesin lebih bertenaga dan akselerasi lebih cepat. Performa kendaraan pun tetap maksimal, baik dalam kondisi jalanan yang lancar maupun saat terjadi kemacetan. Shelf Power Nitro Plus dirancang untuk membersihkan 100% endapan di bagian vital mesin dan 100% melindungi bagian vital mesin dari penumpukan endapan di masa mendatang serta memberikan perlindungan tak terkalahkan dari korosi. Selfie Power Nitro Plus mesin lebih bertenaga, akselerasi lebih cepat. Nah, ini pas banget kita ngisi di SPBU Shell karena memang BMW M merekomendasikan Shell V Power untuk bahan bakar produk-produk M di seluruh dunia. Dan semakin banyak Anda mengisi bahan bakar di SPBU Shell, semakin besar pula poin yang Anda dapatkan di program loyalitas Shell Go Plus. Dan itu poinnya bisa Anda gunakan untuk diskon pembelian bahan bakar di kunjungan berikutnya. Jadi jangan lupa untuk download aplikasi Shell Asia dan lakukan registrasi member Shell Go Plus untuk Anda rasakan manfaatnya. Sekarang langsung kita lanjutkan review dari BMW M3 Competition Touring. Karena ini adalah sebuah M car, maka yang terpenting adalah kita lihat dulu bagaimana performanya. Oke, langsung aja kita akan tes 0 sampai 100 km/jamnya. Kita akan aktifkan launch control. Dan launch control di BMW itu tidak simpel ya. Jadi kita harus masuk ke deactivating dynamic stability control. Oke, artinya DSC off mungkin ya. kemudian a few later. oke kita coba sekarang. Oke, launch control. Wah, wah Walaupun mengoperasikan launch control-nya itu agak ribet ya, enggak kayak Porsion misalnya tinggal kita masukkan ke e mode yang paling kencang, injak rem dan injak gas. Ini ada beberapa step yang harus dilakukan tapi akselerasinya luar biasa. Dan BMW bohong bilang 0100 dalam 3,8. Lihat yang kami dapat. 3,58 [Tertawa] itu luar biasa 3,5 detik 0 sampai 100 km/h dan launch-nya itu benar-benar kencang dan tenaga itu enggak habis-habisnya. Bahkan 0 sampai 60 km/h hanya 1,6 detik. Mobil ini 0 sampai 60 enggak nyampai 2 detik. Dan ketika dibawa di 402 m, mobil ini berada di kisaran 11 detikan. Mobil standar, mobil dengan bentuk seperti mobil keluarga. Serta karakternya juga agresif ya di jalan. Kapan aja Anda butuh tenaga. Uh, perpindahan giginya juga cepat sekali dan suaranya merdu khas BMW. Mobil ini memberi Anda tenaga kapan saja. Tinggal injek gas. Uh. Uh. Dan setiap pindah gigi itu ada breb-brepnya. Nikungnya juga enak. Tapi nanti kita akan ngomong tentang itu setelah saya menikmati akselerasinya yang luar biasa. W. Luar biasa. Bukan cuman akselerasinya yang menakjubkan, pengendalian mobil ini tidak seperti mobil keluarga sama sekali. Rasa mobil ini benar-benar pure sport. Bahkan di mode comfort sekalipun, mobil ini masih terasa seperti mobil sport. Akselerasin yang responsif dan handlingnya ini setirnya itu sangat tajam rasanya. Bahkan saking tajamnya ada perasaan bahwa mobil ini tuh seperti bisa membaca pikiran. Jadi ketika kita berpikir kita mau ke kiri, otak kita kira-kira 0 koma sekian detik itu akan memerintahkan tangan untuk membelokkan setir. Dan rasanya tuh kayak mobil ini tuh tahu kita mau mau belok gitu. Jadi sebelum setir itu dibelokin tuh kayak mobilnya tuh udah belok. Jadi benar-benar di saat yang bersamaan dengan setirnya wuh enggak ada delay sama sekali. Dan ini di mode yang comfort tuh. Ini mobil bisa baca pikiran saya. Apalagi kalau misalnya kita masukin ke suspensi yang paling keras. Taj ini kayak dia tahu gitu saya mau ke mana. Tuh udah kanan saya mau ke kiri. Tuh dia udah ke kiri. Ya, memang saya tahu enggak mungkin dia mendahului setir. Tapi perasaannya seperti itu karena saking tajamnya setir ini, jadi ketika dibelokin tuh loh kok udah belok aja ya mobilnya. Segitu tajamnya setir dari mobil ini. Bawa mobil ini ke trek bersama keluarga Anda, bersama anak-anak Anda. Maka mungkin saja anak Anda itu jadi enggak terlalu excited lagi ketika diajak ke Universal Studio atau Disneyland. Karena GeForce yang dihasilkan mobil ini itu lebih besar dari semua wahana yang ada di dua tetim park tersebut. Mungkin anak Anda akan lebih excited ketika Anda ajak ke Mandalika untuk melakukan track day dengan mobil ini. Dan pastinya mereka juga akan menikmati sensasi ketika mobil Anda belokan ke kiri gitu ya. Itu menikmati sensasi semua jeroan pindah ke kanan dan sebaliknya. Ini mobil seperti pakai lem dan seperti punya pikiran yang bisa membaca pikiran kita. kita tuh mau belok ke mana. Semuanya terkontrol tapi sangat tajam. Bukan hanya kencang di lurus dan di tikungan, M3 Competition Touring ini juga siap diajak drifting kalau Anda memang sedang kelebihan uang. Ini lihat footage-nya saat dibawa oleh kru kami Adit drifting. Ya, kebetulan Adit itu juga mantan drifter nasional. Sekarang dia lagi pensiun dulu, konsentrasi kerjaan, tapi dia sudah membawa drifting mobil ini. Anda bisa lihat footage-nya. Nah, seperti itu dengan tenaga yang besar, mode to wheel drive, serta kaki-kaki dan suspensi yang dicun oleh engineer-engineer pintar dari Jerman, mobil ini akan membuat Anda tersenyum saat drifting. Tapi memang rasanya senyum Anda juga akan segera hilang begitu selesai drifting ketika tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk kesenangan tersebut. Mobil ini bobotnya berat 1,9 ton dan artinya itu akan menggerus roda atau menggerus ban itu cukup cepat. hanya butuh beberapa menit untuk menghabiskan bahan-ban yang mahal ini. Bahkan ketika Adit melakukan itu untuk e konten Instagram di Auto Driver itu lumayan. Jadi kami harus membeli ban lagi untuk BMW karena ini mobil baru gres ketika diberikan ke kami dan bannya itu sudah hampir habis. Jadi kita belikan bannya dan bannya satu buah Rp8 juta. Rp8 juta hilang begitu saja ketika dipakai drifting. Tapi ya mungkin Anda yang punya uang untuk membeli mobil ini mungkin tidak terlalu konscern dengan harga bannya. Tapi kalau mau lebih ekonomis, Anda bisa pakai pilihan bahan-ban buatan lokal yang harganya jauh lebih terjangkau. Toh hanya untuk dihabiskan untuk drifting. Dengan begitu, senyum Anda bisa tidak hilang. Anda bisa senyum terus, beli bannya enggak mahal, dan Anda bisa menikmati drifting dengan mobil ini. Anda bisa lihat drift analyser-nya hebat apa anda drifting. Tapi ya kalau pakai bahan aslinya yang Rp8 juta per ban mungkin senyumnya jadi agak berkurang habis drifting. Oke, mobil ini memang sangat bisa diajak bersenang-senang di TRK, tapi bagaimana kalau difungsikan sebagai mobil keluarga? Well, bantingannya keras. Walaupun di mode comfort sekalipun, mobil ini tetap keras. Dibandingkan M3 memang mobil ini memiliki karakter bantingan yang lebih nyaman. Mungkin karena kelebihan bobot 200 kg itu ya. Tapi tetap saja tidak bisa dibilang nyaman. Anda merasakan semua gelombang dari jalan dan ketidakrataan jalan juga Anda rasakan. Kalau ada batu juga bisa Anda rasakan. Ee cukup nyaman untuk ukuran mobil sport, tapi ini bukan mobil keluarga. Karakter suspensian ini bukan mobil keluarga. Tapi memang kalau di jalan tol enak. Apalagi di jalan tol yang halus itu benar-benar mantap mau sampai kecepatan berapun. Dan mungkin Anda bisa bilang ke istri Anda bahwa memang suspensinya tidak senyaman mobil keluarga lainnya, tapi dengan kemantapannya itu, Anda bisa mengantarkan anak Anda ke sekolah dengan kecepatan yang lebih tinggi dan memperkecil kemungkinan anak Anda telat dan dihukum di sekolah. Kemudian juga ground clearance mobil ini cukup rendah membuat ketika Anda mau berwisata ke daerah yang jauh dengan mobil ini, Anda harus hati-hati dalam menentukan destinasi wisata Anda. Pastikan bahwa tidak ada jalan yang rusak sepanjang perjalanan karena akan gampang mentok dengan mobil ini. Dan Anda tidak tidak akan mau merusakkan veleg, bumper, dan ban yang mahal itu. Atau bagian bawah mobilnya juga pasti. Anda enggak akan pengen mentok pakai mobil ini. Lantas ada konsumsi bahan bakarnya yang tidak bisa dibilang ekonomis sama Oke, ini memang bukan konsern dari pemilik BMW M. Mereka punya uang hampir Rp3 miliar buat beli mobil ini. Buat apa pikirin konsumsi bahan bakar? Toh mobil ini bukan untuk hemat-hematan. Tapi ya kami harus lakukan pengetesan sesuai standar auto driver dan datanya adalah di kecepatan rata-rata 22 km/h di dalam kota dengan menggunakan mode ya mode normal ya yang paling comfort semuanya. Mesin juga yang paling eko. Mobil ini hanya bisa mencatatkan 7,0 km/l. Itu pun dengan nginjak gas biasa-biasa saja ya. Kalau misalnya Anda nginjak gas yang kadang-kadang suka darah muda gitu ya, suka nginjak gas dalam, maka dian km/l untuk kecepatan rata-rata 22 km/h. Sedangkan di tol, di tol dia enggak terlalu boros karena dia 8 speed transmisinya dan ketika kita lari 100 km/h itu RPM-nya sangat rendah sekitar 1500 RPM. itu ketika kita di 90 km/h konstan, mobil ini mencatatkan 14,7 Masih okah walaupun juga bukan yang hemat-hemat. Dan saya juga enggak yakin Anda bisa nyetir konsisten di tol dengan mobil ini pasti akan tergoda lah sesekali untuk menginjak gas. Tapi ya kalau konsisten 14,7 km/l. Memang mobil ini boros, tapi semua bensin-bensin tersebut menjelma menjadi laju yang kencang dan senyuman di wajah. Tapi ya memang tipikal konsumsi BBM-nya itu bukan tipical konsumsi BBM mobil keluarga, tapi tipikal konsumsi BBM mobil sport atau bahkan mungkin supercar. Well, bisa dibilang embel-embel mobil keluarga di M3 Competition Touring ini sebenarnya hanya kamuflase bagi Anda yang membutuhkan izin ke keluarga untuk membeli mobil ini. Karena pada kenyataannya mobil ini rasanya pure mobil sport. Hanya kemasan luar dan kapasitas angkutnya saja yang berbeda. Tapi ini bukan mobil untuk keperluan keluarga sehari-hari. Sama sekali bukan. Setelah menjalankannya lebih dari 1000 km, kami mendapati beberapa hal yang agak mengganggu di mobil ini. Yang pertama, mobil ini sudah menggunakan rem parkir elektrik yang mana sebenarnya dia bisa diaktifkan kapan saja tergantung ECU atau komputernya. Tapi ketika kita mengaktifkan tombol P atau parking itu dia tidak secara otomatis aktif rem tangannya. Ya, sebenarnya enggak ada gunanya juga rem tangan tidak aktif ketika kita udah pakai P. Kita berharapnya ketika kita sudah P, mobil berhenti semua, kita mau keluar. Di kebanyakan mobil lainnya itu rem parkir langsung aktif, tapi di mobil ini bukan. Sebenarnya itu hanya masalah update software aja atau mungkin ada penyetelannya ya, tapi saya belum menemukan penyetelannya tapi ya ketika saya masuk P dia rem parkir tidak otomatis aktif. Kemudian hal yang kedua adalah Apple CarPlay di mobil ini sama seperti di BMW BMW lainnya hanya bisa diakses melalui wireless Apple CarPlay yang mana tidak semua orang cocok dengan wireless Apple CarPlay termasuk saya. Saya lebih suka yang wired. Ketika saya mau menyambungkan, saya tinggal e colokan handphone-nya. Ketika saya mau cabut, saya cabut. Kalau di sini untuk memutus hubungan misalnya kita seperti saya ini lagi melakukan voice recording, itu untuk melepasnya, melepas sambungan itu cukup ribet. Jadi, mobil-mobil modern sekarang juga ada yang sudah memiliki pilihan mau wired atau wireless. Tapi BMW tidak mempunyai pilihan, hanya ada wireless. mobil ini bisa untuk lima orang duduk berdasarkan dari konfigurasi kursinya. Tapi sebenarnya secara kenyataan hanya empat orang yang layak duduk di mobil ini. Karena channel di tengahnya ini sangat tinggi, sangat besar. Sehingga Anda tidak akan terlalu nyaman duduk di bagian tengah. Yes. Jadi ini sebenarnya four seater dalam wujud five seater. Kemudian satu lagi adalah instrumennya. yang memang keren, full digital dan sangat M gitu ya. Tapi dengan instrumen digital seperti ini, saya sebenarnya berharap BMW lebih mau bermain-main dengan desain mungkin ada desain analog seperti M3 generasi 1 gitu ya, pasti akan keren di sini. kecuali tapi enggak, ini tampilannya modern semua dan ee ya similar lah mau di setiap mode, mau di mode TRK, mode sport, mau di mode M1, M2 itu mirip. Hanya berbeda sedikit ee konfigurasinya, tapi desainnya mirip-mirip. E nafas desainnya itu kurang beragam. Akan tetapi di sisi lain, mobil ini juga punya sejumlah hal menyenangkan. Walaupun ini adalah sebuah monster yang sangat kencang untuk track day, tapi kenyamanan penumpang belakang masih diperhatikan ada AC terpisah dari depan. Jadi ini adalah triple zone. Anda bisa mengatur suhu sendiri di belakang. Bahkan penumpang belakang juga masih disediakan dua buah USBC slot. Kemudian mobil ini memang tidak menggunakan option e kursi karbon yang semi bucket ya, yang benar-benar menahan tubuh. Tapi kursi ini dilengkapi juga dengan ah ini bagian samping kursi yang bisa diketatkan atau dilebarkan. Jadi enggak peduli Anda mau kurus atau gemuk, Anda selalu bisa mendapatkan genggaman atau pelukan kursi yang enak. hal yang menarik berikutnya atau yang menyenangkan berikutnya adalah mobil ini warnanya keren biru dan BMW menyesuaikan warna mobil yang kita pilih dengan warna mobil yang ada di M serta entertainment systemnya. Jadi kita akan melihat mobil yang sama warnanya biru juga di situ. Jadi serasa lebih klop gitu ya. Karena banyak mobil lain di head unitnya itu ya satu warna aja. Enggak peduli kita warna mobil apa, tapi hanya satu warna. Tapi kalau BMW menyesuaikan dengan warna yang kita pilih. Serta satu lagi, lihat ini di belakang ada emblem M3. Emblem M3 ini illuminated. Jadi pada saat di malam hari dia itu bisa glowing menyala. Keren jadinya. Secara overall, M3 Competition Touring ini akan memuaskan Anda yang mencari mobil keluarga tapi tetap haus akan adrenalin. Iya, mobil ini akan memberikan Anda ketegangan karena daya cengkramnya dan karena tenaga mesinnya. Tapi semuanya itu masih bisa dikontrol karena mobil ini dirancang oleh engineer M sebagai mobil yang kencang tapi bisa diikendalikan oleh siapapun. Ada banyak kendali stabilitas di sini, kontrol elektronik di sini, dan Anda bisa aktifkan atau Anda bisa nonaktifkan sesuai dengan preferensi Anda. Serta kelihatan sekali bahwa BMW M3 Competition Touring ini dirancang oleh orang-orang yang sangat mengerti motor sport. di mana motor sport itu tidak hanya tenaganya brutal, tapi mobil itu juga harus mudah untuk dikendalikan dan penggerak all wheel drive akan membuat mobil ini akan semakin mantap dan semakin bisa terkontrol. Tapi tetap mobil ada batasnya. Jadi, Anda harus tetap ee waspada ketika berkendara dengan mobil ini karena ini tetap saja 510 HP. Dan rasa dari mobil ini pure M. Benar-benar M. Walaupun bentuknya wagon, memang kepraktisan dan kelegaan bagasinya itu akan akan sangat jarang Anda pakai. Anda membeli mobil ini lebih untuk melihat atau menikmati sosoknya dari luar eksteriornya yang unik dan tidak biasa untuk mobil sekencang ini. Dan track day sendiri kalau misalnya Anda track day dengan mobil coupe, ah itu udah biasa. Tapi kalau Anda track day pakai Estate dan Anda bisa sekencang mobil-mobil sport murni tersebut, itu punya style tersendiri. Mobil ini memang sangat mahal, tapi memberi kepuasan berkendara dan style yang sepadan. Ini bukan buat penggemar mobil kencang biasa. Ini untuk petrol head yang ingin mobil sekencang mobil sport tapi punya style berbeda. ya. Jadi begitulah hasil review lengkap kami ke BMW M3 Competition Touring MX Drive ini. Jangan lupa anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Auto Driver jika Anda belum. Follow Instagram kami @autodriver dan download aplikasi kami Auto Driver di Google Play Store. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye. Yeah.

Lihat di YouTube